[FF Freelance] Innocent Man (Chapter 2)

d .,qmew d

THE INNOCENT MAN  (CHAPTER 2)

AUTHOR: Dandelion Doc

@naqisshiummu

MAIN CAST: DO KYUNGSOO

IM HYERIN

ADDITIONAL CAST : Temukan sendiri^^v

GENRE: Romantic, Comedy.

LENGTH : Chaptered

RATING:PG 16

PREVIOUS: Chapter 1,

Hai, saya balik lagi dengan chapter 2^^ ngomong-ngomong, makasih banyak buat yang udah comment di chapter sebelumnya! Author senang banget loh^^ you guys make my day^^ alrite, happy reading^^v

 

 

We sailed on together

We drifted Apart

And here you are by my side

************************

Kyungsoo menghela nafas panjang, sebelum menekan bel apartment yeoja itu. Ya, Im Hyerin menyuruhnya lebih tepatnya memaksanya untuk datang kesini. Kyungsoo awalnya menolak, namun tentu saja, ia tidak bisa berbuat apa-apa kalau sudah berhadapan dengan gadis itu.

Kalau kau tidak mau belajar di rumahku, ayo kita belajar ke rumahmu saja. Aku tidak mau belajar tambahan disekolah, sangat membosankan.”

“Nde? Rumahku? Tapi aku-“

“Kalau kau tidak mau, berarti kembali ke pilihan pertama. Apartment ku.”

“Maaf Hyerin-ssi, tapi aku ben-“ Ucapan Kyungsoo dipotong lagi oleh yeoja itu.

“Ayolah Kyungsoo-ah… Aku benar-benar butuh suasana belajar yang nyaman. Jebal, hm?” Hyerin mengeluarkan senyum manisnya.

Kyungsoo masih belum memencet bel itu. Ia mulai gugup. Kenapa hal paling mudah di dunia harus menjadi sulit baginya?

Tiba-tiba pintu apartment itu terbuka, mengagetkan Kyungsoo. Seorang yeoja cantik yang memakai kemeja putih kelonggaran muncul dari dalam.

Kyungsoo langsung membungkukkan badannya dengan gugup. Hyerin tertawa pelan melihat kegugupan namja itu.

“Apa yang kau lakukan didepan sini? Kenapa tidak memencet bel?”

*******************************

Mata Hyerin bergerak liar memperhatikan setiap gerak-gerik namja didepannya ini. Kyungsoo sedang menjelaskan beberap rumus fisika pada Hyerin, tapi tak sekalipun ia berani menatap mata yeoja itu.

“Apa kau sudah mengerti, Hyerin-ssi?” Kali ini Kyungsoo menatap wajah Hyerin. Pandangan mata mereka bertemu. DEG. Kyungsoo takut Hyerin dapat mendengar debaran jantungnya. Ia segera menundukkan wajah.

“Apa kau gugup?”

“Aku rasa iya.. Ini pertama kalinya aku memasuki rumah seorang yeoja.” Jawab Kyungsoo jujur.

Hyerin tersenyum geli. Namja didepannya ini begitu polos dan jujur, sungguh berbeda dengan namja-namja lain yang pernah dikencaninya. Hyerin tidak tau kenapa, tapi  ia menikmati semua ini. Menikmati mengerjai lelaki yang baru ia ketahui namanya beberapa hari ini.

“Aku bosan. Belajarnya nanti saja.” Hyerin beranjak menuju kulkas.

“Tapi Ms.Bae bilang, kau harus-“

“Kyungie, kau suka juice apa? Disini hanya ada mango dan orange juice, juga Cola.”

Kyungsoo menghela nafas. Yeoja bandel ini suka sekali memotong ucapannya.

**************************************

Sudah seminggu sejak kejadian itu berlalu. Kini Kyungsoo dan Hyerin menjadi semakin dekat, Kyungsoo pun sudah mulai membiasakan diri dengan lirikan tajam namja-namja di sekolah saat Hyerin terus menempel padanya.

Malam itu, Kyungsoo sedang bersantai sambil membaca buku di sofa birunya. Sampai tiba-tiba terdengar suara bel. Kyungsoo segera bergegas melihat layar didekat pintunya.

DEG. Hyerin?!

Gadis itu segera menghambur masuk saat Kyungsoo membuka pintu.

“Waaa, apartmentmu bagus dan nyaman.” Ucap Hyerin senang.

“Hyerin-ssi, bagaimana kau bisa tahu alamatku?”

“Mudah saja bagiku.”

Hyerin mendekat pada Kyungsoo, ia terus berjalan kearah namja itu sampai Kyungsoo mundur beberapa langkah. Hyerin menatap namja itu lekat-lekat, sedangkan keringat dingin mulaiu mengalir di dahi Kyungsoo. Hyerin tersenyum geli. Menggoda namja yang satu ini entah kenapa terasa sangat menyenangkan baginya.

“Apa aku yeoja pertama yang datang kesini?”

“Aniyo. Ibuku yang pertama.”

Hyerin tersenyum sumringah. Hyerin sendiri  heran, kenapa tiap didekat namja ini ia jadi banyak tersenyum?

“Aku antar kau pulang sekarang, Hyerin-ssi.”

“TIdak mau. Aku mau tidur disini.”

“N-n-nde?!”

“Aku tidak mau pulang, aku masih ingin bersamamu Kyungsoo-ah.”

“Tapi kan tid-“

“Kalau kau tidak mengizinkan ku, aku akan tidur diluar sampai kau membolehkanku masuk.”

********************************

“Bagaimana denganmu?”

“Aku akan tidur diluar, di sofa. “ Jawab Kyungsoo kaku . Terasa sangat aneh baginya karna sekarang ia berada dikamar dengan seorang wanita. Hanya berdua.

Hyerin yang duduk ditepi tempat tidur hanya tersenyum  lembut pada Kyungsoo.

Kyungsoo segera bergegas keluar dari kamar dengan menenteng sebuah bantal dan selimut. Hyerin menahan tangannya. Yeoja itu tidak sadar bahwa sentuhannya membuat jantung Kyungsoo berdetak berkali-kali lipat.

“Tidur nyenyak, Kyungie. Jaljayo..”

“Jaljayo.”

***********************************

Jam 7 pagi.

Hyerin keluar dari kamar dengan memakai kemeja Kyungsoo yang berukuran 2 kali lipat dari tubuhnya. Ia berjalan menuju ruang tv, tempat dimana Kyungsoo tidur.

Namja itu masih belum bangun. Hyerin berjongkok didepan sofa, tersenyum-senyum sendiri memperhatikan wajah Kyungsoo yang masih terlelap.

Wajah namja itu terlihat sangat manis saat tidur. Hyerin dapat merasakan hembusan nafas beratnya. Hyerin tidak tau setan apa yang menghampirinya, namun ia merasa sangat bahagia hanya dengan menatap wajah Kyungsoo.

Kelopak mata Kyungsoo mulai bergerak-gerak, pertanda ia akan segera bangun. Kyungsoo membuka matanya. Hyerin tersenyum lembut padanya. 2 detik.  5 detik. Kyungsoo belum bereaksi.

Setelah semua nyawanya terkumpul, mata Kyungsoo membulat karna menyadari wajahnya hanya berjarak sekitar 10cm dari yeoja didepannya.

“Good morning, Kyungie..”

Kyungsoo tidak menjawab, hanya wajahnya yang memerah sekarang. Hyerin tertawa kemudian merapikan poni Kyungsoo yang berantakan.

“Kyeopta. Kau sangat manis saat bangun tidur, Kyungsoo-ah..” Goda Hyerin.

Kyungsoo segera bangkit dari sofa dan bergegas menuju dapur.  Wajahnya akan terbakar karna malu jika yeoja it uterus-terusan  menggodanya.

“Tunggu sebentar, aku akan memasakkanmu sarapan, Hyerin-ssi.”

**************************

Dari counter Hyerin memandangi punggung Kyungsoo yang sibuk memasak. Hyerin bertopang dagu, memandangi Kyungsoo yang bergerak kesana kemari.  Ia akhirnya bosan dan mulai mendekat ke arah Kyungsoo.

DEG. Kyungsoo merasa tubuhnya disengat listrik jutaan volt saat ia merasakan yeoja itu memeluknya dari belakang.

Hyerin menyandarkan wajahnya pada bahu Kyungsoo, sembari mengendus baju namja itu. Hyerin sangat menyukai wangi Kyungsoo, wangi yang lembut tapi maskulin. Hyerin mempererat pelukannya, memejamkan matanya. Menikmati kehangatan namja itu, dan juga detak jantungnya yang entah kenapa berpacu.

“Hm, harum sekali. Apa yang kau masak, Kyungie?”

“Nasi goreng kimchi, dadar gulung, dan juga sosis. Apa kau suka makanan seperti ini? ”

“Ne, gwenchana.”

“Baiklah, kau bisa menunggu di meja makan selagi aku memasak.” Kata Kyungsoo dengan suara sedikit bergetar.  Jika posisinya terus seperti ini, bisa-bisa sosis yang digorengnya ini akan gosong.

Beberapa saat kemudian, masakan yang masih mengepul karna panas sudah tersaji diatas meja, ditambah dengan dua gelas orange juice. Hyerin dan Kyungsoo duduk berhadap-hadapan.

“Selamat makan, Kyungie.” Hyerin tersenyum manis kemudian mulai menyuapkan makanan di mulutnya. Kyungsoo ikut tersenyum melihat yeoja itu melahap makanan yang dimasaknya. Bagaimana seseorang bisa terlihat sangat cantik bahkan saat ia makan?

“Waa, kau pintar memasak Kyungsoo-ah.”

Kyungsoo hanya tersenyum menanggapinya. Hyerin menghentikan kegiatan makannya sejenak.

“Kau harus lebih banyak tersenyum Kyungsoo-ah. Aku sangat suka melihat senyummu.”

Kyungsoo menunduk malu, ia yakin wajahnya memerah sekarang.

“Hahaha, neomu kyeopta.  Tapi,  kau tidak boleh tersenyum seperti itu pada yeoja lain! Hanya padaku.”  Kata yeoja itu dengan tampang serius, yang menurut Kyungsoo sangat menggemaskan.

“Apa kau senang sarapan berdua denganku?” Hyerin berceloteh lagi disela-sela makan.

“Ne, aku senang. Ini pertama kalinya aku makan dengan seorang yeoja.”

“Aku juga senang. Kau namja pertama yang memasakkan makanan untukku, Kyungsoo.”

Pagi itu menjadi pagi yang indah bagi keduanya.  Senyum bahagia itu tak mau lepas dar keduanya, juga perasaan-perasaan aneh yang mulai muncul diantara mereka.

*************************

Lorong sekolah dipenuhi siswa dan siswi yang lalu lalang. Suasana saat itu sangat bising, khas pulang sekolah.

“BUGGGH!!” Para murid dikagetkan dengan suara keras, suara seseorang yang sepertinya didorong dengan keras ke loker besi. Para murid langsung berhamburan mengelilingi tempat kejadian, dan mulai berbisik-bisik.

Kyungsoo meringis kesakitan saat namja itu mendorongnya lagi dengan kuat. Namja bernama Woobin itu mencengkram kerah kemeja Kyungsoo sambil menyeringai.  Di belakangnya antek-anteknya (?)  juga memandang Kyungsoo dengan tampang mengintimidasi.

“Seorang sampah sepertimu, berani-beraninya mendekati yeoja ku hah?!”

“Aku tidak pernah mendekatinya.”

“Lalu kau mau bilang kalau Hyerin sendiri yang mendekatimu, begitu? Jangan terlalu banyak bermimpi, anak culun.” Woobin menepuk kepala Kyungsoo dengan keras.

Rahang Kyungsoo mengeras. Ia ingin membalas, tapi percuma saja. Ia tidak pandai berkelahi, terlebih lagi jelas ia kalah jumlah.

“Kuperingatkan kau, menjauhlah darinya. Karna kau sama sekali tidak pantas untuknya. Akulah yang pantas.” Kata Woobin sombong.

“Maaf, tapi aku dengar ia mencampakkanmu.” Kyungsoo memandang namja itu tanpa ekspresi.

Sebuah pukulan keras mendarat di wajah Kyungsoo. Darah segar mengalir disudut bibirnya.

“Kau berani menantangku, brengsek? Hah, kau sombong sekali. Kau tidak tau siapa itu Im Hyerin? Aku yakin sebentar lagi kau juga akan dicampakkan!” Teriak Woobin kesal.

Sekumpulan murid yang sedang asik menonton tiba-tiba menjadi riuh saat 4 yeoja menerobos masuk melewati kerumunan itu. Hyerin maju mendekat kea rah kedua namja itu. Ia melirik Kyungsoo sekilas dengan khawatir, kemudian ekspresi wajahnya berubah menjadi dingin saat memandangi Woobin.

“Sooji-ah, boleh aku minta minumanmu?” Hyerin mengangkat tangannya.

Sooji memberikan minuman itu walaupun ia bingung kenapa Hyerin minta minum pada saat seperti ini.

Para siswi terpekik tertahan saat Hyerin menyiram wajah Woobin dengan ekspresi dingin. Woobin melotot tidak percaya, juga tidak dapat menahan malu.

“Itu balasan untukmu. Kau memang tidak berguna, Kim Woobin. Jangan pernah berfikir orang sepertimu pantas untukku.” Hyerin tersenyum angkuh. Wajah Woobin sudah memerah karna marah bercampur malu.

Hyerin segera menarik tangan Kyungsoo dan pergi menjauh dari kerumunan itu, tidak memperdulikan bisikan orang-orang dan ketiga sahabatnya yang berteriak memanggil namanya.

**************************

“Aaakh.” Kyungsoo berteriak pelan saat Hyerin  menekan lukanya dengan agak keras. Saat ini Hyerin sedang mengobati luka Kyungsoo di ruang kesehatan.

“Dasar pabo! Kenapa kau diam saja saat ia memukulmu,eoh?” Kata Hyerin kesal.

“Aku tidak pandai berkelahi..”

“Mwo? Bagaimana kau bisa melindungiku kalau kau tidak pandai berkelahi?”

“Mianhae.”

Hyerin menghela nafas pelan kemudian menempelkan plester kecil diujung bibir Kyungsoo.

“Hyerin-ssi. Kenapa kau mau dekat dengan namja sepertiku?” Kali ini Kyungsoo memberanikan diri menatap mata Hyerin.

Hyerin tertegun. Ia sendiri juga baru tersadar sekarang. Niat awalnya ia akan mencampakkan Kyungsoo dalam seminggu, tapi sekarang? Ini sudah hampir sebulan. Hyerin merasa ada yang salah pada dirinya. Kenapa ia merasa nyaman bersama namja ini? Kenapa hatinya merasa berat untuk melepaskannya? Ini tidak benar.

Hyerin menatap lekat-lekat sepasang mata bulat itu. Bola mata yang terlihat dalam, namun meneduhkan. Tanpa sadar ia tersenyum.

“Wae? Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?”

“Aniya. Aku hanya penasaran.”

“Sudahlah, ayo antar aku pulang.” Ajak Hyerin kemudian menarik tangan Kyungsoo.

“Mengantarmu pulang? Arasso, ayo kita pulang dengan bus kota.”

“Mwo?”

**************************

Hyerin masih merasa asing dengan suasana bus yang saat ini ditumpanginya bersama Kyungsoo. Bus kota itu benar-benar ramai, hingga tak banyak tempat duduk yang tersisa. Hyerin duduk, sedangkan Kyungsoo harus berdiri.

Hyerin merasa dirinya sudah mulai gila karna disuasana yang seperti pasar dan penuh sesak ini, ia samasekali tidak merasa kesal. Malah sebaliknya, ia merasa sungguh bahagia. Rasa bahagia yang sudah lama tidak dirasakannya.

Apakah karna ia bersama lelaki itu? Do Kyungsoo, namja itu. Berkali-kali ia melirik Hyerin dengan tatapan khawatir dari tempatnya berdiri. Tatapan melindungi, memastikan Hyerin baik-baik saja. Tatapan yang tulus, yang tidak pernah Hyerin lihat dari lelaki manapun.

Dan saat tatapan mereka bertemu, buru-buru ia mengalihkan pandangannya keluar jendela. Hal yang membuat Hyerin tanpa sadar tersenyum tanpa henti, seperti orang gila.

********************************

“Oh my god, ini benar-benar gila. Kau? Seorang Im Hyerin? Kau sudah bertahan dengan namja itu lebih dari sebulan. Bayangkan, sebulan!” Pekik Hyuna  setengah histeris.

“Wooaah, daebak. Benar-benar daebak, Im Hyerin.”

Hyerin terdiam. Ia seakan tersentak dari mimpi yang panjang. Benar, sudah lebih dari sebulan. Padahal biasanya  hanya bertahan paling lama 2 minggu dengan seorang pria. Ini tidak benar, kenapa ia belum merasa bosan dengan namja polos itu?

“Daebak, bahkan seorang Do Kyungsoo yang pendiam itu jatuh cinta padamu. Tidak diragukan lagi, kau memang Im Hyerin!” Kata Sooji disambut gelak tawa yang lainnya.

“Haha tentu saja. Sudah kubilang jangan meragukanku.” Jawab Hyerin. Ia ikut tertawa, terpaksa.

“Jadi kapan kau akan mencampakkan Do Kyungsoo?” Tanya Jae-hee.

Hyerin terdiam lagi. Mencampakkan? Benar, bukannya tugasnya sudah selesai? Namja itu sudah jatuh cinta padanya. Tunggu apalagi? Tapi entah kenapa, rasanya sulit bagi Hyerin untuk membayangkan hal itu.

“Ya Hyerin-ah, kau tidak jatuh cinta pada namja itu kan?”

“Apa kau sudah gila? Mana mungkin aku jatuh cinta dengan namja seperti itu. Kau tau kutu buku bukan tipeku.” Hyerin tertawa masam.

“Hahaha benar juga. Lalu kapan kau akan memutuskannya?”

“Secepatnya.”

************************************

Pagi yang cerah di Baekho High School.

Pagi yang tenang itu mendadak menjadi riuh, saat sepasang namja dan yeoja yang saling bergandengan berjalan melewati koridor dengan penuh percaya diri. Namjanya tinggi dan tampan dan terlihat kaya raya. Dan yeojanya.. Im Hyerin.

Bisik-bisik seperti dengungan lebah memenuhi penjuru koridor sekolah.

Seseorang terpaku berdiri ditempatnya, melihat kejadian itu dengan jelas. Tak tau harus berbuat apa, namun yang jelas perasaannya tidak dapat ia jelaskan. Terlalu sakit dan rumit.

Omo, kasihan sekali si Kyungsoo. Ternyata ia juga hanyalah korban Im Hyerin, ckckk..” Bisikan-bisikan dari para siswa mulai terdengar.

Apa kubilang, ia juga akan dicampakkan..”

Tiba-tiba Kyungsoo merasakan seseorang merangkul bahunya. Kim Woobin.

“Aigooo, lihatlah Kyungsoo kita yang malang.  Kau terlalu sombong saat itu kawan, dan sekarang kau dicampakkan seperti sampah! Hahahaha..” Woobin tertawa dengan puas diikuti oleh teman-temannya.

Kyungsoo hanya diam tanpa ekspresi.

“Ya Im Hyerin, bukankah kau berkencan dengan Do Kyungso ?!!” Teriak Woobin dengan berani dan lantang.

Langkah Hyerin terhenti seketika.  Ia tau Kyungsoo berdiri diantara kerumunan itu. Namun ia sendiri tidak berani sama sekali untuk menatap namja itu. Ia menghela nafas kemudian tersenyum terpaksa pada Woobin.

“Aniyo, kalian salah sangka. Aku dan Do Kyungsoo hanyalah sebatas teman belajar.”

Jawaban Hyerin menambah riuhnya suasana. Semua tatapan kini tertuju pada Kyungsoo. Tatapan-tatapan yang membuat Kyungsoo tidak nyaman.

Kyungsoo tetap diam, dan kemudian ia segera pergi dari situ.

TO BE CONTINUE

How? Hehehe semoga kalian suka yaaa^^ setiap comment sangat berarti, thanks sooo much^^ part 3 nya bakalan saya kirim segera^^

 

 

 

 

4 thoughts on “[FF Freelance] Innocent Man (Chapter 2)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s