[FF Freelance] I Just…..

fcdscds

Title                 : I Just…..

Author             : SooNa

Rating              : PG-15

Length             : Vignette

Genre              : Romance

Main Cast       : Lee Dong Hae – Im Yoon Ah

Suport Cast    : Cho Kyu Hyun – Choi Soo Young

Disclaimer      : FF ini pernah di post di Storyofyoonhae.wordpress.com dan juga di blog pribadi Summercalista.wordpress.com

 

 

 

~

“Aku tidak mau.”

“Ayolah.”

“Sudah aku bilang aku tidak mau.”

Suara teriakan dari seorang yoeja dipagi hari yang cerah itu membuat sebuah ruangan disalah satu gedung apartement jauh dari kata sepi.

“Apa kau tak kasihan padaku?” Tanya sang namja yang sekarang kembali terduduk disofa berwarna hitam itu.

Oppa, sudah berapa kali aku bilang aku tak tertarik dengan hal itu.”

Yoona atau sekarang yang lebih dikenal dengan Im Yoon Ah merupakan seorang artis dan model papan atas negeri gingseng itu, terlepas dari masa lalu kalau dulu dia seorang member dari group wanita yang paling mendunia Girls Generation.

“Im.”

Sekali lagi pria yang dipanggil ‘oppa’ oleh Yoona memohon padanya.

“Oh Tuhan aku bersumpah. LEE DONG HAE harus berapa kali aku memberitahukan padamu.”

Lee Dong Hae yang sama halnya seperti Yoona, merupakan mantan member Super Junior dulu. Tapi berbeda dengan Yoona ia lebih memilih membuka usaha lain dan ia patut bersyukur karena usaha yang ia buka dengan rekan mantan semembernya Kyuhyun menuai kesuksesan yang besar.

Perusahaan majalah Cosmopolitan yang pasti sudah tak asing lagi didunia hiburan merupakan bukti kerja keras dari keduanya.

Selama hampir bertahun-tahun memulai dari nol hingga mencapai seperti yang sekarang ini. Tak ada lagi Donghae Suju yang ada sekarang adalah Lee Dong Hae, direktur dari perusahaan pemotretan Cosmopolitan.

“Apa kau masih ingat tetang perkataanmu dulu?”

Tanya Donghae setelah Yoona ikut mendudukan dirinya disamping Donghae.

“Itu dulu, dan sekarang aku menyadari satu hal. Jadi kesimpulannya aku tak akan mengubah keputusanku.”

Yoonapun beranjak tapi gagal karena sebelah tangannya ditahan oleh tangan kekar itu.

“Mau kemana?”

“Kau tentu tak ingin membuat perusahaanmu mengalami kerugian karena salah satu modelnya terlambat bekerjakan?”

Seketika Donghae melepaskan tangan Yoona dan ikut berdiri mensejajarkan dirinya dengan tubuh ramping Yoona.

“Kita pergi bersama.”

Ya begitulah Donghae tak ada yang bisa menolak ajakannya lebih tepatnya paksaannya. Dan korbannya ya Yoona siapa lagi. Bahkan Yoona sudah menolak mentah-mentah tawaran untuk menjadi model tetap diperusahaan yang sangat terkenal itu.

Alasannya dan satu-satunya alasannya adalah ya Lee Dong Hae sendiri.

Lihatlah sekarang. Donghae semakin berkuasa atas dirinya terlebih bila sudah bersangkutan tentang ketika Yoona akan bekerja di perusahaan Cosmopolitan.

“Heuh.” Helaan nafas berat keluar dari mulut Yoona ketika dengan sangat romantisnya Donghae membukakan pintu mobil mewahnya setelah mereka sampai diparkiran perusahaan Donghae.

“Pergi denganmu serasa aku tidak bekerja disini.”

Wajar saja, begitu mereka berdua masuk kedalam perusahaan seketika bungkukan hormat para karyawan menyertai perjalanan mereka menuju lantai 5 tempat dimana pemotretan akan berlangsung.

“YOONG!!!” Suara cempreng seketika menyambut. Yoona baru saja akan mengomel tapi ia sadar sekarang tempat dimana ia berdiri sangat tidak pantas untuk melakukan hal yang baru dalam niatannya itu.

Title sebagai calon Ny Lee merupakan title yang cukup berat ia tanggung karena harus bisa menjaga sikapnya sebisa mungkin ketika berada dilingkungan perusahaan ini.

Hey bahkan Sooyoung –wanita yang tadi berteriak padanya-pun masih bisa melakukan hal yang ia mau walaupun ia sudah sah menyandang title sebagai Ny Cho. Choi Sooyoung yang sudah berubah nama menjadi Cho Sooyoung sebulan lalu, ia merupakan istri dari Cho Kyuhyun dan sekarang juga sama menggeluti dunia seperti Yoona.

Mungkin pengaruh masa lalu pada kedua perempuan itu masih belum hilang berbeda dengan kedua pria yang sudah bisa melepas bayangan masa lalu mereka dan melangkah lebih maju menuju kesuksesaan yang lainnya.

“Mana Kyuhyun?” Tanya Donghae ketika Yoona dan Donghae menghampiri tempat Sooyoung berada.

“Dia sudah berada diruangannya. Oh iyah Yoong kemarin aku menemukan…….” Dan bla bla lagi.

Donghae tidak mau mendengar ocehan istri temannya itu karena pasti ia akan membahas tentang fasion terbaru dan memberikan pengaruh lebih buruk lagi pada wanitanya.

“Aku pergi dulu Im.” Pamit Donghae plus ciuman dipipi kanan Yoona membuat seburat merah hinggap disana.

Pria yang romantis dan wanita yang beruntung nan cantik. Mungkin itulah pikiran orang-orang yang entah kebetulan atau tidak, menyaksikan kepingan keromantisan dari seorang Lee Dong Hae.

~

“Kenapa wajahmu seperti itu lagi?”

Lagi. Ya untuk entah keberapa kalinya Kyuhyun menemukan wajah hyungnya sekaligus partnernya dalam memimpin perusahaan ini muram dan kelihatan lelah atau mungkin kecewa.

“Dia menolakku lagi.” Kyuhyun cukup mengerti apa yang dimaksud kalimat ‘menolakku’ itu. dan dia tak bisa berbuat apa-apa paling memberikan sepatah atau dua patah kata hanya untuk sekedar penyemangat bagi hati Donghae yang katanya dipatahkan lagi oleh gadis bermarga Im itu.

“Sudahlah hyung mungkin Yoona masih belum bisa memutuskan.”

“Kau sudah mengatakan itu hampir 7 kali.” Ujar Donghae, dan itu artinya ia sudah 7 kali juga ditolak oleh Yoona.

“Aku tidak tahu lagi harus bagaimana Kyu? Untuk menyakinkannya sungguh sangat susah.”

Kyuhyun memandang kasihan pada hyungnya itu. Memang sangat susah menyakinkan hati seorang prempuan itupun berlaku juga bagi Kyuhyun. Butuh waktu setidaknya hampir satu bulan untuk menyakinkan Sooyoung supaya bisa menjadi istrinya dan untungnya usaha itu berbuah manis walaupun dengan usaha yang tak bisa dibilang ringan.

“Kali ini ia memberikan alasan yang seperi apa? Apakah masih sama?”

Dan Donghae hanya mengangguk, ia tak tahu lagi seakan dia sudah patah arah. Siapa yang membuat Yoona merubah pikirannya, hey ia sudah berusia 32 tahun dan itu artinya gadisnya itu sudah berusia 28 tahun. Tentu semua orang yang pernah mengidolakan mereka akan tahu makna dibalik angka itu.

~

“Soo-ah.” Sooyoung menoleh seketika, didapatnya seorang pris bertubuh tegap dengan pakaian formalnya berjalan kearahnya. Disampingnya juga ada namja yang tak kalah tegapnya.

“Cha ayo pulang Ny.Cho.” Ucap Kyuhyun –namja yang memanggil Sooyoung tadi- sambil merangkul pinggang wanita yang sudah menjadi istrinya itu.

“Yoong, Donghae oppa aku pergi dulu.” Dan setelah itu kedua pasangan pengantin baru meninggalkan kedua pasang wanita dan pria yang masih melambaikan tangan mereka.

“Kau tak iri dengan Sooyoung?”

“Oppa jangan mulai.”

“Baiklah, ayo sekarang kita pulang.”

Pulang. Tentu saja pulang keapartement mereka. Sedikit informasi kalau mereka –Donghae dan Yoona- memang hidup seapartement. Mereka sudah layaknya pasangan suami istri. Yoona yang selalu melayani Donghae dan Donghae yang selalu memberikan perhatiannya pada Yoona hanya satu yang perlu digaris bawahi kalau mereka tidur didalam kamar yang terpisah.

Mereka masih tahu batasan-batasan yang tidak diperbolehkan oleh pasangan yang belum sah dimata agama dan hukum.

Donghae sudah memutuskan, kalau memang wanitanya belum siap melanjutkan hubungan mereka pada tingkat yang lebih serius ia tidak akan memaksa lagi. Membiarkan waktu berjalan hingga Im Yoon Ah bisa menerima lamarannya yang sudah ia lontarkan 7 kali pada wanita itu.

~

Hari demi hari berlalu. Dan Yoona dibuat heran oleh tingkah Donghae yang menurutnya berubah.

Tidak ada lagi rengekan namja itu untuk mengajak Yoona menikah. Dan juga perlu diingat tidak ada lagi sikap romatis darinya. Bahkan setiap mereka akan berangkat bekerja Donghae hanya akan mengantarkan Yoona.

Dimana kecupan manis yang selalu Donghae berikan tanpa absen? Dimana kata-kata indah yang tak pernah berhenti dari mulutnya?

Yoona tidak menemukan kedua hal itu lagi, bahkan senyuman Dongahe yang selalu terpancar diwajah tampannya tak jarang ia tak menemukannya.

“Oppa.” Rajuk Yoona ketika mereka tengah makan malam. Kebetulan mereka berdua sedang tidak sibuk, lebih tepatnya Donghae yang sedang tidak sibuk. Karena sudah 1 minggu ia selalu lembur dikantornya. Padahal Kyuhyunpun tak pernah lembur. Apakah ini hanya alibi seorang Lee Dong Hae untuk menjauhinya?

“Hmm.” Lihat, bahkan untuk membalas perkataannya dengan kata lagi seakan Donghae tidak mampu lebih tepatnya tidak mau. Itulah yang ada dipikiran Yoona.

“Ani, baiklah aku tidur dulu.” Yoonapun beranjak dan sebelumnya ia menaruh piring bekas ia makan dan tak lupa menyiapkan segelas air putih untuk Donghae.

See mereka terlihat seperti sudah menikahkan?

“Heuh.” Bukan Donghae tapi Yoona,seakan hidupnya sungguh sepi akhir-akhir ini.

~

Sooyoung terus memandang kearah Yoona. Kenapa dengan wanita ini? Mukanya sedari tadi ditekuk terus dan helaan nafas selalu terdengar dari sana.

“Ada apa Yoong?” Tanya Sooyoung sudah tidak kuat melihat sahabatnya yang seperti orang yang tidak punya semangat hidup lagi.

“Donghae oppa.” Lirih Yoona.

“Wae dengan Donghae oppa?”

Yoona,sekarang giliran Yoona yang memandang kearah Sooyoung. Apakah ia yakin memberitahukan semuanya pada Sooyoung? Bukankah mulutnya itu sungguh sangat ember. Tapi Yoona tak peduli itu, malah ia mungkin akan sangat berterima kasih ketika mulut ember Sooyoung kambuh dihadapan Donghae.

“Dia berubah Soo.”

Eh, Dongahe berubah? Perasaan namja itu masih sama ketika ia melihatnya tadi pagi dikantor?

“Matanya masih dua, hidungnya satu, kupingnya dua, mu—YAK APPO IM YOON AH.” Sooyoung segera mengusap kepalanya yang terkena jitakan sendok Yoona. Mana sendok itu bekas soup yang tengah mereka makan. Haish menjijikan.

“Bukan itu maksudku babo.”

“Yak kau mengataiku bodoh? Lalu ka-YAK.” Dan sekali lagi sendok berair itu mendarat dikepala Sooyoung.

“Kau mau mendengarkan tidak sih?” Sooyoung segera mengangguk dari pada kepalanya kena sendok itu lagi. Salah apa ia sampai dua kali kena pukulan Yoona? Oh iya tadi pagi ia menyembunyikan PSP Kyuhyun, tapi itu bukan suatu kesalahan dong?

“Dia tidak lagi memintaku untuk menjadi istrinya.”

“So, bagus. Bukankah itu yang kau harapkan.”

“Dan jangan memandangku dengan mata rusamu itu Yoong.” Ucap Sooyoung ketika Yoona memberikan tatapan tajam kearahnya. Hais sesi curhat Im Yoon Ah-Choi Sooyoung tak akan semulus yang dibayangkan.

“Benar juga, tapi apakah karena aku menolak lamarannya ia menjadi melupakan kebiasaannya padaku?” Rajuk Yoona lagi, dia sudah tidak tahan melihat sikap Donghae yang seperti mengacuhkannya.

“Kebiasaan? Memangnya kebiasaan itu apa?” Bodoh, tolong siapapun robek mulut Yoona sekarang. Kenapa juga ia memberitahukan ini?

Kebiasaan, tentu saja semua kebiasaan yang selalu Dongahe lakukan. Kecupan,pelukan dan kata-katanya yang mampu membuat Yoona seakan dirinya wanita yang paling beruntung didunia ini .

Oke itu berlebihan.

Tapi percayalah ada kalanya cinta itu terdengar sungguh menggelikan.

“Ya kau pasti tahu sendiri.” Yoona langsung menunduk dan mengintari lingkaran gelas didepannya dengan jari-jari lentiknya.

“Jangan bilang? Ya ampun Yoong ternyata Donghae oppa tidak sepolo-STOP.” Sooyoung segera menyilangkan kedua tangannya didepan wajahnya sendiri, seperti membentuk huruf X.

Yoona sudah mau memukulnya lagi, sekarang bukan dengan sendok melainkan dengan gelas tinggi berisikan jus Apple. Oke yang bagian terakhir itu terdengar enak.

“Dasar mesum. Kami masih tahu batasan Ny. Cho.”

“Yak aku tidak tahu, jadi tolong beritahukan padaku apa kebiasaan Donghae oppa padamu?”

“Hmm. Kecupan dipagi hari. Itu salah satu contohnya.” Semburat merah tampak dikedua pipi Yoona.

“Biar aku tebak. Jadi kau merasa kecewa karena Donghae oppa tidak melakukan kebiasaannya lagi padamu?” Dan Yoona segera mengangguk, membenarkan perkataan sahabatnya itu.

“Kau menolak menjadi istri Dongahe oppa tapi kau malah mengharapkan semua hal yang biasanya seorang suami berikan pada istrinya untuk Donghae oppa berikan padamu?”

Hening….

Yoona berpikir sejenak dan tak lama kepalanya mengangguk. Anggukan itu seakan merupakan gerakan refleks yang tak disadari oleh Yoona sendiri.

“Yoong apa kau tak pernah memikirkan perasaan Donghae oppa?”

“Tentu saja aku memi–.”

“Benarkah? Apakah kau tahu perasaan Dongahe oppa ketika melihat para sahabatnya sudah menikah. Bahkan magnae dalam groupnya dulupun sudah menikah?”

“Aku memi-.”

“Tidak kau tidak memikirkannya, kau hanya memikirkan dirimu sendiri. Ya ampun Yoong sebenarnya apa yang membuatmu menolak untuk menerima ajakan Donghae oppa? Kalian sudah tinggal bersama. Kau tahu bagi pria tinggal barsama dengan kekasih mareka merupakan tantangan yang sangat besar.”

“Aku…”

Yoona seakan tak bisa berkata apa-apa lagi. Apakah ia pernah memikirkan perasaan Donghae? Pernahkah ia? Pria itu dengan sabarnya menerima keputusan Yoona untuk tidak menikah terlebih dahulu. Tapi dirinya, apakah ia pernah melakukan hal yang berarti untuk Donghae seperti yang pria itu lakukan untuknya?

“Aku hanya takut Soo.”

“Takut?” Sooyoung mengerut. Takut? Apakah Im Yoon Ah takut menikah? Beritahu Sooyoung, adakah didunia ini yang takut untuk menikah dengan orang yang dicintainya? Kalau ada segera beritahukan padanya. Mungkin saja orang itu sama bodohnya dengan Im Yoon Ah.

“Aku takut kalau ketika aku menerima ajakan Donghae oppa, hubungan kami tidak akan seperti dulu lagi.”

Sekali lagi Sooyoung dibuat bingung oleh Yoona.

“Aku takut Donghae oppa berhenti bersikap manis dan mencintaiku karena keinginannya sudah tercapai. Keinginan untuk memperistriku.”

Itulah masalahnya. Yoona takut menikah karena itu. Dia terlalu takut kalau Donghaenya akan berubah.

“Donghae oppa kau sudah mendengar alasan Yoona? Jadi cepat keluarlah kalian.” Teriak Sooyoung. Seketika Yoona melotot.

Dilihatnya dua orang namja yang sangat ia kenal muncul dari bilik lain. Memang mereka tengah berada direstoran yang setiap mejanya saling tertutup tapi cukup berdekatan.

“Ayo pulang.” Sooyoung segera menarik tangan Kyuhyun. Memberikan waktu untuk kedua pasangan lainnya.

“Im.” Donghae duduk ditempat yang Sooyoung duduki tadi.

Tidak ada jawaban dari Yoona. Dia masih diam. Apa yang sebenarnya tengah terjadi sekarang?

“Maaf, aku tidak memikirkanmu. Aku tidak mencoba mencari tahu alasanmu menolakku.” Ucap Donghae lembut. Nada lembut dari Donghae yang sungguh Yoona rindukan.

“Maafkan aku sekali lagi Im.”

Yoona menggeleng, disini dirinyalah yang harus minta maaf pada namja ini. Bukan malah kebalikannya.

“Aniya oppa. Aku yang egois. Aku tak pernah memikirkan perasaan oppa. Maafkan aku karena aku bukanlah kekasih yang baik untukmu.” Entah sejak kapan dua aliran sungai kecil dipipi Yoona muncul. Dan juga entah sejak kapan jempol itu mengusap lembutnya.

“Jangan menangis, aku tidak akan berubah. Setiap hari aku akan mencintaimu terus dan terus. Jatuh cinta padamu setiap harinya Im.”

Tangis Yoona semakin menjadi membuat Donghae terkejut.

Yoona bukan hanya menangis tapi dia juga sampai merengek. Seperti anak kecil yang kehilangan orang tuanya ditaman bermain.

“Im.” Ucap Dongahe mencoba menghentikan aksi tangisan kencang Yoona.

“HUAAAA.”

Kalau Yoona bukan kekasihnya yang sangat dan sangat ia cintai, pasti Donghae sudah pergi dari restoran ini.

“Im berhenti.”

Tapi Yoona masih saja belum berhenti.

Sepertinya harus melakukan dengan cara lain.

Donghae berdiri dari duduknya dan mencondongkan tubuhnya lebih dekat kearah wajah Yoona.

Wajah mereka semakin dekat dan Yoona belum menyadari itu.

Baru Yooan sadar ketika ia merasakan benda kenyal nan manis itu menyentuh bibirnya. Matanya membulat melihat wajah Donghae yang begitu dekat dengan mata yang tertutup.

“Kalau mau aku cium, langsung bilang tidak usah pakai acara memangis Im.”

Yoona semakin melotot. Ditatap tajam Donghae yang sudah terduduk dengan tenang kembali dikursinya.

“OPPA.” Donghae segera menutup kedua telinganya.

“Im jangan berteriak.”

“Salah oppa sendiri.”

“Eiy aku hanya mencoba menghentikan tangismu itu..”

“AW.” Yoona memberikan cubitan dikedua pipi Donghae supaya namja itu tidak banyak bicara lagi.

“Berhenti.” Donghae segera menangkap kedua tangan Yoona. Mereka kembali bertemu dalam acara tatap-tatap mata.

“Im Yoon Ah aku sudah melakukan ini tujuh kali dan kedelapan kalinya sekarang.”

Donghae mengambil jeda sedikit untuk mengambil nafas. Masih tetap rasanya. Walaupun ia sudah terlalu sering mengatakan ini tapi hatinya masih saja tidak karuan.

“Im Yoon Ah maukah kau menikah dengan Lee Donghae. Pria yang tak sempurna ini yang mencoba melakukan semuanya yang terbaik untukmu dan berjanji akan tetap menjaga cintanya hanya untuk kau seorang? Bersediakan kau?”

Dan Yoona pun sama. Untuk kesekian kalinya ia mendengar kata-kata itu tapi tetap hatinya selalu dibuat kagum oleh Donghae.

Memang tidak salah kalau Donghae dijuluki namja paling romantis. Karena mulut namja ini sangat ahli dalam mengucapkan kata-kata yang mampu membuat kaum hawa langsung meleleh.

Berlebihan

“Apakah oppa menerima jawaban ‘tidak’?”

“Walaupun kau berkata ‘tidak’ aku akan tetap mengucapkannya padamu sampai kau berkata iya.”

“Baiklah.” Pasrah Yoona membuat Donghae bingung. Apakah gadis ini menjawab Ya atau tidak. Menolaknya atau menerimanya?

“Baiklah apa Im?”

Yoona memutar bola matanya, bukankah tadi Donghae bilang kalau dia tidak menerima jawaban ‘Tidak’, jadi tentu saja jawaban yang ia berikan…

“Ya, aku bersedia Lee Dong Hae.” Tentu saja ‘Ya’ jawabannya.

Donghae hanya terdiam, otaknya terlalu lamban untuk mencerna perkataan terakhir yang keluar dari mulut Yoona.

“Apakah kau baru saja menerimaku?” Dan untuk kesekian kalinya bola mata indah itu memutar.

“Apa perlu aku perjelas? Aku Im Yoon Ah akan menikah dengan kau Lee Dong Hae.” Jelas sangat jelas dan nyaring ditelinga Donghae membuat senyuman indah itu terlukis diwajah tampannya.

Perlahan tapi pasti Donghae bangkit dari duduknya dan menghampiri Yoona. Menyuruh Yoona untuk berdiri dan secara perlahan Donghae mendekatkan wajahnya kearah wajah gadisnya itu.

Perlahan,perlahan kedua bibir itu menyatu disertai senyuman yang mengembang di wajah keduanya.

Dan membuat dua smirik tercipta diwajah kedua makhluk tuhan paling evil yang berdiri tak jauh dari mereka dengan kemera yang ada ditangan salah satunya.

“Habis kalian.” Ucap mereka dan semakin mengembangkan smirik andalan mereka itu.

~

END

 

Advertisements

One thought on “[FF Freelance] I Just…..

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s