[FF Freelance] I Chose To Get Married (Chapter 5)

poster-i-chose-to-get-married-2

Title: I CHOSE TO GET MARRIED Chapter 5

Author: Ishani

Length: Chaptered

Rating: PG15

Genre: Married life, family, Romance, Angst

Main cast:

v  Park Chaera ‘OC’

v  Cho Kyuhyun

Other cast: Shin Jewo, Cho Ahra, All member super junior,  And many more

Previous: Chapter 1Chapter 2Chapter 3, Chapter 4

Credit: xilvermist @sugarcottoncandy.wordpress.com

 

Disclaimer: Cerita ini murni hasil karya aku sendiri, jika ada kesamaan tempat, adegan, atau apapun itu hanyalah sebuah kebetulan. Dan maaf jika ceritanya jelek, dan kurang memuaskan, karena aku juga baru belajar. Dan karena aku ingin menjadi author yang baik, aku harap kalian juga menjadi pembaca yang baik dengan meninggalkan commen

 

 

Chaera menatap namja yang baru saja keluar dari kamarnya, namja itu menggunakann kaos berwarna hitam, dan celana berbahan denim, dengan rambut yang masih terlihat basah. Untuk sesaat Chaera menahan napasnya, saat melihat Kyuhyun yang selalu terlihat tampan.

Tentu saja Chaera sebagai ELF mengakui kalau maknae Super Junior itu memang tampan, walaupun biasnya adalah Lee Donghae. Chaera segera mengahlikan perhatiannya pada ponselnya yang berada di atas meja makan, saat Kyuhyun berjalan menghampirinya.

Kyuhyun menarik kursi yang berhadapan dengan Chaera, dan mengambil sepotong roti, dan mengolesinya dengan selai. Seperti inilah setiap pagi ia sarapan selama kurang lebih empat bulan ini. Ia selalu saja makan roti dengan selai setiap pagi.

Dan jangan berharap kalau Chaera akan memasak, itu tidak akan  mungkin. Itulah kekurangan Chaera, dia mungkin cantik, dan pintar, dan juga dipuja banyak pria. Tapi sebagai seorang yoeja, ia memiliki hal yang cukup fatal bagi Kyuhyun, yaitu urusan dapur.

“Oppa” panggil Chaera, namun seperti biasa namja itu tidak pernah menghiraukan panggilannya. Chaera menarik napas panjang, dan menghembuskannya secara perlahan.

Gadis itu meletakan rotinya diatas piring sebelum ia melanjutkan kembali ucapannya. “Aku sudah menolak tawaran itu”

Kyuhyun hanya meliriknya sekilas, dan kembali melanjutkan kegiatannya mengolesi selai dirotinya. Ternyata gadis itu biasa juga diatur olehnya.

“Ehm..” Chaera membasahi bibirnya yang tiba-tiba terasa sangat kering. “Kalau boleh, minggu depan aku akan mulai kerja di galeri seni oppa” ucapnya dengan penuh hati-hati.

Kali ini Kyuhyun meletakan roti yang telah ia beri selai ke atas piringnya, dan menatap gadis itu dengan intens. Dan hal itu justru membuat Chaera menciut, ia takut kalau Kyuhyun akan kembali marah lagi padanya.

Sejak kejadian kemarin, Chaera sudah bertekad untuk tidak akan membuat Kyuhyun marah kembali padanya. Chaera hanya tidak ingin membuat rasa bersalahnya pada namja itu makin besar, dan apa yang dikatakan Kyuhyun kemarin benar. Ia tidak boleh mempersulit kembali namja itu.

Jadi Chaera akan menuruti semua yang akan diucapkan oleh Kyuhyun. Selama itu masih dalam kadar wajar, untuk ia menurutinya.

“Lalu bagaiman dengan kuliahmu?” ucap namja itu dengan nada datar.

Dan tanpa Chaera sadari, ia menghembuskan napas yang entah sejak kapan ia tahan. Tadinya Chaera pikir Kyuhyun akan meledak kembali begitu mendengar ia akan berkerja digaleri seni.

Tapi ternyata namja itu justru mengkhawatirkan studynya. Jika maksud Kyuhyun berkerja di galeri seni akan membuat kuliahnya terbangkalay, dan membuatnya lebih lama lagi lulus. Sehingga secara otomatis itu akan membuat perceraian mereka akan lebih lama lagi terjadi, maka Kyuhyun salah.

Justru berkerja di galeri seni akan membuat wawasannya tentang seni semakin banyak. Dan Chaera berpikir kalau ilmu bisa didapat dimana saja, tidak hanya dari pendidikan formal. “Oppa tidak usah khawatir itu tidak akan mempengaruhi kuliahku”

Kyuhyun mengangkat kedua bahunya. “Terserah kau saja”

Chaera tersenyum lebar begitu tahu kalau Kyuhyun mengizinkannya untuk berkerja di galeri.”Terimaksih oppa” Gadis itu langsung menundukan kepalanya berulang kali, sebagai ungkapan senangnya.

Kyuhyun membelakan matanya saat melihat respon gadis itu yang berlebihan. Apa Chaera begitu senang ia mengizinkannya berkerja? Tanpa diketahui oleh yoeja itu Kyuhyun tersenyum melihat tingkahnya yang seperti anak kecil yang baru saja diizinkan makan permen kapas sepuasnya oleh ibunya.

Setelah mengucapkan terimakasih pada Kyuhyun, Chaera segera bergegas pergi kuliah. “Oppa aku pergi dulu” pamit gadis itu, setelah ia menghabiskan rotinya.

Kyuhyun menganggukan kepalanya sebagai jawabannya. Setelah Chaera pergi, Kyuhyun juga harus segera bergegas untuk melaksanakan jadwalnya. Namja itu berjalan kemeja kecil yang berada diruang tengah, tempat dimana ia biasa menaruh kunci-kunci.

Kyuhyun mengambil kunci mobilnya, dan saat itu matanya jatuh pada kunci dengan gantungan Doraemon, yang sudah tidak asing lagi dimatanya. Bukankah itu kunci mobilnya yang lama? Apa gadis itu tidak membawa mobilnya?

Kyuhyun menatap pintu apartemennya, yang beberapa menit yang lalu baru saja dilewati oleh Chaera. Apa hari ini yoeja itu tidak membawa mobil? Sudahlah nanti saja ia tanyakan. Sebaiknya ia segera pergi sebelum semua hyungnya memarahinya lagi.

 

*  *  *

 

At Kyura apartemen

20:00 KTS

Kyuhyun membuka pintu apartemennya, tadinya ia ingin menginap didorm. Tapi semua hyungnya melarangnya, dan malah menceramahinya habis-habisan, karena ia terlalu sering menginap didorm dibandingkan di apartemen ia, dan Chaera.

Namja itu melangkahkan kakinya menuju kamar, namun langkahnya terhenti saat ia melihat kearah dapur. Apa yang terjadi? Kenapa dapurnya berantakan sekali, seperti habis diserbu oleh kawanan badak jantan, yang mengejar badak betinanya.

“What the hell?” gumam Kyuhyun, sambil berjalan menuju dapurnya.

“Oh, oppa pulang ke apartemen. Kupikir oppa akan menginap didorm”

Kyuhyun mengahlikan perhatiannya pada yoeja yang membuat dapurnya menjadi seperti ini. Kyuhyun melihat Chaera yang sedang mengaduk-ngaduk sesuatu didalam mangkok besarnya.

Chaera menggulung rambutnya keatas dengan asal, sehingga terlihatlah lehernya yang jenjang, dan putih dengan beberapa anak rambut yang tidak terkuncir oleh gadis itu. Kyuhyun meneguk salivanya saat melihat leher putih itu, apa lagi saat ini Chaera sedikit berkeringat. Sungguh pemandangan yang eerrrr… seksi

Kyuhyun segera menggelengkan kepalanya dengan kuat. Tidak, ia tidak boleh berpikiran aneh tentang gadis dihadapannya itu. Ingat Cho Kyuhyun, gadis itu adalah sumber penghancur hidupmu. “Apa yang kau lakukan?”

Chaera mengangkat kedua tangannya yang tidak bersarung tangan. “Aku sedang berlajar membuat kimchi” ucap gadis itu sambil tersenyum riang, dan menunjukan bukti tangannya yang penuh dengan bumbu kimchi.

Kyuhyun mendengus geli. Jika membuat kimchi kenapa harus membuat dapurnya sehancur ini? Bukankah membuat kimchi itu mudah, hanya tinggal mencampuri bahan-bahan yang ada.

Memang benar, gadis ini memang tidak bisa berada di dapur. Kyuhyun kembali mengahlikan perhatiannya pada Chaera yang sedang mengaduk –aduk kimchinya dengan tangannya.

Seharusnya gadis itu menggunakan sarung tangannya, saat membuat kimchi. “Kenapa kau tidak menggunakan sarung tangan?”

Chaera menatap Kyuhyun sekilas, yang ternyata masih berada didapur, ia pikir namja itu sudah masuk kamar. “Kata eomma bumbu-bumbunya akan cepat merata, dan meresap jika kita mencampurinya langsung dengan tangan. Dan oppa tenang saja aku sudah mencuci tanganku”

Kyuhyun berjalan mendekati Chaera, dan berdiri disamping gadis itu untuk melihat bentuk makanan yang dibilang kimchi oleh gadis itu. Yah, bentuk makanan itu memang seperti kimchi, tapi belum tentu rasanya akan seperti kimchi.

Kyuhyun masih memerhatikan tangan kecil Chaera, yang masih asik mengaduk-ngaduk sawi putih itu.

“Apakah oppa mau mencoba?” Chaera menatap Kyuhyun dengan tampang aegyonya, dan Kyuhyun baru pertama kali melihat tampang itu. Memang sebelumnya ia sempat melihat sekilas raut wajah itu di wajah Chaera, saat gadis itu sedang merayu noonanya di dorm waktu itu.

Tapi kali ini berbeda Chaera sedang beraegyo padanya, dan dengan jarak yang dekat pula. Dan bertapa menggemaskannya wajah itu. Kyuhyun menghembuskan napasnya, sebagai bentuk kepasrahannya melihat tampang penuh harap itu. “Tapi, apakah ini bisa dimakan?”

“Aish, oppa tentu saja ini bisa dimakan” ucap Chaera yang sedikit kesal dengan ucapan Kyuhyun yang terkesan menghina masakan pertamanya.

“Jika oppa tidak percaya aku akan memakannya duluan” Chaera mengambil potongan kimchinya, dan memasukannya kedalam mulutnya. “ehmmm” gumamnya, sambil meresapi rasa kimchi pertamanya.

Ternyata tidak terlalu buruk juga kimchi buatannya. Sepertinya kahliannya didapur sudah sedikit bertambah. Setelah menelan kimchi buatannya Chaera menjilati jari-jarinya yang terkena bumbu kimchinya. Dan kembali menatap Kyuhyun yang juga sedang menatapnya. “Lihatkan, ini masih bisa dimakan”

“Baiklah ambilkan satu untukku” ucap Kyuhyun datar, sambil terus menatap gadis dihadapannya itu.

“Kenapa oppa tidak mengambil sendiri saja?” tanya Chaera. Karena jika ia mengambilkan kimchi untuk Kyuhyun, itu berarti ia juga harus menyuapi namja itu

“Aku tidak mau tanganku kotor”

Chaera menghembuskan napasnya dengan berat, setelah mendengar nada datar dan penuh perintah itu. Percuma saja berdebat dengan namja itu. Bukankah Cho Kyuhyun tidak suka ‘dibantah’. Chaera mengambil potongan kimchi buatannya, dan mengarahkannya kemulut namja itu.

Sementara Kyuhyun memegangi pergelangan tangan gadis itu, sambil membuka mulutnya. Kyuhyun mulai mengunyah kimchi itu, sambil terus menatap wajah Chaera, yang sekarang memperlihatkan tatapan ingin tahunya.

Cukup lama namja itu mengunyah kimchi buatanya. Sampai suatu hal terjadi yang membuat Chaera membeku ditempat, ketika Kyuhyun memasukan ibu jarinya kemulut namja itu. Dan Kyuhyun menjilatinya seperti apa yang tadi Chaera lakukan setelah ia menelan kimchinya.

Kini namja itu berahli ke jari telunjuknya, lalu jari tengahnya, lalu jari manisnya, lalu jari kelingkingnya, dan kembali ke ibu jarinya yang sudah Kyuhyun jilati. Dan seterusnya namja itu terus menjilati jarinya berulang kali

Oh god sebetulnya apa yang dilakukan namja itu? kenapa malah menjilati jarinya? Bahkan Chaera dapat melihat Kyuhyun yang memejamkan matanya saat namja itu menjilati jari-jarinya itu. Apa jarinya terlihat lebih lezat, dibandingkan kimchinya?

“Ehm.. oppa” panggil Chaera, sambil mencolek-colek pundak Kyuhyun dengan telunjuk tangan kirinya. Namja itu memang sedikit membungkuk saat menjilati jari-jarinya.

Kyuhyun mengangkat kepalanya, saat merasakan colekan dipundaknya. Namun namja itu masih belum menyadari apa yang baru saja ia lakukan pada Chaera. Tangannya masih saja menggenggam tangan kanan Chaera, seperti enggan untuk melepas tangan mungil itu.

“Oppa, maksudku oppa hanya perlu mecicipi kimchinya, tidak usah mengikutiku yang menjilati jari”

Dan saat itulah Kyuhyun baru sadar pada apa yang baru saja ia lakukan pada gadis itu. Kyuhyun segera melepas, genggaman tangannya pada pergelangan tangan Chaera, dan menggaruk tekuknya dengan salah tingkah.

“Jadi bagaimana rasanya oppa?”

Kyuhyun kembali menatap Chaera. Gadis itu masih menatapnya dengan tatapan ingin tahunya, tidak ada raut lain masih sama seperti tadi ia melihatnya.

Astaga apa Chaera tidak sadar pada apa yang baru saja ia perbuat? Ia baru saja menjilati jarinya, sekali lagi ia baru saja ‘MENJILATI’ jarinya, dan Chaera justru bersikap seolah hal itu biasa saja.

Sementara ia, Kyuhyun merasa harga dirinya benar-benar sedang dipertaruhkan. Kyuhyun sama sekali tidak mengerti kenapa ia bisa sampai melakukan itu?

Tadi saat ia melihat Chaera yang menjilati jarinya, Kyuhyun merasa hal itu sangat menyenangkan, dan tadinya juga Kyuhyun berniat untuk menjilati jarinya sendiri. Tapi yang terjadi justru…..

Sudahlah, ia tidak sanggup untuk melanjutkan kesimpulan itu. Dan sampai detik ini Kyuhyun masih dapat merasapi ketika jari-jari mungil itu masuk kedalam mulutnya.

Seketika itu juga wajahnya memerah, ketika bayangan tadi terlintas dipikirannya. Apa benar tadi ia melakukan itu pada Chaera? Tapi bagaimana bisa?Apa alam bawa sadarnya sudah mulai menerima kehadiran Chaera? Ah sudahlah lebih baik ia segera pergi dari hadapan gadis itu jika ia tidak mau mempermalukan dirinya lagi dihadapan Chaera.

“Bagaimana oppa?” Chaera masih menatap Kyuhyun, dengan tatapan ingin tahunya. Saat Kyuhyun tak kunjung menjawab pertanyannya.

Bukannya menjawab pertanyaanya, Kyuhyun justru pergi meninggalkannya yang masih penasaran.

“Oppa kau belum memberikan pendapatmu” teriak Chaera saat Kyuhyun sudah masuk kedalam kamar mereka.

Gadis itu sungguh penasaran dengan rasa kimchinya. Sebetulnya ketika tadi ia yang mencicipi sih, tidak begitu buruk rasanya. Namun Chaera juga ingin tahu pendapat orang lain mengenai kimchi buatan pertamanya ini.

Tapi orang yang ia harap akan memberikan pendapatnya tentang kimchi buatan pertamanya. Justru pergi begitu saja tanpa kejelasan yang pasti.

 

*  *  *

 

Kyuhyun hanya menatap Chaera, yang saat ini terus saja berlalung-lalang dihadapannya. Gadis itu masih menggunakan gaun tidurnya yang semalam. Apa hari ini gadis itu tidak pergi kuliah? Biasanya setiap pagi Chaera selalu sudah rapih, dan memakan rotinya dibangku yang ada dihadapannya sekarang.

Tapi kali ini gadis itu bahkan tidak menyentuh rotinya. Sedari tadi Chaera hanya memasukan kimchi-kimchi buatannya itu kedalam sebuah kotak bekal. Apa Chaera ingin membuatkan ‘oppa-oppanya’ bekal lagi?

Rasanya Kyuhyun ingin sekali bertanya, tapi ia tahu ia tidak punya hak untuk menanyakan urusan pribadi gadis itu. Terlebih lagi ia masih malu akan kejadian dua hari yang lalu, saat ia tanpa sadar menjilati jari gadis itu.

Kyuhyun kembali melanjutkan sarapannya yang tertunda, karena terus memperhatikan gadis itu.

“Apa oppa dan Jewo eonnie hari ini jadi makan siang bersama?”

Kyuhyun kembali menatap Chaera, yang saat ini sudah duduk dihadapannya, sambil mengambil rotinya. Kyuhyun hanya menganggukan kepalanya, untuk menjawab pertanyaan itu.

Tidak perlu ditanya dari mana Chaera tahu rencana kencannya dengan Jewo, karena Kyuhyun sudah tahu jawabannya. Sebetulnya Kyuhyun sangat penasaran, sejak kapan kedua wanita itu bisa saling kenal, dan dekat. Tapi Kyuhyun terlalu malas untuk mencari tahu hal itu. Biarlah itu urusan mereka berdua.

Bukankah ini suatu hubungan yang aneh, seorang istri yang bisa berteman baik dengan kekasih suaminya. Dan sejujurnya Kyuhyun lebih suka jika Jewo tidak bersikap sebaik itu pada Chaera.

Tapi ia tahu Jewo tidak akan pernah bisa membenci seseorang, meskipun orang itu sudah merebut kekasihnya. Wanita itu memang seperti malaikat yang tanpa celah, dan Kyuhyun semakin mencintainya.

“Kalau begitu bisakah oppa menyampaikan salamku pada Jewo eonnie?” Kyuhyun kembali menganggukan kepalanya, sebagai jawaban dari permohonan Chaera.

Kemarin Chaera sempat bertemu dengan Jewo eonnie dirumah sakit saat ia sedang melakukan rutinitasnya, yaitu apa lagi kalau bukan menjenguk oppanya. Dan saat itu Jewo eonnie memberitahukan tentang masalah kencannya dengan Kyuhyun.

Chaera tahu kalau yoeja itu tidak berniat untuk pamer padanya ataupun memanas-manasinnya. Tapi Chaera lebih melihat hal itu, sebagai bentuk yoeja itu menghormatinya sebagai istri dari kekasihnya.

Yah, walaupun Chaera berpikir seharusnya Jewo eonnie tidak perlu melakukan itu padanya. Meskipun Chaera memang istri Kyuhyun, tapi itu hanya status saja. Dan yang lebih berhak terhadap Kyuhyun adalah yoeja itu sendiri.

“Aku pergi dulu” pamit Kyuhyun, setelah namja itu menghabiskan sarapannya. Tanpa menunggu respon dari Chaera, Kyuhyun sudah lebih dulu pergi meninggalkan gadis itu.

Chaera menghembuskan napasnya dengan berat, begitu sosok Kyuhyun benar-benar sudah menghilang dari balik pintu apartemennya.

Tadinya juga Chaera ingin mengajak Kyuhyun ke makam kedua orang tuanya. Karena sejak menikah, mereka tidak pernah kesana berdua. Tapi ternyata namja itu sudah lebih dulu mempunyai janji kencan dengan kekasihnya, dan Chaera tidak mau mengganggu acara dua sijoli itu.

Lagian Chaera juga sudah biasa mengunjungi kedua orang tuanya sendiri. Jika ia pergi sendiri bukankah ia bisa dengan puas bercerita apa saja pada kedua orang tuanya.

Entahlah Chaera merasa sejak malam ia menangis terisak didalam pelukan namja itu, ia merasa hubunganya dengan Kyuhyun sedikit lebih baik. Bahkan Kyuhyun sudah tidak lagi menatapnya dengan tatapan yang dingin, dan membunuh. Namja itu juga sudah tidak seketus dulu lagi, saat berbicara padanya. Chaera berpikir mungkin inilah awal baik untuk mereka memulai pertemanan.

Tapi apakah Kyuhyun mau menajadi temannya? Sudah jelas pasti namja itu tidak mau menjadi temanmu Park Chaera. Kau harus ingat, bagaimana cara kau yang telah merusak hidup namja itu. Jika Kyuhyun bersikap baik, bukan berarti namja itu mau berteman denganmu.

 

*  *  *

            Kyuhyun sedang mengendari mobilnya menuju dorm Super Junior, saat tiba-tiba ponselnya berbunyi menandakan ada panggilan masuk. Namja itu memlirik sekilas ke layar ponselnya, dan terlihatlah nama wanita yang sangat ia sayangi, dan tidak akan pernah tergantikan.

“Yoeboseyo, eomma” ucap Kyuhyun dengan manja, pada eommanya itu.

“Kyuhyun apa kau hari ini sibuk?” bukannya menjawab sapaan manja dari Kyuhyun, eommanya itu justru langsung melempar pertanyaan padanya.

“Tidak juga, ada apa eomma?”

“Eomma lupa kalau hari ini tepat satu tahun kematian kedua orang tua Chaera. Dan saat ini eomma, dan appa sedang ada di Jepang”

Dan saat mendengar fakta yang baru keluar dari mulut eommanya, membuat Kyuhyun sedikit terkejut, sekaligus bingung. Karena ia sama sekali tidak mengetahui hal ini. Kenapa yoeja itu tidak memberitahunya tentang hari ini?

Tiba-tiba bayangan Chaera, saat gadis itu memasukan kimchi buatannya kedalam kotak bekal terlintas dalam pikirannya  .

Apa gadis itu memang sengaja membuat kimchi itu untuk mengunjungi kedua orang tuanya? Jika iya, seharusnya saat itu Chaera memberitahukannya. Bukan hanya diam, dan bersikap biasanya saja.

Apa karena Chaera tahu kalau ia akan berkencan dengan Jewo, sehingga gadis itu tidak mau mengganggunya?  Jika memang iya, haruskah ia meneriaki Chaera lagi, dan mengatakan bertapa bodohnya gadis itu. Atau ia harus mengucapkan terimakasih atas pengertian yang diberikan gadis itu padanya? Apapun alasannya, Kyuhyun tidak akan pernah mau mengerti.

 

Meskipun mereka menikah bukan karena cinta. Tapi sudah sepantasnya ia mengunjungi makam kedua mertuanya dengan sopan, terlebih lagi dihari kematian mereka. Tapi bagaimana Kyuhyun dapat mengunjungi mereka, jika Chaera saja tidak memberitahukannya prihal hal ini. Gadis itu juga tidak pernah mengajaknya untuk mengunjungi kedua orang tuanya, sekalipun itu hanya untuk berziarah.

Apa bagi Chaera, kehadirannya tidak penting? Ok, kalau menurut gadis itu, seperti itu Kyuhyun akan melakukannya. Mungkin menurut Chaera, akan lebih baik kalau ia tidak ikut mengunjungi kedua orang tuanya.

“Kyunie, apa kau masih disitu?” Kyuhyun hanya bergumam untuk memberitahu ke eommanya, kalau ia masih berada ditempat.

“Bisakah kau menemani Chaera, pasti sekarang gadis itu sedang rapuh” Kyuhyun dapat mendengar helaan napas eommanya yang terdengar begitu berat.

“Tolonglah eomma Kyu. Eomma tahu kamu belum bisa menerima Chaera sebagai istrimu, tapi kali ini berilah pundakmu untuknya. Gantikan eomma, untuk berada disampingnya. Jika eomma disana, eomma pasti sudah memeluknya”

Kyuhyun mengerutkan keningnya, saat tadi ia sepertinya mendengar suara isakan kecil dari eommanya. Apa eommanya menangis? Tapi sepertinya tidak, lagian buat apa eommanya menangis?

Dan Kyuhyun merasa aneh dengan sikap eommanya itu. Eommanya seperti benar-benar merasa bersalah karena tidak dapat menemani Chaera disaat hari kematian kedua orang tua gadis itu.

Ia saja yang berstatus sebagai suami gadis itu tidak merasa bersalah tidak mengetahui akan hal itu. Tapi dari mana eommanya bisa tahu hari kematian kedua orang tua Chaera?

“Kyu, kabulkanlah permintaan eomma sekali lagi”

Kyuhyun menghelakan napasnya yang terdengar sangat berat. Jika sudah menyangkut yoeja yang bernama Park Chaera, eommanya pasti berubah menjadi sangat keras kepala. “Baiklah eomma”

“Sarangheyo Kyunie” ucap eommanya sebelum sambung telpon itu terputus

Kyuhyun terus berpacu dengan kendaraan roda empatnya menuju dorm Super Junior. Namja itu masih saja bingung tentang apa yang harus ia lakukan. Apakah ia harus mengabulkan permintaan eommanya, untuk menemani Chaera ke makam kedua orang tuanya?

Tapi apa Chaera akan menerima kehadirannya? yoeja itu saja tidak memberitahukan perihal hal ini padanya. Itu berarti ia tidak cukup penting bagi Chaera. Pasti akan terlihat aneh jika, tiba-tiba ia datang dan meminta yoeja itu untuk ikut. Kyuhyun sudah tidak mau lagi mempertaruhkan harga dirinya demi Chaera.

Bisakah kau menemani Chaera, pasti sekarang gadis itu sedang rapuh”   

Lagi-lagi ucapan eommanya terngiang kembali dalam kepalanya. Hampir empat bulan hidup bersama Chaera membuat Kyuhyun tahu kalau gadis itu memang sebatang kara, memang sendiri, tidak ada lagi hal yang bisa menjadi sandaran gadis itu selain oppanya, dan saat inipun oppa gadis itu masih terbaring koma.

 

Dan Kyuhyun juga cukup tahu, kalau Chaera juga sama tersiksa sepertinya akan pernikahan mereka ini. Kyuhyun jadi berpikir, apa salahnya jika ia memberikan pundakannya untuk gadis itu selama beberapa saat saja. Toh itu juga tidak akan membuatnya merugi.

Kyuhyun segera memutar setirnya, kembali menuju apartemennya. Namja itu menginjak pedal gasnya lebih dalam lagi. Seolah takut kalau ia tidak akan lagi bertemu dengan yoeja cantik itu.

 

Begitu Kyuhyun sampai di lantai apartemen mereka, namja itu langsung berjalan cepat menuju pintu apartemennya, dan mengetik beberapa jilid angka disana. Setelah pintu apartemen itu terbuka Kyuhyun segera mencari sosok gadis cantik penghuni apartemenya.

 

Ia melihat kotak bekal yang tadi disiapkan Chaera, masih berada di atas meja makan, beserta dengan beberapa botol soju, itu berarti gadis itu belum berangkat. Kyuhyun segera melangkahkan kakinya menuju kamar mereka, begitu ia membuka pintu kamarnya terlihatlah pemandangan yang sepi. Kemana gadis itu?

Kyuhyun baru akan ingin mengecek keberadaan Chaera didalam kamar mandi. Tapi langkahnya terhenti saat namja itu mendengar suara gaduh dari walk in closet mereka. Kyuhyun segera memutar langkahnya menuju tempat gaduh itu, dan saat itulah matanya membesar sempurna.

 

Lagi-lagi ia harus melihat pemandangan yang menggoda imannya. Sungguh kenapa yoeja itu suka sekali memperlihatkan hal-hal seperti ini dihadapannya? Hal seperti ini maksud Kyuhyun adalah, Chaera yang menggunakan handuknya saja.

 

Kyuhyun melihat Chaera yang memunggunginya, yoeja itu sepertinya sedang memilih baju didalam lemarinya. Dan belum selesai rasa keterkejutan Kyuhyun, lagi-lagi namja itu harus kembali terkejut, saat ia yakin kalau yoeja dihadapannya itu akan mengganti handuknya, dengan sebuah dress hitam saat ini juga, di HADAPANNYA.

 

Dan entah apa yang terjadi, Kyuhyun merasa sarafnya tidak lagi berfungsi dengan baik, saat ia melihat dengan jelas tubuh itu dari belakang. Sungguh tubuh itu jauh lebih indah dari pada apa yang selama ini ada dibayangannya, padahal ia hanya baru melihat bagian belakang gadis itu. Dan sampai saat ini Kyuhyun tidak memiliki niat untuk mengahlikan perhatiannya ketempat lain.

 

Lihat, kau ini apa? Apakah kau sudah tertular oleh virus Eunhyuk hyung? Apakah kau sudah berubah menjadi seorang pria meseum yang nanggung? Kenapa kau begitu menikmati pemandangan itu? Tidakah seharusnya kau pergi sekarang dari sini Cho Kyuhyun?

 

Berbagai bisikan, dan suara terus saja terngiang ditelingahnya yang entah datang dari mana. Mungkin saat ini di samping kiri kanannya, sedang ada malaikat, dan setan yang sedang beradu argument.

 

Tapi Kyuhyun mengabaikan semua bisikan itu, saat ini seluruh perhatiannya hanya ada pada satu titik, yaitu Park Chaera. Lagian menurutnya tidak ada yang salah jika seorang suami melihat tubuh istrinya sendiri.

 

Kyuhyun masih memerhatikan Chaera yang terlihat sangat sulit untuk menarik retselting dressnya yang berada dibelakang punggung gadis itu. Rasanya Kyuhyun ingin sekali membantu gadis itu menarik retsereting dressnya, dan menikmati sebentar tekstur lembut punggung istrinya itu.

 

Tapi lagi-lagi langkahnya terhenti, karena sebuah getar yang berasal dari kantong celananya. Kyuhyun segera mengambil ponselnya, dan melihat nama yang muncul dilayar benda kecil itu, Sungmin Hyung.

 

Dengan terpaksa Kyuhyun harus membatalkan niatnya itu, dan berjalan menjauh menuju balkon kamarnya untuk mengangkat penggilan dari hyungnya yang satu itu.

 

“Yoeboseyo”

“Kyu kau sedang berada dimana? Kami akan berangkat sekarang ke KBS”

 

Kyuhyun menepuk dahinya begitu mendengar ucapan hyungnya disebrang sana. Astaga kenapa ia bisa lupa jadwalnya pagi ini, padahal tadi ia sudah hampir sampai dorm. Tapi begitu ia melihat Chaera yang…….

 

Ia jadi lupa semuanya, termaksud tujuan awal ia kembali keapartemen.

 

“Oppa” Kyuhyun membalikan badannya saat ia mendengar suara yang sudah ia hafal selama empat bulan ini. Dan begitu ia membalikan badan terlihatlah Chaera yang berdiri dengan dress hitamnya.

 

Kyuhyun menegguk salivanya yang terasa menyangkut ditenggorokannya, saat bayangan tubuh itu terlintas kembali di dalam kepalanya. Bahkan saat ini, rasanya ia ingin melihat tubuh itu dari depan. Dan Kyuhyun sangat yakin pasti sekarang mukanya sudah berubah menjadi merah.

 

Shit!!

 

Kau positif terserang virus Eunhyuk hyung, Cho Kyuhyun. Bagaimana bisa dalam beberapa menit kau dapat berubah semeseum ini? Bahkan ia pikir Eunhyuk hyung tidaklah semeseum ia saat ini.

 

Tapi wajar saja jika ia bisa berubah menjadi semeseum ini, jika ia disajikan pemandangan seperti itu terus-menerus. Kyuhyun tahu kalau Chaera tidak bermaksud menggodanya. Dan Kyuhyun baru sadar kalau ucapan semua hyung, dan dongsaengnya benar, kalau gadis itu tidak perlu melakukan apa-apa untuk membuat seorang namja tergoda olehnya.

“Nanti aku akan langsung ke KBS saja hyung” jelas Kyuhyun, sebelum ia mematikan sambungan telpon itu secara sepihak, dan kembali masuk ke dalam kamar mereka.

 

“Kenapa oppa kembali lagi?” tanya Chaera, yang merasa heran dengan kehadiran namja dihadapannya itu.

 

Yoeja itu tidak menyadari wajah Kyuhyun yang berubah merah karenanya.

 

“Apa barang oppa ada yang tertinggal?”  tanya Chaera sekali lagi, saat namja itu sudah berada tepat dihadapannya.

 

Bukannya menjawab Kyuhyun justru memperhatikan wajah cantik gadis itu dengan intens. Rasanya ia ingin sekali menyentuh pipi chubby Chaera, dan

 

Oh God, bibir tipis itu. Kyuhyun menjadi mengingat ciuman mereka saat itu. Sungguh jika Kyuhyun boleh jujur, bibir itu sangatlah nikmat untuk sekedar ia kecup. Kyuhyun mengepal kuat kedua tangannya yang saat ini berada disamping pahanya.

 

Tidak Kyuhyun kau tidak boleh menjadi semeseum ini. Kau tidak mencintai gadis ini, dan kau harus ingat yang kau cintai adalah Jewo. Jangan karena pemandangan itu membuat kau melakukan hal yang akan membuat kau menyesal seumur hidup.

 

Dan kau juga harus ingat gadis dihadapannmu saat ini, sudah menjanjikan perpisahan untukmu. Jika kau sampai melakukan hal itu, maka mimpimu untuk bersama dengan kekasihmu hanya akan tetap menjadi mimpi semata.

 

“Oppa” panggil Chaera, saat namja dihadapannya itu tidak menggubrisnya, dan malah terus menatapnya.

 

Kyuhyun segera menggelengkan kepalanya, untuk menghilangkan segala hal yang membuat otaknya terkontaminasi. Sekarang Kyuhyun mengerti kenapa anak dibawah umur tidak boleh menonton film 17+, karena ia saja yang sudah 17+ sangat sulit untuk mengendalikan hasratnya. Apa lagi yang 17-.?

 

“Kau tidak kuliah?” Kyuhyun berusaha untuk mengembalikan kembali pikirannya ketempat semula.

 

“Hari ini aku izin  sehari” jawab Chaera sambil berlalu kemeja riasnya. Sementara Kyuhyun sama sekali tidak bergeming dari tempatnya berdiri.

 

“Kenapa?” tanya namja itu lagi dengan singkat.

 

Chaera menatap Kyuhyun yang masih berdiri ditempatnya melalui cerimin yang ada dihadapannya saat ini. Gadis itu memberikan senyumnya, saat tidak sengaja matanya bertemu pandang dengan suaminya itu melalui cermin. “Aku, hanya merasa aku butuh istirahat sehari. Sebelum aku memulai mempercepat semua materi kuliahku”

 

‘Kau bohong’ ucap Kyuhyun dalam hati, saat ia mendengar jawaban dari Chaera. Kenapa kau tidak mengatakannya padaku? Kalau sebenarnya kau mengambil izin, karena ingin bertemu kedua orang tuamukan?

 

“Lalu kau akan kemana sekarang?” ucap Kyuhyun dengan nada yang terdengar sangat dingin. Namja itu tidak pernah mengahlikan perhatiannya dari sosok yoeja dihadapannya itu.

 

Katakan Chaera, katakan kalau kau akan berziahra kemakam kedua orang tuamu. Jika kau mengatakan padaku, aku akan menemanimu, meski kau tidak memintanya.

 

Chaera menghentikan sebentar aktivitasnya yang sedang mengoleskan bedak kewajahnya, untuk menjawab pertanyaan dari suaminya itu. “Aku ingin menemui oppaku, sudah lama aku tidak menghabiskan waktu bersamanya seharian penuh”

 

Kyuhyun menghembuskan napasnya dengan berat, saat mendengar jawaban yang keluar dari mulut istrinya itu. Bukankah sekarang sudah sangat jelas, kalau yoeja itu memang tidak mengharapkan kehadirannya.

 

Lalu buat apa tadi ia memutar arah kembali ke apartemen? Lagian jika memang Chaera membutuhkan sebuah sandaran, bukankah masih ada ketiga oppanya itu yang akan senang hati meminjamkan pundak mereka untuk Chaera. Tentunya jika gadis itu memang benar-benar memerluhkannya.

 

Tanpa bicara sepatah katapun Kyuhyun langsung pergi meninggalkan Chaera yang masih asik berada didepan meja riasnya. Namja itu pergi sambil membanting pintu apartemen mereka, dan Chaera yang mendengar suara bantingan itu hanya mengangkat kedua bahunya tidak peduli dengan sikap suaminya itu.

 

Kasihan sekali pintu apartemen mereka, jika setiap saat selalu dibanting oleh namja gila itu. Namja gila? Sepertinya ia suka sebutan itu. Sebutan itu sangat mencerminkan sikap Kyuhyun yang selalu berubah-ubah padanya.

 

Tadinya Chaera kira Kyuhyun kembali ke apartemen mereka, untuk menemaninya bertemu dengan kedua orang tuanya. Tapi sepertinya tidak, dan seperti yang kita ketahu kalau namja itu sudah memiliki jadwal kencan dengan kekasihnya. Dan lagi pula Chaera sensi kalau Kyuhyun akan tahu hari kematian kedua orang tuanya.

 

*  *  *

 

Chaera  menatap dua gundukan yang sekarang berada disampingnya.  Gadis itu sekarang sedang duduk diantara dua gundukan itu, dan menikmati kimchi hasil buatannya, berserta kimbab yang ia beli tadi.

 

Gadis itu makan dalam diam, hanya meresapi sapuan angin yang membelai pipinya, dan rambutnya. Bahkan lidahnya tidak dapat mengecapi rasa kimchi, dan kimbabnya itu, yang ia lakukan hanyalah terus menyumpit makanan itu dalam mulutnya.

 

Saat ini pikirannya benar-benar kosong, dan Chaera masih tidak percaya kalau saat ini ia berada diantara makam kedua orang tuanya. Gadis itu menghembuskan napasnya dengan berat, sambil meneguk soju yang ia bawa tadi.

 

Chaera mengernyitkan keningnya, saat merasakan soju itu yang mengalir ditenggorokannya.

 

“Appa sampai sekarang aku tidak mengerti kenapa kau suka sekali meminum, minuman seperti ini?” tanyanya, entah pada siapa, karena memang hanya ia sendiri dipemakaman itu.

 

Chaera menuangkan soju itu kedalam gelas kecil yang ia bawa, dan menaruhnya di depan batu yang bertuliskan nama appanya. Lagi gadis itu menghembuskan napasnya dengan berat, seolah beban dunia ia yang menanggung.

 

“Maafkan aku karena aku belum dapat mengajak Kyuhyun oppa, untuk bertemu dengan kalian” Chaera mengukir senyum diwajah sendunya itu. “Dia sedang sangat sibuk sekarang”

 

Chaera kembali menegguk sojunya, setelah ia selesai berkata bohong pada kedua orang tuanya. Sibuk? Tentu saja namja itu sedang sibuk saat ini dengan kekasihnya tentunya. Lihatlah begitu miriskan hidupnya saat ini, disaat ia disini berusaha menahan tangisnya sekuat tenaga. Namja yang bersatus suaminya justru sedang asik berkencan dengan kekasihnya.

 

Dan ia dengan bodohnya justru berbohong pada kedua orang tuanya. Bukankah sekarang ia sudah menjadi anak durhaka? Bahkan pada kedua orang tuanya yang sudah tiadapun ia masih saja bohong.

 

“Dan eomma, dan appa harus tahu, kalau Kyuhyun oppa sangat mencintaiku. Bahkan dia ingin cepat-cepat punyak anak dariku” dustanya sekali lagi, dan Chaera hanya tersenyum masam mengingat kebohongan itu yang justru terdengar sangat menggelikan ditelingahnya. Kapan mereka mulai berbicara tentang anak? Sekali mereka berbicara normal, justru yang keluar adalah kalimat perceraian.

 

Dan bodohnya kau Park Chaera. Apa kau tidak lihat? Siapa yang sedang kau bohongin? Kau sedang membohongin, orang yang saat ini sudah hidup nyaman ditempat yang saat ini didambahkan oleh semua orang. Dan tingkahmu ini justru akan membuat mereka tidak nyaman.

 

“Apa tempat tinggal kalian yang baru sangat nyaman? Sampai kalian tidak ingin kembali lagi disini, kalian bahkan tega meninggalkan aku sendiri disini?”ucap Chaera dengan nada manjanya. Namun setelah itu ia malah tertawa geli

 

Entah apa yang membuatnya sampai tertawa geli seperti itu, yang jelas ia hanya ingin tertawa. Mungkin ia sudah mulai gila dengan semua ini. Park Chaera yang gila, sangat tepat menggambarkan keadaannya saat ini.

 

Chaera membaringkan dirinya diantara dua gundukan itu, setelah ia selesai menghentikan tawa gelinya itu. Gadis itu menatap jauh keatas langit, berharap ia akan melihat hal lain diatas sana, selain awan putih itu.

 

“Eomma, appa apa kalian sudah bertemu dengan tuhan?” tanya gadis itu tiba-tiba, tanpa sedetikpun mengahlikan perhatiannya dari awan-awan diatasnya. “Jika sudah, bisakah sekali lagi kalian mencoba untuk menemuinya, dan katakan padanya aku minta maaf jika aku memiliki dosa yang banyak padanya. Tapi aku mohon jangan menyiksaku lagi lewat oppa. Biarkan oppaku kembali lagi seperti semula”

 

Chaera kembali menghembuskan napasnya dengan berat. Sekarang dadanya mulai terasa sangat sesak, karena sejak tadi ia terus menahan laju air matanya. Chaera memegang dadanya, sambil mengedarkan tatapannya kesegala arah hanya untuk menahan air matanya yang terus mendesak keluar. “Aku…”

 

Sebutir tetesan akhirnya berhasil keluar dari mata kirinya, dan Chaera tidak berniat untuk menghapus tetesan air itu.

 

“Aku akan melakukan apapun eomma, aku akan menerima hukuman apapun dari tuhan, atas dosa-dosaku selama ini. Tapi tolanglah aku, eomma. Tolong putrimu ini katakan padanya kalau aku hanya meminta oppa sembuh, dan setelah oppa sembuh aku akan menjalankan hukuman apapun darinya. Meskipun aku harus disiksa selamanya didalam nerakanya” ucap Chaera dengan lirih, dan air mata yang terus saja berlomba untuk keluar dari sela-sela matanya.

 

“Bukahkah selamanya itu, waktu yang lama untuk aku menerima hukumanku“ Gadis itu meremas dadanya yang terasa sangat sakit, benar-benar sakit. Akhirnya air matanya itu turun juga.

 

Sebetulnya apa yang membuatnya menangis? Apa sekarang kau mulai takut menerima hukuman darinya? Jika kau takut seharusnya kau tidak berbuat itu, bukannya namja itu sudah memperingatkanmu? Sekarang silakan kau menikmati hidupmu ini, sebelum kau terbakar habis didalam neraka.

 

”Dan aku juga minta maaf pada eomma, dan appa. Sepertinya kita tidak akan pernah dapat berkumpul bersama lagi. Putri kalian ini pasti akan tinggal di neraka, bersama dengan orang jahat lainnya”

 

Yah, walaupun saat ini air matanya terus saja mengalir, tapi tidak terdengar satupun suara isakan dari bibirnya. Gadis itu masih hanya menangis tanpa isakan, dan berusaha menikamati rasa sesak yang ada didadanya.

 

“Pasti saat ini kalian membenciku, karena aku telah menghancurkan hidup orang lain demi kepentinganku seorang” ucapnya sambil tersenyum masam. “Tapi aku ingin kalian tahu, aku tidak bermasud seperti itu, sungguh percayalah padaku”

 

“Aku mohon jangan membenciku” ucap yoeja itu, sambil berbalik menghadap makam eommanya. Chaera meremas rumput yang ada diatas makam eommanya itu, seolah saat ini ia sedang memeluk tubuh wanita itu dengan erat.

 

Saat ini Chaera sungguh membutuhkan eommanya, ia ingin wanita itu memeluknya dengan sangat erat, dan membisikan kata-kata penenang padanya. Saat ini ia bener-benar membutuhkan senderan, ia rapuh, dan juga takut.

 

Chaera benar-benar membutuhkan eommanya disini, meski hanya sedetik. Ia ingin dapat melihat wajah cantik eommanya, dan mengatakan terima kasih karena wanita itu telah bersedia meminjamkan rahimnya untuk ia tempati selama sembilan bulan. Dan Chaera ingin mengatakan bertapa ia sangat sayang pada wanita itu, dan ia tidak ingin wanita itu membencinya.

 

“Eomma aku mohon maaf, kau tidak boleh membenciku eomma” ucap yoeja itu lagi saat mengingat kejadian-kejadian yang terjadi padanya beberapan bulan belakangan ini. Lebih tepatnya kejadian bagaimana ia dengan segala kesadarannya mengahancurkan hidup seseorang.

 

 

 

 

Next Chapter :

 

“DON’T TOUCH ME” teriak Chaera, sambil memejamkan matanya saat tiba-tiba ia merasakan sebuah tangan yang manariknya untuk berbalik.

 

            “Apa kau tidak cemburu Chaera melihat suamimu yang berdekatan dengan yoeja lain?” tambah Changmin yang berusaha memanas-manasin Chaera.

            “Aku sudah berjanji untuk mengembalikan kebahagianmu, dan kau tenang saja itu tidak akan lama lagi”

 

            Chaera tertawa begitu bayangan Gi oppa yang memintanya untuk menerima tawarannya itu kembali terlintas dikepalanya. “Setelah kita berpisah bukanlah masalah untukku dengan siapapun nanti aku akan menikah. Asal dia tidak punya kekasih, dan dapat membiayai perawatan oppaku, maka aku akan menerimanya. Termaksud jika namja itu salah satu sahabat oppaku. Untukku sekarang yang ku butuhkan hanya Yoohwan oppaku saja”

 

            Kyuhyun juga dapat merasakan hembusan napas yoeja itu yang berada tepat dilekukan lehernya. Dan kerena hembusan napas itu, membuat seruluh sarafnya terganggu seketika. Meski Kyuhyun sadar kalau semua itu menganggunya, tapi tidak sedikitpun ia berniat untuk mengubah posisi mereka saat ini.

22 thoughts on “[FF Freelance] I Chose To Get Married (Chapter 5)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s