[FF Freelance] My All My Everything (Chapter 4)

my all my everything copy

  • Title: My all my everything (chapter 4 : Orange Juice)
  • Scriptwriter (Author): Mawar
  • Main Cast:
  • Support Cast:
  1. Super junior Cho kyuhyun
  2. Ulzzang Seo jihye
  3. Ulzzang Shin hoseok
  1. Kyuhyun’s family
  2. Jihye’s family
  3. Super junior members
  4. B1A4 Sandeul
  5. Wondergirls Sohee
  6. EXO Chanyeol
  7. EXO Baekhyun
  8. B2ST Hyunseung
  9. Shin Kyungmi (OC)
  10. Others

 

Disclaimer : Para cast adalah milik Tuhan sedangkan tulisan ini adalah hasil ketikan saya sendiri, masih dengan takdir Tuhan karena saya juga milik Tuhan(?), anyway 100% my imagination.

 

Summary

 

“aaaaaaaa, cicakkkkk!!!” teriak seseorang dari belakangku dan ‘BRUK’ pinggangku tertubruk sesuatu. Terasa lebih sakit karena badanku masih belum sembuh 100% dari kecelakaan kemarin.

Begitulah cara mereka bertemu. Cho kyuhyun dan Seo jihye. Keduanya tidak menyangka bahwa takdir mereka tidak berhenti hanya sampai disitu saja. Motto kyuhyun yang selalu dipegangnya teguh ‘cinta pada pandangan pertama’ pun tidak mempan dengan jihye.

-o0o-

My All My Everything

Chapter 4 : Orange Juice

 

(2009)

‘ting tong ting tong’ Bel rumah jihye berbunyi namun tidak ada suara orang berjalan membukakan pintu dari dalam. ‘ting tong ting tong’ bel kembali berbunyi. Tetap tidak ada jawaban dari yang punya rumah. Segera kyuhyun meraih ponsel di kantung celananya dan menghubungi seseorang.

“hei…ada dirumah kan?…berapa paswordnya?…oke” dia mematikan sambungan telepon itu lalu menekan password pintu rumah itu, dan wuala~ pintu terbuka. “1315” ucapnya sambil memasukkan angka itu ke dalam kepalanya.

Segera dia masuk sambil membawa bungkusan besar ke dalam rumah minimalis itu. Dilihatnya sekeliling rumah, ada beberapa tumpuk kertas tempat kotoran anjing sudah penuh, sisanya hanya beberapa tumpuk piring kotor.

Dia menghampiri anjing putih yang sedang tidur didepan pintu kandangnya, terlihat lemas, mungkin belum makan. “choco-ya~ dimana noona mu?” Tanya nya sambil mengusap-usap bulu lembut sang anjing. Anjing itu tidak bergeming, tak ada gunggungan yang dikeluarkannya. “lapar?” tanyanya lagi, segera dia berjalan ke arah dapur dan mencari bungkusan makanan anjing di lemari dibagian bawah dekat wastafel. Sambil membawa mangkuknya, kyuhyun berjalan menuju anjing yang tiba-tiba exited dengan kehadiran mangkuk makanannya. Choco langsung berdiri dan menggunggung keras membuat si empunya terbangun dari tidur. Kyuhyun langsung memberikan anjing malang itu makanan.

“choco-ya~” teriak jihye dari kamarnya sambil berjalan keluar kamar. “eo?” dia melihat kyuhyun sedang memberi makan choco.

“tenang saja, aku yang berikan makan…”

mian, aku masih lemas sekali…” ucap jihye yang langsung mencari sofa di dekatnya.

ahjumma? eommonim?” mereka pulang ke busan semalam sore, “jihan kecelakaan ketika sedang naik sepeda, tulang kakinya retak, jadi eomma dan ahjumma buru-buru kesana, apalagi semalam demamku sudah turun, ternyata tadi malam aku demam lagi, hehe” jihye menjelaskan tanpa semangat.

Kyuhyun segera memegang dahi jihye, “sudah turun?” ucapnya yang dibalas anggukan oleh jihye. Dia melirik kearah jam dinding, “sudah makan?” dan dibalas gelengan oleh jihye. Kyuhyun yang tadi baru saja berjalan dari dapur sangat tahu tidak ada apapun disana.

“masak ramen saja ya?” tanyanya.

“aku? Aaa~ ga tahan berdiri lama-lama, kepala aku pusing, pesan pizza hut saja” pinta jihye.

“oke kalau gitu” segera kyuhyun langsung menghubungi restoran cepat saji itu untuk diantarkan satu bungkus pizza ke alamat rumah jihye.

“apa itu?” Tanya jihye yang penasaran dengan bungkusan besar di dekat pintu rumahnya.

Kyuhyun tersenyum. Dia mengeluarkan sesuatu dari bungkusan itu. Boneka. Besar. Ultraman tiga. Permintaan jihye seminggu lalu yang akhirnya dikabulkan oleh kyuhyun.

“wua~~~~” jihye langsung memeluk boneka yang kyuhyun berikan.

“lebih bagus dari pada standing figure kan?” ucap kyuhyun yang dibalas anggukan oleh jihye.

gomawo~” balas jihye. Dia kemudian berdiri kesebelah kyuhyun, menjinjitkan kakinya dan mencium pipi kanan kyuhyun.

***

(November 2008)

Disini. Jihye sedang berada di dorm super junior. Tempat yang ingin ditunjukkan oleh kyuhyun setelah pulang dari acara pernikahan sang manager. Dorm super junior terpisah antara lantai 11 dan 12. Yang tinggal di lantai 11 ada kyuhyun, eunhyuk, yesung, ryeowook, yesung dan sungmin. Dahulu ada siwon dan kibum yang juga tidur dilantai ini tapi sekarang mereka tambah sibuk dengan jadwal syuting drama mereka makanya mereka memutuskan untuk tinggal dirumah mereka sendiri. Kyuhyun dan sungmin tidur sekamar, ryeowook dan yesung juga sekamar sedangkan eunhyuk tidur sendirian namun kamarnya lebih kecil. Kamar siwon dan kibum mereka jadikan sebagai gudang tempat kado-kado dari fans mereka.

Anggota super junior yang lain sedang sibuk mengerumuni kotak bekal yang jihye buat. Sambil membawa keluar kkoming dari kamarnya, yesung berjalan ke arah jihye yang duduk sendirian disofa didepan tivi. Kyuhyun? Dia yang paling heboh ketika makanan pacarnya dimakan oleh para hyungnya.

“kkoming~ ayo kenalan dengan noona~” ucap yesung sambil memberikan kkoming kepada jihye.

aigoo, kwiyeopta~” jihye memangku kkoming.

kwiyeopjyo? Aku memandikannya setiap hari” yesung bangga.

oppa, aku juga punya anjing namanya choco~ nanti kita sama-sama ikutkan mereka dikontes anjing bagaimana?” Tanya jihye semangat.

cool!! Oke~ tenang saja, kita pergi bersama” yesung mengiyakan.

Sungmin berjalan kearah mereka sambil memegang beberapa buah anggur ditangannya sambil sesekali memasukkannya ke dalam mulutnya. “choco?” tanyanya.

“iya, namanya choco” jelas jihye.

“hahahaha, hei cho kyuhyun, namamu dijadikan nama anjingnya jihye ya?” sungmin sedikit berteriak dan disambung oleh tawa dari member super junior yang lain.

mwo?” Tanya kyuhyun bingung, “anjing baru? Tega sekali menjadikan namaku jadi nama anjingmu” protes kyuhyun.

aniya~ anjingku, umurnya sudah 1 tahun… memang dari dulu namanya choco” jelas jihye.

“kenapa tadi tidak ketemu choco sewaktu aku menunggumu berganti baju?”

“choco kan gitu, kalo abis makan pasti langsung masuk kandangnya dan…tidur” jihye tersenyum tanpa rasa bersalah sedikitpun.

“takdirmu jelek sekali kyu” timpal ryeowook yang memberikan jihye segelas orange juice.

gomawo oppa~” ucap jihye.

“ada-ada saja, bagaimana aku bisa disamakan dengan anjing” kyuhyun semakin unmood karena godaan member-member yang lain.

Eunhyuk masih sibuk memakan nasi bekal jihye pun ikut menggoda, “kalo begitu kyuhyun jadi peliharaan kita saja, biar choco ada temannya, hahahaha”

eishhiiii!!!” dia menghentakkan sumpitnya ke atas meja, “aku tak mau makan lagi!!” protesnya.

“bagus kalau gitu, aku yang melanjutkan ya~” buru-buru yesung menyambar makanan kyuhyun.

eishhhhh” tatap kyuhyun bengis.

“padahal aku buatin itu biar kamu mau makan sayur dan buah” ucap jihye bernada kecewa.

Kyuhyun malah jadi tak enak hati dengan jihye, “ani…ani…aku akan memakan sayur dan buahnya” kyuhyun memasukkan potongan jeruk ke dalam mulutnya.

Jihye tersenyum dan melayangkan jempol kanannya pada kyuhyun.

“aigoo, aku tak tahan melihat pemandangan ini” sungmin geleng-geleng kepala dan masuk kedalam kamarnya.

“aku juga hyung, aku mau tidur saja… selamat malam jihye” ucap ryeowook.

“kkoming~ saatnya tidur” yesung mengambil kkoming dari pangkuan jihye.

annyeonghijumuseyo~” jihye melambaikan tangannya pada mereka.

“aku masih lapar, mau cari makan keluar saja” eunhyuk berdiri dari kursinya dan berjalan keluar rumah.

“oia, ada yang mau aku berikan” ucap kyuhyun sambil berjalan kekamarnya meninggalkan jihye, sesaat kemudian dia kembali dan memberikan sekotak album dengan tanda-tangan seluruh member. “janjiku lunas” tambahnya yang kemudian duduk disebelah jihye.

“wah, don’t don album!!” jihye membulatkan matanya, “gomawo~” ucapnya.

ppoppo~” kyuhyun menunjuk pipi kanannya. Jihye mengerti dan kemudian mencium pipi kyuhyun dengan kilat.

***

Minggu pagi, jihye masih di dorm super junior. Dia tidur dikamar sungmin dan kyuhyun sementara sungmin pindah ke kamar eunhyuk dan kyuhyun pindah ke kamar ryeowook dan yesung. Super Junior ada jadwal di hari ini, mereka harus latihan untuk konser di seoul 2 minggu lagi.

Jihye yang punya kebiasaan bangun pagi seperti biasanya dia juga bangun pagi untuk hari ini. Ah iya, jihye tadi malam mengganti gaunnya dengan kaos dan celana training kyuhyun yang tentu saja kebesaran untuknya.

Hening. Suasana dorm masih sepi. Semua member pasti sedang tidur. Apalagi ini masih jam 5 pagi. Jihye memperhatikan sekeliling kamar kyuhyun. Berantakan. Pakaian kotor, buku, bungkus makanan dan debu. Setelah dirasanya rapi, jihye beralih ke dapur mini rumah itu. Dia mulai lagi pekerjaan rumahnya kali ini, mengelap dan merapikan susunan peralatan yang diletakkan di sembarang tempat.

Keringat mengalir terus di badan jihye walaupun penghangat ruangan tidak menyala. Suhu di seoul sekitar -3 derajat celcious. Dia mulai melirik isi kulkas dan mulai menghidupkan kompor. Terdengar suara pintu salah satu kamar terbuka. Sungmin menghampiri jihye.

“wah, rapi sekali… nona manis mau masak apa?” rayunya.

“pasta, oppa suka?” balas jihye.

“pasti…” dia duduk di meja makan sambil memperhatikan jihye, “hmm…aku akan menemanimu masak” ucapnya yang kemudian sudah ngabur ke kamarnya.

Ada suara pintu kamar lagi, kali ini ryeowook dan yesung yang keluar kamar.

“wow, makan enak” celetuk yesung sambil masuk ke kamar mandi. Jihye hanya tersenyum lalu kembali fokus dengan bahan-bahan didepannya.

good morning jihya-ya~” ryeowook langsung menyambar mesin pembuat kopi dan mulai menyalakannya.

oppa minum kopi?”

“tidak, hanya membuat untuk member yang lain… sungmin, yesung dan eunhyuk hyung suka sekali minum kopi”

“ooh begitu~” jihye mulai menghidupkan kompor.

“mau ku bantu nona manis?” ryeowook berujar.

“dengan senang hati~” jihye tersenyum senang.

Ryeowook memotong-motong garnis sedangkan jihye mulai merebus pasta. Sungmin keluar dari kamarnya sambil membawa gitar lalu dia duduk di meja makan sambil menghadap jihye dan ryeowook.

‘jreeng’ dia mulai memetik gitarnya. “jihye, kau suka bersih-bersih ya?” Tanya sungmin, “kamar kami jadi rapi sekali”

aniya oppa, hanya diwaktu bosan saja… lagian aku lebih bisa bersih-bersih timbang memasak”

“bukannya sekarang kau lagi masak?” Tanya ryeowook bingung.

“aku Cuma bisa memasak makanan instan seperti ini, sisanya?” jihye menggeleng, “ga bisa sedikitpun”

“hahaha, tetap saja kau masih smp..” yesung menimpali yang tiba-tiba sudah duduk disebelah sungmin, “masih kecil jihye, nanti kalau sudah besar pasti bisa”

“benar!!” sambung sungmin.

hyung, kau menyeramkan… sejak kapan ada disitu? Bukannya tadi dikamar mandi?” celetuk ryeowook sambil menggoreng omelet.

Suara pintu kamar terdengar lagi, kali ini eunhyuk yang muncul. “wangi sekali~” ucapnya sambil berjalan kesebelah jihye dan mencomot potongan sosis.

“hyung, cuci mukamu dulu sebelum makan” protes ryeowook.

araseo~” ucap eunhyuk sambil mengucek matanya.

“hanya tinggal si maknae itu yang belum bangun” yesung memperhatikan mereka semua.

“biasa… dia kan memang yang paling lama” sambung sungmin.

‘jreeng’ dia menggenjereng gitarnya lagi, “jihye-ya, kau suka lagu apa?”

“super junior?” Tanya jihye.

eo” balasnya, “ada yesung hyung disini” sungmin melirik yesung.

“marry you~ juseyo~” jihye menatap mereka dengan tatapan memelas.

araseo~” sungmin mulai memetik gitarnya. Terdengar suara pintu kamar lagi terbuka, akhirnya kyuhyun keluar dari kamar dengan mata yang masih tertutup. Dia berjalan menuju sofa dan kemudian kembali menutup matanya disana. Sementara eunhyuk, sungmin, yesung dan ryeowook mulai menyanyi.

[EUNHYUK] Love oh baby my girl

Geudaen naui juhnbu nunbushige areumdawoon

Naui shinbu shini jushin suhnmul

Haengbokhangayo geudaeui ggaman nunesuh nunmuri heureujyo

Ggaman muhri pappuri dwel ddaeggajido

Naui sarang naui geudae saranghal guhseul na maengsehalgeyo

 

[SUNGMIN] Geudaereul saranghandaneun mal pyuhngsaeng maeil haejugo shipuh

[RYEOWOOK] Would you marry me? Nuhl saranghago akkimyuh saragago shipuh

Geudaega jami deul ddaemada nae pare jaewuhjugo shipuh

Would you marry me? Iruhn naui maeum huhrakhaejullae?

Pyuhngsaeng gyuhte isseulge (I do) Nuhl saranghaneun guhl (I do)

[YESUNG] Nungwa biga wado akkyuhjumyuhnsuh (I do)

Nuhreul jikyuhjulge (My love)

Hayan dressreul ibeun geudae tuxedoreul ibeun naui moseup

Balguhreumeul matchumyuh guhdneun woori juh dalnimgwa byuhre

I swear guhjitmal shiruh uishimshiruh

Saranghaneun naui gongju Stay with me

Wooriga naireul muhguhdo wooseumyuh saragago shipuh

Would you marry me? Naui modeun nareul hamgge haejullae?

[RYEOWOOK] Himdeulgo uhryuhwuhdo (I do) Neul naega isseulgge (I do)

[YESUNG] Woori hamggehaneun manheun nal dongan (I do) Maeil gamsahalge (My love)

Orae juhnbutuh nuhreul wihae junbihan

Nae sone bitnaneun banjireul badajwuh

Oneulgwa gateun maeumeuro jigeumui yaksok giuhkhalge

Would you marry me?

[SUNGMIN] Pyuhngsaeng gyuhte isseulge (I do) Nuhl saranghaneun guhl (I do)

Nungwa biga wado akkyuhjumyuhnsuh (I do) nuhreul jikyuhjulge (I do)

[ALL] Himdeulgo uhryuhwuhdo (I do) Neul naega isseulgge (I do)

Woori hamggehaneun manheun nal dongan (I do) Maeil gamsahalge (My love)

[EUNHYUK] Naega geudae ege deuril guhseun sarangbakke uhbjyo

Geujuh geuppuninguhl bojalguhtuhbjyo

Suhtulluhboigo manhi bujokhaedo naui sarang

Naui geudae jikyuhjulgeyo

Hangajiman yaksokhaejullae? Museunil issuhdo

Woori suhro saranghagiro geuppuniya

[RYEOWOOK] Nawa gyuhrhonhaejullae?

Ryeowook tidak melanjutkan lagunya, dia menatap jihye dengan ekspresi memohon jihye yang menutup lagu mereka.

“I do~” ucap jihye menyesuaikan dengan irama gitar sungmin.

“wua” semua bersorak dan bertepuk tangan kepada jihye kecuali kyuhyun.

“sudah selesai~” ucap jihye memberikan setiap mereka sebuah piring berisi pasta. Posisi kyuhyun kini sudah duduk sambil ikut menanti pastanya. Khusus untuk kyuhyun, ada banyak sayur disana. “ini punya mu” jihye memberikan piring itu kepada kyuhyun.

massidda” ucap sungmin dan dibalas anggukan oleh yesung dan ryeowook. Eunhyuk buru-buru kekamar mandi untuk mencuci mukanya agar dia diperbolehkan mencicipi makanan itu.

“banyak sekali sayurnya” kyuhyun memilih-milih sayuran didalam pasta itu.

“harus dimakan!” bentak jihye yang kemudian berjalan lagi menuju dapur. Dia membuka kulkas dan mencuci beberapa apel lalu mengupas kulitnya.

“suapi aku!” balas kyuhyun dengan nada sedikit berteriak.

Jihye menghela nafas, tak ingin ada pertengkaran dipagi hari pikirnya. “oppa, jalmokgo juseyo~” jihye menundukkan badannya pada kyuhyun dan kemudian melanjutkan pekerjaannya dengan apel lagi.

Kyuhyun masih tidak bergeming, dia hanya mengaduk-aduk pasta itu.

“nona manis tidak makan?” Tanya yesung yang dibalas gelengan oleh jihye.

“ayo makan bersama kami nona manis” pinta sungmin.

ne~” ucap jihye tersenyum melihat aegyo sungmin. Dia kemudian memotong-motong apel itu dan meletakkannya di dua piring. Piring yang satu lagi dibawanya ke meja yang ada di depan kyuhyun. Dia menghempaskan badannya ke sofa dengan posisi tidur. Kakinya menghadap kyuhyun yang sedang mengaduk-aduk pasta.

ya! seo jihye! Kamu itu pacarnya aku atau pacarnya mereka semua?” protes kyuhyun lagi, “kalian kenapa memanggil dia nona manis?” kyuhyun membentak orang-orang yang sedang makan di meja makan itu.

“cho kyuhyun, sabar sedikit bisa? Lama-lama kau sakit jantung jika hidup seperti itu” balas ryeowook.

“apa-apaan kalian melamar pacar ku didepan mataku sendiri” kyuhyun masih tegang, mukanya memerah menahan marah.

“itu Cuma lagu kyu” jelas jihye.

“kapan bisa memanggilku oppa? Kenapa memanggil mereka semua bisa dengan menggunakan oppa tapi dengan ku tidak?” kyuhyun kini membentak jihye.

“iya, aku janji mulai sekarang manggil kamu oppa” jihye mengalah dan mulai menyuapi kyuhyun dengan potongan brokoli.

“itu hanya bualanmu” ucap kyuhyun tak mau mempercayai omongan jihye, dia menjauhkan mukanya dari sumpit yang disodorkan jihye.

ya!!” jihye berdiri dan menendang bahu kyuhyun cukup kuat, “terserah mau dimakan atau tidak!!” dia mencampakkan sumpit ke lantai dan kemudian berjalan keluar rumah.

“oke!! Aku tidak akan makan!!” balas kyuhyun dengan nada yang lebih tinggi dan akhiri oleh bantingan pintu dari jihye.

Kyuhyun mendengus sebal. Dia melipat tangannya lalu menjatuhkan badannya lagi ke sofa dan mencoba tidur kembali.

aigoo aigoo masih pagi kenapa sudah seperti ini” yesung mengusap-usap kedua telinganya.

“padahal jihye manis sekali, aku tak sangka dia punya tempramen buruk jika menghadapi kyuhyun” ryeowook menggeleng-gelengkan kepalanya.

“jihye menyenangkan, aku ingin punya adik perempuan seperti dia” sungmin mulai melayangkan pikirannya seakan-akan jihye adalah adiknya sendiri.

Eunhyuk keluar dari kamar mandi dan memperhatikan atmosfer yang sedikit aneh. Dia duduk disebelah ryeowook.

“ada apa?” Tanya nya sambil mulai menyuapi pasta itu ke dalam mulutnya, “hoo, enak! Kalau bisa jihye sering-sering datang kesini” celetuknya yang berakhir dengan jitakan dari yesung dan sungmin.

hyung, kau tega sekali menyamakannya dengan pembantu” protes ryeowook.

“bukan seperti itu maksudku” dia mengelus-elus dahinya yang memerah, “eh…. Tunggu dulu! Jihyenya mana?” eunhyuk memperhatikan sekelilingnya.

“sudah pergi..” balas yesung.

“hah?” eunhyuk bingung.

“sudah selesai menggosipi orang?” sambung kyuhyun.

“hei kyu, setidaknya kau makan masakan jihye… dia itu bangun pagi sekali lalu membersihkan kamar kita, terutama barang-barangmu… setelah itu dia mulai merapikan dapur lalu memasak makanan… dia belum makan sedikitpun… apalagi cuaca sedang dingin dan dia memakai baju tipis yang sudah basah karena keringat, kau rasa sikapmu tidak keterlaluan kali ini?” sungmin benar-benar membela jihye dan dibalas anggukan oleh eunhyuk, yesung dan ryeowook.

“dia masih kecil kyu” eunhyuk menegaskan.

Kyuhyun terenyuh, dia kembali memutar isi kepalanya dan mengingat hal tadi.menimbang-nimbang apakah perbuatannya salah atau tidak.

“disini kau maknae, makanya kami bisa memaklumi sikapmu sebagai dongsaeng, tapi dengan jihye tetap saja kau yang lebih tua, kau harus memakluminya” yesung menambahi.

Kyuhyun menghela nafas, tanda dia sudah mengerti letak kesalahannya. Dia mulai memasukkan makanan dia atas piring itu kedalam mulutnya. Bersamaan dengan itu suara pintu kembali terbuka.

“jihye?” tebak eunhyuk, membuat kyuhyun juga penasaran.

“jihye mana tau password kunci dorm kita” balas ryeowook. Ya benar juga, tidak mungkin jihye. Walaupun begitu, ada sedikit harapan bagi kyuhyun bahwa orang yang akan muncul dari balik pintu adalah jihye.

Muncullah sosok sang manager dari balik daun pintu dan kemudian masuk memperhatikan mereka.

“tumben sekali sudah bangun” ucapnya bingung, “dan bahkan kalian sedang sarapan” dia membelalakkan matanya tidak percaya.

good morning hyung” balas eunhyuk.

“yasudah kalian bersiap-siap, aku akan ke lantai atas… kita akan pemotretan lagi hari ini” ucap manager sambil berjalan keluar dari rumah itu.

Buru-buru mereka menyelesaikan makan pagi itu, termasuk kyuhyun. Tak ketinggalan kali ini kyuhyun juga memasukkan sayur-sayuran ke dalam mulutnya dan menghabiskan apel yang sudah dipotong jihye.

***

(Jihye’s POV)

Aku membanting pintu cukup keras dan berjalan turun dari apartemen ini. Dasar cho kyuhyun!!! Kalau aku sampai sakit jantung dan mati muda, akan ku gentayangi kau seumur hidup!!!! Eishhhiiiii!!!

Hari ini cukup dingin, apalagi aku belum makan sama sekali. Hmm, aku harus buru-buru membeli gaun baru dan langsung pergi ke busan.ibu akan memarahiku kalau aku terlambat datang ke acara pernikahan kakak sepupuku di sana. Hari yang melelahkan seo jihye! Apalagi ini masih jam 9 pagi. Aku merogoh kantung celana panjang ini. Ya! Ini masih pakaian kyuhyun. Aku tau orang-orang memperhatikanku dengan tatapan aneh karena memakai baju kebesaran ini. Untungnya aku sempat meletakkan dompet dan hapeku ke dalam kantong. Kalau tidak? Mana mungkin aku kembali ke rumah itu. Paling-paling aku menelepon ahjumma dan memintanya menjemputku.

Sudah sampai dilantai bawah. Aku langsung keluar dari gedung yang cukup mewah ini. Kemudian menyetop taksi dan masuk ke dalamnya. Hape ku bergetar, segera ku raih dan melihat layar, ada 5 pesan belum terbaca.

From : Kyungmi – 06:05 AM

‘sesibuk apapun, kau harus ingat besok kita ujian akhir!’

From : Sohee – 06:32 AM

‘hari ini kita kerumah chanyeol, belajar bersama jam 8 pagi, ingat!!! Jangan sampai terlambat!!!’

From : Sandeul – 07:37 AM

‘mau berangkat bersama ke rumah chanyeol? Biar ku jemput bersama kyungmi’

From : Chanyeol – 08:39 AM

‘hey bodoh! Kau dimana?’

From : Kyungmi – 09:08 AM

‘jihye-ya~~~ belajar jihye!! Ingat belajarrrrrrr!! Walaupun besok ujian matematika dan kau pintar matematika, kau harus tetap belajar!!! Kau keterlaluan kalau hari masih sempat-sempatnya pemotretan!!!’

Aigoo, kyungmi si bawel pasti mengomeli aku habis-habisan besok. Bagaimana ini? Kalau aku ke busan naik pesawat Cuma butuh waktu satu jam, tapi kalau dipikir-pikir lagi aku juga ga mungkin pulang sebelum acara selesai dan acaranya pasti selesai malam hari. Oh my god!! Kenapa pikiran aku ga sampe ke situ. Segera ku sentuh layar hape dan mencari nomer ponsel ibuku. Tak sampai beberapa detik ibu langsung mengangkatnya.

eo? Wae?’

eomma~ aku baru ingat besok ujian akhir, aku harus belajar eomma

paboya~ bagaimana kau bisa lupa jadwal ujianmu? Yasudah kau tak usah datang kesini’

“oke eomma, eomma beritahu ahjumma supaya dia pergi sendiri kesana ya~ aku sedang belajar dirumah temanku”

eii… araseo araseo anak manja’

“hehe, gomawo~ eomma saranghae” aku segera mematikan sambungan telepon dengan eomma. Haha! Bingo! Satu masalah terpecahkan jihye! Kau memang pintar!!!

“pak, puter balik, ga jadi ke hongdae, kita ke myungdong~” ucapku pada supir.

***

Chanyeol membukakan pintunya dan sedikit menganga melihat penampilanku.

wae?” ucapku santai sambil masuk ke dalam apartemennya lalu menjumpai temanku yang sedang duduk bersama dengan buku-buku yang bertumpuk.

“seo jihye?” Tanya baekhyun.

“memangnya siapa lagi?”

“astaga, jihye kau ini modeelll!! Kenapa taste mu berubah begini??” sohee tak kalah heboh.

“jangan-jangan kau baru bangun lalu langsung ke tempat ini… jihye pasti belum mandi! Belum sarapan juga?” Tanya kyungmi mulai mengomel.

ya!! Ya!! Gwaenchana!!” aku langsung duduk diantara mereka dan mulai membuka buku.

“itu baju siapa?” sandeul menyelidik, ya! Sandeul memang punya bakat jadi detektif.

“yang pasti bukan bajuku~ ah, aku lapar sekali…kyungmi, kau benar! Aku belum makan dan belum mandi… tapi aku bangun pagi sekali tadi”

“sudah-sudah, kau makan dulu sana… lalu setelah itu ajari kami seonsaengnim~” chanyeol mulai merayu.

“dasar kalian!! Jadi menyuruhku kesini karena harus mengajari kalian ya? Eisssshhh”

“bingo!!” sambung chanyeol yang kemudian menyeretku ke dapur, “makananmu ambil sendiri ya” tambahnya. Dia kemudian berjalan menuju teman-temanku lagi.

Hmm, akan ku perkenalkan satu-persatu. Yang barusan dan si pemilik rumah namanya chanyeol. Dia punya kakak perempuan tapi jarang sekali pulang kerumah. Dia hanya akan pulang sore lalu malamnya pergi lagi. Ya, biasa… kehidupan jaman sekarang. Dia dan tunangan sudah tidur dirumah mereka sendiri. Orang tuanya? Ada di luar negeri. Lalu lelaki yang paling pendek disini, namanya baekhyun. Baekhyun dan chanyeol sudah bersahabat dari TK karena mereka bertetangga dari dulu, rumahnya juga ada di gedung apartemen ini namun karena kasihan melihat chanyeol tinggal sendiri, jadi dia minta pada orang tuanya untuk tinggal bersama chanyeol disini. Chanyeol dan baekhyun baru saja diterima jadi trainee di SM entertainment. Tahun depan mereka akan resmi diangkat jadi trainee setelah tamat SMP. Lalu, yang paling cantik diantara kami. Sohee. Ya! Wondergirls sohee. Idol! Haha aku juga tak pernah terpikir punya sahabat yang merupakan seorang idol. Walaupun begitu sohee tidak pernah membeda-bedakan teman. Dia baik sekali. Disebelah sohee, ada anak yang memakai kacamata. Namanya sandeul. Dia temanku dari kecil. Kami sama-sama dari busan. Dia juga seorang trainee di WM Entertainment. Banyak temanku yang akan debut jadi idol. Yang terakhir. Kyungmi. Dia punya wajah yang sangat baby face, kulitnya putih dan rambutnya sebahu. tapi jangan dikira dia kalem. Tidak! Dia itu bawel. Yang paling sering mengomeli kami. Tapi kyungmi sangat perhatian dengan kami. Dia juga tinggal bersama bibi pembantunya, tidak punya adik ataupun kakak. Orang tuanya? Di luar negeri. Diantara kami berenam tak ada yang punya kehidupan normal. Mungkin karena itu makanya kami bisa sedekat ini. Oia, biar kuceritakan soal kyungmi. Hyunseung oppa, temanku di club motor dulu pernah hampir debut dengan BigBang, dari saat itu kyungmi ngefans dengannya. Ah, Sudahlah, aku harus cepat makan, kalau tidak kyungmi akan mulai mengomel.

(jihye’s POV End)

***

(Kyuhyun’s POV)

“yasudah kalian bersiap-siap, aku akan ke lantai atas… kita akan pemotretan lagi hari ini” ucap manager sambil berjalan keluar dari rumah itu.

Aku akan menghabiskan makanan ini, semoga jihye tidak marah terlalu lama denganku.

Sekitar setengah jam berlalu. Aku sudah berada di mobil bersama para hyung menuju lokasi pemotretan untuk hari ini. Jihye sedang apa? Buru-buru ku raih ponselku dan mengiriminya pesan, ‘makanannya enak, kau harus buatkan aku lagi, oke’ pesan masih pending dan belum terkirim.

Sekarang kami sudah sampai di gedung pemotretan. Aku kembali meraih ponselku untuk mengirimi jihye pesan, ‘ngambeknya jangan lama-lama’ namun tetap saja pesan pending dan belum terkirim.

Di sela-sela pemotretan aku kembali mengirimi jihye pesan, ‘pendek, sedang apa?’, ‘anak kecil, jangan lupa makan’, ‘hey jelek!’, namun tetap saja semua pesan masih pending. Aku mencoba menghubunginya namun nihil. Ponselnya tidak aktif, mungkin karena itu pesan-pesanku tidak terkirim. Aku kembali meraih ponselku untuk mengiriminya pesan, ‘aku tau aku salah, maafkan aku oke?’, dan pesan masih belum terkirim.

Sudah jam 5 sore, sekalipun jihye belum membalas pesanku. Bahkan ponselnya tidak bisa dihubungi. Aku tau aku keterlaluan, tapi apa harus semarah ini denganku? Ya mungkin memang wajar dia marah. Aku yang keterlaluan. Ah! Pemotretan ini kapan selesainya sih!!!

(Kyuhyun’s POV end)

***

Jam delapan malam, kyuhyun memarkirkan motornya di tempat parkir apartemen jihye. Dia mulai menaiki lift dan berjalan menuju rumah jihye. Berhentilah kakinya tepat di depan pintu rumah jihye. Dia menekan bel, sekali, dua kali, belum ada jawaban dari dalam rumah, tiga kali, masih sama, sepi. Akhirnya dia memencet bell rumah itu berkali-kali. Tetap saja tak ada orang yang membukakan pintu rumahnya.

Kyuhyun mulai panik, ini karena halmeoni yang selalu menjaga rumah jihye juga menghilang. Kemana mereka berdua? Apa terjadi sesuatu? Segera dia meraih ponselnya dan menelepon seseorang.

eo?

sungmin hyung, eotteokhae? Rumah jihye kosong… apa dia sebegitu marahnya denganku?”

‘aku rasa jihye tak akan semarah itu denganmu’

“tapi rumahnya kosong hyung, apa aku harus mencarinya ke busan?”

paboya~ dia akan pulang, kau tunggu saja…’

geurae? Araseo” ucapnya pelan lalu menutup teleponnya.

‘jihye, aku mohon, jangan pergi dariku’ batinnya.

***

Sudah jam sepuluh malam, akhirnya acara belajar bersama jihye dan teman-temannya berakhir. Jihye diantar pulang oleh chanyeol berhubung rumah jihye yang cukup jauh dan sudah malam. Dari sudut lorong apartemen jihye melihat seseorang sedang duduk di depan rumahnya. ‘siapa?’ batinnya.

Sedikit demi sedikit semakin terlihat sosok lelaki memakai topi sedang duduk dengan wajah yang dijatuhkan ke bawah.

“jihye, ada yang menunggumu?” Tanya chanyeol penasaran.

“entahlah” balas jihye sambil mempercepat gerakan kakinya.

Dia sudah sampai di depan lelaki yang sepertinya tidak menyadari kehadirannya. Dia ikut berjongkok di depan lelaki itu.

“kyuhyun?” tanyanya, membuat lelaki ini menegakkan kepalanya.

“kyuhyun?” Tanya chanyeol bingung.

“jihye-ya” kyuhyun melirik sosok chanyeol, “aku tau aku keterlaluan, tapi bukankah berlebihan jika membalasnya dengan selingkuh bersama lelaki lain?” kyuhyun protes dengan nada kecewa.

“dia?” jihye menunjuk chanyeol, “sahabatku dari kelas 1 smp, namanya chanyeol”

“memangnya dia siapa?” Tanya chanyeol.

“dia pacarku” balas jihye.

“pacar? Wah, jihye kau akan dimarahi oleh kyungmi dan sohee karena tidak memberitahukan hal ini” chanyeol terkejut.

“makanya kau jaga rahasia ok!! Nanti aku akan beritahu mereka…” jelas jihye, “oia oppa, dia trainee SM… oppa harus jaga dia ya”

Kyuhyun tersenyum kearah chanyeol, “araseo… salam kenal ya”

“ah! Super junior cho kyuhyun??” chanyeol semakin terkejut ketika mengenali wajah kyu, “ne~ sunbaenim” ucapnya menundukkan badannya pada kyuhyun, “kalau begitu aku pulang dulu” chanyeol kemudian berjalan pulang kerumahnya.

“jadi” jihye ikut duduk menghadap kyuhyun, “kenapa kesini?”

“kamu masih pake baju ini? Tidak kedinginan?”

“tidak, aku kan tadi seharian dirumah chanyeol, kami belajar bersama karena besok ujian akhir”

“kemana ponselmu?”

“mati, wae?

“lalu halmeoni?

“ceritanya panjang, kau ingat gaunku tadi malam kan? Itu gaun yang harusnya kupakai hari ini karena kakak sepupuku menikah di busan, tapi karena besok ujian jadi aku tak jadi ikut dan halmeoni pergi sendirian kesana, lalu kau sejak kapan ada disini?”

Kyuhyun tak menjawab semua pertanyaan jihye, “aku kira kau pergi dan tak akan muncul lagi dihadapanku” jawab kyuhyun pelan.

“hey, aku ga mungkin tiba-tiba pindah rumah” jihye terkekeh pelan.

“kamu ga marah?” kyuhyun bertanya dengan hati-hati.

“ah, tadi pagi? Aku sebal karena belum bisa membuatmu memakan sayuran… lihat saja, aku ga akan nyerah! Aku harus bisa buat kamu makan sayuran walaupun ga suka!” jihye melirik kyuhyun tajam.

Ekspresi kyuhyun mulai rileks, dia membalas lirikan jihye, “coba saja” tantangnya.

“oke, lihat saja nanti” jihye bersemangat.

Kyuhyun tersenyum lalu memeluk jihye, dia membisikkan sesuatu, “oke mari kita lihat” dia melepaskan pelukannya dan menjulurkan lidahnya pada jihye.

eishhh” jihye menggembungkan pipinya.

“hahaha” kyuhyun tertawa sambil mengacak rambut jihye yang lengket, “kamu belum mandi ya?” ejeknya yang dibalas anggukan oleh jihye tanpa merasa terejek sedikitpun, “eii…” kyuhyun menatap jihye dengan tatapan -kau jorok sekali- namun jihye membalasnya dengan tatapan -aku tak peduli-. Kyuhyun tertawa lagi, “aku merindukanmu” ucapnya jujur.

Perkataan yang itu malah membuat jihye tertawa tak percaya, “bukannya kita sudah bertemu tadi pagi?”

“tapi aku masih merindukanmu” ucap kyuhyun manja.

chu’ jihye mengecup pipi kanan kyuhyun. “sudah, oppa pulang, aku harus tidur, besok mau ujian”

“jadi begini caramu mengusirku?” protes kyuhyun.

oppa, jebal~” jihye memohon.

Kyuhyun tersenyum lalu memeluk jihye lagi, lebih lama dan lebih erat. “araseo~ aku harus menghilangkan rasa rinduku dulu” bisiknya. Jihye membalasnya. Dia melingkarkan tangannya ke leher kyuhyun. Mereka berpelukan lebih erat.

***

(to be continued~)

-o0o-

Author’s Side Story

Terimakasih untuk yang sudah baca, sudah meninggalkan komentar maupun tidak, saya senang bisa sedikit bermanfaat untuk orang lain walaupun hanya dengan menulis FF. Semoga tidak bosan karena disetiap chaptered, bagian flashbacknya selalu saya usahakan untuk ditulis dengan ending yang tidak menggantung. Banyak typo bertebaran karena saya tidak punya beta-reader. Silahkan beri saran jika kalian mau konflik-konflik tertentu dimasukkan ke dalam cerita, tapi rasanya untuk couple ini saya ga mau tulis konflik yang sangat kompleks, mereka lebih cocok dikasih alur yang fluffy, maaf kalau membosankan. Oia, setiap chaptered temanya tentang minuman, ada yang mau kasih saran nama-nama minuman apa untuk chaptered selanjutnya? Saya sepertinya mulai kehabisan ide untuk hal yang itu .-.v FF masih work in progress jadi saya belum tau bakal ending di chaptered berapa, tapi ;;spoiler;; bakal happy ending. Berhubung alurnya maju-mundur-maju(?) dan disetiap chapter muncul karakter baru jadi saya saranin membacanya jangan dilompati nanti bingung. Terima kasih untuk admin yang sudah mau membantu memposting FF ini di blognya J   

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s