[FF Freelance] Closer (Chapter 4 – END)

Closer cover

Title: Closer (Chapter 4)

Author: Trifa & Aul

Rating: T

Length: Chaptered

Genre: Romance, School Life

Main Cast:

-Park Suri (OC)

-Kris (EXO)

-Kai (EXO)

-Chanyeol (EXO)

-Lee Jin Young (OC)

Support Cast:

-Xiumin (EXO)

-Chen (EXO)

-Park Yoorin (OC) and Other

Previous: Chapter 1Chapter 2, Chapter 3,

Disclamer: Ide cerita berasal dari khayalan kami dan OC milik kami. EXO milik mereka sendiri.

 

 

 

“Akhirnya selesai juga…” Seru Suri lega. Suri, Jin Young, Kris, Xiumin, dan Chen baru saja menyelesaikan tugas Sejarah mereka di rumah Chen.

“Sebaiknya kita segera pulang, hari mulai gelap” Usul Jin Young saat melihat langit dari jendela kamar Chen. Ia pun segera berdiri dan membereskan peralatan belajarnya.

“Kalian mau pulang sekarang? Kenapa tidak makan malam di sini dulu saja?” Chen menawarkan.

“Tidak perlu Chen, kami pulang saja” Jawab Xiumin sambil mengenakan tasnya.

“Baiklah kalau begitu” Chen berjalan ke pintu dan membukanya, ia keluar kamar diikuti dengan yang lainnya. Mereka sudah sampai di teras rumah.

“Chen  terimakasih,  maaf sudah merepotkanmu . kami pergi dulu ya” Ucap Suri membungkukkan badan.

“Iya, semuanya hati-hati ya” Ucap Chen dibalas dengan anggukan mereka. Mereka berjalan bersama melewati jalanan komplek rumah Chen. Tidak seperti biasanya, Kris tidak membawa motornya. Saat di pertigaan mereka berpisah. Suri bersama Kris berbelok ke kiri, sedangkan Xiumin dan Jin Young ke kanan.

“Sampai jumpa” Seru Jin Young melambaikan tangannya pada Suri dan Kris. Suri membalas lambaiyannya sambil tersenyum. Suri dan Kris berjalan melewati deretan toko dan café.

“Kris, kenapa kau pindah ke Korea?” Suri memulai pembicaraan.

“Ayahku mendirikan cabang perusahaan di sini” Jawab Kris menatap lurus.

“Perusahaan apa? Lalu kenapa kau fasih sekali berbahasa Korea?”

“Sejenis perusahaan jasa. Aku fasih berbahasa Korea karena ibuku orang Korea dan sekarang ibuku membuka sebuah restoran mi di Dong Dae Moon” Jelas Kris.

“Benarkah? Waahhh… aku ingin sekali ke sana, aku suka mi” Ucap Suri menoleh pada Kris.

“Kalau kau mau, kau tinggal datang saja ke sana. Oh kau tunggu dulu di sini, aku ingin membeli minuman” Kris berjalan memasuki sebuah minimarket, sedangkan Suri menunggu di luar. Di sebrang minimarket itu, terdapat sebuah coffee shop. Di dalam sana ada Kai yang sedang duduk di dekat jendela sambil menikmati secangkir cappuccinonya. Saat Kai melihat keluar, ia mendapati Suri tengah berdiri di depan minimarket.

“Bukankah itu Suri? Sedang apa dia?” Kai memicingkan matanya dan segera bangkit dari kursinya menuju pintu. Baru saja ia akan membuka pintu café, ia melihat seseorang keluar dari minimarket dan menyerahkan satu botol minuman pada Suri. “Kris?” Kai terkejut. Suri dan Kris melanjutkan perjalannya ke halte bis yang berada di samping minimarket itu. Kai berlari menuju mobilnya yang terparkir di depan café. Saat ia melihat Kris dan Suri memasuki sebuah bis, Kai pun segera melajukan mobilnya dan mengikuti bis itu. ‘Sepertinya mereka akan pulang’ ucap Kai dalam hati saat ia menyadari mobilnya memasuki kawasan Apgujeong. Kai meraih ponselnya dan menelepon seseorang, “Aku minta bantuan kalian untuk  datang ke halte di kawasan Apgujong sekarang” ia langsung memutus teleponnya. 10 menit kemudian, bis itu berhenti. Kai pun menghentikan mobilnya agak jauh dari bis itu, dan keluarlah Kris dan Suri dari dalam bis. Di arah yang berlawanan, Kai melihat sebuah mobil hitam. Di dalam mobil itu ada Suho, Tao dan beberapa teman mainnya yang tadi ia telepon. Suri dan Kris berjalan kearah mobil Kai. Saat mereka sudah benar-benar dekat, Kai pun keluar dari mobilnya dan menghampiri mereka.

“Kai?” Suri heran melihat Kai tiba-tiba ada di sana. Bug! Kai melesatkan pukulannya ke wajah Kris. Tubuh Kris jatuh ke belakang. “Aaaah! Kai apa yang kau lakukan?!” Suri berteriak dan segera berjongkok di samping Kris yang terduduk di tanah sambil menyentuh ujung bibirnyaa yang berdarah.

“Inilah akibatnya karena kau telah mengabaikan peringatanku Kris!” Ucap Kai menatap tajam Kris. Dari belakang, muncul Tao dan teman-temannya. Kris berdiri dan membalas pukulan Kai. Namun, Tao dengan cepat membalas kembali pukulan Kris dengan memukul perutnya. Suri yang berteriak histeris pun segera di bekam mulutnya oleh Suho dan tangannya di tahan oleh temannya agar ia sulit untuk memberontak. Kris yang melakukan perlawanannya pun, dibalas oleh Kai dan Tao terus-menerus. Mereka pun menahan tangan Kris dan segera membawa Kris ke dalam mobil Kai. Mereka semua membawa Suri dan Kris ke sebuah gudang tua yang jauh dari sana.

Chanyeol menyetir mobilnya dengan santai. Tiba-tiba ia melihat mobil Kai dan Tao berhenti di depan sebuah gudang tua yang sepi. Tiba-tiba Chanyeol menghentikan mobilnya saat melihat seorang laki-laki dan perempuan di paksa keluar dari mobil, dengan kondisi laki-laki itu seperti habis dipukuli.

“Bukankah itu Suri?” Dia memicingkan matanya dan terlihat kaget. “Dan laki-laki itu bukankah murid baru di kelas 2-3? Apa yang Kai lakukan pada mereka berdua?” Chanyeol berpikir bahwa akan terjadi sesuatu yang buruk pada Suri dan Kris, dan sebaiknya ia menghubungi Jin Young sekarang. Ia meraih ponselnya dan segera menelepon Jin Young.

Jin Young yang sedang asik membaca majalah di kamarnya, tiba-tiba dikejutkan oleh deringan ponselnya. Jin Young meraih poselnya dan melihat nama pada layar ponsel. Chanyeol. Ia mengerutkan kening dan langsung mengangkat teleponnya.

“Yeoboseyo?”

“Jin Young, apakah kau sedang  di rumah?” Suara Chanyeol terdengar panik.

“Iya, memangnya kenapa?”

“Sebaiknya ku jelaskan nanti. Aku sedang dalam perjalanan menuju rumahmu, apa kau bisa menungguku di depan rumahmu sekarang? Ini sangat penting” Pinta Chanyeol.

“Baiklah” Jawab Jin Young tanpa pikir panjang, karena ia merasa penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya.

Jin Young berdiri di depan pagar rumahnya. Beberapa menit kemudian, ia melihat sebuah mobil putih berhenti di depannya.

“Sebaiknya kau cepat masuk, ikut aku!” Ajak Chanyeol saat membuka kaca mobilnya, wajahnya memang terlihat panik.

“Tapi, kenapa?” Tanya Jin Young heran dan mulai berpikir ada sesuatu yang buruk terjadi. Dengan cepat Jin Young masuk ke dalam mobil saat melihat wajah Chanyeol  mengisyaratkan untuk cepat.

“Chanyeol, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kau terlihat panik?” Jin Young memulai pembicaraan saat mobil baru saja melaju.

“Suri dan murid baru di kelasmu itu sepertinya sadang dalam bahaya” Jawab Chanyeol dengan tetap fokus pada kemudinya.

“Maksudmu Kris? Apa yang terjadi dengan mereka?” Jin Young mulai panik sekarang.

“Aku tidak tahu. Tadi aku hanya melihat Kai dan teman-temannya membawa Suri dan Kris ke dalam sebuah gudang tua, dan keadaan Kris seperti habis dipukuli. Makanya aku mengajakmu ke sana agar kita bisa menolong mereka” Jelas Chanyeol.

“Apa? Mengapa ini bisa terjadi? Ya Tuhan, semoga tidak terjadi apa-apa dengan mereka” Jin Young mulai merasa takut. Chanyeol pun melajukan mobilnya dengan cepat.

Mereka sudah sampai di depan gudang tua itu dan segera berlari masuk ke dalam. Betapa kagetnya Chanyeol dan Jin Young melihat keadaan Kris yang penuh memar dan berusaha untuk berdiri. Sedangkan Suri duduk di sebuah kursi dengan tangan yang terikat dan mulut yang dibekam oleh kain sambil meronta berusaha untuk melepas ikatannya. Sekitar 2 meter di depan Kris, Kai sedang berdiri memandangi Kris yang merintih kesakitan dengan wajah penuh kepuasaan. Hanya ada mereka bertiga di ruangan itu. Kai berbalik badan kaget saat melihat Jin Young dan Chanyeol berlari menghampiri mereka, dan Jin Young segera berusaha melepaskan tali yang mengikat tangan Suri.

“Kenapa kalian datang ke sini?” Tanya Kai dengan sedikit marah.

“Kenapa kau melakukan ini pada Kris? Apa ini karena dia dekat dengan Suri?” Ucap Chanyeol berdiri di depan Kai dengan melebarkan matanya.

“Tahu apa kau? Ini bukan urusanmu. Awas, Jangan menghalangiku!” Kai sedikit berteriak dan mendorong tubuh Chanyeol ke samping.

“Tidak! Kau tidak perlu melakukan ini pada Kris. Sadarlah! Kau terlalu berlebihan” Chanyeol balas berteriak di depan wajah Kai.

“Sudah kubilang ini bukan urusanmu!” Bug! Kai memukul perut Chanyeol sampai Chanyeol terjatuh ke lantai dan meringis kesakitan.

“Kai hentikan! Kenapa kau seperti ini?” Suri baru saja terlepas dari ikatnnya dan segera mencegah perbuatan Kai. Sedangkan Jin Young menghampiri Chanyeol dan membantunya berdiri.

“Seharusnya kau tahu. Aku sangat menyukaimu dan aku tidak suka kalau kau dekat dengan Kris. Aku sudah muak dengan sikapmu yang dingin kepadaku selama ini” Kai mengutarakan perasaannya pada Suri degan marah.

“Seharusnya kau juga tahu bahwa aku tidak menyukaimu dan kau tidak bisa memaksaku untuk menyukaimu!” Jelas Suri berteriak pada Kai.

“Kalau begitu, apakah kau menyukainya?” Tanya Kai sambil menunjuk Kris yang berdiri bersandar kedinding menahan sakit.

“….” Suri hanya diam dan mengalihkan pandangannya pada Kris.

“Ayo cepat jawab!” Paksa Kai.

“Iya. Aku memang menyukainya” Jawab Suri lantang.

“Oh baiklah. Kalau begitu kau harus melihat ini” Ucap Kai dengan tenang sambil mengeluarkan sebilah pisau dari saku celananya. Suri membelalakkan matanya saat Kai berjalan mengahampiri Kris dengan mata pisau mengarah pada Kris.

“Tidaaak!” Suri segera berdiri di depan Kris dan menutup matanya mencoba untuk melindunginya. Kris juga menutup matanya karena tidak ada yang bisa ia lakukan saat ini. Saat Kai sudah berada kurang dari setengah meter dari mereka, tiba-tiba saja ia membalikkan arah mata pisau menjadi ke arahnya dan segera menusukkannya pada perutnya sendiri. Jin Young yang melihat itu pun berteriak. Suri yang sadar bahwa tidak ada yang terjadi padanya segera membuka mata. Suri kaget saat melihat Kai berlutut di depannya dengan pisau menancap di perutnya yang bersimbah darah. Begitupun Kris.

“Kai!” Chanyeol segera menghampiri Kai dengan perut yang masih terasa sakit. Suri masih terdiam karena shock. “Jin Young, tolong telepon ambulans!” Perintah Chanyeol panik.

“Tapi ponselku mati”

“Pakai ponselku saja, ada dalam tas” Ucap Chanyeol sambil menunjuk tasnya yang tergeletak di lantai. Jin Young membuka tas Chanyeol dan mencari ponselnya. Tanpa sengaja ia melihat beberapa lembar sticky note kuning dengan coretan tulisan di atasnya. Ia merasa tulisan tangan itu sama dengan tulisan di sticky note yang ia dapatkan beberapa hari ini. Tapi Jin Young tidak memperdulikan itu saat ini. Ia segera meraih ponsel Chanyeol dan menelepon ambulans.

 

Seorang dokter keluar dari salah satu kamar pasien. Itu adalah kamar Kris. Dokter itu mengatakan bahwa Kris tidak apa-apa, hanya saja tubuhnya sangat lemah dan tidak sadarkan diri. Tetapi sebentar lagi sepertinya ia akan siuman. Sedangkan Kai, berada di kamar sebelah kamar Kris. Ia langsung mendapatkan pertolongan pertama dari rumah sakit karena takut kehabisan darah akibat darah yang terus mengalir dari perutnya yang terluka. Saat ini pun ia belum sadarkan diri. Suri, Jin Young, dan Chanyeol terus menunggu dari tadi di depan kamar mereka berdua.

“Suri, ini sudah malam. Apa kau tidak ingin pulang?” Tanya Jin Young pada Suri yang duduk di sebelahnya.

“Tidak. Aku akan menunggu mereka sampai mereka sadar. Lagipula di rumahku tidak ada siapa-siapa, jadi percuma saja. Kalau kau dan Chanyeol ingin pulang, pulang saja. Aku tidak apa-apa di sini sendiri” Ucap Suri dengan mata sembab karena tadi ia terus menangis.

“Benar kau tidak apa-apa?” Tanya Chanyeol khawatir. Suri hanya mengangguk dan tersenyum.

“Baiklah kalau begitu, kami pulang dulu. Jika terjadi sesuatu, telepon kami. Jaga dirimu” Ucap Jin Young sambil menyentuh bahu Suri. Jin Young dan Chanyeol pun berjalan di koridor hingga hilang dari pandangan Suri.

Suri memasuki kamar Kris dan segera duduk di samping tempat tidur. Ia hanya memandangi wajah Kris dengan sedih. Ia merasa bahwa semua ini adalah kesalahannya. Beberapa menit kemudian, Suri melihat jari Kris bergerak dan matanya perlahan-lahan terbuka.

“Suri?” Kris memanggil Suri dengan suara parau.

“Kris, kau sudah sadar? Syukurlah” Suri merasa senang sekaligus lega. “Maafkan aku Kris, ini semua salahku, aku tidak tahu bahwa Kai akan melakukan ini padamu” Ucap Suri dengan air mata menetas dari pelupuk matanya.

“Tidak. Ini bukan kesalahanmu, mungkin ini salahku karena tidak menghiraukan peringatan dari Kai. Sudahlah, kau tidak perlu menangis. Lalu bagaimana keadaan Kai sekarang?” Tanya Kris.

“Sampai saat ini dia belum juga sadar, tapi dia tidak apa-apa, luka tusuknya tidak terlalu parah” Jawab Suri sambil menghapus air matanya.

“Sebaiknya sekarang kau juga lihat keadaan Kai, mungkin dia sudah sadar” Saran Kris dibalas dengan anggukan Suri. Suri berjalan menuju kamar Kai. Saat Suri baru saja masuk, ia melihat bahwa Kai sudah sadar. Ia sedang menatap langit-langit kamar, seperti sedang melamun. Tapi ia langsung sadar bahwa ada seseorang yang datang.

“Suri?” Ucap Kai sedikit kaget.

“Rupanya kau sudah sadar” Suri berjalan menghampiri Kai dan duduk terdiam di samping tempat tidurnya.

“Suri, maafkan aku atas semua kejadian ini. Obsesiku untuk mendapatkanmu selama ini memang berebihan. Aku merasa sangat bersalah kepadamu dan Kris. Aku mohon maafkan aku” Kai memohon dengan suara dan wajah penuh penyesalan.

“Aku sudah memaafkanmu. Lagipula Kris sudah sadar sekarang. Tapi mengapa kau melakukan hal bodoh tadi?”

“Aku tidak tahu. Saat mengetahui bahwa kau menyukai Kris dan melihatmu mengorbankan dirimu sendiri  untuk melindungi Kris, tiba-tiba saja aku merasa hancur dan putus asa dan berpikir untuk melukai diriku sendiri, karena aku tidak mau melukaimu. Pikiranku memang sempit saat itu” Jelas Kai kembali menatap langit-langit. “Dan aku sadar sekarang, Aku tidak bisa melarangmu untuk menyukai siapa saja, walaupun aku masih menyukaimu, sangat menyukaimu. Dan memang labih baik jika kau bersama Kris” Ucap Kai menatap wajah Suri serius lalu tersenyum.

 

Di perjalanan pulang, Jin Young kembali mengingat lembaran sticky note yang tidak sengaja ia lihat di dalam tas Chanyeol. Ia merasa tulisan di sticky note itu sama dengan pesan yang ia temukan di pintu lokernya bebrapa hari ini. Namun ia merasa tidak yakin bahwa Chanyeoel lah yang menulisnya, mengingat Chanyeol tidak mungkin menyukainya dan kejadian di tempat parkir beberapa hari lalu pun cukup memperjelas semuanya. ‘Tetapi siapa perempuan itu? Aku tidak pernah melihatnya sebelumnya’ Jin Young bertanya dalam hati.

“Chanyeol?” Jin Young memperhatika Chanyeol yang sedang menyetir.

“Ada apa?” Tanya Chanyeol yang tetap memandang ke depan.

“Eeehhmm… beberapa hari yang lalu aku melihatmu bersama seorang murid perempuan keluar dari mobil di tempat parkir, siapa dia? Aku rasa aku belum pernah melihatnya, apa dia murid baru?” Tanya Jin Young memberanikan diri bertanya.

“Oh maksudmu Yoorin? Dia adalah sepupuku dari Gyeonggi, sekarang dia tinggal di rumahku karena orangtuanya sedang melakukan perjalanan bisnis, jadi dia dimasukkan ke sekolah yang sama denganku, tapi dia masih kelas satu” Jelas Chanyeol dengan sesekali menoleh pada Jin Young. Jin Young terdiam mendengar jawaban dari Chanyeol. Ia merasa malu karena sudah salah paham padanya.

“Jin Young, apakah akhir-akhir ini kau menemukan sesuatu?” Tanya Chanyeol tiba-tiba.

“Maksudmu?”

“Maksudku, sesuatu yang kau dapatkan dari seseorang”

“Iya. Beberapa hari ini, setiap pagi aku menemukan pesan di pintu lokerku. Kenapa kau menanyakan itu? Apa kau tahu sesuatu? Atau kau tahu siapa yang menulisnya?” Tanya Jin Young walaupun sebenarnya ia sudah mengira Chanyeol lah orangnya. Tiba-tiba Chanyeol meminggirkan mobilnya lalu menghentikannya.

“Eemm… sebenarnya… yang menulis pesan itu aku. Maaf jika itu sudah mengganggumu” Chanyeol sedikit tertunduk malu.

“Aku sudah tahu. Tadi aku hanya ingin memastikannya saja” Ucap Jin Young santai.

“Apa? Darimana kau tahu?” Chanyeol kaget mendengarnya.

“Saat tadi aku mengambil ponsel dalam tasmu, tidak sengaja aku meliahat lembaran sticky note dengan coretan-coretan, dan aku merasa tulisan dalam coretan itu sama dengan tulisan dalam pesan yang aku temukan di pintu loker. Jadi aku mengira kaulah orangnya, walaupun aku ragu”

“Aaaa.. aku jadi semakin malu sekarang” Ucap Chanyeol menunduk dan menggaruk bagian belakang kepalanya.

“Memang seharusnya kau malu, karena yang sudah kau lakukan itu memang memalukan. Untuk apa menulis pesan-pesan seperti itu? Menghabiskan waktu saja” Ledek Jin Young lalu tersenyum jahil.

“Apa kau bilang? Memalukan? Seharusnya kau senang karena ada orang yang memperhatikanmu seperti itu dan kau juga harus menghargai itu” Ucap Chanyeol keras sambil menatap Jin Young dengan membulatkan matanya.

“Iya iya aku tahu, aku hanya bercanda. Terimaksih Chanyeol” Jin Young tersenyum.

“Memang harusnya kau begitu” Chanyeol menepuk puncak kepala Jin Young dan langsung melajukan mobilnya kembali.

 

 

Suri dan Jin Young duduk di bangku di samping lapangan basket. Mereka sedang melihat tim basket Seirin berlatih. Sekarang ini, Kris sudah menjadi anggota tim basket menggantikan Suho yang sudah keluar karena alasan pribadi. Setelah selesai berlatih, Kris, Kai dan Chanyeol menghampiri bangku Suri dan Jin Young untuk minum minuman yang sudah mereka berdua siapkan. Mereka sudah menjadi teman dekat sekarang.  Saat Kai hendak minum, tiba-tiba ada seseorang yang berlari menghampirinya.

“Kai oppa, sebaiknya kau minum ini! Ini bagus diminum setelah berolahraga” Ucap perempuan itu sambil memberikan sebotol minuman isotonik. Dia adalah Yoorin, sepupu Chanyeol. Kai hanya diam dan  bingung melihat Yoorin melakukan ini. Ia bahkan tidak mengenalnya, ia hanya tahu bahwa Yoorin adalah sepupu Chanyeol.

“Yoorin apa yang sedang kau lakukan?” Tanya Chanyeol dan menghampiri Yoorin.

“Aku hanya ingin memberikan minuman ini pada Kai oppa. Dan aku akan selalu melihatnya berlatih basket” Jawab Yoorin tersenyum.

“Apa kau menyukai Kai?” Chanyeol bertanya dengan tegas. Yoorin pun mengangguk denga malu. “Tapi sebaiknya kau tidak menyukai dia. Dia adalah orang jahat, kasar dan licik”

Kai melebarkan matanya menatap Chanyeol lalu meraih leher Chanyeol dan berpura-pura mencekiknya.

“Apa kau bilang? Kalau begitu mengapa kau mau berteman dengan orang jahat sepertiku, hah?!” Ucap Kai tanpa melepas tangan dari leher Chanyeol sambil tertawa. Kris, Suri dan Jin Young pun hanya saling pandang dan tertawa melihat tingkah mereka berdua.

 

=FIN=

 

Advertisements

One thought on “[FF Freelance] Closer (Chapter 4 – END)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s