Resemble (Chapter 2)

resemble

Title : Resemble (Chapter 2)

Author : DkJung

Main Casts :

  • [A Pink] Jung Eunji
  • [Girl’s Day] Bang Minah
  • [Infinite] Lee Howon
  • [Beast] Lee Gikwang

Support Casts :

  • [F(x)] Jung Soojung
  • [Girl’s Day] Lee Hyeri

Genre : Friendship, Romance

Length : Chaptered

Rated : PG 14

Disclaimer : terinspirasi dari film favorit aku. Cat : anggap di ff ini muka eunji-minah mirip identik.

Summary :

Apa yang akan kau lakukan jika bertemu dengan orang yang wajahnya serupa denganmu? Hal itulah yang dialami gadis cantik bernama Jung Eunji. Ia cucu dari pengusaha terkaya di Korea. Namun, tanpa disangka ia bertemu dengan Bang Minah, seorang gadis sederhana yang memiliki paras serupa dengannya.

Chapter 1

 

Chapter 2

“Kau pantas mendapat ini semua. Karena memang selalu kau yang mendapat semuanya! Kau merebut semuanya, Eonni!”

Soojung berjalan dengan perlahan mendekati Eunji yang terduduk tak sadarkan diri di sebuah kursi kayu. Tangan dan kepalanya yang terkulai lemas sengaja belum Soojung ikat. Soojung ingin, Eunji diikat setelah ia sadar.

“Jangan menangis begitu kau bangun nanti ya, Eonni,” Soojung menyela ucapannya sambil mendekatkan wajahnya ke telinga Eunji. “Saranghae, Eonni,” bisiknya sambil menyeringai.

OOO

Howon terus berjalan mondar-mandir di halaman parkir universitas Haewon. Sudah hampir satu jam ia menunggu Eunji kaluar dari kampusnya. Tapi, gadis itu sampai sekarang belum terlihat batang hidungnya. Kekhawatiran mulai menyelimutinya setelah bertanya kepada beberapa mahasiswa yang ternyata tidak tahu keberadaan Eunji. Bahkan, ada salah satu dari mereka yang bilang bahwa Eunji tidak mengikuti kuliah terakhir.

“Sebenarnya Nona kemana? Ini gawat!” serunya sambil terus-menerus melihat jam tangannya.

Karena semakin khawatir, ia kembali mengambil ponselnya untuk menghubungi Eunji. Namun, sama seperti usaha-usaha sebelumnya, panggilannya tidak dijawab oleh Eunji.

“Kenapa Nona tidak mengangkatnya? Huh!”

Howon terdiam, ia mencoba berpikir ada di mana kira-kira majikannya itu.

“Kedai ramen? Iya! Pasti dia ada di sana!”

Howon segera berlari memasuki mobil lalu dengan cepat melaju menuju kedai ramen, kedai tempat Minah bekerja, tentunya. Ia baru akan menambah kecepatan mobil begitu melihat mobil yang familiar baginya keluardari sebuah gang yang cukup besar, karena bisa dilewati mobil. Mobil itu, sangat dikenali Howon.

Mobil itu? Bukankah itu mobil Nona Soojung? Kenapa keluar dari gang itu? Apa yang Nona Soojung lakukan di tempat seperti itu?

Howon mencoba menghilangkan pikiran negatifnya tentang Soojung. Ia pun kembali memokuskan tujuannya untuk pergi ke kedai ramen mencari Eunji.

Begitu sampai, Howon segera keluar dari mobilnya lalu memasuki kedai ramen.

“Nona Jung Eunji!”

Tidak. Tidak ada Eunji di sana. Hanya ada Minah dan temannya yang sedang melayani pelangan.

“Dimana Eunji?” tanya Howon, mengharapkan jawaban dari siapapun yang ada di sana. Tetapi, tidak ada yang tahu, Minah saja menggeleng.

OOO

“Menghilang? Bagaimana bisa?!” Minah hampir saja berteriak keras kalau saja Howon tidak menyuruhnya diam.

“Bisakah kau mengecilkan suaramu? Apa kau selalu berteriak pada setiap orang yang bicara padamu?”

Minah hanya mengangguk kecil.

Keurom, apa Tuan Presdir sudah tahu kalau Eunji hilang? Ini kan gawat sekali!”

“Belum, aku tidak mungkin memberitahunya, bisa-bisa Tuan Presdir kena serangan jantung mendadak.”

Hening, tidak ada satupun yang bicara. Minah terlihat sibuk dengan pikirannya, sementara Howon justru sibuk memperhatikan wajah Minah.

Ireumi mwoeyeo?”

Na? Minah, Bang Minah. Waeyo?”

“Bang Minah-ssi, maukah kau membantuku?”

“Membantu apa?”

“Maukah kau menjadi Jung Eunji?”

NE?!”

“Tidak perlu terkejut seperti itu! Ini hanya sementara. Kau hanya perlu perlu berpura-pura menjadi Eunji, bersikap baik, anggun, dan ramah. Setelah aku berhasil menemukan Eunji nanti, kau akan kuberi tahu untuk berhenti, eottae?”

Minah menggeleng. Ia baru saja akan pergi kalau saja Howon tidak menahan lengannya.

“Kau bisa berkuliah di universitas Haewon.”

OOO

Setelah berpikir cukup lama, Minah akhirnya menerima tawaran Howon untuk berpura-pura menjadi Eunji. Mungkin, tidak terlalu cocok disebut tawaran, tetapi permintaan, yang Minah yakin harus dipenuhi. Namun, setelah mendengar perkataan Howon bahwa ia bisa kuliah di Universitas Haewon, membuatnya menjadi semangat mendadak. Ya, walau hal itu tak akan berlangsung selamanya, tapi Minah cukup senang bila dapat menginjakkan kakinya di gedung mewah universitas itu.

Setelah sampai di rumah Eunji dengan mobil pribadi Eunji yang dikendarai Howon, Minah langsung dibawa ke kamar Eunji oleh Howon. Untung saja keadaan rumah keluarga Jung sedang sepi saat itu.

“Apa kau yakin ini akan baik-baik saja?” tanya Minah ragu begitu mereka sudah di dalam kamar Eunji.

Howon yang mendengar pertanyaan Minah hanya tersenyum masam.

Mianhae, aku jadi memanfaatkanmu. Keunde, aku tidak tahu lagi harus bagaimana. Aku takut terjadi sesuatu yang buruk dengan kondisi kesehatan Tuan Presdir saat dia mengetahui bahwa cucu tunggalnya menghilang,” ujar Howon yang merasa tak enak.

Minah tersenyum. “Gwenchana, lagipula kau sama sekali tidak berniat jahat. Kau hanya ingin menolong keluarga Jung, begitu juga denganku.”

Keurae. Ah, padahal aku sempat berpikir bahwa Nona Eunji ada bersamamu.”

“Aneh sekali. Kalau boleh aku tahu, apa Eunji sering bepergian diluar pengawasanmu?”

Howon menggeleng. “Ani, Nona Eunji sangat baik dan tidak pernah merepotkan para pengawal pribadinya.”

“Dia, memang gadis yang sempurna.”

“Tidak ada manusia yang sempurna.”

Arra, tapi setidaknya dia lebih dariku.”

“Tapi belum tentu dalam semua bidang, kan? Mungkin ada beberapa bidang yang kau ungguli. Contohnya, memarahi orang?”

YA, NEO–”

“Aku benar, kan?”

Minah menghela nafas setelah memutuskan untuk meredam emosinya.

“Itu bukan sesuatu yang bisa dibanggakan,” gerutu Minah.

Arrasseo, kau tunggu di sini ya, aku akan pergi ke salon langganan Nona Eunji untuk meminta bantuan dari beberapa orang di sana. Kalau ada yang membuka pintu, jika itu gadis berambut lurus hitam kecoklatan panjang, berarti itu Nona Soojung, sepupu Nona Eunji. Kau tahu ciri-ciri Tuan Presdir Jung, kan?”

Minah mengangguk. “Keunde, apa yang harus kulakukan jika mereka datang?”

“Bersikaplah wajar. Kalau kau bisa, bersikaplah seolah-olah kau adalah Eunji. Ah, ya, jangan lupa untuk membuka ikat rambutmu, Nona Eunji selalu menggerai rambutnya.”

OOO

Howon baru saja keluar dari sebuah salon saat ia melihat mobil Soojung melintas. Howon mengerutkan dahi. Ini bukan pertama kalinya ia melihat mobil Soojung melintas ke arah yang sama. Ke arah di mana gang sempit itu berada. Rasa penasarannya sudah tak tertahan lagi, ia ingin tahu kemana Soojung pergi.

Dengan mempercepat langkahnya, Howon memasuki mobil. Ia segera menggas mobil itu dengan kecepatan yang mungkin bisa mendekatkannya dengan mobil Soojung. Ketika mobil Soojung berbelok memasuki gang sempit itu, Howon segera turun dari mobil. Ia berjalan mengendap-endap mendekati sebuah rumah tua tempat di mana mobil Soojung berhenti.

“Sebenarnya apa yang ia lakukan di tempat seperti ini?”

Ingin segera menghilangkan rasa penasarannya, Howon berlari ke pinggir rumah itu, mencoba mencari jendela yang memungkinkannya bisa melihat ke dalam rumah itu.

“Tolong!”

Howon terkejut mendengar samar-samar suara meminta tolong.

“Tolong!”

Kedua kalinya, Howon baru menyadari, bahwa yang didengarnya adalah suara Eunji. Mengetahui Eunji ada di dalam, Howon berusaha mencari jalan masuk, namun yang ia temukan hanya sebuah lubang memanjang yang mirip seperti jendela. Dan, betapa kagetnya ia begitu menemukan Eunji yang diikat tak berdaya di ruangan itu.

BRAKK

Pintu ruangan itu tiba-tiba terbuka lebar. Soojung yang membuka pintu ruangan itu dengan keras. Ia tersenyum sinis melihat Eunji yang ketakutan akan dirinya.

Ya! Apa yang kau lakukan? Kenapa kau mengurungku di sini?!” teriak Eunji panik.

Eonni, kenapa kau membentakku seperti itu?” tanya Soojung dengan suara lembut yang dibuat-buat.

“Kau ini kenapa? Apa salahku sampai kau melakukan ini?”

“Salahmu, Eonni? Salahmu banyak! Banyak sekali! Eonni adalah anak kesayangan Harabeoji! Harabeoji lebih sayang pada Eonni dibanding aku! Eonni punya pengawal pribadi, aku tidak. Eonni dijodohkan dengan lelaki tampan, aku tidak. Eonni selalu mendapat kado ulang tahun dari Harabeoji, aku tidak. Bahkan Eonni akan mendapat harta warisan dari Harabeoji!”

“Soojung-ah, kalau masalah itu, kita kan bisa berbagi dan bicarakan baik-baik?”

“Berbagi? Berbagi?”

Arrasseo, kau boleh memiliki semuanya! Lagipla aku tidak merasa butuh dengan apa yang Harabeoji berikan padaku sampai saat ini. Jadi kau boleh memilikinya.”

Eonni tidak perlu repot-repot menyerahkan semuanya padaku, dengan hilangnya Eonni, posisi Eonni akan segera kugantikan,” ucap Soojung dengan penuh kemenangan lalu pergi meninggalkan Eunji yang kembali terkunci dalam ruangan itu.

Para pengawal Soojung, yang sengaja Soojung bayar dengan ketat menjaga rumah tua itu agar Eunji tidak bisa kabur.

“Sialan! Bagaimana bisa Nona Soojung tega melakukan itu pada Nona Eunji?!”

Howon yang tak tega melihat perlakuan Soojung pada Eunji mulai berpikir keras, bagaimana cara ia membebaskan Eunji dan segera memberi tahu Presdir Jung, apa yang telah Soojung perbuat. Baru saja ia hendak bergegas pergi, di hadapannya kini telah berdiri tegak sosok gadis yang tengah menatapnya tajam.

“Kau mau bergabung bersama Eunji Eonni?”

OOO

Minah baru saja selesai menyisir rambut setelah mengganti pakaiannya dengan pakaian milik Eunji ketika pintu kamar –Eunji– nya diketuk pelan. Minah mendadak panik ia hampir saja berteriak kalau saja ia tidak mengingat perkataan Howon. Eunji berbeda dengannya. Eunji bukan sosok gadis yang hobi berteriak seperti dirinya.

Setelah mencoba menenangkan diri dari kepanikannya, Minah akhirnya mulai mencoba untuk menjadi Eunji.

“Masuk saja.”

Begitu perkataan itu keluar dari mulut Minah, seorang pelayan wanita memasuki kamarnya sambil tersenyum. Pelayan tesebut kemudian membungkuk, dan tanpa sadar, Minah pun ikut membungkukkan badannya. Melihat hal itu, pelayan wanita mengerutkan dahi. Setelah menyadari bahwa tidak seharusnya ia ikut membungkuk, Minah langsung kembali menegakkan tubuhnya sambil tersenyum kikuk.

“Tuan Lee sudah datang, Nona.”

Dahi Minah kini berkerut. Ia kebingungan. Ia sama sekali tidak mengenal siapa itu Tuan Lee, dan untuk apa orang itu datang menemuinya. Setelah berdiam cukup lama, Minah akhirnya menganggukkan kepalanya.

Arrasseo, aku akan keluar sebentar lagi.”

Pelayan wanita itu tersenyum kembali sebelum akhirnya keluar dari kamar Eunji. Kini Minah semakin panik. Ia belum siap jika harus dihadapkan pada Tuan Lee atau siapapun itu yang berhubungan dengan Eunji. Minah masih merasa perlu melatih dirinya untuk menjadi seorang Jung Eunji.

Tapi, setelah mengingat marganya, Lee, bukan Jung. Minah berpikir mungkin lelaki yang ingin menemuinya itu bukanlah bagian dari keluarga Jung. Mungkin orang itu belum terlalu mengenal Eunji seperti keluarganya. Mungkin, Minah bisa menemuinya.

OOO

Setelah menuruni tangga rumah keluarga Jung yang sangat mewah dan lebar itu, akhirnya Minah sampai di ruang tamu. Kini ia bisa melihat punggung Tuan Lee yang dimaksud pelayan wanita tadi. Ya, hanya punggungnya, karena lelaki itu tengah menghadap pintu keluar. Melihat postur tubuh yang tegak, rambut yang tidak terlalu rapi, serta kulit tangannya yang belum keriput, Minah bisa memastikan bahwa lelaki itu mungkin masih muda.

Setelah cukup lama diam, Minah akhirnya memutuskan untuk memanggil lelaki itu duluan. “Tuan Lee?”

Lelaki yang dipanggil Tuan Lee itu langsung membalikkan badannya, lalu tersenyum ke arah Minah. Dan betapa terkejutnya Minah saat melihat lelaki yang begitu tampan berada di hadapannya, tersenyum padanya, sangat manis.

Annyeonghaseo, Jung Eunji-ssi.

Senyuman Minah yang baru saja akan mengembang itu mendadak sirna. Ia baru ingat. Lelaki itu mengenalnya sebagai Jung Eunji, anak pengusaha kaya, dan tersenyum kepada Jung Eunji, bukan padanya.

“Apa kau melamun?”

Minah segera tersedar lalu menggelengkan kepalanya. “Jeosonghamnida.”

Mwo? tidak perlu seformal itu. Bukankah kau sudah tahu namaku?”

Minah menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Tuan Lee?”

Jawaban Minah yang begitu polos membuat lelaki tampan itu terkekeh pelan. Ia lalu menatap Minah sambil menggelengkan kepalanya.

“Jadi Tuan Presdir Jung belum memberi tahu namaku? Joneun Gikwang, Lee Gikwang,” ujar Gikwang sambil mengulurkan tangannya, berniat untuk mengajak Minah berjabat tangan. Namun, yang Minah lakukan justru membungkuk ke arahnya.

Lagi-lagi Gikwang hanya terkekeh. Ia lalu mengulurkan tangannya untuk mengacak pelan poni rambut Minah.

“Ternyata kau lebih lucu dari yang difoto, Eunji-ssi.”

Minah hanya tersenyum masam mendengarnya. Pujian itu mungkin seharusnya diterima oleh Eunji, bukan olehnya. Mungkin.

Tunggu. Minah mengingat sesuatu. Eunji pernah bercerita padanya bahwa ia dijodohkan secara paksa dengan orang yang tidak ia kenal. Mungkinkah, lelaki itu Lee Gikwang?

Dengan hati-hati, Minah melirik ke arah Gikwang, mencoba memperhatikan wajahnya yang begitu tampan. Ia heran, kenapa Eunji bisa menolak lelaki setampan Gikwang.

Kalau aku jadi Eunji, aku pasti langsung menerima perjodohan itu. Omo! Apa yang kau pikirkan, Bang Minah? Kaulah Jung Eunji saat ini! Jangan sampai kau mengecewakan Eunji maupun Howon.

“Kenapa kau banyak sekali diam, Eunji-ssi?” tanya Gikwang.

Minah menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis. Kini Minah bingung harus berbuat apa. Mungkin, jika ia harus membela Eunji sebagai Bang Minah, ia bisa saja mengusir Gikwang sekarang juga. Tapi untuk saat ini, ialah yang menjadi Jung Eunji. Ia harus bersikap layaknya Jung Eunji.

“Lihat? Kau melamun lagi.”

Jeosong–“

“Jangan formal,” tegur Gikwang sambil tersenyum.

Mian.”

Gikwang tersenyum geli sambil menggelengkan kepalanya. gadis di hadapannya ini benar-benar polos. “Apa kau berbuat banyak sekali kesalahan padaku?” tanya Gikwang.

Ne?”

“Kenapa kau terus meminta maaf?”

Mianhaeyo.”

“Lihat? Kau baru saja meminta maaf lagi padaku,” ucap Gikwang yang terlihat gemas terhadap kepolosan Minah.

Minah semakin bingung harus berbicara apa pada Gikwang. Tanpa sadar, ia mulai melupakan dirinya sebagai Jung Eunji.

“Lalu aku harus bilang apa?!”

Minah reflek menutup mulutnya. Ia lalu memukul-mukul kepalanya karena telah berteriak di hadapan Gikwang. Ia merasa sangat malu. Tidak seharusnya seorang Jung Eunji bersikap tak sopan seperti itu. Ia merasa telah jahat pada Eunji.

Namun, Minah terkejut melihat ekspresi wajah Gikwang. Lelaki itu, kini terkekeh sambil mengacak kembali poni rambutnya.

“Kau lucu sekali! Kau tidak perlu bilang apa-apa. Aku hanya ingin mengajakmu berkencan, kau tinggal bilang mau atau tidak?”

To Be Continued

maaf kalo pendek dan ber-typo^^

kalo ada yg bingung kenapa aku couple-in minah sama gikwang, nih, aku kasih foto2nya~

11BTErrByCAAEKX-O.jpg largesd

Advertisements

7 thoughts on “Resemble (Chapter 2)

  1. Suka banget author >.<
    salam kenal aku reader baru n aq ska bnget coupe ini…
    Lanjutan'a bner2 d tunggu n jangan lama2..
    Klo blh tau tu minah sma gikwang d acara apa?

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s