[FF Freelance] Secrets of Yellow Roses (Part 5)

cats (1)

Judul ff: Secrets of Yellow Roses (Chapter 5)

Author  : Cavendish Nam

Cast      : Kris Wu (EXO-M), Jessica (GG), and Nam Ahrin (OC).

Support cast  : Alex

Lenght  : Chapter

Genre   : Romance

Rating   : PG-12

Previous part: Part 1Part 2Part 3, Part 4,

Disclaimer : Big thanks for RFF for chance was given to me ^^. Ini ff pernah aku post di blog pribadi aku sendiriwww.laventuradelmundo.wordpress.com. FF ini terinspirasi dari mawar merah matahari karangannya kak Luna T. Tapi nggak semunya kok aku Cuma ambil beberapa point aja. Dan Kalau ada kesamaan aku mohon maaf tapi cerita pure tulisan aku. I hope readers will enjoy it. Kalau ada yang mau ditanyain, tanyain aja. Kalo bingung tanya aja pasti baka laku jawab kok🙂

 

 

Kris tahu apa yang akan terjadi selanjutnya jika dia melakukan apa yang di lakukannya sekarang, alangkah baiknya jika Jessica tidak menampikkan dirinya pada malam itu. Begitu berat dan juga gusar perasaan Kris saat ini, dia sudah mengambil keputusan dan harus siap menerima resiko yang akan ia terima kelak. Perasaan yang semakin bergejolak juga resah karena terlalu khawatir pada kondisi sang mantan kekasih yang membuat si Mawar Kuning semakin gusar dan tidak karuan. Apa yang dikhawatirkan selama ini akhirnya datang, walaupun tidak tahu secara pasti apa yang ditakutinya tapi memang pada akhirnya akan mendatanginya cepat atau lambat.

Gadis cantik yang terus tertidur sejak dua hari lalu telihat tidak memindahkan tubuhnya sesentipun. Tersirat diwajahnya bahwa dalam tidurnya dia merasakan sakit yang luar biasa walaupun tubuhnya tertidur, jiwa Jessica masih bisa merasakan rasa sakit. Entah apa yang membuat Kris begitu miris melihat gadis dihadapannya ini. Dengan tidak tega Kris melangkah keluar dari ruangan yang dibalut dominan dengan warna putih dan bau yang khas itu. Rumah sakit. Lebih tepatnya Kris melangkah keluar dari ruangan yang Jessica tempati.

“Apa yang kau lakukan pada anakku keparat?” Tepat ketika Kris melangkah keluar dari ruangan tersebut suara makian yang langsung menusuk relung hatinya menyapanya. Alex, ayah Jessica sedang berada dihadapannya sekarang.

“Akhirnya aku bisa bertemu denganmu setelah bertahun-tahun aku mencarimu” dengan gaya tenangnya Kris melangkah mendekat kearah pria paruh baya dihadapannya.

Mencari Alex seperti mencari jarum diantara jerami-jerami dan berarti itu mustahil, tapi sekarang dihadapannya berdiri Alex, tua Bangka yang selama ini dicarinya dan yang tidak Kris sangka bahwa pria itu sendiri yang datang mendatanginya. Tidak banyak bicara Alex langsung menampar rahang wajah mulus milik Kris.

Seperti yang sudah diduga tidak ada perlawanan dari Kris sendiri, dia hanya menatap Alex dengan tatapan mengejek. Walaupun Kris tidak berbicara sepatah katapun tetapi Alex merasa bahwa wajahnya telah dilempari dan dinodai dengan ludah Kris.

“Aku keparat? Bukankah itu lebih cocok diperunjukkan untukmu tua bangka?”

“Kau memang pria brengsek keparat!” Tanpa basa-basi lagi Alex langsung menghajar tubuh Kris tanpa ampun, seperti ingin menghabiskan nyawanya detik ini juga. Tapi hal itu tidak mungkin ia lakukan karena sekarang Kris adalah salah satu anggota Spider.

Dengan tubuh yang sudah babak belur Kris berjalan gontai menjauh dari hadapan Alex berada, sebenanrya Kris ingin menyelesaikan masalah diantara keduanya tapi mungkin ini bukanlah diwaktu dan kondisi yang tepat. Kris harus bisa lebih bersabar jika ingin mendapatkan apa yang diinginkannya, apa yang selama ini selalu dipertanyakannya, ia harus lebih sedikit bersabar lagi.

Sepeninggalan Kris dari hadapan Alex membuat pria paruh baya itu jauh lebih sedikit mengendurkan emosinya, Alex lalu memasuki ruang rawat inap yang untuk sementara ini ditinggali oleh buah hatinya. Terlihat Jessica merasa sangat kesakitan dalam tidurnya sekarang, keringat terus menerus keluar dari pori-pori Jessica tanpa mengenal lelah tetapi Alex hanya tetap berdiri disamping tempat tidur yang Jessica singgahi tanpa berusaha melakukan apapun.

“Mengapa kau melakukan hal bodoh seperti ini? Pria keparat itu tidak pantas untukmu” Seketika Alex bertanya pada Jessica yang masih tetap tertidur seperti keadaan sebelumnya. Alex merasa menyesal karena dialah Jessica menjadi seperti ini, jika saja dia tidak melakukan hal bodoh seperti apa yang dilakukan terhadap kekasih anaknya dulu mungkin ia dan Jessica tidak akan menjadi jauh seperti ini, semua ini karena kesalahannya kesalahan yang seharusnya tidak diperbuat olehnya. Semua ini terjadi karena ia bergabung dengan Spider, jika saja dia tidak melakukannya mungkin tidak akan seperti ini jadinya.

Perlahan kedua kelopak mata Jessica mulai terbuka, sedikit demi sedikit cahaya mulai memasuki relung matanya. Keringat yang membasahi hampir seluruh tubuh Jessica mulai mengering karena pendingin ruangan yang ada diruang inap itu seperti baru menemukan fungsinya.

“Dad?” Jessica seperti memastikan siapa pria yang ada dihadapannya sekarang, ragu akan apa yang dilihat oleh penglihatannya.

“Apa kau sudah sadar? Kalau begitu bersiap-siaplah untuk pulang ke California”

“Tapi aku masih merasa sakit dan lelah”

“Kalau begitu besok atau lusa kau harus pulang

dan jangan berani untuk pergi menemui Kris” Setelah berbicara kalimat terakhir Alex pergi meninggalkan ruang inap tersebut. Jessica hanya menghela nafasnya, lelah dengan hidup yang selama beberapa tahun ini ia jalani. Kau dimana Kris? Aku khawatir dengan keadaanmu.

***

“Apa yang kau lakukan hingga tubuhmu menjadi seperti ini?” Ahrin terus mengobati luka yang bertabur hampir disekujur tubuh kakak lelakinya itu. Sebenci apapun Ahrin terhadap Kris tetap saja pria itu adalah satu-satunya kakak laki-laki yang ia punya.

“Apa kau ingat Alex?”

“Ayah dari wanita brengsek yang telah membuatmu seperti ini kan?” Kris langsung membungkam mulut Ahrin lembut dengan senyum tulus tersungging dibibirnya.

“Ya dia yang membuatku menjadi pria brengsek dan dia pula juga yang menghajarku hingga seperti ini. Tapi jangan kau panggil Jessica seperti itu, bagaimanapun kalian adalah sesama wanita dan wanita adalah mahluk paling cantik juga berhati mulia didunia ini” Ahrin terus mengobati luka Kris, ia ingin menangis tetapi itu bukanlah dirinya jika ia menangis. Ia merindukan kedekatan seperti ini kehangatan yang Ahrin jalin bersama Kris dulu sebelum semuanya berubah.

“Bisakah kau meminjamkan perusahaan untuk sekali ini saja?” Seperti disiram air es, Ahrin dipaksa untuk bangun dari imajinasinya, bahwa tidak mungkin Kris bisa kembali seperti dulu. Tiba-tiba Kris menghancurkan kehangatan yang baru saja dirasakan kembali oleh Ahrin. Tanpa berkata apapun lagi Ahrin bangun dari hadapan Kris dan berniat untuk masuk kekamarnya.

“Hanya sekali ini saja, aku berjanji akan melakukan apapun yang kau inginkan. Sungguh!” Sebelum Ahrin masuk kedalam kamarnya kalimat itu meluncur begitu saja dari mulut manis Kris.

“Apapun? Kau tidak akan berbohong? Bagaimana bisa aku mempercayaimu? Aku sudah tidak mudah dibohongi oleh mulut manismu itu Oppa

“Hmm… Apapun. Bagaimana bisa kau tidak mempercayai kakakmu sendiri NYONYA Nam?” Ahrin hanya mendengus kesal mendengar kakak laki-lakinya itu menekankan panggilan nyonya terhadapnya.

“Tapi apa aku boleh bertanya sesuatu?” Tiba-tiba Kris memandang Ahrin dengan memasang raut wajah serius.

“Katakan”

“Kyuhyun… Kau mengenalnya?”

“Uh? Tentu saja aku mengenalnya! Tapi… bagaimana kau bisa tahu Kyuhyun-ssi Oppa?

Kris tertegun ditempatnya tampak seolah-olah pria itu sedang berfikir keras, tampak sekali wajahnya menegang ketika Ahrin menjawab pertanyaan terakhirnya. Melihat perubahan sikap Kris yang aneh, Ahrin kembali mendekati tempat Kris. Bingung mengapa pria dihadapannya ini berubah menjadi aneh seperti ini.

“Jauhi Kyuhyun!” Tiba-tiba Kris berteriak dan tentu saja perbuatan Kris membuat Ahrin kaget, ada apa dengan kakak laki-lakinya ini?

“Memangnya kenapa?”

“Bagaimanapun caranya kau tidak boleh bertemu apalgi berkomunikasi dengannya!”

“Ada apa denganmu? Aneh! Lagipula tidak mungkin aku menjauhinya, karena kedua perusahaan kami sudah saling terikat kontrak” Kali ini Ahrin mencoba untuk tidak terpancing emosinya.

“Brengsek kau Kyuhyun!”

 

***

Kalimantan, Indonesia. 2 hari lalu.

Langkah kaki pria berperawakan tinggi menelusuri lorong panjang yang gelap dan tak ada cahaya penerangan sedikitpun, ditangannya terdapat lilin yang masih utuh dengan sumbu yang belum terbakar tanda belum terpakainya benda itu. Ketika ingin memasuki sebuah ruangan pria itu baru menyalakan lilin dengan membakar sumbu yang ada digenggamannya untuk mencari saklar lampu didekatnya. Seketika ruangan itu tidak menjadi gelap lagi dikarenakan sinar lampu yang ada diruangan tersebut satu per satu mulai menyala. Tampaklah wajah seseorang yang menyalakan saklar lampu tadi, Kris.

Mata Kris seolah mencari sesuatu didalam ruangan yang cukup besar itu tapi dia seperti tidak menemukan apapun. Tiba-tiba ada tangan yang mencengkram bahu Kris, tangan Kris refleks menarik pistol yang ada didalam saku jasnya.

“Kau?”

To be continued…

One thought on “[FF Freelance] Secrets of Yellow Roses (Part 5)

  1. akhirnya sekian lama nunggu.. di post kembali ff ini..
    author aku mohon jangan lama lama lg update ini ff.. aku suka banget sama ff nya🙂

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s