[FF Freelance] Can’t Love (Chapter 1)

IMG_0869

Judul: Can’t Love (Chapter 1)

Author: HimeKa

Rating: PG-15

Length: Chapter

Genre: Schoollife, Romance, Sad.

Main Cast: Park Chanyeol (EXO-K), Xi Luhan (EXO-M), Lee Hime (OC), Do HweJi (OC)

Support Cast: You can find by yourself^^

Disclaimer: Ini ff pertama kita,  ceritanya mungkin agak absurd karena kita masih penulis amatiran. Dimaklumi aja kalau banyak typo bertebaran. Kami mohon support untuk part berikutnya~~^^

CAN’T LOVE

  (PART 1)

-Hime’s POV-

“Hime-ya~ apakah kau tidak bisa lebih cepat huh?” Seseorang memanggilku dengan suara berat-nya.

“Ya! Apa kau tidak melihat aku sedang memakai dasi huh?” balasku seraya mengenakan dasi sekolahku dengan susah payah. Sejak kecil aku memang tidak terlalu pandai memakai dasi. Hei tetapi aku tetap bisa memakai dasiku sendiri!…meskipun harus memakan waktu.

“Aish..kenapa kau masih saja tidak berubah?” Katanya jengkel seraya mendekatkan badannya agar dapat membantuku mengenakan dasi.

Aku menahan nafas. Wajahnya sangat dekat. Aku sangat membencinya jika Ia sedang melakukan hal seperti ini, Hal ini benar-benar tidak bagus untukku. Tidak bagus untuk salah satu organ yang berada di dalam dadaku.

“Nah sudah. Kajja, kita sudah hampir telat” ucapnya.

“Gomawo” aku tersenyum tipis padanya. “Kajja!”

 

Dia temanku, Ah tidak.. lebih tepatnya sahabat. Ia sahabatku sejak kecil. Entahlah, kebetulan atau tidak sejak sekolah dasar kami selalu mendapatkan sekolah yang sama dan kelas yang sama pula.

Aku sangat bahagia jika bersamanya, saat bersamanya aku merasa aman dan nyaman. Ia selalu membuatku tersenyum dan tertawa. Ia dapat membuat hidupku kembali berwarna. Ia adalah Happy Virus-ku, Park Chanyeol.

 

-FLASHBACK-

“Ya! Kau gadis jelek! Mengapa kau selalu menggunakan kacamata jelek itu? Tapi kau sangat cocok dengan kacamata itu. Sama jeleknya denganmu! Hahahaha” Ucap seorang anak laki-laki gemuk seraya mengambil kacamata dari wajah gadis kecil tersebut.

“Akh, kembalikan kacamataku. Aku tidak bisa melihat..Hiks” pinta gadis kecil itu seraya menangis.

“Kau tahu? Kau makin jelek jika tidak menggunakan kacamata. Hahaha” balas anak laki-laki gemuk tersebut. Ia menarik rambut gadis kecil itu. “Dasar gadis jelek!”

Gadis kecil itu hanya bisa menangis. Dia tidak cukup kuat untuk melawan anak laki-laki tersebut.

“YA!! Bisakah kau tidak menggangu dia?” Seorang anak laki-laki yang berbeda tiba-tiba datang dan menyingkirkan tangan anak laki-laki gemuk tadi. “Kembalikan kacamatanya!” ia langsung gugup seketika setelah melihat siapa orang tersebut. Anak laki-laki gemuk tadi langsung memberikan kacamatanya pada gadis kecil tersebut.

“Mianhaeyo, aku tidak akan mengganggunya lagi” ucap anak laki-laki gemuk tersebut seraya berlari.

Pandangan anak laki-laki tersebut berpindah ke gadis kecil. Ia berjalan mendekat kearah gadis kecil itu.

“Jangan mendekat!” Ucap gadis kecil itu bergetar. Ia takut. Ia takut dengan semua orang yang ingin mendekatinya hanya untuk menyakitinya.

Anak laki-laki tersebut terkejut melihat gadis itu. Ia sangat ketakutan, pikirnya. “Tidak apa-apa, kau tak perlu takut denganku. Aku orang baik”

Gadis itu mulai mengangkat kepalanya. Badannya masih bergetar.

Anak laki-laki tersebut tersenyum hangat. “Gomawo” ucap gadis kecil itu pelan.

“Kau tidak perlu takut aku akan menjagamu. Tenang saja.” Ucap anak laki-laki tersebut seraya tersenyum lebar dan mengusap kepala gadis itu.

Nyaman. Ia orang baik, pikir gadis kecil itu. Gadis kecil itu tersenyum kecil.

“Park Chanyeol, Kau?”

“Lee Hi Me”

 

-FLASHBACK OFF-

 

*Class

Pelajaran bahasa. Membosankan seperti biasanya, pikirku. “Ya, chanyeol-ah” aku menoleh ke arah tempat duduknya,untungnya tempat duduknya persis disamping kanan ku sehingga tidak perlu khawatir jika suaraku terdengar oleh seongsaenim.

Ia tidur. Mengapa Ia selalu mempunyai kesempatan untuk tidur dikelas?tsk.

Aku tersenyum licik, ku sobek sedikit bagian buku yang kosong, ku buat kertas itu menjadi bulat seperti bola. Kulemparkan bola kertas itu ke wajahnya. Strike.

“YAK!!” Ia terbangun dan berteriak.

“Park Chanyeol-ssi apa yang kau lakukan di kelasku?! Apa kau tertidur disaat pelajaranku?” Bentak Songsaenim.

“An..ani, Ssaem” belanya

“Berdiri di luar kelas! SEKARANG!!” bentak Mrs. Songsaenim. Chanyeol hanya bisa menunduk. Dia hanya menghela nafas.

Aku memalingkan wajahku ke jendela seolah tidak mengerti apa yang terjadi. Saat kucoba melirik kearahnya Ia sedang berdiri dari tempat duduknya dengan melemparkan death glare kepadaku. Aku langsung memalingkan wajahku kembali ke jendela. Rasakan kau Chanyeol haha, aku tertawa senang.

 

-Chanyeol’s POV-

“Sial, dia mengerjai-ku lagi. Awas kau Lee hime.” Gumamku sambil tersenyum.

Lee Hime. Ia adalah sahabatku dari kecil. Meskipun dia sangat jahil denganku tetapi aku senang. Melihatnya tersenyum dan tertawa membuatku bahagia. Aku benar-benar tidak ingin melihat dia bersedih dan menangis. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk menjaganya. Yeongwonhi.

 

-Author’s POV-

Jam istrirahat sudah berlangsung, Chanyeol yang sedari tadi diluar kelas bersembunyi dibalik pintu kelas. Hime berniat ingin menyusul Chanyeol diluar kelas.

“BAA!!” teriak Chanyeol

“KYAA!” melihat Hime berteriak kaget, Chanyeol tertawa keras.

“Ya!! Neo micheoso?! Kau menginginkan jantungku copot huh?”

“Hahaha, Balasan. Kau tahu yang dikelas tadi, hum?”

“hehe, Mianhae Yeollie” ucap hime seraya tersenyum lebar.

“Arra arra, kajja kita makan di kantin” ajak Chanyeol

Kantin sekolah memang lumayan jauh dari kelas mereka. Di perjalanan ke kantin mereka sangat menikmati setiap lelucon yang keluar dari mulut mereka.

“Chanyeol-ah” ucap hime

“Ne?” Chanyeol berpaling menatap Hime

“Mengapa kau sangat tinggi? Bukannya dulu waktu kita kecil, tinggi kita sama?” tanya Hime seraya membenarkan posisi kacamatanya. Ia sangat penasaran mengapa Chanyeol menjadi namja yang sangat tinggi.

“Ya, mengapa kau polos sekali huh” ucap Chanyeol seraya mencubit pipi Hime. “Akh yaaa~appo~”

“Aku ini namja, pertumbuhanku lebih pesat daripada yeoja, kau tahu?” jelas Chanyeol. Hime hanya mengangguk-anggukan kepalanya pertanda mengerti.

“Hei, Hime-ah.. mengapa kau sangat pendek?” tanya Chanyeol meniru Hime

“Ya, mengapa kau meniru pertanyaanku?”

“Hahaha”

 

*Canteen

Hime dan Chanyeol sedang duduk dikursi yang biasa mereka tempati. Mereka terlihat sangat menikmati makan mereka.

Hime tidak sengaja mendengar perbincangan siswa yang duduk disekitarnyaa.

“Chanyeol-ah, apakah akan ada murid baru? Mengapa mereka terus membicarakannya?” tanya Hime.

“Entahlah. Jangan terlalu dipikirkan, cepatlah kembali makan.” Ujarnya

Seperti biasa, Chanyeol sangat cuek dengan keadaan disekitarnya.

 

——————————————–**—————————————–

Hime memasukan buku-bukunya kedalam tas, dan meletakan tasnya di pundak.

“Sudah? Kajja kita pulang” ucap Chanyeol seraya tersenyum kepadanya.

“uhm, kajja!”

Sepanjang jalan pulang mereka menikmati pemandangan kota Seoul, musim semi telah tiba, indahnya Cherry Blossom sudah mulai terlihat, hangat matahari yang menyentuh permukaan kulit mereka dan hembusan angin menambah kesan sejuk cuaca di kota Seoul.

Saat sampai didepan rumah masing-masing mereka berpamitan.

“Bye, Chanyeol” ucap Hime seraya melambaikan tangannya.

“Bye” balas Chanyeol melambaikan tangan dengan tersenyum.

 

—————————————***———————————————

-Hime’s POV-

 

“Aku pulang”

“Eomma?Appa?” Kenapa sepi sekali?. Kulangkahkan kaki keruang baca yang biasa digunakan Appa.

Mungkin belum pulang, pikirku.

Rumah sebesar ini tak ada siapapun selain aku, sudah sebagai santapan sehari-hari. Eomma dan Appa memang sangat sibuk dengan perusahaannya yang berada di Seoul dan Jepang.

Kubuka pintu kamarku, kuletakkan tas sekolah di meja belajar. Setelah mengganti pakaianku, kubaringkan badanku ke tempat tidur. Pikiranku kembali apa saja yang hari ini kulakukan bersama Chanyeol. Aku tersenyum. Detak jantungku saat bersamanya akhir-akhir ini terus saja membuatku hampir gila. Aku menggelengkan kepalaku, “Ia sahabatku. Aku tak mungkin menyukainya terlebih lagi mencintainya lebih dari seorang sahabat. Itu tidak boleh terjadi”

——————————————–**——————————————–

“OMO! Aishh.. jinja, kenapa aku bisa tertidur lama sekali” Aku melihat jam yang sudah menunjukan pukul 6.

Aku bangkit dari tidurku dan langsung menuju ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhku kembali. Setelah selesai mandi aku menuju kedapur untuk mengisi perut yang dari kantin tadi belum terisi lagi. Aku mengambil roti dan susu secukupnya, lalu kembali kekamar berniat mengerjakan tugas Matematika yang diberikan Seongsaenim disekolah tadi.

“Aishh.. Kenapa susah sekali” Kuacak rambutku karena frustasi. Kucoba mengerjakannya lagi,

“Kenapa aku benar-benar bodoh dalam hal matematika!” Ucapku frustasi.

Kulangkahkan kakiku menuju jendela untuk mencari udara segar. Seperti biasa, kulihat Chanyeol memainkan gitarnya.

 

Chanyeol P.O.V

“Eomma, Appa, aku sudah kenyang. Aku kembali ke kamar dulu” pamitku.

“Yak! Chanyeol-ah, apa kau tidak mau membantu noona mu ini?”

“Ani, Kau bisa membereskannya sendiri noona, aku sibuk” Kuhiraukan omelannya, langsung kulangkahkan kakiku menuju kamar.

Sesampainya dikamar kuambil gitar favoritku, dan seperti biasa kumainkan sebuah lagu untuk menghilangkan rasa bosan. Dipertengahan lagu, aku merasa ada yang memperhatikanku, kualihkan pandanganku kearah jendela. Kudapati Hime sedang melihat kearahku.  Kusapa dia dengan senyum. Kita dari kecil memang sudah menjadi tetangga dan jendela kamar kita berseberangan , jadi kami bisa saling melihat satu sama lain melalui jendela.

“Annyeong” meskipun dia tidak dapat mendengar suaraku, tapi Ia mengerti, dengan kulambaikannya tanganku.

“Kau sendirian lagi dirumah?” tanyaku.

“Ne” balasnya seraya tersenyum tersenyum.

“Apa perlu aku kerumahmu untuk menemani?” tawarku. Ia langsung menggelengkan kepalanya. Aku mengerti, mungkin ia tidak ingin merepotkanku.

“Araseo” balasku

“Chanyeol-ah, aku ingin melanjutkan tugasku dulu, jalja” Ucapnya seraya tersenyum, lalu Ia langsung menutup tirai kamarnya.

 

-Author’s POV-

Setelah melihat Hime menutup tirai kamarnya, Chanyeol melihat jam yang sudah menunjukan pukul 8malam. Ia mengalihkan pandangannya kearah halaman rumah sahabatnya tersebut, “Orang tua-nya belum juga datang. Apa yang mereka pikirkan membiarkan anak perempuan semata wayangnya sendirian dirumah,huh?” gumam Chanyeol. Ia sangat khawatir dengan keadaan sahabatnya, meskipun sahabatnya telah mengatakan bahwa Ia baik-baik saja dengan sebuah senyuman, tetapi tetap saja Ia sangat khawatir.

 

—————————————-***———————————————–

Hime bangun dari tidurnya, Ia merenggangkan badan sejenak dan membuka jendela, dan melihat tirai jendela sahabatnya masih belum terbuka. Dasar pemalas. Segera Ia mengambil handuk dan segera mandi, Ia tak ingin terlambat seperti kemarin. Setelah mandi Ia  mengenakan seragam sekolahnya dan of course Ia berhasil memakai dasinya sendiri meskipun memakan waktu 3menit. Lalu, Ia mengambil kacamatanya yang tergeletak dimeja, dan memakainya.

“Selamat pagi Eomma, Appa.” Sapanya saat melihat orang tuanya sedang berada di meja makan, menunggunya untuk sarapan bersama.

“Selamat pagi chagi, apakah tidurmu nyenyak?”

“Uhm, tentu saja” balas Hime seraya memasukan roti panggang ke mulutnya

“Chagi, kami berangkat dulu. Hari ini kita akan ada rapat sampai malam. Eomma sudah menyimpan berbagai bahan makanan di kulkas. Tidak apa-apa kan?” jelas orangtuanya. Jujur, Hime sebenarnya kecewa saat tau bahwa orang tua-nya akan pulang telat lagi. “Gwenchana, Eomma Appa, aku sudah besar jadi tak perlu khawatir padaku. Lagipula ada Chanyeol yang akan menemaniku” Ia mengatakan hal itu agar orangtuanya tidak terlalu khawatir padanya. Ia tidak suka jika melihat orang lain khawatir karenanya.

Setelah selesai memakai jas dan sepatunya, Hime keluar dari rumahnya.

“Selamat pagi Hime-ya” sapa Chanyeol tiba-tiba.

“Akh! Yaa~~Chanyeol-ah, mengapa kau senang sekali mengagetkanku?!” mendengar perkataan Hime, Ia mengerutkan keningnya.

“Hei nona, kau yang terlalu mudah terkejut.” Ucap Chanyeol “Dan..ah sebenarnya kau berniat berangkat sekolah atau apa hum?” Chanyeol merapikan rambut Hime yang masih berantakan.

Mendapatkan perlakuan Chanyeol yang tiba-tiba, Hime mematung. Oh Tuhan, perasaan ini muncul lagi, batin Hime.

“Ccah, sudah rapi. Kajja”

—————————————–***———————————————-

Hime’s POV

Seraya menunggu bel masuk, aku mengambil buku bahasa dan membacanya. Dari kecil aku memang lebih tertarik dengan pelajaran Bahasa. Entahlah, menurutku pelajaran yang bersangkutan dengan Bahasa itu sangat menyenangkan, daripada pelajaran yang berhubungan dengan perhitungan, melihat angka-angka sangat membuatku pusing. Tak lama kemudian bel masuk berbunyi. Kim Songsaenim memasuki kelas sambil membawa seorang yeoja cantik.

“Anak-anak, kelas kalian mendapat teman baruhari ini” Seongsaenim menjeda kalimatnya, “Silahkan perkenalkan dirimu” lanjutnya setelah mempersilahkan murid baru memperkenalkan diri.

“Wah..yeppeouda, batinku kagum.

Murid baru itu mempunyai rambut panjang yang indah.

“Annyeonghaseyo, Do HweJi imnida, Bangapseumida” ucap murid baru yang bernama Hweji itu seraya membungkukan badannya.

Sepertinya Ia sangat baik, Aku ingin berteman dengannyapikirku. Sebenarnya aku ingin mempunyai teman seorang yeoja, tetapi mereka semua mengacuhkanku. Entahlah, mungkin karena penampilanku.

Aku menoleh kesamping, “Chann–”, kalimatku tiba-tiba terhenti. Aku terkejut melihat ekspresi wajah Chanyeol, selama aku mengenalnya aku tidak pernah melihat wajah terkejutnya seperti itu saat bertemu dengan orang baru.

 

TBC

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s