[FF Freelance] The Bodyguard (Chapter 1)

njkn

  • Title: THE BODYGUARD (Chapter 1)
  • Scriptwriter: Dandel Doc
  • Main Cast: Kim Woobin & Moon Chae Won
  • Support Cast: Find yourself
  • Genre: Romance, Comedy, Action.
  • Duration:Chaptered
  • Rating:PG 15

Summary : Kim Woobin adalah seorang agent di NSA. Kali ini ia ditugaskan untuk menjadi bodyguard seorang artis terkenal bernama Moon Chaewon. Ia memang cantik, tapi ia yeoja yang sangat angkuh dan sinis. Bagaimana Woobin menghadapinya dan bagaimana kelanjutan kisah mereka?

 

 

 

Seoul, 06:15.

Udara terasa sangat dingin, dan langit masih terlihat gelap. Tapi seperti biasa aku sudah siap dengan setelan jas rapiku, bersiap untuk pergi kerja.

Pekerjaanku mungkin tidak seperti yang kalian bayangkan. Aku berkerja di  NSA, National Safety Agent. Aku bekerja sebagai seorang agent. Pekerjaan seperti ini  tidak hanya ada di film-film, tapi memang nyata.

Mendapatkan status sebagai seorang agent disini bukanlah hal yang mudah.  Jika kuceritakan perjuanganku untuk masuk kesini awal, mungkin kalian akan menangis. Kisahku begitu rumit dan panjang. Tapi bagaimanapun, aku berhasil. Ini adalah tahun keduaku.

Apa yang kukerjakan? Yah, selayaknya seorang agent. Aku hanya menerima perintah dari pusat. Aku melakukan apapun yang mereka suruh. Terkadang aku ditugaskan untuk menguntit seseorang, atau menjadi mata-mata, dan kadang menjadi seorang bodyguard. Waktu itu aku pernah menjadi bodyguard di Blue House, menjadi pengawal presiden.

Aku sudah sampai di kantorku. Sesekali aku membungkukkan badan pada orang-orang yang kulewati. Aku berjalan cepat sambil merapatkan jas ditubuhku. Udara begitu dingin, dan aku hanya memakai jas yang tentunya tidak cukup untuk cuaca sedingin ini.

“Woobin-ah, ini kopi untukmu.”  Minjoon sunbae menyodorkan kopi hangat. Dia adalah agent senior disini, lebih kurang sekitar 7 tahun.

“Gomawo, hyung.” Aku sudah lama dekat dengannya, ia sudah kuanggap sebagai hyungku sendiri.

“Aaakh.  Bahkan di pagi yang sedingin kita harus bangun pagi dan bekerja.” Desah Minjoon.  ia sudah menguap beberapa kali dari tadi.

“Kau mengeluh lagi, Hyung.” Jawabku malas.

“Ckckck, dasar anak muda. Aku sudah tua, tau! Tentu saja aku merasa lelah.” Jawabnya. Aku terkekeh pelan. Memang, umurku 26 tahun dan umurnya 36 tahun. Haha.

“Oh ya, aku hampir lupa. Jam 8 nanti Mr.Lee menyuruhmu datang ke ruangannya.”

“Jinja? Kenapa tiba tiba?” Gumamku.

“Molla. Mungkin tugas baru.”

“Ya, mungkin saja.”

****************

“Silahkan duduk.” Mr.Lee mempersilahkanku duduk. Dia adalah salah satu orang penting di NSA, bisa dibilang boss ku.

“Ada apa boss?” Aku biasa memanggilnya boss.

“Kau punya tugas baru. Mulai besok kau mulai bekerja untuk client-mu, sebagai bodyguard.” Kata Mr.Lee tenang.

“Ah, ne. Siapa client-ku kali ini?”

“Seorang aktris terkenal. Mungkin kau mengetahuinya, namanya Moon Chaewon.  Ia punya banyak fans gila, jadi agensinya memutuskan menyewa seorang bodyguard.” Jelas Mr.Lee

Aku mengangguk-angguk. Aku begitu sibuk dengan pekerjaanku, jadi aku tidak tau siapa artis yang sedang terkenal sekarang. Moon Chaewon? Molla. Aku juga tidak tau.

Ini kedua kalinya aku ditugaskan menjadi bodyguard seorang artis. Mengawal seorang artis itu melelahkan, dan membuat telingaku sakit. Tentu saja karna fans mereka yang berteriak tidak keruan. Tapi tentu saja aku harus tetap menjalankan tugasku dengan baik.

“Mereka menyewamu selama 3 bulan. Pastikan ada disampingnya kemanapun ia pergi, dan lakukan tugasmu dengan baik.” Mr.Lee menyerahkan sebuah map yang pasti berisi data-data si artis.

“Ne, aku mengerti. Aku permisi dulu.” Aku membungkukkan badan dengan hormat.

************************

“Ya, kau benar-benar tidak tau siapa itu Moon Chae Won?” Tanya Jongsuk tak percaya. Dia Lee Jongsuk, teman baikku. Ia juga salah satu agent di NSA.

“Molla. Aku baru mendengar namanya hari ini.”

“Dasar namja kurang pergaulan. Moon Cha Won kan aktris paling hot saat ini, aku rasa kau satu-satunya orang korea yang tidak tau!” Ledek Jongsuk. Aku menepuk kepalanya dengan map ditanganku.

“Hot kepalamu. Terserahlah, yang penting aku bisa menjaganya dengan baik.”

“Yaa, sementara aku harus memata-matai lelaki tua, kau malah menjadi bodyguard artis terkenal. Kau beruntung sekali. Moon Chae Won itu luar biasa cantik, seperti dewi! Dia juga lembut dan ramah. Aku iri sekali padamu.” Kata Jongsuk bersemangat.

“Dia kan artis, tentu saja cantik.” Jawabku santai.

“Tapi dia sangat sangat cantik. Kau benar-benar tidak pernah melihatnya di tv?”

“Aku jarang menonton tv.”

“Ya Kim Woobin, apa kau berasal dari Korea Utara?” Kata Jongsuk sebal.

Kutepuk kepalanya lagi. Korea Utara, yang benar saja.

***********************

Kantor Star Agency, 08.50.

Chae Won mengetuk-ngetukkan sepatu hak tingginya ke lantai. Wajahnya terlihat kesal. Disampingnya terlihat dua managernya berusaha menenangkan Chae Won.

“Kenapa lelaki tua itu lama sekali? Apa ia ingin aku mati membeku disini?” Kata Chae Won kesal.

“Mohon bersabar noona, tuan Park pasti segera sampai.”

“Sabar katamu? Kau kira artis sepertiku punya banyak waktu?! Dan ini, bukankah aku menyuruhmu membeli Moccachino? Ini Americano, babo!” Bentak Chaewon kesal. Manager-nya menelan ludah berkali-kali.

“Mianhae, noona. Stok Moccachino di Coffee Shop itu sudah habis.” Kata Manager itu takut takut.

“Carilah ditempat lain! Aku tidak mau tau, cari sampai dapat.” Perintah Chaewon. Managernya mengangguk patuh. Ia sudah maklum, sudah terbiasa dengan sikap artisnya yang seperti ini.

Beberapa saat kemudian, Mr.Park yang daritadi membuat Chaewon kesal datang dan segera duduk di depan yeoja itu. Ia adalah pemilik Star Agency.

“Aigoo Chaewon-ah, kau semakin cantik. Maaf aku sedikit terlambat.” Mr.Park tersenyum lebar. Chaewon memutar-mutar bola matanya kesal.

“Apa diruanganmu tidak ada penghangat, tuan Park? Sebentar lagi aku bisa membeku.” Kata Chaewon sinis. Mr.Park hanya tertawa menanggapinya. Ia sudah terbiasa menghadapi sikap artisnya yang satu ini.

“Bulan ini kau mendapat banyak tawaran CF dan drama. Kerja bagus.” Kata Mr.Park senang.

“Kau pasti senang sekali kan, keuntunganmu tahun ini naik drastis.” Sindir Chaewon lagi. Mr.Park hanya bisa berdehem-dehem.

“Oh ya, tentang bodyguard yang kubilang waktu itu. Dia akan datang sebentar lagi.” Kata Mr.Park sambil melihat jam ditangannya.

“Sudah kubilang aku tidak butuh bodyguard.”

“Tentu saja aktris kelas atas sepertimu butuh.. Kau harus punya pelindung. Kudengar dia sangat kuat dan pandai berkelahi!  Aku sudah membayar mahal pada NSA.”

“NSA atau apapun itu aku tidak peduli. Yang jelas mana dia sekarang? Kau menyuruhku menunggunya? Yang benar saja.”

“Bersabarlah, sebentar lagi di-“

Terdengar bunyi pintu diketuk, kemudian masuklah namja tinggi yang memakai blazer hitam. Ia membungkuk dengan hormat.

“Maaf, saya terlambat.”

“Aah ini dia! Silahkan duduk.” Kata Mr.Park ramah. Chaewon memandang namja itu dengan tajam dari atas sampai bawah.

“Apa kau yakin tidak memperkerjakan orang yang salah, Mr.Park? Baru hari pertama saja sudah telat.” Kata Chaewon pedas.

Namja itu membungkukkan badan lagi.

“Maaf. Tadi jalanan macet sekali. Tidak akan saya ulangi.” Kata namja itu dingin.

Cih, alasan klasik.

“Aaah, aku mengerti. Tidak apa-apa. Siapa namamu?” Mr.Park menengahi.

“Kim Woobin imnida.”

************************

Saat ini aku sedang dalam perjalanan menuju lokasi shooting dramanya. Si aktris Moon Chawon itu. Kami berada dalam satu mobil, managernya yang menyetir dan aku duduk disampingnya.

Ya tuhan. Ini baru hari pertama. Dan yeoja ini.. Ugh. Begitu menyebalkan.

Tadi pemilik agensi nya sempat menceritakan sedikit padaku. Ia memintaku untuk maklum bahwa sifat artisnya yang satu ini memang begitu. Sinis, jutek, perfeksionis, dan juga sombong.

Baru pertama bertemu, dan dia sudah menyerangku habis-habisan dengan kata-katanya yang pedas itu.

Benar kata Jongsuk, ia memang cantik. Tapi Jongsuk bilang ia ramah dan lembut? Yang benar saja.

Kami sampai di lokasi shooting. Aku segera turun dan membukakan pintu untuknya. Jangankan mengatakan terimakasih, menatap wajahku saja tidak.

Ia menyodorkan tasnya padaku. Aku mengernyit.

“Bawa tasku.” Perintahnya.

Aku menghela nafas dan meraih tas itu. Aku rasa aku bodyguardnya, bukan pembantunya.

“Ah, anda Mr.Kim kan? Mian, Chaewoon noona memang begitu. Biar aku yang bawa tasnya..” Managernya tersenyum ramah padaku.

“Gwenchana, biar aku saja.” Tolakku dengan halus. Dengan segera aku mengejar Chaewoon yang sudah berjalan duluan.

**************************

Kedatangan Chaewoon disambut dengan suara teriakan puluhan fansnya yang sudah menunggu di lokasi shooting. Chaewoon tersenyum sekilas pada mereka.

Tiba-tiba seorang lelaki dengan nekat menerobos pembatas dan berlari mendekati Chaewoon. Untungnya sebelum lelaki itu berhasil menyentuhnya, Woobin segera menarik lelaki itu dan memelintir tangannya hingga lelaki itu berteriak kesakitan.

“A-a-ku hanya ingin minta foto, sungguh!” Teriak lelaki itu.

“Bukankah tadi kau berniat menyentuhnya? Kuperingatkan, jangan macam-macam lagi. Atau kau kan berurusan denganku.” Kata Woobin dingin. Ia segera mendorong lelaki itu menjauh. Buru-buru lelaki itu berlari ketakutan.

“Ya, bukankah dia hanya ingin meminta foto? Kenapa harus memelintirnya?” Kata Chaewoon.

“Mian, tapi dia berniat menyentuhmu.” Woobin membungkukkan badan.

“Bisa-bisa semua fans lelakiku kabur karna takut melihatmu.” Sindir Chaewoon.

“Jadi anda lebih suka kalau lelaki tadi menyentuh anda?” Kata Woobin dingin.

“Bukan begitu, tapi.. Yaa, Kau kira kau sedang bicara dengan siapa? Aku ini Moon Chaewon. Moon Chaewon.”

“Aku tau kau Moon Chaewon. Aku baru mendengar namamu kemarin.”

“Mwo? Kau gila. Kau ingin dipecat, eoh?” Kata Chaewon tak habis pikir.

“Ani. Aku hanya menjawab pertanyaanmu. Apa aku salah?”

“Jinja namja gila ini.. Mulai sekarang jangan mendekat padaku!”

Chaewon menatap Woobin jutek kemudian cepat-cepat melangkahkan kakinya. Woobin tersenyum tipis. Ia memang harus banyak-banyak bersabar.

********************************

Seoul, 23:30.

Chaewon menghempaskan badannya diatas tempat tidur. Ia lelah sekali, malam ini shooting dramanya berakhir larut malam.

Huh, ia teringat pada bodyguard baru itu. Menyebalkan sekali. Bahkan tadi ia memaksa mengantar Chaewon ke kamar apartment-nya. Untuk memastikan keselamatan katanya. Cih, jelas jelas ini apartment super mewah dengan kualitas keamanan nomer satu.

Nada bicaranya saja sangat dingin, sekaligus menyebalkan. Dan dia bilang ia baru mendengar nama Moon Chaewon kemarin. Apa dia tidak punya tv? Huh, pasti itu alasannya saja. Tidak ada orang Korea yang tidak mengetahui seorang Moon Chaewon kan? Atau mungkin dia namja kampungan. Dasar menyebalkan.

Dan besok aku harus bertemu dengannya lagi? Ah, sial. Ah iya, tinggal meminta Mr.Park memecatnya. Mudah sekali. Kau memang genius, Chaewon-ah. Batin Chaewon.

***************************************

Esoknya, Star Agency. 07:00.

Chaewoon membanting pintu dengan kasar. Dasar lelaki tua keras kepala. Ia bilang ia tidak bisa memecat namja menyebalkan itu begitu saja, karna telah terikat kontrak selama 3 bulan dan ia harus membayar mahal jika melakukan pembatalan tiba-tiba. Chaewoon bilang ia yang akan membayarnya, tapi si tua itu tetap bersikeras menolak. Sial.

Dan kini ia harus berangkat ke Busan untuk shooting berdua saja dengan namja itu. Bayangkan, berdua. Entah apa yang terjadi tiba-tiba managernya sakit dan tidak bisa ikut. Ya tuhan, hari ini sungguh sial sekali.

*************************************

Dari kejauhan kulihat ia datang dengan wajah merengut. Ia pasti kesal harus pergi berdua saja denganku. Jangan salah, aku juga sama kesalnya.

Ia berjalan cepat sekali, dan tiba-tiba ia tersandung. Dengan sigap aku berlari dan menangkapnya sebelum ia terjatuh. 1 detik. 2 detik. 5 detik. Ia masih berada di-ehm-pelukanku. Mungkin aku akan terus menatapnya kalau ia tidak tersadar kemudian langsung mendorongku menjauh.

“Yaa! Siapa yang menyuruhmu menyentuhku?!”

“Aku tidak berniat menyentuhmu. Kalau aku tidak menangkapmu, apa yang akan terjadi?”

“Bilang saja kau ingin memelukku kan?!” Teriaknya lagi. Lihat kan, begitu menyebalkan. Jelas-jelas ia tersandung.

“Berhati-hatilah kalau berjalan. Atau kau sengaja?” Kataku asal. Aku tidak berniat menggodanya sih, aku hanya kesal.

“Apa katamu? Cih, yang benar saja!”

Huh, dia benar-benar membuang waktu. Aku segera merampas tas ditangannya dan memasukkan tas itu ke mobil. Kemudian ku bukakan pintu untuknya dengan malas.

“Masuklah, nona. “

“Tanpa kau suruh aku juga sudah tau!” Dengan tampang kesal ia masuk ke mobil. Aku menyeringai. Ia bahkan terlihat lucu saat marah. Sayang sekali, wajahnya cantik tapi sikapnya seperti nenek lampir. Oh tidak, apa yang kupikirkan.

Aku segera ikut masuk dan langsung menggerakkan mobil.

Ya tuhan, apapun yang terjadi nanti, tolong aku.

TBC

 

13 thoughts on “[FF Freelance] The Bodyguard (Chapter 1)

  1. kya kim woo bin aigooo masak g tahu moon cae woon …
    kata jong suk beneran emang kim woo bin dari korea utara trus g pnya tv..
    NEXT^^ penasaran kisah selanjutnnya…

  2. ini woobin saking sibuknya kerja kali ya sampe artis terkenal gitu aja nggak tau hihi~
    wow seru mungkin kalo mereka ditinggal cuma berdua aja
    next part soon

  3. hahahah jdi inget kta2 chun song yi apa dia brasal dri korea utara
    penasaran bnget lanjutannya di tunggu next chapter nya ^_^

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s