[FF Freelance] Hey, Can You See Me? (Chapter 1)

DooJoon-yoon-doo-joon-31219122-1600-900

HEY, CAN YOU SEE ME?

CHAPTER 1

by SongHyerin

Main Cast : Yoon Doo Joon (BEAST), Song Hye Rin (OC) | Support cast : Son Dong Woon (BEAST) and Member BEAST | Genre : Romance, Hurt | Rating : PG-15 |Length : Chaptered | Desclaimer : hanya khayalan saya jika ada pihak-pihak yang dirugikan maafkan saya, Don’t copy or repost without permission!

“kau tahu bagaimana rasanya mencintai tapi tak pernah dipandang olehnya?”

SONG HYERIN POV

Perkenalkan aku Song Hye Rin, salah seorang penyanyi solo di Korea Selatan. Aku mempunyai bakat rap, menyanyi, dance. Jangan ditanya sudah berapa banyak piala yang aku dapatkan, saat debutku tahun 2010 aku sudah mendapatkan Daesang Award dan Rookie Award di berbagai penghargaan musik di Korea Selatan, bahkan aku pernah menjadi nominasi di European Music Award dan American Music Award. Suatu prestasi yang membanggakan bagi warga Korea Selatan mempunyai seorang yang penuh bakat seperti aku.

Oh ya, aku pernah terdepak dari grup satu agency-ku. Kalian tahu 2NE1? Aku hampir menjadi bagian dari mereka, kalau saja pada saat kompetensi saat kami akan didebutkan aku kalah dari CL. Kata Direktur kami, seorang grup tidak akan mungkin jika mempunyai dua leader. Jadi, terpaksa dengan sangat berat hati dan perasaan yang kecewa aku didebutkan menjadi penyanyi solo. Walaupun sampai saat ini, aku masih menjaga hubungan baik dengan personil 2NE1.

Keuntungan yang aku dapatkan menjadi penyanyi solo adalah, aku tidak terikat kontrak “tidak boleh memiliki pasangan/kekasih setelah aku didebutkan”, hal ini mengakibatkan aku mengisi kekosongan jadwalku dengan berkencan dengan banyak pria. INGAT! Hanya berkencan, dan aku tak pernah melewati batas selain berpegangan tangan. Mengapa aku mengencani banyak pria? Selain karena aku cantik, dan mempunyai badan bak seorang model, aku ingin melupakan seorang yang pernah membuangku dan menolakku mentah-mentah, tepatnya 3 tahun lalu, pasca aku debut. Kalian pasti tahu leader Beast? Yaa, Yoon Doo Jun, dia menolakku mentah-mentah pada saat aku sudah terpikat padanya sejak masa dia trainee menjadi anggota 2AM atau 2PM.

 

*FLASHBACK 3 YEARS AGO*

Hari ini merupakan hari terakhir aku mempromosikan lagu debutku. Kebetulan hari ini pembawa acaranya adalah Yun Doo Jun, seorang yang selalu aku perhatikan dari dulu. Sepertinya hari ini adalah hari yang tepat bagiku untuk mengutarakan perasaanku padanya. Toh, tidak ada salahnya bagi seorang wanita mengungkapkan perasaannya terlebih dahulu. Aku pun memutuskan untuk menunggunya sampai dia selesai membawakan acara musik ini.

Aku melihatnya keluar dari ruang tunggunya, dan sepertinya dia sudah selesai dengan pekerjaannya. Aku pun menunggunya di tempat parkir di basement  gedung ini.

 

“Yoon Doo Jun-sii, anneyong haseo.” Sapaku ramah

 

“Oh, Hye Rin-sii, anneyong haseo. Ada apa kau disini?”

 

“Ehm, aku … aku… aku sedang menunggumu.” Kataku terbata-bata

 

“Eh, menungguku? Untuk apa? Ada perlu apa kau denganku?” tanyanya dan sepertinya dia penasaran.

 

“Aku…aku…aku sudah memperhatikanmu sejak dari dulu oppa, sejak kau trainee, kau menjadi dancer di penampilan Gikwang Oppa, dan sampai saat ini aku selalu memperhatikanmu.” Kataku tanpa melihat wajahnya, iyaa aku malu. Dan sepertinya wajahku sudah merah.

 

“lalu?”

 

“nan johae oppa.” Kataku dengan suara pelan.

 

“ne??” dia mendekatkan telinganya mengarah kepadaku.

 

“nan johae oppa.” Kataku dengan suara sedikit keras.

 

Sepertinya dia mendengarnya, dan terjadi keheningan diantara kami berdua.

 

“mianhe, Hyerin. Aku tak pernah ada rasa suka padamu. Mian.” Katanya dengan suara yang lirih.

 

Aku tak bisa berkata-kata, seketika ada tetesan air mata di pipiku. Oh no, aku ditolak oleh cinta pertamaku. Bahkan dia tak pernah menganggapku ada.

 

“Arraseo, oppa. Mungkin aku terlalu cepat mengutarakannya padamu. Kita memang belum mengenal akrab satu sama lain. Kalau begitu, maukah kau menjadi temanku oppa, agar kita bisa mengenal lebih jauh.” Kataku dengan berusaha tersenyum.

 

“Maaf, Hyerin-a, sebaiknya kita tidak berteman, daripada kamu tersakiti lebih jauh. Dan sepertinya aku harus segera pergi. Mianhe.”

 

 

*NOW, Winter Desember 2013*

       Itulah pembicaraan terakhir kami. Sampai saat ini, sudah tiga tahun aku tidak berbicara dengannya. Bahkan saat kami sama-sama mengisi satu acara variety show atau bahkan acara musik, kami tidak pernah bertegur sapa sedikitpun. Aku mencoba menghubunginya berkali-kali tapi hasilnya nihil, dia tidak pernah meresponsnya sama sekali. Apa memang sudah tertutup hatinya untukku??

Seperti halnya hari ini, kami sama-sama mempunyai jadwal untuk rehearsal di salah satu stasiun televisi. Kami sempat berpapasan beberapa kali, dan dia tak pernah memandangku sama sekali.

 

“Unnie, dia mengacuhkanku lagi.” Kataku pada managerku yang bernama Lee Soo Hyun.

 

“Sudahlah Hyerin-a, lupakan dia, kau akan mendapat seorang yang lebih baik dari dia kalau kau bisa melupakannya, bukankah kau sekarang dekat dengan member 2PM itu, siapa namanya? Taecyon?.” Kata Unnieku menyemangatiku sambil melihat-lihat jadwalku di tabnya.

 

“Ah, unnie kau tau kan, semua pria yang dekat denganku hanya aku jadikan sebagai pelarianku semata. Aku tak pernah menganggap serius semuanya. Aku hanya menginginkannya Unnie.” Kataku sambil berusaha menahan air mataku agar tidak jatuh.

 

“aku sudah menyerah menasihatimu, kau selalu saja begini saat bertemu dengannya. Ingatlah Hyerin-a hal ini jangan sampai mempengaruhi konsentrasimu dalam pekerjaan. Dia bahkan sudah menutup dan membuangmu jauh-jauh, mengapa kau tidak bisa melupakanmu seperti dia sudah membuangmu jauh-jauh?”

 

“Aku sudah mencobanya, tapi tak pernah berhasil. Selalu dan selalu dia muncul lagi dihadapanku dan pikiranku lagi.” Kali ini air mataku sudah tak mampu lagi ku bendung.

 

“aish, jinjaa, sudahlah Hyerin-a aku sudah muak melihatmu menangis.”

 

“arraseo Unnie. Aku akan berhenti menangis, tapi belikan aku es krim coklat dulu, aku ingin makan itu.” Kataku ke manajerku.

 

“ne, setelah selesai acara ini ne. kau ini.”

 

“gomawo unnie.” Kataku dengan berusaha tersenyum walaupun hatiku tidak rela. Masih terbayang dengan jelas wajah acuhnya tadi saat berpapasan denganku.

 

“Ah, kau ada jadwal variety show minggu depan. We Got Married.” Kata Unnieku.

 

“Arraseo..” Kataku tidak fokus.

 

“MWO? WGM?? Jinja?? Jeongmal??” kataku kaget. Aku sebenarnya sudah membicarakan dengan Papa YG sejak lama, tapi baru kali ini dia menyetujuinya. Gomawo Papa YG.

 

“Ne, sepertinya permintaanmu kali ini benar-benar ditanggapi serius oleh Direktur, sampai dia mau menyetujui acara ini.”

 

“Sepertinya, aku harus segera menghubungi Papa YG untuk berterimakasih. Tapi sepertinya jam segini dia pasti masih sibuk di kantornya.” Kataku.

 

“Ne, gunakan acara ini untuk melupakan leader itu. Semoga kau langgeng dengan suamimu Hyerin-a. hahaha.” Kata manajerku.

 

“Doakan saja aku Unnie, semoga ada selebriti atau idol yang belum pernah aku kencani, semoga saja.!” Kataku dengan pose orang berdoa dan menutup mataku rapat-rapat.

 

“Memangnya kenapa?? Bukankah lebih enak jika sudah akrab?” kata unnie ku penasaran

 

“Enak dari mananya Unnie?? Justru hal tersebut jadi mala petaka besar, pasti suasananya menjadi tidak enak dan awkward.,”

 

“Arraseo, kajja kita pulang sepertinya acaranya sudah selesai, kau aku ijinkan tidak mengikuti acaranya sampai akhir. Bisa gawat kalau ada yang tahu kau barusan menangis.” Ajak Unnieku.

 

“Gomawo unnie, kau sangat perhatian sekali padaku.” Kataku sambil berusaha memeluknya.

 

“YA! Hentikan! Aku tak suka dipeluk!!”

 

 

*ONE WEEK LATER, FIRST DAY WE GOT MARRIED*

       Hah, akhirnya tiba juga waktunya pengambilan gambar. Kau tahu, kemarin aku bahkan tak bisa tidur membayangkan bagaimana rupa “suami”ku. Bahkan di internet, ramai yang membicarakan kalau “suami”ku adalah seorang idol. Bagaimana kalau benar-benar dia adalah mantan kekasihku. Aku bahkan tak bisa membayangkan hal itu. Semoga bukan, semoga bukan.

Pengambilan gambar pertama kali ini dilakukan di Namsan Tower, tepatnya di restoran Namsan Tower. Aku menunggu “suami”ku dengan perasaan cemas, siapa dia? Bagaimana kalau dia mantan kekasihku? Bagaimana kalau dia tak sesuai harapanku?. Hal-hal itu berkecamuk di pikiranku selama aku menunggunya.

 

“Hyerin-sii, sepertinya kau harus menunggu lebih lama lagi, karena menurut informasi dari manager “suami”mu, dia akan datang terlambat. Mianhe kau harus menunggu lama.” Kata salah seorang PD dari WGM ini.

 

“Gweanchana, aku sepertinya juga tidak ada jadwal sebentar lagi.” Kataku berusaha tersenyum.

 

Sambil menunggu aku melihat keluar, pemandangan di kota Seoul ini benar-benar bagus sekali, kebetulan sekali sekarang sudah malam dan cuacanya cerah sehingga aku bisa melihat lampu-lampu di kota Seoul dengan sangat jelas dari sini.

 

“Hyerin-sii, “suami”mu sudah sampai di basement, bersiap-siaplah untuk pengambilan gambar pertama.” Kata PD.

 

“Nde.”

 

“Suamiku” datang dengan lift yang berada tepat di depanku. Saat suara lift berhenti berdenting. Seketika jantungku mencelos, lidahku keluh, oksigen di sekitarku serasa habis. Pintu lift terbuka dan memperlihatkan sosoknya, sosok yang menghantui selama ini. Cinta pertamaku. Yoon Doo Joon…..

 

 

 

One thought on “[FF Freelance] Hey, Can You See Me? (Chapter 1)

  1. kyaaaa di tunggu kisah selanjutnya apa cinta hye rin akan terbalas kan… apa perjuangnnya akan memuahkan hasil…. kya pasti ada moment YG fammillynya ..
    next^^

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s