[FF Freelance] ComeBack Home

[FF FREELANCE] COMEBACK HOME

Title : ComeBack Home

Scriptwriter (Author) : Kapin

Main Cast :

  • Sandara Park [2NE1] as Dara
  • Lee Donghae [Super Junior] as Donghae

Support cast :

  • Park Chanyeol [EXO] as Chanyeol
  • Lee Chaerin [2NE1] as Chaerin

Genre : Romance, Sad, Married Life, Family.

Rating : 15

Duration (length) : Vignette

 

Disclaimer :

All cast are belong to God, but this fanfiction is mine. Pernah dipublish disini. Sorry for typo · DON’T BASH · DON’T PLAGIAT · COMMENT · LIKE · Thank You ·

Sumarry:

Bisakah kau kembali pulang?

~~~~~~~~~~

“Astaga, noona kau sudah dewasa tapi kenapa kelakuanmu seperti anak kecil huh?”

Chanyeol baru saja pulang dari sekolah  tak percaya apa yang dilihatnya disofa ruang tengah, noona nya kini tengah meringkuk disofa sambil memakai kostum favoritenya yang berbentuk hotdog.

“Aku bosan chanyeol-aah” Ujar dara lesu.

Dara dengan bosan menekan tombol tombol remote tv, tak ada acara tv yang menurutnya menarik. Dengan kesal dara membuang remote tv ke meja didepannya dan kembali meringkuk seperti ulat.

Betapa tidak sepulang dara dari rumah sakit sebulan yang lalu hingga kini dara tidak diizinkan oleh keluarganya untuk keluar rumah walaupun hanya ke taman komplek rumahnya tanpa alasan yang jelas.

Chanyeol duduk dibawah beralasan karpet tepat didepan sofa, menyandarkan punggungnya dikaki sofa.

“Noona bosan?” Tanya chanyeol tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel layar sentuhnya.

Dara hanya menggangguk entah chanyeol melihatnya atau tidak.

“Bagaimana kalau kita beli bubble tea? Eomma dan appa sedang tak ada dirumahkan?”

Dara langsung berusaha untuk duduk –kau pikir mudah memakai konstum hotdog huh?- Terlihat matanya berbinar binar.

“Benarkah?” Kata dara antusias.

Chanyeol menarik ujung bibirnya membuat lengkungan keatas melihat noona-nya senang lalu menggangguk.

“Tapi noona harus menganti kostum itu dulu.” Chanyeol menunjuk kostum hotdog yang sangat menggangu pandangannya daritadi.

Dara menggangguk semangat. Dengan bantuan chanyeol akhirnya dara dapat berdiri dari sofa dan berlari kecil menuju kamarnya.

Chanyeol menatap punggung dara hingga tak terlihat dari balik pintu kamarnya. Chanyeol menghela napas berat. Ia hanya ingin noona nya yang kembali seperti dulu, ceria. Tidak seperti sekarang ini dara sering kali kepergok chanyeol sedang melamun. Chayeol tahu kedua orang tuanya sangat mengkhawatirkan noona nya itu dan bertindak over protektif seperti ini apalagi semenjak kejadian setahun yang lalu. Kecelakaan itu merenggut kesadaran dara hingga ia koma selama satu tahun lamanya.

 

~~~~~~~~~~

 

Dara duduk sendiri disudut ruangan, sedangkan chanyeol sedang memesan bubble tea. Dara memperhatikan hiruk pikuk kota seoul dari jendela besar yang tepat berada disamping mejanya yang membuatnya kurang nyaman. Entahlah sepertinya ia tidak begitu menyukai keramaian.

Suara deheman seseorang membuyarkan lamunannya, lantas dara menegakkan kepalanya kearah seorang yeoja yang memakai kacamata hitam yang kini tengah berdiri dihadapannya.

“Bolehkah aku duduk disini?”

Tanpa menunggu izin dari dara, yeoja tersebut langsung duduk.

“Kau… kau siapa?” Tanya dara takut.

Yeoja itu tidak bergeming pura pura tidak mendengar pertanyaan dara, lantas ia sibuk dengan ponselnya.

Chanyeol datang sembari membawa 2 bubble tea pesannya dan dara.

“Noona ini bubble tea mu. Oh, chaerin noona kau kah itu?” Chanyeol terkejut melihat wanita yang selama satu tahun ini ia tidak lihat. Wanita yang penuh dengan sikap dingin kepada siapa saja tak terkecuali kepada chanyeol.

“Terima kasih.”  Chaerin mengambil paksa 1 bubble tea dari tangan chanyeol  dan langsung meminumnya tanpa rasa bersalah sedangkan chanyeol hanya bisa melongo. Jangan tanya dara kini ia hanya mengernyitkan dahinya heran.

Akhirnya dengan terpaksa chanyeol duduk di tengah tengah antara mereka . Chanyeol berharap dalam hati chaerin tidak akan secerewet biasanya.

Chaerin meminum bubble teanya – yang seharusnya diminum chanyeol – lalu dengan angkuh menanggalkan kacamata hitamnya.

“Dia masih tidak dapat mengingatnya?” Tanya chaerin pada chanyeol sambil menunjuk dara lalu tersenyum kecut.

“Mengingat apa?” Tanya dara penasaran.

“Kau tidak memberitahunya?” Sungut chaerin kesal.

“Noona kita bicarakan ini diluar saja.”

Saat chanyeol hendak menyeret chaerin keluar namun dara lebih cepat menahan chanyeol, dara menarik lengan chanyeol hingga ia terduduk kembali.

“Kalian berdua bisa membicarakannya disini bukan? Apakah kalian saling mengenal?” rentetan pertanyaan itu keluar begitu saja dari dara.

“YAH.”

“TIDAK.”

Chanyeol dan chaerin menjawab secara bersamaan, membuat dara tambah mengernyitkan dahi.

Chanyeol menghela napas berat.

“Yah noona, aku mengenal chaerin noona. Dan kau juga mengenalnya.”

 

“Benarkah? Tapi aku tidak mengenalnya. Sungguh.”

“Kau mengenalku tapi tidak mengingatku unnie.” Kini suara chaerin melembut.

Dara melirik chanyeol yang terlihat gelisah,  hafal gelayat adik satu satunya ini ketika menyembunyikan sesuatu darinya, selalu meremas remas tangannya sendiri.

“Ada yang kau sembunyikan dari ku huh?” Tebak dara sambil memicingkan matanya menyelidik.

Tepat sasaran.

Oh ayolah noona jangan melihatku seperti itu batin chanyeol.

Chanyeol menelan salivanya sedikit sulit.

“Baiklah.”

Setelah memikirkan resiko yang ia dapatkan dari orang tuanya nanti, chanyeol menceritakan semua yang ia tahu. Pada akhirnya semua rahasia pasti akan terbongkar bukan? Dengan seksama dara mendengarkan dan chaerin kini sibuk menghabiskan bubble tea milik chanyeol.

“Eonni..” Panggil chaerin manja.

Dara dan chanyeol yang tengah berbicara serius, kini mengalihkan perhatiannya kepada chaerin yang menunjukan aegyo gagalnya.

“Boleh aku meminta bubble tea mu?”

“YAK! Noona, astaga kau haus hah?” Chanyeol mendelik tak percaya.

Dengan gerakan cepat chaerin mengambil bubble tea dara yang baru diminum setengahnya..

“Lanjutkan..”

Dengan gerakan tangan chaerin agar chanyeol melanjutkan ceritanya.

Chanyeol menganga lebar melihat kelakuan chaerin yang selama ini selalu bersikap cool namun kenyataannya…

Oh baekhyun tolong tenggelamkanku disungai han. SEKARANG! Teriak chanyeol dalam hati.

Chanyeol melanjutkan ceritanya, dara kembali mendengarkan dan chaerin tentu saja sedang menghabiskan bubble tea milik dara.

Tiba tiba kepala dara berdenyut seperti dibenturkan ketembok, beberapa potongan ingatannya kembali dan itu sangat menyakitkan. Kejadian kecelakaan itu terus berputar didalam kepalanya.

“AHHHHH!”  Teriak dara kesakitan, ia menjambak rambutnya sendiri menyalurkan rasa sakitnya.

“Noona… Noona kau kenapa?”

Chanyeol beranjak dari duduknya lalu memeluk dara mencoba menenangkannya.

“Eonni…” Teriak chaerin tak kalah panik.

Dara melemah, kini ia tidak menarik narik rambutnya lagi seperti tadi, terkulai lemas didalam pelukan chanyeol. Terdengar deru napas dara berat, keringat mengucur dipelipisnya.

“Aku mengingat semuanya.”

Chanyeol dan chaerin terdiam, mencerna perkataan dara barusan. Oh haruskah mereka senang atau malah kasian melihat dara yang kini tampak mengenaskan dengan rambut berantakannya.

“Dimana donghae dan sohee sekarang?”

“Mokpo” Kata chaerin.

“Antarkan aku ke mokpo sekarang.” Pinta dara.

Chaerin tentu saja dengan senang hati mengantarkan dara ke mokpo sedangkan chanyeol hanya memijit pelipisnya, tamat sudah riwayatnya jika  ia ketahuan orang tuanya pergi ke mokpo.

 

~~~~~~~~~~

 

Kini mereka bertiga telah sampai di mokpo tepatnya didepan sebuah rumah berpagar hitam. Rumah yang tidak begitu besar namun cukup nyaman untuk ditinggali, didepannya terdapat sebuah taman kecil yang dipenuhi berbagai bunga favorite dara.

Dara ingat rumah ini, rumah pilihan donghae. Hadiah pernikahan dari donghae untuknya. Pada saat itu dara bersikeras untuk tinggal dimokpo karena dara kurang menyukai keramaian kota seoul. Alhasil donghae mengalah demi dara lalu meminta ayah nya untuk memindah tugaskan donghae dicabang perusahaan yanag ada dimokpo. Donghae merenovasi rumah itu sedemikian rupa hingga menjadi rumah idaman dara. Keluarga kecil itu pun pindah kesana dan berbahagia, sebelum kecelakaan mengerikan itu terjadi.

 

Flashback

“Kau masih berada dikantor huh?” Tanya dara kepada seseorang yang berada diujung telepon.

Kini ia sedang keluar dari supermarket dengan kantong plastik belanjaan mingguannya.

“Sepertinya aku lembur. Kau berhati hatilah. Sohee dijaga oleh ahjumma kan? Kenapa bukan ahjumma saja yang pergi belanja?” Ujar donghae sambil sibuk melihat berkas berkas yang harus ia selesaikan.

“Aku ingin sesekali belanja keperluan rumah sendiri apakah itu salah?” Kata dara sambil menegok lampu trafik yang menunjukkan lampu berwarna merah, waktu ia untuk menyebrang jalan.

“Tidak yeobo hahahaha. Aku mencintaimu.”

“Nado oppa.”

Tanpa dara sadari ada sebuah mobil yang melaju kencang menuju arahnya tanpa bisa dikendalikan oleh pengemudinya.

Ckiiiit. Blam.

“DARAAA! DARAAAA! Tolong jawab aku.” Teriak donghae frustasi setelah mendengar dentuman keras.

Flashback off

 

Dara reflek memegang kepalanya yang kembali berdenyut.

“Noona, kau sakit lagi?” Tanya chanyeol khawatir.

Dara menggeleng cepat menyembunyikan rasa sakitnya.

Chaerin yang pertama kali masuk, lalu mengedikkan kepalanya agar dara dan chanyeol mengikutinya.

Tibalah mereka taman belakang rumah ini, terlihat seorang namja yang tengah asik bermain dengan bayi perempuan yang ada didalam kereta bayi.

“Dia… dia…” Kata chanyeol ragu ragu.

“Dia donghae suami mu eonni.” Kata chaerin menyela perkataan chanyeol yang belum sempat terselesaikan.

Chanyeol melotot.

Demi eyeliner baekhyun bisakah chaerin tidak selalu memotong pembicaraannya huh.

“Yah dia donghae dan anak perempuan yang ada didalam kereta bayi itu adalah anakku, sohee.”

Suara dara terdengar pelan, mungkin hanya dara yang mendengarnya. Tidak percaya apa yang dilihatnya. Akhirnya ia kembali ingat keluarga kecilnya.

“Yah dan kuharap kau menghampirinya sekarang, kami tidak mengantarmu ke mokpo dari seoul hanya untuk meihatnya dari jauh seperti ini.”

Dara mendekat dengan langkah pelan hingga donghae tidak menyadari dara kini sudah berdiri dibelakang donghae.

“Donghae-aah?” Panggil dara ragu

Donghae menoleh kesumber suara dan betapa terkejutnya ia melihat yeoja yang selama ini dirindukannya ada dihadapannya sekarang dan tebak yeoja itu ingat namanya! Tapi bagaimana kalau dara hanya mengingat namanya namun tidak dengan status mereka berdua.

Donghae berhasil mengendalikan wajah terkejutnya kini sudah tergantikan dengan wajah tenangnya, donghae tersenyum.

“Dara kaukah itu? Yah Tuhan, kau sudah sembuh? Apa kabar mu huh?”

Rentetan pertanyaan bodoh itu keluar begitu saja, padahal saat ini donghae mencoba sekuat tenaga untuk bersikap biasa walau sebenarnya ia ingin sekali memeluk istrinya itu dengan erat.

Chanyeol dan chaerin yang bersembunyi disemak semak hanya memutar bola matanya malas melihat donghae yang terlihat gugup.

“Tidak ku sangka donghae hyeong sebodoh itu. Bisa bisanya ia gugup didepan istrinya sendiri.”

Pletak

“Aw appo!” Reflek chanyeol meringis mengusap dahinya yang memerah akibat disentil chaerin.

“Jangan berkata yang tidak tidak tentang oppaku. Arraso?”

“Arraso. Mianhee chaerin noona.”

Chanyeol menunjukkan rich teeth nya yang dapat membuat yeoja satu sekolah meleleh, namun tidak dengan chaerin. Ia hanya mendengus kesal.

Mereka Kini kembali fokus memperhatikan donghae dan dara yang sepertinya terlibat pembicaraan yang canggung.

Tiba tiba dara berlari lalu memeluk donghae, menenggelamkan kepalanya didada bidang donghae. Menyalurkan rasa rindu yang membuatnya tersiksa selama perjalanan dari seoul ke mokpo. Donghae dapat merasakan tubuh dara bergetar, oh apakah istri menangis karenanya? Apa ia sudah mengingatnya?

“Aku sudah kembali oppa.” Kata dara didalam pelukan hangat donghae.

Oh astaga dara sangat merindukan feronom donghae yang menjadi favoritenya. Sudah berapa lama ia meninggalkan donghae dan sohee? Tiba tiba dara merasakan rasa bersalah yang teramat sangat. Ia merasa bersikap jahat kepada donghae dan sohee karena sudah melupakan dan meninggalkan mereka.

“Dara kau sudah mengingatku? Kau sudah kembali.” Kata donghae sambil mengeratkan pelukannya. Terdengar suara donghae yang bergetar menahan tangis.

Oh,  ayolah donghae menangis karena gembira istrinya sudah kembali mengingatnya. Namja mana yang tidak sedih dilupakan istrinya sendiri. Yah, setidaknya donghae tidak secengeng kyuhyun yang menangis karena ditinggal sungmin ke china untuk beberapa hari.

“Sohee samchon merindukanmu!” Teriak chanyeol dari semak semak lalu berlari kecil menghampiri kereta bayi sohee terlihat dibelakangnya chaerin mengikuti.

Chanyeol dan chaerin sukses merusak suasana sepasang suami istri itu yang penuh dengan keromantisan.

“Maaf sohee kami bawa pergi dulu. Silahkan lanjutkan keromantisan kalian, kali ini aku berjanji aku dan chanyeol tak akan mengganggu.” Kata chaerin sambil mengedipkan sebelah matanya.

Dan blush kata kata chaerin barusan sukses membuat wajah donghae dan dara ada semburat warna merah dikedua pipinya.

Kini donghae dan dara duduk berdua dibangku taman belakang rumahnya. Dara terlihat nyaman menyandarkan kepalanya ke pundak kokoh suaminya sambil melihat chaerin dan chanyeol yamg sedang bermain dengan sohee.  Donghae menggenggam tangan dara dengan erat. Telapak tangan donghae sukses menenggelamkan telapak tangan dara namun ia sangat menyukai genggaman tangan donghae, hangat.

Melihat sohee tumbuh menjadi anak yang sehat membuat donghae dan dara kebahagiannya menjadi berlipat lipat. Coba lihat sekarang sohee tengah menjambak rambut chanyeol, chanyeol meringis kesakitan dan chaerin sedang berusaha melepaskan genggaman tangan sohee dirambut chanyeol. Dara benar benar merindukan suasana seperti ini.

Dara menegakkan kepalanya, menatap siluet donghae dari samping yang diterpa sinar matahari sore. Tampan. Donghae benar benar tampan dan itu yang membuat dara benar benar jatuh hati padanya.

“Kenapa orang tuaku memisahkan kita berdua?” Tanya dara sambil mencoba menahan air mata dipelupuk yang tiba tiba ingin menyeruak keluar.

“Orang tuamu hanya yang ingin terbaik untukmu yeobo dan aku juga. Aku dan sohee sangat menyayangi mu, kami tidak ingin kau kesakitan jika dipaksa untuk mengingat. Jadi kami berharap kau mengingat dengan sendirinya walaupun butuh waktu yang cukup lama.”

Kini suara donghae terdengar lirih.

“Aku selalu merasa kesepian jika malam tiba. Kau tahu kenapa? Karena aku merindukan tingkahmu sebelum tidur. Hahahaha.”

Tawa donghae masih terdengar garing ditelinga dara.

“Memangnya tingkahku seperti apa sebelum tidur?”

Donghae menoleh dan menatap dara dalam.

“Kau akan selalu mencoba melucu, melakukan aegyo sedangkan aku dan sohee pasti menertawakan tingkah konyolmu. Ah itu saat yang paling membahagiakan.”

“Apa kau selalu menjagaku ketika aku koma dulu?”

Donghae menggangguk lalu kembali fokus memperhatikan sohee.

“Bahkan aku memindahkan kantor ke rumah sakit demi menjagamu sedangkan sohee dijaga secara bergantian oleh orang tua ku dan orang tua mu.”

“Jinjja?” Tanya dara tak percaya.

“Aku tak ingin sekalipun melewatkan perkembanganmu yeobo.”

“Bahkan sebulan terakhir ini aku selalu menjaga mu saat kau tidur. Kau tak sadarkan? Aku datang saat kau sudah tertidur dan pulang pagi pagi sekali sebelum kau bangun.” Kata donghae sambil tersenyum lalu mengusap pelan pucuk kepala dara.

Dara terharu dan bahagia secara bersamaan, seperti ada ribuan kupu kupu yang beterbangan didalam perutnya. Oh, donghae adalah suami yang sempurna bukan? Tampan, setia, perhatian dan dapat menjadi ayah yang baik. Sungguh beruntung kau dara.

Dara memeluk donghae dari samping sekali lagi meluapkan rasa rindunya.

“Aku mencintaimu.” Bisik donghae.

“Nado oppa.”

Akhirnya senyum donghae dan dara kembali. Senyum penuh kebahagian. Penantian donghae dan sohee tidak berakhir menyedihkan bukan? Dara kembali pulang, sesuai harapan mereka dan mereka sangat bersyukur karena Tuhan menjawab semua doa doa mereka.

 

 

~~ THE END ~~

 

4 thoughts on “[FF Freelance] ComeBack Home

  1. Tinggalkan jejak dulu….. hehe
    Baru pertama kali baca yng castnya donghae dipasangkan sama dara,, ternyata cck juga yaa

  2. wahhh…….keren romantis banget
    donghae sm dara klo dijadiin couple cocok jg yah hehehe….. :p

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s