[FF Freelance] Friend Throughout the Time

poster-friend-throughout-the-time1

Title : Friend Throughout the Time

Author : Shaza (@shazapark)

Cast(s) : Choi Sulli – f(x)& Park Chan Yeol – EXO

Genre  : School-life, Fluff

Rate : T

Length : Ficlet (600+)

Disclaimer : GOD (The casts are belong to God, but the fic is mine. Even if this fic is so absurd, but the FF still MINE. Everything is just my imagination.)

Credit poster : xilvermist @ sugarcottoncandy.wordpress.com

 

 

Jinri memandang ke arah kotak bekal berisi kue panekuk bundar dengan warna kehitaman di sekitarnya. Ia mendekatkan kotak bekal ke hidungnya, mengendus wangi manis yang berbaur dengan aroma hangus. Ia menjauhkan lagi kotak bekalnya, lantas dengan terburu-buru menutupnya.

Gadis itu menggaruki kepalanya yang tidak gatal. Kedua bola matanya bergerak-gerak memandang ke sekitar ruang kelas yang gaduh, mengingat sekarang adalah jam istirahat. Jinri mengerling ke arah kalender dekat papan tulis, matanya terpaku pada angka 14. Gadis itu memandangnya lekat, sampai sebuah tubuh jangkung tiba-tiba saja menghalangi pandangannya.

Gadis itu mendongak, mendapati wajah konyol Chanyeol yang sedang tersenyum lebar. Ia mengerjap, kemudian ikut tersenyum. Bukan senyum manis, namun senyum hambar. Chanyeol yang menyadari akan hal itu lantas menelengkan kepalanya.

“Yak, kau kenapa?” pria dengan baju seragam yang berantakan itu mendudukkan tulang duduknya di samping sahabatnya, Jinri. Gadis itu menggeleng sebelum menaruh kepalanya pada posisi menyamping menghadap Chanyeol di atas meja. Chanyeol turut menjatuhkan kepalanya menghadap Jinri.

Ia memandang wajah sahabatnya lekat-lekat, “Kau kenapa~? Ayo ceritakan padaku.” Desak Chanyeol mengguncang bahu Jinri, menjadikan kelopak mata Jinri yang terpejam kembali terbuka lebar. Ia mengerutkan kening sembari menggembungkan pipi. Mendengar suara rengekan sahabatnya, bukanlah merupakan hal yang ia inginkan saat ini.

“Tidak ada apa-apa, Chanyeol-ah. Bisakah kau diam sebentar?” Jinri menegakkan kepalanya lagi, kali ini ia bersandar pada sandaran bangku seraya memejamkan mata. Kedua tangannya terlipat di depan dada, rupanya ia sedang tidak ingin diganggu. Ia sibuk memikirkan bagaimana caranya ia memberikan panekuk hangus kepada seseorang.

Chanyeol mengerucutkan bibirnya, kemudian kembali mengguncang bahu gadis itu. Mendesaknya lagi. “Ayolah~” paksanya, kali ini Jinri yang sedang dalam mood buruk, tidak dapat menoleransi kelakuan sahabatnya lagi.

“Aku pergi. Tolong jangan ganggu aku.” Jinri secara spontan bangkit dari posisi duduknya, lantas melengos pergi, meninggalkan Chanyeol dan sebuah kotak bekal di atas meja gadis itu. Chanyeol memandang kotak berwarna putih itu penasaran. Entah atas dorongan apa, Chanyeol menarik kotak itu ke arahnya, lantas membuka penutup kotak.

Kue panekuk yang hangus dengan polesan topping madu. Kertas kecil yang tersemat di sudut kotak, membuat perhatian Chanyeol teralihkan. Jemari ramping Chanyeol terulur untuk mengambil kertas tersebut.

Untuk Park Chanyeol, orang dengan status sahabat sepanjang masaku sampai sekarang. Selamat hari valentine, bug. Kau tidak tahu seberapa sulit aku membuat ini untukmu.

NB : Semoga status kita bisa lebih dari sekedar sahabat sepanjang masa.
Bye~

Chanyeol menarik sudut bibirnya ketika membaca sederet kalimat yang ditulis oleh ‘sahabat sepanjang masa’-nya itu. Lantas terkekeh geli ketika membaca ulang NB yang tertera disana. Ambigu, tidak jelas, namun Chanyeol begitu paham dengan maknanya. Karena pada dasarnya, pria itu juga menginginkan hal serupa.

Menutup kembali kotak bekal Jinri, pria itu lantas berdiri dari posisi terduduknya. Melangkahkan tungkainya dengan cepat, mengluari ruangan kelas. Matanya menyusursetiap lorong koridor, sembari tungkainya tak berhenti melangkah.

Tubuh Chanyeol menegang kala indera penglihatannya menangkap punggung Jinri yang sedang berjalan cukup jauh darinya. Pria itu mengulas senyum seraya berlari, jemarinya meremas kertas yang sebelumnya ia temukan di kotak bekal Jinri.

“Jinri-ya!” Chanyeol memekik, meski dirinya tahu bahwa suaranya sangat tidak baik untuk dikeraskan. Gadis yang dipanggil menoleh cepat, dikala itulah Jinri dapat merasakan pinggangnya tertarik kedepan. Wajahnya bertubrukan langsung dengan bahu tegap seorang Park Chanyeol.

Please be mine, bee.” Suara itu menggetarkan gendang telinga Jinri, mengirim gelenyar aneh yang merayap ke seluruh tubuhnya. Gadis itu tersenyum, menyadari bahwa kotak bekal miliknya kini telah berada di tangan Chanyeol. Jinri ikut mengalungkan kedua tangannya di sekitar leher Chanyeol.

Yes, my bug.” Selanjutnya, gadis itu merasakan telapak kakinya tak lagi menapak pada ubin koridor, rupanya Chanyeol mengangkat tubuh ringan Jinri, lantas memutarnya dengan riang. Meluncurkan tawa Jinri yang besar, mengabaikan satu fakta bahwa mereka masih berada di koridor sekolah.

FIN

***

Ini genre apa ya? Lagi doyan nulis yang TTM-an, jadinya yaudah deh, begitu. Maaf kalau aneh dan ada banyak typo. Makasih bagi yang udah baca! Silakan tinggalin komen, yow.

Visit my blog ya >> http://shazapark.wordpress.com disana terperangkap FF chanlli semua, haha.

 

3 thoughts on “[FF Freelance] Friend Throughout the Time

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s