[FF Freelance] A Long Wait For Your Love

[POSTER FF] A LONG WAIT FOR YOUR LOVE

Judul           : A Long Wait For Your Love

Author         : guixianism

Rating          : PG-13

Length         : One-shot (3000+ kata)

Genre          : Romance

Main Cast    : T-ARA Ham Eun-jung, Super Junior Cho Kyu-hyun

Support Cast: SNSD Choi Soo-young, Super Junior Tan Han Geng

Disclaimer   : Fan fiction ini adalah karyaku yang terinspirasi dari salah satu fanfic-nya Kak Iin (1212story.wordpress.com) dan dari film mini seri-nya Beast Gikwang sama Lee Da-in yang judulnya ‘Twenty Years Old’. Jadi harap maklum apabila ada sedikit banyak kemiripan. Dan FF ini pernah juga diposting di blog aku (divapriscillia.blogspot.com). Jadi maklum kalau isinya 100% sama. Mohon maaf apabila ada kesalahan kata, ejaan atau tanda baca. Kritik dan saran dipersilahkan~

***

          Eunjung menonton televisi sambil duduk bersila menikmati matahari pagi. Hanya itu, hal yang ia lakukan untuk mengisi paginya di libur musim panas kali ini. Tapi tak ada yang salah, bukan? Toh Eunjung sangat menikmatinya.

“Selamat pagi pemirsa! Pagi ini saya akan mengundang salah satu aktor yang begitu bersinar tahun ini. Mari kita panggil Cho Kyuhyun!”

Tanpa sadar, mulut Eunjung menganga lebar. Apalagi setelah mendengar nama yang sangat amat familiar di telinganya. Cho Kyuhyun, seseorang yang sampai kini masih dicintainya. Eunjung tak kuasa menahan air matanya, ia merindukan pria itu. Sangat.

“Kyuhyun-ssi, bagaimana perasaanmu setelah menyelesaikan syuting drama terbarumu ini?”

“Sangat menyenangkan. Tak disangka, syutingnya berjalan dengan secepat ini,” Kyuhyun tertawa.

“Kudengar dari seseorang, katanya Kyuhyun-ssi juga menyanyikan salah satu soundtrack dari drama tersebut, ya? Soundtrack tersebut bercerita tentang apa, kalau kami boleh tahu?”

“Ne, majayo. Saya menyanyikan salah satu soundtracknya. Lagu tersebut menceritakan tentang rasa cinta seorang pria pada kekasihnya. Pria itu rela memberikan apapun untuk kekasihnya itu, ia rela melakukan apapun untuk kekasihnya. Em… Kira-kira seperti itu.”

“Lalu bagaimana dengan Kyuhyun-ssi sendiri, apa pernah memiliki seseorang yang spesial seperti di lagu tersebut? Bisa diceritakan juga.”

Kyuhyun sejenak terdiam, ia tersenyum tipis, “Dulu, waktu saya masih di sekolah menengah. Ada adik kelas yang saya sukai. Kami sempat menjalin hubungan, hampir dua tahun. Karena, saya sudah lulus kami memutuskan untuk berpisah.”

Eunjung menangis. Dia tahu wanita yang dimaksudkan Kyuhyun bukan dirinya. Tapi Sooyoung. Meskipun sakit, Eunjung tetap menyaksikan wawancara itu.

“Kyuhyun-ssi masih sering melakukan kontak dengan gadis itu?”

“Ani. Semenjak aku pindah, kami sudah tidak pernah kontak. Mungkin karena kesibukan masing-masing.”

“Apa ada seeorang yang dekat dengan Kyuhyun saat ini?”

Kyuhyun tertawa pelan, “Kalau yang dekat banyak. Tapi yang memiliki dekat dalam arti yang lebih belum ada.”

Eunjung mematikan TV-nya. Ia terdiam bingung harus berkata apa. Haruskah ia bergembira karena saat ini Kyuhyun lajang, atau haruskah ia bersedih karena ia rasa ia tak pantas – ia harap belum – untuk pria sempurna seperti Kyuhyun. Entahlah. Eunjung pun tak mengetahuinya.

***

          Tiga bulan kemudian…

Eunjung bekerja di sebuah kafe di kota Seoul. Bukan kafe yang besar. Tapi setidaknya, dengan bekerja di kafe itu bisa mengisi waktu kosongnya. Waktu yang seringkali ia habiskan untuk merindukan pria itu.

“Kamsahamnida! Silahkan datang kembali!” ujar Eunjung, seraya membungkukkan tubuhnya. Ia menatap punggung pasangan suami istri muda yang baru saja mengunjungi kafe tempatnya bekerja. Ia bisa melihat tingkah laku mereka yang manis. Eunjung iri pada mereka.

“Annyeonghaseyo! Selamat datang di kafe kami!” seru Eunjung pada seorang pelanggan yang baru datang. Pelanggan itu tersenyum, lalu membuka kacamata hitam yang menutupi matanya, “Oppa?!” seru Eunjung tak percaya. Pria yang ia rindukan kini muncul di hadapannya.

***

          Eunjung terisak. Ia sudah lelah dihina terus seperti ini. Hatinya perih, ia sudah tak kuat lagi. Bukan salahnya kan memiliki penampilan yang tidak menarik? Tidak cantik? Tapi mengapa teman-temannya selalu memakinya seperti itu? Sudah begitu, Eunjung juga tidak begitu pandai. Di saat-saat seperti ini, ia hanya bisa mengadu kepada Tuhan. Di sekolah, ia tak pernah punya teman. Tak ada seseorang yang dapat menghibur atau menenangkannya.

“Apa salahku, Tuhan? Bukan aku yang menginginkan penampilan seperti ini! Bukan aku yang menginginkan otak yang pas-pasan ini! Tapi kenapa teman-teman selalu memperlakukan aku seperti ini? Padahal aku tak pernah melakukan hal-hal buruk terhadap mereka!” Eunjung meneriakkan semua isi hatinya di lantai teratas sekolah. Dengan begini, hatinya akan jauh lebih lega.

“Memang bukan salahmu,” jawab seorang pria yang tiba-tiba muncul. Ia melangkah ke arah Eunjung perlahan. Lalu berdiri di samping gadis itu, sambil menatap ke arah gedung-gedung yang menjulang tinggi.

“Cho Kyuhyun Sunbae? Apa yang sunbae lakukan disini?!”

“Aku biasa kemari, untuk menghilangkan stress. Tak jauh berbeda denganmu,”

“Sunbae ingin menggunakan tempat ini, kan? Kalau begitu aku pergi dulu!” Eunjung lalu membungkukkan badannya dan melangkah pergi.

“Bisa kau dengarkan ceritaku?” pinta Kyuhyun. Eunjung menghentikan langkahnya, ia terdiam.

“Apa maksud sunbae?” Eunjung membalikka tubuhnya, seraya menatap wajah pria itu bingung.

“Pertama-tama, bisa kau berhenti memanggilku dengan sebutan sunbae?”

“Lalu apa? Hyung?”

“Aniya! Oppa saja.”

“Oppa?”

“Ne, seperti itu. Kau tahu mantan pacarku Sooyoung?”

Eunjung mengangguk. “Dia satu kelas denganku, memang kenapa?”

“Kami memutuskan untuk mengakhiri hubungan kami. Ini keputusanku sebenarnya, karena sebentar lagi aku akan lulus dan pindah ke Seoul. Tiap malam aku memikirkan soal ini. Tapi, entah mengapa tak ada jalan keluar. Kau bisa bantu aku?”

“Bagaimana, ya? Aku sendiri belum pernah berpacaran.”

“Jinjja?! Kau ini manis! Masa tidak ada pria yang mau berpacaran denganmu?”

Eunjung tertegun mendengar perkataan Kyuhyun. Ia sedikit banyak tak mempercayai apa yang baru saja di dengarnya. Pria itu menyebut dirinya manis! Padahal, tak pernah ada orang yang memujinya seperti itu sebelumnya.

“Pandangan orang lain tentangku sangat berbeda dengan pandangan oppa tentangku.”

“Kalau begitu, kau harus berusaha mengubahnya.”

“Dengan apa? Aku tak begitu pintar, aku tak begitu cantik.Dan soal uang? Aku bukan orang kaya.”

“Sikapmu & mungkin penampilanmu. Aku yakin teman-temanmu akan mulai berlaku baik terhadapmu.”

“Akan kucoba. Oppa juga. Harus berusaha memperbaiki hubungan dengan Sooyoung. Kamsahamnida, Oppa!”

“Ne. Aku juga akan berusaha membantumu. Aku janji!” seru Kyuhyun sambil menunjukkan salah satu kelingkingnya. Eunjung tersenyum, lalu mengaitkan kelingkingnya pada kelingking Kyuhyun. Untuk pertama kalinya, ia merasakan apa artinya dihargai.

***

“The day that the tears come flowing down again before it dries up. You hold my hand in the dark. Silently standing by me. Thank you.” — Thank You (Super Junior)

***

2 bulan kemudian…

Kyuhyun lulus dari sekolah tersebut. Eunjung sangat sedih, tapi tak dapat berbuat apa-apa. Kecuali, merelakan kepergian pria yang amat disayanginya itu. Ia menyayangi Kyuhyun sebagai pria, bukan sebagai sahabatnya atau oppa-nya.

Berkat Kyuhyun, Eunjung berubah. Memiliki banyak teman dan berusaha menghargai dirinya apa adanya. Berkat Kyuhyun pula, Eunjung merasakan cinta. Cinta yang belum pernah di dapatkannya kecuali dari kedua orang tuanya. Ya, meskipun cinta Kyuhyun pada Eunjung bukan dalam konteks yang Eunjung harapkan. Tapi yang jelas, itu sudah cukup membuat Eunjung bahagia.

Berbeda dengan apa yang telah Kyuhyun lakukan padanya, Eunjung merasa dirinya tak berarti apa-apa bagi Kyuhyun. Hubungan Kyuhyun tak pernah lebih baik dengan Sooyoung. Hubungan mereka malah menjadi lebih buruk. Bahkan ketika Kyuhyun harus berpisah dengan gadis itu. Hati Eunjung sakit, ia pikir, betapa bodohnya dia tak dapat membahagiakan orang yang ia cintai.

“Mianhae, Oppa! Aku tak bisa membuat hubunganmu dengan Sooyoung menjadi lebih baik,” Eunjung terisak.

Kyuhyun lalu mengacak-acak rambut Eunjung sambil tersenyum. “Gwaenchanha! Bukan salahmu. Kau sudah membantu, memang aku dan Sooyoung yang mungkin sudah tak dapat didamaikan lagi. Jangan menangis lagi, ya?!”

“Ta-tapi…”

“Sudahlah! Itu bukan salahmu! Kalau begitu aku pergi dulu, ya?”

Eunjung tak berkata apa-apa. Kepalanya masih tetap tertunduk. Air matanya tak dapat berhenti mengalir. Bahunya bergetar karena gadis itu berusaha menahan air matanya, meskipun sia-sia.

Tak lama kemudian, kereta yang dinaiki Kyuhyun pun berangkat. Kyuhyun melambaikan tangannya melalui kaca jendela. Sambil mengatakan sesuatu seperti semuanya akan baik-baik saja. Tapi Eunjung tak juga merasa lebih baik. Ditambah lagi, ia harus menerima fakta bahwa ia tak bisa melihat Cho Kyu Hyun lagi. Atau mungkin bisa, tapi tak sesering dulu. “Oppa mianhae. Aku akan sangat merindukanmu.”

***

Namun hari ini, Eunjung bisa melihat pria itu lagi. Pria yang membuat ia merasa dihargai. Pria yang begitu sempurna di matanya. “Kau ini Kyuhyun Oppa, kan?” tanya Eunjung, pada pria itu untuk kesekian kalinya. Pria itu tersenyum tipis lalu berseru, “Kau pikir aku ini siapa?”

“Oppa! Oraenmannieyo…! 8 tahun sudah kita tidak berjumpa!”

“Ah, jadi kau bekerja di kafe ini?! Sudah berapa lama?”

“Ya, belum lama. Baru 2 minggu. Aku masih dalam masa percobaan.”

“Belum lama ternyata. Lalu bagaimana dengan orang tuamu?”

“Mereka baik-baik saja dan kini tinggal di desa. Bagaimana dengan oppa?”

“Aku juga baik-baik saja. Kedua orang tuaku pun begitu.”

“Mian, jika aku langsung menanyakan soal ini. Sooyoung. Apa oppa masih berhubungan dengannya?”

Kyuhyun terdiam, mendengar nama itu. Namun, ia akhirnya menjawab pertanyaan Eunjung. “Sudah tidak lagi, semenjak saat itu.”

“Mian. Salahku.”

“Bukan salahmu! Sudahlah, tak perlu dipikirkan lagi. Itu hanya masa lalu. Jangan merasa bersalah lagi. Ehm, apa kau merindukanku?”

“Ne, tentu saja. Aku sangat merindukan Oppa. Kalau Oppa!?”

“Tidak. Sama sekali.”

“Eiy! Jahat sekali…”

“Tentu saja aku merindukanmu. Aku bahkan datang kesini karena seorang teman memberitahuku bahwa kau bekerja disini. Dan seandainya aku boleh jujur, kau tampak cantik dengan memanjangkan rambutmu itu.”

Wajah Eunjung pun berubah merah. “Ah, kamsahamnida Oppa! Oh, ya! Aku sampai lupa. Oppa mau minum apa? Biar aku yang bayar!”

“Ice coffee latte! Sepertinya akan membantuku tetap agar tetap terjaga saat syuting malam nanti.” Kyuhyun tertawa. “Eh! Tapi kau tak usah mentraktirku!”

“Gwaenchanha, Oppa! Untuk kali ini saja! Lain kali Oppa yang harus mentraktirku. Aku tahu kok, uang Oppa jauh lebih banyak dibanding uangku,” sindir Eunjung, diiringi tawa pria itu.

***

Eunjung menatap layar handphone-nya dengan tatapan kesal ditambah kecewa. Pria yang ia nanti-nantikan itu tak kunjung menghubunginya. Padahal, Cho Kyuhyun sudah berjanji akan menjemput Eunjung malam ini, meskipun gadis itu sudah berulang kali menolaknya. “Ah, Oppa! Kenapa kau menawarkan diri untuk menjemputku kalau jadinya begini!” gerutu Eunjung, kesal. Ia lalu menenteng tas merah mudanya dan melangkah pergi.

***

Sementara itu, Cho Kyuhyun sedang terkulai lemas. 4 botol soju ia habiskan dengan tujuan untuk menenangkan pikirannya. Dulu, masalah sebesar apapun tak akan ia selesaikan dengan cara seperti ini. Entah itu masalahnya dengan managemen atau dengan drama yang akan dibintanginya. Namun, kali ini berbeda. Sooyoung akan menikah minggu ini. Dan tak ada yang bisa Kyuhyun lakukan selain menenangkan pikirannya dengan cara seperti ini. Kyuhyun tak mungkin melarang gadis itu, karena hati gadis itu sudah ia berikan pada pria lain. Kyuhyun juga tak bisa berpura-pura memberinya selamat, karena hal itu hanya membuat hatinya sakit.

Dengan langkah gontai, Kyuhyun melangkah menyusuri lorong-lorong gelap nan sepi di kota itu. Sesekali, ia menenggak soju dari botol sojunya yang kelima. Ia berjalan tak tentu arah hingga Ham Eunjung melihatnya dalam keadaan yang buruk. “Oppa! Apa yang terjadi, eoh?!” tanya Eunjung, seraya berlari menghampiri pria itu. “Ya~! Choi Sooyoung! Kenapa kau ada disini? Kau seharusnya mempersiapkan pernikahanmu dengan Tan Hankyung, pengusaha China itu,” ucap Kyuhyun, tak menyadari bahwa gadis yang sedang ada di hadapannya itu adalah Eunjung.

“Sooyoung aniya. Aku Eunjung, Oppa!”

“Geojitmal! Aku bisa melihat dengan sangat jelas kalau kau itu Sooyoung.”

“Sepertinya kau harus pulang, Oppa! Keadaanmu benar-benar buruk,” ucap Eunjung, lalu menarik lengan pria itu. Namun, pria itu malah menarik Eunjung ke pelukannya. “Gajima, Sooyoung-ah! Aku masih mencintaimu. Bisakah kau tak usah menikahi pria itu? Menikahlah denganku, eoh?” tanya Kyuhyun, sambil menangis.

Eunjung hanya diam. Ternyata, Kyuhyun masih mencintai Sooyoung. Namun, Sooyoung mencintai pria lain. Well, keadaan Kyuhyun saat ini sama dengan dirinya. Cinta yang bertepuk sebelah tangan. Bedanya, Sooyoung pernah mencintai Kyuhyun.

“Lepaskan, Oppa! Ayo kita pulang!” seru Eunjung, lalu mendorong tubuh pria itu menjauh darinya. “Kau harus menerima kenyataan bahwa Sooyoung akan menikah!” bentak Eunjung.

“Ani! Katakan bahwa itu hanya omong kosong. Jebal!” seru Kyuhyun, lalu mencium bibir Eunjung cepat. Eunjung membelalakkan matanya. Ia berusaha mendorong Kyuhyun, namun tak bisa. JEPRET! Seseorang mengambil foto mereka. Dengan segera, gadis itu menarik lengan Kyuhyun. Bagaimanapun mereka harus bisa menghindari kejaran wartawan itu. Namun, karena kondisi Kyuhyun yang mabuk, ia tak bisa berlari dengan cepat. JEPRET! Sekali lagi si wartawan menyebalkan itu mengambil foto mereka.

Mengetahui hal itu, Eunjung menendang kamera tersebut. Menendang, jurus yang paling Eunjung kuasai dalam beladiri Taekwondo yang sudah ia pelajari selama beberapa tahun. “YA! Apa yang kau lakukan terhadap kameraku?!” bentak si wartawan, kesal. Ia lalu menekan-nekan tombol di ponselnya, berusaha menghubungi teman-teman wartawannya. “Jeoseongeyo!” seru Eunjung. Ia lalu menarik lengan Kyuhyun & berlari menjauh.

Setelah cukup lama berlari, Eunjung memutuskan untuk bersembunyi di dalam sebuah toko roti. Tepatnya di balik meja kasir, bersama dengan Kyuhyun. “Kemana mereka?” tanya salah seorang wartawan, setibanya di depan toko roti tersebut. “Bagaimana bisa mereka berlari secepat itu?” tanya seorang yang lain. “Lebih baik kita berpencar untuk mencari mereka!” saran seorang wartawan, bersuara berat. “Kkaja!” Tak lama kemudian, mereka meninggalkan tempat tersebut.

“Fiuh!” akhirnya, Eunjung bisa bernapas lega. Ya, setidaknya untuk saat ini. “Hei, apa yang kalian lakukan disini?” tanya seorang wanita paruh baya, pemilik toko roti tersebut. “Jeoseongeyo! Kami sedang bersembunyi dari orang-orang jahat yang sedang mengejar-ngejar kami,” ucap Eunjung, terengah-engah. Masih digenggamnya dengan erat sebelah lengan Kyuhyun. “Kalau begitu, kami pergi dulu. Kamsahamnida!” seru Eunjung pada si pemilik toko, lalu menarik Kyuhyun keluar. Eunjung mencari tempat yang cukup sepi untuk menyadarkan pria mabuk itu.

“Jungsin charyeo, Oppa!!!” seru Eunjung, di telinga Kyuhyun. Namun, pria itu malah bergumam tak jelas. Plak! Sebuah tamparan lalu dilayangkan Eunjung pada pipi pria itu. “YA!” seru Kyuhyun, akhirnya tersadar. “MWOHANEUNGEOYA!?”

“Dari tadi Oppa tidak sadar-sadar. Jadi, aku putuskan untuk… menamparmu. Mian,” sesal Eunjung, lalu tersenyum miris. Kyuhyun menatap Eunjung tajam. Namun sedetik kemudian, berlari menjauhi gadis itu. “Oppa?! Mau kemana?” tanya Eunjung bingung. Lalu menghampiri pria yang bersembunyi di balik kardus berukuran besar.

“Eiy! Oppa, kau muntah!” seru Eunjung, jijik. “Eung… Apa kau punya tissue atau saputangan?” tanya Kyuhyun, tanpa memedulikan komentar gadis itu. “Isseo!” seru Eunjung, lalu mengambil selembar tissue dari dalam tasnya. Ia juga memberikan sebotol air minum miliknya pada Kyuhyun. Tanpa berkata apapun lagi, Kyuhyun mengelap mulutnya dengan tissue yang diberikan Eunjung. Lalu, ia meminum air yang juga diberikan Eunjung padanya.

“Kamsahamnida,” kata Kyuhyun pelan. Lalu mengambil ponselnya dari saku celananya & menekan-nekan layarnya. Kyuhyun hendak menghubungi seseorang. “Siapa yang mau Oppa hubungi?”

“Junghoon Hyung, manajer-ku.”

“Oh, begitu.”

“Kau tahu apa yang terjadi sebelum di toko roti tadi?”

“Oppa! Kau tidak ingat? Para wartawan me-“ namun ponsel Kyuhyun segera terhubung dengan ponsel manajernya, Kim Junghoon. Terpaksa, Eunjung menunda ceritanya.

“Yeoboseyo, Hyung! Kau tahu jalan buntu di sebelah toko roti xxx?”

“…”

“Kalau begitu segeralah kemari! Perasaanku tidak enak.”

“…”

“Ne. Ku tunggu.”

Kurang dari 5 menit, Junghoon datang dengan mobil van hitam. Ia menatap Kyuhyun dengan mimik wajah yang khawatir. “Bahaya! Berita tentangmu sudah tersebar di internet!” kata Junghoon, sambil menunjukkan berita yang ia baca dari ponselnya. Kyuhyun terkejut, lalu menatap Eunjung kosong.

[RUMOR] Kyuhyun Sudah Memiliki Seorang Kekasih?!

          Cho Kyuhyun, seorang aktor dan penyanyi berusia 26 tahun ditemukan dalam keadaan mabuk sedang mencium seorang gadis di sebuah jalan sepi di daerah Gangnam (12/3).

Namun, saat si gadis mengetahui adanya wartawan dari stasiun ‘s’ yang mengambil gambar mereka. Gadis tersebut langsung menendang kamera si wartawan. Gadis itu sempat meminta maaf, sebelum pergi meninggalkan wartawan tersebut dan berlari bersama Kyuhyun.

Identitas si gadis diketahui bermarga Ham. Dan bekerja di sebuah kafe di kota Seoul. Selain itu, ia sempat menuntut ilmu di sekolah menengah atas yang sama dengan Kyuhyun.

“Ayo kita pergi! Aku yakin, para wartawan sedang mencarimu!” seru Junghoon pada Kyuhyun. Kyuhyun menatap Eunjung beberapa detik, sebelum meninggalkan gadis itu & menaiki van hitam bersama manajernya.

***

Hari ini adalah hari pernikahan Sooyoung dan Hankyung. Entah mengapa, setelah malam penuh ‘tragedi’ itu, Kyuhyun merasa harus menghadiri pernikahan Sooyoung. Unek-uneknya sudah ia tumpahkan waktu itu pada Eunjung. Kini ia harus menghadapi kenyataan, ia harus berpikir positif & dengan berani, mengucapkan sebuah kata selamat pada gadis itu. Gadis yang sebentar lagi akan menjadi istri orang lain.

***

Resepsi pernikahan Sooyoung digelar disebuah hotel berbintang lima. Dengan dekorasi serba putih yang mewah, Sooyoung dan Hankyung hanya mengundang 200 orang tamu. Sooyoung berpikir, dengan begitu, resepsi pernikahannya akan berlangsung dengan jauh lebih akrab dan intim.

“Oppa! Kau datang?!” tanya Sooyoung, sambil melambai-lambaikan tangannya dari kejauhan.

“Tentu saja,” jawab Kyuhyun singkat, lalu berjalan menghampiri sepasang pangantin tersebut. Di dalam hati, Kyuhyun berharap ada Eunjung di sampingnya. Yah, mungkin dengan adanya gadis itu, Kyuhyun bisa merasa jauh lebih baik. Namun gara-gara dirinya juga, Eunjung tak bisa ikut menghadiri resepsi pernikahan Sooyoung bersamanya. Bahkan sebelum Kyuhyun sempat mengajaknya.

“Chukkaeyo, Soo! Akhirnya kau menikah!” seru Kyuhyun, lalu menyalami gadis itu. Meskipun sedikit canggung, Kyuhyun berusaha untuk tetap tersenyum.

“Ne, kamsahamnida Oppa! Bagaimana dengan Oppa? Oppa sudah punya pacar?” tanya Sooyoung ingin tahu.

“Menurutmu?”

“Sepertinya kau punya.”

“Ya, mungkin? Ada seseorang yang ingin kuajak kemari. Tapi, karena satu atau banyak hal. Ia tidak bisa datang.”

“Jinjjayo? Oh, ya! Ini suamiku, Tan Hankyung. Dan gege ini seniorku waktu masih SMA, namanya Cho Kyuhyun,” kemudian Kyuhyun bersalaman dengan pria China itu.

“Kyuhyun,”

“Hankyung,”

“Kelihatannya kau lebih tua dariku, haruskah aku memanggilmu hyung?”

“Kalau itu membuatmu lebih nyaman,”

“Well, hyung. Kau bisa berbahasa Korea dengan baik ternyata?” tanya Kyuhyun, sedikit terkejut.

“Ini, Soo yang mengajariku,” jawab Hankyung, sambil merangkul pundak Sooyoung. Sooyoung pun tersenyum. Tapi melihat hal itu, entah kenapa, hati Kyuhyun sudah tak terasa sakit lagi. Apakah perasaannya pada Sooyoung sudah berakhir?

“Maaf, aku tak membawa hadiah apapun untuk kalian. Akan kukirim nanti.”

“Gwaenchanhayo, Oppa! Setidaknya kau masih menyempatkan diri disela-sela jadwalmu yang super padat untuk menghadiri acara kami.”

“Ahaha… Oh, ya! Ada salam dari eommaku untukmu.”

“Jinjja? Kalau begitu kirimkan salamku juga pada eomma-nya Oppa.”

“Arasseo! Lain kali, kuundang kalian minum. Hyung, pastikan kau datang. Jadwalmu pasti tidak kalah padat kan, denganku?”

“Ya, ya! Akan kupastikan, Soo dan aku datang saat kau undang nanti.”

“Oke, oke! Kalau begitu, haruskah aku menikmati hidangannya?”

“Tentu saja. Silahkan Oppa!”

“Eoh! Gomawo!” seru Kyuhyun sambil berlalu. Meninggalkan pasangan itu dan menikmati hidangan yang telah tersedia tak jauh dari tempatnya tadi. Ia berhasil! Dan ini semua berkat Eunjung. Yah, meskipun begitu, Kyuhyun masih merasa bersalah soal apa yang telah ia lakukan pada gadis itu. Seandainya, waktu itu ia tidak mabuk… Tapi, berkat kejadian itu pula, hubungannya dengan Sooyoung membaik. “Semoga masalah ini cepat selesai,” gumamnya di dalam hati.

***

Tepat satu minggu berlalu semenjak munculnya rumor itu, Eunjung sudah tak lagi berhubungan dengan Kyuhyun. Beberapa hari semenjak kejadian itu juga, ia tak bisa lagi bekerja di kafe. Karena banyak fans Kyuhyun yang datang, mengakibatkan keributan di kafe tempat Eunjung bekerja. Mereka bahkan memaki dan melemparkan Eunjung dengan telur. Sehingga pada akhirnya, Eunjung memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan berdiam diri di rumahnya untuk sementara waktu.

Sesekali, di pandangnya layar ponselnya yang hitam itu. Berharap Kyuhyun akan menghubunginya. “Bogosiphda, Oppa…” gumam Eunjung, pelan. Selang beberapa detik kemudian, Eunjung memutuskan untuk mengirim sebuah pesan pada pria itu.

Maaf, Oppa. Hanya itu yang dapat kukatakan. Aku salah dan aku menyesal. Sekali lagi, maaf. Aku merindukanmu…

1 menit, 2 menit, 5 menit, 10 menit, 30 menit… Tak ada balasan yang diterima Eunjung. Ia kecewa dan juga sedih. Air matanya sudah tak dapat dibendung lagi. Eunjung menangis cukup lama, hingga akhirnya ia tertidur.

***

“I miss your embrace. I guess I loved you too much. When the night passes, it’ll become tears to wipe off.” — Day by Day (T-ARA)

***

TING! Ponsel Kyuhyun berbunyi menandakan ada pesan masuk. Dengan  segera, Kyuhyun membaca nama pengirimnya. “Dari Eunjung,” gumamnya pelan, lalu membuka pesan tersebut.

Maaf, Oppa. Hanya itu yang dapat kukatakan. Aku salah dan aku menyesal. Sekali lagi, maaf. Aku merindukanmu…

Kyuhyun tersenyum kecil. Gadis itu meminta maaf pada Kyuhyun, padahal itu bukan salahnya. Kyuhyun merasa, mabuk berat di malam itu adalah salahnya. Begitu juga dengan “tragedi” ia mencium Eunjung. Selebihnya, Eunjung hanya berusaha melindunginya. Kyuhyun tahu, Eunjung tak ingin karirnya memburuk. Kyuhyun mengenal gadis itu. Eunjung adalah jenis orang yang akan melakukan apapun untuk orang yang dikasihinya.

“Syuting akan dimulai!” seru sutradara Lee, yang menggarap film layar lebar Kyuhyun kali ini. Kyuhyun lalu berjalan, meninggalkan pesan yang belum ia balas. Satu jam kemudian, Kyuhyun baru membalas pesan itu.

Aku yang salah. Kau jangan meminta maaf. Secepatnya, aku akan melakukan konferensi pers untuk mengkonfirmasi apa yang terjadi. Kau tidak perlu khawatir, ok?

3 minggu lagi. Apa itu adalah waktu yang lama? Aku yakin saat itu, rumor ini akan mereda. Lalu aku akan menemui 3 minggu lagi. Kau bisa bersabar, kan? Aku juga merindukanmu, Eunjung-ah~

Klik! Kyuhyun kemudian mengirimkan pesan tersebut.

***

3 minggu kemudian…

Benar apa yang dikatakan Kyuhyun, rumor sudah mereda. Penantian panjang Eunjung, akhirnya berakhir juga. Ia sudah mendapat pekerjaan baru. Begitu juga dengan Kyuhyun yang sukses dengan film layar lebarnya.

Ting! Sebuah pesan dari Kyuhyun muncul. Dengan perasaan senang dan ingin tahu, Eunjung membuka pesan tersebut.

Tunggu aku di rumahmu.

Eunjung tersenyum. Lalu mengintip dari balik jendela. Dinantikannya Kyuhyun dengan sabar. Hingga akhirnya seorang pria mengetuk pintu rumahnya.

“Nuguseyo!?”

“Naega! Cho Kyuhyun!”

Klek! Eunjung membuka pintunya, lalu menatap wajah pria itu sambil tersenyum. “Masuklah!”

“Eoh!”

“Duduklah, Oppa! Oh, iya! Apa ada yang ingin kau minum?”

“Aniya. Apa kau tidak merindukanku?”

Eunjung tersipu malu. Lalu, tertawa kecil. “Haruskah?”

“Kau mengatakannya di dalam pesan 3 minggu lalu lagipula.”

“Oke, aku kalah. Oh, ya! Apa Oppa pergi ke pernikahan Sooyoung?”

“Ne. Berkat kau, aku memberanikan diri.”

“Jinjja? Lalu…”

“Ya, aku memberinya selamat. Aku bahkan ikut dalam foto keluarga mereka. Entah kenapa, aku sudah tidak merasa cemburu lagi.”

“Wae?”

“Karena aku menyukaimu Ham Eunjung. Aku mencintaimu.”

Eunjung terkejut. Lalu sedetik kemudian tertawa. “Apa kau bercanda, Oppa?”

“Aniya. Aku tulus,” kata Kyuhyun, sambil menunjukkan mimiknya yang serius.

Eunjung terdiam, kemudian menangis. Ia terharu. Cinta yang sudah lama ia nanti-nantikan kini datang padanya. Seseorang yang sudah lama ia cintai, kini balas mencintainya. “Jeongmal Oppa? Geureom kamsahamnida!” serunya kemudian.

“Kenapa kau malah berterima kasih?”

“Karena Oppa mengatakan Oppa mencintaiku. Aku senang sekali. Aku juga mencintai Oppa. Sangat.”

“Kalau begitu mulai hari ini jadilah pacarku.”

“Tapi, bagaimana dengan wartawan-wartawan itu? Aku mungkin menendang kamera mereka lagi…”

Let`s keep it as a secret then! Lagipula, aku berencana melamarmu tak lama lagi. Lalu, kita dapat membagi-bagikan kabar baik ini pada mereka.

“Oppa! Kau serius?!?”

“Apa aku terlihat berbohong?”

Eunjung menggeleng.

“Oh, ya! Aku kesini juga ingin memastikan sesuatu?”

“Apa itu?”

Sedetik kemudian, Kyuhyun sudah mencium bibir Eunjung lembut. Pria itu kemudian tersenyum. “Ah, aku ternyata benar-benar mencintaimu,” ucap Kyuhyun, sambil memegang dadanya. Jantungnya kini berdebar kencang.

“Ya!” seru Eunjung, terkejut. Ia gigit bibir bawahnya, sambil menatap Kyuhyun tajam. Kyuhyun tertawa puas, apalagi setelah melihat wajah gadisnya itu berubah merah.

“Ham Eunjung, saranghae…”

***

“It doesn’t matter, it doesn’t matter. Whatever you want baby I’ll give. Wipe your tears. It’ll never be dark. I’ll be by your side everyday.” My Love For You (Super Junior M)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s