[FF Freelance] I Chose To Get Married (Chapter 6)

poster-i-chose-to-get-married-2

Title: I CHOSE TO GET MARRIED Chapter 6

Author: Ishani

Length: Chaptered

Rating: PG15

Genre: Married life, family, Romance, Angst

Main cast: Park Chaera ‘OC’,   Cho Kyuhyun

Other cast: Shin Jewo, Cho Ahra, All member super junior,  And many more

Previous: Chapter 1Chapter 2Chapter 3Chapter 4, Chapter 5,

Credit: xilvermist @sugarcottoncandy.wordpress.com

 

 

 

Chaera baru saja pulang dari galeri seni, hari ini adalah hari pertamanya berkerja. Dan untuk hari pertama, menurutnya tidaklah begitu buruk, justru ia menikmatinya

Menjelaskan, dan menerangkan berbagai hal tentang seni tidaklah pernah membuatnya bosan. Meskipun ia hanya berkerja part time. Saat ini Chaera sedang menunggu bus, untuk menuju apartemennya.

 

Gadis itu mengeluarkan ponselnya, sambil menunggu bus yang akan mengantarnya ketujuan. Dan melihat berita terbaru tentang super junior. Seminggu belakangan ini portal berita sedang di hebohkan dengan kepulangan Heechul dari wajib militer.

 

Dan katanya dalam beberapa hari kedepan namja itu akan kembali come back di super junior. Tentu saja Chaera sebagai Elf turut senang akan berita itu yang tidak sabar melihat Heechul oppa yang akan kembali menghiasi layar kaca.

 

Selain berita Heechul oppa, ada juga berita tentang Kyuhyun super junior yang dikabarkan akan beradu akting dengan Seohyun SNSD di drama musikal.

 

Chaera menghela napas berat saat membaca portal berita terakhir itu. Bukankah ini tidak adil? Kyuhyun selalu saja memerintahnya untuk menuruti segala hal yang dimau oleh namja itu. Tapi suaminya itu justru tidak memberitahukan mengenai drama musikal itu padanya.

 

Oh lupakan, bukan Chaera mengharapkan hal itu. Ia hanya merasa tidak adil saja, dengan peraturan yang dibuat oleh Kyuhyun. Bahkan rasanya sudah lama sekali ia tidak bertatap muka lagi dengan namja itu. Seingat Chaera terakhir mereka bertatap muka, adalah pada saat hari kematian kedua orang tuanya, dan ia belum bertemu lagi dengan Kyuhyun. Tapi bukan berarti kalau ia merindukan sosok suaminya itu.

 

Jangankan merindukan namja itu, memikirkannya saja Chaera tidak punya waktu. Karena belakangan ini ia disibukan dengan tugas kuliahnya, malah sangking sibuknya kadang ia tidak sempat menjenguk oppanya. Dan beruntungnya ia, karena ia sudah menyelesaikan lukisannya, dan tadi pagi ia baru saja mengirimkannya untuk mengikuti lomba.

 

Chaera masih asik menatap layar ponselnya itu, sampai satu mobil hitam berhenti dihadapannya. Gadis itu menatap kesekelilingnya, dan bertapa bodohnya ia. Chaera baru menyadari kalau halte tempat ia menunggu bus saat ini sangat sepi.

 

Dan entah mengapa tibat-tiba Chaera sedikit takut dengan pengendara mobil, yang ada didalam mobil hitam itu. Dengan perlahan Chaera meninggalkan halte bus itu, awalnya ia memang melangkah pelan, namun lama-lama langkahnya semakin cepat saat dirasakannya kalau ada orang yang mengikutinya.

 

Chaera mengenggam ponselnya dengan sangat erat, untuk meluapkan rasa ketakutannya, saat lagi-lagi ia merasakan langkah itu yang semakin mendekatinya. Apakah sekarang saatnya untuk lari? Tentu saja kau bisa lari sekarang Park Chaera.

 

Chaera berusaha memberikan sugesti pada dirinya sendiri, namun entah mengapa sugesti itu tidak mempan padanya saat ini. Kakinya terasa sangat berat untuk diajak lari olehnya. Gadis itu semakin erat, meremas ponsel yang ada digenggamannya itu.

 

“DON’T TOUCH ME” teriak Chaera, sambil memejamkan matanya saat tiba-tiba ia merasakan sebuah tangan yang manariknya untuk berbalik.

 

“Chaera ini aku Donghae oppa” perlahan Chaera membuka kedua matanya, saat mendengar suara yang sudah ia sangat hafal itu. Gadis itu menghembuskan napasnya yang entah sudah sejak kapan ia tahan, saat ia menganali wajah tampan namja itu.

 

Donghae sengaja melepas kacamata hitamnya, sebentar saat dirasa kalau ia sudah menakut-nakuti yoeja dihadapannya itu. “Kau tidak apa-apa?Apa oppa sudah menakutimu?”

 

Chaera menggelengkan kepalanya dengan pelan, yoeja itu memang masih sedikit  syok. Karena belakang ini banyak sekali namja yang suka menguntitnya. “Tidak apa-apa”

 

“Syukurlah kalau begitu” Donghae menghembuskan napasnya dengan lega begitu mendengar jawaban dari Chaera. Tadi yoeja itu terlihat sangat ketakutan, apalagi saat ia menariknya untuk berhenti berjalan.

 

“Oppa tadinya ingin menjemputmu. Tapi karena terlalu malam, oppa justru melihatmu yang sedang menunggu bus dihalte”

 

Chaera mengerutkan keningnya dengan bingung, buat apa Hae oppa menjemputnya ke galeri. “Ada keperluan apa oppa menjemputku?”

 

“Hari ini kami akan membuat pesta didorm atas kembalinya Heechul hyung dari wajib militer” jelas Donghae, yang langsung menjawab rasa penasaran yoeja itu. “Dan kau sebagai dongsaeng sekaligus Elf, kami undang secara khusus ke pesta itu” tambah Donghae.

 

Tentu saja mendengar hal itu membuat Chaera tidak dapat menahan senyumnya. Bukankah itu berarti mereka sudah menerima kehadirannya? Bahkan tadi Donghae bilang kalau ia adalah dongsaeng mereka.

 

Dan Elf mana yang tidak senang mendengar hal itu. Tapi sepertinya Chaera harus tahu diri, Kyuhyun pasti tidak akan suka melihat kehadirannya disana. Yah, meskipun namja itu sudah bisikap ‘sedikit’ baik. Tapi tetap saja, Chaera dapat menyadari kalau Kyuhyun masih sangat membencinya.

 

“Bukannya aku tidak mau oppa, hanya saja…”

 

“Tidak ada bantahan untuk yang satu ini” putus Donghae, sambil menarik tangan Chaera, menuju mobilnya.

 

*  *  *

 

Yoeja cantik itu hanya menatap kerlap-kerlip lampu kota Seoul dari balkon dorm super junior. Tadi saat ia datang bersama dengan Donghae oppa, semua orang memang menyambutnya dengan hangat.Tidak hanya member super junior, tapi juga beberapa artis SM lainnya juga menyambutnya dengan hangat, bahkan tadi Chaera sempat mengobrol dengan Heechul oppa.

 

Tapi, Chaera memang sudah dapat menebak kalau akan seperti ini jadinya. Ia memang tidak akan bisa masuk dalam bagian mereka. Mereka seperti bintang yang saat ini sedang ia tatap, begitu jauh dan bersinar. Dan Chaera, hanya akan bisa menatap mereka dari jauh, dan akan seperti itu selamanya.

 

“Kenapa kau diluar?” Chaera memutar badannya, saat ia mendengar suara lembut seorang wanita.  “Bukankah Kyuhyun oppa ada didalam?”

 

Chaera tersenyum saat tahu kalau wanita yang menyapanya itu adalah Krystal Jung. “Aku hanya ingin menghirup udara segar saja”

 

Krystal menghampiri yoeja itu, dan berdiri tepat disamping Chaera. “Baiklah aku akan beranggapan seperti itu. Tadinya kupikir kau disini, karena cemburu melihat kedekatan Kyu oppa dengan Jewo eonnie”

 

Chaera hanya tersenyum kecil mendengar penuturan yoeja disampingnya itu. Chaera tahu kalau tidak semua orang tahu tentang kondisi pernikahan mereka. Beberapa orang mengira kalau mereka adalah sepasang suami istri yang harmonis. Bahkan tadi Kai, dan Suho terang-terangan mengatakan kalau mereka adalah pasangan yang serasi.

 

Tapi mereka berdua sama-sama tahu, kalau mereka tidak akan pernah menjadi pasangan yang harmonis. Dan kata itu begitu jauh dari pikirannya maupun Kyuhyun. “Meraka memang sudah bersahabat cukup lama, jauh sebelum Kyu oppa mengenalku”

 

“Kau tahu tadinya aku kira mereka berdua sepasang kekasih, soalnya dibeberapa kesempatan Kyu oppa sering mengajak Jewo eonnie jalan bersama” Krystal melirik raut wajah Chaera dari samping, berusaha melihat ekspresi yoeja itu.

 

Tadinya Krystal pikir Chaera akan tersinggung pada ucapannya. Tapi ternyata wajah yoeja itu datar-datar saja. “Tapi kau tahu? Kurasa Kyu oppa lebih cocok denganmu. Dan asal kau tahu aku sangat terkejut waktu aku tahu kalau pengantin Kyu oppa adalah Park Chaera gadis idola di Universitas of Seoul”

 

Chaera segera memutar kepalanya kearah yoeja yang ada disampingnya itu. Dari mana Krystal tahu kalau ia kuliah di unversitas itu?

 

“Aku juga salah satu mahasiswi disana” ucap Krystal yang seoalah mengerti raut wajah Chaera. “Yah walaupun lebih banyak cutinya, dibandingkan masuknya” tambah Krystal, sambil tertawa kecil.

 

Dan Chaera hanya tersenyum, mendengar pengakuan Krystal. Jika Krystal satu unversitas dengannya, itu berarti yoeja itu juga tahu gosip-gosip tentang dirinya yang beredar.

 

Yah begitu banyak gosip yang beredar tentang dirinya. Sangking banyaknya Chaera justru tertawa mendengar gosip-gosip itu yang semakin hari, semakin menggelikan baginya. Chaera hanya menganggap gosip-gosip tentang dirinya itu sebagai hiburan sehari-harinya.

 

“Kau tenang saja, aku bukanlah orang yang mudah dihasut dengan kata-kata” Dan lagi, Krystal seperti dapat membaca raut wajah Chaera dengan sangat jelas. “Jika aku tidak melihat hal itu dengan kedua mataku sendiri, aku tidak akan percaya dengan apa yang mereka katakan. Kau tidak usah memikirkannya, lagian kupikir mereka hanya iri padamu”

 

“Aku tidak peduli dengan semua gosip itu. Bahkan terakhir kali gosip yang ku dengar aku adalah simpanan Ahjussi nakal” Chaera tertawa kecil, saat mengingat pertama kali ia mendengar gosip itu dari beberapa yoeja yang bergosip di kantin.

 

Bukannya Chaera melabrak yoeja-yoeja itu, ia justru tertawa geli sampai ia tidak sanggup menghentikan tawanya. Rasanya lucu sekali mendengar hal itu dari yoeja-yoeja yang Chaera tahu memang suka menebarkan berita tidak benar tentang dirinya.

 

Dan yang baru Chaera ketahui juga kalau mereka adalah seorang Elf. Dan Chaera ingin sekali meneriaki pada mereka kalau ia adalah istri sah dari Cho Kyuhyun maknae super junior. Pasti ekspresi yoeja-yoeja itu sangat lucu, jika ia benar-benar membeberkan hal itu.

 

Krystal yang melihat Chaera tertawa hanya dapat membalas tawa yoeja itu. Memang sebelumnya Krystal tidak pernah bertemu dengan Chaera secara langsung. Krystal hanya sesekali mendengar dari teman-temannya yang suka bergosip tentang yoeja itu.

 

Dan sekarang rasa penasarannya telah terjawab mengenai sosok yang bernama Park Chaera itu. Dan Krystal juga tahu kalau gosip-gosip yang beredar itu memang 100%  salah.

 

Dari yang Krystal lihat Chaera bukanlah gadis murahan seperti gosip-gosip mengenai dirinya itu. Menurut Krystal Chaera bahkan gadis yang sangat anggun, dan Chaera memang pantas dipuja oleh namja-namja disekitarnya.

 

“Sebaiknya kalian berdua segera masuk, di luar sangat dingin”

 

Krystal, dan Chaera menoleh bersama kearah sumber suara itu, dan terlihatlah Amber yang berdiri didepan pintu balkon. Yoeja itu mengisyratkan pada mereka berdua untuk segera masuk, dan menyusulnya kedalam bersama dengan yang lain.

 

“Ayo kita kedalam, nanti semua eonnieku, dan para oppadeul akan marah” Krystal menarik tangan Chaera, untuk ikut masuk kedalam bersamanya

 

Chaera memperhatikan semua orang yang sedang asyik mengobrol, dan yoeja itu hanya duduk disofa begitu Krystal pergi dari hadapannya untuk bertemu dengan member f(x) yang lain.

 

“Apa kau bosan?” Sungmin duduk disamping Chaera sambil merangkul pundak yoeja cantik itu.

 

Chaera menggelengkan kepalanya. “Tidak oppa” bohongnya, karena kenyataannya ia sangat, sangatlah bosan. Tapi Chaera berusaha menghormati para oppadeul yang sudah mau mengundangnya.

 

“Kenapa Kyuhyun hyung, justru malah asik sendiri?”

 

Chaera mengikuti arah pandang Minho, yang saat ini sedang menatap Kyuhyun yang sedang asik mengobrol dengan kekasihnya berserta beberapa artis SM yang lain. Terlihat sekali kalau semua orang yang berada disini mengenal Jewo eonnie dengan baik, bahkan yoeja itu dapat berbaur dengan cepat dengan artis-artis ini.

 

“Apa kau tidak cemburu Chaera melihat suamimu yang berdekatan dengan yoeja lain?” tambah Changmin yang berusaha memanas-manasin Chaera. Kyuhyun bilang kalau yoeja itu sangat cuek dan dingin padanya, jadi ia ingin tahu apakah Chaera persis seperti apa yang Kyuhyun katakan.

Chaera segera mengahlikan perhatiannya dari sosok suaminya itu, dan menatap namja yang bernama Shim Changmin. “Tidak, merakakan hanya mengobrol biasa, dan lagian mereka juga tidak hanya berdua” gadis itu memasang ekspresi datarnya. Yah, walaupun Chaera tahu alasan sebenarnya kenapa ia tidak cemburu, adalah karena ia memang tidak memiliki rasa pada namja yang berstatus suaminya itu

 

Chaera tahu saat ia ikut pesta ini, saat itulah ia akan menambah dosanya dengan berbohong untuk menutupi kehidupan pernikahan mereka. Dan dengan bodohnya ia justru menutupi keburukan suaminya yang selingkuh tepat dihadapannya saat ini.

 

Dan lebih menggelikannya lagi, sejak Chaera datang hingga sekarang tidak ada satu katapun yang keluar dari bibir suaminya itu. Apa kehadiran kekasihnya itu mengahlikan semuanya, termaksud istrinya sendiri?

 

“Oppa kami ingin pamit pulang, kami masih memiliki jadwal besok”  pamit para member SNSD, di susul oleh artis SM lainnya yang memang sudah memiliki jadwal padat untuk besok.

 

“Baiklah, terimakasih sudah mau datang” Sungmin memeluk  mereka satu persatu, sementara Chaera hanya tersenyum, dan sesekali membalas pelukan yang diberikan oleh beberapa member SNSD, dan F(x).

 

“Kapan-kapan kita mengobrol lagi Chaera, dan jangan sungkan menyapaku jika kau bertemuku dikampus” ucap Krystal sebelum yoeja itu pamit padanya, Chaera hanya menganggukan kepalanya untuk menyetujui permintan Krystal.

 

Sepertinya saatnya ia harus pulang juga, berhubung ini juga sudah jam setengah 12 malam. Chaera baru akan ingin pamit, saat kata-katanya dipotong oleh seseorang lebih dulu.

 

“Hyung aku akan mengantar Jewo pulang dulu” pamit Kyuhyun, tanpa menunggu persetujuan dari semua hyungnya. Sementara yoeja yang akan diantar pulang itu justru berpamitan dengan sopan pada semua orang yang masih berada di dorm itu, termaksud dengan Chaera.

 

“Chaera aku pamit dulu, sampai bertemu dirumah sakit” ucap yoeja itu sambil memeluk Chaera dengan lembut, sebelum yoeja itu menyusul Kyuhyun yang sudah lebih dulu keluar dari dorm.

 

Member super junior yang berada disitu hanya dapat mengerutkan keningnya dengan bingung melihat pemandangan itu. Bukankah ini pemandangan yang langkah? Bagaimana bisa maknae mereka membuat kekasihnya, dan istrinya menjadi akrab seperti itu. Sepertinya mereka harus mencari tahu rahasia bocah evil itu.

 

“Dan Chaera sebaiknya kau menginap disini. Kami lelah, dan sudah tidak sanggup lagi untuk mengantarmu pulang” ucap sang leder

 

“Tapi oppa aku bisa…”

 

“Kami tidak akan membiarkanmu pulang senidri ditengah malam” potong Leeteuk, yang dapat menebak isi pikiran yoeja itu. Namja itu berjalan menuju ruang tengah, tanpa mau mendengar bantahan dari Chaera.

 

“Oppa” rengek yoeja itu, sambil menyusul Leeteuk ke ruang tengah. Sementara member yang lain kembali dibingungkan dan apa yang mereka lihat, sejak kapan Chaera dapat semanja itu dengan leder mereka itu.

 

“Tidak Chaera” Leeteuk kembali menolak permintaan Chaera dengan tegas. “Apa kau akan membantah perintah oppamu ini?”

 

Chaera duduk di samping namja itu, dan memasang tampang aegyonya berharap usahanya yang terakhir ini akan membuahkan hasil. “Oppa besok aku ada kuliah”

 

Leeteuk hanya melirik yoeja itu dengan tajam, dan Chaera mengerti kalau artinya usahanya yang terakhir gagal.

 

Melihat Chaera yang merajuk membuat member yang lain gemas, dan tidak tahan untuk tidak mengajak yoeja itu mengobrol. Dan lagi mumpung anjing penjaga gadis itu sedang tidak ada disini. Siapa lagi kalau  bukan maknae mereka?

 

“Sudahlah Chaera, kau menginap saja disini oppakan baru bertemu denganmu beberapa kali” ucap Heechul, yang secara tidak langsung menyetujui usul hyungnya itu.

 

“Dan oppa juga punya permainan bagus untuk kita mainkan sekarang” tambah Eunyhuk dengan senyum penuh artinya.

 

*  *  *

 

Kyuhyun memasukan kode password dorm super junior, setelah ia pulang dari mengantar kekasihnya. Kyuhyun merasa geli sendiri, saat mengingat kalau ia terang-terangan akan mengantar Jewo didepan istrinya sendiri.

 

Kyuhyun pikir Chaera akan marah padanya. Tapi ternyata wajah gadis itu datar-datar saja, baguslah itu berarti Chaera tidak memiliki perasaan apa-apa padanya. Lagian buat apa ia harus memperdulikan perasaan gadis itu? Dan tadi Kyuhyun juga sengaja tidak menyapa gadis itu, bukan karena Jewo ada didekatnya.

 

Tapi belakangan ini seperti ada yang aneh dalam otaknya. Setiap ia mengingat Chaera, bayangan gadis itu saat berganti baju selalu terlintas dipikirannya, dan seperti hantu yang terus begentayangan mengganggunya.

 

Itu alasan kenapa belakangan ini ia tidak pernah pulang ke apartemen mereka. Kyuhyun takut kalau ia tidak dapat mengendalikan hastranya lagi, untuk melihat pemandangan itu sekali lagi.

 

Kyuhyun melepas, sepatunya dengan sendal rumah. Namja itu berjalan menuju kamarnya, dan bertapa terkejutnya ia saat ia melihat ke ruang tengah dormnya. “Hyung apa yang kau lakukan pada Chaera?”

 

Semua member yang berada di ruang tengah itu langsung mengahlikan perhatian mereka, pada namja yang baru saja meneriaki mereka. “Kyu, kami hanya” Sungmin berusaha menjelaskan apa yang terjadi pada maknae mereka itu. Namun terasa sangat sulit saat namja itu menatap mereka dengan tajam.

 

“Maaf Kyu kami tidak tahu kalau Chaera tidak kuat minum” kali ini Siwon yang berusaha menjelaskan pada Kyuhyun. “Tapi kau tenang saja kita tidak berbuat macam-macam pada Chaera. Kami hanya taruhan bermain games saja”

 

Kyuhyun masih saja menatap semua hyungnya itu satu persatu dengan tajam. Tadinya Kyuhyun pikir, saat ia mengantar Jewo pulang, saat itulah Chaera juga pulang. Tapi ia melupakan satu fakta, kalau semua hyungnya itu mengidolakan sosok istrinya itu.

 

Sudah tentu semua hyungnya tidak akan membiarkan Chaera pulang. Tapi yang paling membuat Kyuhyun tidak habis pikir, kenapa Chaera bisa sampai tidak sadarkan diri seperti itu? Yoeja itu menyandarkan kepalanya diatas meja, sambil memejamkan matanya, dan didepan Chaera terhidang bekas-bekas botol soju. Kyuhyun berjalan menghampiri istrinya itu, dan menarik tangan Chaera untuk bangun.

 

Merasa tanganya di tarik, Chaera hanya melirik sekilas namja yang menariknya. Setelah itu yoeja itu justru menghempaskan tangan Kyuhyun dengan kasar. Melihat itu Kyuhyun kembali menarik tangan istrinya itu.

 

“Lepas Cho Kyuhyun” Cheara kembali menarik tangannya dari genggaman namja itu, tanpa memperdulikan wajah Kyuhyun yang sudah mulai merah padam.

 

“Bangun sekarang, kita pulang” perintah Kyuhyun dengan datar dan dingin.Sementara member suju yang melihat itu, sudah mulai bergidik ngeri melihat aura maknae mereka yang begitu menyeramkan.

 

Sepertinya mereka sudah membuat iblis murka sekarang. Entah siapa yang akan menjadi pelampiasan kekesalan evil itu. Sudah pasti pilihannya hanya ada mereka, dan Chaera. Tapi meraka semua satu pemikiran, dan sudah sepakat kalau Chaera tidak boleh lagi menjadi pelampiasan kekesalan maknae mereka. Dan mereka akan melindungi yoeja itu.

 

“Aku tidak mau” ucap Chaera yang tidak kalah datar. Sekarang yoeja itu menatap suaminya yang masih betah berdiri disampingnya. “Kenapa kau suka sekali mengaturku Cho Kyuhyun?” Meskipun Chaera mengucapkan hal itu dengan santai, namun tidak dengan tatapan yoeja itu yang menatap Kyuhyun dengan tajam.

 

“Aku tahu, aku telah merebut kebahagiaanmu, dan aku juga tahu kalau kau tersiksa dengan ini. Tapi aku juga, tidakah kau mengerti bagaimana posisiku saat ini?”

 

Chaera manarik napas dalam, untuk menahan rasa sesak yang tiba-tiba menyelinap didadanya. Dengan santai yoeja itu kembali meneguk sojunya. Sementara mereka yang melihat hal itu, hanya dapat terdiam merasakan nada lirih di diri yoeja itu.

 

“Aku sudah berjanji untuk mengembalikan kebahagianmu, dan kau tenang saja itu tidak akan lama lagi”

 

“Chaera, apa yang kau katakan?” potong Leeteuk saat namja itu menangkap apa maksud dari ucapan yoeja itu. “Kau, dan Kyuhyun akan bercerai?”

 

“Mwo” ucap semua member bersamaan kecuali Leeteuk, dan Kyuhyun. Yah meskipun mereka semua memang terkejut mendengar hal itu. Jika sejak awal Chaera merencanakan perceraian, lalu buat apa yoeja itu bersikap egois terhadap Kyuhyun? Bukankah itu berarti hudup yoeja itu akan kembali seperti semula?

 

Chaera mengabaikan pertanyaan yang diberikan Leeteuk padanya. Saat ini ia hanya ingin mengeluarkan apa yang memang harus diketahui oleh Kyuhyun.”Dan untuk masalah biaya oppaku, kau tidak usah mengkhawatirkannya. Saat ini aku sedang mengumpulkan uang. Jikapun itu masih kurang” Chaera menggantungkan kalimatnya.

 

Yoeja itu kembali teringat ucapan Gi oppa, beberapa hari yang lalu saat mereka berdua sedang mengunjungi oppanya dirumah sakit. Chaera pikir dari semua namja yang melihatnya, hanya ketiga oppanyalah yang benar-benar tidak tertarik padanya, dan hanya menganggapnya sebagai dongsaeng mereka. Tapi ia salah, dan ternyata Gi oppa menyimpan perasaan untuknya.

 

Dan Chaera tahu, ia tidak bisa mengabaikan perasaan Gi oppanya. Ia tidak bisa mengabaikan namja itu seperti ia mengabaikan perasaan namja-namja lainnya yang ada diluaran sana. Gi oppa sudah begitu baik padanya, dan namja itu sudah begitu banyak membantunya. Setidaknya jika memang ia harus menolaknya, Chaera ingin menolaknya dengan perlahan.

 

Chaera tertawa begitu bayangan Gi oppa yang memintanya untuk menerima tawarannya itu kembali terlintas dikepalanya. “Setelah kita berpisah bukanlah masalah untukku dengan siapapun nanti aku akan menikah. Asal dia tidak punya kekasih, dan dapat membiayai perawatan oppaku, maka aku akan menerimanya. Termaksud jika namja itu salah satu sahabat oppaku. Untukku sekarang yang ku butuhkan hanya Yohwan oppaku saja”

 

Mendengar pernyataan yang keluar dari mulut Chaera sendiri, bahwa yoeja itu akan menikah lagi membuat Kyuhyun merasa sedikit terkejut sekaligus lega. Mungkin ia memang membenci Chaera, karena telah merusak hidupnya. Tapi bagaimanapun Kyuhyun tahu, kalau yoeja itu membutuhkan seseorang untuk menjadi sandaranya selain oppanya itu.

 

Dan setidaknya Kyuhyun tahu, begitu mereka berpisah akan ada orang lain yang akan menggantikan tanggung jawabnya sebagai suami dari Park Chaera.

 

“Kyu” Sungmin menepuk bahu namja itu, yang masih betah menatap istrinya, dan Kyuhyun hanya meliriknya sebentar. “Sebaiknya kau bawa Chaera kekamarmu. Sepertinya dia sudah sangat lelah biarkanlah dia menginap disini”

 

Melihat keadaan Chaera yang terlihat begitu sendu, membuat member yang lain juga dapat merasakannya. Chaera yang mereka kenal cuek, dan polos ternyata yoeja itu justru memikirkan hal jauh dari yang mereka kira.

 

Sungmin hyung benar, saat ini Chaera terlihat sangat lelah. Beberapa hari tidak bertemu yoeja itu, membuat Kyuhyun sadar sesuatu kalau Chaera memang lebih kurus dari yang terakhir kali ia lihat.

 

Kyuhyun melihat Chaera yang akan meneguk soju kaleng itu. Namja itu segera merampas kaleng soju yang ada ditangan istrinya itu, dan meminum sisa soju itu hingga habis. “Sudah cukup, kita tidur sekarang”

 

Kyuhyun menarik tangan Chaera dan membawanya ke kamar ia, dan Sungmin. Kali ini yoeja itu tidak lagi memberontaknya, mungkin Chaera sudah benar-benar lelah. Yoeja itu bahkan langsung menaiki kasurnya, dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.

 

Kyuhyun hanya menatap sebentar istrinya itu, yang sekarang sudah terkapar diatas kasurnya. Namja itu segera mencuci muka, dan mengganti bajunya dengan kaos oblong, dan celana pendek, pakaian yang memang biasa ia gunakan saat tidur.

 

Setelah mengganti pakaiannya, Kyuhyun segera menyusul Chaera untuk berbaring dikasurnya. Meskipun di kamar ini ada dua kasur, tapi Kyuhyun sama sekali tidak berminat untuk menggunakan kasur hyungnya itu.

 

Selain karena ia tidak biasa tidur dikasur milik orang lain. Kyuhyun juga merasa kehadiran Chaera diranjang yang sama dengannya bukanlah suatu masalah baginya. Kyuhyun menatap, yoeja yang saat ini sedang tidur disampingnya.

 

Apakah ucapan Chaera tadi sungguhan? Apa yoeja itu akan menikahi salah satu dari oppa-oppanya itu? Tapi oppa yang mana yang akan dinikahi Chaera? Kyuhyun sungguh penasaran dengan hal itu.

 

Siapapun namja itu, Kyuhyun harap dapat memperlakukan Chaera dengan baik, lebih dari pada ia memperlakukan Chaera. Dan namja itu, mungkin akan menjadi namja yang beruntung karena dapat memilik yoeja ini.

 

Dan Oh Cho Kyuhyun, kaulah namja beruntung itu. Apakah kau tidak sadar kau telah memiliki yoeja itu? Kyuhyun masih betah menatap wajah Chaera yang saat ini sedang tertidur, menyelami ciptaan tuhan yang begitu indah itu. Sampai Kyuhyun tidak menyadari kalau ada kehadiran orang lain didekatnya.

 

“Jadi ini yang kau lakukan saat istrimu tertidur? Memandanginya dalam diam”

 

Kyuhyun segera mengahlihkan perhatiannya, saat ia mendengar suara Sungmin didepan pintu kamarnya. Namja itu sekarang sudah berjalan mendekati ranjang miliknya dan duduk disana, menghadap kearah ranjang milik Kyuhyun.

 

“Ada apa kau kemari? Jangan bilang jika kau ingin tidur dikamar yang sama dengan sepasang suami istri?” ucap Kyuhyun, saat Sungmin sudah duduk diranjang miliknya

 

Sungmin mendengus mengejek melihat dongsaengnya yang terlihat salah tingkah dihadapannya. Setelah namja itu tertangkap basah tengah menatap istrinya itu. “Aku hanya ingin mengambil laptopku”

 

“Kalau begitu cepatlah” ucap Kyuhyun dengan nada kesal, begitu tadi ia mendengar nada mengejek yang keluar dari mulut hyungnya itu.

 

“Apa aku menganggumu tadi?” goda Sungmin yang menyadari kekesalan Kyuhyun. Tapi sayangnya namja itu justru tidak menanggapi godaannya. “Aku tidak tahu, jika kalian bahkan sudah memikirkan perceraian”

 

Lagi-lagi dongsaengnya yang kurang ajar itu mengacuhkannya. Tapi Sungmin tahu perceraian bukanlah hal yang bagus bagi suatu pernikahan. Jika sejak awal Chaera memang, berpikir untuk bercerai bukankah seharusnya yoeja itu tidak menikahi Kyuhyun.

 

Dan Sungmin juga penasaran, apakah Kyuhyun juga setuju atas rencana perceraian itu? Bukankah Kyuhyun pernah bilang jika namja itu hanya akan menikah sekali seumur hidup, seperti kedua orang tuanya..

 

Tapi jika mereka sudah merencanakan perceraian, sudah pasti namja itu tidak akan menikah sekali. Atau mereka akan melakukan pembatalan pernikahan? Mungkin saja, jika dilihat dari umur pernikahan mereka yang masih. seumur jagung.

 

Tapi jika ia boleh memberi saran, Sungmin tetap akan memilih Kyuhyun, dan Chaera tetap mempertahankan pernikahan mereka. Bagaimanapun kedua orang itu sudah mengucap janji dihadapan tuhan.

 

Dan Sungmin sangat yakin tidaklah sulit bagi Kyuhyun untuk dapat mencintai Chaera. Pasti ada kalanya Kyuhyun merasa bangga menjadi suami dari yoeja cantik itu. “Jawablah jujur Kyu, sebagai seorang namja yang normal apa kau tidak tertarik pada Chaera, apa lagi kalian tidur bersama?”

 

Tertarik pada Chaera? Apa ini semacam pertanyaan menjebak? Tentu saja ada kalahnya ia tertarik pada Chaera, jika ia melihat yoeja dari sisi pria normalnya. Apa lagi setelah yoeja itu memberikan tontonan yang langsung merusak moralnya.

 

“Baiklah jika kau tidak bisa menjawabnya, aku akan mengganti pertanyaannya. Menurutmu seperti apa Chaera secara fisik?”

 

Chaera secara fisik? Kyuhyun mengerutkan keningnya, tidak mengerti dengan maksud pertanyaan hyungnya barusan. Tapi tiba-tiba bayangan itu muncul kembali dalam kepalanya.

 

Bayangan Chaera saat berganti baju kembali teringat olehnya. Bahkan bayangan itu terlihat seperti nyata dipikirannya. Astaga, sekarang tubuh itu terlihat begitu “Seksi” gumam Kyuhyun, yang tidak sadar telah menyeruarakan pikirannya itu.

 

“MWO” teriak Sungmin yang terkejut dengan jawaban dari namja dihadapannya itu. “Kyu apa tadi aku tidak salah dengar?”

 

Kyuhyun yang baru menyadari atas apa yang baru ia ucapkan, segera mencoba untuk mengahlikan pembicaraan. Bagaimana bisa ia sampai keceplosan seperti itu? pasti hyungnya itu dapat mendengar apa yang ia ucapkan tadi.

Cho Kyuhyun, kau bodoh sekali, dengusnya dalam hati. “Hyung cepatlah ambil laptopmu, Aku sudah ingin tidur sekarang” Kyuhyun segera membalikan badannya memunggungi Chaera, sekaligus hyungnya itu.

 

Sungmin yang menyadari kalau Kyuhyun sedang mencoba mengahlikan pembicaraan, hanya dapat mendesah berat. Meski Kyuhyun selalu bersikap seolah tidak perduli pada yoeja itu, tapi tetap alam bawah sadar namja itu mengakui keindahan yang ada di Chaera. Lagian ia sudah sangat puas dengan jawaban yang ia dapat dari dongsaengnya itu

 

Tapi rasanya tetap saja ia masih ingin mengoda namja itu. Lagian kapan lagi ia bisa membuat wajah maknae mereka lebih merah lagi dari sebelumnya. “Kau benar, bahkan saat tidurpun dia terlihat sangat seksi”

 

Mendengar hal itu Kyuhyun segera bangkit duduk diranjangnya, dan menatap hyungnya itu dengan tatapan membunuh. Namja itu segera menarik selimut Chaera, sampai menutupi wajah gadis itu. Ia tidak suka mendengar kalimat yang baru saja keluar dari bibir Sungmin. Seolah namja itu ingin menerkam Chaera.“Cepatlah ambil laptopmu itu, sebelum aku sendiri yang menendangmu keluar”

 

Melihat reaksi Kyuhyun yang kesal, justru membuat Sungmin ingin tertawa. Dasar suami proctectif, gumamnya dalam hati. “Baiklah, aku akan keluar. Tapi sebelumnya aku ingin kau tahu sesuatu Kyu” kali ini Sungmin akan bicara serius dengan dongsaengnya itu, bagaimanapun ia tetap menyayangi Kyuhyun, dan ia tetap menginginkan yang terbaik untuk maknae mereka itu.

 

“Apapun keputusanmu nanti, kami akan selalu berada dibelakangmu. Jadi kami harap, kau dapat memutuskan apa yang terbaik untukmu. Jangan sampai kau akan menyesalinya dikemudian hari nanti”

 

Setelah mengucapkan itu, Sungmin segera mengambil laptopnya yang berada diatas mejanya, dan segera meninggalkan pasangan suami istri itu.

 

Sementara Kyuhyun, Kyuhyun hanya dapat berdiam diri diatas ranjangnya. Tidak tahu apa yang harus ia lakukan setelah mendengar ucapan hyungnya yang paling ia sayang itu.

 

Namja itu kembali melirik, Chaera yang sedang tidur disampingnya. Kyuhyun menarik turun selimut yang menutupi wajah cantik yoeja itu, dan kembali berbaring disampingnya.

 

Kyuhyun masih saja betah menatap wajah damai itu, bahkan sekarang ia sudah memutar badan menghadap istrinya itu. Siapapun yang melihat Chaera, pasti tahu jika yoeja itu sangatlah cantik. Apa lagi jika orang itu dapat melihatnya sedekat Kyuhyun dapat melihat yoeja itu sekarang.

Enta siapa yang akan menjadi suami yoeja itu nanti, pastilah namja itu sangat beruntung dapat menikmati wajah cantik Chaera setiap dia akan terlelap. Dan Kyuhyun baru menyadari kalau memang itulah hal yang biasa ia lakukan, saat ia akan tidur disamping Chaera.

 

Tapi Kyuhyun akan mengatakannya jika ia melakukan itu, sama seperti para namja yang lain. Yaitu hanyalah karena ia mengagumi kecantikan yoeja itu tidak lebih, dan hatinya akan selalu ia jaga untuk kekasihnya itu.

 

Namja itu masih saja asik menatap wajah cantik Chaera, sampai jantungnya hampir saja berhenti berdetak saat yoeja itu berbalik menghadapnya. Tangan yoeja itu berada diatas perutnya, dan memeluk pinggangnya dengan lembut, sementara kaki Chaera tepat berada diatas kakinya.

 

Tentu saja Kyuhyun dapat merasakan kelembutan kaki itu, karena memang saat ini ia sedang menggunakan celana pendek. Astaga kulit ini benar-benar terasa sangat lembut. Sebetulnya merek handbody apa yang biasa digunakan Chaera, sehingga kulitnya dapat selembut, dan sekenyal itu?

 

Kyuhyun juga dapat merasakan hembusan napas yoeja itu yang berada tepat dilekukan lehernya. Dan kerena hembusan napas itu, membuat seruluh sarafnya terganggu seketika. Meski Kyuhyun sadar kalau semua itu menganggunya, tapi tidak sedikitpun ia berniat untuk mengubah posisi mereka saat ini.

 

 *  *  *

 

Ada yang berbeda dari kegiatan Chaera saat ini. Jika biasanya setelah ia pulang kuliah, Chaera akan langsung kerumah sakit dan menghabiskan waktunya disana. Namun beberapa hari ini berbeda, selain karena ia sudah mulai magang digaleri. Chaera juga memiliki kegiatan baru, yaitu makan siang bersama temannya.

 

Kali ini temannya adalah seorang yoeja tulen, yaitu Krystal Jung. Krystal Jung dari member f(x). Chaera sendiri sebetulnya sedikit haran dengan yoeja itu, yang sepertinya sangat ingin berteman dengannya.

 

Sejak pesta penyambutan Heechul oppa waktu itu, Krystal selau saja menyapanya jika mereka tidak sengaja bertemu dikampus. Atau awalnya hanya menyapa, setelah itu yoeja itu akan menghampirinya dan duduk bersamanya.

 

Awalnya Chaera hanya menganggap sikap Krystal itu sebagai suatu kesopanan karena yoeja itu satu agensi dengan suaminya. Tapi makin lama, entah kenapa mereka semakin dekat.

 

Bukannya Chaera tidak mau berteman dengan Krystal, tapi seperti yang semua tahu kalau begitu banyak gosip tidak benar tentangnya yang beredar dikampus. Dan begitu banyak mahasiswi yang membencinya, Chaera hanya tidak ingin jika imej Krystal buruk karenanya.

 

“Apa kau akan menonton drama musikal yang akan dimainkan namja itu?”

 

Chaera hanya melirik sekilas yoeja dihadapannya, dan kembali manatap buka yang saat ini sedang ia baca. Tanpa perlu ditanya Chaera sudah tahu namja mana yang dimaksud oleh Krystal, sudah tentu namja itu adalah suaminya. Sudah seperti keharusan jika mereka harus menyamarkan nama namja itu. Jika mereka sedang mengobrol ditempat ramai seperti ini.

 

Mungkin yang memiliki nama Cho Kyuhyun, bukan hanya maknae super junior saja. Tapi Cho Kyuhyun yang dikenal Krystal, dan satu manajement dengan Krystal hanya Cho Kyuhyun super junior saja.

 

“Kurasa tidak” jawab yoeja itu, tanpa sedikitpun mengahlikan perhatiannya dari buku yang sedang ia baca.

 

“Kenapa? Apa kau tidak ingin melihat pertunjukan pertama suamimu?” Krystal manatap Chaera, dengan sedikit penasaran. Entah ini perasaannya saja, atau Chaera memang tipe orang yang cuek, meski itu dengan suaminya sekalipun.

 

“Tugas kuliahku saat ini sedang sangat menumpuk” Chaera menjawab pertanyaan dari Krystal tanpa mengahlikan sedikitpun perhatiannya dari buku yang sedang ia baca saat ini.

 

“Apa kau tidak bisa menundanya?” ucap Krystal yang tidak putus asa. Entah kenapa Krystal merasa seperti sudah mengenal Chaera sangat lama sekali. Ia merasa nyaman berbicara dengan Chaera. Yah, meskipun gadis itu lebih banyak diam, tapi Krystal tahu kalau Chaera selalu mendengarkan semua hal yang ia ceritanya.

 

Sifat Chaera yang seperti itulah yang membuatnya nyaman bercerita apa saja pada yoeja itu. Tapi bukan berarti ia tidak merasa nyaman berbicara dengan semua eonnienya itu.

 

Semuan eonnienya di F(x) sangat baik padanya, hanya saja  mereka memiliki sifat yang sama satu sama lain, yaitu keras kepala. Dan yang Krystal butuhkan disini hanya sebuah teman untuk mendengarkan semua ceritanya, dan Chaera sangat tepat untuk itu.

 

Chaera hanya menatap yoeja dihadapannya itu, sebagai tanda penolakan.

 

Krystal menghembuskan napasnya dengan berat. “Hanya dua jam saja, apa kau tidak bisa? Ku mohon Chaera”Krystal memasang tampang aegyonya.

 

Dan kali ini Chaera yang menghembuskan napas beratnya. “Akan aku usahakan nanti, dan sepertinya sekarang aku harus pergi” Chaera memasukan bukunya kedalam tas selempangnya.

 

“Bukankah masih ada tiga jam lagi sebelum kau ke galeri?”

 

“Tadi Donghae oppa menghubungiku, dan memintaku untuk datang ke dorm” jawab Chaera sambil tersenyum, saat melihat wajah merajuk teman wanitanya itu.

 

“Apa tidak bisa nanti saja?” Rasanya Krystal masih ingin menceritakan banyak hal, dengan teman barunya itu.

 

“Mian Krystal. Tapi aku sudah terlanjur mengatakan akan kesana. Lain kali saja aku akan menemanimu” Setelah melihat senyum diwajah yoeja itu, Chaera segera pergi dari café itu, menuju dorm super junior.

 

*  *  *

 

Chaera manatap wajah namja yang ada dihadapannya sekarang. Namja itu terlihat begitu mengantuk, dan lelah. “Apa aku datang disaat yang tidak tepat?” tanya Chaera dengan ragu.

 

“Tidak, tidak,tidak” Donghae segera menggelengkan kepalanya, saat dilihat raut bersalah diwajah Chaera. “Masuklah dulu, oppa akan mencuci muku dahulu” Donghae mempersilahkan Chaera untuk masuk kedalam dorm.

 

“Kenapa sepi sekali?” Chaera mengedarkan tatapannya kesekitar dorm saat dilihat ia tidak melihat penghuni lain didorm ini.

 

“Oh, yang lain sedang memiliki jadwal. Sedangkan Yesung, dan Eunhyuk hyung sedang istriharat dikamar mereka” ucap Donghae sebelum namja itu menghilang dibalik pintu kamarnya.

 

Sementara Chaera, gadis itu hanya dapat duduk manis diruang tengah sambil menunggu Hae oppa selasai mencuci mukanya. Sebetulnya tadi Chaera tidak ingin menerima tawaran Hae oppa untuk kemari, karena ia takut akan bertemu Kyuhyun disini, dan ia sangat yakin kalau namja itu tidak akan suka kehadirannya disini.

 

Apa lagi saat beberapa hari yang lalu, saat ia terlalu banyak meneguk soju dipesta kedatangannya Heechul oppa. Meski mabuk, tapi Chaera masih mengingat dengan baik, apa saja yang telah ia ucapkan saat ia mabuk waktu itu.

 

Dan rasanya ia terlalu banyak membuka rahasia pernikahannya dengan Kyuhyun dihadapan member Super Junior yang lain. Jadi pantas jika Kyuhyun bersikap dingin kembali padanya. Bahkan saat ia bangun pagi itu, Kyuhyun sempat menyindirnya dengan tajam.

 

Jadi dari padanya ia memancing amarah Kyuhyun lagi, Chaera lebih memilih menghindari namja itu untuk sementara waktu. Tapi sekarang justru ia datang ketempat biasa suaminya itu menghabiskan waktunya. Jika bukan karena tawaran Donghae oppa, yang akan membayar jasanya untuk melukis mungkin Chaera tidak akan mau.

 

Chaera masih saja asik melamun, sampai suara gaduh yang berasal dari balkon membuyarkan lamunanya. Gadis itu melirik sekilas kearah balkon, balkon itu tertutup setengah oleh korden berwarna biru. Jadi Chaera tidak dapat melihat dengan jelas suara gaduh apa itu.

 

Apa itu Donghae oppa? Tapi Chaera tidak melihat namja itu keluar dari kamarnya. Apa Yesung oppa atau tidak Eunhyuk oppa? Ah masa bodoh, lebih baik sekarang ia kesana saja untuk memastikan sendiri.

 

Lagian ia juga sudah bosan menuggu Donghae oppa yang belum keluar-keluar dari kamar. Chaera berjalan menuju balkon itu, gadis itu tidak langsung masuk ke balkon. Tapi Chaera lebih memilih untuk mengintipnya dahulu, yoeja itu menyibakan korden yang menutupi setengah pintu balkon itu.

 

Dan sedetik kemudian matanya membesar sempurna, saat dilihatnya pemandangan yang ada dihadapannya. “Cho Kyuhyun” gumamnya pelan

 

Note : Ehmmm, aku akan kasih sedikit bocoran untuk chapter selanjutnya. Buat rider yang nanya kapan mereka bersatu, mungkin dichapter selanjutnya akan terjawab.

Tapi ia juga sadar, mungkin inilah saatnya Kyuhyun meminta haknya. Haknya sebagai seorang namja yang sudah mengikat janji dengannya dihadapan tuhan. Dan Chaera tahu haknya Kyuhyun adalah kewajiban baginya. –pasti udah dapat mengira sedikitkan apa yang terjadi-

 

Tapi sayangnya mungkin akan lama publishnya. Soalnya aku lagi banyak tugas, dan chapter selanjutnya juga belum sempurna. Dan makasih buat yang comen dan ingetin aku tentang beberapa kata yang typo, semoga aja typo itu gak mengganggu kalian dalam membaca. Dan Aku jadi gemes, dan bertekad untuk memusnakan typo itu.

Dan makasih yang udah mau comen. Karena comen kalian itu membuat aku semakin semangat menyelesaikannya, dan biar cepat publish juga hehehe. Oh iya satu lagi, namaku bukan Thor, tapi Ishani Ishada aku 97liner. Dan aku gak kenal sama yang namanya Thor.

 

 

25 thoughts on “[FF Freelance] I Chose To Get Married (Chapter 6)

  1. ini kok ceritanya mirip bgt ya sama ” I HATE MY WEDDING” choi chesa anggi..

    yg aku liat dr kata2 dan plot ceritanya mirip bgt…

    klo bs mohon diperbaiki.. biar gak jd plagiat…

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s