[FF Freelance] Drama Script

drama-script

 DRAMA SCRIPT

Author : Haruhi

Rating : General

Length : Vignette

Genre : Romance, hurt, songfic

Main Cast : Kim Myungsoo (Infinite), Krystal Jung f(x)

Support Cast : Bae Suzy (Miss A)

Credit cover : Ettaeminho

Disclaimer: This story is pure from my mind! Plagiarism is STRICTLY PROHIBITED. Please don’t copy without any credit or permission!

Autor’s note : FF ini pernah di-post di blog pribadi aku Haruhi’s Neverland dan Fiction Jukebox. Selamat membaca ^^

*

Diary…

Let me tell you a story…

…About love behind a drama script…

*

 

Krystal Jung mengembangkan senyum seraya membalik pelan lembar demi lembar buku di hadapannya. Sepasang mata indahnya memindai liar pada rangkaian tulisan yang memenuhi buku itu. Satu lembar… Dua lembar… Tiga lembar… lalu tangannya bergeming.

Krystal tertegun. Jarinya  telah sampai pada sebuah halaman kosong. Sejenak, ia membiarkan waktu bergulir dalam hening. Kemudian seulas senyum mengiringi gerak tangannya yang terangkat, bersiap menorehkan untaian kata.

Dear diary…

.

Aku ingin menceritakan salah satu bagian dari kisah hidupku. Ini tentang seorang namja bernama Jong Hyuk.

 

Kim Jong Hyuk.

 

Kehadiran namja itu adalah satu dari sekian banyak hal yang membuatku bersyukur telah hidup. Dia adalah namja yang hanya demi dirinya aku mampu mengorbankan apapun. Ya… Dia segalanya bagiku. Dia kekasihku.

 

Krystal mengangkat wajah, menerawang sejenak ke depan. Bibirnya membentuk sebuah lengkungan bulan sabit. Setelah mengembuskan napas panjang, jemari Krystal kembali berdansa dengan ukiran pena.

 

Tidak. Kim Jong Hyuk hanya menjadi kekasihku selama kamera menyoroti kami. Selama nama Song Yoo Kyung menjadi namaku. Dan selama lembaran naskah menjadi tuntunan kami dalam berinteraksi.

 

Bagaimana dengan sosok asli Kim Jong Hyuk?

 

Selepas sutradara menyerukan ‘cut’, Kim Jong Hyuk akan kembali menjadi Kim Myungsoo. Ya. Anggota Infinite itu menjadi lawan mainku dalam sebuah drama.

Missing. Itulah judul drama yang kami bintangi. Berkisah tentang seorang namja yang divonis tak berumur panjang akibat penyakitnya. Dan aku, memerankan tokoh Song Yoo Kyung. Kekasih Jong Hyuk yang selalu setia mencintai pemuda itu meski harus menelan kenyataan pahit akan penyakit Jong Hyuk, juga kedua orang tuanya yang dengan segala cara hendak memisahkan mereka.

 

Drama sepanjang dua puluh episode ini, lebih banyak bercerita tentang momen manis pasangan Jong Hyuk-Yoo Kyung saat mereka memutuskan untuk mengisi sisa waktu dengan lebih banyak berdua, dengan melarikan diri ke Jeju.

 

Awalnya, aku mengira hari-hari syuting kami akan terasa datar. Tidak ada yang menarik. Biasa saja. Sama seperti ketika aku melakukan syuting Invicible high kick. Tapi ternyata, kehadiran Myungsoo mengubah segalanya.

 

Hari-hari pertama syuting, aku terhibur dengan banyak NG yang dilakukan Myungsoo. Kau tahu? Dia salah mengucap nama tokoh yang kuperankan sebanyak lima kali. Dan itu membuatku harus mengulang aka d menangis yang sama sekali tidak mudah. Aku masih ingat dengan jelas saat sutradara Park menghampiri Myungsoo untuk memberinya ceramah panjang. Hal yang membuatku tertawa adalah ekspresi sutradara ganas itu tak ubahnya singa kelaparan yang siap menerkam Myungsoo. Kalau tidak salah… saat itu kami syuting untuk episode ketiga. Adegan dimulai saat aku menangis di sudut taman. Kemudian Myungsoo datang dan menghiburku seperti seorang ksatria. Ya… Peran seperti itu memang cocok dengan aka d seorang Myungsoo. Sayang, sang ksatria merusak image-nya hanya karena salah mengucap nama, dan berulang-ulang lupa dialog. Meski demikian, sejujurnya… Aku menikmati syuting hari itu. Aku terpingkal setiap kali Myungsoo membuat NG konyol yang berakhir dengan mehrong atau ledakan tawa.

 

Syuting selesai sekitar pukul sebelas malam. Aku sudah aka d kembali ke van yang dikendarai manajer Jeong ketika Myungsoo berlari ke arahku.

 

Saat aku berbalik, tawaku meledak. Kudapati wajah Myungsoo tampak begitu kusut dengan mata memerah. Siapapun yang melihatnya pasti akan langsung paham bahwa dia benar-benar membutuhkan tidur.

 

Diary, kau tahu? Dia mengajakku ke kedai tteukbokki! Dia bilang, dia merasa bersalah dan khawatir karena aku harus mengulang aka d menangis sampai berkali-kali. Katanya, dia takut aku menangis bukan karena aka d, tetapi benar-benar menangis karena perbuatannya. Dasar!

 

Berbekal izin dari manajer kami, juga penyamaran ala kadarnya, malam itu kami menyambangi sebuah kedai kecil di pinggir jalan. Tidak terlalu jauh dari lokasi syuting.

 

Myungsoo banyak bercerita padaku. Betapa dia ingin belajar aka d lebih banyak. Betapa dia tidak ingin mengecewakan penggemarnya. Dan betapa hari ini dia merasa begitu sial karena berkali-kali menjadi korban amukan sutradara Park. Aku memberinya beberapa tips dan saran. Kami saling berbagi cerita. Sesekali, kami tenggelam dalam tawa.

 

Malam itu,… aku merasa selangkah lebih mengenal Kim Myungsoo.

 

Hari-hari berikutnya, syuting terasa semakin berat. Bukan hanya bagi fisik kami, tetapi juga mental. Aku dan Myungsoo harus banyak terlibat dalam skinship mendebarkan. Sutradara Park meminta kami bersandiwara seakan tak ingin melewatkan setiap detik dalam hidup kami untuk tetap bersama. Ya… Seperti halnya ini adalah kebersamaan terakhir kami sebelum Jong Hyuk pergi selama-lamanya. Bisa kau bayangkan seperti apa eratnya keintiman kami?

 

Berpegangan tangan, berpelukan, saling bersandar di bahu, mencium pipi, dan ya… Kau tau kan adegan yang selalu aka membuat penggemar menjerit histeris karena cemburu? Ciuman. Kami juga melakukan itu di beberapa episode.

 

Diary,… tidak selamanya tuntutan profesionalitas mampu membentengi hati. Aku mengalaminya. Entah sejak kapan rasa itu mulai muncul. Getaran aneh yang membuatku gugup tidak karuan saat kami melakukan adegan-adegan manis.

 

Saat wajah Myungsoo yang tersenyum lembut hanya terpaut beberapa inchi di depan wajahku, saat ia mendekapku hangat seakan aku adalah satu-satunya orang yang hanya ingin ia peluk, saat ia mengusapkan ujung jarinya di pipiku dengan lembut seakan ia takut membuatku terluka….

 

Debar jantungku mendominasi logika. Yang kutahu hanya, aku berdebar setiap kali melakukan adegan skinship dengannya. Meski terasa tidak nyaman, tapi aku menantikannya.

 

Kau bilang aku tidak aka daonal? Kuingatkan, hati bukanlah sesuatu yang aka diatur melalui otak. Sekeras apapun aku berusaha mengenyahkan, getaran-getaran itu tetap ada.  Bahkan kian lama semakin terasa nyata.

 

Ya….

“Missing” membuatku menyukai Myungsoo.

 

Aku menyukai setiap NG bodoh yang dilakukannya. Aku menyukai setiap sentuhannya. Aku menyukai cara dia tertawa, tersenyum, bahkan berbicara. Sesingkat itu.

 

Setelah syuting berlangsung selama satu bulan, kami pindah lokasi ke Jeju. Jeju memang indah, namun aka d, kami tidak memiliki waktu untuk menikmatinya. Jangankan ada waktu untuk sekadar berjalan-jalan. Nyaris dua puluh empat jam yang kami punya hanya diisi untuk syuting, menghafal naskah, berlatih, dan berdiskusi.

 

Diary, jangan kau kira aku merasa bosan di Jeju. Kau tahu? Ada satu momen yang sangat kuat melekat dalam ingatanku selama kami syuting di sana. Masih tentang Myungsoo. Saking tak punya waktu untuk menikmati Jeju, Myungsoo membujukku untuk kabur. Ide nekad itu langsung kusambut tatapan tak percaya. Tentu saja! Bagaimana aku tega meninggalkan manajer Jeong tanpa memberi kabar? Bagaimana jika dia aka  mencariku lalu menghubungi kantor agensi atau memberitahu member-member f(x) dan membuat kehebohan? Atau bagaimana jika ada seorang penggemar yang mengetahui hal ini dan menyebarkannya di internet? Sesaat, pikiranku melayang tidak karuan.

 

Tetapi Myungsoo tertawa. Dia bilang, aku berlebihan. Katanya, “Kita hanya duduk-duduk di pantai. Bermain ombak dan pasir. Menyaksikan matahari terbenam atau terbit jika sempat. Lalu, apa yang perlu dihebohkan? Kita hanya menghilang selama beberapa jam.”

 

Aku terhipnotis. Dia menjanjikan rajutan momen hanya untuk berdua, sebagai Kim Myungsoo dan Jung Soo Jung. Menurutmu… Apa aku sanggup menolak?

 

Sekitar pukul lima pagi, ketika kru lain masih terlelap, aku dan Myungsoo diam-diam bertemu di depan penginapan. Kemudian, Myungsoo memintaku menunggu selama dia menghilang untuk mengambil sesuatu. Tebak apa yang dia lakukan! Dengan santainya, dia menyeret dua buah sepeda dari garasi. Sepeda yang kuyakin tidak dia tahu siapa pemiliknya. Saat menyadari kenakalan kami, kami terbahak bersama.

 

Kami bersepeda menyusuri jalan setapak yang berbatasan langsung dengan pantai. Debur ombak bersahutan, desau aka d mengibas rambut dan pakaian kami. Di aka d suasana pantai di subuh hari itu, kami tertawa bersama. Sesekali, sahutan riang kami memecah bisikan ombak.

 

Ke manapun mataku menjelajah, aku tak menemukan seorang pun selain sosok kami berdua. Hatiku dengan riang mempertegas: saat ini, hanya ada Kim Myungsoo dan Jung Soo Jung. Bahkan Song Yoo Kyung dan Kim Jong Hyuk saja tidak pernah hanya berdua seperti kami sekarang. Kukatakan begitu karena kebersamaan mereka selalu diikuti sutradara dan camera man.

 

Dan, aku… Sangat bahagia!

 

 

Setelah satu minggu di Jeju, kami kembali ke Seoul. Tepat pada hari penayangan perdana drama kami. Begitu tiga episode ditayangkan, rating Missing langsung menduduki puncak. Kami bahagia bukan main. Kemesraan yang kami tunjukkan dalam drama menarik banyak perhatian masyarakat. Berita ini langsung menjadi aka  hangat di banyak situs internet. Dalam beberapa komentar, netizen menyatakan akan mendukung kami jika kami benar-benar menjalin hubungan. Ada pula yang menaruh curiga bahwa kami benar-benar terlibat hubungan cinta dan menyembunyikannya sampai sekarang. Menurut mereka, kami benar-benar serasi.

Melihat respon itu, aku senang. Senang karena aka d kami berhasil menghanyutkan perasaan penonton. Dan… Aku senang karena ternyata, ada begitu banyak orang yang mendukung kami sebagai pasangan. Hingga kemudian, aku pun bertanya-tanya dalam hati….

 

Adakah harapan bagiku untuk terus menjadi pemeran utama bagi Kim Myungsoo?

Adakah ukiran namaku di hatinya?

Adakah?

 

Drama terus ditayangkan. Sementara kami tetap syuting dengan jadwal yang semakin ketat. Hampir setiap hari kami menghabiskan waktu di lokasi syuting. Sutradara Park menyemangati kami dengan berkata, “Bertahanlah! Dua episode lagi. Lakukan yang terbaik.” Bukannya terpacu, semangatku malah mengendur. Kenyataan bahwa syuting akan segera berakhir membuatku gundah. Ya. Kebersamaanku dan Myungsoo yang aka d setiap hari ini akan segera usai. Lalu kami akan kembali disibukkan dengan jadwal f(x) dan Infinite. Tak aka lagi bercanda saat menghafal naskah bersama. Tak aka lagi menertawakannya saat ia bermain-main dengan kamera. Tak aka lagi bersandiwara sebagai kekasihnya. Tak aka lagi… Tak aka lagi…

 

 

Ketika batinku masih larut dalam aka da, hal buruk lain muncul. Seorang netizen mengunggah foto Myungsoo yang sedang berpegangan tangan dengan seorang wanita di sebuah kafe. Dari tulisan yang ia buat, wanita yang diduga kekasih Myungsoo itu terlihat mirip dengan Bae Suzy dari Miss A.

 

Saat itu, aku hanya aka tercengang membaca beberapa komentar masyarakat. Mereka bilang, Myungsoo terlihat lebih cocok dengan Suzy daripada Krystal. Mereka bilang, mereka senang jika itu benar-benar Bae Suzy dari Miss A. Mereka bilang, seandainya saja pemeran “Missing” Bae Suzy, bukan Jung Krystal.

 

Jariku lemas. Dadaku sesak. Komentar demi komentar terasa kian nyata menghujam jantungku.

 

Tidakkah mereka hanya perlu berpikir betapa serasinya aku dengan Myungsoo? Tidakkah mereka menginginkan pasangan Song Yoo Kyung dan Kim Jong Hyuk benar-benar terjadi di kehidupan nyata?

Mereka melupakan apa yang mereka tulis sebelumnya.

 

Aku dilupakan…

 

 

 

Tak kusangka, berita ini sampai mengundang beberapa wartawan ke lokasi syuting. Mereka mencari Myungsoo, mendesak namja itu untuk memberi klarifikasi mengenai skandal yang beredar, apakah benar dirinya memiliki hubungan istimewa dengan maknae Miss A.

 

Seperti harapanku, Myungsoo membantah kabar itu. Berkali-kali. Ia dengan tegas menyatakan bahwa Bae Suzy hanya teman dekatnya. aka da hubungan istimewa. Mereka hanya dekat karena memiliki hobi pergi ke gym yang sama.

 

Ternyata, kabar yang menyiar heboh itu sama sekali tak memusingkan Myungsoo. Di lokasi syuting, ia tetap terlihat tenang dan ceria seperti biasa. Skandal itu seakan tak berarti apa-apa bagi Myungsoo. Seperti aka d lalu.

 

 

Krystal membalik kertas ke halaman selanjutnya. Tangannya mengukir hangul dengan gerakan liar, seperti tak ingin kehilangan berjejal emosi yang mendesak untuk segera dituangkan.

 

Tapi Diary,… kau perlu tahu satu hal…

 

 

Sebelum take adegan penutup untuk episode teakhir, aku dan Myungsoo terlibat perbincangan kecil.

 

Awalnya, aku sama sekali tak berniat untuk bertanya. Tapi entah mengapa, otakku dengan bodohnya memilih aka  itu sebagai bahan obrolan. Aku bertanya diantara derai tawa,

 

“Dirimu dan Suzy. Apa aka d itu benar?”

 

Aku tak benar-benar serius saat melontarkan pertanyaan itu. Maksudku, aku juga tak peduli karena aku tahu Myungsoo selalu membantah berkali-kali hingga ia sendiri lelah karenanya.

 

Krystal berhenti mengukir curahan hatinya. Pandangannya buram karena genangan air. Kian memburam hingga cairan itu meleleh ketika ia mengerjapkan mata.

 

Kau benar, Diary…

 

Saat aku yang bertanya, ia memberi jawaban yang berbeda.

Jawaban yang aku yakin akan memuaskan hati sebagian besar masyarakat. Mereka berharap Myungsoo dan Suzy benar-benar menjalin hubungan?

 

Harapan mereka terkabul…

Satu tetes air mata yang lain jatuh tepat ke atas halaman buku yang terbuka itu. Krystal bergeming. Bibirnya bergetar menahan isak. Tetapi kemudian, ia kembali melanjutkan ukirannya setelah sebuah tarikan napas panjang.

Myungsoo berkata, ia dan Suzy telah menyembunyikan hubungan mereka selama setahun. Bukan kebohongan saat Myungsoo bilang bahwa mereka dekat karena memiliki hobi pergi ke tempat gym yang sama. Tapi hal itu tak lantas menjadikan mereka sebagai teman dekat, melainkan teman kencan.

 

Diary…

Kukira kebersamaan kami cukup istimewa…

Kukira selama ini ada alasan lain yang membuat Myungsoo menjiwai perannya selain profesionalitas….

Kukira selama ini tak hanya aku yang berdebar saat kami menjalani syuting….

 

Kenyataannya…

Aku dibutakan oleh kebersamaan singkat kami.

Tanpa kutahu ada kisah lain yang jauh lebih indah, jauh lebih kuat melekat dalam ingatan Myungsoo, bahkan mungkin… Jauh lebih manis dari momen kebersamaan terakhir yang dimiliki Jong Hyuk dan Yoo Kyung…

 

Aku…

Hanyalah figuran…

 

Aku bahkan tidak memiliki peran….

Setelah mengetahui kenyataan itu, aku sering mendapati diriku termenung sendiri. Aku tak dapat menepis bahwa hatiku sedang mengasihani diri. Kenapa tak pernah terpikir olehku Myungsoo telah memiliki kekasih? Aku merasa begitu bodoh karena dengan mudah tenggelam dalam kebersamaan indah yang menjanjikan harapan, tanpa ada yang berjanji untuk mewujudkan.

 

Beberapa kali, aku mencoba berpikir dengan kepala dingin. Sekuat hati, kubuang egoku jauh-jauh. Kuposisikan diriku sebagai Suzy. Seorang gadis yang menjalin hubungan diam-diam dengan aka d idola.

 

Semakin aku merenung, semakin aku paham. Meski iri setengah mati dengannya, aku yakin… Suzy banyak menanggung luka. Bahkan mungkin lebih banyak dari yang mampu kuhitung. Mulai dari ancaman popularitas yang menyulitkan mereka untuk berkencan, Lalu… Myungsoo yang lebih sering berada di lokasi syuting daripada berada di sampingnya. Belum lagi ketika Myungsoo memerankan adegan mesra denganku. Bagaimanapun, dia pasti sangat terluka. Katakan padaku jika ada gadis yang sanggup berlapang dada menyaksikan kekasihnya bermesraan dengan wanita lain! Ya… Ada lebih banyak rasa getir daripada manis yang harus direguk olehnya. Dan… Sejujurnya, itu membuatku kagum. Karena mereka masih bertahan dan saling percaya.

 

Namun seandainya aku adalah Suzy, aku pasti akan menaruh rasa jengkel pada gadis bernama Jung Soo Jung. Mungkin bagi Suzy, sorot kamera adalah sesuatu yang harus dihindari ketika ia bersama Myungsoo. Tetapi bagi Jung Soo Jung? Kamera menjadi sesuatu yang harus menyoroti kebersamaannya dengan Myungsoo. Tidak adil, bukan? Ya… Suzy harus menerima rasa sakit atas ketidakadilan itu. Rasa sakit yang seharusnya aka membuatnya membenci seorang Jung Soo Jung. Tetapi kau tahu apa yang diperbuatnya ketika kami tidak sengaja bertemu di balik panggung sebuah acara aka ? Dia tersenyum lembut padaku. Saat aku belum sempat membalas senyumnya, dia tak repot menolongku merapatkan resleting kostumku.

 

Aku terkejut, lebih karena tersentuh.

 

Harusnya, dia tak perlu membantuku. Bahkan lengkungan senyum pun tak pantas kuterima. Tapi… Aku aka melihat ketulusan dari sinar matanya. Tak sedikitpun kurasakan gadis itu sedang memaksakan diri. Padahal, sudah jelas bahwa aku adalah orang yang telah merebut kebersamaannya dengan Myungsoo. Aku adalah orang yang mungkin lebih banyak berada dalam pelukan Myungsoo ketimbang dirinya sebagai pacar Myungsoo sendiri.

 

Dalam pertemuan singkat kami itu, Suzy berceloteh panjang. Entah apa yang ia bicarakan, sedikitpun tak kusimak. Benakku hanya terisi penuh dengan pertanyaan: Mengapa gadis ini masih aka bersikap manis padaku?

 

Tetapi… ada satu kalimat yang kutangkap dengan jelas. Terlalu jelas hingga menyentakkan kesadaranku. Yaitu… ketika dia berkata bahwa dia sangat menyukai ‘rum aka da’….  Dan dia mendengarkan lagu itu hingga berulang-ulang.

 

Yagn membuatku terkesiap adalah… kalimat yang meluncur dari bibir gadis itu seperti bukan pertama kalinya kudengar. Aku pernah mendengar kalimat serupa. Dari mulut seseorang… Kalimat itu terselip dalam percakapan kami pada malam saat orang itu mengajakku ke sebuah kedai kecil di pinggir jalan.

“Ayolah… Nyanyikan sebentar saja! Aku suka sekali rum aka da. Lagu itu kudengarkan berulang-ulang!”

 

“Kau membeli pink tape?”

 

“Tidak. Hanya sering mendengarkannya saat aku bersama seseorang.”

 

“Kalau begitu, aku tidak akan menyanyikannya.”

 

“Mwoya? Huh, baik… Nanti kubeli lima puluh aka da.”

 

“Jeongmal?”

 

“Tapi kau harus membeli Destiny dua ratus aka da. Hahahha…!!”

Pulpen yang digenggam ujung jari Krystal terlepas… Menggelinding… Dan berakhir di sudut meja.

Gadis itu membiarkan butir demi butir air meluncur turun dari pelupuk matanya. Tubuhnya terisak dalam diam.

Aku merindukan Myungsoo….

Aku benar-benar merindukannya…

 

Tapi,…

aka da yang aka kulakukan…

aka da yang mungkin kulakukan…

Dalam isak tangisnya, Krystal mengingat kembali kenangan demi kenangan yang ia alami bersama Myungsoo. Termasuk satu scene pahit yang meninggalkan kesan mendalam baginya.

 

“Jika aku punya alasan untuk tetap bertahan hidup, itu hanya dirimu…. Saranghae…”

Saat itu, Krystal memeluk Myungsoo erat. Kian erat. Semakin erat hingga ia tak membiarkan jarak sesenti pun memisahkan mereka. Air matanya merebak. Suara tangisannya terdengar lirih. Sementara Myungsoo menyelipkan jemarinya diantara helai-helai tipis rambut Krystal.

 

“Aku tahu… Semakin sering aku mengucapkan kata cinta, semakin kau sakit karenanya. Karena pada akhirnya, kata cinta tak berarti apa-apa bagi kita.”

Myungsoo membelai rambut Krystal. Sentuhan itu membuat Krystal semakin terisak. Bukan karena gadis itu telah sepenuhnya menjiwai peran. Ia tersedu, lebih karena hatinya benar-benar terluka.

 

“Karena pada akhirnya, kata cinta tak berarti apa-apa bagi kita.”

 

Potongan dialog itu benar-benar menggores hatinya. Menorehkan lesatan luka yang dalam.

Ya… Kata cinta yang selama ini mereka umbar hanya bentuk sandiwara yang diatur dalam naskah. Tak berarti apa-apa. Tak akan pula mengubah apa-apa.

.

Amuri jigeum nae maeumeul pyohyeon haryeogo haedo

No matter how much I try to express my heart right now

Soyongi eomneungeol soyongi eomneungeol

There’s no use, there’s no use

Geuriumeun kkeutdo eomneun bada jakkuman deoreonaedo

Missing you is like a bottomless ocean, I keep emptying you out

Tto geuriwo geuripgo geuriwo

But I miss you, miss you and miss you

Yeojeonhi geuriwo geuripgo geuriwo

I still miss you, miss you and miss you

(B1A4 – Too much).

.

*

Myungsoo-ya…

Kisah cinta kita hanya terjadi sepanjang dua puluh episode.

Saat kau bernama Kim Jong Hyuk dan aku Song Yoo Kyung.

Saat kau berpura-pura mencintaiku, sementara aku mencintaimu tanpa berpura-pura.

Saat setiap ungkapan cintamu hanya sebatas barisan naskah yang berusaha keras kau hafal.

Saat aku menangisi kesungguhanku yang kau balas kepalsuan.

Ya…

Cinta kita hanya terukir di atas naskah drama.

Tak lebih…

.

.

.

—–FIN—–

Review Juseyo~ ^^

16 thoughts on “[FF Freelance] Drama Script

  1. AAAAA!!! AKU NANGISSSS!!! terlalu menjiwai diary SooJung kali ya?
    bikin MyungSoo side nya dong….. PLISSS!!!
    aneh ya? kaga kenal so akrab -_-”
    tadi aku buka Google cari ff MyungSooJung… nemu ini deh…..

    • haaaiiii~~~ duh, uljimaaa chinguu :”
      makasih yaa udah bacaaa dan revieww :3
      eniweii,, setelah aku cek lagi, ini typo yg -tanpa sengaja- bertebaran parah juga ya ^^;
      haha

      myungsoo side ya? eung~ aku tampung dulu ya sarannya ^^ hihiw

    • hahaha…😄 itttuuuuuu!!!! makhluk asing (?) berwujud “aka d” ituu!! aku juga ngga tau gimana bisa muncul😄 tapi versi original yg di-post di blog pribadiku rapi kok! aku sendiri juga bingung. ._.

      kalo kamu mau liat versi rapihnya boleh kok mampir ke blog ku. hehe ^^ //malahpromosi

      eniweei makasih banyak yaa😀

  2. Walau cerita mereka ga bersatu aku tetap suka yang penting castny myungstal kwkwkwkw
    Keren , buat aku nyadar juga kalau pasangan d drama itu cuma akting ga real jd mikir 3x lagi deh buat shipperin mereka.

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s