[FF Freelance] Ghost Melody (Chapter 6 – END)

tumblr_n1gfv1j59F1sbd8nbo1_1280

Title                 : Ghost Melody Chapter 6

Author             : Quorralicious

Length             : Chaptered

Rating             : PG 17+

Genre              : Horror, School Life, Romance, psycho

Main Cast        : Yoona dan Baekhyun

Pairing             : Baekhyun dan Yoona

Other Cast       : Chen, Sehun, dan Kai

Previous           : Chapter 1Chapter 2Chapter 3Chapter 4, Chapter 5,

Disclaimer       : Cerita murni khayalanku dan cast hanya milik Tuhan dan Keluarganya

Credit Poster : CSJ Choi Seungjin artworker at yoongexo.wordpress.com

A.N                 : WARNING SIDERS menjauh, TRUE READERS ayoook merapat, buat barisan dan selamat menikmati fanficku ini ^^  makasih yang sudah ninggalin jejak komentnya dichapter sebelumnya.

 

 

 

Previously on chapter 5th

“Yoona-ya…”

”Kau didatangi oleh siapa Yoona-ya?” tanya Luhan mencoba sadar dari tidurnya, yang dia dengar bukanlah jawaban melainkan tangisan, tangisan Yoona,”Yoona, siapa dia?yang mendatangimu siapa? Tanya Luhan panik,

 

“Sudah dulu ya Luhan,” Yoona memutuskan sambungan telepon sementara Luhan masih terdengar panik ditelepon takut terjadi apa-apa pada Yoona. Luhan mengambil kunci mobil BMW nya yang langsung menderu ditengah malam. Sementara Yoona, dia menutup sambungan telepon karena dia mendengar lagi sebuah panggilan untuknya.

“Bantu aku Yoona-ya,”

“Bantu aku..” lanjut suara itu membuat bulu kuduk Yoona yang harusnya terbiasa dengan suara arwah menjadi meremang, Yoona memegangi tengkuknya yang mulai dipenuhi keringat dingin, hembusan angin mulai terasa kembali membuat suasa dingin begitu kentara… angin yang kian membesar itu bahkan membuka paksa jendela kamar Yoona yang sudah ditutup.

“Yoona, ya, aku disini…” panggilnya lagi dari belakang Yoona, membuat Yoona menolehkan kepalanya kebelakang. Matanya melotot tajam melihat sesosok arwah yang dikenalnya, perlahan airmatanya mulai membasahi pipi halusnya itu, bisa terlihat arwah itu mengulurkan lengannya bermaksud menghapus airmata Yoona yang mengalir begitu saja..

.

.

.

“Min,,Minseok-ah,” ujar Yoona tergagap.. melihat sosok arwah teman sekelasnya yang sudah lama tidak dilihatnya.

“Maafkan aku Minseok-ah, aku tidak sempat menyelamatkanmu,” ujar Yoona disela isak tangisnya..

Arwah Minseok hanya tersenyum seakan-akan ingin mengucapkan Gwenchana Yoona, semuanya sudah terjadi.. lalu tangan Minseok dia dekatkan kearah dahi Yoona. Sehingga Yoonapun bisa mengetahui penyebab kematian Minseok.

.

.

Flashback Kejadian Minseok

“Kau yang bernama Kim Minseok? Bangapseumnida,” ujar lelaki yang dikenal Yoona itu-Oh Sehun.

“Ne, kamu siapa?” tanya Minseok membuat kedua alisnya saling bertaut, karena dia memang tidak mengenali namja yangg kelihatannya lebih tua darinya 4-5 tahunan itu.

“Aku perwakilan dari Seoul National University, aku ingin mengabarkan bahwa kau bisa lolos fast track dimana kau bisa masuk ke universitas ini tanpa melewati ujian yang seperti orang lakukan pada umumnya, hanya saja kau harus melalui latihan dengan beberapa temanmu yang baru, sama sepertimu mereka juga spesial,” ujar Sehun sambil menyembunyikan evilsmirk nya yang terlihat jelas dibayangan Yoona, semua hal ini membuat Yoona ingin sekali membunuh Oh Sehun, pria itu…

Peristiwa yang terjadi sekelebat-sekelebat saja, sampai tiba saatnya Oh Sehun sedang menyakiti Minseok, menendang kakinya, perutnya, dan memukuli wajah dan kepala Minseok hingga luka lebam dan darah berceceran dari tubuh Minseok, melihat hal ini tangis Yoona semakin meledak dia menyaksikan temannya sedang menderita disaat dia tak tahu apa-apa diluar sana. Hanya Minseok yang Sehun pukuli sementara siswa lainnya dipulangkan setiap harinya, hanya Minseok yang sengaja dikurung di gedung tua yang disebutkan Sehun sebagai gedung belajar, hanya Minseok yang sengaja dibiarkan kelaparan dan kehausan.

Penyiksaan itu tidak sampai disana, tiba disaat hari meninggalnya Minseok sepertinya. Yoona bisa melihat dengan jelas ekspresi sakit yang tergambar dari raut wajah Minseokkie yang malang, kenapa dia yang harus menerima semuanya dari Sehun?

Sehun kembali dari luar, mencoba mengangkat tubuh minseok yang sudah terlihat lemah. Tas yang sedari tadi diselempangkannya itu kemudian dibukanya, dikeluarkannya isi dari tas-tas itu, ada pisau, kapak yang sangat tajam, palu besar, gunting, garpu dan juga gergaji. Untuk apa semua itu pikir Yoona.

“OMONA!!!!!” teriak Yoona kaget saat dia melihat adegan yang mengerikan didepannya itu, terlihat jelas bagaimana Sehun memotong urat nadi Minseok yang ada dipergelangan tangannya dan lehernya, kemudian setelah membuat Minseok setengah sadar dia kemudian menyilet dada Minseok dengan pisau besarnya itu membuat Minseok berteriak sekencang-kencangnya, “AARGHHHHHHH!!!!”.

Yoona yakin Minseok sudah tidak sadarkan diri menahan siletan pisau saat dia masih sadarkan diri itu tanpa obat bius, dalam seketika bisa terlihat putihnya tulang rusuk Minseok yang sudah tidak terbalut kulit. Diangkatnya kapak menuju tulang rusuk itu kemudian dalam sekali hentak, Sehun arahkan kearah tulang rusuknya yang membuat tulang rusuk Minseok-temannya terpotong dan membuat celah bekas kapak tadi, tangan Sehun kemudian memegang kedua sisi tulang rusuk tersebut dan membukanya paksa. Yoona menjerit sejadi-jadinya mengetahui temannya itu sedang meregang nyawa, karena setelah itu dia bisa melihat arwah Minseok keluar dari tubuhnya dengan wajah yang terlihat ketakutan dan bingung melihat tubuhnya sendiri yang sedang terkoyak-koyak.

Setelah terbuka paksa, seluruh isi dari tubuh Minseok pun keluar mulai dari ususnya dan lambungnya, sementara paru-paru dan hatinya masih menempel didadanya yang kemudian saraf-sarafnya digunting oleh Sehun sehingga organnya itu tidka menempel kembali, Yoona yang tidak tahan melihat kejadian itu kemudian memalingkan wajahnya kearah lain. Matanya langsung membelalak tajam saat melihat sebuah handycam ternyata sedang merekam aksi pembunuhan Sehun, Sehun si psycho itu sengaja mengabadikan pembunuhannya yang menurutnya itu adalah sebuah penghargaan dan karir terhebatnya memang mengoleksi video pembunuhannya itu, termasuk saat dia membunuh Minho dan korbannya yang lain.

Satu tugas Yoona dan temannya yang lain untuk menghentikan peristiwa itu terus berulang, dia harus menemukan rekaman video itu dan pastinya Sehun yang pintar pasti akan menyembunyikannya disuatu tempat.

“Yoona-ya,” pekikan Luhan bisa terdengar dan membuatnya kembali ke alam sadar, “Lu…Luhan!!” pekik Yoona, akhirnya ada seseorang yang bisa menjadi sandarannya, dia masih terlalu trauma melihat semua itu semua yang menimpa Minseok,”Min,, Minseok Luhan-ah, Minseok-ah sudah tiada,” tangis Yoonapun meledak, airmatanya seakan menjadi sebuah airterjun yang memenuhi pipinya yang sudah berwarna kemerahan menahan amarah dan sedih. “Minseok? Minseok..!!” Luhanpun ikut menangis saat otaknya mencerna tiap kata-kata yang diucapkan Yoona yang masih terbata-bata itu. Luhan mmeluk Yoona mencoba menenangkan Yoona, meski hatinya masih sakit karena kehilangan akan sahabatnya itu.

Kedua tangan Luhan menelungkup diwajah Yoona, jempol tangannya menghapusi airmata Yoona  dan menghapus airmatanya sendiri,”Siapa pelakunya?” tanya Luhan-meski dia tahu jawaban akan pertanyaannya hanya saja dia masih harus mengkonfirmasinya dari mulut Yoona sendiri,”Sehun oppa,” lirih Yoona seakan masih tidak percaya akan aksi seorang oppa yang sangat baik padanya itu. “Yoona, kurasa penyerangan Baekhyun juga dilakukan Sehun hyung, kurasa Baekhyun mengetahui sesuatu yang berkaitan dengan ini karena itulah dia diserang kalau memang begitu Baekhyun saat ini pasti sedang dalam bahaya,” ujar Luhan masih memeluk Yoona yang terisak.

.

.

Sehun POV

Sementara itu…

Aku tidak bisa membiarkan Baekhyun terbangun…

Kurasa aku harus memutuskan takdirnya mulai dari detik ini…

Akupun memasukkan semua peralatan yang kubutuhkan, yakni jubah dokter warna putih dan masker serta gunting..

“Baguslah.. malam ini sepertinya tidak terlalu sepi jadi aku bebas berkeliaran dirumah sakit ini,” gumam Sehun-dengan berpakaian dokter dan memakai masker agar wajahnya tidak terlihat.

 

Author POV

Dia bisa merasakan Yoona dan Luhan seolah berusaha menghindarinya bahkan tidka memberitahu dimana Baekhyun dirawat karena itulah setelah selesai urusannya dengan Sooyoung, Sehun mencari sendiri no kamar tempat Baekhyun dirawat dan saat ini dia sedang meluncurkan rencananya sejak siang tadi.

No. 168

Ah iya benar, kurasa no. 168 ujar Sehun dalam hati, lalu kepalanya dia dongakkan kejendela kecil  yang ada di pintu memastikan yang terbaring didalam itu adalah Baekhyun dan setelah dipastikan itu Baekhyun dan tidak ada yang menemaninya, Sehunpun masuk kedalam kamarnya, mendekat kearah ranjang Baekhyun yang masih terbaring tak berdaya.

“Baekhyun-ah, aku datang… membebaskanmu dari rasa sakitmu ini hingga bisa terlelap. Kurasa dikehidupanmu nanti kau harus mulai belajar untuk tidak mencampuri urusan orang lain,” dengus Sehun, kemudian tangannya sibuk mencari benda yang tajam yang tadi dia sudah persiapkan. Benda itu, gunting. Sudah siap ditangannya, pertama dia menggunting alat pemanggil medis yang otomatis bersuara jika tdak bisa menyensor detak jantung Baaekhyun, kemudian dia menggunting semua alat medis yang terpasang banyak dibadan Baekhyun, dan terakhir dia buka masker oksigen yang menjadi alat Baekhyun untuk bernafas dan terus hidup dalam komanya.

“Baekhyun-ah!!” pekik Yoona saat dia mendapati seseorang keluar dari ruangan kamar Baekhyun, sesuai dengan perkiraan Luhan, Baekhyun berada dalam bahaya. Luhan langsung berlari mengejar sosok Sehun dalam pakaian dokter,”Tangkap dia,!!” teriakan Luhan berhasil membuat Sehun berhasil dilumpuhkan oleh sekitar rumah sakit,”Hyung, lebih baik kau menyerahkan diri sekarang,” seru Luhan masih dengan nafasnya yang terengah-engah saat melihat Sehun meronta-ronta ingin melarikan diri.

Melihat Baekhyun yang sudah mengejang itu Yoona berteriak histeris memanggil dokter dan suster yang kebingungan dengan suara ribut yang begitu tiba-tiba,”tenanglah Nona, saya akan mencoba menyelamaatkannya,” ujar seorang dokter saat melihat raut cemas yang terpancar diwajahnya.

“Saya sudah mencoba segalanya yang saya mampu, Maafkan saya Nona…” ujar dokter yang baru saja keluar dari kamar Baekhyun,”Baekhyun-ssi sudah tiada, saya ucapkan maaf sebesar-besarnya,” lanjut dokter tersebut, membuat mata Yoona yang sudah merah dan basah karena menangis sebelumnya kembali mengeluarkan airmata lagi, “Baekhyun-ah, !!” pekiknya, tangis Yoona semakin histeris saat suster menutup Baekhyun dengan selimut hingga ke kepalanya,”Apa yang suster lakukan Baekhyun masih ada!” bentaknya pada seorang suster yang tidak bersalah,”Baekhyun-ah bangun, Baekhyun… bangun!!” teriak Yoona sambil memukul-mukul dada Baekhyun yang masih terbaring didepannya, tubuhnya masih hangat karena itulah Yoona masih bersikukuh Baekhyun masih ada, diciuminya kening Baekhyun,”Jangan pergi dulu, kumohon Baekhyun! Jangan tinggalkan aku sendiri,” teriak Yoona sambil memukul-mukul dadanya sendiri yang telah sakit sejak tadi, sakit karena Baekhyun tidak menepati janjinya, sakit karena Baekhyun meninggalkannya sendiri.

 

Flashback

“Berhenti menjitakku Yoona-ya,” ujar Baekhyun sambil memegangi kepalanya yang sakit akibat tangan jahil Yoona yang mendarat lagi dikepalanya, “Aku akan membalaskan dendam padamu,” dengus Baekhyun yang membuat tawa Yoona meledak melihat ocehannya itu,”Kau itu selalu saja menjitakku! Sebenarnya kau itu lebih suka siapa? Luhan atau Baekhyun,” kesal Baekhyun melontarkan pertanyaan yang tidak diduganya sama sekali wajah Baekhyun masih merengut kesal kedua tangannya dia silangkan didadanya, lucu! Justru itu yang dilihat Yoona membuat Yoona kembali terbahak-bahak,”Yang jelas aku tidak membenci keduanya,” ucap Yoona yang justru membuat Baekhyun kesal,”Byun Yoona ssi! Kau akan kuhukum karena tidak membenci Luhan!” ujar Baekhyun,”Loh? Kenapa aku harus membenci dia? Dia toh teman kita juga kan?” Yoona menjawabnya seperti itu, “Tapi aku tidak suka, aku takut kau akan mencintai Luhan,” terang Baekhyun mengungkapkan keresahan hatinya, karena dia melihat Yoona menjadi sangat dekat dengan Luhan,”Aku akan membalas dendam!” pekik Baekhyun yang memekakkan telinga Yoona, bibirnya mendarat ringan di bibir Yoona. “Setiap kali kau dekat dengan pria lain aku akan membalas dendam padamu!” ujar Baekhyun lagi membuat wajah Yoona bersemu..

“Aku akan menjemputmu setiap hari untuk pergi kesekolah bersama dan menciummu setiap pagi,”

“Aku akan memelukmu setiap saat kita bertemu.”

“Seperti penguntit aku akan mengikuti mu kemana saja, membelikan apa saja yang kau mau.”

“Aku tidak akan pernah melihat wanita lain selain dirimu, mataku ini hanya akan melihatmu.”

“Begitulah caraku membalas dendam padamu yang telah merebut hatiku,” pungkas Baekhyun sambil memeluk Yoona, pundaknya bergetar rupanya Yoona menangis.

“Ya! Kenapa kau malah menangis, aku bersikap manis padamu kau malah menangis,” ujar Baekhyun kaget mendapati Yoona sedang terisak menangis dipundaknya,

“Siapa suruh kau mengucapkan hal termanis yang baru kudengar ini, aku juga akan selalu berada disampingmu mencintaimu, menyayangimu dan menjadi wanita terbaik untukmu, aku berjanji, aku sangat menanti pembalasan dendammu itu Baekhyun-ah,” ujar Yoona,”Maafkan aku bersikap ketus padamu saat istirahat pertama tadi,” ujar Baekhyun, kakinya dia selonjorkan dilantai atap sekolah. Yoona dan Baekhyunpun berbaikan lagi, mereka tidak tahu itu adalah hal terakhir yang bisa diucapkan Baekhyun pada kekasihnya-Im Yoona.

FLASHBACK OFF

 

“Yoona-ya!!” teriak Luhan saat dia kembali ke kamar Baekhyun, Luhan mendapati Yoona yang sudah tak sadarkan diri memegangi tangan Baekhyun yang sudah terkulai tak bernyawa. Luhan kemudian membaringkan Yoona yang masih pingsan di sofa dekat ranjang Baekhyun yang sudah kosong.

.

.

.

.

 

“Yoona-ya,,”panggilan lembut yang selalu dikenali Yoona, “Baekhyun-ah?” Yoona masih mengerjap-ngerjapkan matanya seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya,”Iya ini aku sayang, Yoongieku..” ujar Baekhyun sambil melebarkan kedua tangannya menyambut Yoona kedalam pelukannya, Yoona yang berjarak agak jauh darinya pun langsung berlari untuk memeluk Baekhyun-kekasihnya yang sangat dia rindukan.

“Yoona, jangan menangis.. Tuhan sudah memberikan kesempatan untukku bertemu dengan mu terlebih dahulu dimimpi ini, jangan rusak kesempatan itu dengan tangismu,” bujuk Baekhyun yang sangat tahu bahwa Yoona sedang menyembunyikan tangisnya dipundaknya saat dia memeluk yeoja yang dicintainya itu.

Baekhyun menarik Yoona dari pelukannya itu, kemudia dia memegang wajah Yoona mendekatkannya ke wajah Baekhyun, diciumnya yeoja yang akan ditinggalkannya itu, airmata Baekhyun pun kemudian lepas bebas menuruni pipinya itu. “Aku tidak akan pergi Yoona, aku akan selalu menemanimu, aku akan selalu ada dihatimu,” ujar Baekhyun kemudian bibir keduanya kembali berpagutan.

”Maaf aku tidak bisa membalaskan dendamku yang kujanjikan padamu, ada orang lain yang melakukannya selain aku. Dan aku yakin dia juga bisa membahagiakanmu, sesuatu yang belum aku lakukan selama aku berada disisimu Yoona, membahagiakanmu pasti Luhan bisa membahagiakanmu,” ujar Baekhyun lagi mengucapkan kata-kata terakhirnya,”Baekhyun-ah, jangan pergi,” Yoona masih terisak-isak, tangannya memegang erat baju Baekhyun dengan jubah putihnya itu.

Bayangan Baekhyun dalam pelukannya semakin memudar digantikan oleh cahaya putih yang mengitari tubuhnya, dan kemudian Yoona membukakan matanya,”Yoona-ya, kau sudah sadar?” suara Luhan langsung menyambutnya yang baru tersadar,”Baekhyun Luhan-ah, Baekhyun.., tega.. Baekhyun meninggalkan aku,” racau Yoona, “Iya Yoona, relakanlah dia pergi agar dia bisa tenang diatas sana,” ujar Luhan tangannya menghapusi airmata yang membanjiri pipi Yoona.

“Baekhyun dimana?” tanya Yoona saat menyadari bahwa tubuh Baekhyun sudah tidak ada diruangan kamarnya,”Baekhyun kemana?” pekik Yoona sambil berlari keluar ruangan,”Dia sedang dimandikan, dipersiapkan untuk dimakamkan Yoona-ya!” seru Luha mengejar Yoona yang sudah berlari, bergerak tak beraturan, akhirnya dia bisa mengejar Yoona dan memeluk Yoona kembali, “Sadarlah Yoona, biarkan Baekhyun pergi, dia sudah tidak ada dia sudah tenang disana,” ujar Luhan lagi sambil menundukkan kepalanya dipundak Yoona dari belakang, hatinya bagai teriris perih melihat yeoja yang dicintainya itu tidak terkendali seperti itu.

“Aku berjanji akan selalu berada disampingmu, aku akan mencoba menggantikan tempat Baekhyun dihatimu, aku mencintaimu Yoona-ya,” gumam Luhan..

***

 

Seminggu kemudian..

Media masih memberitakan mengenai temuan mayat yang sudah menjadi seonggok daging didalam sebuah koper besar digedung tua di Anyang. Mayat Minseok sudah ditemukan, dia sudah tidak menjadi arwah gentayangan lagi. Luhan membantu polisi mencari barang bukti yang berupa video itu yang ternyata disimpan dengan rapi di flashdisk yang berbentuk gantungan boneka yang sudah ditemukan di kantor kepolisian barang hilang (ingat kan saat gantungan boneka ini terjatuh? Seseorang menemukannya dan memberikannya ke polisi, menunggu pemiliknya mencarinya #terinspirasi drama Who are you).

Sehun yang didakwa telah menjadi pembunuh berantai selama lima tahun ini, menjadi pelaku pembunuhan atas 5 orang tiga diantaranya adalah Minho, Minseok dan Baekhyun, kedua korban lainnya adalah teman sekampusnya. Flashdisk yang menyimpan video pembunuhannya itu menjadi  barang bukti yang kuat sehingga Oh Sehun dijatuhi hukuman mati. Kai seonsaengnim yang mengetahui hal ini kemudian menyerahkan diri atas pemerkosaannya terhadap Seo Joo Hyun lima tahun yang lalu dan pembunuhan atas Chen. Tetapi karena pengakuannya ini membuatnya mendapat keringanan hukuman menjadi 15 tahun penjara.

Kai dulunya sama bengisnya dengan Sehun, namun karena dia dipertemukan dengan seorang yeoja bernama Sooyoung kehidupannya berubah 180 derajat dia akhirnya mempunyai hidup yang bahagia dengan yeoja itu, tapi sepertinya sekarang dia harus membayar kejahatannya yang dulu dia lakukan kepada dua teman SMA nya itu. Dia memilih wanita yang tepat karena meskipun yeoja itu tahu kesalahan yang Kai lakukan tetapi Sooyoung tetap akan menunggunya hingga dia dikeluarkan dari penjara.

.

.

.

.

 

6 tahun kemudian…

“Kau cukup berat juga Yoong,” goda Luhan saat memboyong pengantin wanitanya di saat malam pertama mereka,”Jangan menggodaku Xi Luhan-ssi,” jawab Yoona-istri sahnya itu.”Kalau begitu aku sangat yakin kau tidak akan kuat bermain lebih dari 7 ronde malam ini,” ujar Yoona terkikik membayangkannya, membuat Luhan-suaminya merasa tertantang karena godaan Yoona kepadanya,”Akan aku buktikan malam ini, huh” dengus Luhan sambil membaringkan badan Yoona keatas ranjang king size di kamar mereka berdua..

Luhanpun mengecup bibir Yoona,

Dan merekapun bersatu malam itu dengan penuh kehangatan..

 

“Sudah aku bilang kan aku sanggup, bahkan jika kau mau lebih saat ini akan aku terima,” goda Luhan berbisik ditelinga Yoona yang masih setengah sadar,”Aku akan membalas dendam padamu Yoona-ya,” ucap Luhan membuat Yoona kaget dan bangun dari rebahannya diatas tangan Luhan.”Baekhyun menitipkanmu padaku Yoona-ya, aku akan membuatmu menjadi istri dan ibu paling bahagia dari anak-anakku, mulai saat ini,” ujar Luhan tegas.

.

.

“Aku mencintaimu…” ucapnya sedetik kemudian merekapun memainkan permainan sebelumnya hingga fajar menyingsing.

 

FIN

p.s: Akhirnya kelar juga, hehehee… makasih yang sudah menjadi pembaca setiaku.. jangan lupa RCL nya ya,

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s