[FF Freelance] The Prince (Chapter 1)

princee

Tittle : The Prince

Author : Kim Dee King(@divanovreza)

Cast: Choi Sulli (Choi Sulli F(x)) ,Oh Sehun (Sehun EXO)

Genre: Romance-Comedy

Rating : PG-13

Length: Chapter

Disclimer : all storyline is pure from my mind , dont copy and plagiarizm , the cast belong to her family , entertaiment and specialy god

 

 

 

AUTHOR’s
“putra mahkota kembali ratu” ucap seorang pekerja di istana bergaya rumah tradisional khas korea itu

sang ratupun tersenyum lepas saat mendengar penjelasan itu,
“kapan tepatnya cucuku kembali?” ucap sang ratu pada pegawainya itu, pegawainya pun menjelaskan kapan tepatnya cucunya itu pulang

sang ratupun akhirnya bisa bernafas lega mengetahui sang cucu yang ia tunggu kurang lebih 6 tahun lamanya akhirnya kembali kekorea setelah menyelesaikan studynya di inggris

berarti tugas sang ratu selesai sudah, mungkin cucunya lah yang akan meneruskan gelarnya

jangan tanya mengapa jabatan ratu harus diberikan pada yeoja yang umurnya kurang lebih sekitar 70tahun itu, anak semata wayang sang ratu telah meninggal saat melahirkan cucunya

dan menantunya juga sudah meninggal akibat kecelakaan pesawat yang dialaminya , sang ratupun sangat terpukul bila mengingat peristiwa itu , dan cucunya adalah orang paling berharga dan paling ia sayangi

tak ingin menyimpan berita bahagia ini sendiri , sang ratu memberitau berita ini ke saudaranya yang juga tinggal diistana itu

“benarkah?, apakah ia tidak akan mengecewakan lagi?” Ucap namja itu kepada sang ratu

“seokjin-ya, aku yakin ia tidak akan mengecewakan lagi, cucuku adalah hal yang paling berharga dalam hidupku, kau juga mengetahuinya kan?” ucap sang ratu, namja yang disebut seokjin hanya membuang muka

memang benar bila cucu sang ratu sering kali mengecewakan keluarga kerajaan , dengan banyaknya masalah yang ia perbuat kim seokjin akhirnya mengirim cucu sang ratu berkuliah di inggris tanpa pengetahuan sang ratu

seokjin mengaku pada sang ratu ia mengirim cucunya belajar di inggris dengan alasan kemauan sang cucu sendiri, dengan itu sang ratu bisa bernafas lega, walaupun ia berbohong pada sang ratu yang akibatnya bisa sangat fatal bagi keluarga kerajaan

seokjib hanya mengangguk dan meninggalkan sang ratu sendiri, bagaimanapun ia sangat membenci cucu sang ratu , alasan besar mengapa seokjin berbuat seperti itu pada cucu sang ratu adalah agar ia mendapatkan gelar raja di kerajaan ini

namun dengan adanya cucu sang ratu tampaknya ia masih harus mengubur dalam dalam keinginannya itu, walaupun ia adalah tipikal namja pantang menyerah


“mengapa seluruh saluran televisi menayangkan berita yang sama” teriak yeoja sambil membuang remote televisinya kesembarang arah, tak lain tak bukan seluruh channel sedang

gempar gemparnya membicarakan cucu ratu dikorea ini yang sudah kembali sejak 7 tahun lamanya

yeoja itu lalu berjalan keluar rumah dengan tujuan ia ingin membeli bahan bahan makanan yang persediaannya habis dirumahnya ia tidak seberapa memperhatikan jalan dan hanya fokus pada ponsel yang digenggamnya

BRUK
akibat tak melihat jalan, akhirnya yeoja itu menabrak salah satu pejalan kaki disana, ia meringis kesakitan karena kakinya sedikit tergores dengan lantai beraspal

pejalan yang seorang namja itu juga meringis kesakitan saat tangannya juga sedikit terluka karena aspal yang menggores tangannya

“hey, kau, kalau berjalan lihat lihat apa kau tak melihat tanganku berdarah gara gara ulahmu” protes sang namja sambil menunjukkan lukannya yang tidak terlalu besar itu

sang yeoja yang tidak terima di katai sang namja pun balik memprotes sang namja
“hey, maafkan tapi lihatlah ponselku mati karenamu” ucap sang yeoja mengutuk lebih, sang namja hanya melengos pergi tanpa mempedulikan omelan sang yeoja yang tak ada ujuungnya itu

“hey, mau kemana kau” teriak sang yeoja pada namja yang melengos pergi itu, semakin lama pundaknya semakin menjauh dari pandanganbya itu

sang yeoja yang masih geram akhirnya meninggalkan jalanan itu segera dan kembali ke rumahnya, akibat peristiwa tadi ia bahkan lupa tujuan awalnya untuk membeli bahan makanan

“annyeong ahjumma, ini aku sulli bisakah aku meminta sedikit nasi?” ucap yeoja yang ternyata bernama sulli itu, sang ahjumma hanya tersenyum lalu mengambil nasi dan memberikannya pada sulli

“jeongmal gomawo jung ahjumma” ucap sulli sambil membungkukkan badanya

“apakah kau tidak memasak nasi nona sulli?” ucap ahjumma tadi, sulli hanya nyengir kuda menanggapi pertanyaan ahjumma tadi

setelah meminta nasi, sullipun kembali kerumahnya, tujuan awalnya adalah dapur, ia meletakkan sekotak nasi yang ia minta dari ahjumma tadi dan mengambil sekotak gochujang untuk lauknya malam ini

ia menyendok makanannya dengan malas dan mengunyahnya dengan malas “mengenaskan sekali” gumannya disesla sela menyantap hidangan sederhana nya itu

setelah menyantap nasi berlaukkan saus gochujang itu sulli pun membereskan piring yang tadi digunakanya, sulli tak henti hentinya mengutuk dan mendumel

kesal pada namja yang menanraknya tadi saat ia akan berbelanja bahan makanan, mood sulli hilang akibat namja tadi, walaupun sulli tau sulli yang salah namun sulli masih geram dengan begaimana sikap namja tadi saat sulli meminta maaf

“ini semua karena mu, nappeun namja” teriak sulli sambil membanting piring yang habis ia cuci, ia seketika apartement rumah sulli bising dengan pecahan pecahan piring yang disebabkan oleh amarah sulli, sulli yakin bila tetangga depannya akan mendengar apa yang ia teriakkan tadi

TOK TOK
dugaan sulli benar, setelah ia membanting 2 piring kaca akibat ulahnya yang membuat mungkin tetangga apartement satu lorongnya mendengar dan ini malam hari, bukankah seharusnya orang tidur dan akan terganggu dengan kebisingan yang sulli buat

“sulli, ada apa denganmu, mengapa di apartementmu bising sekali, aku hingga terbangun , kau tak tau aku besok sekolah di pagi hari, sama seperti mu , dan mengapa kau tak tidur dan malah membuat kebisingan seperti ini”

beribu ribu pertanyaan joonmyun lontarkan untuk sulli hingga membuat sulli sedikit bingung dibuatnya, sulli hanya menggaruk-garuk rambutnya itu sambil tersenyum kepada namja didepannya itu, joonmyun adalah sunbae sulli disekolah, namun joonmyun dan sulli sangat dekat ,sulli, apa yang dikatakan joonmyun sepenuhnya benar

“mianhae joonmyun ah, aku tidak apa apa, kembalilah tidur , arrachi” ucap sulli pada joonmyun yang sedang menguap itu, sulli langsung menutup pintu apartementnya saat melihat joonmyun akan mengomel padanya lagi

beberapa kali joonmyun mengetok pintu sulli sambil mendumel tidak jelas , namun sulli hanya menanggapi dengan tawanya ,

“awas kau sulli-ya” teriak joonmyun dibalik pintu, sifat temannya itu memang tak pernah berubah, joonmyun teman semasa sekolah dasar dan kecil sulli, mereka pernah membuat geng dahulu saat disekolah dasarnamun geng itu harus bubar karena

anggotanya yang melanjutkan sekolah menengah di busan dan bahkan amerika, bahkan suzy sedang melanjutkan sekolanya menengah di columbia, sulli dan joonmyun hanya melanjutkan sekolahnya di korea saja ilmu mereka memang terbatas dan tak secerdas soohyun, naeun, suzy dan tao namun sulli cukup puas dengan apa yang didapatinya sekarang

sulli memang tinggal sendirian di apartement ini,ia tinggal sendirian karena ayah dan ibunya berkerja di jepang, awalnya sulli tidak berani tinggal sendirian , sulli adalah yeoja yang sangat penakut, bahkan ia mengajak seluruh anggota gengnya saat menonton film horor dirumahnya yang dulu

namun saat sudah menyelesaikan sekolah menengah sulli berubah menjadi yeoja pemberani dan mandiri, beruntunglah bibi dan nenek sulli tinggal di rumah di area gangnam yang berrati sangat dekat dengan lokasi apartementnya

sulli dikenal sebagai yeoja yang mandiri,bayangkan saja diumurnya yang masih 18 itu ia sudah bisa tingg sendiri

kadang sulli bergidik ngeri saat mengingat apartement disebelah kiri apartementnya itu masih kosong tak berpenghuni


“sehun, lakukan yang benar” ucap namja dengan kemeja berwarna hitam kebiru-biruan itu, lelaki yang dipanggil sehun hanya melengos dan menaruh kakinya di meja yang tepat ada didepannya, sungguh tidak sopan

“hey, kurang lebih 2 bulan lagi kau sudah menjadi pangeran” ucap namja tadi sambil memukul pelan kepala sehun, sehun hanya meringis kesakitan saat jitakannya sudah sampai kekepalanya

“sudah kukatakan, aku tidak mau menjadi pangeran sunggyu hyung, biarkanlah seokjin hyung yang mendapatkan kekuasaan itu” ucap sehun keras pada guru kesopanannya itu , sehun lalu melengos pergi tanpa melihat sunggyu yang sedari tadi menggeleng geleng akibat sifatnya itu

“mengapa tuan ratu memiliki cucu yang keras kepala seperti itu” ucap sunggyu sambil merapikan alat alat pelengkap baju kerajaan yang tadi diajarkannya kepada sehun, cukup banyak kesabaran yang sunggyu beri saat mengajari sehun yang sebentar lagi akan dijadikan pangeran


“ah sial, akibat yeoja tadi kacamataku sedikit retak, aish” runtuk sehun sambil memandangi kacamata hitamnya yang sedikit retak dibagiam pinggir akibat tertabrak sulli tadi, ia terus memandangi kacamata kesayangannya itu sambil sesekali menggerutu

“bagaimana bisa ada yeoja se gila dia” ucapnya sambil melempar bantal yang ada disebelahnya ke sembarang arah, ia sedang sangat emosi sekarang, bagaimana tidak , ia harus dijadikan pangeran walaupun ia sama sekali tidak menginginkannya

dan yang kedua, kacamata mahal yang stoknya terbatas di dunia harus retak dengan alasan yang konyol, sehun bahkan rela mengantri berjam-jam demi mendapatkan kacamata hitam itu

“sial.sial.sial” umpat sehun berkali kali sambil menggosok kepalanya keras, ia akhirnya menyalakan televisi untuk meredam kemarahannya kepada yeoja yang menabraknya tadi


“Hyaa, choi sulli” bentak lelaki paruh baya sambil menggebrak meja didepannya itu sangat keras, kacamata yang dikenakan pria paruh baya itu sedikit melorot akibat kerasnya gebrakan tadi

sulli hanya memandang pria itu dengan takut “ne,seongsaengnim” ucapnya takut takut, ia menyembunyikan wajahnya dengan rambut panjang tebalnya, pria paruh baya itu hanya menghembuskan nafasnya kasar

“yasudah, keluarlah” ucapnya sambil memijat keningnya, setelah itu sulli segera keluar dan menunduk dua kali tanda hormat kepada gurunya itu, saat sulli sudah keluar dari ruangan kepala sekolah yang mencekam itu tadi, ia segera bernafas lega dan berjalan malas malasan

alasan mengapa sulli dimarahi oleh kepala sekolahnya karenaia meninggalkan salah satu soal ulangan di mesin foto copy, sulli yang lalai malah sibuk dengan percakapan kakaotalk nya, hingga ia melupakan tujuan utamanya yaitu memfoto copy

“kau dimarahi ya?” ucap joonmyun tiba tiba yang membuat sulli kaget, lalu sulli memukul kepala joonmyun dengan kertas yang dibawanya itu, joonmyun meringis kesakitan karena itu

“itu akibat kau berteriak tadi malam hingga aku terbangun” ejek joonmyun lalu dengan segera joonmyun meninggalkan sulli karena bila tidak segera joonmyun pergi meninggalkan sulli , bisa bisa wajahnya yang menurutnya tampan itu bisa lebam akibat pukulan sulli

“kesini kau kim joonmyun” teriak sulli yang membuat seluruh isi lorong di sekolanya itu memandang aneh kearahnya, sifat sulli memang agak kekanan kanakan

ia seringkali berteriak teriak didalam kamarnya dan menanyi nyanyi sambil menari tidak jelas saat melihat boyband atau girlband yang tampil di tv, sulli selalu menyempatkan waktunya untuk melihat boyband kesayangannya secara langsung, sulli adalah fangirl

“sulli nanti temani aku membeli tteokbokki di kedai baru didekat sini ya, kudengar sangat ramai dan enak” ucap krystal yang sedang memainkan pensilnya disela sela jarinya

sulli yang duduk disebelahnya tiba tiba semangat dan tidak lagi lesu saat mendengar krystal mengajaknya makan, itu berarti ia akan ditraktir

“kau traktir ya?” ucap sulli sambil menunjukkan puppy eyes nya, krystal menatap sulli dengan tatapan datarnya, sulli bergidik ngeri saat melihat tatapan krystal yang selalu mematikan itu

“apa kau tak tau eomma ku mengurangi hampir separuh uang saku bulananku choi sulli, tenang saja harganya tidak terlalu mahal” jelas krystal sambil menunjukkan isi dompetnya yang berisi hanya beberapa lembar uang itu

sulli hanya menatap krystal lalu cekikian , melihat itu krystal geram dan memberi ancang ancang akan mengejar sulli, mengetahui itu sulli langsung berlari memutari kelas ini, krystal dan sulli saling mengejar
hingga

BRUK
saat sulli akan berlari mengindari kejaran krystal yang sudah mulai dekat, ia menabrak salah satu namja teman sekelasnya itu
“mianhae zelo-ya” ucap sulli pada namja tinggi yang terjatuh disebelahnya , zelo yang kesakitan segera bangkit dan ikut mengejar sulli

hingga sulli akhirnya menabrak salah satu murid wanita yang juga teman sekelasnya, sulli menabrak yeoja itu hingga seluruh barang yang dibawa yeoja itu jatuh

“CUKUP HENTIKAN!!” teriak yeoja itu yang membuat ketiganya atau bahkan murid sekelas menutup telinganya, teriakan yeoja itu sangan keras dan melengking

“choi sulli, jung krystal, zelo, jangan kejar kejaran ingat kau sudah sma” omel yeoja itu kepada ketiga murid didepannya itu, yeoja itu lalu mengambil barang yang jatuh akibat ulah mereka bertiga itu

“mianhae bomi-ya” ucap sulli dengan nada bersalah sulli menunduk saat melihat ketua kelasnya itu marah pkepadanya, zelo dan krystal pun juga meminta maaf setelah sulli, mereka pun kembali ke tempat duduk mereka masing masing dan saling menyibbukan diri

“mengapa ia galak sekali?” ucap zelo pada sulli dan krystal yang pura pura membaca buku di sebelahnya
“ne, kau benar” ucap sulli sambil menaruh buku pelajaran sejarahnya malas, ia lalu mengecheck handphonenya dan tidak ada pesan atau panggilan, ia lalu menaruh kembali handphonenya ketempat semula, ia menghembuskan nafas kasar

“hati hati kau bisa jatuh cinta kepadanya” ucap krystal mengejek zelo yang masih kesal dengan teriakan melengking bomi pun melempar krystal dengan penghapus yang ada didepannya sehingga mengenai jepit rambut krystal dan akhirnya jepit rambut itupun lepas dari poninya

krystal lalu mengepalkan tangannya kearah zelo, zelo hanya menjulurkan lidahnya saat melihat krystal seperti itu

“Kurasa kalian lah yang akan jatuh cinta” celetuk sulli lalu krystal dan zelo segera menoleh kearahnya
“hya” ucap krystal dan zelo berbarengan sulli hanya mengangkat jari peacenya


sehun menyetir mobilnya tanpa tujuan, tujuanya adalah mencari makan, awalnya pengawal istana tidak memperbolehkannya untuk pergi tanpa pengawalan, namun sehun tetap bersikeran ingin mencati makan dengan menyetir sendiri

padahal makanan yang disediakan oleh chef-chef kerajaan lebih enak daripada sehun harus mencari makanan lagi , saat sehun sedang mencari kedai yang menjual makanan ringan seperti kimbap atau tteokbokki

ia melihat salah satu kedai dengan bangunan unik dan ramai pengunjung, “dengan ramainya pengungnjung,pasti sajiannya enak kan” gumamnya antusias lalu segera memarkir mobilnya didepan kedai itu


“krystal-ah, mengapa antriannya sangat ramai” rengek sulli pada krystal saat ia dan krystal yang sedari tadi mengantri tidak juga mendapatkan tteokbokki yang mereka inginkan, sulli dan krystal pun kesal bukan main

seragam sekolahnya bahkan sudah kucal akibat panasnya udara disini, bahkan rambut sulli yang dibiarkan tergerai tadi ia kuncir, agar tidak panas lagi, namun antrian belum juga berkurang “apakah seenak itu krystal-ah?” ucap sulli memastikan pada krystal

krystal mengangguk antusias
“tentu saja, lihatlah antriannya saja sepanjang ini, pasti masakannya enak” ucap krystal antusias, namun semangat sulli harus pupus lagi saat melihat antrian didepannya,bahkan tampat memesan tteokbokki ini ada 2 dan bersebelahan

namun keduanya juga sama ramainya


akhirnya krystal dan sulli sampai pada kasir pemesanan, mereka terlihat begitu bahagia dan lega, namun saat sulli sedikit menyenggol orang disebelahnya , ia langsung membungkuk dan minta maaf, namun saat ia melihat wajah orang yang disenggol ia langsung terkejut bukan main

“NEO” ucap sulli dan sehun berbarengan

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s