[FF Freelance] Distance

8. Distance

Title :    Distance

Author:  Luhoney (@chikacharlotte)

Rating : Teenage

Lenght : Vignette (1699 words)

Genre :  Romance, Sci-fi, Life

Cast :     Xiao Luhan (EXO-M) Kim Taeyeon (SNSD)

Desclaimer : My 8th ff. Setelah sekian lama berenti nulis, awalnya karna ga mood nunggu pengumuman UN, terus shock karena kejadian yang sama sekali ga nyaman lagi menimpa fandom, akhirnya aku bisa nulis lagi. Plot cerita ini aku ambil dari anime movie judulnya ‘Voice of a distant star’ produksi makoto shinkai tahun 2002, tapi banyak gubahannya juga, kaya nama planet dan pesawat yang di pake ga semua sama. FF ini udah aku post di personal page juga LUHONEY77Enjoy reading and don’t forget to leave a comment. Thank you. ^^

 

 

 

“Lu,lihat.”

“mm, ceiron470. Aku dengar mereka menggantikan ceiron311 yang hancur di mars.”

“iya, teknologi cerlon di mars sangat tinggi.”

“begitu ya.”

“mm.. Tahun depan aku akan menjadi salah satu awak mereka.”

“kau lolos?”

“menurutmu?”

[Luhan POV]

Ponselku berdering, seperti biasa kemudian aku berlari menuju atap sekolah, tempat terbaik untuk menerima pesan darinya.

‘Dear Lu,

                Aku berada di mars saat ini, berlatih tanpa henti, cerlon ternyata lebih ganas dari yang kita bayangkan selama ini. Kau tahu, Mars ternyata sangat indah, kau harus melihat potretnya supaya kau percaya, aku sendiri tidak menyangka bisa melihat keindahan mars secara langsung, aku harap kau baik-baik saja.’

Sebelum aku menerima pesannya, aku telah melihat potret keadaan mars di koran pagi ini, ceiron501 melakukan tugasnya dengan baik, itu headline artikelnya.

Aku senang, dia masih bisa mengirimiku pesan, itu artinya dia dalam keadaan baik.

[Taeyeon POV]

Aku harap Luhan sudah menerima pesanku sebelumnya, saat ini aku berada di Neptunus, dan pesan yang aku kirimkan membutuhkan waktu 8 bulan untuk sampai ke bumi.

Jika saja Luhan ada di sampingku saat ini, ia pasti sedang menepuk kepalaku bangga, bagaimana tidak, lagi, aku menjadi yang terbaik dalam tim.

[Luhan POV]

Sudah 1 bulan sejak pesan terakhir Taeyeon aku terima, dan aku masih selalu menunggu pesan selanjutnya yang menyatakan ia baik-baik saja.

‘you have no messages’

Setiap hari aku akan berlari naik ke atap hanya untuk memastikan ada tidaknya pesan yang masuk, namun selalu berakhir dengan voice note yang membuatku kecewa.

‘you have no messages’

Masih voice note yang sama yang aku dengar, memang terkesan seperti orang bodoh sebenarnya, mengingat jika memang pesan Taeyeon sampai padaku, ponselku pasti akan berdering. Tapi bayangkan, jika kau berada di posisiku, sekarang sudah 6 bulan sejak pesan terakhirnya, dan rasa takut mulai menghampiriku, karena ia, Taeyeon bukan berada di luar negeri dan sedang menghadapi musuh berupa manusia dengan tank, Taeyeon sedang berada jauh, di sana, di angkasa yang tidak bisa aku datangi dengan pesawat jet dalam waktu 3 jam, dan sedang menghadapi mahluk-mahluk berteknologi canggih, berhadapan dengan peradaban-peradaban yang sama sekali asing. Apakah kau bisa duduk dan menyesap teh dengan tenang?

2 bulan setelah keluhanku, akhirnya ponselku berdering. Aku segera berlari menuju sekolah dan bergegas naik.

‘Dear Lu,

                Aku berada di Neptunus ketika menulis pesan ini, namun mungkin aku sudah berada di pluto ketika pesan ini sampai. Apakah kau baik-baik saja? Jangan malas berlatih kendo, aku mohon, bulan Juli nanti kau akan mulai masuk akademi angkatan udara, Bukan begitu? Kau lolos kan? Aku yakin kau bisa lolos. Jangan lupa vitamin C setelah makan lu. Cerlon di Neptunus tidak terlalu ganas, dan tidak terlalu banyak berkeliaran, itu sebabnya aku bisa dengan santai menulis pesan panjang ini. Sudahkah kau melihat potret mars yang dikirim Ceiron501 sebelumnya? Potret-potert angkasa selanjutnya akan lebih lama untuk tiba di bumi, semakin kami menjauhi bumi, semakin sulit bahkan hanya untuk mengirimkan pesan berupa teks, apalagi gambar. Aku baik-baik saja, dan aku selalu berdoa kau baik-baik saja di bumi.’

Pluto, ketika aku menerima pesan ini Taeyeon akan sedang berada di batas terluar barisan solar system, dan itu artinya, waktu untuk menunggu pesannya, akan semakin lama.

Aku akan semakin dihantui rasa takut setelah ini, meski aku tahu, Taeyeon tidak seperti wanita kebanyakan, ia bahkan selalu berhasil mengalahkanku di kelas kendo, ia kuat. Namun tetap saja, di luar sana ia tidak bisa dengan mudah melawan cerlon hanya dengan kemampuan kendo tingkat 4.

“Aku juga akan selalu berdoa untukmu, kesehatanmu dan keselamatanmu, selalu.”

[Taeyeon POV]

Aku meraih ponselku dan hendak memastikan apakah pesanku sudah terkirim. Baru saja aku berhasil menggenggam ponselku, 2 cerlon yang sepertinya di bentengi dengan teknologi baru muncul dihadapan unit pesawatku.

Sangat sulit mencari titik kelemahan 2 Cerlon ini, teknologi mereka sangat canggih.

“Attention! Every cairon-plane-unit must enter ceiron501 headquarter now. I repeat, every cairon-plane-unit must enter ceiron501 headquarter right now.”

Oh Tuhan, “AKU JUGA SEDANG MENCOBA!”

Bersamaan dengan teriakanku, aku melepaskan missile terakhir dalam unit pesawatku yang sepertinya tepat mengenai titik kelemahan 2 Cerlon berteknologi tinggi itu.

Setelahnya, aku segera memasuki ceiron501 headquarter dengan sumpah serampah yang terus mengalir dari mulutku, dan berhasil aku hentikan dengan ucapan syukur ketika aku melihat tulisan yang muncul dari layar ponselku.

‘Your message has been sent’

[Luhan POV]

Aku diam, di tepi sungai Han, menikmati indahnya pertunjukan air. Jika saja Taeyeon ada di sampingku saat ini. Jika saja, Taeyeon sedang bersamaku saat ini.

“Aku lolos taeng. Berkat doamu, dan dirimu yang selalu membuatku bersemangat. Aku lolos.” ucapku lirih.

Aku mungkin terlihat seperti lelaki bodoh yang melankolis dimata banyak orang yang juga sedang menyaksikan pertunjukan air malam ini. Bagaimana tidak, aku bisa merasakan pundakku jatuh hingga ke dasar bumi, dan aku menatap sedih ke arah langit, sungguh, sangat menyedihkan, seperti pecundang  yang baru saja kalah taruhan, padahal hari ini seharusnya menjadi hari yang sangat membahagiakan bagiku.

Aku sedang dalam perjalanan pulang ketika ponselku berdering, tanpa pikir panjang, aku segera berbalik arah dan berlari layaknya pencuri yang sedang di kejar polisi.

‘Dear Lu,

                Aku menulis ini saat berada di Pluto, di batas akhir barisan sonar sistem kita. Bagaimana hasil tesnya? Aku yakin saat menerima pesan ini kau sedang mencoba seragam barumu kan? Seragam angkatan udara yang selalu terlihat apik jika kau yang menggunakannya, aku terdengar subjektif bukan? Haha, aku tidak bercanda, kau sangat cocok dengan seragam itu. Kau tahu Lu, aku sempat terluka ketika aku melawan cerlon yang tiba-tiba menghadang dalam perjalanan ceiron501 menuju pluto, pantas saja mereka jarang berkeliaran di Neptunus, mereka banyak berjaga di perbatasan menuju Pluto ternyata.’

Sungguh, aku rasa jantungku sempat berhenti berdetak ketika aku membaca tulisan itu. Taeyeon terluka, ia terluka melawan Cerlon, dan ia mengatakannya seolah ia terluka karena terjatuh dari sepeda roda 3. Ya Tuhan.

‘Lu, ….’

Aku menahan nafas ketika membaca paragraf kedua dari pesannya, harus kah? Tidak bisakah ia kembali? Aku hanya ingin hidup normal dan tumbuh menjadi orang dewasa, berkeluarga dengan wanita yang aku cintai.

‘aku akan meninggalkan solar system setelah ini, dan menuju Sirius, 8,6 taun cahaya jauhnya dari bumi. Itu artinya, pesanku akan membutuhkan waktu 8 tahun 6 bulan untuk tiba di bumi, lu. Maafkan aku. Kenyataan ini juga menghancurkanku.’

Setelah membaca pesannya, aku kemudian menyadari.

“Terlalu jauh jarak diantara kita.”

Jujur, aku lupa sudah berapa lama aku tidak melihat wajahnya, aku juga tidak yakin apakah aku akan bisa mengingatnya ketika ia kembali nanti.

Bagiku, jarak 8 tahun cahaya untuk dilalui, memiliki arti yang sama dengan selamanya.

“Taeng, kau dan aku terpisah semakin jauh dan semakin jauh lagi.”

Menyadari hal ini, aku mulai berfikir, aku harus melakukan sesuatu, sesuatu yang jauh dari kata normal.

“Aku akan membuat hatiku, lebih keras, lebih dingin. Lebih kuat. Karna aku yakin aku berdiri dihadapan hatimu yang tidak akan tidak pernah terbuka. Dan, aku tidak akan pernah berbalik arah.”

[Taeyeon POV]

48 jam untuk menulis sebuah pesan yang akan kau terima dalam waktu 8 tahun 6 bulan dari sirius. Lu, aku mohon, jangan lupakan aku.

Ceiron501 tiba di Sirius, kita tahu bahwa Sirius memiliki sistem tata surya sendiri, sama seperti matahari, dan kami Ceiron501 adalah yang pertama dari peradaban manusia yang berhasil sampai di sistemnya.

Saat ini kami berada di planet ke empat sistem tata surya Sirius, Acarta.

Acarta memiliki langit, awan, daratan, dan lautan, sangat mirip dengan bumi, namun tetap saja, berbeda.

Kenyataan yang aku lihat saat ini, hanya semakin membuatku sadar, aku berada sangat jauh darimu, dan akan semakin jauh.

Hujan.. juga turun di Acarta, dan di saat seperti ini, saat terberat yang pernah aku rasakan dalam perjalanan angkasaku, aku kesepian, aku ingin kau berada di sampingku, aku merindukan musim panas di bumi, aku merindukan segarnya air hujan musim panas di bumi, dan aku merindukan dirimu yang akan berlari menarik tanganku untuk mencari tempat berlindung, dengan kata lain, aku merindukanmu.

Lamunan panjangku dipecah oleh sirine peringatan yang dikeluarkan headquarter, cerlon jenis baru yang menyerangku di Pluto banyak di temukan di Acarta, dan saat ini kami di kepung puluhan pasukan Cerlon tersebut.

“Code Red, preparing for combat, I repeat, Code Red, preparing for combat.”

Tuhan, aku ingin kembali sungguh, aku ingin mengatakan aku mencintainya, hanya itu. Aku melirik ponsel di sebelahku, dan kembali tersenyum ketika membaca tulisan yang tertera di layar,

‘Your message has been sent.’

Aku mencintaimu Lu.

[luhan POV]

Musim terus berganti, dan aku masih tetap berdiri dihadapan pintu itu.

Sebenarnya aku mulai berhenti mengharapkan pesan dari Taeyeon.

Sampai, pada musim panas ini, di tengah derasnya hujan, ketika aku mengingat bahwa 8 tahun terasa seperti selamanya, aku sempat berfikir aku tidak bisa hidup, ternyata aku salah, aku tidak bisa menyerah begitu saja dengan hidupku, aku hidup dalam waktuku sendiri, dan bulan depan, aku akhirnya akan merasakan hasil dari jerih payah perjuanganku selama ini, menerbangkan pesawat memakai seragam angkatan udara dengan sematan lencana kapten di bahu kananku.

Aku kembali menyesap tehku, setelah sebelumnya aku berkata bahwa aku tidak bisa merasakan bagaimana duduk tenang meminum teh sejak ia pergi, kini aku mulai terbiasa, namun kemudian, jantungku seolah berpacu 2 kali lebih kencang dari sebelumnya, aku mendengar ponsel ku berdering, ya aku sangat yakin.

Aku segera mengambil ponsel tua yang masih setia mengisi hari-hariku itu, yang selalu diam di meja di sebelah potret cantik Taeyeon sebelum ia pergi.

Perhatianku hanya tertuju pada 2 kalimat dalam pesan itu.

‘Dear lu,

                Selamat ulang tahun yang ke 24, dari aku yang masih 15 tahun.’

Sisa pesan lainnya, statis.

‘ aku tidak ingin kau merasa tidak enak mengenai hal ini, aku memiliki banyak memori untuk aku ingat,karena hanya itu yang aku miliki sekarang. Kau tahu apa yang aku rindukan Lu? Aku merindukan awan musim panas, merasakan sejuknya air hujan yang membasahi rambutmu. Aku merindukan setiap waktu yang kita habiskan bersama, jalan pada malam hari, dan siang hari ketika hujan. Kau tahu Lu, waktu sebenarnya sangat baik pada kita, namun tetap waktu juga sangat kejam. Lu, kita terpisah oleh jarak yang sangat jauh, tapi mungkin, keyakinan dapat mengatasi jarak dan waktu. Satu keyakinan, ya, hanya satu.’

Aku menggenggam erat ponsel di tanganku,

“APA? APA LAGI YANG HARUS AKU YAKINI?”

“Yakini satu hal lu, ‘I’m here’.”

Demi Tuhan, aku mendengar suara Taeyeon berbisik tepat di telingaku, dan ketika aku berbalik, bisikan itu hilang dan berganti dengan suara gemuruh.

Suara gemuruh Ceiron667 yang kini mengangkasa, ya, aku sudah membacanya, Ceiron667 menggantikan tugas Ceiron501 yang hancur setelah menghadapi pasukan cerlon di Acarta.

Jadi, bukankah benar jika aku mengatakan, tidak ada lagi yang bisa aku yakini sekarang.

FIN

Selesaaaii… plotnya memang bukan plotku sendiri, voice of a distant star itu anime movie yang recommended banget, kisah aslinya cerita Noboru Terao yang di tinggal pergi sahabat deketnya yang dia sukain diem-diem, Mikako Nagamine, dan ternyata Mikako juga suka Noboru, tapi Mikakonya kan di luar angkasa, dan di kisah asli, Mikako itu nggak meninggal, masih nggantung aja. Selengkapnya, tonton sendiri ya animenya.. ^^ don’t forget to leave comment, arigato mina-san.

12 thoughts on “[FF Freelance] Distance

    • Uhuhu, seneng banget ada reader antusias kaya gini, sayangnya ini vignette. Gatau mungkin ntar kalo ada inspirasi nyoba bikin sequel. Makasih udh baca dan leave comment ya.. ^^

  1. mian thor bru bisa coment ff nya !
    ff nya bagus thor q terharu bacanya sampe airmataku gk kerasa jatuh
    nge feel bgt sedihnya serasa berada di cerita deh
    jadi itu taeyeonnya meninggal yha thor di akhir cerita😥
    thor kalo boleh butuh sequel nih biar gk penasaran❤

  2. mian thor bru bisa coment ff nya !
    ff nya bagus thor q terharu bacanya sampe airmataku gk kerasa jatuh
    nge feel bgt sedihnya serasa berada di cerita deh
    jadi itu taeyeonnya meninggal yha thor di akhir cerita😥
    thor kalo boleh butuh sequel nih biar gk penasaran❤

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s