Resemble (Chapter 3)

resemble

Title : Resemble (Chapter 3)

Author : DkJung

Main Casts :

  • [A Pink] Jung Eunji
  • [Girl’s Day] Bang Minah
  • [Infinite] Lee Howon
  • [Beast] Lee Gikwang

Support Casts :

  • [F(x)] Jung Soojung
  • [Girl’s Day] Lee Hyeri

Genre : Friendship, Romance

Length : Chaptered

Rated : PG 14

Disclaimer : terinspirasi dari film favorit aku. Cat : anggap di ff ini muka eunji-minah mirip identik.

Summary :

Apa yang akan kau lakukan jika bertemu dengan orang yang wajahnya serupa denganmu? Hal itulah yang dialami gadis cantik bernama Jung Eunji. Ia cucu dari pengusaha terkaya di Korea. Namun, tanpa disangka ia bertemu dengan Bang Minah, seorang gadis sederhana yang memiliki paras serupa dengannya.

 

Chapter 1 . Chapter 2

 

Chapter 3

Minah masih terpaku. Ia benar-benar terkejut mendengar pertanyaan Gikwang. Bagaimana bisa baru bertemu sudah mengajaknya berkencan? Tidak. Minah salah. Mungkin Eunji sudah pernah menemui Gikwang. Tidak. Minah benar. Eunji pernah bercerita padanya bahwa ia akan dijodohkan dengan lelaki yang bahkan belum pernah ditemuinya. Minah sendiri sampai bingung, apa kehidupan orang-orang kaya seperti ini? Tidak bisa memilih pasangan sendiri? Kalau begini caranya, Minah tidak mau menjadi orang kaya, lebih baik hidup sederhana.

Eottae? Kau mau tidak?” tanya Gikwang.

Minah segera sadar dari lamunannya. Minah bingung sekali harus menjawab apa. Mungkin jika ia tidak ingin mengecewakan Eunji, ia harus menolak tawaran Gikwang. Tapi, apakah nanti Presdir Jung tidak akan marah?

“Cuaca hari ini cukup cerah, tidakkah kau bosan berada di rumah?”

Minah mendongak, menatap wajah Gikwang yang tersenyum begitu ramah padanya. Entah kenapa Minah berpikir sepertinya Gikwang sama sekali tidak keberatan dengan perjodohannya, buktinya, ia masih bisa tersenyum semanis itu.

Minah baru teringat. Howon belum juga kembali. Bagaimana jika ia kembali nanti Minah tidak ada di kamar Eunji? Apa ia tidak akan kebingungan? Kenapa ke salon lama sekali?

Tanpa Minah sadari, sedari tadi Gikwang terus memperhatikannya. Sesekali lelaki itu terkekeh pelan melihat ekspresi lucu yang ditunjukkan Minah ketika sedang berpikir. Tapi Gikwang merasa gadis itu berpikir terlalu lama.

“Kau sedang memikirkan apa?”

A-aniyo.”

Kajja, kita pergi sekarang,” ucap Gikwang seraya menarik tangan Minah untuk mengikutinya.

OOO

Howon kini hanya bisa terus-menerus merutuki dirinya sendiri. Ia benar-benar merasa seperti pecundang. Bagaimana bisa ia ikut terkurung bersama Eunji? Padahal tujuannya ke tempat ini adalah menyelamatkan Eunji. Kini bahkan dirinya sendiri butuh pertolongan. Ponselnya dan ponsel Eunji dibawa oleh Soojung. Tangan dan tubuhnya terikat, begitu pula dengan Eunji. Ia memang benar-benar payah. Sesekali ia melirik ke arah Eunji yang masih saja terdiam. Gadis itu tidak terlihat melakukan usaha apapun untuk bisa sekedar melepaskan tali bahkan keluar dari ruangan itu. Sementara Howon sendiri juga masih sibuk dengan pikirannya.

Mianhae.”

Howon mendadak terkejut ketika mendengar Eunji yang tiba-tiba meminta maaf padanya.

Ne? aniyo, akulah yang seharusnya minta maaf. Aku tadinya datang ke sini untuk membawamu pulang, tapi malah ikut terjebak di sini. Jeongmal joisonghaeyo,” ucap Howon sambil menunduk sekilas.

Aniyo, gwenchana. Lagipula hal seperti ini tidak akan terjadi bila aku tidak pergi hari itu.”

Ne?”

“Hari itu, hari dimana kedua orang tuaku meninggal, aku pergi menghadiri sebuah festival musik bersama temanku. Keunde, karena mendadak ada acara keluarga, mereka berdua menjemputku lebih awal. Saat dalam perjalanan, mereka,” Eunji menggantungkan ucapannya lalu menghapus air matanya yang ternyata sudah keluar sejak ia memulai ceritanya.

Howon yang meihat Eunji menangis dan menyalahkan dirinya sendiri hanya bisa menatap iba. Gadis itu terlalu baik. Ini semua bukan salahnya.

“Nona, ini semua bukan salah anda. Kematian Tuan dan Nyonya memang sudah takdir mereka, tidak ada hubungannya dengan apa yang Nona perbuat.”

Eunji menghentikan tangisannya lalu menatap Howon sambil tersenyum. Howon pun ikut membalas tatapan Eunji dan juga membalas senyumannya. Eunji sangat cantik, bahkan ketika sedang menangis sekalipun. Howon akui, ia sudah sangat lama memendam perasaannya terhadap Eunji. Lagipula, ia cukup tahu diri. Ia hanyalah seorang pengawal pribadi yang jatuh cinta pada mjikannya sendiri, cucu dari pengusaha terkaya di Korea. Rasanya, mustahil Eunji juga memiliki perasaan yang sama dengannya. Kalaupun memang iya, Howon yakin mereka tak akan pernah bisa bersama.

“Kalau orang tuaku tidak meninggal, pasti sampai sekarang Harabeoji akan memperlakukan kami secara adil. Karena aku yatim piatu, Harabeoji jadi lebih mempedulikan aku dibanding Soojung. Aku tidak akan menyalahkannya jika ia berbuat seperti ini.”

Howon hanya bisa terdiam sambil mendengarkan cerita Eunji. Gadis itu memang baik. Bahkan, di saat sepupunya sendiri telah tega menyekapnya seperti ini, ia bahkan masih bisa menyalahkan dirinya sendiri. Padahal jelas-jelas ini kesalahan Soojung.

OOO

Di dalam mobil Gikwang, tidak ada satupun yang berbicara. Baik Minah maupun Gikwang, kedianya sibuk dengan pikiran masing-masing. Minah sibuk memikirkan apakah yang ia lakukan benar atau salah. Ia takut setelah penyamarannya selesai, perjodohan antara Gikwang dan Eunji akan tetap terlaksana. Tetapi, melihat kebaikan dan keramahan Gikwang membuat Minah sulit menolak lelaki ini. Entah, Minah merasa berbeda ketika bersama Gikwang. Lelaki itu bahkan tak henti untuk terus tersenyum ke arah Minah, membuat gadis itu jadi malu sendiri.

Wae? Kenapa wajahmu seperti itu?” tanya Gikwang ketika melihat perubahan pada ekspresi wajah Minah ketika lelaki itu tersenyum.

Minah hanya tersenyum kecut. Ia semakin bingung akan menerima Gikwang atau tidak. Ia sadar, tidak selamanya ia akan terus menjadi Jung Eunji. Suatu saat nanti, Minah yakin Eunji akan ditemukan dan ia akan kembali menjadi pelayan di kedai ramen. Dan pada saat itulah, ia tidak akan bertemu dengan Gikwang lagi. Minah tidak ingin pada saat Eunji ditemukan nanti, ia kecewa dengan apa yang telah Minah perbuat.

Apa lebih baik aku jalani saja peran ini? Aku, kan bisa memutuskan hubunganku dengan Gikwang nantinya? Ah, benar. Kenapa tidak aku pikirkan sejak tadi? Baiklah. Bang Minah, hwaiting!

“Jadi, kita mau kemana?” tanya Gikwang yang jelas menyadarkan Minah dari lamunannya.

Jujur, ia bingung harus mengajak Gikwang kemana. Minah ingin menyuruh Gikwang agar lelaki itu saja yang menentukan tempatnya. Namun, setelah berpikir cukup lama, Minah akhirnya memutuskan.

Jeogi, apa kau mau makan ramen?”

“Ramen? Boleh juga.”

Jawaban Gikwang pun membuat Minah tersenyum lega.

OOO

Ya, apa yang kau lakukan?” tanya Eunji sambil memperhatikan Howon yang tengah serius membongkar barang-barang bekas dan beberapa kardus yang bertumpuk di pojok ruangan menggunakan kakinya. Entah mengapa, sejak tadi Howon terus membongkarnya.

“Kau tidak mendengarku?” tanya Eunji karena pertanyaannya tidak juga dijawab Howon.

“Lee Howon!”

“Aku sedang mencari barang yang mungkin saja bisa kita gunakan, Nona,” ucap Howon sambil terus menendang-nendang untuk menyingkirkan tumpukan kardus yang mulai berkurang.

Namun, matanya tiba-tiba saja melebar ketika melihat sebuah pintu kecil yang ternyata selama ini tertutup oleh beberapa kardus.

“Nona! Aku menemukan jalan keluar!”

Eunji yang sempat mengalihkan pandangannya dari Howon kini berjalan menghampiri lelaki itu untuk melihat jalan keluar apa yang dimaksudnya. Tetapi, setelah melihat pintu kecil yang ditunjukkan Howon, Eunji justru hanya mengerutkan dahi lalu menatap Howon.

“Apa pintu ini bisa digunakan? Aku rasa Soojung tidak terlalu bodoh untuk mengurung kita di ruangan yang terdapat pintu–“

“Terbuka!” seru Howon yang ternyata sudah membuka pintu tersebut menggunakan tangannya dengan cara membalikkan badannya. Walaupun pergelangan tangannya terikat, ia masih bisa menggerakkan jari-jari tangannya sedikit untuk membuka kenop pintu.

Mwo?”

“Aku rasa sepupumu itu tidak mengecek terlebih dahulu tempat yang akan digunakan untuk menyandera kita, Nona.”

Arrasseo, ayo kita pergi,” ucap Eunji sembari membungkukkan badannya yang masih terikat tali untuk melewati pintu yang cukup kecil dan pendek itu, lalu diikuti oleh Howon.

Begitu keduanya sampai di luar, Howon pun mencoba untuk mengecek para penjaga. Untung saja mereka hanya berjaga di depan, sehingga mereka bisa kabur dengan selamat walau masih dalam keadaan terikat.

OOO

“Minah-ya!” seru Hyeri begitu Minah berjalan memasuki kedai ramen tempat mereka bekerja. Sontak, Minah pun berlari lalu menutup rapat bibir Hyeri dengan kedua tangannya. Sementara Gikwang kini justru terlihat kebingungan.

“Minah? Siapa itu Minah?” tanya Gikwang.

Aniyeo, bukan siapa-siapa. Kau, duduklah!” ucap Minah panik sambil menarik kursi untuk Gikwang lalu menyeret Hyeri untuk bicara sejenak dengan gadis itu.

Setelah merasa keduanya berjarak cukup jauh dengan Gikwang, Minah pun memulai pembicaraannya dengan Hyeri.

Ya! Apa-apaan kau ini? Aku, kan sudah bilang padamu bahwa aku kini menyamar menjadi Jung Eunji!”

Hyeri hanya terseyum sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Sambil sesekali melirik ke arah Gikwang, Hyeri pun melanjutkan pembicaraannya dengan Minah.

“Siapa dia? Tampan sekali!”

“Dia lelaki yang dijodohkan dengan Eunji.”

Ne? Heokshi, kau menggantikan Eunji untuk berkencan dengan lelaki setampan itu? Tidak adil! Maldo andwae!”

“Kau pikir aku senang melakukannya? Kalau bukan karna Howon menawarkanku untuk berkuliah di universitas Haewon, aku tidak akan mau melakukannya!”

Hyeri hanya mengangguk pelan, lalu menggelengkan kepalanya. Ditatapnya sahabatnya itu dengan penuh selidik. “Kau benar-benar ingin kuliah di sana, ya?”

Minah hanya mengangguk sambil tersenyum masam. “Aku tidak peduli walaupun hanya bisa berkuliah di sana sementara, dan juga mengambil jurusan yang sudah diambil oleh Eunji, yang penting aku bisa merasakan belajar di universitas impianku, Hyeri-ya.”

Arrasseo, berjuanglah! Aku akan selalu mendukungmu, Bang Minah. Hwaiting!”

Gomawo. Aku duduk dulu, ya! Tolong buatkan menu kesukaanku!” ucap Minah lalu berlari kecil menuju tempat duduknya yang berhadapan langsung dengan tempat duduk Gikwang.

“Kenapa lama sekali? Apa saja yang kau bicarakan dengan pelayan itu?” tanya Gikwang begitu Minah duduk.

Aniyeo, bukan apa-apa. Tenang saja, kau pasti suka ramen di sini!”

OOO

Gamsahamnida!” ucap Eunji dan Howon bersamaan kepada seorang pelayan toko yang berada cukup jauh dari tempat dimana mereka dikurung oleh Soojung.

Pelayan tersebut membalasnya dengan senyuman sebelum akhirnya kembali memasuki tokonya. Eunji dan Howon akhirnya bisa bernapas lega setelah berhasil melarikan diri dan melepaskan tali atas bantuan pelayan toko tadi.

“Nona, apa sebaiknya sekarang kita lapor polisi?”

“Tidak perlu. Aku bahkan tidak terluka sedikitpun, begitu juga denganmu, tidak perlu membesar-besarkan masalah seperti ini!”

“Aku tidak membesar-besarkan, Nona. Tapi ini memang masalah besar!”

Aniyeo, gwenchanayo. Aku bisa memahami perasaan Soojung kenapa ia bisa sampai berbuat seperti ini. Lebih baik, sekarang kita cari tempat untuk istirahat,” ucap EUnji seraya berjalan mendahului Howon.

“Cari tempat? Apa kita tidak akan pulang, Nona?”

“Hari ini adalah jadwalku berkencan dengan Gikwang. Aku tidak mau pulang. Aku muak dengan perjodohan yang dilakukan Harabeoji. Aku butuh kebebasan, Howon-ah. Jebal, biarkan aku untuk menginap di luar rumah untuk beberapa hari ini.”

Jadwal kencan dengan Gikwang? Gawat! Apa Minah baik-baik saja? Apa ia bisa melakukannya dengan baik? Semoga saja.

“­Keunde–“

“Bilang saja pada Harabeoji bahwa aku menginap di rumah teman untuk mengerjakan tugas.”

Tidak, Nona. Aku tidak perlu melakukannya. Sudah ada yang menggantikan posisi Nona saat ini.

“Howon-ah, aku percaya padamu. Kau bisa membantuku, kan?”

OOO

“Howon-ssi?”

Minah tersenyum lega begitu mengetahui yang membuka pintu kamar –Eunji– nya adalah Howon. Sementara Howon kini menatap Minah panik. “Eottokhe? Apa kau bisa melakukannya?”

“Melakukan apa?”

“Bukankah hari ini kau berkencan dengan Tuan Lee?”

Keurae. Tenang saja, aku bisa melakukannya. Lagipula, Lee Gikwang bukanlah orang yang sudah kenal dekat dengan Eunji. Jadi, dia tidak akan dengan mudahnya tahu bahwa aku bukan Eunji.”

“Kau benar, syukurlah. Keunde, Minah-ssi. Ada yang ingin aku beritahukan padamu soal Eunji.”

TUK TUK TUK

“Masuklah,” ucap Minah.

Seorang pelayan wanita nampak kebingungan melihat Howon yang berada di kamar Eunji. Namun, kebingungannya itu tak berlangsung lama. Ia memutuskan untuk langsung berbicara.

“Makan malam sudah siap, Nona.”

Arrasseo, aku akan keluar sebentar lagi.”

Setelah mendengar jawaban Minah, pelayan itu pun kembali menutup pintu.

Kini wajah Minah terlihat panik. Howon pun tampak sama, walau tak sepanik Minah. Minah mungkin saja bisa berakting sebagai Eunji di hadapan Gikwang. Tetapi di hadapan Presdir Jung? Kakek dari Jung Eunji? Orang yang sudah mengenal Eunji sejak kecil. Minah semakin pesimis bahwa ia akan melakukan penyamarannya dengan baik.

“Howon-ssi, aku tidak yakin aku bisa makan malam dengan Presdir Jung.”

Aniyeo, kau pasti bisa. Kau harus bisa. Ini demi Jung Eunji.”

Dengan menghela napas berat, akhirnya Minah pun mengangguk. Ia lalu mulai melangkahkan kakinya menuju pintu keluar kamar. Sementara Howon hanya bisa menatap punggung Minah sambil terdiam. Ia kini hanya bisa berharap Presdir Jung tidak mengetahui bahwa Eunji yang makan malam bersamanya adalah Minah, dan juga tidak mengetahui bahwa Eunji kini sedang menginap di luar rumah. Kalau sampai Presdir Jung mengetahui itu semua, Howon tidak yakin ia masih bisa berkerja sebagai pengawal pribadi Eunji atau tidak.

Howon sendiri bingung. Ia bisa saja menghentikan penyamaran Minah dan membawa Eunji pulang. Tapi, mengingat tertekannya Eunji karena berbagai perjodohan yang dilakukan Presdir Jung, juga mengingat permohonan Eunji, ia memutuskan untuk melakukan semuanya. Dan, ia pun harus siap untuk mempertanggung jawabkan semuanya.

OOO

Gikwang masih belum bisa memejamkan matanya walau telah menarik selimutnya sampai menutupi wajahnya. Pikirannya masih saja tertuju pada perkataan Minah tadi siang.

Ya! Apa-apaan kau ini? Aku, kan sudah bilang padamu bahwa aku kini menyamar menjadi Jung Eunji!”

Ia benar-benar penasaran apa maksud dari perkataan Minah tersebut.

Apa maksud Eunji berkata seperti itu, ya? Apa dia bukan Jung Eunji? Lalu dia siapa?

To Be Continued

 

Maaf banget karna udah lama ngga update ff ini, dan maaf karena ini kependekan. Habisnya aku lagi buntu ide nih ._.

Tetep tinggalin komentarnya ya^^

6 thoughts on “Resemble (Chapter 3)

  1. Huaaa akhirnya ada lanjutan’a juga…
    Bolak balik ngecek hehe
    Sukaaa >.<
    Cara ceritanya bgus…
    tapi pendek n mlh bkin tmbh pnsaran
    Aq gregetan bgt sma minah..
    Lanjut ya, semoga gg lma2 bgt hehe

  2. mwooyyaa?? kenapa tbc sih??
    /ehem ehem/ perkenalkan, aku reader baru. kesan pertamaku setelah baca ini, “waah, kayaknya bakalan jadi salah satu ff yang aku tunggu tunggu nih.”
    awalnya pingin baca soalnya ada pairing eunji-hoya disini, aku suka banget sama mereka >< ditambah lagi alur ceritanya yang bagus banget, huuaaa ToT pokoknya ff ini tuh bagus banget.
    oke update soon ya, fighting! 😀

  3. Reader baru nih thor/? Semangat terus lanjutkan ff nya thor!!
    Ribet kalau penyamaran minah terus berlanjut… Ditunggu part selanjut nya;)

  4. Reader baru thor….!! Ditunggu next chapternya ne!! Jjang thor mian bru komen hehehehe 🙂 tapi aku g lupa ngelike kok!! Jjang… hehehehe 🙂

  5. Thorrrrr, aku baru engehhh kalo ini kayak film Barbie itu yaaa? Yaampun baru engeh, soalnya liat di atas kan kata author ini ngambil Dr film fav author, trus keinget klo ini kayak cerita di Barbie itu. Yaampun bagus thor bagus

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s