[FF Freelance] Chatting and Love

tumblr_m5cj3swEb51qie6hbo1_500-8

Author: Ghina

Cast: Lee Sungmin – Han Jinhye

Genre: Romance, Married Life

Length: Ficlet

Rate: PG-13

Note: Bisa kunjungi blog pribadi saya jika berminat specialoves.wordpress.com. Enjoy~

 

Jinhye sedang mengeringkan rambutnya ketika ponselnya berbunyi, menunjukkan sebuah chat baru dari seseorang di akun kakaotalk pribadinya. Gadis itu mengerutkan kening sebentar lalu melanjutkan kegiatannya lagi, sama sekali tidak terganggu dengan rasa penasaran yang mulai menggerogoti tubuhnya. Tapi, baru sebentar dia terhanyut dalam gelombang panas pengering, ponselnya kembali mengeluarkan bunyi keras yang memekakkan. Kali ini tidak berhenti dan terus bernyanyi. Sontak Jinhye langsung meletakkan hair dryer pada tempatnya dan memasukkan handuk kecil yang ia gunakan tadi ke dalam keranjang pakaian kotor lalu segera beranjak dari tempat tidur dan berjalan kearah meja belajar dimana ia meletakkan ponselnya. Decakan kecil langsung keluar dari mulut Jinhye begitu mengetahui dalang dibalik perbuatan yang sedikit menganggu kenyamanannya. Ada sepuluh missed call dan tujuh pesan di kakaotalk.

 

MYBUNNY: Angkat teleponku.

 

MYBUNNY: Ini sudah yang kesepuluh kalinya aku meneleponmu.

 

MYBUNNY: Apa terjadi sesuatu disana?

 

MYBUNNY: Han Jinhye, kau dimana?

 

MYBUNNY: Seseorang tolong jawab aku dan katakan dimana istriku.

 

MYBUNNY: Yak! Kau benar-benar tak akan menjawab panggilanku?

 

MYBUNNY: Demi Tuhan, Han Jinhye. Angkat teleponmu. Sekarang.

 

Pria itu mengiriminya pesan setiap semenit sekali. Jinhye tidak tahu harus mengatakan apa lagi. Disatu sisi, kekhawatiran suaminya itu membuatnya merasa tersanjung. Namun, disisi lain ia merasa kalau pria itu terlalu berlebihan. Lihat, suaminya itu juga mengganti nama kontaknya di akun Jinhye. My bunny? Astaga, itu menjijikkan sekali. Jinhye menghela napas pelan lalu mulai mengetik sesuatu di atas layar sentuh ponselnya.

 

Jinhye175: Hai.

 

Lima belas detik kemudian balasan Sungmin sudah datang.

 

MYBUNNY: Kau sengaja membuatku khawatir, hah?

 

Jinhye175: Aku baru selesai mandi.

 

MYBUNNY: Kau, kan, bisa langsung menjawab teleponku begitu selesai.

 

Jinhye175: Aku sibuk.

 

MYBUNNY: Cih! Ngomong-ngomong, bagaimana nama kontakku di tempatmu? ^^

 

Jinhye175: My Bunny? Kenapa kau jadi menjijikkan begitu, Lee Sungmin?

 

MYBUNNY: Itu yang disebut romantis. Lagipula nama yang kuberikan jauh lebih baik daripada sebelumnya. Awas saja kalau kau berani menggantinya kembali. Aku akan menghukummu.

Jinhye175: Tetap saja bagiku menjijikkan.

 

MYBUNNY: Aish, sudahlah. Han Jinhye, aku benar-benar bersyukur kau masih baik-baik saja. Terakhir kali aku meninggalkanmu selama dua jam, kau sudah menghadiahkan dua luka di masing-masing lututmu. Aku jadi penasaran, apa ada ukiran baru di tubuhmu selama aku pergi ke Beijing.

 

Jinhye175: Aku tidak kemana-mana jadi tenang saja.

 

MYBUNNY: Kau ceroboh, Gadis Bodoh. Ya ampun, kenapa aku bisa menikahi gadis yang berpotensi besar membuatku sakit jantung? Mendadak aku merasa menyesal. Bagaimana ini?

 

Jinhye menggerakkan mulutnya tanpa suara, memaki pria itu dalam diam. Tangannya yang sedang membalas pesan pria itu ia tekan dengan kuat sehingga bunyi ‘tik’ terdengar. Dia tahu suaminya itu hanya sedang berusaha menutupi rasa khawatirnya dan mengejek gadis itu. Tapi, tetap saja Jinhye tidak terima. Dia akan membuat suaminya yang manis itu merasa kalah dan tak bisa berkutik. Rasakan.

 

Jinhye175: Kalau begitu ceraikan saja.

 

MYBUNNY: Kau serius? 0_0

 

Jinhye175: Apa aku pernah bermain-main pada hal penting seperti ini? Lagipula aku sudah bosan menjalani hidup denganmu.

 

MYBUNNY: Benarkah? Lalu dengan siapa kau akan tidur nantinya?

 

Jinhye175: Aku tidak langsung menikah denganmu ketika dilahirkan, kan? Jadi, kurasa sebuah guling dan selimut sudah cukup.

 

MYBUNNY: Apa kau bisa hidup tanpaku?

 

Jinhye175: Kalau-kalau kau amnesia, 21 tahunku kuhabiskan tanpa dirimu, Lee Sungmin ssi.

 

MYBUNNY: Kau bercanda. Kau mencintaiku.

 

Jinhye175: Sekarang sudah tidak.

 

MYBUNNY: Apa?

 

Jinhye175: Kau pikir kenapa aku mengabaikan panggilan darimu? Aku selalu membawa ponselku kemana-mana termasuk kamar mandi. Apa kau lupa?

 

MYBUNNY: Sedang membohongiku?

 

Jinhye175: Menurutmu?

 

 

MYBUNNY: Han Jinhye, ini tidak lucu.

 

Jinhye175: Memang tidak ada yang lucu, Lee Sungmin ssi.

 

Lalu selanjutnya pria itu tidak membalas pesan terakhirnya. Sungmin hanya membacanya dan membiarkannya, membuat Jinhye bertanya-tanya dalam hati. Apa pria itu marah? Atau pria itu menganggap candaannya serius dan mengambil langkah tegas? Astaga, Han Jinhye. Kenapa kau bisa bodoh sekali? Jinhye sedang mengetukkan kepalanya menggunakan bantal saat bunyi nyaring mengejutkannya. Ponselnya berkedip-kedip dan itu cukup memberi tanda buat Jinhye kalau ada sebuah panggilan.

 

Dia menyambar ponselnya dan terkejut melihat nama pria itu ada di layarnya. Jinhye menimbang-nimbang sejenak lalu memilih untuk mengangkatnya. Hanya saja, ia sudah terlambat. Panggilan itu terputus bahkan sebelum ia menggeser tombol hijau pada touch screen. Sepertinya perkiraan Jinhye benar. Pria itu menganggapnya tidak main-main dan ingin meminta penjelasan. Aduh, bagaimana ini? Dia memang keterlaluan sekali.

 

Jinhye melemparkan ponselnya ke samping dan menunduk dengan wajah gelap—segelap malam ini yang tak dipenuhi bintang. Lalu sebuah ide masuk ke dalam otaknya yang sedikit lambat. Dengan cepat tangannya meraih ponselnya kembali dan menekan speed dial nomor satu. Namun, belum sempat telepon itu terhubung, ponselnya kembali berkedip-kedip. Dan nama pria itu kembali berada disana. Jinhye menelan ludah, menggeser layar perlahan dan menempelkan benda putih itu ke telinga kirinya.

 

“Yob—“

 

“Han Jinhye, dengar. Aku tahu kau mengatakan semua itu karena terpancing leluconku yang sebelumnya. Maafkan aku jika kau berpikir itu berlebihan. Tapi, sadarkah kau bahwa aku sedang mempermainkanmu? Aku hanya menganggumu seperti yang kulakukan biasanya. Tapi, kau menganggapnya sungguhan. Kau mengira perasaanku sesuai dengan apa yang kutuliskan. Apa kau masih mengira aku menyesal jika kau tahu bahwa kau adalah satu-satunya gadis yang kuizinkan menua bersamaku? Kau bodoh sekali.”

 

“Sungmin-ah, sebenarnya aku—“

 

“Jangan menyela, aku belum selesai!”

 

“O—oke.”

 

“Untuk menjawab semua keluh kesahmu itu, aku akan mengatakan dua kata saja. Jangan bermimpi. Kau milikku dan aku tidak berniat menyingkirkanmu dari hidupku. Terbesit untuk menjauh darimu saja tidak pernah, lalu apa kau pikir aku akan menceraikanmu? Jadi, jawabannya tidak. Aku tidak akan bercerai denganmu. Sampai kapanpun. Maka dari itu, menyerahlah Han Jinhye. Lupakan saja. Berhenti mengharapkan sesuatu yang tidak bisa kulakukan selamanya. Kau dengar itu? Jinhye ssi?”

 

***

One thought on “[FF Freelance] Chatting and Love

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s