[FF Freelance] Deer Love Story (Chapter 1)

deer love story

Title: Deer Love Story

Author: Sam Diey

Genre: Schoollife,  Romance

Rating: General

Cast: Xi Luhan – Im Yoona

SupCast: find by yourself

Summary: Xi Luhan yang pendendam memutuskan untuk memperbaiki hubungannya dengan Im Yoona. Seorang siswi SMU Heirs yang merupakan musuh bebuyutannya. Bermodalkan rasa sabar dan seorang sunbae yang dekat dengannya ia meminta Yoona untuk berdamai. Bisakah dua orang yang sudah lama bermusuhan itu memperbaiki hubungan mereka? Atau malah akan lebih menyakiti satu sama lain.

***

Luhan mengigit bibirnya dengan kesal. Sungguh, ia ingin membunuh orang itu saat ini juga. Beraninya dia memukul Luhan hingga babak belur seperti ini. Dengan … oke, kotak pensil yang Luhan ejek sebagai barang rongsokan.

“Seharusnya kau tidak cari gara-gara dengan anak itu Lu,” saran Xiumin barusan menambah kadar emosi Luhan. Bukan Luhan yang mencari gara-gara tapi Yoona.

Im Yoona lah yang memaksa Luhan bertindak jahat. Gadis itu tanpa alasan yang jelas selalu memvonisnya sebagai orang kaya yang sombong. Jika sudah seperti itu Luhan tidak punya alasan untuk tidak memanggil Yoona orang miskin yang kurang ajar.

“Berdoalah luka ini tidak meninggalkan bekas atau kurobek mulut comel yeoja itu,” rutuk Luhan dengan geram. Xiumin dan Kris yang menunggui Luhan hanya bisa menggeleng pelan tak bisa berkata apa-apa.

Setelah menunggu lima menit lebih lama perawat cantik di ruang kesehatan akhirnya selesai mengobati luka di wajah Luhan. Ketiganya membungkuk hormat dan meninggalkan ruang kesehatan. Dan tentu saja masih dengan rutukan kejam dan sumpah serapah dari bibir Luhan.

***

            Suasana di koridor sekolah terasa sepi dan mencekam bagi Yoona. Dengan tergesa Yoona memunguti lembar kerja teman-teman sekelas yang terjatuh. Oke, gadis pemberani seperti Yoona juga memiliki rasa takut pada suatu tempat sepi yang panjang dan tak terlihat ujungnya, contohnya koridor sekolah.

Belum sempat Yoona selesai memunguti lembar kerjanya yang jatuh, suara yang menggema sepanjang lorong sudah bisa menggantikan rasa takutnya dengan rasa kesal. Dua kali lebih tergesa karena malas bertemu dengan orang itu Yoona mengambil asal lembar kerjanya. Memang sial, tubuh Yoona terpental jatuh saat menabrak tubuh jangkung dibelakangnya.

“Aish, sialan!!” rutuk Yoona kesal karena hrus memunguti kertasnya lagi.

“Apa katamu barusan!!” Yoona berdecak sebal saat mendengar teriakan melengking itu lagi.

“Sialan!! Kenapa?!!” balas Yoona tak kalah sengit pada namja itu, yang tak lain adalah Luhan.

Yoona menahan tawanya saat melihat wajah Luhan yang diplester sana-sini. Batas kekesalan Luhan mulai terlihat saat Yoona tergelak keras, namja itu menarik lengan Yoona dengan kasar. Beruntungnya Im Yoona.. Kris dan Xiumin sudah siaga dengan menarik lengan sepupu mereka dan menahannya. Jika tidak, mungkin Im Yoona hanya akan tersisa nama saja.

“Kau!! Kesini kau, biar kurobek mulut comelmu itu!!” Luhan terus meronta saat Kris dan Xiumin menahan tubuhnya.

Yoona dengan santainya melewati tiga primadona sekolahnya itu. Hitung-hitung cari aman sebelum Xi Luhan benar-benar merobek mulutnya. Yoona menghentikan langkahnya sejenak, berbalik kearah Luhan.

“Apa kau benar-benar seorang namja? Kau terlihat cantik dengan.. plester itu buahaha,” ejek Yoona singkat lalu berjalan pergi.

“Akan kubunuh kau Im Yoona!!!” Yoona terkekeh pelan saat mendengar jeritan Luhan sepanjang koridor sekolah. Selalu menyenangkan untuk membuat Xi Luhan kehilangan wibawanya.

***

“Yah!! Im Yoona!!”

Yoona mengalihkan perhatian dari novel Sherlock di tangannya. Pandangannya ia edarkan ke sekeliling kantin, masih belum melihat sosok sahabat baiknya. Sebuah tepukan pelan dibahunya membuat Yoona memandang kearah depan. Berhasil.

Eye smile yang khas dan rambut pirang berponi itu. Seorang putri Eropa yang entah bagaimana bisa tiba di Korea, Stephany Hwang. Sahabat terbaik dengan bonus dompet yang terbaik juga diantara kawan-kawannya yang lain. Yoona tersenyum singkat pada Tiffany sebelum fokus kembali ke novel Sherlocknya, sayang senyuman Yoona tidak dibalas baik oleh sahabatnya.

“Ada apa mencariku?” tanya Yoona tanpa ada niat sedikitpun menanggapi wajah geram Fany.

“Kau gila ya?!!” Fany memukul pelan kepala sahabatnya itu dengan sendok makan. Yoona mendengus sebal, menahan emosinya untuk sejenak.

“Kau yang gila. Kenapa memukulku!!” Yoona membalas pukulan pelan Fany di kepalanya.

“Ini belum seberapa, bodoh. Lihatlah di papan pengumuman, ada yang lebih buruk!!” Fany berteriak histeris saat mengingat apa yang membawanya mencari Yoona di jam makan siang.

“Apalagi huh? Kali ini tuan putri itu menginginkan apa dariku?!!”

“Heii, kau yang memulainya Yoona. Kenapa kau memukul Xi Luhan!!”

“Molla, karena dia menjengkelkan?”

Fany menepuk pelan kepalanya. Ia menarik paksa Yoona menuju papan pengumuman terdekat. Sesuai dugaan sudah berkumpul puluhan anak untuk melihat reaksi Yoona ketika melihat pengumuman itu. Dan yeah, Yoona terkejut.

Disana tertulis : Yah!! Im Yoona temui aku di ruang baca tepat setelah bel pulang. Jangan mencoba untuk kabur atau membawa orang lain. Kita berperang secara nyata!!

“Sinting,” gumam Yoona pelan. Yoona menatap tajam kearah Kris yang berdiri tenang disamping papan pengumuman.

“Yah, kalian berniat mengeroyokku?” tanya Yoona penuh sarkasme. Kris menggeleng pelan.

“Kau memang menyebalkan tapi kami bukan tipe yang mengeroyok saat berkelahi. Apalagi  kau terlihat seperti seorang yeoja,” Kris menjawab dengan santai lalu beranjak pergi.

“Ya, Kris!! Kenapa kau mau jadi pesuruhnya? Aku bisa jamin kau lebih kuat dan lebih kaya dari Rusa hamil itu,” ucap Yoona asal. Kris mengangguk singkat lalu berbalik menatap Yoona.

“Memang benar sih, tapi.. dari semua sepupuku Luhan yang paling pintar. Tidak rugi juga menempel pengumuman itu, aku jadi bisa melihatmu sebentar,” Yoona terpaku dengan tatapan sendu Kris. Terasa sangat familiar. Hanya sejenak hingga Yoona kembali dasar dan menghipnotis dirinya kembali ‘Semua orang kaya sama saja. Menyebalkan dan tidak tahu belas kasih’.

***

“Ya, Xi Luhan!! Berhenti jadi setrika panas!!” rutuk Suho, bosan melihat Luhan yang menggerutu sambil mondar-mandir dihadapannya.

“Diam. Aku harus konsentrasi untuk melawan gadis itu,” jawab Luhan acuh. Suho memutar matanya bosan, pertarungan bodoh yang ditempel di papan pengumuman tadi rupanya.

“Kenapa hubunganmu dengan Yoona sunbae sangat buruk sih Luhan hyung?” kali ini maknae dari lima bersaudara itu, Oh Sehun yang angkat bicara.

“Karena kami tidak menyukai satu sama lain,” jawab Luhan lagi-lagi dengan acuh. Kris terkekeh mendengar jawaban Luhan. Mengalihkan seluruh perhatian menuju padanya.

“Aku berdoa agar kalian mulai menyukai satu sama lain, ameen. Kkk,” ucap Kris lirih tapi masih didengar Suho dan Xiumin yang duduk tak jauh darinya.

“Ameen,” sahut Suho dan Xiumin bersamaan. Luhan mendelik heran lalu mengabaikannya, kembali memikirkan kata-kata yang mematikan untuk membalas Im Yoona hari ini.

BRAKK

“Holla!!”

Luhan, Kris, Suho, Xiumin dan Sehun terpaku melihat sosok yang masuk secara paksa ke ruang baca mereka. Wajah familiar yang sangat lama tak mereka lihat secara langsung tiga tahun terakhir. Lee Donghae, legenda SMU Heirs.

“Donghae hyung!!”

Senang? Sama sekali tidak. Jika Lee Donghae datang itu berarti ia ingin buang sial di SMU Heirs. Entah apa untuk saat ini? Yang jelas bukan hal yang baik untuknya, Luhan bisa merasakannya.

“Aku datang setelah Guru Olahraga menelponku. Katanya Xi Luhan membuat ulah lagi,” Donghae menarik kursi disampingnya. Duduk dengan sangat ringan tanpa beban walau dengan tatapan mengusir para hoobaenya. Ia menatap lurus kedalam mata Xi Luhan, hoobae favoritnya.

“Mwoo?!! Aku? Kapan!!!” Luhan berteriak kesal, menolak jika dibilang membuat masalah. Menurutnya ia adalah murid paling teladan di SMU Heirs, ia tak pernah terlambat atau tidak mengerjakan tugas. Garis bawahi menurut Luhan sendiri.

“Kau yang menempel selebaran ini di papan pengumuman bukan?” balas Donghae tak kalah kesal. Luhan menggeleng pelan.

“Bukan aku. Kris yang menempelnya,” jawab Luhan dengan polosnya. Donghae mengelus dadanya pelan. menahan emosinya yang mungkin saja meledak tiba-tiba karena tingkah menjengkelkan hoobaenya.

“Ya!! Kenapa kalian tidak baikan saja. Toh, masalah kalian tidak pada tahap yang harus dibawa ke kantor polisi kan?” ucap Donghae berusaha bijak. Kelima hoobaenya menggeleng pelan.

“Kau belum lihat pertarungan mereka hyung. Im Yoona benar-benar mengagumkan,” balas Kris, Donghae menggaruk tengkuknya pelan. Bingung harus melakukan apa?

“Kau tidak takut kalau tiba-tiba jatuh cinta pada Yoona?” ucap Donghae pelan, hampir berbisik pada Luhan. Luhan melotot tajam ke arah Donghae saat mendengar kata keramat itu.

“Hyung!!” Donghae terkekeh pelan, umpannya berhasil.

***

“Semangat Im Yoona!!” Yoona menatap aneh kearah Tiffany.

Dengan santai Yoona melangkah masuk ke ruang baca istimewa di sekolahnya. Bagaimana tidak istimewa, hanya ada 5 anak yang menggunakan ruang baca ini. Kelima Putra Dewa, itu julukan lima anak tersebut. Anak-anak yang berasal dari keluarga paling kaya di SMU Heirs.  Terasa sangat nyaman mungkin dibanding dengan perpustakaan sekolah.

Tentu saja Yoona berdecak kagum dengan interior di ruangan ini. Begitu bergaya namun memiliki kesan klasik yang kental. Apakah ini karena rak yang terbuat dari kayu import atau buku-buku klasik yang dipajang di ruangan ini. Benar-benar sebuah mahakarya.

“Kau datang juga rupanya,” Yoona mendengus sebal setelah mendengar suara familiar itu.

“Kau yang memintaku datang idiot,” balas Yoona kesal. Luhan menggaruk tengkuknya dengan ringan. Entah benar atau salah Yoona merasakan namja itu gugup.

“Hei hei!! Jangan mendahului start noona,” Yoona berdecak sebal saat melihat Oh Sehun, juniornya yang masih kelas satu sedang berdiri dibelakang Luhan.

“Kau mengundang tamu rupanya,” ucap Yoona sambil terus menatap tajam mata coklat milik Luhan.

Luhan berusaha menghindari tatapan mata Yoona. Takut ia menjadi lebih gugup saat melihat mata hitam legam itu.

“Kita butuh saksi yang netral dan juga ..”

“Hakim. Aku yang akan jadi hakim kalian hari ini,”

Donghae muncul begitu saja di belakang Yoona. Merangkul bahu yeoja itu dengan lembut hingga membuat Yoona menatap takjub seniornya itu. Idola sepanjang waktu di SMU Heirs bagi Yoona.

“Sunbaenim,” ucap Yoona sambil tersipu. Donghae tersenyum pelan membalasnya.

“Annyeong Yoona, lama tak bertemu ya?” Luhan memutar matanya kesal, seakan ia tak dianggap disini.

“Sunbae!! Netral!!”

“Arasseo. Kita mulai!!” Seolah baru disadarkan oleh teriakan Luhan. Donghae menjentikan jarinya, anggaplah pertandingan adu mulut Luhan vs. Yoona sudah dimulai.

“Mwoo?” Bagaikan anak kecil yang ditinggal ibunya di pasar Yoona menatap heran kearah tiga namja di hadapannya. Luhan mendekat kearah Yoona dan tanpa ragu berteriak didepan yeoja itu.

“Kenapa kau selalu memaksaku marah huh?!!”

“Apa tidak salah. Kau yang membuatku geram?”

“Hei, jangan membalikkan fakta. Kau yang duluan mengolokku sebagai orang sombong,”

“Itu memang kenyataan. Kau sombong dan menyebalkan,”

“Apa aku terlihat begitu? Hanya kau yang berpikir beg…”

“Ahni,. Hanya aku yang berani mengatakannya,” ucap Yoona dengan cepat. Memotong ocehan Luhan tanpa takut. Luhan berdesah cemas mendengar ucapan tenang Yoona yang menghipnotis itu.

“Kenapa kau tak pernah mengikuti jam sekolah secara penuh. Kau selalu menghilang, tepatnya bersantai disini setelah jam makan siang bukan?”

“Itu karena aku berbeda dari siswa lainnya,” jawab Luhan dengan gugup.

“Itu yang menjadikanmu sombong, bodoh!!”

“Hei!! Kenapa hanya aku? Xiumin, Kris, Suho mereka apa?”

“Kalian semua sama. Bahkan anak ingusan dibelakang itu juga sama, tapi kau yang paling sombong. Karena ayahmu yang membuat peraturan seperti itu!!”

Sehun menunjuk heran kearah dirinya sendiri. Kenapa namanya jadi dibawa-bawa oleh Yoona. Sungguh ia tak mau berurusan dengan sunbaenya yang sabuk hitam taekwondo itu. Luhan semakin geram mendengar nama ayahnya dibawa-bawa.

“Gila. Lalu apa semua ini salahku?!!”

“Yesseu, karena kau pewarisnya,”

“Kau menyuruhku untuk menunggu ayahku meninggal dan mewariskan semuanya padaku . Lalu aku menghapus aturan itu, baru kau menganggapku normal?”

“Jika boleh,”

“Sinting!!”

“Idiot!!”

“Rusa jelek!!”

“Rusa gila!!”

“STOP!!!!” jerit Sehun tidak kuat lagi mendengar teriakan badai kakak sepupu dan sunbaenya. Donghae merangkul bahu kedua hoobaenya itu.

“Bagaimana kalau kalian berpacaran saja,” bisik Donghae lembut tapi juga mengancam. Sukses membuat Sehun tersentak kaget sekali lagi saat mendengar teriakan badai Luhan dan Yoona.

“MWOO!!!”

“Karena kau tidak pernah tahu kehidupan Luhan kau bisa mengatakan kehidupan Luhan benar-benar layaknya tokoh kaya antagonis di drama, Yoona-ya” Donghae menatap dalam ke mata Yoona menghipnotis Yoona sejenak. Donghae berbalik menatap Luhan disampingnya.

“Dan juga kau belum pernah mengalami apa yang dialami Yoona. Jadi kalian pacaran saja,”

“Pacaran dengannya? NAJIS!!” ucap Luhan dan Yoona kompak. Sehun dan Donghae terkekeh mendengarnya,

“Waah, kalian benar-benar kompak!! Aku setuju Donghae hyung!!”

TBC

13 thoughts on “[FF Freelance] Deer Love Story (Chapter 1)

  1. Bnr2 koplak,aq pikir pertandingan apa ternyta adu mulut kwkk…kwkk…kwkk… Donghae bnr2 pntes jd sunbae idola spnjng wktu.author bnr2 kreatif crtnya bikin ngakak.

  2. Jujur, pertama nemu ff ini n tertarik langsung ngeklik karena main cast nya Han ge n Yoong eonni, 2 kk(?) fave-ku! haha. Tp walaupun begitu, sebenarnya sih ga masalah sama cast”nya~😀
    Trs…. oh my, ada Hae oppa jg!! Kkkk. Ff ini bnr +++ buatku hehe.

    Sippo…. Keep writing n fighting ya!! ^^

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s