[FF Freelance] Royal Beethoven: Nunki Kingdom

tumblr_n1cis38ocv1sbd8nbo1_1280_2

Title                  : Royal Beethoven: Nunki Kingdom (Before Story)

Author             : Quorralicious

Length             : Chaptered

Rating              : PG 15+

Genre              : Happy Romance

Main Cast        : Yoona SNSD dan Kai EXO

Pairing             : Yoona dan Kai

Quote              : please be my Princess!

Previous          : PrologAltair KingdomAurora Kingdom, Avior Kingdom,

Disclaimer       : It’s mine, don’t copy without my permission.

Credit Poster  : CSJ Choi Seungjin at yoongexo.wordpress.com

A.N                    : Buat New readers harap baca terlebih dahulu chapter prolog dan before story cast lainnya soalnya saling berkaitan, jangan lupa tinggalin jejaknya oke? Dari Altair hingga Avior, ngeliat respon yang makin berkurang kayaknya aku gakkan terlalu fokus pada fanfic ini lagi masih ada ff yang harus aku lanjutin/lirikGhotMelody,CoupleRing sama First Snowflakes ma Twinsister. Seminggu satu kali posting new fanfic what do you think guys?? WARNING Typo bertebaran, Don’t BASH, Don’t be SIDERS, enggak suka pairingnya gak usah dibaca happy reading ^^

 

 

 

 

“Yoona, bisakah kau membantuku? Aku ingin kau menggantikanku untuk menghadiri pernikahan temanku,” pinta Suzy dengan muka memelasnya itu, Suzy saat ini adalah teman terdekat Yoona saat di kerajaan Nunki ini dia adalah seorang chef terbaik di Kerajaan Nunki tidak ada seorangpun yang tidak tahu Suzy karena selain menjadi chef special di salah satu restaurant mewah setiap hari Minggu Suzy juga menjadi chef istimewa yang akan memasakkan makan malam untuk anggota keluarga Kerajaan Nunki yang saat ini masih dibawah pimpinan Raja Eunhyuk. Meski Suzy sangatlah sibuk dia pasti akan selalu meluangkan waktu untuk temannya Lee Jieun, tapi tidak saat ini…

Suzy lebih memilih tidak pergi menghadiri pernikahan sahabatnya itu dia ingin sekali menghindari hari pernikahan temannya itu yang akan menjadi hari terburuk baginya. Ya, Lee Jieun sahabat Suzy ini akan melangsungkan pernikahan dengan namja yang baru menjadi kekasihnya selama tiga bulan ini, Moon Jongup-Chef senior Suzy, juga lelaki yang sangat Suzy puja dan cintai walau dalam diamnya. Moon Jongup ini sangat berkharisma terutama jika dia sudah dihadapkan dalam hal memasak, Suzypun tak kalah darinya keduanya sama-sama master dibidang masak memasak dan Moon Jongup pun seorang master namja yang berhasil memikat hati Suzy disaat kesibukannya Suzy sebagai chef terkenal se-Kerajaan Nunki.

Karena itulah Suzy saat ini sedang memohon-mohon kepada Yoona agar Yoona mau menggantikan dirinya bermain piano disaat pernikahan Jieun nanti, Yoona tidak tahu bahwa Suzy memang sengaja menghindar untuk menghadiri acara ini hal inilah yang membuat Yoona kesal, “Kenapa kau tidak datang saja sih? Jieun kan sahabatmu, meski aku hanya baru 8 hari melihat kedekatanmu dengannya tapi aku yakin kalian ini soulmate yang tidak bisa dipisahkan.

Lalu kenapa kau malah tidak mau pergi?” omel Yoona masih dengan muka kesalnya itu arghhhh selalu saja begini, disetiap kerajaan yang baru Yoona selalu mendapatkan teman baik walau terkadang selalu memaksa dan menyebalkan, masih ingat kan dengan Cataleya? Yeoja itu memaksa-maksa untuk Yoona mengikuti lomba yang diadakan oleh Pangeran Suho saat dia sedang bekerja sebagai penjahit di Kerajaan Avior.

Saat ini Yoona membantu restaurant mewah yang berada di kerajaan Nunki, dia ditugaskan sebagai assisten chef, bisa kalian tebak kan kalau Suzy ini adalah chef yang harus selalu dia dampingi. Delapan hari sudah terhitung sejak Yoona meninggalkan kerajaan Avior untuk melanjutkan pekerjaannya di kerajaan Nunki ini, dimana saat itu dia bertemu lagi Pangeran yang berbeda.

“Baiklah, aku akan menghadirinya, kau puas?!” sengit Yoona menjawab setiap rengekan Suzy, chef utamanya itu. “Neomu neomu gomawo Yoona-yah!!!” pekik Suzy sembari memeluk Yoona dengan erat,”Yah! kamu mau aku mati sebelum aku bisa menghadiri pernikahan Lee Jieun itu??!” bentak Yoona nafasnya terasa sesak karena pelukan Suzy yang terlalu erat. “Aku akan menjadikanmu putri semalam, bahkan melebihi kecantikan penampilan pengantin wanitanya,” Suzy begitu bersemangat saat memilihkan gaun untuk Yoona pakai.

.

.

.

“Nah, kalau begini siapa yang akan mengenali bahwa kau seorang Im Yoona,” pekik Suzy histeris dengan hasil karya riasnya sendiri sambil tangannnya mengusap-ngusap pipi Yoona dengan kuas blush on berwarna pink muda.

“Aku yakin Raja dan Pangeran Nunki pun akan terkesima melihatmu, kau begitu cantik meski hanya kupoles sedikit,” ujar Suzy sambil memberikan Yoona cermin untuknya berkaca.”Apa maksudmu Raja dan Pangeran? Keluarga kerajaan akan menghadiri juga?” tanya Yoona,”tentu saja, Lee Jieun kan keponakan Raja Eunhyuk,” jawab Suzy cepat,”Ouh begitu,,,” gumam Yoona hanya mengangguk-anggukan kepalanya.

.

.

.

“Benar yang dikatakan Suzy, pernikahan ini bukan pernikahan orang biasa,” gumam Yoona, matanya menatap liar diedarkan pandangannya keseluruh penjuru gedung yang sangat megah itu. Gedung ini dipenuhi oleh bunga mawar putih yang sengaja didekorasi dengan sedemikian rupa digabungkan dengan gorden indah yang merupakan perpaduan warna putih dan emas.

Sekilas dilihatnya seorang namja yang berdiri tidak jauh dari meja buket bunga, keberadaannya yang berada didekat bunga sempat mengalihkan perhatian Yoona yang sedang mengagumi bunga-bunga tersebut yang sangat cantik, tetapi sepertinya namja itu lebih mempesona Yoona ketimbang bunga itu. Ditatapnya lekat-lekat namja yang sedang sibuk berbincang dengan kolega-koleganya itu. Penampilan namja itu sangat simpel, tapi justru pakaiannya itu yang menambah pesona dan kesan manly dalam diri namja itu.

 

Yoona POV

#Kenapa mataku tak bisa lepas dari sosok namja itu??# keluhku dalam hati, sedetik kemudian mataku yang masih menatapnya bisa melihat bola matanya mengarah kepadaku, #OMO aku tertangkap basah sedang menatapnya# karena panik aku yang terburu-buru pergi dari tempatku berdiri membuatku tersandung karpet merah yang terhampar sepanjang gedung ini, “Ouch,.,!” seruku agak tertahan, mataku terpejam bisa kurasakan tubuhku yang limbung ini kemudian jatuh menimpa sesuatu, ah? Empuk sekali# pikirku perlahan kubuka mataku dan bisa kulihat wajah lelaki itu hidungnya yang mancung mencuat dengan indahnya sangat cocok dengan bibirnya yang tebal proporsial, sekilas kubisa melihat dia tersenyum kecil.

Agashhi kau tidak apa-apa?” tanyanya masih menatapku, wajah kami begitu dekat hingga bisa kurasakan desahan nafasnya yang sangat dekat denganku menggodaku, mempesonaku dan membuat jantungku harus bekerja lebih keras memompa.”Kalau kau sudah baik-baik saja bisakah kau berdiri? Uhmm.. tubuhku sudah tidak kuat menopang tubuhmu yang menindihku,” ujarnya kemudian wajahnya dia angkat yang justru  mengurangi jarak diantara kami berdua, kuyakin wajahku saat ini bisa mengalahkan kepiting rebus saking merahnya menahan malu.

Aku yang masih terkesima olehnya hanya bisa mengerja-ngerjapkan mataku kembali ke titik sadarku,” Ah mianhaeyo,” ujarku sambil mencoba berdiri,#bagaimana bisa dia sudah ada didekatku secepat ini padahal jarak kami lumayan jauh# saat aku sedang mencoba berdiri aku tak sengaja menolehkan wajahku ke sebelah kanan ketempat asal dia berdiri masih bisa kulihat dia berdiri disana, menatap kearahku dan sudut-sudut bibirnya itu melengkung dengan indahnya membentuk senyuman yang mempesona.

#MWO?? Siapa dia, kenapa dia ada dimana-mana?# dengan tatapan bingungku kuarahkan kepalaku kebawah, masih bisa kulihat dia, kuarahkan lagi ke kanan, dia masih ada disana. #Mungkinkah dia hantu?# melihat mataku yang sepertinya hampir keluar dari peraduannya itu kemudian namja menahan tubuhku yang hampir limbung kembali, “Tenanglah…” tegurnya sambil meraba pipi halusku mencoba menenangkanku, sentuhannya itu justru membuatku semakin kelabakan dengan kehadirannya. Dia tidak mempedulikan berapa banyak pasang mata para tamu undangan yang tengah memperhatikan kami berdua.

“Lututmu terluka agashhi,” ujarnya yang kemudian berlutut dihadapanku mengelus-ngelus lututku yang lebam karena saat jatuh tadi aku bertumpu pada lututku tidak heran jika lututku sekarang berwarna biru keunguan.

“Aku akan mengobatinya,” tanpa menunggu jawabanku tangannya sudah menempel memegangi punggungku dan tangan lainnya sudah memegangi kedua pahaku, dia membopongku! #mau kau bawa kemana diriku!# jerit kecilku dalam hati, ya meski perasaan senang sudah memenuhi dadaku. Di depannya aku hanya bisa terdiam dan memanfaatkan waktuku untuk memperhatikan dagunya yang terlihat jelas saat dia berjalan memangku diriku.

Dia mendudukkan diriku disalah satu sofa yang terletak disalah satu ruangan yang tidak jauh jauh dari aula gedung pernikahan, seorang namja mengikuti kami berdua. “Mana obatnya, kau pergilah ke aula,” ujar namja yang membopongku itu nadanya seperti nada perintah. Tangannya menarik lututku untuk mendekat ke wajahnya, agar dia bisa dengan mudah mengoleskan obat itu di permukaan lututku yang terlihat sudah membengkak itu, dengan telaten dia mengoleskannya untukku.

“Kau.. Kau hantu?!” tanganku menutup mulutku yang melepaskan kalimat itu, mataku mengerjap-ngerjap, sempat kubenar-benar berpikir bahwa dia adalah hantu. Tapi setelah itu yang kubisa dengarkan hanya tawa renyah yang dikeluarkan oleh namja yang sangat serius mengobati lututku itu, bahkan hal ini terlihat sangat lucu baginya membuat tawanya semakin meledak, dan tangannya memegangi perutnya yang sedikit sakit karena terlalu banyak tertawa.

“sepertinya kau bukanlah dari kerajaan ini ya? Bagaimana bisa kau berpikiran seperti itu? aku hantu? Hahhahahahahaha,” hanya itu respon yang diberikannya padaku membuatku hanya melongo menatapnya yang sangat senang tertawa itu. Didekatkanya lagi wajahku pada wajahnya,”Apakah aku masih terlihat seperti hantu bagimu?” godanya sambil mencoba mendekatkan bibirnya dengan bibirku, membuatku menarik wajahku menjauh darinya aku tersipu malu, dia ini yang kedua kalinya berada didekat wajahku dengan jarak sedekat ini, setelah Pangeran Sehun. #Aku senang dia bukanlah seorang Pangeran# ujarku dalam hati.

“kenapa kau malah menjauh?” tanyanya dengan wajah yang terlihat kecewa dia mempoutkan bibirnya saat aku menarik wajahku menjauh darinya. Melihat tingkahnya itu aku hanya bisa tersenyum geli, #bagaimana bisa kesan manly yang dia berikan beberapa saat lalu bisa menguap seketika?#

“Kau mempunyai banyak sisi dalam dirimu,” ujarku setelah melepas senyumku padanya.

“Meski aku baru bertemu kau saat ini saja, aku sudah merasa sangat dekat denganmu. Mungkinkah kau jodohku?” ungkapnya sambil mencoba mendekatkan  wajahnya kepadaku lagi, dia mendekatkan bibirnya yang mencari bibir mungilku, kali ini aku tidak menghindar kuakui aku mulai tertarik dengan namja ini, sosoknya berbeda dengan sosok Pangeran Sehun yang tidak bisa menatapku intens seperti ini, yang aku tahu dari Pangeran Sehun hanya cintanya saja, dia belum berkesempatan menunjukkan cintanya padaku.

Bibirku mencoba menyambut bibirnya dan kemudian suara seseorang menginterupsi kami berdua yang sedang intens saling mendekat,”Tuanku yang Mulia Pangeran, acara sudah setengahnya berlangsung dan Raja Eunhyuk meminta anda untuk menyampaikan pidato singkat mewakili keluarga kerajaan.” Suara yang menginterupsi tadi adalah suara namja yang mengikuti kami dan pergi berbalik setelah memberikan obat untuk lututku. “Baiklah pengawal Song,” jawab namja yang tadi dipanggilnya Pangeran itu,#Pangeran? Again?OMG!!# baru saja namja tersebut akan pamit dariku tetapi tubuhku sudah menjauh darinya aku berlari darinya, sesuatu yang membuatku seperti ini seakan-akan aku tidka boleh mengenalnya lebih jauh. Kurasa namja itu hanya bisa menatapku pergi menjauh, sama seperti Pangeran Sehun.

 

Kai POV

Reaksi yang dia berikan setiap aku melihatnya mencuri pandang padaku sangatlah cantik, aku menyukainya bagaimana dia begitu lucunya mencari waktu dimana aku tidak akan menoleh padanya. Aku ingin menggodanya, aku rasa aku berhasil menangkap basah tingkah lakunya yang sedari tadi memandangiku, tapi..”Ouch..!” serunya, kontan saja aku menggunakan kekuatanku untuk menggandakan diri, bisa kurasakan kali ini tubuhku sudah bisa ada didekatnya bahkan sangat dekat karena saat ini dia sedang menindihku.

Agashhi kau tidak apa-apa?” tanyaku khawatir dengannya yang justru hanya menatapku saja tanpa menjawabku, membuatku semakin khawatir tapi saat aku lihat dia terlihat baik-baik saja aku pun mencoba bertanya kembali, ”Kalau kau sudah baik-baik saja bisakah kau berdiri? Uhmm.. tubuhku sudah tidak kuat menopang tubuhmu yang menindihku,” bisa kulihat semburat merah menghiasi pipinya yang halus itu membuatku sangat gemas dan ingin sekali aku mencubitnya.

Bisa aku lihat dia sangat bingung, hahahaa wajahnya dia arahkan kearahku dibawhanya lalu ke kananya yang mana ada diriku juga,“Tenanglah…” ucapku mencoba menenangkannya dengan meraba pipinya yang sedari tadi membuatku sangat gemas.

Saat aku berdiri tegap keyakinanku bahwa aku bisa menahan dia terluka ternyata salah, bisa kulihat lututnya membiru karena lebam, kurasa dia menggunakan lututnya untuk bertumpu saat jatuh tadi, dan kurasa dia belum merasakan sakitnya jadi aku beritahu saja dia, “Lututmu terluka agashhi,” sambil berlutut didepannya melihat apakah ada luka lain selain ini.

Argh.. ini salahku malah mengagetkannya yang sedang asyik menatapku, seharusnya aku tidak melakukan itu, “Aku akan mengobatinya..” ucapku lagi sambil membopong tubuhnya yang tidak terlalu berat itu, bisa kurasakan kulit kami bersentuhan tak sengaja saat aku membopongnya itu, harum badannya yang dekat denganku saat ini bisa tercium sangat jelas, wangi ini? Wangi vanilla rose? #aku akan meminta pengawal Song membuat racikan wangi vanilla rose ini, aku suka!#

Akupun mengambil obat dari tangan Pengawal Song dan memintanya untuk pergi, memberikan ruang privasi bagi kami berdua.  Saat aku sedang menahan detak jantungku yang semakin tak menentu karena aku gugup, ya aku gugup sekali sepertinya aku sudah menyukai gadis didepanku ini, lututnya yang terluka bisa kujadikan alasan aku mendekatinya. Kuyakin diapun terlihat malu, pipinya memerah lagi entah untuk keberapa kalinya.

Saat aku menarik lututnyamendekat di wajahku agar aku bisa lebih mudah melihat sebelah mana sajakah luka lebam itu ada tiba-tiba “Kau.. Kau hantu?!” serunya tertahan karena tangannya sendiri sudah menutup mulutnya yaang bergerak mengeluarkan suara dan kalimat yang tidak dia duga sama sekali sepertinya, dia masih menatapku tak percaya kuyakin dengan diamku ini dia malah hapir mempercayai kata-katanya sendiri yang sangat tidak masuk akal.

“Sepertinya kau bukanlah dari kerajaan ini ya? Bagaimana bisa kau berpikiran seperti itu? aku hantu? Hahhahahahahaha,” ucapku ditengah tawaku yang meledak, aku tidak bisa membaca jalan pikir yeoja didepanku ini, kurasa dia memang bukan dari kerajaan Nunki ini. Pendudukku semuanya tahu aku bisa menggandakan diri, ya meski tidka sebanyak dan tidak seahli ayahandaku Eunhyuk setidaknya Raja Eunhyuk mewarisi kekuatan itu didalam darahku.

Karena aku ingin sekali menggodanya yang masih kebingungan, akupun mendekatkan wajahku dengan wajahnya yang tidak bergeming itu aku tidka peduli jika dia memergoki diriku dan pipiku yang sudah memerah karena malu,”Apakah aku masih terlihat seperti hantu bagimu?” saat aku mendekatkan lagi wajahku, dia malah menarik wajahnya menjauh dariku.

“Kenapa kau malah menjauh?” sangat kecewa dengan sikapnya, kupikir dia juga menyukaiku karena sejak tadi di aula dia memandangiku tak berkedip. Akupun mempoutkan bibirku yang tebal ini, seperti biasa saat aku sedang kesal.

“Kau mempunyai banyak sisi dalam dirimu,” ucapnya dia malah tersenyum, dia tersenyum saat dia menjauhkan wajahnya dariku, huh #tapi aku sangat menyukai senyumnya yang tulus itu#

 

“Meski aku baru bertemu kau saat ini saja, aku sudah merasa sangat dekat denganmu. Mungkinkah kau jodohku?” ujarku lagi mencoba mendekatkan lagi wajahku padanya, kali ini untung saja dia tidak mengindar, mau sampai kapan dia akan membohongi dirinya sendiri perasaannya yang tengah terpesona olehku. Saat tatapan mataku dan matanya saling beradu, suasana diruangan ini sangatlah intens membuatku menahan nafasku membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya saat bibirnya dan bibirku berjarak sangat dekat, satu senti agi aku bisa merasakan kecupan di bibirnya yang terlihat manis itu.

”Tuanku yang Mulia Pangeran, acara sudah setengahnya berlangsung dan Raja Eunhyuk meminta anda untuk menyampaikan pidato singkat mewakili keluarga kerajaan.” Suara Pengawal Song benar-benar membuatku kesal, aku hanya bisa mendengus kesal tanpa kata-kata kulihat yeoja itu terkejut juga melihat seseorang yang memergoki kami yang hapir berciuman-ya itulah yang sedari tadi kupikirkan.

“Baiklah pengawal Song,” saat aku akan pamit padanya dan menanyakan namanya, dia malah sudah pergi berlari menjauh dari hadapanku. #Mungkinkah dia bersikap seperti ini saat tahu aku ini adalah seorang Pangeran?#

***

 

 

“Suzy-ah, sepertinya aku harus pergi saat ini juga!” seruku pada Suzy saat aku memasuki kamarnya,”Tapi kenapa?” tanya Suzy bingung karena yang dia tahu seharusnya aku masih di acara pernikahan Lee Jieun sahabatnya itu.

”Panjang ceritanya, yang jelas aku akan segera pergi dari kerajaan ini, aku akan menghubungi bibi Lim untuk mencari pengganti assistant chef untukmu,” ujarku sambil sibuk mengepak semua pakaianku kedalam koper, beberapa jam lagi harus aku habiskan dikereta kuda yang akan membawaku keluar dari kerajaan ini dan menuju kerajaan Vega, pekerjaan florist menungguku lagi disana.

.

.

.

“Kau tidak bisa menemukannya? Kau yakin dia assistant chef utama kita yang selalu berada dikerajaan setiap hari Minggu saja?” bentakku pada pengawal Song,”Hei hei, ananda kenapa kau berteriak-teriak di pagi hari yang indah ini?” tegur ayahanda Raja Eunhyuk diatas undakan tangga ketiga, aku hanya bisa menatap beliau malas karena beliau tidak tahu kalau aku sedang jatuh cinta dan gasi itu menghilang tanpa jejak.

“Jangan marah-marah seperti itu dipagi hari, tidak baik untuk kulitmu, lihat? Ayahanda saja menyesalinya diusia tua,” ujar ayahandaku Raja Eunhyuk sambil memperlihatkan keriput-keriput kecil disekitar matanya aku hanya bisa menatapnya malas tak kupedulikan ocehannya itu, kuputar bola mataku pelan dan kutatap tajam lagi pengawal Song,

“Temukan dia sampai dapat di kerajaan Nunki ini!” teriakku lagi, kulihat Pengawal Song gemetar, karena baru kali ini dia melihatku marah.

.

.

“Kau kenapa anandaku, kau benar-benar membuatnya gemetaran!” bentak ibunda Ratu Yuri yang menyusul ayahanda menuruni tangga, ibunda menatapku tidak suka yang bertingkah dipagi hari.

“Sudah Pengawal Song, jangan kau pedulikan dia, biarkan saja. Kerjakan pekerjaanmu kembali!” titah Ibunda Ratu Yuri lagi.

“tapi ibunda-“

“jangan membantah!” pekiknya lagi meninggikan suaranya.

 

 

To be continue…

P.S: Selanjutnya kita akan kemana anak-anak? #gayaGuru TK hehehehe… Vega Kingdom, yeay!!!ketujuh pangeran ini adalah biasku, kecuali D.O dan Luhan (Karena aku ma adikku Baconia membagi keduabelasnya menjadi enam bias untuk masing-masing hehehe, ada yg tau baconia? Author the future ma Haunted MT) #kagak nanya/plaak/author gaje. Gomawo udah baca fanficku yang gaje ini, hehehe respon teasernya masih kurang, hiks… hehhee.. tapi gomawo ya bagi kalian yang udah sangat penasaran. Ada yang tanya aku line berapa? Aku 91line jadi kalian bisa memanggilku eonni atau nuna jika lebih muda dariku dan jika seumuran manggil chingu juga boleh, hehehe.. (Biar makin akrab gitu) ampe before story keempat ini ada yang sadar ga ya? Para pengawalnya aku pakein nama member runningman? Aku fans running man loh, terutama Monday Couple and Yoo Jaeseok.. hahaha. Sekian cuap-cuapnya.. jangan lupa tinggalin jejak kalian yang worth it aku baca and selalu aku pastikan aku membalasnya, ehhehe. #koment kalian adalah bahan bakarku untuk menulis fanfic ini sekaligus vitaminsku.

 

4 thoughts on “[FF Freelance] Royal Beethoven: Nunki Kingdom

  1. Jadi penasaran sapakah pilih Yoona nanti sebagai pendamping hidupnya… hehehe… tapi sepertinya Yoona sudah jatuh cinta dan terpesona sama Kai… tapi setelah tau Kai pangeran apakah rasa sukanya berubah??? Penasran thor….. next chapter Vega Kingdom ya… ketemu sama Lay donk….

  2. Ayo semangat !! Aku selalu nunggu update dari ff ini ko, greget pengen tau gimana kisah para pangeran yg lain ketemu si cantik yoona. Dan ga sabar pengen tau kehidupan setelah masuk ke royal academy
    Keep writing dan ditunggu part selanjutnya yah

  3. wah ceritanya bgus banget aku suka deh sudah ada 4 pangeran,,tpi yoona bakal pilih siapa yah duh penasaran nih..
    lanjut thor,,keep writing

  4. Ahhhh pengen cepet cepet baca part terakhir..
    Penasaran banget…
    Siapa yah yang bakal dipilih sama yoona???

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s