[FF Freelance] ‘Big’ Baby (Chapter 1)

bb

Title : ‘Big’ Baby

Cast : Oh Sehun (EXO-K) Baek Sumin

Support Cast : Choi Jinri, etc

Author : OhLala (@Lalalilulelooo)

Genre : Romance, Comedy, Fluff, Angst.

Length : Chapter

Rating : T

Previous : Prolog,

Disclaimer : This Fanfiction just fiction and the story is from my mind. Don’t try to copypaste.

And i’ll post it in some blog, especially in my blog http://storyoflalakarisma.wordpress.com

 

[Ma annoying’s Baby]

 

 

“Jika seluruh bayi menggemaskan maka kaulah satu-satunya bayi besar yang menyebalkan” -Baek Sumin

 

 

*

 

 

                Matahari benar-benar sangat terik siang ini, berbagai jenis manusia memilih untuk melindungi dirinya di tempat yang teduh atau memilih menggunakan payung saat berjalan kaki. Berbeda dengan gadis mungil yang sedang berjalan marathon disepanjang trotoar setelah ia turun dari sebuah halte. Kakinya yang pendek berjalan tepat dengan mata yang tetap fokus pada jalan yang ia tapaki, nafasnya terdengar memburu dan rahangnya tampak mengeras. Wajahnya yang dipenuhi ekspresi datar memerah dikarenakan kulit gadis ini yang seputih susu.

 

                “Hu’uh, dasar Oh Sehun menyebalkan” gerutunya disepanjang jalan, tampak menggumam.

Kakinya yang beralaskan sepatu Vans tersebut memasuki gerbang sebuah apartement mewah dikawasan ini. Langkahnya masih saja cepat sama seperti tasi.

 

                “annyeong paman” sapanya dengan pandangan yang masih fokus pada jalanan kepada security tua yang sedang membukakannya pintu.

 

                “Ne, an-annyeong Sumin-ah” balas lelaki tua itu yang tidak heran dengan kelakuan Sumin.

 

                Kini langkah Sumin berhenti di sebuah pintu otomatis yang akan selalu membuka bila ia menekan tombol disisi pintu itu. Benda persegi panjang yang akan membawanya kelantai 9 -tempat Sehun bernaung- , Sumin memasuki benda itu yang biasa disebut lift agar segera bisa tiba di hadapan bayi besarnya.

Tanpa mengetuk pintu Sumin dengan mudahnya membuka kunci pengaman, tanpa melepas sepatu berwarna abu-abu yang masih melekat indah dikakinya Sumin mulai menjelajahi tempat tersebut, mencari dimana Sehun gila itu berada.

 

                “Sehuna! Kau dimana?” pekiknya, tetap seperti biasa, tanpa ekspresi.

 

                “Sehun, cepat keluar! Aku sedang sibuk” pekiknya lagi dan kini kakinya memasuki sebuah ruangan disana. Terdengar gemiricik air dari balik pintu yang ada diruangan tersebut. Yak! Dia sedang mandi dan seenaknya menyuruhku untuk tiba secepatnya disini.

 

                Tak lama pintu itu terbuka dan menampakkan Sehun yang keluar dengan bathrobe ditubuhnya “Kau sudah datang? Tumben cepat sekali” ujarnya terheran, bersikap acuh pada gadisnya yang sudah mencapai puncak kemarahan. Gadisnya? Eum, benarkah itu?

 

                “Oh Sehun!”

 

                “wae? Min-ah, Pilihkan bajuku” pintanya tanpa menoleh dan justru asik memasukkan buku-buku kedalam sebuah backpack hitam.

 

                “Kau! Kau membuatku marah” namun, Sumin tetap berjalan menuju lemari yang sudah sekaligus menempel dengan dinding, Ia membukanya dengan kasar dan memilih acak baju dari sana.

“Cepat pakai bajumu! Aku harus ke toko kue sekarang” ujar Sumin memerintah dan beranjak keluar dari kamar Sehun.

 

*

 

                “Sehun kau lelet sekali, Aku sudah terlambat” keluh Sumin yang melihat Sehun yang terlalu berhati-hati meminum susunya, lihat sudah jam berapa saat ini, jam 10 lewat 15 dan Sumin masih belum berada di toko kue.

 

                “Sabarlah Minnie, Aku harus menikmati serapanku” Sumin hanya mencibir mendengar jawaban Sehun. Bukannya tadi Sehun yang merengek untuk cepat dibuatkan sarapan karna Ia sudah sangat lapar.

 

                “Ayo cepatlah, aku tidak mungkin terlambat. Jika aku terlambat Aku tidak akan masuk kuliah hari ini. Kau tampaknya senang sekali melihatku tidak lulus tahun depan” pinta Sumin dengan tatapan memelas.

 

                “Sumin-ah, aku katakan kau harus sabar. Aku akan menghabiskan sarapanku dan kau harus menyisirkan rambutku karna jika…”

 

                “ne ne. Aku akan mencari sisir” Sumin memotong ucapan Sehun yang pastinya akan sangat panjang sekali itu. Gadis itu kembali memasuki kamar Sehun untuk mengambil sisir.

 

                Sehun menatap punggung kecil Sumin yang menghilang dipintu kamarnya, Ia tersenyum tipis, Sumin benar-benar seperti Istri sekaligus pengasuhnya. Istri? Heh, abaikan penyataannya barusan. Sehun teringat kejadian yang bisa membuat Sumin terus terperangkap bersamanya seperti ini dan kembali tersenyum, tak sadar bahwa Sumin sudah tiba dihadapannya sekarang ini dan mulai menyisir rambut blonde-nya.

 

                “Sumin, pelan-pelan” peringat Sehun. “Kau tidak boleh menyakiti rambut indahku” ujarnya setelah itu, sedangkan Sumin hanya mencibir dengan mengkomat-kamitkan mulut kecilnya.

 

                Sehun kembali tersenyum, gadis ini benar-benar penurut dan sepertinya Ia benar-benar sudah menjadi bayi sekarang. Tapi tak apalah, yang penting Sumin selalu ada disampingnya, mengerjakan segala perintah dan permintaannya serta terutama gadis ini sudah menjadi gadis penurut.

 

                “Cah, sudah selesai. Ayo anak manis cepat selesaikan sarapan siangmu” ujar Sumin manis lalu meninggalkan Sehun dimeja makan dan beralih mengambil tasnya serta backpack Sehun dikamar pria itu.

 

                “Minnie-yaa. Cepat! Aku sudah terlambat” kini giliran Sehun yang berteriak, Ia dapat memastikan jika Sumin sedang berungut-sungut sekarang. Sehun tertawa pelan saat melihat gadis itu, sesuai dengan perkiraannya.

 

                “Kajja”

               

                “Ah, tunggu dulu. Aku belum memilih sepatu” Sehun menyengir dan lebih memilih untuk mengambil sepatunya dan berlama-lama untuk menyimpulkan tali sepatu tersebut, agar Baek Sumin yang manis itu kembali marah. kekeke..

 

*

 

                Mobil Sehun berhenti tepat di depan toko roti dengan belasan orang yang memenuhi meja pelanggan disana. Sumin masih menggerutu dikarenakan tingkah bayi besarnya hari ini. Ia membuka seatbelt dengan cepat dan secepat itu pula tangannya membuka pintu mobil.

 

                “Sumin-ah tunggu dulu” tahan Sehun.

 

                “Apa?”

 

                “Eum, tidak ada. Hanya saja nanti malam kau harus ke apartement-ku karna kau harus membantu membuat tugas-tugasku dan ah ya, aku akan menjemputmu nanti dikampus” ujar Sehun panjang dengan inti Ia akan tetap menjemput Sumin dan membawanya kembali ke apartementnya.

 

                “Ya, ada lagi yang ingin kau sampaikan?” tanya Sumin. Sehun menggeleng dan tersenyum lucu, jika tidak sedang kesal pasti saat ini Sumin akan mencubit kedua pipi lelaki itu.

 

                “Sudah, Aku akan turun”

 

                “Sumin-ie” panggi Sehun lagi.

 

                “Apa lagi?” sahutnya kesal.

 

                “Molla, hanya ingin melihat wajahmu kembali saja” seenaknya mengatakan tidak, Sehun sudah membuang-buang waktu berharganya sejak tadi. Dan mengatakan ingin melihat wajahnya, rayuan macam apa itu?

 

                “Sehun, kau benar-benar membuatku merasa kesal hari ini” ujar Sumin geram. Sehun hanya tersenyum kecil dan kini menyuruh Sumin agar cepat-cepat keluar dari mobilnya. Katanya takut Sumin akan terlambat. Bukankah sudah jelas Sehun yang membuatnya terlambat sejak tadi.

 

                “Kau menyebalkan!”

 

BRAK. Sumin memutup pintu dengan kasar dan memilih menghentak-hentakkan kakinya memasuki toko yang berbau wangi tersebut, wangi kue yang baru saja matang. Sungguh membuat hidung dan fikirannya nyaman.

 

                “Sumin kau baru datang? Pelanggan sangat banyak hari ini” tegur Jinri. Gadis dengan rambut pendek ini terheran-heran melihat Sumin yang baru saja datang.

 

                “Minhae, Jinri-ya. Bayiku sangat merepotkan hari ini” ujar Sumin dan setelah itu Jinri terkekeh mendengar ucapan Sumin, bayinya.

 

TBC

 

Makasih sudah menyempatkan diri membaca FF ini.

Semoga kalian suka.

Tolong berikan review ne, agar aku bisa membuat FF ini sesuai dengan keinginan kalian.

 

                                                  

 

 

 

4 thoughts on “[FF Freelance] ‘Big’ Baby (Chapter 1)

  1. thor, sebenernya sumin itu siapanya thehun? babysitter? istri? ;3 thehun disini ngeselin juga ya? Xd
    next thor~

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s