[FF Freelance] Royal Beethoven: Vega Kingdom

tumblr_n1civxOTkr1sbd8nbo1_1280_2

Title                 : Royal Beethoven: Vega Kingdom

Author             : Quorralicious

Length             : Chaptered

Rating             : PG 15+

Genre              : Happy Romance

Main Cast        : Yoona SNSD dan Lay EXO

Pairing             : Yoona dan Lay

Quote              : please be my Princess!

Credit Poster : CSJ Choi Seungjin artworker at yoongexo.wordpress.com

Previous          : PrologAltair KingdomAurora KingdomAvior Kingdom, Nunki Kingdom,

Disclaimer       : Cerita murni khayalanku dan cast hanya milik Tuhan dan Keluarganya

A.N                 : Finally, my double ultimate biased.. saatnya mereka berdua mengguncang anda, perkenalkan Raja Sungmin dan pangeran Lay.. hehehe/mulaingacodeh/spesial buat Layoon shipper yang sudah sangat mendesak untuk dibuatkan Layoon nya, hahaha.. Buat New readers harap baca terlebih dahulu chapter prolog dan before story cast lainnya soalnya saling berkaitan, jangan lupa tinggalin jejaknya oke?WARNING Typo bertebaran, Don’t BASH, Don’t be SIDERS, enggak suka pairingnya gak usah dibaca happy reading ^^

 

 

 

 

“Arghhh…” seru pangeran Lay keningnya merengut menahan rasa frustasinya. Sudah berkali-kali dia mengarahkan tangannya secara tajam kearah sasaran, tetapi hasilnya nihil dia hanya bisa mencelos saat kekuatannya sama sekali tidak muncul.

“Sudahlah Tuanku yang Mulia Pangeran Lay, saya rasa anda sudah cukup berlatih kemampuan anda, lagipula sekarang ini masa liburan. Bagaimana kalau anda pergi bertemu dengan Pangeran Suho atau Pangeran Kai saja?” bujuk Pengawal Lee saat melihat Pangerannya sedang merengut frustasi karena kekuatannya belum juga muncul hingga kini, padahal ayahandanya Raja Sungmin sudah mendapatkan kemampuannya sejak umur 14 tahun.

“Sabarlah anandaku,” ujar Raja Sungmin yang entah sejak kapan sudah berada tak jauh dari mereka berdiri.”Ayahanda juga saat kemampuan itu keluar karena disaat yang mendesak, nyawa ibundamu sedang terancam oleh Serigala buas dihutan saat itu, kami berdua sedang bermain dan berniat untuk mencari kayu bakar disekitar hutan, meski lumayan banyak pengawal yang menemani kami berdua tetap saja Ratu Sunny saat itu hampir diterkam oleh serigala berwarna abu itu,” ujar Raja Sungmin sambil mendesah, saat bayangan kejadian dimasa lalu itu dia coba ceritakan kembali.

“Tapi ayahanda, kekuatan Pangeran Sehun, Pangeran Kai dan Pangeran lainnya sudah mulai berkembang. Mereka sudah menunjukkan kemampuan mereka walau tak sebesar ayahanda mereka masing-masing,” keluh Pangeran Lay, rupanya cerita tentang ayahanda dan ibundanya dimasa lalu itu tidak serta merta membuatnya menjadi berhenti frustasi karena hal ini.

.

.

“Pengawal Lee! Jangan ikuti aku,” titah Pangeran Lay sambil sedikit berlari menuju pintu gerbang istana yang terbuka,

“Tidak yang mulia, hari sudah menjelang malam kurasa keadaan akan sangat tidak nyaman bagimu untuk berkeliling sendirina,” sergah Pengawal Lee yang diiringi pendaratan mulus tangannya dibahu Pangeran Lay, mencoba menghentikan Pangeran Lay. “Setidaknya biarkan kami juga menemani anda,” ujar Pengawal Lee matanya menoleh kebelakang barisannya dimana ada 12 pengawal Pangeran Lay lainnya yang bersiap untuk menemani.

“Huuh, selalu begitu. Harus kalian camkan baik-baik aku ini bukan anak kecil lagi,” teriak Pangeran Lay, tidak biasanya dia segelisah ini. Dia ini biasanya selalu bersikap tenang dan bijaksana dalam menghadapi suatu masalah, persis seperti ayahandanya Raja Sungmin saat masih belia.”Tidak bisa, kami harus tetap menemani anda,” ujar Pengawal yang tidak kalah keras kepalanya dengan Pangeran Lay yang bersikukuh dengan pendiriannya,”Kalau begitu kami akan menemani anda diam-diam,” simpul Pengawal Lee seraya memberikan aba-aba pada pasukannya untuk bersiap berkamuflase, mata Pangeran Lay yang jernih kecokelatan itu hanya bisa memutar perlahan, pertanda ketidaksetujuannya akan usul Pengawal Lee barusan.

 

Keresek, keresek.. suara para pasukan dan pengawal Pangeran Lay masih bisa terdengar oleh telinga super sensitifnya itu, digaruk-garuknya telinga yang tidak gatal itu.

Meski mereka bersiap dengan kamuflase sempurnanya tetapi tetap saja telinga Pangeran Lay tidak bisa dibohongi, orangtuanya benar-benar menjaga dirinya yang saat ini tiba-tiba menjadi anak tunggal karena kakaknya menghilang tanpa jejak. Pangeran Lay sudah sampai dipusat kerajaan Vega dimana semua orang berlalu lalang melakukan aktivitas mereka masing-masing, “Auw,,” gumam Pangeran Lay saat seseorang menabraknya dari belakang, “Kasar sekali,” gumamnya lagi, memang dia sengaja tidak menggunakan pakaian kerajaan lengkap, dia sengaja menyamar menjadi penduduk biasa dan membaur diantaranya.

Ditatapnya bangunan disekelilingnya yang sebagian besar masih bertembokkan batu bata merah tanpa adanya jejak cat yang terpulas diatasnya, dia berhenti di deretan pertokoan yang ada disebelah utara pusat kerajaan, matanya menatap roti yang baru saja dipanggang didalam oven, terlihat roti yang ukurannya cukup besar itu mengepulkan sedikit asap yang membuat aroma roti bisa tercium sampai luar toko, menggoda hidung Pangeran Lay yang sedari tadi berdiri didepan toko tersebut.

“Erghh … seharusnya tadi aku makan malam dulu,” ujarnya saambil memegangi perutnya menahannya agar tidak berbunyi terlalu keras. Kriuk.. kriuk #meski aku sudah mencoba menahannya tetap saja bersuara# keluh Pangeran Lay, dia sangat malu membayangkan bagaimana reaksi oang-orang saat tahu bahwa Pangeran Lay di kerajaannya sendiri sedang kelapara, dirogohnya kantung yang ada dicelana hitamnya yang sedari tadi tertutupi jubah,#Sial, aku tidak bawa dompet juga# umpat Pangeran Lay hampir bersuara, diapun memandang ke sekeliling, #fiuh untung saja tidak ada siapa-siapa# baru saja dia merasa lega tidak ada orang yang melihatnya, pandangannya terhenti pada seorang yeoja yang sedang memegangi bunga mawar, tertahan dihadapannya mengamati dirinya yang sedari tadi terlihat kelaparan, dia pun mendekat… pandangan matanya penuh rasa iba, Pangeran Lay sudah tidak peduli lagi bagaimana orang memandangnya yang jelas dia sedang lapar dan dia tidak mau Pengawal Lee menertawakannya karena hal itu ya meski tidak mungkin pengawal Lee akan menertawakannya.

Jarak antara Pangeran Lay dan yeoja itu hanya beberapa meter lagi, mulut yeoja yang dihiasi bibir berwarna merah merekah itu mulai terbuka, terlontar satu kalimat,”Kau sepertinya sedang kelaparan?” tanyanya hati-hati saat mencoba menegur Pangeran Lay yang sedang asyik dengan pikirannya sendiri, kedua tangan yeoja itu memegangi keranjang bunga mawar miliknya dengan sedikit ekspresi takut, takut orang yang ditanyanya itu tersinggung. Perasaan lega mulai ada saat sedari tadi perasaan tidak enak menghinggapi yeoja tersebut, akhirnya Pangeran Lay yang dianggap penduduk biasa itu menyunggingkan senyum termanisnya,”Kalau iya aku lapar, kau mau memberiku makan?” tanyanya sambil menundukkan wajahnya mendekat ke wajah yeoja yang lebih pendek ketimbang Pangeran Lay itu, “Tentu, jika kau berkenan aku bersedia membagimu makananku,” jawabnya cepat ketulusan benar-benar terpancar dimatanya, meski Pangeran Lay sudah memandangnya menyelidik apakah yeoja ini benar-benar menawarinya makan atau hanya tawaran sopan santun (Maksudnya kalau di indonesia tuh tawar jawa? Tawar gatra? Bingung ngasih istilahnya, intinya menawarkan hanya untuk bersopansantun, haha), #seorangyeoja benar-benar menganggapku seorang tunawisma sepertinya, siapa yang menyangka aku ini seorang Pangeran jika dia melihat pakaianku yang sangat simpel dan tua ini# senyuman menghiasi bibir Pangeran Lay.

Setelah yakin akhirnya Pangeran Lay malah mengikuti yeoja berrambut ungu, eh? Dia tidak berambut ungu, rambutnya hitam legam dan panjang terkepang. “Terimakasih,” ucap Pangeran Lay saat dia menghabiskan makanan yang diberi oleh yeoja itu,”Setelah ini kau mau kemana? Sepertinya kau pengembara ya?” tanya yeoja itu tangannya sibuk merangkai bunga-bunga, dia mengajak Pangeran Lay makan ditempatnya.”Kau tidak takut padaku?” tanya Pangeran Lay yang tidak mengacuhkan pertanyaan yeoja tersebut yang sekarang sibuk berkutat dengan pita warna warninya.

Pangeran Lay menyesap kopi panas yang ada ditangannya itu,”Kenapa harus takut? Aku yakin seseorang yang jahatpun akan menjadi baik saat dia kelaparan,” jawabnya yang terdengar seperti sindiran untuk Pangeran Lay,”Lagipula kau tampan, jadi aku rasa aku tidak takut padamu,” lanjutnya lagi, Pangeran Lay hanya bisa menyeringai mendengar jawaban yeoja dihadapannya ini yang menurutnya sangat tidak pintar, kenapa? Bagaimana bisa yeoja yang sendirian bisa mengatakan hal it didepan seorang namja? Bagaimana kalau namja ini tiba-tiba menyerangnya?

“Yoona-ya? Kau sudah pulang rupanya,” tegur seorang yeoja paruh baya yang baru turun dari lantai dua toko bunga itu, #Ah rupanya dia tidak sendiri, pantas saja dia berani mengundangku makan disini# gumam Pangeran Lay, “Ah iya Nyonya Kim, tadi aku hanya menemukan mawar yang baru berbunga saja, sepertinya untuk mencari bunga Lily harus pergi agak jauh kedalam hutan, aku takut,” jawab Yoona, mata yeoja paruh baya itu membesar saat melihat Pangeran Lay,”Tapi kita membutuhkannya untuk acara persahabatan Tahunan Kerajaan Vega dan kerajaan Aurora…Siapa dia?” tanyanya sambil menunjuk Pangeran Lay yang masih sibuk menghabiskan kopi panasnya itu,”Dia pengembara sepertinya, uhm siapa namamu?” tanya Yoona dia baru menyadari belum mengetahui namja didepannya itu.

”Aku Lay,” jawab Pangeran Lay santai, hanya ada satu Lay di kerajaan Vega dan hal ini membuat Nyonya Kim langsung melotot, tubuhnya menegang,”Pa…Pangeran Lay, maafkan hambamu ini yang tidak tahu.. begitu juga dia, dia pengembara dari kerajaan Polaris jadi ampuni dia juga yang tidak mengenalmu,” seru yeoja paruh baya yang dipanggil Nyonya Kim itu, Yoona yang mendengarnya terperangah kaget, #Jadi aku sedang menganggap seorang Pangeran adalah pengembara miskin? Tidak,,!# teriak Yoona matanya mengikuti mata Nyonya Kim yang masih membulat sempurna, sedetik kemudian dia membungkuk. Pangeran Lay hanya terkekeh pelan,”hahahaha tidak apa-apa, tidak perlu meminta ampunan karena memang kalian tidak melakukan kesalahan,” jawab Pangeran Lay.

“Jadi, tadi kau bilang kau harus memetik bunga Lily dihutan yang lebih dalam?” tanya Pangeran Lay saat suasana sudah mencair, dia sudah tahu nama yeoja yang baik hati itu. Namanya Yoona, pemilik rambut hitam yang indah itu, Yoona. Saat ini yang Pangeran Lay inginkan adalah membalas sikap baik Yoona yang sudah memberinya makanan saat dia tengah frustasi akan kekuatannya yang belum muncul itu.

“Boleh aku membalas kebaikanmu? Aku ingin menemanimu kehutan itu, sekarang masih belum terlalu malam dan kurasa pagi hari kau tidak akan sempat karena acaranya dimulai saat pagi kan?” tawar Pangeran Lay pada Yoona yang masih menundukkan kepalanya, meski suasana sudah tidak setegang tadi,”Oh ayolah, aku hanya ingin berteman denganmu, berteman dengan seorang Pangeran takkan membuaatmu meregang nyawa bukan?” canda Pangeran Lay mencoba membujuk Yoona,”Baiklah Yang Mulia Pangeran,” jawabnya, telunjuk Pangeran Lay sudah ada ditengah bibir Yoona yang langsung mengatup, pipinya memerah. “Jangan panggil aku Pangeran lagi, ingat aku punya nama dan kita ini teman, jadi panggil aku Lay,” pinta Pangeran Lay, terpaksa Yoona pun harus menyetujuinya kalau bibirnya ingin lepas dari telunjuk Pangeran Lay yang masih bersentuhan dengan bibirnya itu.

.

.

.

Sementara itu di kerajaan Capella, Raja Leeteuk terbangun dari tidurnya yang terlalu awal itu…

#Sejak kapan ? sejak kapan beberapa dari mereka bertemu dengan gadis muda itu?#

#Mungkinkah mereka bertujuh terkena kutukan cinta itu? saat ketujuhnya melihat dan memandang satu yeoja sebagai jodoh dan cintanya maka kutukan cinta itu akan melekat pada mereka bertujuh sama seperti Raja-Raja terdahulu, Raja Xiumin, Raja Chen, Raja Tao, Raja Baekhyun, Raja Chanyeol, Raja Gigwang dan Raja L, mungkinkah kutukan itu melekat pada reinkarnasi mereka bertujuh?# Raja Leeteuk hanya bisa mengusap pelan keringat yang membasahi dahi dan pelipisnya itu, dia mencoba bergumam sepelan mungkin agar tidak membangunkan Ratunya, Victoria..

“Aku harus mewaspadai visiku dalam mimpi ini, kutukan Lady Rose.. Taeyeon…” gumamnya sepelan mungkin.

“Ada apa yang Mulia Raja,” #Ya ampun aku malah membangunkan Ratu Victoria dengan kekhawatiranku yang tidak mendasar# “Aniya chagiya, bukan apa-apa. Aku hanya kegerahan dimusim panas ini,” jawabku asal, Ratu Victoria yang sudah sangat mengantuk itupun hanya menanggapi jawabanku setengah sadar, dia kembali tidur, disampingku.

.

.

.

“Jadi, kau dari kerajaan Polaris, hmm… Raja Donghae ya? ujar Pangeran Lay saat Yoona menceritakan asal usulnya, ya hanya sedikit yang Yoona beritahukan pada Pangeran Lay-teman yang baru dia temui itu.

“Sebentar Yoona,” Pangeran Lay menahanku untuk melangkah..

“Ada ap-“ telunjuk Pangeran Lay kembali mendarat dibibirku,”DI-AM” ucap Pangeran Lay dengan menggunakan bahasa bibirnya.

.

.

.

“RAAAWWWWRRR!!!!” raungan seekor binatang buas semakin terdengar memekikkan telingaku, Pangeran Lay menyuruhku untuk mengamankan diri digoa yang sekiranya aman, sedangkan dia? Dia mendatangi Harimau Liar itu, Harimau Benggala yang entah darimana datangnya karena di daratan Milky Way ini jarang sekali bisa ditemukan seekor harimau karena musim kami yang tidak cocok dengan habitatnya.

 

Pangeran Lay POV

Aku ingin melindungi Yoona-sebagai temanku, ya hanya teman sejak dari kejauhan tadi telingaku memperdengarkan raungannya yang semakin mendekat membuatku waspada dan menyuruh Yoona untuk mundur dan berlindung. Suara harimau Benggala ini sangat jarang kudengar, terakhir kali kudengar karena para pedagang jalan sutra melewati kawasan Milky Way dan membawa Harimau jenis ini dari tempat asalnya, entah untuk apa.

RAWRRRR!! Raungan yang semakin keras itu bisa kudengar dari arah selatan, #sebentar, kenapa aku mendengar suara lain? Suara seorang anak lelaki, masih terdengar cempreng sepertinya masih kecil# “Too…toolong!!!” rintihannya semakin terdengar jelas saat aku berlari kearah selatan, dan benar saja harimau itu sedang memojokkan seorang anak lelaki yang sudah berjalan mundur.

Kukepalkan tanganku kuat-kuat, bisa kurasakan tenaga yang mengalir bukanlah tenaga yang biasa kukeluarkan saat aku berlatih. Ini.. kekuatan ini lebih besar dari sebelumnya..

BLASTT <sound effect gagal, again>

Kepalanku mengeluarkan bulatan api yang cukup besar, cukup membuat harimau itu mundur karena takut akan api yang kukeluarkan, akhirnya dia meninggalkan kami berdua, aku dan anak lelaki itu. Aku gunakan api yang terkendali ditanganku untuk penerangan,”Terima kasih..” anak itu kemudian memandangku dengan detail,”Ouh, Pangeran, terima kasih,” ujarnya lagi saat dia melihat sosokku itu. Diapun pergi dengan selamat karena pengawalku yang sedari tadi bersembunyi mengantarkannya dan memastikan dia selamat dalma perjalanan.

“Kemampuanmu sudah muncul Pangeran, selamat untukmu,” ucap Pengawal Lee dengan tulus memujiku yang sudah melewati tahapan dalam kekuatanku ini. Aku hanya bisa menampilkan senyumku seperti biasa dan berjalan ke arah dimana Yoona kutinggalkan tadi, tapi.. dia tidak ada..

 

“Kau mencariku Pangeran? “ ujar Yoona yang tiba-tiba ada dibelakangku dengan senyumnya yang cantik itu. “Sudah kubilang sejak tadi, panggil aku Lay,” aku mendelik kepadanya yang sudah bersiap menutup mulutnya itu,”I..Iya, Lay,” panggilnya tergagap. “Aku tadi melihatmu mengeluarkan bulatan api, dan itu sangat keren!” seru Yoona begitu antusias membahas kekuatanku yang baru muncul itu. Aku hanya bisa tersenyum melihatnya berceloteh sepanjang jalan menuju bunga Lily itu. “Jadi, bisakah kau juga menghilang? Atau bisakah kau juga menghipnotis orang? Atau sekedar membuat orang itu terluka dengan kekuatanmu? “ celotehnya riang, entah itu memang bagian polos dari dirinya ataukah memang dia hanya sengaja membahasnya ingin menggodaku, aku tidak terlalu peduli yang penting sekarang aku mempunyai teman baru.

.

.

.

Di istana Vega…

“Kudengar dari Pengawal Lee kau sudah bisa memunculkan kekuatanmu anandaku,” ujar ayahandaku Raja Sungmin disela waktu minum teh keluarga kerajaan. “Jika kekuatanmu sudah muncul, kurasa kehadiran seorang yeoja benar-benar mempengaruhinya, benar tidak adinda?” goda ayahanda yang kemudian melirik ibunda dengan penuh makna yang dibalas senyuman dari ibunda,”Anandaku sudah besar, sudah mengenal cinta,” ujarnya kemudian yang disambut kikikan dari Pangeran Kecil Junsu yang masih berkutat dengan kuenya itu. Kutatap dengan tatapan tajam yang langsung mengarah pada Pengawal Lee dengan tatapan-kau-berani-mengadukannya-pada-Raja? Aku memasang wajah kesalku sebisa mungkin.

“Jadi kapan kau akan mengenalkannya pada ayahanda?” tanya Raja Sungmin membuatku terperanjat kaget dengan pertanyaanya yang tiba-tiba itu apalagi ditambah raut wajahnya yang terlihat serius, raut wajah yang menggoda itu berubah menjadi raut wajah serius seakan sudah menantikan kemunculan menantu.”Ya, ananda.. kenalkan pada kami,” imbu Ratu Sunny ibundaku yang disambut anggukan Pangeran Junsu adikku, huh!…”Sudahlah jangan goda kau lagi,” kilahku yang langsung pergi dari ruangan santai istana itu.

 

Yoona POV

Setelah peristiwa itu, kami mulai merasakan kedekatan bahkan sekarang ini Lay sudah memanggilku dengan panggilan khusus darinya, Yoong. Selama seminggu ini, Lay sering mengunjungiku di toko bunga. Terakhir kita pergi ke gunung karena Lay ingin menemaniku lagi memetik Bunga Edelweis dipuncak gunung. Saat Lay datang dia membawakan makanan untuk kami berdua berbincang disaat santainya, setidaknya kami tidak membicarakan hal yang bersifat pribadi, hanya membicarakan bagaimana bisa dia mempunyai kekuatan dan kekuatan apa saja yang dia miliki.

.

.

Besok aku harus pergi, sudah saatnya kau pamit pada Lay..

“Lay, aku besok harus sudah pergi dari Kerajaanmu ini,” ujarku saat kulihat dia masih menikmati rotinya dengan tatapan datar. Kepalanya berpaling padaku dengan tatapan bingungnya kemudian dia berkata,”Sudah waktunya ya?” aku hanya mengangguk membenarkan pertanyaanya itu,”Kuharap kita masih bisa bertemu kembali Yoong, saat aku nanti ke kerajaan Polaris aku rasa aku bisa menemukanmu,” ujarnya kemudian, tatapannya berubah menjadi sendu.

”Senang bertemu dan berteman denganmu Lay,” ujarku tulus sambil mengusap wajahnya yang terlihat sangat sedih,”Aku tidak akan melupakanmu, dan aku tunggu kau dimanapun kita bisa bertemu. Aku akan langsung mengenalmu tentunya,” lanjutku lagi mencoba menghiburnya,”Tapi jangan antar kepergianku besok, karena itu hari ini hari perpisahan kita, Lay,” ujarku lagi, Lay hanya terdiam.”Aku pasti akan merindukanmu Yoong,” dia memelukku dengan erat, menenggelamkan wajahnya kepundakku, kurasa dia sedang menahan kesedihannya itu, yang bisa kulakukan hanya menepuk-nepuk bahunya mencoba untuk membagi kesedihannya itu. Kami berdua terlarut dalam kesedihan…

 

#Sudah saatnya… Kerajaan Capella menungguku… menyimpan seribu mistery lainnya yang selalu aku temukan dikerajaan lainnya, aku perlahan mulai menikmati perjalanan panjangku ini. Karena dengan begini, siapa tahu aku bisa menemukan teman seperti Lay lagi. Aku nyaman bersamanya, sampai bertemu kembali Lay# ujarku sambil menarik koperku menuju kereta kuda yang sudah menungguiku, tak kusadari sepasang mata memandangiku dengan tatapan sedihnya..

 

To be continue

P.S: Kehabisan stock ide.. TOLONG! Hehehe… gimana cerita Layoon ini? Suka gak? Aku sudah memblacklist Layoon dari daftar pairing endingnya. Hehehe..sudah kerasa efek fantasynya belum?? Ada yang inget selanjutnya kita akan kemana?

Advertisements

3 thoughts on “[FF Freelance] Royal Beethoven: Vega Kingdom

  1. Keren thor…. Layoon…. tanpa ada cinta tapi teman n sahabatan…. tapi kata endingnya sangat dalam sepertinya ”Senang bertemu dan berteman denganmu Lay,” ujarku tulus sambil mengusap wajahnya yang terlihat sangat sedih,”Aku tidak akan melupakanmu, dan aku tunggu kau dimanapun kita bisa bertemu. Aku akan langsung mengenalmu tentunya,”…. apakah cinta Yoona nanti akan berlabuh di teman dan sahabatnya Lay…. penasaran….
    Selanjutnya ke Capella ya thor… ketemu sama Kris donk…. apakah disini nanti Kris juga akan bereman dan bersahabat…. ditunggu thor….

  2. Menurut aku kisah layoon dipenuhi cinta sebagi sahabat hehehe
    Para pangeran ga bisa ngelawan daya tarik dari yoona onni
    Kerajaan capella itu pangeran kris yah, oke terus semangat dan ditunggu part selanjutnya

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s