EXO Drabble Series: Under The Rain

Under The Rain“Hujan menjadi saksi bisu awal cinta kita.”

Under The Rain

Presented by Immocha

Cast(s): EXO’s Park Chanyeol & You || Genre(s): AU, Romance & School-life || Rating: T || Duration: Drabble || Disclaimer: Plot of the story pure my mind, Please don’t plagiarism.

—–——–——–——–—

Jangan salahkan aku kalau setelah ini aku akan jatuh sakit, tapi salahkan lelaki itu. Lelaki berbadan tinggi yang membuatku rela berhujan-hujanan atau lebih tepatnya kehujanan karena kita harus berbagi payung berukuran kecil ini.

Tapi aku tidak merasa keberatan, entahlah.

Namun, tetap saja ini adalah hal yang menurut orang-orang jauh lebih menyedihkan, daripada mengambil sebuah layangan yang telah berhari-hari lamanya menyangkut di ranting pohon Ek—itu jauh lebih baik, sungguh.

“Park Chanyeol,”

Aku memberanikan diri untuk memanggil namanya saat kita berhenti di traffic light-menunggu lampu berubah hijau mempersilahkan pejalan kaki untuk menyebrang jalan-. Tapi sungguh, aku tak berani menatapnya sekarang. Tanganku menengadah, membiarkan air hujan yang tak terlalu deras itu membasahi telapak tanganku. Dalam diam aku menunggu, namun tak ada jawaban yang keluar dari bibirnya. Mungkin suara hujan telah mengalihkan pikirannya hingga ia menghiraukanku.

“Park Chan–”

Alangkah terkejutnya aku ketika melihat mata bulatnya kini hanya berjarak beberapa senti dari pandangan mataku. Lelaki ini perlu menundukkan sedikit kepalanya agar dapat sejajar dengan mukaku.

Jantungku seperti menabuh drum.

“Kenapa kau begitu dekat, Park Chanyeol?” ujarku sedikit tergagap, membuatnya mengernyit heran.

“Bukankah kau yang memanggilku barusan?”

Aku memilih diam, menghiraukan pertanyaan yang terlontar dari bibirnya. Mataku malah asik menatap wajahnya yang diciptakan sempurna oleh Tuhan.

“Eum, lampu berubah hijau. Ayo kita harus segera sampai.”

Tanpa menunggu jawabannya, aku segera melangkahkan kakiku menyebrang. Dari ekor mataku, aku bisa melihat ia mendesah pelan sebelum akhirnya mensejajarkan kaki panjangnya denganku. Tak ada kata yang terucap selama sisa perjalanan ke rumahku, sepertinya dia sedang asik dengan pikirannya, sedangkan aku menikmati hujan yang turun semakin deras.

“Kita sudah sampai. Ini rumahku.”

“Baiklah, cepat masuk hangatkan dirimu.”

“Kau ingin mampir dulu, Chanyeol-ssi?”

“Tidak dalam keadaan baju setengah basah seperti ini.”

“Baiklah, kalau begitu hati-hati, dan terima kasih untuk payungnya.”

“Aku menyukaimu.”

“Kau…” kulihat Chanyeol menundukkan kepalanya. “Kau menyukaiku?” tanyaku sepenuhnya.

Dia hanya diam, mungkin meredam rasa malunya.

“Chanyeol,”

Oh, shit.

Jika kali ini ia tak kunjung membuka mulut, aku akan berteriak sekencang-kencangnya.

“Benar. Aku menyukaimu,” Chanyeol menjawab dengan lantang, mencoba menyembunyikan rasa gugup yang terlihat.

Aku terdiam saat itu juga, tatapan mata kami bertemu, tapi dengan cepat aku menghindarinya.

Pyuur

“Ya!!” pekikku spontan ketika cipratan air sukses mengenai mukaku. Chanyeol terkekeh geli melihat ekspresi bodohku sekarang.

“Rasakan itu bodoh,” ujar Chanyeol sambil tertawa lebar membuatku memutar bola mata dan berdecak sebal.

“Apa yang harus aku lakukan?” Aku menoleh kearah Chanyeol.

“Ambil payung ini, hempaskan jika kau menolak dan simpan jika kau menerima.” ujarnya pada akhirnya.

Kini aku memegang pegangan payung, memutarnya pelan, memikirkan jawaban apa yang akan ku berikan padanya. Tanpa ragu, aku menutup payung yang melindungi kami.

“aku akan menyimpannya. Hati-hati di jalan, Chanyeol-ah.” Ujarku sambil tersenyum. Aku membalikkan badanku, bergegas memasuki rumah saat ku rasakan tangan besar menahanku dalam pelukannya.

“Terima kasih, kau mau menyimpannya untukku,” ucapannya membuatku terperanjat. Tanpa memperdulikan hujan yang terus mengguyur, aku membalikkan badanku menghadapnya, tersenyum tulus sebelum membalas pelukannya.

“Hujan menjadi saksi bisu awal cinta kita,” bisiknya pelan di telingaku.

“Cepat pulang, sebelum kau jatuh sakit.”

“Kau harus merawatku jika aku sakit. Baiklah aku pulang. Sampai bertemu besok,” Chanyeol mengacak rambutku sebelum akhirnya ia berlari menerjang guyuran ujan seraya bersorak gembira.

Aku sudah tidak peduli jika aku harus sakit karena hujan atau dimarahin ibu karena seragam sekolahku yang basah kuyup.

Karena yang terpenting saat ini,

Kisah cintaku baru saja di mulai di bawah guyuran hujan yang menjadi saksi bisu semua ini.

– FIN –

 

A/N:

Apa ini…Setelah menghilang sekarang kembali dengan FF aneh seperti ini.

aku juga gak tau knp milih posting FF ini, karena ak rasa ceritanya sedikit absurd seperti biasa…

Maaf kalo FF ini mengecewakan kalian~

Semoga kalian semua suka ^^ ditunggu kritik dan sarannya…

5 thoughts on “EXO Drabble Series: Under The Rain

  1. Aku gak nyangka bakalan Chanyeol ada disini. Well aku ngefly baca ini /alamak. Yang jelas aku gak bisa bayangin kalo aku bener-bener di posisi itu. Sayang dunia gak semanis gula kapas

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s