[FF Freelance] Deer Love Story (Chapter 2)

deer love story

Title: Deer Love Story

Author: Sam Diey

Genre: Schoollife,  Romance

Rating: General

Cast: Xi Luhan – Im Yoona

SupCast: find by yourself

Previous: Chapter 1,

Summary: Xi Luhan yang pendendam memutuskan untuk memperbaiki hubungannya dengan Im Yoona. Seorang siswi SMU Heirs yang merupakan musuh bebuyutannya. Bermodalkan rasa sabar dan seorang sunbae yang dekat dengannya ia meminta Yoona untuk berdamai. Bisakah dua orang yang sudah lama bermusuhan itu memperbaiki hubungan mereka? Atau malah akan lebih menyakiti satu sama lain.

***

“Bagaimana kalau kalian berpacaran saja,”

“MWOO!!!”

“Pacaran dengannya? NAJIS!!”

***

“Yoona-ya apa harimu menyenangkan?”

“Ya,”

“Baguslah kalau begitu. Aku senang mendengarnya,”

Yoona menatap sebal pada namja yang tengah duduk disampingnya. Ia tak suka cara duduk namja itu. Gaya rambutnya maupun gaya berpakaiannya. Cara namja itu memandang Yoona maupun berbicara pada Yoona. Yoona membenci semua yang ada padanya dan itu sungguhan, Yoona selalu membenci Choi Siwon.

“Yoona, setelah makan malam pergilah sebentar dengan Siwon. Ya?” ucap Tuan Im disela makannya. Yoona tak sekalipun kaget dengan hal itu.

“Shireo. Aku ada PR,” jawab Yoona acuh tanpa melihat Appanya.

“Kalau begitu pulanglah kerumah dengan Siwon. Appa harus pergi ke suatu tempat dulu,” Yoona menatap tajam kearah Appanya sekarang.

Apa Yoona adalah barang yang bisa seenaknya dititipkan ke orang lain. Benar-benar. Jaebum masih diam dengan makanannya tanpa banyak komentar. Sedangkan Siwon masih terus menatap Yoona yang menurutnya sangat cantik malam ini.

“Shireo. Aku masih punya uang untuk membayar taksi,” jawab Yoona yang kali ini berusaha tetap tenang.

“Berhematlah,” Ya, sekarang baik Tuan Im dan Yoona sama-sama menahan emosi.

“Aku sudah cukup berhemat, Appa. Jika sudah selesai aku akan pergi duluan,” Yoona bangkit dari duduknya dan meninggalkan meja makan itu tanpa berpamitan. Benar-benar Im Yoona style,

Siwon masih menatap Yoona dengan penuh kekaguman. Tak ada yeoja yang bisa menarik hatinya seperti Yoona. Cara yeoja itu menatap matanya maupun suara yeoja itu yang bercakap-cakap dengannya. Sayang, yeoja itu belum sepenuhnya menyadari perasaan Siwon.

“Mianhe Siwon-ah, Yoona memang seperti itu..”

“Tidak apa paman. Mungkin dia memang terburu-buru,” jawab Siwon dengan sopan.

Jaebum menguap pelan mendengar ucapan Siwon barusan, kentara sekali pria itu sedang berbohong. Pria itu lebih dari tahu apa yang membuat kakaknya meninggalkan makan malam ini. Tuan Im menepuk kasar lengan putranya.

“Mwoya? Kau tak menyusul kakakmu?!!”

“Dia tidak akan tersesat abeoji,” jawab Jaebum asal.

“Lalu?” Jaebum berdecak pelan mendengar ucapan Appanya, selalu Jaebum yang menjadi korban. Bahkan jika itu adalah pertempuran Appa dan kakaknya.

“Arraseoyo, aku akan menyusul Noona!!” Dan pada akhirnya berangkatlah Jaebum menyusul kakak perempuannya yang benar-benar menyusahkan.

***

            BUGH

“Argh,!!”

“Haish,” rutukku pelan saat tiba-tiba ada yang menabrakku.

Memalukan sekali terjatuh dalam pelukan namja asing ini. Tunggu.. seragam ini tidak asing dan suara tadi juga tidak asing. Kumohon jangan sampai..

“Ya!! Apa kau mau terus memelukku huh!!”

GOD!! Hari ini benar-benar terkutuk. Tadi Choi Siwon sekarang Xi Luhan. Kenapa tidak ada namja yang normal-normal saja dikehidupanku.

“Mwoya, noona juga mau makan malam disini?”

Aku menggaruk tengkukku bingung saat Sehun bertanya hal itu.Andwae!! Jangan sampai orang-orang ini tau identitasku. Secepat kilat aku berusaha mencari alasan yang logis. Bekerja.

“Aku bekerja disini,” jawabku berusaha setenang mungkin. Luhan dan Sehun menatapku heran atau tak percaya? Argh,.. molla!!

“Pelajar macam apa yang pergi bekerja pada jam seperti ini huh?” sahut Luhan dengan cemoohan khasnya untukku. Aku mendengus sebal, oke, sekarang tersulut sudah rasa kesalku.

“Pelajar macam apa yang baru pulang jam segini huh?!!” balasku dengan sedikit berteriak.

Sehun menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Sungguh, Im Yoona lebih baik kau mati sekarang. Aku malu. Hampir seluruh tamu di restoran ini menatap ke arah kami. Secepat aku menyadari hal itu, secepat itu pula tangan Luhan membungkam mulutku.

“Bisakah kau bersikap layaknya yeoja sekali saja? Sudah, duduk dulu..” aku menuruti ucapan rusa gila itu dan duduk bersamanya dan Sehun.

“Noona, kau akan bekerja atau kau selesai bekerja?” tanya Sehun. Melihat anak itu sedekat ini kenapa kesombongan yang kulihat siang tadi rasanya memudar ya?

“Su..sudah pulang,” jawabku ragu. Sehun mengangguk pelan dan Luhan masih dengan wajah acuhnya.

“Tunggulah sebentar. Setelah ini kami akan mengantarmu,” kali ini Luhan yang angkat bicara. Dia memanggil seorang waiters dan meminta reservasi untuk mejanya diperpanjang hingga besok. Yah, kebiasaan orang kaya. Heii, apa mereka sedang pamer kekayaan padaku?

“Kenapa kau diam heh? Cepat berdiri!!”

Sudah tiga kali selama hari ini aku menuruti rusa gila itu. Saat aku melihat wajah polos Sehun dibelakang Luhan kenapa membuatku merasa sedikit tenang. Apa karena .. ah, lupakan itu Yoona.

Jika boleh aku bertindak anarkis, aku akan mencolok mata Luhan sekarang juga. Sudah cukup rasa malu yang kualami di restoran tadi. Ditambah dengan harus satu mobil dengan dua namja yang kumusuhi sejak dulu.

Dan sekarang dilanjutkan dengan tatapan penuh tanya Luhan yang kutangkap dari kaca spion tengah. Oke, bukannya aku geer atau apa. Tapi.. hei, dia juga harus fokus menyetir. Aku tidak mau mati konyol karena sopir yang sibuk memandangi penumpangnya?

“Noona, apa pekerjaanmu banyak?” tanya Sehun memecah keheningan diantara kami bertiga. Aku mengangguk pelan.

“Mwoo? Ah, iya..”

“Apa kehidupan noona sama sepeti di drama-drama yang harus bekerja paruh waktu sepulang sekolah,” tanyanya sekali lagi.

“Eumm, begitulah. Bisa dibilang kehidupanku sangat melelahkan,”jawabku asal walau itu memang kenyataannya, aku lelah dengan hidupku.

“Noona keren sekali. Apa aku boleh kerja di tempat noona sesekali?” well.. yeah, anak ini membingungkan.

“Micheoso?” gumamku lirih. Luhan meraih koran diatas dashboard dan memukul kepala Sehun sedikit keras.

“Ya!! Sakit tau hyung!!”

“Perbaiki dulu nilaimu sebelum meminta pekerjaan pada orang lain bodoh!!”

Aku terkekeh pelan melihat wajah sebal Sehun dari kaca spion tengah, sesaat aku juga melihat sebuah senyum diwajah Luhan. Senyum yang sulit kuartikan. Kenapa dia ikut tersenyum ya?

***

“Berhenti disini,”

Aku mengikuti komando Yoona di belakang. Tanpa menunggu aku selesai parkir yeoja itu langsung turun begitu saja. Kesal. Pasti, bukan masalah dia terluka atau apa. Mobil ini masih baru. Aku ikut turun dan melihat sekeliling, ini area perumahan mewah.

“Ini..”

“Ini rumah noona?!!” setelah pulang nanti pasti kupotong leher anak ini. Selalu saja memotong kalimat yang ingin kuucapkan. Tunggu saja, Oh Sehun.

“Menurutmu? Aku bekerja disini. Sudah ya, gomawo tumpangannya Sehun-ah,”

“Ya!! Ini mobilku dan aku yang menyetir, bukan Sehun!!!” geramku seketika membuat yeoja itu berbalik kearahku dan menjulurkan lidahnya. Baiklah itu pertanda perang darinya. Huff.. andai saja kau bukan yeoja Im Yoona,

Kami berdua hanya diam selama perjalanan pulang dari tempat Yoona. Aku fokus menyetir dan Sehun masih tetap memandangi jalanan, mungkin ia sudah tertidur sekarang. Heh, anak itu bisanya hanya tidur saat denganku.

“Hyung, apa kau benar-benar berniat damai dengan Yoona noona?” belum tidur ternyata. Jadi, sejak tadi ia memikirkan Yoona. Jangan-jangan anak ini jatuh cinta pada rusa hamil itu?

“Wae?” jawabku acuh.

“Ahni, menurutku noona sama sekali tidak menyebalkan. Dia baik,” apa-apaan ini? Kenapa anak ini jadi beralih haluan membela Im Yoona. Kemana perginya rasa takut tentang sabuk hitam Yoona.

“Huekk, manis darimana? Kau lihat sikapnya padaku tadi, apa itu yang dikatakan manis?”

“Noona sih baik padaku. Kalau pada hyungsih, mana aku mau tahu?”

“Sialan kau. Yang jelas pembalasan dendamku akan dimulai dari sekarang,”

“Mwoo?” tanya Sehun heran. Aku diam sejenak, apa harus kuberitahu pada Sehun. Tidak saja deh,

“Kau tidak perlu tahu,”

Ya, tidak ada yang perlu tahu. Karena hanya aku yang tahu bagaimana rasanya diejek jadi orang jahat. Jika sudah seperti itu, kenapa tidak sekalian saja aku jadi orang jahat bagi Im Yoona.

***

Yoona berjalan perlahan saat melewati ruang tamu rumahnya. Takut sang Nenek terbangun dan BANG!! Yoona tak lagi kaget saat lampu ruang tamu tiba-tiba menyala. Dan alunan musik klasik yang ia kenali sebagai lagu lullaby neneknya mulai mendayu lembut.

Neneknya tak tertidur sejak tadi, hanya berpura-pura tidur dan mengagetkan Yoona. Sayangnya Yoona sudah lebih kebal dari yang terlihat. Sejak empat tahun lalu saat ia pertama tiba di rumah keluarga Im.

“Kau seperti pencuri saja, Nona Im?”

Yoona memutar matanya kesal. Sudah dikatakan tadi Yoona membenci kehidupannya yang melelahkan. Dan itu termasuk neneknya yang tua dan menjengkelkan.

“Dan kau seperti seorang nenek sihir saja, Nyonya besar?” sahut Yoona penuh sarkasme yang dibalas senyuman anggun yang misterius dari Nyonya Im.

“Dimana Appa dan adikmu?” Yoona menarik kasar ranselnya yang terjatuh dan berjalan menaiki tangga menuju ke kamarnya.

“Makan malam bersama Si Kaya Siwon,” sahut Yoona asal tanpa berbalik kearah neneknya.

“Tunggu, jika Siwon masih makan malam bersama Appamu. Siapa yang mengantarmu tadi?” Yoona menepuk kepalanya, bodoh. Nyonya Im menyeringai ringan saat menyadari tingkah cucu sulungnya.

“Akhirnya kau menemukan seseorang yang pantas cucuku. Siapa?” tanya Nyonya Im tanpa menghapus senyuman dari wajahnya. Yoona menatap tajam kearah neneknya yang jauh dibawah sana.

“Bukan siapa-siapa. Aku tak ingin bertengkar dengan nenek malam ini,”jawab Yoona acuh.

“Untuk apa aku bertengkar denganmu setelah kau menemukan orang dari kalangan yang tepat, beristirahatlah!!”

Yoona membeku saat mendengar ucapan neneknya. Entah kenapa ia merasa resah dan tenang disaat bersamaan. Apa ucapan neneknya barusan tadi mengakhiri rencana perjodohannya dengan Choi Siwon? Kalau begitu Yoona sama sekali tak masalah.

Nyonya Im menekan tombol dial up nomor satu di ponselnya. Tengah malam? Ya.

“Pak Kim, bisa tolong aku? Plat nomor ini xxx-xx-xx cari pemiliknya,”

“……”

Nyonya Im tersenyum puas saat melihat balasan dari sekretarisnya. Di pesan singkat yang diterimanya terlihat jelas wajah tampan yang begitu ia kenal. Seorang remaja yang tampan namun berkelas dan cocok sekali untuk cucu sulungnya.

Sedikit tergesa Nyonya Im menekan tombol dial up nomor 2 di ponselnya. Seolah tak sabar menceritakan hal baik yang baru diketahuinya dari sang sekretaris pada putra semata wayangnya. “Aku punya kabar gembira untukmu Nak,”

***

SMU Heirs sibuk seperti biasanya, termasuk Yoona, Tiffany dan Yuri. Ketiganya sibuk mengerjakan PR Fisika mereka di bangku taman. Beruntung hari ini para guru disibukkan dengan rapat aneh yang membahas murid pindahan di tengah semester seperti ini.

“Keunde.. siapa ya murid baru itu?” tanya Yuri ditengah keheningan sambil terus menulis jawaban dari buku Yoona.

“Molla,” jawab Yoona acuh. Tiffany mengangguk pelan.

“Yang jelas, murid pindahan ini bukan dari kelas kepedulian sosial. Jika para guru disibukkan hingga mengadakan rapat, bukankah itu artinya anak pindahan ini sangat berpengaruh?” tambah Tiffany menyahut jawaban Yoona. Yoona mengangguk membenarkan.

“Tapi pengusaha mana yang mau menghamburkan uang untuk memasukkan anaknya ke sekolah ini ditengah semester? Dulu aku harus ikut ujian beasiswa untuk masuk kesini,” ujar Yoona sambil mengenang masa-masanya di kelas satu. Saat hanya ada dua jari yang menghitung jumlah temannya di sekolah ini.

Kerumunan siswa didepan ruang baca istimewa Kelima Putra Dewa menarik perhatian ketiga yeoja itu. Yuri menarik lengan kedua sahabatnya untuk datang mendekat. Mustahil. Sudah terlalu ramai untuk melihat lebih dekat.

“Yah, ada apa sih?” tanya Yoona kesal karena harus berdesakan dengan siswi kelas satu yang daritadi berteriak histeris bak melihat konser idol mereka.

“Murid pindahan itu keren sekali sunbae!!” jerit seorang hoobae yang berdiri didepan Yoona, membuat Tiffany dan Yuri makin penasaran dan membuat Yoona makin jengah.

“Lalu kenapa ada kerumunan seperti ini segala huh?” tanya Yoona sedikit penasaran saat dari belakang sudah terlihat anak-anak yang berbondong-bodong keluar dari kelas. Anak baru ini pasti sangat dahsyat nantinya.

“Anak itu menantang Luhan sunbae. Dia ingin masuk ke ruang baca istimewa bersama Kelima Putra Dewa?” jawab hoobae itu seketika membuat Yoona membelalak lebar.

“What?!!!” jerit Tiffany dan Yuri tak percaya. Yoona menerawang jauh kealam pikirnya. Ada seseorang yang terpikir olehnya saat ini tapi tidak mungkin juga orang itu masuk ke SMU Heirs.

“Siapa nama anak baru itu?” tanya Tiffany dan Yuri bersamaan.

“Anak bungsu pemilik JIM Corporation, Im Jaebum!!”

“Mwoo?!!!!” jerit Yoona sekencang yang bisa. Terkejut dengan sangatnya. Rasanya tubuh Yoona terangkat di udara. Hidupnya yang nyaman di SMU Heirs kini terancam oleh kehadiran adik kandungnya sendiri. Tidak. Ia tak boleh diam seperti ini,

“Dimana Xi Luhan!!!” tubuh Yoona disadarkan oleh teriakan Jaebum yang familiar di telinganya. Yoona bersumpah akan menggorok leher adik satu-satunya itu jika terus berteriak dan mencari gara-gara disini.

“Aku Xi Luhan!!” Dan.. pupus sudah harapan Yoona ketika ia mendengar sahutan Luhan saat itu juga. Apa yang akan terjadi pada hidup Yoona di SMU Heirs selanjutnya?

TBC

13 thoughts on “[FF Freelance] Deer Love Story (Chapter 2)

  1. wah. makin seru ceritanya..
    panjangin dikit kek .. biar makin menghayati bacanya..😀
    d.tunggu chapter selanjutnya

    • annyeong annyeong samy imnida.
      wahh mkasih udh bca ff abal”ku ya, chapt slanjutnya agak pnjang kya’ny..
      keep reading yaa kkk,.😀

  2. Yoona orang kaya juga ya.hmm penasaran kisah selanjutnya seteah jebum masuk.next jagan lama dong chingu .Figthing! :)))

  3. Aq malah penasaran ama rencna ny.im, mobil yg diselidiki itu mobilnya luhan ya,jgn2 ntr akhirnya yoona dijodohin ama luhan. Crtnya mkn menrik next part jgn lama2 thor.

  4. Asik asik ada adiknya Yoona! :3
    Kirain siapa~ Kirain someone yg bakalan memanasakan(?) hubungan mereka, eh tp Jaebum jg bakalan panas sih kalau menyangkut nuna semata wayangnya itu kkkk.

    Sippo…. Ditunggu kelanjutanny!! ^^

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s