[FF Freelance] Royal Beethoven: Capella Kingdom

tumblr_n1ciu0rYRz1sbd8nbo1_1280_2

Title                 : Royal Beethoven: Capella Kingdom

Author             : Quorralicious

Length             : Chaptered

Rating             : PG 17+

Genre              : Happy Romance

Main Cast        : Yoona SNSD dan Kris EXO

Pairing             : Yoona dan Kris

Quote              : please be my Princess!

Disclaimer       : It’s my imagination, MINE.. so don’t be ridiculous say that my fanfic is yours.

Credit Poster : CSJ Choi Seungjin artworker at yoongexo.wordpress.com

Previous          : PrologAltair KingdomAurora KingdomAvior KingdomNunki Kingdom, Vega Kingdom,

A.N                 : WARNING Typo bertebaran,Don’t copy without my permission, Don’t BASH, Don’t be SIDERS, enggak suka pairingnya gak usah dibaca happy reading ^^

 

 

 

 

 

Kris POV

“Tuanku yang Mulia,” panggil seorang yeoja didepannya itu, yeoja yang menggunakan dress berjubah panjang dan berwarna putih itu memunggungi dirinya, rambutnya terurai bebas dan berwarna hitam seperti warna bulu burung gagak, mahkota bunga yang dipakainya terlihat indah, melengkapi kesempurnaan tubuhnya.

“Kau siapa?” tanyaku kalimat pertama yang kulontarkan padanya mewakili perasaanku yang tengah dirubung rasa penasaran akan sosoknya itu.

“Aku… Aku jodohmu, walau aku tahu pasti diriku dikehidupan yang nyata ini belum pernah bertemu denganmu, tapi setidaknya sebentar lagi kita akan bertemu,” ujarnya sambil mempermainkan rasa penasaranku karena dia hanya membalikkan tubuhnya seidkit saja kearahku, membuat mataku hanya bisa melihat sisi sampingnya saja.

“Siapa namamu?” tanyaku lagi mempercepat langkahku agar bisa mendekatinya, namun anehnya semakin aku mendekat, semakin dia menjauh dan tidak terjangkau olehku.

“Aku Im Yoona,” jawabnya lagi, kali ini dia memalingkan wajahnya padaku dan bisa kulihat parasnya yang cantik itu, melebihi paras semua yeoja yang ada di Milky Way ini, berbeda dengan sebelumnya, saat ini aku semakin mencoba menghilangkan jarak diantara kita, tetapi kabut yang datang entah darimana asalnya itu, menghilangi pandangan mataku dan dalam sekejap mata dia menghilang dari peredaran pandanganku. Hanya meninggalkan diriku yang terpaku ditemani kabut yang semakin tebal disekelilingku.

Saat aku mencoba memasuki kabut dimana dia menghilang tadi,

“Tuanku yang Mulia, bangun..” sebuah suara terdengar olehku suara yang sangat kukenali, suara pengawal Kim, “Tuanku yang Mulia, air hangat untuk mandi Tuangku yang Mulia sudah siap begitu juga aromaterapi yang anda sukai sudah saya masukkan kedalamnya, Pangeran..” ucapnya lagi saat melihatku membukakan mataku yang sedari tadi asyik kupejamkan.

Rupanya pertemuan tadi itu hanyalah mimpi, dan saat aku terbangun dari tidurku aku tidak bisa mengingat bagaimana paras dari wanita yang kutemui itu, yang aku ingat hanyalah namanya, Im Yoona.

“Im Yoona,” gumamku pelan, tidak mengacuhkan pengawal Kim yang tangannya kini menggenggam tanganku yang masih terkulai lemas diatas bantal,”Pangeran, hari ini adalah hari Penobatanmu sebagai Pangeran Mahkota yang resmi,” ujarnya lagi disela kesibukannya tangannya yang kini sedang menyeretku paksa menuju kamar mandi, yang tak jauh dari ranjang yang baru saja kutiduri.

“aku bisa sendiri, Pengawal Kim,” sergahku saat tangan lihainya sudah mencoba membuka piyama tidurku yang berwarna keabuan, “Aigoo, kenapa kau harus malu-mal?” godanya lagi,”Sudah tidak ada waktu, makanya biarkan aku membantumu,” tolaknya smabil terus membuka pakaianku satu persatu.

“Air hangatnya sudah pas kan Pangeran?!” teriaknya dari balik pintu,

“Iya, sudah pas,” jawabku malas,

“Aromaterapi sweet lavendernya cukup kan Pangeran? Tidak terlalu menusuk hidungmu?!” teriaknya lagi,

“Ne,” aku mencoba menahan kesabaranku karena dia sudah aku anggap hyungku sendiri,

“Apa kau butuh handuk lagi?!” tanyanya lagi, kali ini dia mengetuk pintu kamar mandiku, Lagi(?)

“Sudah! Jangan ganggu aku lagi, bukankah kau bilang aku hampir kesiangan untuk peristiwa besarku ini!” bentakku dari dalam kamar mandi, sukses membuat pengawal Kim yang cerewet itu terdiam.

.

.

.

“Ini naskah pidato anda, Tuanku yang Mulia,” ujar Pengawal Kim sambil menyodorkan selembar kertas yang sudah dipenuhi huruf yang menari-nari membentuk untaian kalimat, yang diperuntukkan para pendudukku yang akan melihat upacara penobatanku yang sengaja diadakan secara umum.

.

.

.

.

Author POV

Ditempat yang berbeda,

Di pagi hari yang cerah itu, sinar matahari sudah siap menyusupi sebuah kamar dimana ranjangnya yang mungil itu menghadap jendela, membuat cahaya matahari yang masuk bisa langsung menghangatkan seseorang yang sedang terbaring, tertidur nyenyak ditemani mimpinya yang indah itu.

“Yoona-ya mau sampai kapan kau tidur?!!” teriak seorang namja yang kemudian menarik selimut kesayangannya yang bergambar kepala beruang itu,

“Argh, jeballl… aku semalam baru saja membereskan semua kue pesanan kerajaan sampai larut malam, ijinkan aku tidur lebih lama,,” ujar Im Yoona, yeoja yang masih terbaring indah diranjangnya yang mungil itu, matanya masih terpejam saat dia melontarkan kalimat yang seperti sebuah protes itu kemudian dia menelusupkan kembali wajahnya ke bantal kesayangannya itu.

“Tapi kan hari ini adalah hari libur bersejarah, kau tahu kan Pangeran Kris akan dinobatkan sebagai Pangeran mahkota secara resmi. Dan itu semuanya dilaksanakan terbuka untuk umum, kau! Penduduk Polaaris sangat beruntung bisa melihatnya, maka dari itu ayo mandi!” desissnya lagi kepada yeoja yang baru saja seminggu tinggal bersama keluarganya dan bekerja di toko rotinya itu, menggantikan Kangta yang sedang berlibur keliling Milky Way selama dua minggu ini. Namja itu tidak habis akal, kakinya melangkah menuju kamar mandi yang tak jauh dari ranjang Yoona, dan dia kembali membawa gayung yang berisi air.

BYUURRR!!!
segayung air tersebut sukses tersiram ke kepala Yoona yang masih tertidur itu,

“YA! Sudah kubilang aku ngantuk!” dengus Yoona kepada Nino, namja anak pemilik toko roti tempatnya bekerja, sekaligus anak dari pemilik rumah yang dia tinggali saat ini,

.

.

.

“kau benar-benar membuatku gila,” desis Yoona didalam kereta kuda yang mereka tumpangi bersama,

“Maaf, tapi aku hanya ingin memperlihatkanmu seorang Pangeran –Pangeran yang selalu menjadi main cast dalam setiap cerita negeri dongeng itu,”imbuh Nino sambil menangkupkan kedua tangannya, meyakinkan Yoona bahwa dia sudah cukup merasa bersalah.

.

.

#kalau saja kau tahu sudah berapa banyak Pangeran yang aku temui, Pangeran-Pangeran yang seharusnya tidak aku temui#rutuk Yoona.

.

.

Dihadapkan pada satu pilihan itu sangat sulit, disatu sisi kau tak ingin kehilangan anakmu dan ingin membahagiakan anakmu dan disisi lain kau harus bisa lebih mempertimbangkan masa depan kerajaanmu dengan mengorbankan anak dan kebahagiaannya.

Raja Leeteuk terpekur sendirian ditengah ruangan kerjanya yang biasa dijadikan tempat berpikir, padahal orang-orang sedang sibuk mempersiapkan segala keperluan untuk penobatan Pangeran Mahkota Kris, Raja Leeteuk memikirkan segala masalah yang menyangkut penduduk kerajaaannya dan segala hal tentangnya. Sudah beberapa hari ini dia tidak tidur, karena dia terlalu takut dengan mimpinya sendiri, wajahnya sudah dia buat setegar mungkin, namun tetap saja wajah lelah dan rasa khawatirnya mengenai masa depan yang sudah diintipnya itu membuatnya tidak bisa terlelap sama sekali.

“Yang Mulia Rajaku, kenapa akhir-akhir ini kau terlihat lesu sekali? Apa ada yang mengganggu pikiranmu?” tegur Ratu Victoria saat mendapati suaminya yang sekaligus Raja di kerajaan ini sedang termenung sendirian diatas singgasananya, Ratu Victoria melihat Raja Leeteuk sedang duduk dan tertunduk lesu dengan tangannya yang menopang dagunya dengan lemah.”Apakah masih berhubungan dengan masa depan para Pangeran dan Raja Kimura?” tanya Ratu Victoria hati-hati.”Ya adindaku, semalam aku bisa melihat bagaimana beberapa Pangeran sudah bertemu dengan gadis yang ditakdirkan bisa menghentikan penyerangan Raja Kimura,” jelas Raja Leeteuk sambil menatap keatap dengan tak jelasnya dia hanya bisa memanyunkan bibirnya itu.

”Bukankah itu merupakan hal yang bagus Rajaku? Dengan begitu pertemuan mereka dengan gadis itu tidak akan memakan waktu yang lama,” ujar Ratu Victoria, selain dia Ratu-Ratu lain dikerajaan di Milky Way ini juga mengerti apa dan bagaimana Raja Leeteuk ini melihat masa depan yang diprediksikan akan terjadi penyerangan ini,”Memang benar jika hal itu terjadi akan mempercepat perubahan masa depan itu, namun justru penyerangan ini dipicu oleh kutukan Lady Rose adinda, kau masih ingat kan cerita ayahandamu yang saat itu menjadi penasihat ayahandaku? Dia bercerita mengenai kutukan seorang yeoja yang disebut Lady Rose,” cerita Raja Leeteuk, dia bisa menangkap kebingungan Ratunya.

.

.

.

“Ayahanda, persiapan upacara telah selesai. Sepertinya ayahanda Raja harus segera bersiap menuntun ananda mengucapkan sumpah,” ujar Pangeran Kris yang tiba-tiba datang saat Raja Leeteuk akan menceritakan mengenai kutukan cinta Lady Rose yang meresahkannya itu.

“Baiklah, sebentar lagi ayahanda akan menyusulmu dengan Ibunda Ratu,” jawab Raja Leeteu, Pangeran Kris pun melangkah menyusuri koridor panjang kearah luar istananya dimana upacara itu akan diselenggarakan dihadapan publik Capella. “Kutukan seoang yeoja yang disebut kutukan Lady Rose?” gumam Pangeran Kris dahinya mengerut dan kedua alisnya saling bertaut, tadi saat dia tiba-tiba masuk dia tidak sengaja mendengar percakapan kedua orangtuanya itu, dan sangat terlihat dengan jelas ekspresi wajah Raja Leeteuk ayahandanya yang terlihat sangat lelah dan resah, memikirkan suatu masalah.

.

.

.

“Baiklah… saya, Penasihat resmi kerajaan Capella akan membuka upacara Penobatan Pangeran Mahkota kita semua, Pangeran Kris..” suara seorang namja yang memang seorang penasiihat kerajaan Capella itu sudah terdengar, membuat suara sorak sorai dari para penduduk semakin terdengar jelas. Namanya bisa terdengar disela-sela teriakan para penduduknya, bagaimana dia begitu dielu-elukan dan sangat dicintai para penduduknya, meski jarang sekali penduduk kerajaan Capella ini melihat wajah sang pangeran.

 

“Wah ramai sekali, sepertinya semua penduduk berkumpul dihalaman istana ini ya,” gumam Yoona takjub akan pemandangan yang dilihatnya, terlihat penduduk Capella sedang bersorak-sorai dan memadati halaman kerajaan yang luas itu. Karena saking penuhnya penduduk yang datang, halaman istana yang luas itu terlihat sempit. “Iya Yoona, tuhkan untung saja kau kuajak! Dasar pemalas, tukang ngorok!” Yoona tersentak mendengar ledekan Nino.

AUW!!” Nino kesakitan karena tangan Yoona yang menyubit pipinya dengan gemas,”Awas kau bicara yang tidak-tidak,” ancam Yoona tidak suka namja yang usianya berada dibawahnya itu mulai bertingkah tidak sopan kepadanya.”Dasar nenek sihir!” gerutu Nino sambil memegangi pipinya yang sepertinya beberapa jam lagi akan membengkak karena serangan mendadak Yoona itu, gerutuannya berhasil membuat Yoona mendelik kembali dan sekarang pinggangnya yang menjadi korban cubitan tangan Yoona.

Kedua pasang mata mereka kembali fokus memandangi penduduk Capella yang sedang merayakan penobatan pangerannya,”Ah andai saja di Polaris juga bisa seperti ini, tentu aku bisa tahu Pangeran Kerajaan Polaris itu seperti apa wajahnya, aku hanya tahu namanya Luhan saja,” gerutu Yoona meski pelan tapi Nino yang sedang berada didekatnya tentu bisa mendengarnya,”Memangnya kau mau apa jika bertemu dengannya?” tanya Nino, mencoba menggoda Yoona kembali tapi takut bagian tubuhnya yang lain menjadi korban cubitan Yoona yang seperti aliran listrik.

“Tidak apa-apa, aku hanya penasaran,” sahut Yoona tipis, #hanya saja, aku sudah bertemu dengan kelima Pangeran lain dan akan bertemu Pangeran Kris ini, lalu adakah kesempatan bertemu pangeran Luhan?meski sebenarnya aku tidak boleh bertemu para Pangeran# ujar Yoona, penasaran dengan sosok Luhan juga tidak kalah dicintainya oleh penduduk Polaris.

 

“Nino, aku haus aku bawa dulu minum ya disana,” Yoona menunjuk sebuah kedai makanan dan minuman yang tak jauh dari halaman istana, para pedagang mulai menjajakan dagangannya sekalian ingin melihat upacara penobatan sang Pangeran.

Karena kerumunan orang yang ingin melihat penobatan itu semakin banyak, membuat Yoona tidak bisa menemukan sosok Nino, #Nino, kau dimana?# Yoona mengelap keringatnya yang dingin, tubuhnya yang masuk kedalam kerumunan orang yang saling berdesakan, membuat tubuhnya tertarik kesana kemari.

“AAAAHH!!” teriaknya saat seseorang mendorongnya dan membuatnya terjerembab jatuh kedepan, tangan dan lututnya menahannya saat jatuh tadi. Yoona baru sadar kalau dia sudah terdorong jauh kedepan halaman istana, dan #OMO!!# “Kau tidak apa-apa?” tanya suara berat yang menghampirinya dari arah pintu istana.

Yoona menengadah melihat pemilik suara yang kemudian mengulurkan tangannya, seorang namja berparas tampan, dengan perawakannya yang jangkung, pakaian resmi kerajaan terbalut indah ditubuhnya yang sangat bagus itu, sebuah setelah jas berwarna kemerahan dimana dibahu dikanan dan kirinya terlihat jelas ada lambang pangkat yang berjejer rapi, juga ada selendang resmi yang dimiringkan dari bahu kiri ke pinggangnya sisi kanannya berwarna emas dengan sisinya yang kemerah-merahan,menambah indah penampilannya itu.

Ah, dan matanya itu sangat indah, dihiasi iris mata cokelat hazel menatap lembut pada Yoona yang masih belum sadar kalau dia sudah menjadi tontonan banyak orang, penduduk kerajaan Capella. Yoona yang sudah menyadarinya kemudian mengedarkan pandanganya keseluruh penjuru #memalukan# rutuknya, kemudian tanpa memedulikan lukanya Yoona berlari menerobos kerumunan orang, meninggalkan Pangeran Kris yang masih terpaku melihat reaksinya.

.

.

.

.

Upacara berlangsung khidmat setelah peristiwa menghebohkan Yoona tadi, Raja Leeteuk dan Ratu Victoria tidak mengetahui kejadian tersebut, mereka berdua hanya melanjutkan upacara dan pengambilan sumpaah anandanya Pangeran Kris dengan tenang.

.

.

.

Sementara itu… Yoona masih menangis tersedu-sedu bukan karena rasa sakit akibat luka lebam yang didapat lutut dan sikut tangannya melainkan karena dia sungguh malu, sudah cukup peristiwa di pernikahan Lee Jieun membuatnya malu..

“huhuhuhuaaah..” Yoona mencoba mengeluarkan segala perasaan didalam hatinya yang sudah bercampur aduk, dan dia terjatuh di depan seorang Pangeran lagi. Hmmm #Takdir apa yang aku miliki bersama para Pangeran itu# ujar Yoona didalam hati disela-sela tangisnya yang semakin meledak.

.

.

.

Pangeran Kris POV

“Kau sudah menemukan yeoja yang terjatuh tadi?” bisikku kepada Pengawal Kim yang berdiri tak jauh dari singgasanaku,

“Ya Tuanku Yang Mulia, yeoja tadi sedang duduk dibangku taman belakang istana,” jelas Pengawal Kim,” Kalau begitu bantu aku mencari alasan saat Raja dan Ratu mencariku,” Pangeran Kris langsung pergi dari singgasananya saat Raja dan Ratu tidak memerhatikan.

.

.

.

“Jangan menangis lagi, nanti wajahmu jelek seperti luka yang ada dilutut dan sikutmu itu,” ketus Pangeran Kris yang datang dari arah halaman depan istana, dia mengulurkan saputangannya.

.

.

Saat yeoja itu menyadari ada seseorang yang melihatnya sedang menangis, yeoja tersebut malah semakin menundukkan wajahnya dari hadapanku, semakin membuatku penasaran.

Akupun membalikkan badannya saat aku sudah duduk dengan sempurna dibangku taman disamping, “Peristiwa itu hanya sekejap juga akan segera berlalu,” ucapku mencoba menenangkan yeoja yang masih menangis didepanku ini, entah karena airmatanya atau apanya yang jelas manik matanya terlihat begitu indah semakin emmbuatku ingin terus menatapnya, seperti saat dia terjatuh tadi, matanya itu sangat meneduhkan dan sepertinya aku terjebak daam pesonanya.

Kedua tanganku terulur meraih wajah seorang yeoja didepanku, getaran ini sangat berbeda aku bisa merasakan sebuah getaran yang aneh saat bersamanya seperti saat ini, tanpa terkendali tanganku meraih wajahnya yang masih menunduk sesenggukan menahan airmatanya untuk jatuh, kutangkupkan kedua tanganku diwajahnya, dan jari jempolku dengan lihai menghapus airmatanya yang sudah beberapa kali jatuh dari matanya yang indah itu.

Tanpa sadar tangaku meraih puncak kepalanya dan mengelusnya pelan, “Gwenchana, semuanya akan berlalu,” ucapku, yeoja tersebut sangat kaget dengan sikapku yang terkesan tiba-tiba kepadanya itu tapi kurasa dia juga tidak bisa menghindar dan menolak pesonaku, karena saat ini dia hanya terdiam dan menghentikan tangisnya didepanku, aku memeluknya pelan, dan melepas pelukannya itu hanya untuk melihat matanya kembali.

Kucium pelan keningnya yang tertutupi poni rambutnya itu, aku merasa kan sekali jantungku berdebar tak menentu tetapi tangan dan mataku ini tidak bisa berhenti untuk memeluk, menyentuh dan memandangi yeoja didepanku ini, sesuatu telah terjadi padaku dan aku takut akan reaksi yang tubuhku berikan padanya, mungkinkah dia seorang penyihir??
“YOONA-ya!!” trdengar suara teriakan seorang namja saat tubuh yeoja didepanku masih kubenamkan dalam pelukanku yang hangat.

“Yoona-ya, kau tidak apa-apa? Aku mencarimu kemana-mana,” ujar namja itu,#Oh jadi namanya Yoona, nama yang indah seindah pemiliknya# aku tersenyum tanpa sadar saat aku tahu namanya namun, seketika saja Yoona dan namja tadi sudah menghilang dari hadapanku saat aku kejar mereka, mereka sudah terlanjur berada didalam kereta kuda dan meninggalkan aku….

 

Yoona POV

“Maaf Pangeran Kris, aku harus pergi… gumamku saat melihat dia mengejarku dibelakang.

 

Author POV

“Kau sungguh tidak tahu tata krama! Sudah berapa kali aku mencoba mendisiplinkanmu?!!” bentak ayahanda Raja yang sedang mengamuk karena tingkah Pangeran Kris yang menghilang begitu saja saat acara masih berlangsung. Ayahanda Raja Leeteuk saking memuncaknya amarah membuat dia sibuk memegangi pelipis kiri dan kananya karena pusing akan tingkah Pangeran Kris.

“Maaf ayahanda,” ucap Pangeran Kris masih menunduk, lalu tiba-tiba Raja Leeteuk yang masih disinggasananya pun pingsan…

.

.

“Rajaku!” teriak Ratu Victoria saat melihat suaminya Raja Leeteuk pingsan…

“Panggil dokter kerajaan, jangan malah melamun Pangeran Kris!!” bentak ibunda Ratu Victoria saat melihat Pangeran Kris yang justru kebingungan dan sempat-sempatnya melamun.

.

.

.

To be continue…

 

p.s:gak mau banyak cuap-cuap ah, lagi bete.. ngeliat layoon dikit yang baca, hehehe pada milih-milih pairingnya ya? Hiks, Tinggalin jejak dan jangan lupa RCL nya. Gomawo #bowbarengNinomiya-sangcameo

 

 

Advertisements

3 thoughts on “[FF Freelance] Royal Beethoven: Capella Kingdom

  1. Jadi penasaran dengan makna kata2 didalam mimpi Raja leetuk…. apakah nanti di saat perang dengan raja Kimura pangeran Kris yang menjadi korbannya agar kerajaan Milky Way bisa tentram dan damai?????…. Lanjut

  2. Raja leetuk kenapa???
    Berharap bukan kris yang dikorbankan..
    Annnndddwwweeee….
    Ditunggu lanjutan ffnya thor…
    Keep working

  3. Penasaran sama mimpi raja leeteuk sebenarnya?? Jangan bilang kalo bakalan ada sesuatu yang buruk terjadi sama pangeran kris
    Oke ditunggu part selanjutnya

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s