[FF Freelance] ‘Big’ Baby (Chapter 2)

bbo3

©andinarima by http://cafeposterart.wordpress.com

 

Title : ‘Big’ Baby

Cast : Oh Sehun (EXO-K) Baek Sumin

Suppor Cast : Kim Jongin (EXO-K)

Author : OhLala (@Lalalilulelooo)

Genre : Romance, Comedy, Fluff, Angst.

Lenght : Chapter

Rating : T

Previous : Prolog, Chapter 1,

Disclaimer : This Fanfiction just fiction and the story is from my mind. Don’t try to copypaste.

And i’ll post it in some blog, especially in my blog http://storyoflalakarisma.wordpress.com

 

 

 

 

[Strange Vibration]

 

Baby’s the most cutie person in the world

They are so amazing with them laugh

               

                Sumin masih ada didalam kelasnya, membereskan beberapa perlatannya dan memasukkan kedalam tas. Setelah itu Sumin menyandang tas tersebut diatas pundaknya yang mungil lalu mulai mengayunkan kaki untuk meninggakan ruangan itu.

 

“Se-sehun” ujarnya terkaget, tiba-tiba saja hidung lelaki albino itu ada didepan matanya.

 

“Hai” Sehun tersenyum lucu menyapanya dalam jarak sedekat ini.

 

“Kau? Mengapa kau ada disini?” Sumin melangkah mundur, menjaga jarak dengan Sehun sebelum terjadi apa-apa setelahnya.

 

“Aku kan sudah mengatakan akan menjemputmu bukan?” Sehun kini mendekatinya dan Sumin semakin mundur dibuatnya.

“Kau tampak ketakutan, heh?” Sumin menggeleng, menjawab pertanyaan danpernyataan Sehun. Sehun tersenyum miring.

 

“Kai oppa” Sumin memekik melihat lelaki berkulit hitam itu melintas dibelakang Sehun. Ia menoleh, wajahnya tampak kusut begitujuga dengan pakaiannya. Kai merupakan mahasiswa Seni dan sangat jarang melewati Departement Sastra seperti ini. Lelaki itu terhitung dekat dengan Sumin karna saat masa orientasi dulu Kai selalu membantu Sumin disaat gadis itu kesusahan, Ia merupakan ketua perkumpulan mahasiswa.

 

“Sumin”

 

“Kau mengapa ada disini oppa?” Sumin melangkah maju, meninggalkan Sehun dan menghampiri Kai.

 

“Eum, itu. Aku sedang ada urusan”  Sumin hanya bisa mengangguk, karna wajar saja Kai sibuk. Bukannya Ia ketua perkumpulan mahasiswa? “Aku duluan ya Min-ah” Kai sedikit mengacak rambut Sumin dan berlalu begitu saja.

 
“Sumin, kau baru saja mengacuhkanku!” protes Sehun. Sumin menoleh malas, “Kau tidak ingat dengan peraturan yang Aku buat? Apa perlu Aku mengingatkannya?”

 

“Ya, Ya, Maaf. Aku hanya heran saat Kai melewati departement ini”

 

“Ayo pulang”

 

“Eum, tapi apa boleh Aku ke toilet dulu. Hm?”

 

*

 

Sumin bersenandung kecil memasuki toilet, diluar hari memang sudah gelap dan sedikit mahasiswa yang ada di kampus jadi tak heran di toilet sepi.  Setelah selesai dengan urusannya Sumin berkaca didepan cermin sedikit membenahi penampilan, tapi mengapa Ia seperti selalu ingin rapi begini setiap bersama Sehun?

 

Hiks hiks.. Suara isakan itu semakin terdengar, sejak tadi sebenarnya Sumin sudah mendengar hanya saja Ia tidak menghiraukannya. Kini semakin terdengar dan bahkan sangat menyayat hati. Sumin menatap pintu kamar mandi paling ujung dengan penasaran.

 

“Apa ada orang disana?” tanyanya. Tangisan itupun terhenti.

 

“Hei, mengapa menangis dikamar mandi?”tanyanya. Namun tak ada tanggapan, Sumin menghiraukan hal tersebut dan hendak berjalan keluar dari kamar mandi. Tak lama terdengar suara debaman pintu dan seorang gadis dengan pakaian lusuh keluar dari dalamnya. Sumin mengenalnya, seorang sunbae dari departement sastra.

Ia teringat akan Sehun yang menunggu diluar kamar mandi, matilah dia pasti Sehun akan mengamuk setelah ini.

 

*

 

Benarkan? Ia pasti akan mengamuk dan mengocehi Sumin selama diperjalanan.

 

“Kau mengapa lama sekali? Apa kau tidak tau kakiku pegal menunggumu didepan toilet wanita.” Ocehnya. “Setelah ini kau harus memijatkan kakiku.”

“Sejak kapan aku bisa menolak perintahmu Tuan Oh”

 

“Bagus”

 

“Eum, tapi kapan Aku bisa berhenti menjadi Babysittermu?” tanya Sumin hati-hati. Sehun membelalakkan matanya, babysitter? Ia fikir aku anak kecil. Pikir Sehun.

 

“Kau bilang apa?”

 

“Kapan aku bisa berhenti menjadi pengasuhmu?”

 

“Pengasuh?”

 

“Iya pengasuh, bukannya aku pengasuhmu? Menyiapkan bajumu setiap hari, menyiapkan sarapan, menyisirkan rambut, membersihkan apartementmu, menemanimu belajar. Dan oh, apalagi ya?” pengasuh? Bukannya ini lebih mirip seperti istri yang merangkap menjadi pembantu, wakss!

“Jadi, kapan Aku bisa berhenti menjadi pe-ngasuhmu?” Sehun menepikan mobilnya setelah perkataan Sumin barusan. Menatap tajam gadis disampingnya, mengintimidasi.

 

“Kau tidak akan pernah berhenti menjadi pengasuhku atau apalah itu yang kau sebut. Kau akan selalu ada disampingku” ujarnya tegas, tatapannya menghunus menembus lensa mata Sumin. Kenapa darahnya tiba-tiba berdesir saat ditatap Sehun seperti ini? Ada getaran aneh.

 

*

 

Sumin benar-benar menggerutu kesal saat ini, setelah memijat kaki Sehun lelaki itu dengan seenaknya menyuruh Sumin mengerjakan tugasnya. Bukan apa-apa, masalahnya lelaki itu kini tengah asyik bermain games digadget kesayangannya. Dan lelaki gila itu ada di jurusan management dan menyuruh Sumin yang bodoh yang berasal dari jurusan sastra mengerjakan tugasnya. Bahkan Sumin belum mengerjakan tugasnya sendiri .

Ia melihat Sehun menguap dari sudut matanya, dasar bocah, jam 9 malam saja sudah mengantuk runtuk Sumin didalam hati, mengejek Sehun. “Sumin-ie­. Apa masih lama? Kau lelet sekali mengerjakan tugas yang sedikit itu. Aku mengantuk”

 

“Apa otak bodohmu tidak sanggup mengerjakan soal itu?” tanya Sehun polos, Ia berjalan mendekati Sumin dan melihat tugasnya. Sehun tertawa mengejek, bahkan Sumin baru mengerjakan sedikit.

“Sehun bodoh, Aku tidak mengerti. Apa kau tidak tau aku ini sangat bodoh!” pekik Sumin, hampir menangis.

 

“Kau jangan berteriak padaku, lebih baik kau membuatkanku Coklat panas” Sehun mendorong Sumin dari kursinya dan duduk disana.

 

“Mengapa tidak dari tadi saja mengerjakan sendiri, merepotkan” gerutu Sumin, gadis itu kini menghentak-hentakkan kakinya menuju dapur.

 

“Aku mendengarnya Sumin”

 

*

 

Sumin menatap Sehun yang kini terlelap diranjangnya, sungguh seperti Bayi. Kulit putih susunya, pipinya yang gembul karna terlalu sering memakan coklat akhir-akhir ini serta bibir mungilnya yang berwarna merah itu membuat Sumin ingin… ya, ya, Sumin! Apa yang kau fikirkan saat ini?!

Sumin menggelengkan kepalanya, kini mata gadis itu teralih pada lengan Sehun yang berbentuk, kekar. “Sumin, apa kau sedang berfikir apa?” Ia memukul kepalanya sendiri dan memilih untuk pulang, memang sudah malam. Tapi tidak mungkinkan Ia menginap disini? Ia belum pernah sekalipun menginap di apartement Sehun dan akan tetap pulang walaupun hari sudah menginjak tengah malam. Ini juga gara-gara Sehun, kalau saja lelaki itu tidak meminta Sumin menemaninya hingga terlelap pasti Ia tidak akan pulang semalam ini.

 

“Sumin kau mau kemana?” tegur Sehun. Sumin berbalik, menatap heran Sehun.

 

“Kau mau kemana hmm? Aku menyuruhmu untuk menemaniku bukan? Mengapa kau melanggar perintahku?” Sehun berkata panjang, ia terduduk diranjangnya lalu mengucek mata. Persis seperti bayi.

 

“Kau belum tidur?” tanya Sumin.

 

Sehun menggeleng “Aku belum tidur, kau disini saja ne” bagaimana bisa lelaki berumur 20 tahun dan bertubuh tinggi ini merengek manja kepadanya?

 

“Min-ie, ayo duduk disini. Aku tidak bisa tertidur” Sehun menepuk-nepuk ranjangnya yang dibungkus sprai berwarna hitamnya.

 

Arraseo!”

 

“Min-ie kau tepuk-tepuk punggungku ne” pinta Sehun.  Sumin menurutinya lalu mulai menepuk punggung Sehun dan sesekali mengusapnya.

 

“Min-ie kau tidak mengantuk?”

 

“Kau tidur saja yang cepat”

 

“Kau harus menjawab pertanyaanku!” paksa Sehun.

 

“Dasar tukang paksa! Aku sangat mengantuk dan cepat tidur, jangan terlalu banyak berbicara” kali ini Sumin menepuk keras punggung Sehun.

 

“Awww”

 

“Cepatlah tidur Oh Sehun”

 

“Kau bisa menyanyikanku?” tanya Sehun, seorang Baek Sumin kini benar-benar berada pada titik didihnya. Ia akan meledak sebentar lagi.

 

TBC

 

Maaf kalau kependekkan. Aku gak bisa buat FF yang lebih dari 1000 kata. 

6 thoughts on “[FF Freelance] ‘Big’ Baby (Chapter 2)

  1. Yatuhann … This is … Really Sehun ? Aku sampe ngeri mikirinnya .. Sumpah ! Kalo biasanya Sehun itukan jadi Ice Prince , eh disini malah jadi Big Baby , yatuhann ..

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s