[FF Freelance] Chance? (Chapter 1)

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Title           : Chance?

Author      : Candie Angevine

Rated        : T

Length      : Chaptered

Genre        : Drama, School-Life

Cast(s)       :

–          Kim Jongin

–          Oh Sehun

–          Shin Haneul

–          Ahn Hyesung

Disclaimer   : The Story is pure mine and already posted in leangevinesworld.wordpress.com ^^

~ ~ ~

Chapter 1 : Come Back

 

Shim Haneul membawa langkahnya masuk ke pelataran Gyunghan High School. Tangan kanannya yang mungil digunakan untuk menjinjing tas, sementara tangan kirinya untuk memegangi peta sekolah. Gadis cantik berambut coklat cerah itu menengadah, memandangi gedung kokoh bercat putih di hadapannya. Dari sudut pandangnya, tidak ada satu hal pun yang berubah, semuanya masih sama seperti yang terakhir kali dia ingat. Gedung itu masih tampak indah, dengan aksen-aksen pastel pada beberapa sisi dinding serta tanaman hijau yang setia mengelilingi.

Tetapi sekalipun merasa begitu senang karena mampu kembali ke tanah air dan sekolah lamanya, garis-garis wajah cantik Haneul tidak tampak mendukung suasana hatinya. Alih-alih menyunggingkan senyum, rahang gadis itu malah mengeras, membuat wajahnya tampak begitu datar. Bahkan tidak ada jejak bahwa seberkas emosi pernah hinggap disana. Namun, mungkin lebih baik begitu. Dia harus menjaga emosinya agar tetap terkendali, karena kepulangannya ke Seoul kali ini bukan untuk bernostalgia, tapi untuk menata kembali hati dan hidupnya.

Sepasang bola mata coklat tua kepunyaan Haneul beralih menuju peta sekolah dalam genggamannya. Dia meneliti bagian-bagian denah itu dengan sabar, menghafal—atau tepatnya mengingat kembali, letak-letak ruangan yang tertoreh disana. Namun usai melihat keseluruhan peta itu, dia menghela napas berat. Kelas Sastra, kelas pertama yang diambilnya, akan segera dimulai dalam waktu lima menit, namun sialnya kelas itu terletak di lantai dua gedung B. Dan itu berarti, cukup jauh dari tempatnya berpijak.

Setelah berjalan melewati gimnasium yang terletak di penghujung gedung A, serta beberapa koridor, kini pada akhirnya Haneul sampai di hadapan pintu mahoni bercat hitam dengan tulisan kapital berbunyi ‘Literature Class, Han Yung Seo’. Gadis itu berhenti sejenak, memikirkan kata-kata sopan yang nantinya akan dia ucapkan, serta berusaha mengeyahkan rasa gugupnya. Tidak, tentu saja Haneul bukan merasa gugup karena ini adalah hari pertamanya kembali, namun karena di dalam sana ada seseorang dari masa lalunya, seseorang yang menjadi alasannya kembali kesini.

“Aku melihatmu berdiri disana sejak tadi. Apakah ada yang bisa kubantu?”

Suara itu membuyarkan segala lamunan dalam kepala Haneul, menariknya kembali ke alam sadarnya. Dia mengerjapkan matanya beberapa kali, kemudian menatap sosok wanita paruh-baya dengan lipstick merah merona melongok dari pintu mahoni di depannya dengan fokus. Wajah wanita itu tampak membosankan, tipikal guru sastra kebanyakan, dan dia memandangi Haneul dari balik kaca mata tebalnya dengan jengkel.

“Apakah ada yang bisa kubantu, nona muda? Bila tidak, aku akan kembali melanjutkan kelasku.” Wanita paruh-baya itu kembali bersuara, kali ini nadanya terdengar lebih ketus dan penuh penekanan, membuat Haneul sekuat tenaga harus menahan diri agar tidak mendengus sebal tepat di depan wajahnya.

“Jweiseonghamnida, sem.” Haneul membungkukkan badannya dalam-dalam, berusaha tampak sesopan mungkin di hari pertamanya. “Saya Shin Ha—”

“Ah, kau pasti si murid baru itu.” Wanita paruh-baya itu memotong ucapan Haneul sekenanya. Dia membenarkan letak kaca mata pada hidung bengkoknya sejenak, sebelum kemudian mendorong pintu kelasnya hingga terbuka lebar. “Cepat masuk. Kau terlambat di hari pertama semester ini, dan aku tidak mau keterlambatanmu mengacaukan kelasku.”

Haneul mendesah pelan dan memutar bola matanya malas tepat ketika si wanita berbalik. Dengan enggan dia kemudian melangkah masuk ke dalam kelas, mengikuti jejak si wanita, lalu berdiri tepat di depan kelas. Dia tidak membuka bibirnya barang sedikitpun, hanya berdiri dalam diam menanti instruksi.

“Aku yakin kalian sudah mendengar tentang kehadiran seseorang yang akan bergabung dengan kita di semester ini. Dan ini dia. Nona, silahkan perkenalkan dirimu.”

Alih-alih langsung bicara, Haneul memilih untuk menyapu pandang seisi kelasnya lebih dulu. Mungkin sedikit tidak fokus, mengingat orang-orang yang berada dalam kelasnya tampak begitu asing, namun pada akhirnya dia berhasil menemukan sosok yang dia cari. Sosok itu terduduk di tengah ruangan, dengan earphone menggantung pada kedua telinganya. Masih tampak sama seperti yang terekam dalam ingatannya, dengan kulit tan, bibir plum, dan bola mata jernih yang indah.

Sudut bibir Haneul berkedut, kemudian tertarik membentuk sebuah senyum miring penuh arti. Tidak ada lagi rasa gugup yang menyerang, hanya ada gejolak aneh yang menanti untuk dibebaskan. Selang beberapa saat, Haneul baru ungkap bicara, “Annyeonghasiminikka. Shin Haneul imnida. Please take good care of me. Gamsahamnida.”

“Baik, terima kasih perkenalannya. Aku Han Yung Seo, guru Sastra sekaligus wali kelasmu.” Si wanita paruh-baya itu pada akhirnya memperkenalkan diri. Tangannya terlipat angkuh di depan dada, sementara dari balik kaca matanya, kini dia memandangi seisi kelas, mencari sebuah kursi kosong. “Dan sekarang, kau bisa duduk di sebelah Cha Seulmi. Seulmi, angkat tanganmu.”

Cha Seulmi mengangkat lengannya dan tersenyum ramah ke arah Haneul. Dia gadis manis berkulit langsat dengan rambut hitam yang diikat kuda, namun yang membuat Haneul tersenyum puas saat ini, bukan karena paras cantik dan keramahan Seulmi, melainkan posisi kursi yang nantinya akan dia tempati. Cha Seulmi terduduk tepat di belakang sosok yang dicarinya. Dan itu berarti, akan ada banyak waktu baginya untuk melancarkan misi yang telah dia rencanakan.

Haneul membungkuk sekilas pada guru sastranya, memberi seulas senyum simpul, lalu berjalan kalem ke arah kursi kosong di sebelah Seulmi. Dengan sengaja dia mengambil jalan tepat di sebelah sosok yang dicarinya itu, dan tepat ketika mereka berpapasan, Haneul menarik sebelah earphone pemuda itu dengan gerakan lembut hingga terlepas.

Long time no see. Do you miss me, Kim Jongin?

 

2 thoughts on “[FF Freelance] Chance? (Chapter 1)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s