[FF Freelance] ‘Big’ Baby (Chapter 3)

bbo3

©andinarima by http://cafeposterart.wordpress.com

 

Title : ‘Big’ Baby

Cast : Oh Sehun (EXO-K) Baek Sumin

Author : OhLala (@Lalalilulelooo)

Genre : Romance, Comedy, Fluff, Angst.

Lenght : Chapter

Rating : PG-15

Previous : PrologChapter 1, Chapter 2,

Disclaimer : This Fanfiction just fiction and the story is from my mind. Don’t try to copypaste.Sorry, i think there are plagiator with same title. Please, don’t try to copy my fanfiction.

And i’ll post it in some blog, especially in my blog http://storyoflalakarisma.wordpress.com

 

[Who’s Baby?]

 

Pagi yang sangat manis bahkan ini lebih manis daripada sekedar satu sendok gula yang akan dicampurkan bersama satu cangkir teh manis nan hangat dipagi hari. Sehun masih bergulat dimimpinya, ntah apa yang sedang ia impikan. Mungkin sedang memimpikan author?

Begitupula dengan sesosok gadis yang ada dipelukannya, eum gadis? Apa? Gadis? Bukannya Sehun biasanya memeluk guling empuknya? dan sekarang berganti dengan seorang gadis, ulangi sekali lagi GA-DIS! Sehun kau memeluk seorang gadis!

Sang gadis terusik dalam tidurnya, maklum saja matahari sudah berada di atas pagi ini. Dan gadis yang ada dipelukan Sehun sudah terbiasa bangun pagi pantas saja ia terusik dalam tidurnya.

 

eungg..” erangnya, sedikit meregangkan tubuh.

 

“Se, sehun! Apa yang kau lakukan!!” teriak gadis ini histeris, ia berusaha menjauhi Sehun yang terlampau erat memeluknya bahkan Sumin sudah memukuli lengan kekarnya tetapi Sehun masih saja asik didalam dunianya. Sumin? Yeah, Ia tertidur saat menyanyikan Sehun tadi malam.

 

“Sehun!! Bangun! Atau aku tidak mau bersamamu lagi!”

 

“Oh Sehun!!”

 

“Jangan berisik” desisnya pelan dan bahkan Sehun semakin mengeratkan pelukannya ditubuh mungil Sumin.

 

“Sehun, Aku tidak mau dipeluk olehmu” kini Sumin mengecilkan suaranya.

 

“Ak- Baek Sumin! Mengapa kau tidur diranjangku!” Sehun berjengit dan segera terduduk, menatap sengit Sumin.

 

“Aku tertidur.” Ujarnya pelan, “Mengapa kau memelukku? Kau pikir aku ini guling jelekmu itu!”

 

Sehun terlihat mengusap tengkuknya, canggung “Ma-af, aku tidak tau itu kau. Kau terlalu nyaman untuk dipeluk” Sehun apa yang baru saja kau katakan? Nyaman? Mungkin ada sedikit kesalahan diotaknya.

 

“Apa?”

 

“Tidak, Aku lapar. Buatkan aku sarapan” perintahnya tiba-tiba. “Cepat Sumin! Aku mau susu strawberry dan roti panggang.”

 

“Kau lupa? Aku tadi mengatakan bahwa Aku tidak mau bersamamu lagi”

 

“Tapikan aku sudah melepaskanmu”

 

“Tapikan-“

 

“Apa? Atau kau ingin sesuatu terjadi pada-“

 

arra, arra! Kau tidak usah mengungkitnya. Aku akan membuatkanmu sarapan” Sumin bergegas turun dari ranjang Sehun, lalu merapikan rambutnya yang berantakan.

 

Sehun tertawa pelan sembari melihat Sumin yang sedang merapikan rambutnya gadis itu tampak menggerutu karna ancamannya barusan, Sumin mengapa kau sangat cantik pagi ini. Pikirnya. Lalu mengeleng-geleng pelan menepis segala pemikirannya terhadap Sumin. Jika saja waktu itu Sumin tidak menabrak mobil mewah Sehun hingga bamper-nya penyok dan lecet pasti saat ini gadis itu tidak berada dalam perangkap Sehun.

 

Sumin baru saja keluar dari rumahnya, Ia benar-benar sudah sangat terlambat sekarang apalagi Mr. Jang pagi ini akan mengadakan kuis dan Sumin tidak mungkin untuk tidak datang. Dari kejauhan sebuah mobil mewah melesat berlawanan arah dengan sepedanya. Tak disangka tabrakanpun terjadi, sang mobil yang ingin menghindari Sumin malah beralih menabrak Pohon hingga bamper depan mobil tersebut rusak parah.

“Hei kau!” suara berat sang pengendara menghentikan langkah Sumin yang akan lari bersama sepeda jeleknya.

“Kau harus mengganti kerusakannya!” ujar pria itu, Ia menatap Sumin marah sekaligus kesal.

 

“Mianhae Tuan, tetapi Aku tidak memiliki uang. Ayah dan Ibuku tidak disini” Sumin menggerutu kecil, Ia sudah sangat terlambat

 

“Apa peduliku!?Aku tidak peduli!”

 

“Apa tidak ada yang bisa aku lakukan selain itu? Aku benar-benar tidak memiliki uang”

 

“Tidak!” tandasnya cepat.

 

“Oh ayolah, Aku tidak bisa menggantinya” ucap Sumin memelas, Ia sudah seperti pengemis yang meminta-minta dijalanan.

 

“Hmm, kalau begitu jadilah pengasuhku” sudah hampir tiga bulan Sumin menjadi pengasuh Sehun dan pria itu mengatakan tidak akan mengijinkan dirinya terlepas dari Sehun. Kau akan selamanya menjadi pengasuhku!Itulah perkataan Sehun saat itu hingga Sumin memberanikan untuk tidak datang ke apartemennya dan keesokan hari Sumin mendapat kabar bahwa bengkel milik ayahnya terbakar. Dan kalian tentu tau bahwa itu adalah perbuatan Sehun. Sejak saat itu Sumin tidak berani melawan perintah bayi besar itu.

 

“Sehun! Anakmu menangis!” pekik Sumin, tak disangka sudah hampir 20 menit Sehun melamun dan ternyata gadis itu sudah berada didapur. Tunggu dulu, anak? Sejak kapan Ia memiliki anak?

 

“Anak? Aku tidak memiliki anak bodoh” setelah pekikan dahsyat dari Sumin barusan Sehun bergegas untuk segera tiba didapur dan benar saja suara tangisan bayi sangat terdengar dari sini.

 

“Lalu siapa? Sepertinya ada bayi didepan pintu” Sumin melirik pintu utama lalu diikuti oleh Sehun.

 

“Mungkin bayi tetangga” sahut Sehun cepat.

 

“Tetangga? Bukannya belum ada yang berkeluarga dilantai ini”

 

“Heh! Lalu bayi siapa didepan?!” ujar Sehun histeris. Ia berlari keluar dan mendapati seorang bayi didalam keranjang. Ia menangis dengan kencang dan bayi itu masih sangat merah. Sehun menatapnya malas tetapi berlainan dengan bayi itu yang memandangnya berbinar-binar.

 

“Sumin! Bayimu!!”

 

*

 

 

 

Sumin menatap Sehun dan seorang bayi dipangkuannya secara bergantian. Mengapa Ia bisa terjebak bersama dua bayi bodoh ini. Apa-apaan ini? Mengesalkan sekali!
Sehun masih saja asik dengan sarapannya dan susu stroberi bodohnya itu. Sedangkan Sumin berubah menjadi seorang ibu dadakan yang sedang menenangkan bayinya. Mengapa bayi kecil ini tidak mau diam.

 

“Sehun! Anakmu tidak mau diam” Sumin berteriak kesal, Sehun menatap bayi itu malas.

“Bukan anakku!”

 

“Tetapi dia diam saat bersamamu!” Sumin kembali berteriak dan meletakkan bayi itu dipangkuan Sehun, mau tak mauSehun mengambilnya karna diperkirakan umur bayi itu belum menginjak 1 bulan.

 

“Nah, dia diamkan? Berarti dia anakmu! Kau harus bertanggung jawab Oh Sehun si bayi besar” tawa Sumin menggelegar diruangan ini, puas bahkan sangat puas membuat seorang Oh Sehun kesal. Mengurus dirinya saja tidak bisa, bagaimana jika si bayi besar mengurus seorang bayi kecil. Haha.. Sumin tertawa puas hingga Ia tidak bisa menghentikannya.

 

“Hahaha, Sehun bagaimana ini? Aku tidak bisa menghentikan tawaku” Sumin terduduk di salah satu kursi didepan Sehun. Sementara lelaki itu mendengus kesal dengan si bayi digendongannya.

“Sehun! Aku tidak bisa menghentikan tawaku! Ini terlalu lucu hahaha

 

“Diam! Kau terlalu berisik Sumin. Anakku akan bangun nanti” ujar Sehun tanpa sadar, Ia bahkan mengatakan anakku.

 

                “Anakmu? Sehun, kau tidak salah bicarakan? Hahaha” Sumin kembali melanjutkan tawanya. Wajah lelaki itu sangat sangat jelek saat ini.

 

“Sudahlah! Pegang bayi ini, aku harus mandi”

 

“Aku harus pulang Sehun karna hari ini Mr. Jang akan masuk”

 

“Sumin-ie, kau harus menyiapkan pakaianku” Sehun memang tidak akan mau tau dan tetap pada rencana awalnya, yaitu mandi! Sumin yang tidak berdosa hanya melihat bayi yang sudah tertidur pulas ini dengan kesal.

 

 

*

 

Mereka memang sudah pantas disebut sebuah keluarga kecil, jika hari kemarin Sehun dan Sumin tampak seperti pasangan pengantin baru kini mereka terliat seperti sebuah keluarga kecil dengan bayi yang bersama mereka.

 

“Sumin, aku tidak memakai kaus aku harus memakai kemeja” gadis itu hanya menuruti perintah Sehun, berjalan bersama bayi digendongannya dan memilih kemeja milik Sehun yang bergantung dilemarinya.

 

“Min-ah, pilihkan juga dasinya.”

 

“Ini! Cepat pakai! Karna aku harus pulang dan pergi ke kampus”

 

“Tetapi sayangnya kau harus menjaga bayi itu hari ini karna aku harus kekantor” Sehun berkata dengan seenaknya, bukannya Sumin sudah mengatakan bahwa Mr. Jang akan masuk pagi ini?

 

“Tetapi lebih sayangnya lagi Oh Sehun, aku tidak bisa meninggalkan kampus dan kau yang harus menjaga bayimu! Ini bukan bayiku” tunjuk Sumin pada bayi yang ada di gendongannya.

 

“Sumin-ie kau wanita dan kau yang harus menjaga bayi. Aku tidak mungkin tidak masuk, appa akan memarahiku”

 

“Aku bukan ibunya! Aku harus pulang!” Sumin meletakkan bayi tersebut diranjang Sehun.

 

“Sumin, kau melanggar perintahku?” nada bicaranya terdengar mengacam.

 

“Oh please Sehun-ah, aku tidak bisa bolos hari ini. Kau, aku mohon kau yang menjaganya. Setelah jam kuliah selesai aku berjanji akan segera kesini. Aku tidak akan masuk ke toko kue” pinta Sumin dengan aegyo-nya yang manis. “please Oh Sehun, lagipula kantor ayahmu tidak akan bangkrut jika kau tidak datang pagi ini”

Sehun melemas, aegyo gadis ini membuatnya tidak sanggup bernapas dan kepalanya dengan seenaknya mengangguk.

 

Gomawo Sehun, Aku tidak tau harus berkata apa” Sumin berteriak kegirangan dan melonjak senang.

 

“Kau berhati-hatilah bersama bayimu, Aku akan segera kembali” gadis itu mendekatinya dan mengecup pipinya lalu menghilang begitusaja di balik pintu. Sehun mengusap pipinya dan beralih pada bayi diranjangnya. Entah mengapa ia menjadi senang hari ini.

Tidur bersama-Sumin yang manis-anak-bayinya-kecupan Sumin. Ini benar-benar aneh dan entah mengapa sangat menyenangkan.

 

TBC

 

Review jangan lupa nee^^

FF aku jauh dari kata sempurna.

Advertisements

2 thoughts on “[FF Freelance] ‘Big’ Baby (Chapter 3)

  1. bayi nya ga dikasih nama? kasih nama park chanyeol aja haha:D
    ceritanya lucu dan bikin aku senyum senyum sendiri :), so di tunggu next chapternya ;))

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s