[FF Freelance] Love Sign (Chapter 1)

love sign chap 1

Love Sign

–Chapter One: Smile-

Cast: You and Byun Baekhyun | Genre: School Life, Romance, Fluff, AU | Length: Chaptered | Rating: General

Summary:

Ya Tuhan. Apa ini? Kenapa wajahku tak kunjung mendingin juga? Tak mungkin aku begini karena senyuman si bodoh itu. Tidak mungkin.

 

-ooo-

Matahari musim semi menghujani bunga sakura di samping halaman sekolah, membuat setiap kelopaknya terlihat bersinar. Angin lembut menyapa wajahku ketika kubuka jendela lebar-lebar, seakan membantu meniup segala rasa lelah luar biasa yang aku rasakan beberapa hari ini. Aku mengisi penuh paru-paruku dengan udara musim semi yang memabukan. Ah… benar juga. Saking memabukannya aku hampir lupa dengan segala berkas yang harus aku baca siang ini.

 

Menjadi seorang ketua osis dengan segala kesibukannya membuatku harus merelakan waktu pulang sekolah dan akhir pekanku untuk menyelesaikan segala permasalahan siswa di sekolah ini. Rapat rutin mingguan, menertibkan siswa yang melanggar aturan, berhadapan dengan berbagai macam siswa yang selalu mengeluh akan ini itu, membantu anggota OSIS yang lain untuk membuat acara sekolah dan laporannya. Well, melelahkan memang. Namun aku menikmatinya. Jika aku tidak mengerjakan ini, siapa lagi?

 

“Ketua! Gawat!” Do Kyungsoo, wakil ketua OSIS sekaligus orang yang paling ku percaya mendadak membuka pintu dengan sedikit berteriak.

“Ada apa Kyungsoo-ya?”

“Laporan keuangan bulan lalu… hilang” Ucapnya gemetaran, air mata turun deras dari kedua mata bulatnya.

 

“APA???!!!” teriakku. Hampir saja aku membanting mejaku.

 

“M.. maafkan aku. Aku telah mencoba mencarinya tapi tak ketemu juga. Tadinya akan aku kerjakan ulang sore ini, namun manajer cafe memintaku untuk bekerja lebih awal. Sedangkan Pak Kim meminta laporannya besok. Bagaimana ini ketua?” jelasnya dengan bahu gemetaran.

“haah… kalau sudah begini apa boleh buat. Aku yang akan membuat salinannya”

 

“b..be..benarkah ketua?” anggukan kepalaku membuat kedua mata hitamnya semakin membulat.

“terimakasih ketua! Kau benar-benar wanita hebat. Tak salah aku mengagumimu.” Kyungsoo memegang kedua pergelangan tanganku erat dengan mata yang berbinar-binar. Kurasa hari ini aku akan pulang larut lagi. Tapi itu tak masalah mengingat Kyungsoo harus bekerja paruh waktu untuk membantu kebutuhan keluarganya. Aku tak bisa memberatkannya maupun anggota lain.

 

-ooo-

 

Matahari nampak kelelahan, cahayanya yang sedaritadi menemaniku sedikit demi sedikit memudar. Langit merubah warnanya. Cahaya berwarna jingga menyirami pohon sakura di sepanjang jalan. Memberikan sentuhan berbeda dengan yang aku lihat di siang hari tadi. Membaca surat kritik dan saran, mengatur jadwal untuk acara sekolah minggu depan, ditambah dengan membuat salinan keuangan membuat tulang punggungku kaku. Beruntung aku dapat menyelesaikannya tanpa membakar otakku. Ini sudah tugasku. Aku tidak mungkin mengecewakan banyak orang.

 

Sebelum pulang, aku ingin menikmati langit senja terlebih dahulu. Aku berhenti sejenak di sebuah taman yang tak jauh dari sekolah. Menyenderkan punggungku pada sebuah pohon pinus untuk menikmati pemandangan yang mungkin dalam beberapa menit akan menghilang. Kupejamkan kedua mataku. Merasakan setiap belaian angin, menghirup aroma bunga yang bermekaran dan juga mendengar gemericik air dari air mancur yang ada di dekatku.

 

Baru beberapa detik aku menikmati me time yang berharga, suara ketukan botol kaleng merusak segala suasana.

Eo? Ketua OSIS?!” sebuah benda bulat mendadak muncul dari balik pohon.

Yak Kkamjjakiya!! Mwoya?” hampir saja aku melompat saking kagetnya. Benda itu berbicara padaku. Tunggu. Itu bukan benda, itu kepala. Aku memutar kedua mataku menyadari siapa pemilik kepala bulat dengan rambut mangkuk itu.

 

 

 

“Ahaha.. Ini aku. Ingat? Ketua, apa yang kau lakukan disini? Di sore hari seperti ini” Byun Baekhyun. Si pembuat onar, si badut kelas, si energizer yang tampak tak pernah kehabisan baterai itu kini memamerkan cengiran khasnya.

 

“Aku yang duluan datang kesini. Seharusnya aku yang bertanya! Apa yang kau lakukan disini? Kau baru pulang jam segini?”

“Ohaha.. baiklah. Aku biasa duduk disini setelah pulang sekolah dan aku baru saja menyelesaikan urusanku di ruang detensi” jawabnya dengan menaikkan dagunya.

“ternyata ada juga orang yang bangga masuk ruang detensi”

“ah.. biasa saja. Oh ya, bagaimana denganmu? Apa yang kau lakukan disini? Kau baru pulang jam segini?” si idiot itu kini menirukan gaya bicaraku beberapa saat lalu. Dengan santainya ia duduk mendekatkan diri denganku. Terlalu dekat hingga bahu kami bersentuhan. Tanpa menjawab pertanyaanya, aku menatapnya dengan tatapan siapa-yang-mengizinkanmu-duduk-disini.

 

“Hello~ ketua? Kau masih hidup?”

“Aku… ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan”

 

Bukannya merespon jawabanku, ia malah menyengir lebar kemudian mengacungkan sekaleng soda tepat di depan wajahku, hingga permukaan kaleng yang dingin menyentuh hidungku.

“Untukmu! Untung aku beli dua! Minumlah, kau pasti lelah”

“Tidak perlu. Aku tidak minum hal-hal seperti itu.”

“Wah… lalu apa yang kau minum ketua?” tanyanya sambil membuka kaleng soda lain yang berada di pangkuannya. Anak ini bodoh atau apa? Apa pertanyaan semacam ini penting untuk ditanyakan oleh siswa SMA?

 

“Oli” jawabku seenaknya

“APA?!! Kau memunum oli? Oli kendaraan???” ia terlihat terbatuk-batuk.

 

“Ppuahaha… wajahmu jelek sekali Byun Baekhyun” tawaku meledak melihat wajah idotnya. Beberapa detik berlalu sebelum aku menyadari beberapa hal. Aku tak pernah tertawa sebesar ini. Dan satu lagi, Baekhyun tidak balik tertawa maupun mengatakan hal-hal ajaib yang biasa ia lakukan. Aku berhenti tertawa. Ia malah memperhatikanku, bahkan ketika aku menolehkan kepala kearahnya.

 

 

“Kau bisa tertawa lepas juga ya, ketua” ia tersenyum lembut. Sangat lembut, sampai aku merasa seluruh tubuhku gemetar. Cukup lama aku menatapnya, hingga aku kembali ke akal sehatku. Mencoba mencari kesibukan, aku memainkan jari di atas ponselku dengan kikuk. Ku rasa matanya masih menatapku.

 

“Kulihat kau selalu pulang lebih larut daripada anggota OSIS yang lain. Kau pasti banyak pekerjaan ya? Belum lagi kau menanggung beban yang besar daripada anggota lain. Kau pasti sangat kelelahan” nada bicaranya melembut dari yang biasa aku dengar. Kedua matanya tak secerah yang biasa aku lihat. Senyum yang sedari tadi tak pernah luntur dari wajah putih pucatnya menghiasi pengelihatanku.

 

“jangan sok tahu!”

 

“terlihat jelas di wajahmu kalau kau begitu lelah” ia terkekeh pelan sebelum mengatakannya.

 

“kau harus menyediakan sedikit waktumu untuk beristirahat dan tertawa. Itu sangat membantu memulihkan kembali semangatmu. Aku tahu kau kuat. Tapi, jangan membentengi dirimu terlalu tinggi. Tak ada salahnya kau membiarkan orang lain membantumu. Aku bersedia membantu jika kau membutuhkanku.” Kenapa ini? Kenapa Byun Baekhyun si idiot dapat berkata sebijak ini? Kenapa ia seakan tahu apa yang aku rasakan? Apa dia khawatir? Atau dia mengasihaniku? Bagaimanapun aku tak bisa mengelak bahwa kedua pipiku terasa panas saat ini. Bahkan angin yang sedari tadi menerpa, tak kunjung mengurangi suhu di wajahku.

 

“ehm… t.. terserah. Kurasa hari sudah larut. Cepatlah pulang sebelum hari semakin gelap. Pulang kerumah. Jangan mengunjungi tempat yang tidak-tidak!” langit kembali merubah warnanya dengan cepat, secepat gerakanku yang beranjak menjauh darinya. Aku harus cepat pergi dari sini, sebelum ia melihat wajahku yang memerah. Ya Tuhan. Apa ini? Kenapa wajahku tak kunjung mendingin juga? Tak mungkin aku begini karena senyuman si bodoh itu. Tidak mungkin.

 

-ooo-

 

One thought on “[FF Freelance] Love Sign (Chapter 1)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s