[FF Freelance] I Choose You

sehun_1

Title : I CHOOSE YOU

Cast : oh sehun , choi rara , xi lu han

support cast : im yoona

Genre : school life , romance

Rating : G

Length : Oneshot

Author : @aishadewi

Summary : first I know you I choose you

 

 

 

piiiip piiiiip piiiip piiip

“siapa yang sms pagi-pagi begini” keluhku . namaku choi rara aku mahasiswi salah satu universitas ternama di seoul dan pagi ini aku terbangun karena sms yang masuk pagi ini.

4 message from sehun
-message 1 : wake up raraaaaaaa
-message 2 : wake up yaaaa!
-message 3 : ya! choi rara where are you
-message 4 : rara ayo bangun kita harus ke kampus jam 8 ini ayo cepat bangun

“omo! aku lupa jam berapa sekarang hari ini ada matakuliah pagi ” setelah membaca pesan masuk dari sehun aku pun buru-buru bersiap. jam menunjukan pukul 07.30, segera aku menelefon sehun untuk pergi bersama karena jika aku pergi sendiri pasti aku akan telat.

“halo sehun-ah kamu dimana ?” kataku tergesa-gesa saat menelefon sehun dengan tangan yang masih sibuk memasukan barang-barang kedalam tas.

“aku didepan rumahmu ayo kita pergi sekarang sebelum telat aku sudah menunggumu dari jam 7 pagi kajja!” ucap sehun padaku.

“ah , ne tunggu aku bersiap-siap sebentar lagi aku akan turun ne “segera kututup telefon tanpa mendengar kata-kata sehun selanjutnya.

5 minutes later

“eomma aku pergi sehun sudah menunggu diluar annyeong” ucapku berlari turun dari kamar menuju dapur dan mencium kedua pipi eomma.

“ne , hati – hati dan jangan lupa ini bawa sarapan rotimu dan jangan lupa sehun beri sehun juga” ucap eomma membalas menciumku dan memberiku sarapan roti.

“ne , eomma” setelah berpamitan dengan eomma aku pun segera berlari menuju pintu masuk dan mengambil flat shoes  favoritku. Sejujurnya untuk masalah pakaian dan style aku lebih suka dengan gaya simple seperti ini.

segera aku membuka pintu rumah dan menemuka sesosok namja yang mempunyai tinggi badan yang proporsional , berkulit putih dan dia teman terdekatku oh sehun.

“sehun-ah mianhae kajja” ucapku sambil menghampirinya. segera sehun membuka pintu mobilnya untuku dan sesegera mungkin aku masuk karena waktu terus berjalan dan jam sudah menunjukan pukul 07.40 . aku segera membuka roti tadi yang di bekal eomma untuku dan sehun karena aku tidak punya waktu untuk sarapan.

“sehun-ah ini roti dari eomma ku kau belum sarapan kan? ayo makanlah nanti kau kelaparan dikelas ” kataku sambil menyodorkan roti pada sehun yang sedang mengemudikan mobilnya.

“simpan saja aku tidak bisa memakannya sekarang susah aku sedang mengemudi” jawab sehun tanpa melihat padaku.

“tapi kau belum sarapan kan aku tau kebiasaanmu” ucapku sambil mempoutkan mulutku.

“baiklah kau yang suapi aku karena aku tidak bisa megang roti itu” ucap sehun sambil tersenyum padaku.

“he?? arraseo aaaa…. ” terpaksaa kusuapi sehun karena dia tidak bisa memegang roti ini sambil menyetir.
jam 07.55 kami tiba dikampus aku dan sehun bergegas masuk kelas saat kami berlari menuju kelas sehun menggengan tanganku

“kajja sebelum seosangnim datang” ucap sehun dan segera menggandeng tanganku berjalan menuju kelas.menjadi bahan obrolan anak-anak yang ada di kampus sudah biasa untuku karena mereka sering melihat aku dan sehun bersama sampai beredar gosip bahwa aku dan sehun pacaran lah tapi itu sudah terdengar biasa untuku

“selamat pagi rara-ya lagi-lagi kau datang ke kelas berlari-lari bersama sehun , sini duduk aku sudah mempersiapkan bangku untukmu dan sehun” kata yoona. Dia sahabatku di kampus dia sangat tahu sifatku dan dia yang selalu mendengar curhatku .entah apa yang terjadi hari ini ternyata seosangnim tidak hadir membuat aku dan sehun frustasi karena kita sudah buru-buru dari rumah .

” omo! seosangnim tidak ada.sungguh menyedihkan aku meninggalkan sarapanku karena takut kesiangan dan sekarang aku sudah buru – buru seonsangnim tidak ada ” keluhku pada dua sahabat terbaikku yoona dan sehun yang ada didepanku.

“apa kamu belum kenyang tadi di mobil kau sudah makan roti ” ucap sehun padaku dengan wajah seperti sedang mengejekku.

“sehun itu belum cukup untuku” keluhku lagi.

“dasar kau ini ” ucap sehun singkat seperti biasanya.saat aku melihat suasana kelas yang masih dibilang cukup sepi aku menemukan sosok namja duduk dikursi tengah ruang kelas dan yang lebih aneh lagi aku tidak pernah melihat namja itu sebelumnya.

“yoon, kau kenal namja itu ?” bisiku pada yoona. Yoona pun segera berbalik ke belakang mengikuti arah tangannku yang menunjuk pada seorang namja.

“ah dia xi luhan dia mahasiswa pindahan dia dari cina ” jawab yoona.

“a, arraseo” ucapku sambil megangguk, karena rasa penasaran ku sudah terjawab.hari ini sudah menjadi hari yang sangat menyedihkan untuk yeoja sepertiku, kesiangan bangun, melewatkan sarapan dan yang lebih parah sudah jauh-jauh aku pergi ke kampus seosangnim tidak hadir. Sungguh menyedihkan nasibku.

“yoon hari ini kau langsung pulang? ” tanyaku pada yoona saat kami tepat berada didepan kelas.

“sepertinya iya aku harus menemani ibuku mengurus cafe “yoona memang memiliki cafe di daerah seoul ini dan cafenya memang sangat terkenal, aku sering kesana bersama sehun untuk sekedar minum kopi dan mengerjakan tugas.”baiklah, aku harus pulang sekarang. Aku duluan rara, sehun”setelah melihat yoona berbalik dan menjauh dari aku dan sehun tiba – tiba sehun menarik tangan ku.

“kajja kita juga pergi “ucap sehun padaku.

“ya ! kita mau kemana aku ingin pulang masih ada tugas rumah yang harus kuselesaikan dan kamarku masih berantakan” protesku saat sehun menarikku

“kamu ini benar – benar selalu meninggalkan kamar berantakan, tapi aku sudah terbiasa mendengarnya , ayo kita pergi antar aku membeli buku” ucap sehun mengacuhkan protesku yang meminta agar kami pulang.

“ya! aku tidak mau aku mau pulang saja, kau pergi sendiri saja” protesku lagi pada sehun.”tidak aku tidak mau ayo kamu ikut denganku” tangan sehun yang masih memegangku dan membawaku masuk ke mobilnya.
akhirnya sampai juga di salah satu toko buku yang sehun maksud.Aku pun segera turun dan merapihkan bajuku yang kusut karena duduk tadi. aku mengikuti sehun yang mencari-cari buku, awalnya aku mengikutinya kemana pun ia tuju terus tapi lama-lama aku bosan karena dia sangat fokus saat memilih-milih buku. akhirnya aku berjalan-jalan ke tempat novel yang kusukai.saat aku berjalan kesebuah rak novel aku bertemu sosok namja yang ku kenal ternyata itu luhan kebetulan sekali aku bertemu dengannya disini.

“luhan-ssi annyeong” sapaku pada luhan yang sekarang ada dihadapanku sambil memegang buku yang ia bawa.

“annyeonghaseyo” jawab luhan singkat dan sangat formal padaku, mungkin ini memang aneh terlebih lagi luhan belum kenal denganku.

“kau sendirian ?”ucapku lagi mencoba mengajaknya mengobrol dan mencoba lebih akrab dengannya. Karena bagaimana pun juga aku ingin akrab dengan seluruh teman sekelasku.

“ne” ucapnya lagi masih dengan nada yang sama dan tidak ada perubahan nada bicara sama sekali.mendegar jawabannya singkat membuatku semakin yakin dia berbeda sekali padaku. apa yang salah padaku padahal aku baru hari ini mengenalnya.

“kalau begitu maaf telah mengganggumu” ucapku berniat pergi untuk tidak mengganggunya yang sepertinya luhan tidak ingin diganggu oleh siapa pun.

“ne” ucapnya singkat. Kelakuannya memang sangat menyebalkan apa maksudnya dengan memperlihatkan tampang cueknya membuatku semakin kesal berada disini. Akhirnya aku keluar dari toko buku tersebut dan duduk menunggu sehun keluar dari dalam sana.

“sehun lama sekali ” gerutuku.tiba-tiba pipiku terasa dingin seperti ada yang menempel di pipiku , ternyata saat aku berbalik sehun menempelkan minuman orange jus untukku.

“ya! sehun kau membuatku kaget saja” ucapku lalu mengambil minuman tersebut dari tangan sehun.

“mianhae aku sangat lama di dalam sana” ucap sehun padaku lalu tersenyum melihatku meminum orange jus pemberiannya.

“ne , arraseo apa buku yang kamu cari sudah kau dapatkan ?”

“sudah ini , ada apa dengan wajahmu ? kau sedang kesal?” Tanya sehun sambil terus memperhatikan wajahku.

“aniyo , aku tidak apa-apa” ucapku sambil memalihkan wajahku memperhatikan orange jus yang sedang ku pegang karena jika sehun terus melihatku seperti itu membuatku tidak nyaman.

“hahah ya! choi rara aku mengenalmu kamu berbohong padaku” ucap sehun sambil memcubit pipi kananku.

“ya! oh sehun sakit”ucapku sambil memegang pipiku yang baru saja dicubit oleh sehun.

“kau berbohong padaku kan?” Tanya sehun padaku.

“ya aku memang sedang kesal, tadi aku bertemu luhan di dalam, lalu aku menyapanya dan bertanya padanya tapi dia menanggapinya dengan dingin” ucapku sambil mempoutkan mulutku.

“ya , choi rara hanya karena itu kamu sedih ? ya sudahlah tidak usah dipikirinkan masih ada aku” ucap sehun sambil megusap-usap kepalaku. sontak aku kaget dengan kata-kata sehun itu apa maksud kata-kata sehun itu apa dia… ah tidak mungkin kita kan berteman dari dulu dan tidak mungkin itu terjadi.

“ya sehun-ah pabbo kau pikir gombalanmu itu bisa menghiburku ” candaku pada sehun. raut wajah sehun memang sempat berubah tapi tiba-tiba dia tersenyum padaku.

“tapi sekarang kau bisa tersenyum kan haha kajja kita pulang”

***
esok paginya seperti biasa aku pergi bersama sahabat baikku sehun dan yang mengagetkannya dia membawakanku roti untuk sarapan.”ini aku tau kau tidak sarapan eomma ku membuatkannya untuku dan untukmu ”

“a, gomawo sehun-ah” ucapku tersipu, tidak kusangka sahabatku ini sangat peduli padaku.
sesampainya di kelas seperti biasa aku selalu bercerita pada yoona apa yang aku alami kemarin dan yoona tertawa mendegar apa yang aku ceritakan, karena memang setelah aku pikir konyol juga aku kesal hanya karena luhan anak baru yang sangat dingin padaku padahal kan disini masih banyak teman yang lain .

“hari ini saya akan bagi kalian menjadi beberapa kelompok untuk membuat makalah” pengumuman dari seosangnim.

“aku harap aku sekelompok dengan sehun dan yoona” ucapku dalam hati

“satu kelompok hanya terdiri dari 3 orang dan kelompok akan saya tempel didepan ruang kelas setelah mata kuliah ini berakhir” jelas seosangnim lalu keluar dari kelas kami. akhirnya mata kuliah ini berakhir aku segera berlari untuk mencari tahun siapa kelompoku tapi sangat susah untuk melihanya . kuurungkan niatku untuk melihat nya tiba-tiba yoona berlari mendekatiku.

“rara kau sekelompok dengan luhan dan sehun” ucap yoona terburu-buru

“omonaa!! apa maksudnya ini aku sekelompok dengan luhan juga”? raut mukaku berubah sedih “eotthoke yoona?” ucapku pada yoona.

“sudahlah tidak apa-apa aku kan sekelompok dengan mu” seru sehun yang dari tadi menundukan kepalanya diatas meja entah dia tidur atau tidak.

“iya tapi ini tugas kelompok dan kita harus saling kerja sama sehun-ah”

“sudahlah rara aku yakin nanti luhan tidak akan dingin lagi padamu” ucap yoona menenangkanku
jadwal berada kampus hari ini akhirnya beres, saat aku membereskan buku-buku dan memasukannya ke dalam tas tiba-tiba ada yang menepuk bahuku dan ternyata itu luhan.

“a , annyeong rara-ssi kita sekelompok kan ?”ucap luhan padaku. Kaget? ya itu yang aku rasakan luhan tiba-tiba mengajaku berbicara.

“ne , kita sekelompok luhan-ssi mohon kerjasamanya” ucapku seramah mungkin. Dan mencoba menghilangakan rasa kesalku padanya .

“mi … mianhae soal  kemarin aku sangat dingin padamu itu karena aku belum begitu lancar berbahasa korea, aku takut menyinggung orang dengan kata-kataku maka dari itu aku sangat dingin” ucap luhan perlahan-lahan menggunakan bahasa korea.sekarang aku tau kenapa luhan sangat dingin padaku dia belum lancar berbahasa korea dan aku bersalah telah berpikir negatif terhadapnya.

“arraseo , gwenchana aku yang seharusnya meminta maaf karena aku tidak tau kalau kau belum lancar berbahasa korea” ucapku sambil tersenyum pada luhan.

“ne , gamshamida rara-ssi” ucap luhan sambil tersenyum padaku. DEG! Perasaan apa ini setelah melihat luhan tersenyum?

“rara kajja kita pergi untuk membuat makalah” seru sehun dari depan kelas.

“ne , tunggu sebentar” teriakku

“luhan-ssi bagaimana kalau kita mengerjakan makalah tersebut hari ini?”

“ok , baiklah”

“kajja” akupun berjalan bersama luhan menghampiri sehun yang menunggu didepan kelas.

“sehun-ah kajja , dimana kita akan mengerjakannya ?”sehun hanya diam lalu melihat luhan yang sekarang berada disebelahku.

“sehun??” aku pun melambaikan tanganku dihadapan wajahnya.

“ah , ne kajja dirumahku saja” ucap sehun singkat. Lalu sehun berjalan mendahuluiku dan luhan, entah apa yang terjadi pada sehun sifatnya tiba-tiba berubah

***
didalam mobil suasana sangat hening tidak ada satu pun diantara kami bertiga yang berbicara. Akhirnya aku membuka topik pembicaraan yang pertama

“luhan-ssi apa ini pertama kalinya kau ke korea ?”

“aniyo , aku dulu tinggal di korea sampai umurku 7 tahun dan setelah itu aku kembali ke cina”

“jadi kamu asli korea ?”

“aniyo , kedua orang tua ku cina tapi aku dilahirkan di korea”

“sampai” tiba-tiba sehun memotong pembicaraan ku dengan luhan.Kami pun sampai di rumah sehun yang secara tidak langsung seblahnya adalah rumah ku.
“ayo masuk” jawab sehun ketus padaku dan luhan.

“kemana paman dan eomma mu sehun-ah ?” tanyaku pada sehun. Saat kami bertiga sudah masuk kedalam rumahnya.

“mereka pergi ke jeju beberapa hari yang lalu”ucap sehun singkat lalu berjalan menuju ruang TV dan segera mengamilkan minuman untukku dan luhan tanpa berbicara sepatah katapun padaku atau pun luhan. Saat mengerjalan tugas kelompok pun kuperhatikan sehun tidak berbicara pada luhan begitu pun dengan luhan mereka sibuk masing-masing.

Jam sudah menunjukkan puku 18.00 KST “sepertinya aku harus segera pulang terimakasih suguhannya sehun-ssi” ucap luhan lalu membukuk pada sehun untuk berpamitan. Aku pun segera berdiri dan ikut mengatarkan luhan sampai ke depan pintu masuk rumah sehun.

“ne” ucap sehun hampir tidak terdengar olehku. Ada apa dengannya aneh sekali.

“terimakasih rara-ssi, annyeong” ucap luhan padaku dan melambaikan tangannya padaku lalu pergi dari hadapanku dan sehun.

“annyeong luhan-ssi hati-hati lah” aku melambaikan tangan pada luhan yang sudah memunggungiku dan sehun.

“ya! sehun-ah kenapa kau ini?”

“aniyo”

“kau seperti bukan sehun yang biasanya ada apa denganmu ?”

“tidak aku tidak apa-apa”

“pabbo ya” aku mencubit pipi sehun dan akhrinya raut wajahnya berubah walaupun itu berubah kesakitan karena kucubit.

“ya! apa yang kau lakukan sakit” ucap sehun lalu menggenggam pipinya yang baru saja kucubit.

“habis kelakuanmu membuatku ingin mencubitmu” saat aku akan mencubit untuk kedua kalinya dia menggenggam pergelangan tangaku dan medekatkan wajahnya ke wajahku hingga beberapa senti lagi.

“apa kau tidak mengerti rara aku cemburu melihatmu mengobrol dengan luhan ,walaupun kamu hanya mengobrol biasa aku tidak suka itu dari saat kamu bercerita sikap dingin luhan aku sudah tidak menyukai itu” muka sehun memerah dan dia langsung membuang muka dan tidak melihat wajahku.

“ma….. maksudmu kau cemburu kalau kita tidak akan berteman setelah aku berteman dengan luhan ?”

“ya!!!!! pabboya !!!! aku mau mandi dulu kalau kau mau pulang tutup pintunya” ucap sehun lalu  pergi ke kamarnya untuk mandi yang akhirnya aku pun kembali ke rumahku.

~
esok paginya seperti biasa,  aku pergi dengan sehun dan saat sampai di kampus aku bertemu luhan”annyeong rara-ssi , sehun-ssi ” sapa luhan pada kami berdua.

“annyeong luhan-ssi ” jawanku dengan semangatnya.

“ayo kita kekelas bersama ” ajak luhan pada kami.kami jalan bertiga dan kami bertiga menjadi tontonan satu kampus.lagi-lagi aku pasti akan dijadikan bahan gosip dikampus
sesampainya dikelas aku duduk diantara sehun dan luhan, ada suasana apa ini kenapa suram sekali disini melihat sehun yang membuang muka terus padaku sedangkan luhan yang selalu tersenyum padaku.

“rara-ssi apa aku boleh memanggilmu rara ?” tanya luhan padaku.

“a, terserah padamu luhan-ssi” ucapku sambil tersenyum pada luhan walaupun dengan sedikit suasana canggung “panggil saja luhan” ucap luhan santai padaku.

“ne”suasana memang semakin suram setelah melihat ekspresi sehun yang menjadi murung entah apa yang terjadi padanya hari ini.

“sehun-ah ?” ucap ku pada sehun.

“mwo ?” ucap sehun singkat tanpa berbalik melihatku. “kau kenapa ?” tanyaku heran

“aniyo”ucapnya masih dengan nada yang sama. aku tidak mengerti yang ada dipikiran sehun kenapa dia ini apa aku melakukan kesalahan?

“rara ? apa hari ini kamu ada kegiatan ?” Tanya luhan padaku.

“ada hari ini kita harus membereskan makalah agar cepat beres aku tidak mau menundanya lebih lama” ucapku santai pada luhan “bagaimana jika mengerjakan makalahnya dirumah ku ?” tawar luhan.

“apa tidak akan apa – apa ?”

“tidak apa-apa eomma ku pasti akan senang”

“maaf untuk hari ini aku tidak bisa ikut membuat makalah, ada urusan mendadak yang tidak bisa kutinggalkan” sela sehun saat aku dan luhan sedang berbincang.

“kamu mau kemana sehun-ah ?” tanyaku

“ada urusan yang harus ku bereskan dirumah” ucapnya singkat.

“ah, ne arraseo biar aku dan luhan yang mengerjakannya. Selesaikan saja urusanmu itu dahulu. Tugas ini serahkan padaku dan luhan”sehun tidak menggubris kata-kataku dia hanya membuang muka padaku.

***
luhan’s house

rumah yang unik karena memang ayah luhan arsitek jadi ayah luhanlah yang mendesain rumah ini sepenuhnya. tiba-tiba datang seorang perempuan yang terlihat dari posturnya adalah eommanya luhan.

“eomma kenalkan ini rara dan rara ini eommaku” ucap luhan dengan semangatnya

“annyeonghaseyo choi rara imnida” ucapku lalu membungkuk.

“ne , aku sudah mengetahui mu dari luhan dia bercerita banyak tentangmu dari awal dia masuk universitas itu”

“eomma!” teriak luhan yang terlihat malu.

“he ?” aku hanya bisa tertawa.3 jam sudah ku habiskan bersama luhan berkutat dengan makalah yang kami selesaikan.

“akhirnyaaaaa makalah ini selasai” ucapku senang.

“iya cepat sekali” ucap luhan padaku.tiba-tiba terdengar bunyi telefon dari ponselku dan mucul tulisan di layar ponselku nama Oh sehun.

“ah , luhan tunggu sebentar aku angkat telefon dulu” kataku pada luhan sambil berjalan menuju teras rumahnya.

“ne” jawab luhan yang terlihat penasaran dari wajahnya.

“Yeoboseyo” ucapku pada sehun.

“Eodi ?” jawab sehun dari kejauhan sana yang terdengar tergesa-gesa.

“aku dirumah luhan kami baru saja menyelesaikan makalah” jelasku.

“oh ,baiklah tunggu disana biar aku yang menjemputmu”

“he ? tidak usah aku bisa pulang sendiri selesaikan saja dulu urusanmu tidak usah menjemputku”

“tidak, kau tunggu aku disana” paksa sehun padaku. Belum sempat aku mengucapkan kata-kata sehun sudah menutup telefonnnya , sebenarnya kenapa dia hari ini seperti bukan sehun yang biasa nya.

“siapa yang menelefonmu?” tanya luhan tiba-tiba membuyarkan lamunanku.

“oh ini sehun tadi dia bilang akan menjemputku” jelasku polos pada luhan.

“oh begitu bagaimana kalau aku yang mengantarmu pulang ini sudah cukup sore sepertinya sehun juga akan lama menjemputmu” tawar luhan padaku.

“ah tidak usah aku bisa pulang sendiri” jawabku pada luhan sambil membereskan tasku.

“tidak kau tunggu disini aku ambil kunci mobilku dulu”

“ah, ne”beberapa menit kemudian luhan keluar dari kamarnya dan dengan stylenya yang berubah aku terkejut dia hanya memakai kaos polos berwarna coklat muda dan celana jeans serta jaket bermotif garis, seperti bukan luhan yang biasanya.

“kajja” ucap luhan membuyarkan lamunanku.saat luhan membuka pintu rumahnya yang membuatku lebih kaget ternyata sehun yang sudah menungguku didepan rumah luhan.

“ayo kita pergi” ucap sehun sambil membuka pintu mobil nya “tunggu biar aku yang mengantarnya” tiba-tiba luhan berbicara pada sehun.

“tidak, tidak begini saja sebaiknya aku pulang sendiri kalian kembali saja kerumah masing-masing” ucapku segera takut ada pertengkaran diantara mereka.

sehun yang tadi akan naik mobil duluan tiba-tiba mendekatiku dan menarik tanganku dan menariku masuk ke dalam mobil tanpa berkata-kata, begitu juga luhan yang terlihat sangat kaget. keheningan memang terasa didalam mobil aku tidak tau harus membuka topik pembicaraan apa yang akhirnya kami hanya terdiam. ~

***
sesampainya dirumah ku rebahkan tubuhku pada kasur kesayanganku dan tiba-tiba terdengar bunyi ponsel dan tertera nama luhan . ada apa luhan menelefonku malam-malam begini.

“yeoboseyo”

“yeoboseyo rara ? apa kau sudah sampai dirumah ? maaf aku tadi tidak jadi mengantarmu pulang”

“ah ne tidak apa-apa” jawabku santai.

“hmm , rara apa besok kau ada kegiatan sepulang kampus ?”

“ani , sepertinya tidak ada. ada apa ?”

“bagaimana kalau kau mengantarku minum kopi di cafe besok sepulang kampus ?”

“hmmm ok, bagaimana kalo cafe sahabat ku itu terkenal sangat enak ”

“ide bagus besok sepulang kampus ne”

“ne”setelah kututup telefon luhan aku melihat sesosok namja di beranda rumahnya yang tepat disebrang kamarku, tidak lain tidak bukan adalah sehun telihat dari mukanya dia seperti sedang sedih ada apa dengannya sebenarnya . tapi daripada aku bergulat dengan pikiran ku sendiri lebih baik aku tidur karena aku harus bangun pagi besok.

***
“hoaaaaaaaaaaam”

“tidurlah dulu nanti setelah sampai aku akan membangunkamu” ucap sehun yang fokus mengemudi.

“ah ne gomawoyo”sesampainya dikampus sehun membangunkanku dengan wajah yang memang tidak biasanya, dia sangat dingin padaku apa dia bukan sehun apa sifat luhan saat pertama bertemu denganku menular pada sehun.

“halo sehun-ssi , rara” sapa luhan pagi ini dengan senyumannya yang khas.

“annyeong luhan” jawabku, seperti biasa sehun tidak pernah mau melihat luhan.

“hari ini jadi kah?” tanya luhan padaku.

“ne”

“oke” sesampainya dikelas tiba-tiba sehun memberikan handphonenya yang disitu sudah ada tulisan”kau mau pergi kemana bersama luhan ?”

aku kembalikan handphonenya tanpa membalas apa yang dia tanya “kau ingin bertanya padaku tidak usah seperti itu kita duduk sebelahan tinggal kamu tanya saja kenapa harus lewat yang seperti itu” protesku

“ya! baiklah, kau mau kemana bersama luhan ?”

“aku akan pergi ke cafe bersama luhan” ucapku singkat

“oh” jawab sehun sangat ketus padaku. Dari mata kuliah pertama hingga pulang sehun tidak bertanya apapun padaku, begitu pula aku tidak bertanya apapun padanya. Cukup kesal dengan sifat sehun yang seperti ini membuatku memilih untuk diam daripada harus protes padanya.

***
“rara ayo ! ” luhan berteriak di pintu kelas. aku segera membereskan buku-buku ku saat aku akan pergi menyusul luhan tiba-tiba tanganku ditarik oleh sehun dan aku jatuh kembali duduk dibangkuku.” jangan pergi tetaplah disini ”

“ya! sehun-ah kau mengagetkanku aku sudah punya janji dengan luhan aku tidak mau menjadi orang yang ingkar janji”

“aku tidak ingin kau pergi bersama luhan tetaplah disini” ucap sehun sedikit memohon.

“tidak aku harus pergi. annyeong sehun-ah, kau hati-hatilah pulangnya”aku meninggalkan sehun tanpa menegok lagi apa reaksinya setelah aku pergi meninggalkannya.

***
sampailah kita di cafe milik yoona sahabatku . cafe ini tidak terlalu besar dan minimalis aku sangat suka model cafe seperti ini . aku dan luhan memilih tempat diteras dan kami berbincang-bincang banyak , dan tertawa .

“rara apa yang kau pikirkan tentangku ?” tanya luhan padaku.

“maksudmu ?” tanyaku heran.

“apa yang kamu pikirkan tentangku apa aku ini baik,jahat , menyebalkan atau bagaimana ?”

“kau adalah teman baik luhan aku senang bisa berteman denganmu”

“hm,rara bagaimana jika aku menyukaimu ?”

“he ? hahaha luhan bercandamu sungguh lucu” ucapku sambil tertawa padanya

“aku serius” tangan luhan tiba-tiba menggenggam tanganku.

“mwo ?”

“aku menyukaimu”aku hanya diam kaget entah sepertinya mukaku benar-benar tidak terkontrol didepan luhan apa yang harus kulakukan.

“kenapa kau tiba-tiba seperti ini luhan ?”

“aku sudah memperhatikanmu dari pertama kali aku masuk universitas itu dan aku tertarik padamu” jelas luhan padaku

“tapi …… ”

“kau tidak perlu menjawabnya sekarang ” potong luhan

***
sesampainya dirumah aku benar-benar berpikir keras apa yang harus kujawab apa aku menyukainya ? iya aku menyukainya sebagai temanku tapi tidak ada perasaan lebih . apa yang harus kukatakan, oh gosh ini benar-benar membuat kepalaku menjadi sakit.

tok tok tok

“ne masuklah”ternyata dibalik pintu adalah eomma yang membawakan segelas susu coklat hangat padaku.”wajahmu terlihat kusut jadi eomma bawakan susu ini supaya kau bisa tenang”eomma memang orang yang paling bisa membaca pikiranku dan aku sangat menyayanginya

“eomma tinggal ne”

“ah eomma tunggu , maukah mendengarkan keluhanku eomma ?”

“tentu saja kau putriku pasti akan kudengarkan keluh kesalmu ada apa?”aku ceritakan tentang luhan dari pertama kita bertemu hingga akhirnya luhan menyatakan perasaannya padaku.

“menurut eomma semua itu hanya kamu yang menjawabnya cinta itu yang merasakan kau bukan orang lain, kau yang bisa merasakan dimana kamu nyaman sebagai teman dan dimana kamu nyaman seperti dengan pacar. kamu yang bisa merasakan itu semua coba rasakan bedanya kamu bersama luhan bersama sehun atau bersama yang lainnya itu akan berbeda” jawaban eomma yang sangat bijak dan benar-benar membuatku tenang.

“ah , ne eomma gomawo” jawabku sambil memeluknya

“ne, sekarang istirahatlah” eomma mencium puncak kepalaku yang benar-benar bisa membuatku tenang.sebelum aku memasuki alam mimpiku kenapa tiba-tiba aku teringat sehun, dia selalu ada di beranda rumahnya menatap bintang atau jendela kamarnya yang tidak memakai penutup jadi aku bisa melihat kegiatan sehun tapi kemana namja itu? kenapa aku jadi sangat memikirkannya aku merindukan setiap dia berteriak-teriak di beranda rumahnya selalu menjahiliku. apa mungkin yang kusukai sehun?

***
keesokan paginya aku pergi sendiri entah sehun pergi kemana, dan sehun menghilang tanpa ada kabar apa-apa padaku. sesampainya dikelas pun aku tidak melihat dia kemana sebenarnya dia.

“rara?” ucap seseorang yang ada dibelakangku. “luhan? kau mengagetkanku” ucapku saat melihat kebelakang.

“mian, kenapa kau melamun seperti itu ?”

“tidak aku tidak apa-apa”

“apa kau baik-baik saja ?”

“ne”saat aku sedang mengobrol dengan luhan aku melihat seorang namja datang dan memasuki kelas yaitu sehun aku senang melihatnya tapi,kenapa dia dingin sekali padaku. akhirnya aku mengikutinya kekelas biasanya dia selalu duduk disebelahku tapi kini lain dia duduk disebelah sahabatku yoona walaupun mereka tidak mengobrol tapi ada apa dengan sehun aku tidak mau dia seperti ini padaku aku merindukan dia yang dulu.

****
sepulang kampus tiba-tiba luhan menarik tangan ku yang jelas-jelas disitu sehun melihatku dengan tatapan dinginnya.”kita mau kemana” tanyaku pada luhan

“aku perlu bicara padamu sebentar rara ditaman belakang”

“ada apa ?”

“bagaimana jawabanmu tentang yang kemarin mungkin aku terlalu terburu-buru tapi aku ingin segera tau tentang jawabanmu”

“hmm..luhan mianhae aku tidak bisa menerimamu , aku memang menyukaimu tapi sukaku sebagai teman aku menyukai orang lain ”

“sehun?” jawaban luhan yang mengagetkanku

“i……iya”

“sudah kuduga tapi yasudah aku tau cinta tidak dipaksakan melainkan dari hati kuharap kau dengan sehun bisa bersama , oh iya kau pulang dengan siapa biar ku antar ”

“tidak usah aku ingin pulang sendiri luhan gomawo”aku pergi meninggalkan luhan dan segera keluar dari kampus aku pergi ke han river disana aku melamun karena aku benar-benar merindukan sehun. terdengar bunyi ponsel ku dan tertera nama sehun

“Yeoboseyo”

“dimana kau eommamu kerumahku mencarimu”

han river

“apa yang kau lakukan disana segeralah pulang atau kujemput ?”

“tidak usah” segera ku tutup telefon itu sehun benar-benar membuatku kesal.jam memang sudah menujukan pukul 08.00 KST dan aku masih tetap berada di han riverkaki ku tidak mau beranjak dari sana entah kenapa. tiba-tiba ada yang memeluku dari belakang dan itu sontak membuatku kaget tapi aku tidak bisa berbuat apa – apa karena dia memelukku kuat . oh tuhan tolong siapa ini lindungilah aku , sehun dimana kamu tolong aku ucapku dalam hati.

“cukup sudah kau membuatku menunggu dan membuatku khawatir ” suara yang kukenal orang yang ingin kutemui.

“se…sehun ?”

“kau ini benar-benar pabo mana ada perempuan yang berkeliaran hingga jam segini kamu membuatku mati khawatir” tanpa berkata-kata aku berdiri dan kupeluk sehun

“kau kenapa ?”

“ani, sehun-ah kau pabo” aku kesal kenapa sehun tidak mengerti perasaanku dia benar-benar namja pabo. sehun segera mendorongku yang sedang memeluknya

“aku menegerti sudah lama aku ingin berbicara ini padamu tapi mungkin sekarang waktunya. would you be my girlfriend ?”air mata pun jatuh dipipiku tapi ini air mata yang menunjukan aku senang segera kupeluk sehun tanpa harus berkata-kata.

“jadi ini jawabannya iya ?”

“apa harus kujawab dan tidak kah kau mengerti, paboya”

“bukan namja pabo tapi sehun oppa”dia memang namja yang bisa membuatku kesal , bahagia , selalu menggodaku tapi ya inilah dia oh sehun namjachinguku.

the end

 

 

Advertisements

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s