[FF Freelance] Ending Page

9. Ending Page

Title       : Ending Page

Author  : Luhoney77 (@chikacharlotte)

Rating   : Teenage

Lenght  : Vignette (1306 words)

Genre   : Friendship, Life, AU.

Cast       : Suho aka Kim Junmyeon (EXO-K), Lay aka Zang Yixing (EXO-M)

Desclaimer : Aku kembali dengan cerita garing yang sebenernya lebih ke kaya luberan isi hati dan unek-unek gitu, lagi kepikiran suho yang pasti lagi tertekan banget sekarang ini. T,T Suho dan Yixing belongs to God, plot is 100% mine. Have already been posted in my personal page LUHONEY. Nama Dewa yang aku pake di cerita Suho itu sumbernya dari wikipedia. Enjoy reading and don’t forget to leave comment. ❤

“Jadi, apakah ceritanya sudah selesai?”

Aku menghampiri Suho hyung yang sedang duduk dan sibuk menggoreskan penanya pada halaman buku tebal berwarna coklat tua di hadapannya.

“hampir, dan aku tidak tahu bagaimana harus mengakhiri cerita kali ini, sepertinya akan berakhir tragis dan menyedihkan.”

Pria muda bambut merah maroon yang sudah aku anggap kakakku sendiri itu menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang masih terus ia isi dengan untaian kata indah dan imajinatif.

“Tidak bisakah kau memberiku spoiler cerita ini hyung, sepertinya kau serius sekali, aku penasaran.”

Aku merajuk, dan berusaha untuk membaca kata demi kata yang sedang ia tuliskan.

“Hyung sepertinya cerita ini benar-benar menyedihkan sekali.”

Mendengar perkataanku, Suho menghentikan aktivitasnya menggoreskan tinta pena pada buku di hadapannya dan menutup buku tersebut, ia menatapku dan menghela nafas.

“Okay, dengarkan spoiler ini baik-baik dan beri aku masukan bagaimana aku harus mengakhirinya, mengerti xing?”

“Assa! Ya hyung, aku akan mencerna ceritanya dengan baik.”

(Suho’s story)

Aku menceritakan tentang 12 anak dewa yang dipertemukan dalam sebuah akademi. Akademi ini membagi mereka kedalam 2 tim yang masing-masing terdiri dari 6 anggota. Kedua tim awalnya mendapat tugas untuk menghibur manusia di dua belahan bumi yang berbeda. Manusia di bumi yang awalnya enggan saling menyapa, bahkan banyak di antara mereka yang tidak saling mengenal, kemudian menjadi lebih dekat satu sama lain setelah 12 anak dewa ini datang dan menghibur mereka melalui nyanyian dan tarian.

Melihat perubahan kehidupan manusia yang begitu pesat dan baik, pemimpin akademi kemudian berniat untuk menyatukan 2 bagian dunia menjadi satu, hingga kemudian ia memerintahkan ke-12 anak dewa tersebut untuk bergabung menjadi satu tim.

Benar saja, ke-12 anak dewa ini menjadi semakin dicintai oleh manusia bumi. Sayangnya, dengan penyatuan mereka, keinginan pemimpin akademi tidak bisa terwujud, dan bahkan manusia bumi tidak lagi mengalami kemajuan, mungkin dapat dikatakan manusia bumi mulai kembali mengalami kemunduran yang bahkan lebih buruk dari sebelumnya tidak saling mengenal, kini mereka saling membenci. Ini karena ada diantara manusia itu yang jatuh terlalu dalam ketika mencintai mereka 12 anak dewa, padahal dalam hukum lama sudah tertulis, bahkan dewa dan keturunannya tidak ditakdirkan berdampingan dengan manusia.

Kondisi manusia yang tidak menunjukkan adanya kemajuan lagi, membuat pemimpin akademi jengah, dan akhirnya memutuskan untuk kembali membagi 12 anak dewa kedalam 2 tim.

Terlepas dari masalah manusia yang dihadapi pimpinan akademi, 12 anak dewa yang manusia ketahui selalu bisa menampilkan pertunjukkan sempurna dan menarik dihadapan mereka ternyata juga menghadapi goncangan berat. Salah satu anak dewa yang bernama kratos merasa jenuh dengan kegiatan mereka menghibur manusia, kratos memutuskan untuk meninggalkan ke-11 anak dewa lainnya dan meninggalkan akademi tanpa pesan. Kratos merupakan pimpinan dari kelompok anak dewa yang bertugas di bagian bumi timur, Sepeninggal Kratos yang tanpa pesan tersebut, 11 anak dewa yang tersisa kembali bergabung dalam satu kelompok, dan Fanes yang merupakan pimpinan kelompok anak dewa yang bertugas di barat, kini menjadi pimpinan tunggal.

Manusia yang mendengar berita ini merasa sangat kecewa terhadap ke-12 anak dewa. Fanes sang pemimpin tunggal juga merasa sangat terpukul dengan kepergian Kratos dan keadaan manusia bumi yang kini semakin memburuk.

Belum usai masalah kepergian Kratos, ke-11 anak dewa kembali mendapat masalah dengan datangnya kabar bahwa Apollo, salah satu dari 11 anak dewa yang tersisa membuat kesalahan dengan menikahi Artemis, saudara perempuannya sendiri.

Berita pernikahan Apollo dengan Artemis dengan cepat menyebar di kalangan manusia bumi, dan kali ini manusia bumi merasa mereka tidak bisa menerima keputusan gegabah Apollo tersebut.

(Suho’s story end here)

Aku bisa merasakan mulutku menganga mendengar Suho hyung bercerita. Kemudian tersadar dan segera menutup mulutku setelah Suho hyung kembali menatapku dan mengangkat sebelah alisnya.

“Jadi bagaimana?”

Ia bertanya setelah mengalihkan pandangannya dan mulai kembali membuka halaman demi halaman buku dihadapannya.

“Wajar jika manusia bumi merasa kecewa ketika mengetahui kabar Kratos meninggalkan ke-11 anak dewa lain, tapi mengapa manusia bumi harus marah dengan keputusan Apollo? Bukankah mereka juga tidak akan bisa mendampingin Apollo meski ia tidak menikah?”

“Karena Apollo menikahi saudaranya sendiri, dan itu tidak pantas.”

“Kalau begitu hukum saja Apollo, dan biarkan anak dewa kembali menghibur manusia dengan 10 anggota.”

Suho hyung kembali menghela nafas mendengar jawabanku.

“Karena ketidak hadiran Apollo justru akan membuat manusia bumi semakin kecewa, kau lupa Kratos?”

Aku berpikir keras, sungguh baru kali ini aku berpikir demikian keras hingga aku rasa aku bisa mencium bau asap keluar dari kepalaku.

“A, kalau begitu buat saja Apollo mengakhiri pernikahannya dengan Artemis, dengan begitu ia bisa kembali kan?”

“Dan itu akan membuat Apollo semakin tersiksa, karena bukan hanya Zeus dan pemimpin akademi akan menghukumnya dengan lebih berat, perasaannya juga tersakiti.”

Oh, Tuhan aku lupa resiko itu.

“Kalau begitu jangan dengarkan manusia bumi yang egois, dengarkan suara mereka yang mau menerima anak dewa itu bagaimanapun keadaannya.”

“Kau lupa lagi, tugas mereka adalah mengubah manusia, tanpa ada manusia egois, tidak akan ada tugas itu, dan tanpa tugas itu, tidak akan ada ke-12 anak dewa.”

“Bagaimana kalau….”

Aku berhenti, tidak melanjutkan ucapanku.

“Ya, aku juga sempat memikirkan akhir yang seperti itu.”

“Tidak hyung jangan, kau tidak boleh membuat akhir yang tragis, kau tidak boleh mengakhiri cerita dengan menghilangkan kelompok anak dewa yang begitu berarti bagi manusia bumi.”

Aku menutup buku yang ada dihadapan Suho hyung dan menarik pena dari tangannya.

Suho hyung kembali menatapku penuh arti. kemudian seperti tersambar petir Zeus aku tersadar, Ya, aku sadar.

“Hyung sepertinya aku tahu darimana kau mendapat ide cerita ini.”

“Benarkah? Darimana?”

Suho hyung berkata dengan nada tenang dan mengambil kembali penanya yang ada di tanganku.

“Hyung…”

Aku terdiam, masih mencerna, mengapa Suho hyung sempat berpikir akhir yang demikian.

“Hyung cerita itu.. bukankah itu yang sedang kita hadapi saat ini?”

Suho hyung menyunggingkan senyumnya.

“Lama sekali ternyata bagimu untuk mengerti. Ya, aku mengisahkan kita.”

Kembali kami terdiam, hanya goresan pena Suho hyung di atas kertas yang terdengar.

“Hyung.. kenapa kau memikirkan akhir yang demikian?”

Bukan memecah keheningan, aku semakin membuat keadaan semakin sunyi, karena Suho hyung kemudian menghentikan goresan penanya.

“Hyung… aku tahu keadaan saat ini tentu sangat berat bagimu.”

Aku masih tidak mendengar jawaban dari Suho hyung, aku hendak kembali membuka mulutku, namun gagal, karena saat itu, aku melihat bulir jernih mengalir di pipinya, Suho hyung, menangis. Untuk pertama kalinya sejak 7 tahun aku mengenalnya, ia menangis, dan bukan tangis bahagia seperti tahun lalu.

“Hyung…”

“Xing-ah, setelah mendengar ceritaku tadi, kau tahu kan kemungkinan para anak dewa untuk bertahan dalam kelompok sangat kecil. Cepat atau lambat manusia bumi akan meninggalkan mereka, dan Zeus akan menghukum mereka karenanya.”

“Tidak ada Zeus yang akan menghukum kita sekarang hyung…”

“Ya, tapi mereka, mereka yang menyayangi kita akan pergi, dan itu lebih buruk dari hukuman Zeus, xing-ah.”

Aku terdiam, sungguh aku terkejut mendengar jawaban Suho hyung, aku tidak pernah berpikir mereka yang menyayangi dan selalu mendukung kami akhirnya akan meninggalkan kami karena masalah yang datang bertubi-tubi ini.

“Hyung…”

“Xing-ah, sepertinya kita juga sudah sampai pada halaman akhir.”

Alih-alih menjawab ucapan suho hyung, aku kembali merebut pena yang ada pada genggamannya, dan buku yang ada di hadapannya.

“Kau lihat hyung? Masih ada tumpukan buku kosong dalam kardus ini. Pembaca ceritamu mungkin akan berpikir kau akan menyelesaikan ceritamu pada halaman akhir ini, orang lain juga mungkin akan berpikir demikian melihat keadaan kita saat ini. Tapi hyung, kau bisa merubahnya, kau tidak harus menyelesaikannya pada halaman akhir ini.”

“Mengisi lembar kosong di buku lainnya akan seperti mengulang cerita xing-ah.”

“Kau tahu hyung? Seorang penulis cerita yang tak lekang oleh waktu, juga membutuhkan waktu yang lama, mengulang tulisannya berjuta kali sebelum akhirnya ia berhasil mendapatkan akhir cerita yang indah. Jika memang kita harus mengulang dari titik paling bawah, kenapa tidak hyung, untuk akhir yang lebih indah.”

Suho hyung menatapku. Ia menyunggingkan senyum yang akhir-akhir ini sulit aku temui di wajahnya, senyum penuh kasih sayang yang tulus.

“Kau yang terbaik xing-ah.”

“Semua akan baik-baik saja hyung, yakinlah!”

Suho hyung mengangguk, kemudian menghela nafas panjang.

“Lalu apa yang harus aku lakukan dengan cerita ini, xing-ah?”

“Biarkan halaman belakang itu kosong hyung”

“karena sebuah cerita tidak harus selesai pada satu halaman akhir.”

FIN

Makasih udah ngeluangin waktu buat baca ya. Buat Exostan yang masih berdiri sampe sekarang, be strong ya! Yuk pegangan tangan yang kuat buat ngelaluin badainya. Kalo kita stay strong, boys juga bakal stay strong. Lots of love for exostan. Dan readeerrss.. makasih udah mau baca dan leave comment yaaa..

Advertisements

2 thoughts on “[FF Freelance] Ending Page

  1. really really like this story :* aku setuju dengan kata-kata yixing ucapkan, “karena sebuah cerita tidak harus selesai pada satu halaman akhir.” Daebak, Jjang~! ‘-‘)b
    Nice, hwaiting~~!! 😀

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s