[FF Freelance] Fate (Chapter 1)

BfjBpDVCMAAHObr

Judul FF : Fate (chapter 1)

Author: JHaerin

Rating: PG-13

Length: Chapters

Genre: Romance, Fluff, Sad, Angst

Main Cast :

  • Oh Sehoon
  • Oh Hayoung
  • Oh SeYoung (OC)
  • Kris Wu

Support Cast : Kim Jongin, Jung Krystal

Disclaimer:

Udah pernah di post di koreafanficindo.wordpress.com. tapi mohon ga dikasih tau soalnya disana udah hampir selesai fanficnya^^
storyline asli dari pikiran saya, dan cast milik ayah ibunya masing masing. 

 

“aku buta, namun apakah jika orang buta menyayangi orang normal itu salah?”

 

***

Itu kata pertama yang terlintas di pikiran namja yang memakai syal berwarna kecokelatan dan seragam berwarna kuning dari sekolah yang cukup terkenal di kota Seoul.

Pandangan namja itu tidak bisa teralihkan oleh apapun ketika melihat yeoja yang ada disebelahnya saat itu. Gadis yang tidak ia kenal, namun sudah bisa membuat nya berdebar debar hanya karena menyium wangi tubuhnya yang berjarak tidak begitu jauh darinya.

Gadis itu tidak terlalu pendek, pas sebahu namja itu. Yeoja itu meiliki mata yang berwarna cokelat bening, rambut lurus yang panjang dan berkilauan. Yeoja itu selalu menatap kedepan dengan tatapan yang tidak mengartikan apa apa.

Sampai akhirnya bus yang ia tunggu tunggu sampai dihalte itu. Namja itu hendak mendekati bus itu namun ia melihat tidak ada reaksi yeoja yang didekatnya itu.

“permisi.. apakah kau ingin menaiki bus? Busnya sudah sampai.”

Ini hari pertamanya ia berbicara langsung pada gadis itu. Biasanya ia hanya memandanginya dari jauh.

“ah iya. terimakasih.”

Gadis cantik itu membungkukkan badannya pada Sehun dan mengayunkan tongkatnya yang membantunya untuk berjalan. Sehun memandangi gadisitu, kenapa hatinya sangat berdebar?

***

Gadis itu menempatkan bokongnya di salah satu kursi yang menurutnya kosong. Gadis itu lalu membuka barang ditasnya dan meraba sesuatu. Dan menyumpalkan benda ber’kabel’ ditelinganya, dan memencet sesuatu yang sudah diafalnya.

“Permisi, apakah tempat sebelah ini kosong?”

Hayoung—nama gadis itu, reflek menghadap sumber suara itu. Meskipun yang hanya ia bisa lihat hanyalah bayangan hitam, ia tetap tersenyum meski ia tidak mengetahui siapa yang memanggilnya.

“silahkan.”

Hayoung merasakan sesuatu yang berat menimpah kursi yang ada disebelahnya. Aroma maskulin namja yang sangat berbeda dengannya—wangi parfum perempuan tentunya, menyeruak ke hidungnya. Membuatnya berasa nyaman dan berdebar debar.

“apakah kau ingin pergi kesekolah?”

Namja yang disebelahnya mencoba memulai pembicaraan yang sangat awkward untuk kedua insan itu yang baru saja bertemu. Yeoja itu terkejut dan masih merasa aneh, namun ia tetap tersenyum dan membalas ucapan namja itu.

“iya, butuh waktu 20menit untuk sampai kesekolahan ku.”

School of Performing Art Seoul?”

Hayoung menggeleng, dan tersenyum sedih mendengar pendapat namja itu. Ia bukanlah yeoja normal yang bisa mengikuti sekolah macam itu.

“aku bersekolah disebelahnya, sekolah untuk anak anak yang memiliki kekurangan.”

“woah, jinjja? Bolehkah aku mengetahui namamu? Sekolahmu sebelah sekolahku. Aku baru mengetahuinya.”

“Oh Hayoung imnida. Jeongmal? Hahaha aku ingin sekali bersekolah disekolahmu.. tapi.. aku buta.”

jeongmal, hahaha. Sekolahan itu tidak sebaik yang kau pikirkan. Namaku Oh Sehun.”

“eoh?Marga kita sama, mr.Oh.”

Sehun tertawa mendengar gurauan yeoja yang ada disebelahnya, ia sangatlah senang karena akhirnya ia dapat menyapa yeoja itu dengan seluruh keberanian yang ia punya.

“haha. Aku pikir kau lebih muda darimu. Kau kelas berapa?”

“aku junior di SMA ku, sunbae.”

“kau tidak perlu memanggilku sunbae, panggil aku oppa.

“eoh jinjjayo? Kita baru kenal mengapa kau sangat baik padaku?”

Sehun menatap mata Hayoung dalam dalam. Meskipun mata itu bening dan tidak memancarkan perasaan apapun yang sedang dirasakan yeoja itu, ia merasakan kalau yeoja itu baik dan sangatlah murni.

“jangan terlalu formal padaku. Karena aku sudah terlalu lama melihatmu dari jauh.”

“mwoya?”

“ya, merhatikanmu nunggu bus datang meskipun kau kadang tidak mengetahuinya, sudahkah bus itu datang. Memperhatikan kau menyumpalkan headset dari handphonemu. Dan memperhatikan kau berhenti dihalte yang dekat dengan sekolahanku tapi hanya melewatinya.”

jinjjayo, oppa? Ternyata kau mengetahuiku sejak lama, haha.”

“eung, aku mengetahuimu sekitar 6bulan yang lalu.”

Hayoung seketika mengingat kejadian 6bulan yang lalu. Kejadian yang menimpahnya. Ternyata sudah selama itu Sehun memperhatikan cewek buta sepertinya.

“baiklah, aku akan memanggilmu oppa karena kau telah mengetahuiku sejak lama. Senang bertemu denganmu.”

Senyum gadis  itu mengembang dengan indahnya, lengkungan bulan sabit itu terlihat menghiasi wajahnya. Ntah mengapa semua itu membuat Sehun berdebar debar.

“apakah aku boleh mendapatkan nomor ponselmu? Ku lihat kau mempunyai ponsel”

Ucapan itu semuanya keluar dari mulutnya secara tibatiba. Ia sangatlah berdebar debar, tidak menyangka bahwa bibirnya bisa berkata seperti itu.

“tentu saja, ini, tapi tolong masukan speed dial dengan alphabet yang oppa mau biar aku bisa menghubungimu dengan gampang.”

“Baiklah, Hayoungie”

Hayoungie, iya, tadi Sehun memanggil namanya dengan sebutkan Hayoungie. Hayoung terkejut dan segera menunduk, kenapa pipinya terasa memanas dan jantungnya berdebar debar?

Sembari mengunggu Sehun mengetik nomor ponselnya, ia merasakan bahwa mereka sudah melewati halte pertama dan harus menunggu sekitar sepuluh menit lagi. Yang hanya ada dipikiran Hayoung hanyalah satu.

Jangan sampai aku menyukai atau bahkan mencintai lelaki yang baru ku kenal ini.

Ia melamun, memikirkan bahwa, tidak seharusnya lelaki baik seperti Sehun bersamanya meskipun ia sudah tahu bahwa Sehun tidak mungkin mencintainya.

“ini,handphone mu.” Sehun menarik tangan Hayoung dan meletakannya di telapak tangannya. Ia sangat berdebar merasakan itu semua tapi kenapa kali ini ia berani sekali?

“terimakasih,oppa. Hahaha, ini lucu sekali, aku tidak mengetahui bagaimana rupa mu, tinggi tubuhmu, bentuk tubuhmu, bentuk mukamu, namun aku sudah bisa akrab denganmu. Ini aneh.”

Hayoung berkata dengan jujur, bagaimana bisa ia akrab dengan seseorang yang baru saja ia kenali?

“sebenarnya ini tidak adil, Hayoungie. Aku bisa mengetahui seberapa cantik dirimu namun kau tidak mengetahui seberapa tampannya aku. Aku bisa memujimu namun kau tidak.”

Sehun menggembungkan kedua pipinya, ia terlihat sedikit kesal karena sikapnya yang kurang dewasa, namun itu terlihat sangat lucu.

“karena aku tidak bisa melihat wajahmu, aku harus bisa mengetahui apa yang kau banggakan selain wajah sebenarnya.”

“aku jago—“

“oppa, kita sudah sampai di halte kedua. Kajja, aku tidak mau terlambat.”

Hayoung keluar dari tempat ia duduk terlebih dahulu, melewati kedua kaki panjang Sehun sangatlah susah, Sehun mengetahui seberapa sulit nya mengatur kedua kakipanjangnya. Ia segera berdiri dan menarik pergelangan tangan Hayoung dengan lembut. Membiarkan tangan Hayoung yang lainnya memegang tongkat ‘pengarah’ nya.

“kajja.”

Mereka menuruni bus bersama. Hayoung terdiam, ia merasakan jantungnya berdebar kembali ketika ia merasa ada jemari jemari lentik berusaha memasuki sela sela jemarinya. Ia merasakan ada telapak tangan yang lebih besar darinya berusaha menggenggam tangannya.

Bagaimana bisa kedua orang yang baru saja mengenal sudah bisa dekat seperti ini?

***

Gadis cantik itu berdiri disekolah yang cukup elit untuk anak anak yang memiliki kekurangan. Yeoja itu memakai seragam berwarna kuning, yang menunjukan bahwa ia bersekolah disekolah musik yang ada didekat sekolah itu.

eonni!”

Gadis itu berlari ke arah seorang gadis memiliki rupa yang sama dengannya dan memeluknya dari belakang. Gadis yang dipeluk tersenyum merasakan tangan adik kembar kesayangannya melingkar dibahunya.

“seyoung-ah, kenapa kau tidak dijemput eomma atau Kris oppa?”

“aku malas, eon. Aku ingin jalan jalan denganmu.”

“apa? Jalan denganku?”

Hayoung terkejut dengan ucapan adik nya yang sudah menarik tangannya ntah kemana. Ia tidak pernah jalan dengan adiknya sejak insiden 6 bulan yang lalu.

eung. Kajja eonnii~~”

“haha, arraseo arraseo, kajja.”

Kedua gadis dengan rupa yang sama itu akhirnya pergi berduaan, salah satu dari yeoja itu—yang tidak membawa tongkat, melihat kearah eletase elatase yang terpajang di depan tokotoko.

eonni, bukan kah kau menyukai dress dress? Apakah kau ingin membelinya? perlukah aku memilihkannya?”

Dengan cepat Hayoung menggeleng. Ia mengetahui ia memiliki selera fashion dengan adiknya. Adiknya itu sangat menyukai sesuatu yang berbahan dasar jeans. Sedangkan hayoung sangat menyukai baju yang berbahan dasar katun. Dari model baju nya saja pun sudah berbeda.

“aku akan memilihnya sendiri. Kau cukup menjelaskan motifnya.”

Seyoung mengangguk menyetujui ucapan eonninya dan sedikit mengeluarkan suara lembut yang berarti persetujuan.

Setelah Seyoung melihat kearah tokotoko itu, akhirnya ia menemukan toko yang menjual baju sesuai selera eonni kesayangannya itu.

Dengan sedikit tidak sabar, Seyoung menarik tangan Hayoung dan mengajaknya masuk ke salah satu toko yang ada disana.

eonni, perluku panggilkan petugasnya?”

“iya.”

Hayoung mengangguk dan menunggu Seyoung yang pergi memanggil petugas yang bisa membantunya. Namun tiba tiba, ponselnya berbunyi dari dalam tasnya. Dengan nada dering yang berbeda dengan apa yang ia stel untuk ponselnya.

Hayoung meraba raba tasnya, meskipun beda bunyi, ia tetap bisa mengetahui ada yang menelefonnya melalui getaran yang ada didalam tasnya.

jakku nareul jageukhajima, nado nal mol—“

 

“yeoboseo?”

“yeoboseo, hayoungiee~”

 

Hayoung mengenal suara berat khas lelaki yang ada diseberangnya. Suara namja yang sudah bisa membuatya berdebar debar dalam hitungan menit

“Sehun oppa?

eung. Eodiseo, hayoungie? Apakah kau masih disekolah? Aku ingin menjemputmu. bolehkah aku?”

 

“maaf, tapi aku sedang persama adik ku sekarang oppa. Maaf dan terimakasih untuk menawarkan untuk menjemputku.”

“ah arraseo, gwaenchana. Kau memiliki adik? Dimana ia bersekolah? Kenapa ia tidak pernah mengantarmu menaiki bus?”

 

“tempatmu bersekolah.Kau tidak tahu? Kupikir adikku cukup popular disana, atau karena kau yang kurang up to date tentang sekolahanmu sendiri? Hahahaha”

Hayoung tertawa lepas, ia bahkan tidak ingat kapan terakhir kalinya ia tertawa lepas seperti ini. Yang pasti, sebelum ia mengalami semua kejadian kejadian itu.

yaa! Mwoya?! Heh, aku ini cukup populer! Ck. Mungkin karena sahabtku, kai namanya, yang sering dikelilingi wanita wanita dan  membuatku ikut dikelilingi sehingga aku tidak megetahui yeoja yeoja yang disekitarku.”

 

“bohong. Pasti kau beralasan.”

aku tidak berbohong. Kenapa kau menuduhkuu?”

 

“haha, aku tidak menuduhmu. Eh, oppa, sudah dulu ya, adikku sudah kembali. annyeong.”

Tanpa menunggu balasan Sehun, Hayoung langsung mentup telfonnya. Tidak memperdulikan apa yang akan namja itu bicarakan padanya.

eonni, ini orangnya.” Seyoung datang bersama yeoja camtik berdandan seperi anak remaja.

“selamat sore, saya disini untuk membantu anda memilih baju yang anda sukai.”

“ah, ne.”

“kalau boleh tahu jenis baju seperti apa yang anda sukai, agasshi?”

“aku menyukai baju berwarna putih dam berbahan nyaman.”

“baiklah, ayo ikuti saya.”

Dengan nada ceria, seyoung menggandeng eonninya kearah yang ditunjukan wanita itu. “kajja eonni

Hayoung hanya tertawa, ia merasakan adiknya bersenandung cerita.

“saya pilihkan beberapa dress putih, dan warna softpink, karena menurut saya anda cocok memakai baju itu.  “

kamsahamnida, aku akan beritahu eonniku.”

Seyoung dan perempuan yang membantu mereka memilih baju membungkuk 90 derajat dan yeoja itu meninggalkan mereka berdua.

“eonni, kau ingin merasakan dress yang mana dulu?”

“yang menurut adikku bagus untukku terntunya.”

Seyoung terkekeh dan hayoung tersenyum. Sebenarnya, Seyoung sangatlah merindukan tawa Hayoung yang meledak meledak. Seyoung tidak pernah lupa dengan reaksi Hayoung.

“bagiklah, aku pilih yang ini!”

Seyoung memberikan dua dress untuk hayoung,  yang sau berwarna merah jambu yang lembut dan yang satunya berwarna putih susu.

Hayoung meraba baju pilihan adiknya itu. Ia merasakan bahan apa yang adiknya pilihkan untuknya. Itu seleranya. Iapun merasakan ada tali spageti dilingkar pinggang baju itu.

“baiklah, eonni akan mencobanya.”

“ayo, ku bantu.”

Hayoung tersenyum dan menganguk arti setuju. Mereka memasuki ruang ganti yang ada disana. Tentu saja, apa yang dipakai kakaknya pasti sangat bagus.

Akhirnya hati hayoung memilih baju yang dipilihkan oleh adiknya. Seyoung pun membeli baju terusan namun bukan dress berbahan jeans yang terlihat nyaman untuknya.

Akhirnya mereka melanjutkan membeli sepatu dan hiasan rambut dan lain lain. Dan akhirnya mereka beristirahat disalah satu kafe yang ada disekitar mereka.

“Seyoung-ah.”

“ne?”

“apakah kau mengenal Sehun? Oh Sehun.”

“apakah kau mengenalnya eonni? Ia adalah sunbae ku! Ia sangat tampan eonni~”

Hayoung tertawa pelan melihat tingkah adiknya yang seperti fangirling ketika mendengar nama Sehun—lelaki yang baru ia kenal tadi pagi. Apakah ia sebegitu populernya? Apa ia tidak berbohong pada Hayoung?

“ya aku mengenalnya, baru ta—“

“Hayoungie!”

Lagi lagi suara berat seorang lelaki mengejutkan Hayoung, suara khas lelaki yang sudah dikenal Hayoung, sontak membuat Hayoung mencari kearah suara itu.

Lengan seorang pria meligkar dilehernya dan lelaki itu meletakan kepalanya dibahu Hayoung, membuat Seyoung terkejut.

sunbae?!”

Seyoung sontak terkejut, melihat eonninya dipeluk dari belakang oleh sunbae yang cukup terkenal disekolahnya. Apa apaan ini? Baru saja mereka membicarakan namja itu.

“maafkan aku, anda siapa? Hayoungie? Dia siapa? Kenapa..?”

Sehun terlihat terkejut melihat ada orang yang mirip sekali denga yeoja yang mulai ia sukai, namun gadis itu.. normal.

“haha, sehun oppa, kenalkan ini Oh Seyoung adik kembarku. Ia bersekolah disekolahmu, kau tidak mengenalnya? Ia mengenalmu dengan baik loh.”

Sehun terkejut. Ia meraih kursi yang ada disebelah Hayoung dan duduk disana, mereka berdua tampak seperti kekasih. Namun itu sedikit membuat hati Seyoung panas.

jinjjayo? Kau hoobaeku? Yaa, hayoungie, kau tiba memberitahuku bahwa kau meimiliki adik kembar! Haha. Bangapta, seyoung-ah.”

ne, sehun sunbae.” Seyoung mengangguk dan dibalas oleh sehun dengan senyuman. Hati seyoung sedikit berdebar karena Sehun tersenyum padanya. Bagaimana bisa ia tidak berdebar debar karena ia di berikan senyum oleh sunbae yang paling tampan disekolahnya?

“apa yang kau lakukan disini Hayoungie?”

“aku hanya beristirahat sebentar disini bersama seyoung dan akan segera pulang, bagaimana denganmu?”

“aku menunggu sahabatku.”

Seyoung merasakan ia terjepit diantara dua orang yang sedang berpacaran, tunggu dulu, apa mereka sudah pacaran?

“apakah kalian berpacaran?”

Pertanyaan seyoung diberikan dengan nada sedikit menyindir dan tatapan mata kesal, namun tidak di perhatikan oleh dua orang itu hanya dibalas dengan gelengan pelan dari eonninya. Dengan begitu Seyoung bisa menghela nafas nya.

“aku hanya baru mengenalnya tadi pagi. Sedangkan ia mengetahuiku sejak 6bulan yang lalu.”

‘lalu aku sudah mengenalnya sejak 2tahun yang lalu.’ Batin seyoung, sedikit cemburu dengan eonninya. Namun apa yang bisa ia lakukan? Tatapan Sehun hanya menuju ke eonninya saat itu.

“ooh. Apakah kau menunggu Kai sunbae?”

Tanya seyoung yang berusaha membuat pandangan Sehun menju ke arahnya. Namun ia gagal, sehun hanya mengangguk dan tertawa pelan. Tidak sedetikupun memandang ke arahnya.

“oppa, apakah kau memperhatikanku? Atau seyoung? Kenapa aku merasa risih. Atau perasaan ku saja?”

Hayoung kemudian meresap tehnya yang bebau mawar. Ntah kenapa baru pertama kali ini ia merasa risih diperhatikan.

Namun saat sedang meresap tehnya ia merasakan tangan besar menggenggam tangannya. Namun tidak diperlihatkan ke adiknya. Hayoung terkejut dan hanya terdiam. Jantungnya berdebaran saat itu.

“itu aku, hayoungie.”

Hayoung hanya menggangguk dan merasakan kedua pipinya memanas. Jantungnya berdebar, apakah ia benar benar menyukai Sehun?

Sehun pun merasakan hal yang sama. Ia sedang bersama adik Hayoung saat itu, namun mengapa ia berani beraninya menggenggam tangan Hayoung?

Boiji anheun neol chajeuryeogo aesseuda~”

 

Suara dering hp Seyoung berbunyi. Membuatnya sontak mengangkatnya, ia mendengarkan suara namja yang berbahasa korea namun dengan logat yang sebenarnya sedikit aneh.

eodisseo?

“aku di café the coffee bersama Hayoung eonni. Waeyo?”

aku mencarimu disekolah.”

Seyoung menepuk jidatnya pelan, ia melupakan seseorang yang sudah biasa menjemputnya—disuruh eomma nya seyoung tentunya. Hayoung yang terlihat mengetahui siapa yang menelefon Seyoung terkekeh pelan.

“apakah kau melupakan kris oppa?ckck”

Seyoung tidak memperdulikan ucapan eonninya itu, ia hanya terlihat ketakutan. Ia mengetahui seberapa galak namja yang ada disebrang speaker handphonenya.

“aku akan kembali kesekolah. Tunggu sebentar!”

hajima, aku akan kesana. Annyeong.”

            tapi—“

Telefon itu sudah ditutup oleh namja itu. Hayoung tekekeh, ia mengengetahui pasti adiknya tidak diberbolehkan untuk berjalan kaki sendirian kesekolah.

***

Namja tinggi yang ditunggu tunggu Seyoung akhirnya dapang juga. Namja yang tinggi dan dingin, mau bagaimanapun ia pernyelaman hidup yeoja itu karena, namja itu menyelamatkan yeoja itu dari percakapan seorang pasangan—Hayoung dan Sehun tentunya.

“Kris oppa, disini!”

Lelaki tinggi itu berjalan kearah sebuah meja yang berisikan dua perempuan dan satu lelaki. Dengan sigap ia menarik salah satu dari gadis yang ada disana dengan lembut dan membungkuk kepada Hayoung dan Sehun.

Lelaki itu tersenyum lembut pada Hayoung, senyum yang hanya ditunjukan untuk Hayoung.

“hayoung-ah, mianhae aku merepotkanmu dengan adikmu yang sangat menyebalkan ini.”

Hayoung yang menyadari bahwa namja itu berbicara kepadanya hanya tersenyum tipis dan mengangguk, menandakan kalau ia tidak keberatan dengan kehadiran adik kembarnya.

“dan oppa, perkenalkan dia Sehun oppa, sunbae nya Seyoung dan orang yang selalu membantuku ketika aku menaiki bus. Sehun oppa, perkenalkan ini tunangan Seyoung.”

Sehun tersenyum tipis, ia hanya menyadari bahwa namja yang baru saja diperkenalkan oleh Hayoung hanya tersenyum padanya. Bukan pada Seyoung maupun Sehun. Apakah namja ini menyukai Hayoung?

“Oh Sehun.”

“Wu Yi Fan, kau bisa memanggilku Kris.”

Balas lelaki  itu dingin. Ya, itu benar benar, suara halus namja itu, senyuman namja itu hanya ditunjukan untuk Hayoung.

“Hayoung-ah, oppa pulang dulu. aku bisa dibunuh eomma mu jika tidak membawa saengmu dengan selamat sampai rumah. Annyeong.

Namja itu menunduk dan segera pergi dengan Seyoung yang hanya sempat mengucapkan satu kata itu pula terpotong.

Namun, ketika mereka berdua pergi, Sehun mengeluarkan tujuh tangkai bunga dari tasnya dan memberikannya kepada Hayoung.

“a-apa ini,oppa?”

“7 tangkai tulip merah.”

Tangan Sehun memberikan 7 bunga itu untuk Hayoung, ia tersenyum lembut. 6 bulan sudah ia menunggu untuk berbicara kepada yeoja yang ada didepannya, dan enam bulan pula ia menahan perasaannya.

“          a.. apa maksudmu oppa?”

Hayoung yang sedikit mempelajari floriography tampak mengerti dengan apa arti dari tujuh tangkai bunga tulip berwarna merah itu. Lidahnya terasa keluh, apa ini arti..

deklarasi cinta.”

Hayoung terkejut, benarkah? Seorang lelaki populer menyukai gadis buta sepertinya? Sehun mengenggam tangan Hayoung dan menciumnya.

aku mencintaimu Oh Hayoung, sejak 6bulan yang lalu.”

-To Be Continued-

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on “[FF Freelance] Fate (Chapter 1)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s