Resemble (Chapter 4)

resemble

Title : Resemble (Chapter 4)

Author : DkJung

Main Casts :

  • [A Pink] Jung Eunji
  • [Girl’s Day] Bang Minah
  • [Infinite] Lee Howon
  • [Beast] Lee Gikwang

Support Casts :

  • [F(x)] Jung Soojung
  • [Girl’s Day] Lee Hyeri

Genre : Friendship, Romance

Length : Chaptered

Rated : PG 14

Disclaimer : terinspirasi dari film favorit aku. Cat : anggap di ff ini muka eunji-minah mirip identik.

Summary :

Apa yang akan kau lakukan jika bertemu dengan orang yang wajahnya serupa denganmu? Hal itulah yang dialami gadis cantik bernama Jung Eunji. Ia cucu dari pengusaha terkaya di Korea. Namun, tanpa disangka ia bertemu dengan Bang Minah, seorang gadis sederhana yang memiliki paras serupa dengannya.

 Chapter 1 . Chapter 2 . Chapter 3

 

Chapter 4

Minah yang kini sedang makan malam dengan Presdir Jung hanya bisa membungkam mulutnya. Ia hanya membukanya ketika akan menyuapkan makanan. Berada dalam suasana canggung seperti ini bukanlah keahlian Minah. Apalagi, dalam satu ruang makan bahkan satu meja makan yang cukup lebar dan panjang, hanya ada dirinya dan Presdir Jung yang sedang menyantap makan malam. Yang bisa ia lakukan saat ini hanya berdoa dan berharap Presdir Jung tidak akan mengajaknya mengobrol.

“Eunji-ya.”

Oh, tidak. Bahkan belum sempat Minah berdoa, Presdir Jung sudah memanggilnya. Dengan perlahan, Minah mendongak ke arah sosok lelaki paruh baya yang menjadi kakek sementaranya itu. “Ne, Harabeoji?” jawabnya yang sangat canggung memanggil Presdir Jung dengan sebutan kakek.

“Kenapa kau sulit sekali dihubungi?”

Ne?”

“Apa ponselmu habis baterai? Tadi saat Harabeoji menelponmu, ponselmu tidak aktif.”

Minah hanya bisa tersenyum masam. Bagaimana bisa Presdir Jung menghubunginya? Ia bahkan tidak punya ponsel. Ponsel milik Eunji pun tidak ada padanya. Mungkin, Eunji memang mematikan ponselnya. Alhasil, Minah harus mengarang alasan.

“Ponselku tiba-tiba saja rusak. Memangnya, ada apa Harabeoji menghubungiku?”

Harabeoji penasaran, bagaimana kencanmu dengan Lee Gikwang? Apakah berjalan lancar? Kau menyukainya bukan?”

Minah sudah menduga. Percakapan antara dirinya dan Presdir Jung tidak akan jauh dari masalah perjodohan. Minah tak bisa membayangkan bagaimana sulitnya Eunji untuk hidup sebagai cucu pengusaha kaya yang harus mau dijodohkan dengan lelaki yang bahkan belum pernah ditemuinya.

Apa yang harus aku katakan? Tidak mungkin jika aku bilang aku menyukainya! Bisa-bisa perjodohannya akan terus berlangsung! Aigoo, ini benar-benar membuatku gila!

“Eunji-ya, kenapa kau diam? Bagaimana Lee Gikwang?”

“Ah, ne, begitulah.”

“Begitu bagaimana? Kau menyukainya, kan? Harabeoji berharap kau mau menerimanya kali ini. Sudah terlalu banyak perjodohan yang kau batalkan. Untuk yang satu ini, Harabeoji sangat berharap padamu. Kau mau, kan?”

Sekarang bagaimana? Bang Minah, pikirkanlah! Aish, aku tidak mungkin tega menerima pejodohan ini jika pada akhirnya akan membuat Eunji kecewa. Tapi, aku juga tidak mau menimbulkan masalah dengan Presdir Jung. Apa yang harus kulakukan? Apa aku terima saja? Setelah itu, aku mungkin bisa meminta Presdir Jung untuk membatalkan perjodohannya. Ya, semoga saja bisa. Bang Minah, Hwaiting!

OOO

Eunji berjalan memasuki kedai ramen sambil melihat ke segala arah, mencoba mencari sosok Minah yang belum juga ia temukan di kedai yang tidak terlalu luas itu. Sebenarnya, tidak akan sulit untuk mencari seseorang dalam kedai sederhana itu. Tapi kali ini, Eunji benar-benar tidak melihat Minah.

Ketika ia merasa tidak perlu mencari Minah lagi, seorang pelayan menarik perhatiannya.

Jogiyeo.”

Pelayan tersebut terkejut sekaligus heran. “Nona Jung Eunji?”

Eunji hanya tersenyum ketika pelayan tersebut menyebutkan namanya.

“Apa kau kenal dengan Bang Minah? Dia bekerja di sini, kan?”

Keurom! Bagaimana mungkin aku tidak kenal dengan sehabatku sendiri, Nona? Keunde, wae geurae?”

“Aku tidak melihatnya, dimana dia?”

Hyeri mendadak terdiam. Minah tidak bekerja karena ia kini menyamar sebagai Jung Eunji. Tapi, bagaimana bisa Eunji datang ke kedai? Bukankah ia sedang diculik?

Jeogi, Nona Eunji–“

“Nona Eunji!” seru Howon yang tiba-tiba sudah berada di depan pintu kedai. Dengan cepat, ia menarik tangan Eunji lalu berlari keluar sambil menarik tangan gadis itu. Eunji yang kebingungan hanya bisa diam, membiarkan Howon membawanya entah kemana.

Sementara itu, Hyeri hanya menatap keduanya sambil keheranan. “Aneh. Apa Nona Eunji sudah kembali? Lalu kenapa Minah masih menyamar?”

Setelah berada cukup jauh dari keramaian, Howon menyuruh Eunji untuk masuk ke dalam mobil yang Howon bawa. Tentu saja bukan milik Howon, melainkan milik Eunji.

“Kita mau kemana?”

“Sebenarnya, ada yang mau aku beritahukan pada anda, Nona.”

“Soal apa?”

Dengan susah payah, Howon menarik napas panjang, lalu menelan salivanya. “Ini soal Minah.”

“Minah? Ada apa dengannya?”

“Sebenarnya, semenjak Nona ditahan oleh Nona Soojung, Minah lah yang menggantikan anda, Nona.”

Ne?”

“Selama ini, Minah menyamar sebagai anda, Nona.”

Mworaguyo?”

Joisonghamnida, keunde, ini semua adalah ideku. Aku tahu aku salah, Nona. Tidak seharusnya aku bertindak gegabah. Aku terlalu panik. Hari itu, adalah hari dimana kau seharusnya berkencan dengan Tuan Lee Gikwang. Akhirnya, aku memutuskan untuk meminta bantuan Minah untuk menggantikanmu.”

“Maksudmu, Minah berkencan dengan Gikwang?” tanya Eunji, Howon mengangguk.

Setelah itu, keduanya hanya diam. Eunji masih sibuk berpikir apa yang harus ia lakukan. Ia merasa tidak enak pada Minah yang sudah berbaik hati mau menggantikannya. Mungkin, sebaiknya ia kembali pulang. Tapi, jika ia kembali pulang, ia akan tetap dijodohkan dengan Gikwang. Jika ia tidak pulang, Minah lah yang akan menggantikannya.

Heokshi, apakah Minah memiliki kekasih?”

“Setahuku tidak, dan aku rasa memang tidak. Waeyo?”

“Aku tahu ini agak egois, keunde, bisakah kau meminta Minah untuk terus menyamar?”

Ne?”

“Aku benar-benar tidak ingin dijodohkan dengan Gikwang. Lagipula, aku sudah membeli tiket penerbangan hari ini.”

“Penerbangan? Kemana?”

“Inggris. Tidak lama, aku hanya ingin bertemu dengan temanku di sana. Kau tahu? Aku butuh kebebasan. Aku tahu, ini semua beresiko. Tapi percayalah, aku akan bertanggung jawab atas semuanya. Tolong beritahu Minah, ya? Bilang padanya aku sangat berterimakasih.”

“Bagaimana dengan masalah Soojung?”

“Kita tidak punya bukti, kita tidak perlu melaporkannya ke polisi.”

OOO

Mworaguyo?!”

“Sudah kuduga kau akan berteriak. Pelankan suaramu, Tuan Presdir bisa mendengarnya.”

Minah melipat kedua tangannya kesal sambil terus menatap Howon. “Kau tidak sedang berbohong, kan?”

“Mana mungkin aku berbohong! Nona Eunji sendiri yang menyuruhku untuk menyampaikannya padamu! Karena itulah, aku mohon, kau mau membantu Nona Eunji.”

Minah terdiam sejenak. Hal yang paling ia benci dalam hidupnya adalah kebohongan, dan inilah yang sedang ia lakukan sekarang. Jujur, ia merasa lega dan bersyukur karena Eunji sudah ditemukan. Tapi, mendengar Eunji menyuruhnya untuk terus menyamar? Minah ragu. Mungkinkah, Eunji mencoba menghindari perjodohannya dengan Gikwang?

“Apa ini ada kaitannya dengan perjodohan dengan Tuan Lee?”

“Minah-ssi, kau tahu, kan, Nona Eunji sangat tertekan dengan berbagai perjodohan yang sering dilakukan Presdir Jung. Untuk sekali ini, dia ingin meminta tolong padamu.”

Minah menghela napas berat. Ia mungkin memang harus menolong Eunji. walau bagaimanapun, ia dan Eunji adalah sahabat. Sahabat harus saling membantu. Tapi, bagaimana jika akhirnya perjodohan akan tetap terlaksana?

“Jangan khawatir, Nona Eunji bilang, ia akan bertanggung jawab atas semua ini. Keunde, ada yang ingin kutanyakan padamu. Apa kau, sudah mempunyai kekasih?”

“Belum.”

“Baguslah, dengan begitu, kau bisa membantu Nona Eunji.”

Minah hanya terdiam mendengar perkataan terakhir Howon. Bagus? Apanya yang bagus? Aku bisa tersiksa lama-lama bila harus menghabiskan masa hidupku hanya untuk menyamar menjadi Jung Eunji! Entah kenapa aku merasa Eunji seolah memanfaatkan keadaan, ya?

OOO

TING TONG

CKLEK

“Apa Eunji Eonni ada di rumah?”

“Ada, Nona, sedang makan dengan Tuan Presdir,” jawab seorang pelayan yang baru saja membukakan pintu rumah keluarga Jung begitu Soojung membunyikan bel. Tanpa berkata-kata, Soojung langsung berjalan masuk menuju ruang makan. Begitu sampai, ia bisa melihat pemandangan yang biasa tersaji setiap pagi. Meja makan panjang dan lebar, menu makanan yang sangat banyak, namun lagi-lagi hanya ada dua orang yang duduk menyantap makanan di sana.

Annyeong, Harabeoji, Eonni!” sapa Soojung dengan ceria sembari menarik kursi untuk mengambil tempat di hadapan Minah. Sementara Minah yang tengah mengingat perkataan Howon, sudah bisa menebak, bahwa yang duduk di hadapannya adalah sepupu dari Jung Eunji, Jung Soojung.

Annyeong,” balas Minah agak canggung.

Eonni, neo gwenchana?” tanya Soojung berpura-pura khawatir sambil menatap Minah penuh selidik. Tentu saja ia tidak takut atas perbuatannya, karena Eunji akan selalu berbaik hati. Sepupunya itu tidak akan melaporkannya kepada kakek mereka, Soojung yakin itu.

Keurom, gwenchana. Keunde, wae geuraeyo?”

Aniya.”

Aneh, setelah kabur dari penculikanku, apa Eunji Eonni sudah memaafkanku begitu saja? Dia tidak menasihatiku lagi? Dia bahkan tidak ketakutan begitu melihatku. Aku tahu, Eunji Eonni memang selalu bersikap baik padaku, tapi, kenapa ia bersikap seolah-olah tak terjadi apapun? Tunggu! Kenapa Eunji Eonni memotong pendek kuku tangannya? Sungguh aneh. Penampilannya hari ini kenapa berbeda sekali ya? Hm, sudahlah, biarkan saja, lagipula aku tak peduli. Yang penting Eunji Eonni tidak melaporkanku pada Harabeoji.

“Jung Soojung!”

Lamunan Soojung mendadak buyar begitu Presdir Jung menyerukan namanya cukup keras. Ia pun menoleh ke arah kakeknya itu. “ Ne, Harabeoji?”

“Sebenarnya apa tujuanmu ke sini? Kalau hanya ingin mengganggu makan siangku dengan Eunji, lebih baik kau pergi!”

Harabeoji!”

“Sudahlah, lebih baik kau pulang saja.”

“Aku, kan juga cucu Harabeoji!”

OOO

Gikwang menatap lekat-lekat selembar kertas di tangannya. Di sana sudah tertulis jelas apa saja kebiasaan Eunji baik di rumah maupun di kampusnya. Ia meminta bantuan pada salah seorang pembantu di rumah keluarga Jung. Tentunya, yang cukup dekat dengan Eunji. Entah mengapa, sejak mendengar percakapan Minah –yang ia anggap Eunji– dan Hyeri, ia jadi ragu bahwa Eunji yang selama ini ia kencani bukanlah Eunji yang asli.

Setelah menyimpan selembar kertas tersebut di tempat yang aman, Gikwang langsung meraih ponselnya untuk menghubungi Minah. baru saja ia akan membuka kontak di ponselnya, ia baru saja ingat bahwa ia belum meminta nomor ponsel Minah.

Karena bingung, akhirnya Gikwang memilih untuk langsung menjemput Minah ke rumah keluarga Jung.

“Tunggu aku, Jung Eunji.”

OOO

“Eunji-ya,” seru Presdir Jung yang kini tengah duduk di ruang tengah bersama Minah.

Ne, Harabeoji?”

“Ini, hadiah untukmu.”

Tanpa bertanya-tanya, Minah langsung menerima kardus kecil yang diberikan presdir Jung. Setelah membaca tulisannya, ia baru tahu, bahwa yang diberikan Presdir Jung adalah sebuah ponsel. “Ponsel?”

Keurae. Bukankah kau bilang bahwa ponselmu rusak? Akhir-akhir ini, kan kau sulit dihubungi.”

Minah tersenyum lebar. Ia tidak menyangka akhirnya bisa memiliki ponsel. Bahkan, ponsel merk terbaru dan termahal. Tapi, ia sendiri ragu. Ponsel yang ada di genggamannya kini bukanlah miliknya. Ini milik Eunji.

Harabeoji sudah menyimpan nomor Gikwang di sana. Jadi, kau tidak perlu bingung jika ingin menghubunginya. Apa hari ini kalian ada kencan?”

TING TONG

Obrolan Minah dan Presdir Jung pun terpotong begitu bunyi bel menggema.

“Nona Eunji, Tuan Lee sudah datang menjemput,” ucap seorang pelayan yang menghampiri Minah setelah membuka pintu.

“Wah, kebetulan sekali, ya? Ya sudah, lebih baik, sekarang kau bersiap-siap. Jangan buat Gikwang menunggu terlalu lama, arra?”

Ne, Harabeoji.”

Minah pun segera bergegas menuju kamar untuk berganti pakaian. “Ada apa dengan Lee Gikwang itu? Apa dia menyukaiku? Kenapa dia mengajakku berkencan lagi? Ah, keurae, dia pasti menyukai Eunji, bukan aku, ck.”

OOO

“Kita mau kemana?” tanya Minah yang merasa asing melihat pemandangan ke luar jendela mobil Gikwang.

“Pantai.”

Ne?”

Wae? Kau tidak suka ke pantai?”

“Kau bercanda? Tentu saja aku suka! Pantai adalah salah satu tempat favoritku!” seru Minah antusias.

Gikwang kini terdiam. Sambil memastikan Minah tidak melihatnya, ia kembali mengeluarkan daftar tentang apa saja yang disukai dan tidak disukai Eunji. Eunji sangat suka taman bermain, tapi ia tidak suka pantai. Eunji sangat suka coklat, tapi ia tidak suka es krim, terutama dengan rasa coklat. Eunji suka sekali dengan kuku yang panjang. Eunji juga tidak suka mengucir, mengikat, atau menggulung rambut panjangnya jika bepergian. Masih banyak catatan lain yang Gikwang dapat. Dan sudah ada satu yang salah, Eunji yang ia lihat saat ini, begitu antusias ketika diajak ke pantai.

Keurae? Aku juga suka pantai! Apalagi ini musim panas, pasti menyenangkan jika kita bermain di pantai.”

Ah, tidak. Dua hal yang salah. Hari ini, Eunji yang ia lihat bahkan mengucir rambut panjangnya.

“Kau mengucir rambutmu?”

Ne?”

Ah, benar! Bagaimana bisa aku lupa? Eunji tidak pernah mengucir rambutnya saat bepergian. Paboya! Eottokhe? Batin Minah.

“Ah, rasanya gerah, jadi aku mengucir rambutku,” jawab Minah asal. Gikwang hanya mengangguk saja.

Setelah beberapa menit perjalanan, akhirnya mereka berdua sampai di pantai. Gikwang yang saat itu baru saja membuka kunci pintu mobil langsung terkejut ketika melihat Minah yang langsung membuka pintu mobil lalu berlari keluar. Ia terlihat begitu antusias. Gikwang jadi bingung sendiri, bagaimana bisa seseorang yang tidak suka pantai bisa begitu semangat ketika berada di pantai? Memang, rupanya Eunji yang ia lihat saat ini sangat menyukai pantai.

“Wah, indah sekali pemandangannya! Gomawo, sudah mengajakku ke sini!” seru Minah yang hampir berteriak karena berada pada jarak yang cukup jauh dengan Gikwang. Sementara Gikwang hanya menganggukkan kepalanya lalu tersenyum tipis.

Tanpa sadar, Gikwang terus memperhatikan Minah. Setiap gerak-gerik gadis itu, ditelitinya dengan seksama. Lucu sekali, pikirnya. Ia bahkan menyunggingkan senyum tipis. Semakin lama dilihat, Gikwang merasa semakin tertarik dengan Minah. Dengan langkah pelan, ia pun berjalan menghampiri gadis itu, yang tengah asik berlari-lari kecil dengan kaki telanjangnya. Sepatu yang ia kenakan dilepas dan dibiarkan begitu saja.

“Eunji-ya!” panggil Gikwang. Minah pun menoleh. “Wae?”

“Cuacanya cukup panas, kau mau es krim?”

Tanpa berpikir lama, dengan cepat Minah mengangguk. “Belikan aku rasa coklat, ya!”

Coklat? Bukankah Eunji tidak suka coklat? Aneh. Sudah dua hal yang berbeda kali ini, batin Gikwang.

Arrasseo.”

OOO

Setelah melakukan penerbangan yang lama, akhirnya Eunji sampai di bandara Inggris. Sambil menarik koper kecilnya yang hanya berisi sedikit pakaian dan perlengkapan, ia melambaikan tangannya ke arah seorang gadis sebayanya. Rupanya, sahabatnya itu sudah menunggu kedatangannya.

“Naeun-ah!” seru Eunji lalu berlari menghampiri sahabatnya yang bernama Naeun itu. Keduanya lalu berpelukan.

“Aku senang kau datang, kita sudah lama sekali tidak bertemu!” ujar Naeun sembari melepas pelukannya dengan Eunji.

Nado!”

“Bagaimana kuliahmu? Kau tidak berhenti kuliah, bukan?”

“Entahlah, aku bahkan tidak bisa memilih jurusan yang aku inginkan, aku harus selalu menuruti segala perkataan Harabeoji.”

Naeun hanya tersenyum samar sambil menggelengkan kepalanya. Ia tahu betul bagaimana hubungan sahabatnya itu dengan kakeknya. Eunji bahkan tidak bisa berkuliah dengan jurusan yang sesuai dengan cita-citanya, melainkan harus sesuai dengan keinginan kakeknya.

“Oh, iya! Apa kau belum memberi tahu Soojung kalau kau ke sini?”

Mwo? Kau memberi tahunya?!”

Ani, tadi dia menelponku. Keunde, ketika aku bilang kau pergi ke Inggris untuk menemuiku, dia mendadak terkejut dan bilang bahwa kau tidak pamit padanya. Apa benar?”

Eottokaji? Soojung pasti akan semakin terkejut ketika melihat Minah, ia akan mengira aku masih di Korea.

Aish, kenapa kau memberitahu Soojung?!”

To Be Continued

 

Akhirnya, setelah sekian lama ff ini ngga lanjut, dan hampir terkena writer’s block, bisa update juga. Maaf kali kurang memuaskan, kependekan dan banyak typo ya. tetap tinggalkan komentarnya.

 

 

 

Advertisements

7 thoughts on “Resemble (Chapter 4)

  1. akhirnya diupdet juga yaa. aku nunggu banget soalnya.
    ini jangan-jangan ketahuan kalo tukeran deh keduanya. aku lebih khawatir ke minahnya sih soalnya kan eunji punya hoya, lah minah siapa?
    kalo gikwang yang sadar sih gpp tapi kalo soojung, haduh. soojung jadi antagonis ya, padahal dia biasku juga. tp gpp kok author-nim~
    aku masih nunggu momen hoya-eunji ataupun gikwang-minah sih sebenernya. semoga ada di chapter depannya deh 😀 cara penulisan author jjang ya.
    ah ditunggu kelanjutannya, keep writing~

  2. aaa! akhirnya setelah sekian lama, ff ini update jugaaa! 😄
    sebenernya soojung disini tuh kasian loh karena di gituin sama kakeknya, tapi dia sendiri malah jadi jahat ..
    dan btw kasian tuh minah nya disuruh pura pura mulu, ntar kalo ketahuan gimana..? :/
    okelah.. update soon aja yaa 😀 fighting!!

  3. Akhirnya2 muncul juga lanjutannya..
    Gikwang kyknya suka minah sebagai drinya yg asli deh
    Tapi kalau skrg dia kthuan gmn tuh nasibnya?
    Author sllu buat penasaran..
    Lanjutkan ya thor d tunggu bgt..
    Konfliknya tambah d ribetin (?) ya hhehe
    Semangat

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s