[Chapter 14] 2050

2050

“When you’re not a human..”

by Shinyoung

Main Cast: Kim Myungsoo & Son Naeun || Support Cast: Infinite & Apink || Genre: AU, Romance || Length: Chapter 14/? || Rating: || Credit Poster: iheartpanda || Desclaimer: Cast belongs to God. No copy-paste. Copyright © 2014 by Shinyoung.

Chapter 14 — The War

Teaser | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13

*

Sebelumnya: Naeun yang pingsan entah kenapa dan juga Myungsoo yang menjaga gadis itu seharian ketika Naeun masih belum juga tersadar dari koma jangka pendeknya. Ketika Naeun terbangun, Myungsoo mengajaknya pergi ke taman yang ia sebut dengan mencari udara segar.

Melihat kembang api pada malam hari membuat Naeun senang. Keempat anggota—Jaehyun, Bomi, Namjoo, dan Sungjong—yang menguntit Myungsoo-Naeun. Juga, Naeun yang sempat mengecup pipi Myungsoo sebelum ia tidur. Namun, semua kejadian indah itu pupus ketika mereka semua melihat Kim Joon-Myeon dan pasukannya yang sudah tiba di depan rumah mereka.

*

 

Jika Myungsoo sempat berkomentar, ia sama sekali tidak siap dengan semua ini. Terutama, ia harus ikut berperang dan mempertaruhkan nyawanya bersama lima anggota masa depan tersebut. Dengan mudah, ia menyebut lima anggota tersebut dengan Rofay yang merupakan singkatan dari Robolars dan Faylars.

Hahaha!

Tawa menggelegar memenuhi rumah Bomi membuat semua orang di dalam rumah langsung menoleh ke arah pintu dimana Kim Joon-Myeon berbicara di balik Barvseu. Laki-laki tersebut rupanya menunggu mereka hingga keluar dan menghadapinya sendirian.

Ayo, keluar bocah-bocah ingusan! Aku tidak sabar akan mencabik kalian menjadi kepingan yang terlupakan dan terbuang!

Tanpa membuang waktu sedikitpun, Namjoo langsung berlari menuju kamar Jaehyun dan mengetuk pintu kamar laki-laki itu. Rupanya laki-laki itu masih menutup pintu kamarnya rapat-rapat dan tidak menyadari apa yang terjadi dengan rumah ini beberapa detik yang lalu.

Saat pintu terbuka, berdirilah Jaehyun dengan memasang wajah minta ditamparnya dan menyemprot.

“Ada apa? Aku butuh ti—“

“Kim Joon-Myeon.”

Dalam waktu sekejap, tubuh Jaehyun langsung menegang. Mulut laki-laki itu pun mengatup begitupula dengan tangannya yang ikutan bergetar. Melihat itu, Namjoo pun menyadari laki-laki itu dari imajinasinya.

“Ayo, kita harus bergerak,” ajak Jaehyun.

Pemuda itu menutup pintu kamarnya dan melangkah mendahului Namjoo. Ia menatap semua orang yang ada di ruang keluarga menonton Barvseu dan Robolars lainnya dengan asik.

Ia pun menepuk tangannya keras-keras dan membuat semuanya langsung menoleh ke arahnya. Mereka menatap Jaehyun bingung.

“Ayo, kita jalankan pesawat.”

Sebelum Bomi menyeletuk, Naeun sudah mendahuluinya. “Itu tidak mungkin! Kita bahkan belum latihan menggunakan pesawat. Da—Dan, kita bahkan tidak siap sama sekali!”

Jaehyun mendecak. “Kita bisa, Son Naeun. Ayo, semuanya. Kita naik ke pesawat sebelum Kim Joon-Myeon menghancurkan rumah ini menjadi berkeping-keping. Aku tidak mau kehilangan barang berhargaku.”

Arasseo,” jawab Naeun dan Bomi bersamaan.

Semua langsung mengikuti Jaehyun yang melangkah duluan. Ia menaiki pesawat dan mengulurkan tangannya saat Naeun akan menaiki pesawat. Begitu juga dengan Bomi yang ia bantu dengan ogah-ogahan. Lalu, ada Namjoo dan Sungjong. Dan, yang terakhir ada Myungsoo.

Jaehyun sempat mengerutkan keningnya saat melihat Myungsoo yang ternyata memutuskan untuk mengikuti pertandingan gila itu.

“Ada apa?” tanya Myungsoo.

“Ayolah, kau yakin kau akan ikut? Hidupmu terancam, maksudku—kalau kau mau—kau bisa kembali ke rumah dan menikmati pertandingannya.”

Myungsoo menggeleng dengan tegas. “Aku ikut. Lagipula, sejak awal memang kalian memperbolehkan aku ikut. Artinya sekarang juga aku harus ikut.”

Jaehyun menghela nafasnya dengan sangat pelan. “Arasseo,” katanya lalu membantu Myungsoo menaiki pesawat. Ketika yang lainnya sudah berada di tempat masing-masing, Jaehyun justru menepuk bahu Myungsoo.

Ia berkata dengan bisikan halus dan membuat Myungsoo sedikit merinding mendengarnya. “Aku tau kau mencintainya, tapi nyawamu, aku tidak tahu harus mengatakan apa soal itu. Tapi, kau jangan mempermainkannya.”

“Siapa yang kau bicarakan?”

Jaehyun tertawa seperti gonggongan anjing. “Adikku, Son Naeun.”

“A—A—”

“Bukan saatnya kita membicarakan hal itu,” potong Jaehyun.

Dalam waktu sekejap, mereka semua sudah berada di dalam pesawat-bisa-berubah tersebut. Rupanya, akhir-akhir ini Namjoo dan Sungjong dengan kekuatan sihir mereka mengubah pesawat tersebut menjadi lebih canggih. Entah kenapa, walaupun Myungsoo menganggap bahwa dirinya lebih moderen, ia merasa bahwa Rofay tersebut jauh lebih moderen dua puluh kali lipat darinya.

Melihat bagaimana pesawat itu bisa bertransformasi menjadi robot, tentu membuat Myungsoo ternganga heran. Terutama, ketika Jaehyun mengoperasikan pesawat—Myungsoo sebut dengan Transrobo—tersebut dengan cepat.

Transrobo sebenarnya hanya sebuah panggilan yang ia gabungkan dari Transformer dan juga Robolars. Agar menjadi mudah menurutnya. Lagipula, Jaehyun belum memberi nama benda tersebut. Pemuda itu langsung menyetujui nama Transrobo yang diberitahukan oleh Myungsoo.

Tiba-tiba, Transrobo yang awalnya berada di halaman belakang rumah Bomi kini ada di depan rumah Bomi.

Jaehyun dan Bomi yang duduk di kursi panel kontrol pun langsung menggerakkan Transrobo dengan cepat. Jaehyun menoleh ke arah Bomi dan menganggukkan kepalanya.

Banishment the World!

*Banishment the World: Kekuatan ini khusus untuk Bomi untuk mengubah daerah pertarungan menjadi ilusi bagi manusia fana. Kekuatan ini memindahkan mereka dari alam asal mereka ke suatu lapangan kosong yang sama sekali tak ada di muka bumi. Bisa dibilang, mereka melakukan perpindahan tempat.

Myungsoo mengerutkan keningnya. Tepat saat itu, pemandangan berubah menjadi sebuah lapangan kosong kering yang sama sekali tak berujung. Tak ada apapun disana kecuali lapangan luas dan juga langit biru. Matahari terik bersinar dan untungnya mereka semua berada di dalam Transrobo.

Bah! Kalau kau punya robot, aku tidak perlu membawa pasukanku kemari!” ujar Kim Joon-Myeon.

Rupanya, pria itu juga berada di dalam tubuh Barvseu yang ia kendalikan bersama pasukan-pasukannya. Sedangkan itu, dalam waktu sekejap, Robolars yang menurutnya sama sekali tidak membantu langsung ia kirim kembali ke tahun 2050.

Robot yang berbentuk tak karuan itu tampak kuat dan kokoh dengan bahan-bahan baja yang menempel di tubuhnya. Jaehyun sudah menduga sejak awal bahwa pria itu akan menciptakan Barvseu dengan baja. Melihat bagaimana Naeun, Bomi, dan dirinya juga berasal dari baja waktu itu.

Barvseu sebenarnya juga dibentuk hampir menyerupai Robolars versi besar. Dengan tambahan-tambahan yang membuat robot itu tampak kokoh dan percaya diri.

Walaupun begitu, Jaehyun tidak takut melawan Barvseu karena bagaimanapun hidup dan matinya berada pada tangan Kim Joon-Myeon dan robot itu. Jika Barvseu mati di tangan mereka, maka mereka pasti bisa berubah menjadi manusia.

Kim Joon-Myeon.

Pria itu sama sekali tidak gentar melawan tiga robolars yang menurutnya sangat tidak tahu malu. Bagaimana bisa seorang pria pencipta Robolars melawan ciptaannya sendiri.

Bahkan, sebelum berangkat dari tahun 2050, ia sudah percaya diri bahwa ia akan memenangkan pertarungan tersebut. Ia sempat meminta pelayannya untuk menyiapkan bak susu—untuk berendam tentu saja.

Pelayan-pelayannya bahkan sempat mencemoohnya karena membuang-buang persediaan susu. Lagipula, ia kan sudah tua. Untuk apa mandi susu lagi jika kulitnya sudah mulai berkerut.

Kalau begitu, kita langsung berperang saja,” ujar Jaehyun santai.

Bah! Ahn Jaehyun. Kau dari tahun 3000. Kalau saja aku menang sekarang, aku tidak akan membiarkanmu hidup di tahun 3000 nanti! Lihat saja.”

Bomi menjadi merinding mendengar suara laki-laki tersebut melalui tubuh Barvseu yang ukurannya hampir sama dengan tubuh Transrobo. Melihat itu, tentu saja kepercayaan diri Jaehyun langsung meningkat.

Namjoo dan Sungjong sendiri membaca buku mereka untuk merapal sihir-sihir yang siapa tahu berguna bagi Transrobo. Jika tiba-tiba Transrobo jatuh atau rusak, setidaknya mereka bisa langsung membetulkannya. Lagipula, Kim Joon-Myeon tidak membawa seorang Faylars pun.

Serahkan dulu Kim Namjoo dan juga Lee Sungjong!

Jaehyun tertawa. “Siapa mereka? Kami bahkan tidak mengenal mereka. Langsung saja perang. Jika kau kalah, kau harus siap menerima kematian yang sudah berada di depan matamu, Kim Joon-Myeon!

Kau selalu berpura-pura, Ahn Jaehyun.”

Benarkah aku selalu berpura-pura? Apa buktinya?

Kim Joon-Myeon tergelak puas—lebih tepatnya mengejek. Ia menunjuk-nunjuk Jaehyun dengan tangan Barvseu. “Dengar Son Naeun,

“Aku?” Naeun bertanya pada dirinya sendiri.

Iya, kau Son Naeun,” kata Kim Joon-Myeon yang jelas-jelas tidak mendengar Naeun bertanya seperti itu. Namun, sepertinya laki-laki itu menebak. “Ahn Jaehyun punya rahasia denganmu. Kau harus menanyakannya sekarang atau kau tidak akan tahu apa-apa sebelum kau mati.”

Lebih baik kita tidak membicarakan hal ini,” tukas Jaehyun marah. “Aku tidak mau membicarakannya sekarang, ada saatnya aku memberi tahu Naeun soal ini.

Naeun menoleh ke arah Jaehyun bingung. “Sebenarnya apa yang terjadi, Jaehyun?” tanyanya. “Aku tidak mengerti sama sekali, tolong jelas—“

Sebelum sempat Naeun membereskan kalimatnya, Jaehyun sudah menolehkan kepalanya. “Dia hanya ingin mengadu-domba. Aku bisa jelaskan tapi nanti. Kumohon, Son Naeun. Percayalah padaku.”

“Percayalah padanya, Naeun,” kata Bomi yakin. “Dia pasti akan menjelaskannya nanti. Kim Joon-Myeon memang selalu mempunyai cara-cara licik untuk menghancurkan pikiran kita.”

Naeun menatap Bomi dan Jaehyun bergantian, seolah ia tidak percaya dengan apa yang dikatakan dua Robolars itu. “Ta—“

“Son Naeun,” potong Namjoo yang daritadi hanya diam. Rupanya, gadis itu masih merapal mantra-mantra yang ia keluar dari mulutnya. “Percaya pada Ahn Jaehyun. Dia—Dia pasti akan menjelaskan semuanya.”

Naeun menoleh ke arah semua orang—tentu saja kecuali Myungsoo karena jantungnya yang tidak karuan ketika ia melihat laki-laki itu—dengan kerutan di keningnya. “Apa kalian semua sudah tau tentang yang akan Jaehyun bicarakan?”

Semua pun mengangguk dengan tak senang bak rahasia mereka terbongkar sebelum rahasia itu disampaikan pada orang yang tepat. Melihat semuanya mengangguk, Naeun hanya bisa menghela nafas pelan.

Arasseo,” katanya. “Kita bisa bicarakan nanti.”

“Kau memang yang terbaik, Naeun-ah,” ujar Jaehyun. Naeun hanya tersenyum tipis mendengar pujian dari Jaehyun.

Bagaimana Ahn Jaehyun? Apa kau sudah membicarakannya? Apa kau sudah memberi tahu serinci mungkin pada Naeun?

Tidak,” kata Jaehyun lugas. “Aku bisa memberitahunya nanti. Bukan sekarang.

Bah! Kau selalu menunda-nunda waktumu, Ahn Jaehyun. Jika kau terus seperti itu, maka kau akan menyesal suatu saat nanti—sama seperti saat itu. Terutama jika Naeun tahu rahasia itu. Kau tidak akan pernah termaafkan olehnya!

Lagi-lagi, dengan santainya, Jaehyun tertawa. “Apa kau bisa membaca masa depan atau sebagainya? Atau, apa kau mengenalku sebaik itu? Bagaimana bisa kau menuduhku bahwa aku selalu menunda-nunda waktuku. Aku tidak pernah melakukannya. Dan soal saat itu, aku memang kehilangan arah. Jadi, tolong, kuminta kau tidak membahasnya Kita bahkan tidak saling mengenal, aku hanya mengetahuimu bukan mengenalmu,” katanya kejam. “Lagipula, aku tidak sudi berkenalan denganmu.

Bah! Dasar laki-laki laknat!” teriaknya marah pada Jaehyun.

Namun, sepertinya Jaheyun hanya terima-terima saja dengan perkataan laki-laki itu. Ia tidak menggubrisnya sama sekali, mengingat bahwa itu sama saja memancing pria tua itu untuk bertengkar lewat mulut bukan pertarungan yang sebenarnya.

Benarkah aku begitu laknat di depan matamu? Sebaiknya, kau yang mengaca dahulu. Setelah itu kau tentukan apa aku pantas disebut seperti itu?

Kim Joon-Myeon pun langsung menggeram marah. “Kau tidak pantas berbicara seperti itu padaku. Aku lah yang menciptakanmu, Ahn Jaehyun!

Jaehyun terdiam sejenak. “Begitu rupanya. Kurasa, kau telah menjadi pembohong. Aku sama sekali bukan diciptakan oleh dirimu! Aku diciptakan orang lain.”

Kini, giliran Kim Joon-Myeon yang harus bungkam rapat-rapat. “Kau bohong. Kalau memang benar, siapa ornagnya?

Punya kepentingan apa kau menanyakan hal tersebut?” tanya Jaehyun. “Sebaiknya kita langsung mulai saja pertandingan ini. Daritadi kau hanya mengulur waktu dengan mengintrogasiku.

Kau—

Tanpa basa-basi, Jaehyun dan Bomi langsung mengoperasikan Transrobo dengan gerakan cepat. Tangan mereka bermain di atas panel kontrol yang sama sekali tidak dimengerti oleh Myungsoo.

Naeun sendiri bergerak ke depan dan ikut duduk di kursi yang satu lagi. Ia membantu menekan tombol-tombol yang tidak terjangkau oleh Jaehyun yang duduk di tengah.

“Rencana A, kita habiskan energi Barvseu.”

Dengan serempak, Bomi dan Naeun menganggukkan kepala mereka. Transrobo mulai bergerak menuju Barvseu. Tanpa segan-segan, Transrobo langsung memberikan bogem mentah pada wajah Barvseu. Belum sempat Barvseu melawan, Transrobo sudah menendang Barvseu hingga terjatuh dari posisinya.

Namun, tidak seperti dugaan Jaehyun, Barvseu kembali bangkit dengan tawa meledak disana. Siapa lagi jika bukan tawa milik Kim Joon-Myeon yang menggelegar disana.

Bah! Ini baru permulaan. Aku bisa memberikan sesuatu yang tak akan kalian duga nanti!

Jaehyun hanya diam. Lalu, ia menekan tombol yang lain dan membuat Bomi sedikit tercengang. “Kita ke rencana B. Dia pasti sudah mempersiapkan Barvseu sejak awal dan memiliki senjata rahasia.”

“Tenang sjaa,” kata Naeun pelan. “Kita juga punya senjata rahasia.”

“Hah? Kok aku baru tahu,” kata Bomi kesal.

“Hanya aku yang tahu soal itu,” kata Naeun lalu memberikan senyum liciknya. “Kita bisa memberikannya nanti di puncak acara.”

Jaehyun hanya mengangguk pelan. Kini, giliran Barvseu yang mulai memberikan tembakan-tembakan api mematikan dan dengan cepat Bomi menekan tombol Shield berbahan baja yang dapat melontarkan kembali tembakan tersebut.

Benar saja, tembakan-tembakan itu langsung berbalik arah dan kembali pada tubuh Barvseu. Barvseu yang belum sempat menyediakan tamengnya langsung meraung kepanasan.

“Bagus, Bomi-ya,” ujar Jaehyun.

Bomi hanya tersenyum bangga. Tak sampai disana, Barvseu kembali bangkit dan berlari dengan baja-baja yang menempel pada badannya. Kemudian, ia mulai menyerang Transrobo dengan pukulan-pukulannya. Tiba-tiba muncul sebuah peluru besar.

Mayor Korven!

*Mayor Korven: Merupakan ledakan kecil yang mematikan

Setelah Naeun mengucapkan program tersebut. Sebuah granat kecil keluar dari tubuh Transrobo. Dengan sigap, tangan Transrobo meraih granat tersebut dan melemparnya ke arah Barvseu sebelum Barvseu sempat mencapai Transrobo.

Ledakan kecil langsung menyebabkan debuman yang cukup besar dan rupanya mengenai tubuh Barvseu. Debuman besar yang ternyata berasal dari jatuhnya tubuh Barvseu membuat Jaehyun senang.

“Sejak kapan kau memprogramnya?”

“Entahlah,” kata Naeun sambil menggaruk tengkuknya. “Intinya, aku memprogramnya begitu banyak sampai aku lupa ada berapa.”

Tubuh Barvseu yang terjatuh ke atas tanah pun bangkit lagi tanpa menyerah. Tawa Kim Joon-Myeon kembali muncul. Naeun sempat menebak bahwa Kim Joon-Myeon akan mengeluarkan senjata rahasianya.

Benar saja, Barvseu pun membuat siulan kecil. Entah dari mana, sebuah cahaya menyilaukan muncul membuat ketiga Robolars itu menyipitkan mata mereka. Munculah sebuah robot berbentuk dinosaurus yang tampak menyeramkan dan meraung marah.

HAHAHAHA! Inilah senjata rahasiaku! Kalian tidak akan mengalahkanku selamanya! Lihat saja!

“Dia itu memang bodoh,” komentar Jaehyun. “Kenapa ia harus menyebutnya senjata rahasia. Kita masih punya segudang senjata rahasia dan tentu saja dia akan kalah.”

Bomi dan Naeun pun ikut cekikikan. Tentu saja, kepercayaan diri mereka semakin meningkat dengan begitu. Transrobo pun berlari dan mulai menyerang dinosaurus robot tersebut. Dengan mudah, Transrobo melewati serangan pukulan ekor dari dinosaurus tersebut.

Setiap kali Transrobo berhasil menghindari serangan, dinosaurus tersebut meraung marah dan mengibas-ngibaskan ekornya ke atas dan ke bawah. Begitu dinosaurus tersebut meloncat dengan marah, ia langsung menerkam Transrobo. Tanpa bisa melindungi, Transrobo pun jatuh di bawah terkaman dinosaurus itu.

“Ah! Sial!” seru Jaehyun. “Pasang sabuk kalian baik-baik!”

Semuanya langsung memasang sabuk mereka dengan benar. Myungsoo sendiri sama sekali tidak tertarik dengan pertarungan tersebut. Ia memilih berdoa sambil berkutat dengan ponselnya. Siapa tahu dengan membaca-baca doa keselamatannya lebih terjamin.

Dinosaurus itu rupanya berhasil membuat Transrobo kehilangan beberapa energi yang membuat Naeun mengumpat marah. Gadis itu memperhatikan dinosaurus tersebut dengan seksama.

Matanya meneliti tubuh dinosaurus tersebut. Ketika ia melihat ekor si dinosaurus yang mengibas-ngibas dengan senang, ia pun langsung membulatkan matanya. Ia menoleh ke arah Jaehyun yang sedang sibuk menekan-nekan tombol untuk mempersiapkan sesuatu.

“Jaehyun! Tulang!”

Jaehyun menoleh dengan bingung. “Apa maksudmu?”

Bomi pun langsung tertawa dengan keras. “Benar! Tulang! Tulang besar!”

Gadis itu dengan sigap mencari-cari tombol yang sempat ia buat dengan bentuk tulang. Saat menemukannya, tanpa basa-basi ia langsung menekan tombol tersebut bersemangat.

Tepat saat itu, munculah sebuah tulang besar diatas tangan Transrobo. Dinosaurus tersebut hampir saja menggigit wajah Transrobo jika Jaehyun tidak cepat memberikan arahan pada Dinosaurus itu dengan sebuah tulang. Jaehyun pun tertawa puas dan berkali-kali dinosaurus itu membawa kembali tulang itu dan memintanya untuk melempar kembali.

Sial! Dinosaurus bodoh!” ujar Kim Joon-Myeon marah. “Tenang saja, aku masih ada satu senjata rahasia terakhir dan kalian kali ini benar-benar akan terkalahkan!

“Oh ya?” jawab Jaehyun tanpa mengarahkan suaranya pada mikrofon. Naeun dan Bomi langsung tertawa saat melihat sikap Jaehyun yang seolah-olah merendahkan pria tersebut.

Jaehyun pun tersenyum saat sebuah ide nakal terlintas di otaknya. Transrobo pun mulai berbicara pada dinosaurus tersebut. Tanpa Kim Joon-Myeon mengerti sama sekali bahwa kehidupannya terancam.

“Oh, akhirnya,” ujar Jaehyun senang.

“Kau bicara apa dengan dinosaurus tersebut?” tanya Naeun bingung.

“Aku mengancam tidak akan memberikannya tulang jika ia tidak membantu kita. Lihat, sekarang dia akan berlari menerjang Barvseu. . .”

Benar saja. Tepat saat Kim Joon-Myeon hendak menekan tombol-tombol untuk mengarahkan Barvseu-nya menuju Transrobo, dinosaurus tersebut menerjang tubuh Barvseu. Tanpa ampun, hewan robot itu mencoba menggigit wajah Barvseu yang terbuat dari baja itu.

Anjing bodoh!” ujar Kim Joon-Myeon marah. “Cepat lepas—.”

Tepat saat itu, Kim Joon-Myeon menekan sebuah tombol dan sebuah palu besar muncul pada tangan Barvseu. Tanpa ampun, Barvseu mengarahkan palunya pada dinosaurus itu dan dalam sekejap dinosaurus itu mati.

Bah! Menyusahkan saja,” kata Kim Joon-Myeon.

Kini, Barvseu beralih pada Transrobo dan menatapnya tajam. Ia pun mulai berlari dan menyerang Transrobo.

Lunatic Mjolnir Crusher!

*Lunatic Mjolnir Crusher: Memunculkan sebuah palu besar yang berukuran super besar dan bisa mematahkan daerah perlindungan lawan.

Munculah sebuah palu besar dengan ujungnya yang runcing. Tanpa malu-malu, Barvseu juga mengarahkan palu yang ada pada genggaman tangannya menuju ke wajah Transrobo.

Palu tersebut rupanya meleset dan Transrobo langsung menggunakan kesempatan tersebut untuk memukul balik Barvseu menggunakan ujungnya yang runcing. Pukulan tersebut tentu saja mengenai punggung Barvseu dan menyebabkan sebuah kerusakan yang cukup parah.

Punggung Barvseu langsung berubah menjadi rongsokan tak berguna jika diperetelkan. Tak sampai disana, Barvseu kembali menyerang dengan tembakan-tembakan yang dimilikinya. Lalu, ia mengeluarkan sebuah granat dengan ledakan besar yang berhasil memukul mundur Transrobo.

Dengan perasaan amat menyesal, energi Transrobo kembali berkurang dan membuat kekuatannya berkurang. Namjoo dan Sungjong pun mulai menyatukan sihir mereka dan mengisi kembali energi Transrobo. Dalam sekejap, energi pun terisi ulang.

Kali ini, Kim Joon-Myeon mengeluarkan senjata rahasianya yang terakhir dan tak terkalahkan menurutnya.

Senjata rahasia itu rupanya mengubah Barvseu ke ukuran yang lebih besar dan tampak lebih kokoh. Kali ini, Jaehyun tidak meragukan soal Kim Joon-Myeon yang mengatakan bahwa senjata rahasianya tidak terkalahkan. Tentu saja, semakin besar tubuhnya maka semakin besar juga kekuatan mereka.

Bagaimana?” tanya Kim Joon-Myeon senang. “Aku tidak main-main dengan perkataaanku di awal. Senjata rahasia terakhirku inilah yang membuat kalian akan mati. Mati.”

Tidak perlu diulang juga aku tahu bahwa kami akan mati,” komentar Jaehyun kesal. “Tidak usah cerewet, pria tua.

Apa katamu? Pria tua! Dasar anak muda laknat dan tidak tahu diri! Lihat saja nanti Ahn Jaehyun!

Naeun memutar bola matanya malas. “Ayo habisi dia. Pria tua itu selalu berbicara ‘lihat saja nanti!’ seolah dia akan hidup selamanya. Seharusnya yang mengatakan itu adalah kita bukan dia.”

Langkah Barvseu yang besar-besar mulai mendekati Transrobo. Tak mau kalah, Transrobo juga mulai bergerak mendekati Barvseu. Tanpa ampun, Barvseu mulai memberikan tinjunya. Hantaman tersebut membuat Transrobo langsung terlempar.

Dengan sigap, Transrobo bangkit dan mulai menghantam balik Barvseu. Namun, pukulan Transrobo rupanya tidak mempan bagi tubuh Barvseu yang sangat besar itu. Ukurannya kira-kira ½ lebih besar daripada Transrobo. Tinju yang berasal dari Barvseu berhasil menjatuhkan Transrobo.

“Apa aku boleh mengeluarkan judgment lucifer?” tanya Naeun.

Jaehyun hanya mengangguk menyerah. “Tidak apa-apa. Keluarkan saja.”

“Tapi itu menguras banyak energi!” peringat Bomi. Jaehyun hanya mengangguk membiarkan Naeun untuk merapalkan kekuatan tersebut.

Judgment Lucifer!

*Judgment Lucifer: Program yang dirancang oleh Naeun untuk mengeluarkan iblis yang berfungsi membantu. Iblis ini membantu mereka untuk melawan musuh, namun membutuhkan energi banyak.

Bah! Iblis,” komentar Kim Joon-Myeon.

Ketika Barvseu ingin melawan Transrobo, sang iblis pun langsung mengepakkan sayapnya menuju Barvseu dan melawan robot tersebut. Dengan api panas yang keluar dari mulut iblis itu, Barvseu mulai kewalahan. Sedangkan itu, Transrobo berdiam diri untuk memulihkan energinya tanpa bantuan Namjoo-Sungjong yang rupanya kelelahan.

Energi mereka juga ikut terkuras ketika mereka merapalkan mantra besar yang digunakan untuk Transrobo.

Sang iblis mulai kewalahan ketika Barvseu mencoba menangkap iblis tersebut. Namun, sang iblis tidak mau kalah. Ia tetap mengepakkan sayapnya besar-besar dan menimbulkan angin kencang yang membuat Barvseu terhuyung jatuh. Tepat saat itu, iblis tersebut menyembutkan apinya dan kembali membuat Barvseu kepanasan.

“Oh, iblis kita sudah menyelesaikan tugasnya.” Naeun seolah baru saja menyadari hal itu. “Ia tidak akan bisa muncul lagi.”

“Tidak apa-apa, setidaknya kita berhasil membuat Barvseu lumpuh. Sedikit sih, tapi ya sudahlah,” ucap Jaehyun.

Setelah hilangnya iblis, Barvseu kembali bangkit dan tertawa girang melihat Transrobo yang hanya diam-diaman. Tentu saja, Kim Joon-Myeon tidak tahu bahwa Transrobo tengah mengisi ulang energinya dengan bantuan matahari. Dengan bantuan matahari yang semakin terik, energi mereka semakin kuat dan lebih kuat daripada sebelumnya.

Ada apa kau diam saja, Ahn Jaehyun?” tanya Kim Joon-Myeon. “Apa kau lelah melawanku?

Jaehyun hanya diam saja dan tersenyum. Sebuah ide kembali muncul melewati pikirannya. Naeun dan Bomi menatapnya bingung, namun mereka membiarkan pemuda itu menjalankan rencananya sendiri. Barvseu yang penasaran pun mulai melangkah mendekati Transrobo. Ketika ia sudah berada di hadapannya, tangan Barvseu mulai mengguncang-guncangkan tubuh Transrobo.

Apa ini? Sudah mati? Wah, wah!

Naeun dan Bomi pun langsung terkekeh pelan menyadari kebodohan Kim Joon-Myeon. Jelas-jelas, Jaehyun sedang merencanakan sesuatu dan mereka tahu itu.

Tepat ketika Barvseu akan menginjak tubuh Transrobo dengan sepatu bajanya, sebuah bogem mentah kembali melayang dan menusuk wajah Barvseu yang berubah menjadi bentuk-bentuk tidak teratur.

Tubuh Barvseu langsung terlempar jauh dan terbanting menyentuh tanah dengan dentuman suara yang cukup keras. Barvseu pun meraung kesakitan dan Kim Joon-Myeon meneriakkan kemarahannya.

Sialan kau!” umpat Kim Joon-Myeon marah.

Barvseu kembali bangkit dan kini dengan perasaan menggebu-gebu ia berlari mendekati Transrobo. Keduanya saling mengeluarkan tinju mereka dan memukul satu sama lain. Jaehyun yang sudah terbiasa bermain games pun juga berhasil mengendalikan Transrobo agar menghindari serangan bertubi-tubi dari Barvseu dengan mudah.

Lain halnya dengan Barvseu yang sama sekali tidak bisa menghindari serangan saat Transrobo memberikan perlawanan berkali-kali. Namun, itu tidak menjadi soal karena tubuh Barvseu yang begitu kuat dan tidak terkalahkan. Lagi-lagi, Barvseu melempar tubuh Transrobo.

Namun, dengan mudah Transrobo kembali bangkit karena energinya yang sempat terisi oleh matahari. Kekuatan Transrobo justru tiga kali lipat lebih besar daripada sebelumnya. Naeun berkali-kali meneriakkan berbagai program untuk melawan Barvseu, namun tampaknya Barvseu dengan mudah bangkit lagi.

Sampai akhirnya, Barvseu benar-benar kehilangan energinya. Ia pun terjatuh dan dalam sekejap, Kim Joon-Myeon mengisi lagi energinya. Mata Jaehyun mencoba meneliti tubuh Barvseu. Rupanya, pengisi ulang energi pada tubuh Barvseu hanya bsia mengisi setengahnya.

“Bagus,” kata Jaehyun. “Kita ke rencana selanjutnya.”

“Rencana C?” tanya Bomi sambil menekan sebuah tombol yang mengeluarkan tembakan-tembakan tak terkalahkan.

Lagi-lagi dengan mudah, Barvseu menghindari tembakan terebut. Beberapa memang mengenai tubuhnya, namun hanya berefek pada kepenyokan di tubuhnya. Bomi pun mengerang kesal.

“Iya, tentu saja,” kata Jaehyun. Ia menggosok kedua tangannya. “Naeun, bersiaplah. Karena kau yang berperan besar pada rencana terakhir ini. Rencananya adalah senjata rahasia kita.”

Arasseo,” kata Naeun. “Semuanya, pasang sabuk pengaman!”

Mendengar peringatan Naeun, semuanya langsung memasang sabuk pengaman dan mengeratkan sabuk mereka seolah hidup mereka berada pada ikatan sabuk itu. Naeun pun mulai mengatur-ngatur program yang terletak pada layar diatas panel-panel tersebut.

Tidak butuh waktu lama bagi Naeun untuk mengatur program senjata rahasia yang ternyata berjumlah banyak. Dalam hati, Jaehyun tersenyum senang karena kecerdasan Naeun.

“Rencananya; serang dia sampai habis energi. Lalu, ada dua pilihan; ledakkan atau buang?”

“Buang?” tanya Bomi bingung.

Naeun menganggukkan kepalanya. “Aku sempat membuat program ini semalam penuh dan tidak tidur—“

“Itu tidak penting,” potong Jaehyun malas.

Ne, ne,” kata Naeun kesal. “Intinya, siapapun yang masuk ke dalam lubang tersebut akan hilang seperti ditelan lubang hitam di luar angkasa. Entah karena apa aku bisa menciptakan program itu. Aku juga tidak tahu bagaimana caranya.”

“Jangan itu,” kata Bomi ketakutan.

“Ada apa?” tanya Jaehyun bingung.

“Bisa-bisa, justru kita yang terlempar masuk ke dalam lubang tersebut.”

Naeun menganggukkan kepalanya. “Tapi, dengan memasukkannya ke lubang—“ Naeun kini menekan-nekan tombol lainnya dan diikuti oleh Jaehyun-Bomi yang juga kewalahan karena Barvseu sudah bangkit lagi. “—kita tidak perlu menggunakan banyak energi untuk melawannya. Hanya denan mengarahkannya.”

“Dengan ledakan?”

“Kita membutuhkan energi banyak karena rudal ini tidak terlalu mengakibatkan ledakkan yang cukup besar. Kita melawannya sampai kehabisan energi, setelah itu kita lemparkan rudalnya,” kata Naeun.

“Yasudah, kita ambil itu saja,” kata Jaehyun santai. “Aku semakin terlatih dalam mengendalikan Transrobo. Kita bisa mengajak Barvseu bermain sebentar.”

Bermain yang dimaksud oleh Jaehyun adalah tentu saja dengan menipu Barvseu. Transrobo mulai berlari-lari mengelilingi Barvseu sampai robot itu kebingungan dan kewalahan untuk meninju Transrobo.

Tepat saat Barvseu terhuyung karena kebingungan, Transrobo melemparkan kembali tinjunya tepat pada dada Barvseu. Robot itu pun terjatuh dan Transrobo langsung menginjak robot tersebut tanpa ampun. Barvseu berulang kali mencoba mengeluarkan palunya, namun tidak bisa.

Jaehyun menebak bahwa energi Barvseu sangat sedikit karena itulah ia tidak bisa mengeluarkan palunya.

Dujun! Pergi ke belakang, ambil energi tambahan! Energinya tinggal sedikit!

Mendengar itu, Jaehyun langsung membelalakkan matanya gembira. “Bodohnya dia! Dia lupa mematikan mikrofonnya pasti. Naeun, sekarang hidupkan rudalnya!”

“Mundur dulu!”

Transrobo pun langsung berlari mundur dan menjauhi tubuh Barvseu yang mulai bangkit karena rupanya mereka tengah menambah amunisi energi. Namun, balum sempat Barvseu membangkitkan tubuhnya, Transrobo sudah mengeluarkan rudal super besarnya. Rudal itu pun langsung melayang dan terbang ke arah Barvseu.

Apa-apaan itu?!” pekik Kim Joon-Myeon ketakutan dan tidak percaya.

Barvseu pun mencoba bangkit dan berlari menjauhi rudal itu. Namun, rupanya energi mereka tidak cukup. Sampai akhirnya, rudal itu benar-benar mengenai tubuh Barvseu dan sebuah ledakan besar pun memekakkan telinga. Cepat-cepat, Naeun, Jaehyun, dan Bomi menutup telinga mereka. Sama halnya dengan Myungsoo, Namjoo, dan Sungjong yang ikut tercengang melihat tubuh Barvseu terkena rudal.

Kepulan asap akibat ledakan super besar itu sempat menggelapkan langit arena pertarungan itu. Namun, perlahan asap tersebut menghilang dan langit kembali menjadi cerah.

Naeun ternganga lebar saat melihat kepingan tubuh Barvseu yang tercecer dimana-mana. Gadis itu menghela nafas lega, namun juga ada perasaan menyesal karena ia tidak sempat melihat jasad Kim Joon-Myeon. Tubuh pria itu pasti sudah hangus menjadi abu entah dimana.

“Itu, Kim Joon-Myeon!”

Jaehyun menunjuk sebuah tubuh yang tergeletak dan tak berdaya itu. Sama sekali tidak menandakan ada kehidupan. Lantas, mereka semua langsung turun dari Transrobo dan menghampiri tubuh itu.

Mereka bertiga—terutama Naeun—langsung mendekati tubuh itu dan menelitinya. Dengan hati-hati, Jaehyun membalikkan tubuh itu dan membulatkan matanya ketika melihat wajah tersebut rupanya milik Kim Joon-Myeon.

“Dia sudah mati,” kata Namjoo pelan. “Begitupula dengan Barvseu. Kalian—“

Tepat saat itu, Naeun pun terjatuh pingsan dan dengan sigap Myungsoo menangkap tubuh gadis itu sebelum terjatuh mengenai tanah.

*

*

*

to be continue

 

a.n

Haloo semua! Hehehe. Makasih banyak yang masih setia baca dan juga para komentator yang sekarang nambah–aku nemu nama-nama baru–hehe. Ya, intinya sih makasih aja. FF-nya udah mau beres nih. Aduh, mungkin sampe Chapter 16 atau enggak 17. Liat nanti aja, hehe. Masalahnya bakalan cepet beres atau enggak. Wohoho.

Keep reading ya! Laaf

Advertisements

44 thoughts on “[Chapter 14] 2050

  1. reader baru disini :3
    keren thor keren ><
    aku penasaran sama rahasianya /: #efek ngga baca dari awal
    ditunggu kelanjutannya thor

    • halooo! makasih banyaak udah bacaa<3 baca dari awal dong. hehe. tapi ga dijelasin sih rahasianya jaehyun di chapter-chapter sebelumnya muahahaha. siip makasih banyak!:-))

  2. Ngakak banget 😀
    Mandi susu~ Keriputlah~ lol.
    Dan Myungsoo ini agak lucu. Grogi” gitu, jd ga percaya kalau dia penciptanya Jaehyun XP
    Tapi akhirannya agak sedih, Junmyeon mati (loh?)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s