[FF Freelance] Chu

pandadeer-copy

Script Writter:

PandaDeer/Babyleeimcho©2014

 

Major:

Jung Eun Ji-Park Chan Yeol

 

Minor:

Im Jin Ah-Yang Yo Seob

 

Ratting:

General

 

Leght:

Vignette

 

Poster:

Ladyoong@yoongexo

 

Note:

Dilarang menjiplak/mengopy/mengambil sebagian atau seluruh isi cerita tanpa izin. Pernah dipublish dibeberapa tempat dengan nama pena yang sama. Hargai penulis, Like dan comment nya ditunggu.

,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

 

 

 

 

“Your promise…”

 

Udara taman di pagi hari yang dingin merupakan suasana yang pas untuk beristirahat sejenak dari tugas skripsi yang memusingkan. Setidaknya untuk gadis bernama Jung Eunji. Gadis berponi yang tercatat sebagai mahasiswi Universitas ternama di Korea.

“Haah.. aku lelah. Skripsi itu membuatku pusing dan susah tidur.”ucap Eunji pelan sembari memejamkan matanya guna mencari ketenangan. Tapi sepertinya dewi fortuna tidak berada dipihaknya pagi itu. Sesaat setelah ia memejamkan mata sipitnya, datanglah sesosok lelaki tinggi dihadapannya.

“Eunji-ah.., minumlah. Ini bagus untuk menghangatkan tubuhmu di pagi yang dingin ini.”ucap lelaki tinggi tadi -Park Chanyeol- sembari memberikan se cup coffe hangat. Eunji yang mendengar suara Chanyeol pun dengan malas membuka mata sipit nya.

“Ckk.., Chanyeol-ah…! Kau mengganggu istirahatku lagi.”ucap Eunji kesal sembari mengambil Coffe yang ditawarkan Chanyeol. Chanyeol yang mendengar ucapan Eunji hanya tersenyum kecil sembari mengacak singkat rambut Eunji.

“Kajja kita pergi. Disini terlalu dingin.”ajak Chanyeol sembari menggenggam erat tangan Eunji. Eunji tak merasa kaget ataupun menolak perlakuan Chanyeol. Baginya ini sudah sangat biasa.

“Chanyeol-ah.., nanti temani aku memotret lagi ya.”pinta Eunji saat mereka sedang berjalan bersama.

“Tentu. Jika tak ada halangan aku pasti akan menemanimu.”jawab Chanyeol sembari mengacak singkat rambut Eunji. Lengkungan indah tergambar jelas di wajahnya.

“Thanks Chanyeol-ah…”ucap Eunji seraya tersenyum bahagia.

 

,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

 

“I’m jealous..”

 

            “Eii.. Im Jin Ah  dan Park Chanyeol akan berkolaborasi pada pentas seni bulan depan. Apa itu benar…?”

            “Wahh.., pasti mereka akan sangat keren.”

            “Mereka sangat serasi. Aku sebagai fangirl Chanyeol akan sangat setuju bila mereka bersama.”

            “Wah.., bagaimana perasaan Eunji ya..? Mungkinkah kalau dia cemburu..?”

 

Berbagai bisikan-bisikan kecil menganggu pendengaran Eunji. Bukan karena banyaknya bisikan itu., tapi karena topik yang dibicarakan. Park Chanyeol-Im Jin Ah. Eunji, gadis itu adalah sahabat dari seorang Park Chanyeol. Salah seorang mahasiswa paling populer di Universitas. Hampir semua mahasiswi menyukainya, termasuk Eunji. Oleh karena itulah dia merasa terganggu dengan bisikan kecil itu. Dia cemburu.

 

“Kenapa aku bisa jatuh cinta padamu sih. Ini sungguh merepotkan.”gumam Eunji dengan suara yang hanya dapat didengar olehnya.Eunji akhirnya memasang earphone ditelinganya, mendengarkan music lebih baik dibandingkan mendengar bisikan tak penting itu. EXO-Lucky dan segelas Orange Juice menemaninya siang itu

 

“I’m dissapointed…”

 

From: Channie

Mian Eunji. Aku tak bisa menemanimu memotret. Hari ini Nana mengajaku latihan bersama untuk persiapan pentas seni bulan depan.

Lain kali aku akan menemanimu. Aku janji.

 

“Ckk.., kau menyebalkan.”maki kecil seorang gadis setelah membaca pesan singkat dari ponselnya. “Aku kecewa Chanyeol.”ucap lirih Eunji. Nada bergetar terdengar dalam rentetan kalimatnya dan rasa kecewa nampak jelas dimata gadis itu.

 

“My best friend..? Food.”

 

“Sudahlah. Dari pada memikirkan orang itu., lebih baik aku makan saja.”ucap gadis itu kemudian sembari berjalan menuju mobil kesayangannya. 10 menit perjalanan, akhirnya dia sampai di kedai favoritenya.

 

“Minah.., aku pesan seperti biasa ya..”ucap Eunji setelah ia duduk disalah satu bangku dikedai itu. Gadis bernama Minah yang mendengar ucapan Eunji hanya mengangguk sembari tersenyum ramah.

 

“Haah.., untung saja aku gadis pintar dan kuat. Aku tak akan larut dalam kesedihan itu. Dari pada memikirkan itu lebih baik aku makan.”gumam Eunji sembari memandang fhoto selca dia dan Chanyeol dilayar ponsel miliknya.

“Kau..!Park Chanyeol. Tidak akan pernah bisa mengalahkan teman baikku.”ucap Eunji geram sembari menunjuk-nunjuk muka Chanyeol. Orang-orang disekitar Eunji hanya dapat memandang gadis itu heran sembari melontarkan kata-kata “Aneh”.

 

,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

 

“I gonna be miss you…”

 

“Eunji-ah…!!”suara seorang lelaki menghentikan langkah kecil Eunji. Eunji tau betul., orang itu adalah Chanyeol.

“Eunji-ah…, maafkan aku.”ucap Chanyeol langsung ke inti permasalahan setelah sampai dihadapan Eunji.

“Maaf..? Untuk  apa..?”tanya Eunji pura-pura tidak ingat.

“Tentu saja karena aku tak menepati janjiku kemarin.”jawab Chanyeol.

“Oh.., sudahlah. Aku tak apa.”ucap Eunji lagi sembari melanjutkan langkah kakinya yang sempat terhenti. Chanyeol pun mengikuti langkat Eunji sembari merangkul pundak gadis itu.

“Sepertinya kau akan sangat sibuk Chanyeol-ah..?”ucap Eunji mulai membuka pembicaraan antara mereka. Sebenarnya Eunji masih kecewa dengan Chanyeol., tapi setelah permintaan maaf Chanyeol tadi rasa kecewa itu hilang sedikit demi sedikit. Inilah Eunji. Gadis polos yang akan luluh oleh sebuah kata Maaf.

“Hmm.., sepertinya begitu. Pentas seni sudah makin dekat. Kami harus lebih sering berlatih. Jadi maaf ya., jika aku tak bisa menemanimu sesering dulu.”jawab Chanyeol dengan nada yang sedih. Eunji yang mendengarkan jawaban Chanyeol hanya dapat tersenyum. Tersenyum miris lebih tepatnya.

“Ne. I’m fine. Kau harus semangat. Tampilkan yang terbaik.”ucap Eunji berpura-pura semangat didepan Chanyeol. Chanyeol yang melihat semangat pura-pura Eunji hanya dapat tersenyum kecil sembari mengacak singkat rambut Eunji.

“Aku pasti merindukanmu Chanyeol-ah…”batin Eunji.

 

,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

 

“Happy…??”

 

Sudah sekitar 3 minggu Chanyeol dan Eunji tidak bersama-sama. Chanyeol sibuk mempersiapkan diri untuk penampilannya bersama Nana. Sedangkan Eunji, memilih menghabiskan waktunya untuk menulis skripsi daripada memikirkan Chanyeol. Tak ada gunanya menurut Eunji. Hanya akan melemahkan hatinya saja. Apalagi dengan banyaknya gosip yang menimpa Chanyeol dan Nana.

Sore itu, seperti biasa. Eunji sedang duduk bersantai ditamannya ditemani oleh ponsel kesayangannya. Ponsel hadiah ulang tahun dari Chanyeol.

“Chanyeol…., i miss you.”ucap Eunji lirih sembari memandang langit cerah. Membayangkan wajah tampan seorang lelaki berambut merah. Saat sedang asyik memandang langit tiba-tiba saja ponsel miliknya berbunyi. Menandakan ada pesan baru yang masuk. Eunji pun meninggalkan sejenak aktifitasnya memandang langit. Kini fokus mata gadis itu berda di layar ponselnya.

 

From: Channie

Eunji-ah.., hari ini ayo ikut aku latihan. Ini latihan terakhirku sebelum tampil. Karena besok Nana akan ke Paris dan baru akan kembali sehari sebelum tanggal 21. Setelah kita latihan., aku akan mentraktirmu makan. Oke.

Kalau begitu cepat bersiap., pakailah pakaian yang hangat. 10 menit lagi aku sampai disana.

 

Segurat senyum bahagia terlukis jelas diwajah Eunji setelah membaca pesan singkat itu. Tanpa aba-aba Eunji pun segera menuju kekamarnya untuk bersiap-siap.

 

“Another Boy…?”

 

Sudah 15 menit Eunji berada di ruang music Universitas nya. Tujuannya kemari adalah untuk menemani Chanyeol. Eunji senang. Akhirnya mereka bisa bertemu lagi.., walaupun selama latihan Chanyeol lebih sering bersama Nana.

“Cihh.., wanita itu genit sekali sih..”cibir Eunji begitu melihat Nana yang bersikap manja didepan Chanyeol. Eunji yang bosan pun melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan itu dan berjalan keruangan lain  Universitas mereka .Langkah kecilnya terhenti di depan sebuah ruangan yang terdapat sebuah grand piano berwarna putih.

“Piano. Aku ingin memainkannya. Semoga tak ada yang tau..”gumam Eunji sembari mengedarkan pandangannya kesegala penjuru. Setelah memastikan tak ada orang lain selain dirinya. Akhirnya Eunji pun memasuki ruangan itu kemudian mendudukan diri dibangku. Detik berikutnya jemari kecil Eunji mulai memainkan piano itu dengan sangat indah. Piano. Salah satu hal yang bisa membuatnya lupa akan semua kekesalannya, semua masalahnya, dan semua bebannya. Sudah ¾ lagu yang ia mainkan, tak ada kesalahan yang ia perbuat., padahal lagu ini baru untuknya. Tanpa Eunji sadari seorang lelaki melangkah masuk di keruangan itu, memperhatikannya bermain piano. Beberapa saat setelah itu, permainan piano itu berakhir. Tepuk tangan seorang lelaki menyambut berakhirnya permainan piano Eunji.

“Amazing. Permainanmu sungguh hebat..”ucap lelaki itu sembari berjalan menghampiri Eunji. Eunji yang mendapat pujian seperti itu hanya dapat tersenyum manis sembari berterima kasih.

“Ah.., terima kasih sunbae.”ucap Eunji sembari sedikit membungkukan badannya.

“Ne. Ah ya. Kenalkan., namaku…..”

“Yang Yoseob. Aku sudah tau sunbaenim. Kau kan sangat populer.”ucap Eunji memotong perkatan lelaki itu. Yoseob hanya dapat terkikik kecil mendengar ucapan Eunji.

“Wah.., betapa populernya aku..”ucap Yoseob sedikit menyombongkan diri.

“Oh iya…, kau Jung Eunji kan..? Sahabat Park Chanyeol..?”tanya Yoseob lagi pada Eunji. Eunji yang mendengarkan perkataan Yoseob hanya mengangguk kecil.

“Ternyata kau lebih manis dari yang kubayangkan.”puji Yoseob kepada Eunji.

“Ah.., sunbae terlalu memuji. Aku tak lebih baik dari Nana.”ucap Eunji membalas pujian Yoseob.

“Aissshh…, kau terlalu merendah Eunji-shi. Kau dan Nana memiliki daya tarik tersendiri.”jawab Yoseob lagi.

“Ah.., arraso. Kau juga terlihat lebih cabi dari yang aku banyangkan..”ucap Eunji sembari mengembukan pipinya.

“Hahahaha…, walaupun begitu aku tetap mempesona.”ucap Yoseob membanggakan dirinya. Eunji yang mendengar ucapan Yoseob sedikit terkikik kecil. Betapa PD-nya orang ini.

“Yayaya…, harus ku akui, kau memang mempesona. Tapi, pesonamu setingkat dibawah Siwon Seonsaengnim.”ucap Eunji menanggapi perkataan Yoseob. Yoseob yang mendengarnya hanya dapat terkikik kecil.

“Eunji-ya…”panggil seorang lelaki jangkung yang sudah berada di depan pintu ruangan itu. Eunji yang mendengar namanya dipanggil segera mengarahkan pandangan matanya ke depan pintu ruangan itu.

“Oh., kau sudah selesai Chanyeol-ah..?”tanya Eunji begitu melihat sosok Chanyeol berdiri di depan pintu itu.

“Ne. Kajja kita pulang. Aku akan menepati janjiku tadi.”jawab Chanyeol sembari tersenyum manis kepada Eunji. Eunji yang mendengarkan jawaban Chanyeol juga ikut tersenyum cerah.

“Kalau begitu, aku duluan sunbaenim.Sampai jumpa”ucap Eunji kepada Yoseob sembari menundukan sedikit badannya.

“Ah.., ne. Sampai jumpa.”balas Yoseob sembari ikut sedikit membungkukan badannya. Setelah itu Eunji pun berlalu pergi dari hadapan Yoseob. Mata Yoseob mengikuti punggung gadis itu sampai tak terlihat.

 

,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

 

Seminggu terakhir sebelum pentas seni diadakan. Baik Eunji maupun Chanyeol jarang bersama. Walaupun Chanyeol sudah tidak latihan lagi, tapi tugas skripsi nya menunggu untuk disentuh. Planing yang sudah ia susun bersama Eunji hanya berjalan 30%. Sedangkan Eunji.. entah bagaimana caranya dia semakin dekat dengan Yoseob.

 

“Terima kasih untuk hari ini Yoseob oppa..”ucap Eunji kepada seorang lelaki dihadapannya. Ucapan Eunji disambut oleh senyum manis Yoseob.

“Ne. Kalau begitu aku pulang dulu. Kau masuklah.”ucap Yoseob sembari menghidupkan mesin motornya.

“Arasso. Berhati-hatilah oppa. Dan selamat malam.”ucap Eunji sebelum ia melangkah kaki menuju rumahnya. Yoseob hanya dapat mengangguk dan tersenyum. Setelah itu Eunji pun melangkahkan kakinya memasuki rumah nya. Begitu pula Yoseob yang sudah menjalankan motornya meninggalkan kediaman keluarga Eunji.

 

“Kenapa dia baik sekali? Kenapa dia manis sekali? Kenapa aku nyaman berada didekatnya? Apa aku mulai menyukainya? Lalu dimana perasaanku untuk Chanyeol?” pertanyaan kecil yang menggelitik mulai memenuhi pikiran Eunji malam itu.

 

“Kau yang terbaik…”

 

Hari ini adalah hari dimana pentas seni akan diadakan. Seluruh mahasiswa di Universitas itu diwajibkan datang, baik yang mengisi acara maupun yang tidak mengisi acara. Dan disinilah Eunji saat ini. Terjebak diantara ratusan mahasiswa yang sedang berkeliaran.

 

“Aigo…, kenapa ramai sekali sih. Aku jadi susah berjalan kalau seperti ini.”ucap Eunji menggerutu sembari mencoba mencari akses jalan menuju Ruang teater yang telah disulap menjadi panggung. Panggung tempat Chanyeol dan juga Yoseob tampil. Setelah beberapa menit berjuang, akhirnya Eunji sampai didepan ruang teater yang sudah dipenuhi penonton. Eunji pun masuk dan mulai mencari tempat duduk yang masih kosong. Ditengah pencariannya tiba-tiba ponselnya bergetar singkat, tanda ada pesan singkat. Eunji pun langsung membuka pesan yang ternyata dari Chanyeol.

 

From: Channie

Hei Euji-ya. Kau sudah ada digedung teater? Kalau sudah pergilah kebarisan depan bangku penonton. Disana ada satu bangku atas namamu. Oya., kau pasti membawa camera kan? Kalau begitu ambil gambarku yang bagus oke. Yasudah aku mau bersiap dulu.

 

Eunji yang mendapat pesan singkat dari Chanyeol hanya dapat tersenyum. Kau yang terbaik Chanyeol-ah.

 

“Siapa yang lebih baik? Aku atau dia??”

 

            “Akhirnya.., aku bisa duduk juga.”ucap Eunji lega sesaat setelah ia duduk.

“Annyeong…”sapa ramah seorang lelaki yang duduk disamping Eunji sembari mebungkukan badannya sedikit.

“Oh.. Annyeong..”balas Eunji tak kalah ramah.

“Kau pasti Hyerim eh maksudku Eunji sunbaenim ya? Yang memenangkan kontes menyanyi tahun kemarin?”tanya laki-laki itu kepada Eunji.

“Eoh…, bagaimana kau bisa tahu? Seingatku tak ada yang tau selain Chanyeol.?”tanya Eunji pada lelaki itu.

“Tentu saja aku tahu. Aku kan juga mengikuti kompetisi itu sunbae.”

“Benarkah? Hemm.., siapa namamu? Barangkali aku ingat.”

“Oh..,namaku Im Jae Bum. Kau bisa memanggilku JB.”ucap lelaki itu sembari mengulurkan tangannya untuk bersalaman.

“Aku Jung Eunji.”ucap Eunji sembari menyambut uluran tangan lelaki itu.

“JB. Hem…, ah ya aku ingat.”ucap Eunji senang. JB yang mendengarnya tersenyum.

“Kau anak lelaki yang datang dan meminta nomor ponsel Park Jiyeon kan..?”ucap Eunji lagi sembari tersenyum.

“Yak.., kenapa kau mengingat saat bagian itu sih. Aku jadi malu.”gerutu JB. Eunji yang mendengarkan gerutuan JB hanya dapat terkikik kecil.  Setelah beberapa lama mengobrol dengan JB akhirnya pentas seni dimulai. Eunji dan JB sama-sama mengalihkan pandangannya ke panggung. Menikmati penampilan yang tersaji. Tak beberapa lama.., tibalah penampilan Nana dan Chanyeol. Eunji pun tersenyum sembari bersiap memotret apa yang terjadi di panggung itu. Panggung pertama Chanyeol di masa kuliahnya.

 

            “Omona…, kenapa Nana terlihat begitu cantik? Chanyeol juga terlihat sangat tampan.”

            “Mereka sangat serasi., ku harap mereka bersama.”

            “Cih.., Nana beribu ribu kali lipat lebih baik daripada Eunji. Aku tak percaya., kenapa Chanyeol justru lebih dekat dengan Eunji.

 

Bisikan kecil kembali mengusik Eunji. Perkataan mahasiswi itu terdengar jelas ditelinganya.

“Cih.., apa-apaan dia. Kenapa seenaknya men judge ku seperti itu.”gerutu kesal Eunji.

“Memangnya dia siapa.? Kenal pun tidak..”sambungnya lagi.

 

            “Hei Hyeri-ah.. jangan berkata seperti itu dulu. Memangnya kau mengenal mereka dengan baik sampai-sampai kau bisa menentukan mana yang lebih baik diantara mereka.”

            “Ne benar kata Ellin. Kau tidak boleh sembarangan.”

            “Lagipula menurutku Eunji sunbaenim lebih baik dari pada  Nana sunbaenim.”

            “Aku setuju denganmu Jinri. Walaupun Eunji sunbaenim tidak terlalu cantik., tapi dia baik dan ramah tidak seperti Nana sunbaenim yang suka memasang muka datar. Lagi pula suara Eunji sunbaenim juga lebih indah. Itu sih menurutku.”

            “Eh.., memangnya kau pernah mendengar Eunji sunbaenim bernyanyi?”

            “Tentu saja, kalau belum mana berani aku mengatakan hal ini.”

            “Selain bernyanyi dia juga bisa bermain piano dan acting. Dan kudengar dia juga menciptakan lagu.”

            “Jinjjayo..? Tapi kenapa dia tidak pernah menunjukan itu semua?”

            “Entahlah. Dia pasti punya alasannya.”

            “Hei.., sudahlah. Nikmati saja pertunjukannya.

 

Eunji yang mendengar (lagi)  percakapan mahasiswi dibelakangnya hanya dapat tersenyum kecil sembari meneruskan kegiatannya memotret. Hem.., menurutmu siapa yang lebih baik? Aku atau Dia..?

 

  1. ..

 

Sore itu acara pentas seni telah berakhir. Eunji dan Chanyeol memutuskan untuk pergi ke Cafe langganan mereka sebelum kembali kerumah.

 

“Eunji-ya..”panggil seorang lelaki –Chanyeol- pada gadis didepannya.

“Hmm..”jawab gadis itu masih fokus dengan camera ditangannya. Chanyeol yang melihat respon Eunji yang seperti itu hanya dapat menghela nafasnya sabar.

“Kenapa? Bicaralah jika kau ingin bicara.”ucap Eunji lagi.

“Bagaimana aku bisa bicara? Kau saja masih sibuk dengan camera itu. Apa camera itu sangat menarik?”tanya Chanyeol sedikit kesal sambil menyesap Cappucino miliknya. Eunji yang mendengar keluhan Chanyeol hanya dapat tersenyum. Kemudian diletakkannya camera itu diatas meja.

“Arraso. Sekarang bicaralah.”ucap Eunji yang sekarang fokus menatap kedua manik mata Chanyeol. Chanyeol yang ditatap seperti itu mulai kelihatan gugup. Sampai-samapai ia tak bisa mengeluarkan suaranya.

“A..a..aku me..me..menyukaimu.”ucap Chanyeol gugup. Ini merupakan hal pertama bagi seorang Chanyeol, wajar saja ia gugup. Eunji yang mendengar ucapan Chanyeol sedikit terkejut kemudian setelah itu dia tersenyum sangat manis. Detik berikutnya….

 

  1. ….

 

Bibir manis Eunji mendarat dengan sempurna dibibir milik Chanyeol. Memberikan laki-laki itu kecupan singkat yang begitu manis. Chanyeol yang mendapatkan kecupan singkat itu hanya dapat membelalakan matanya kaget. Apa ini mimpi?

 

“Kau tahukan jawaban ku..?”ucap Eunji seraya tersenyum dengan manisnya. Chanyeol pun turut tersenyum bahagia.

“Gowamo Eunji-ah. Saranghae..”

“Nado saranghae oppa..”

 

-FINISH-

8 thoughts on “[FF Freelance] Chu

  1. hooaaa jadi chanyeol juga suka sama eunji, kenapa nggak bilang dari dulu, harus ya bikin cemburu dulu hihi
    nice ff. aku suka

  2. thorrrr ini gantung. alur kecepetan. dan kenapa konflik cm secuil doang? aku kira kehadiran yoseob bsa membuat chanyeol cemburuuu ><

    tp ini keren kok. apalagi castnya aku suka chanji♡ bikin ff chanji lg dong thor yayaya???

    • thanks udah mau komen..^^

      Oh., emang sengaja dibikin ringan.., ntar deh kalau udah ada waktu luang aku kembangin lagi konfliknya..

      Suka chanji ya.., aku ada FF lain yg maincastnya ChanJi…
      Ntar aku share disini deh,,,,

  3. ini pertama kalinya aku baca ff chanji krna kegoda ama chanyeolnya /hehnak/
    daan kyaknya aku mulai suka exopink!😄 huwaaah sweet! kebayang deh mukanya chanyeol yg gugup wkwk😄 Daebakk chingu ^^ keep writing ya😀

  4. .endingnya rada gantung gtu, tp gk apalah yg pnting happy ending😀
    anyeong…
    Aku reader bru d’sni, Nani hunhan imnida, line 97🙂 salam kenal yah thor..🙂

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s