[Ficlet] Fighting, Ji!

cverff

Title: Fighting, Ji!

Author: Shin Min Rin/Lin(@nzazlin)

Genre: Slice of Life, Friendship and Lil bit romance maybe(?)

Length: Ficlet

Rated: T

Cast: Park Jiyeon, Kim Myungsoo, and other(s).

Disclaimer: Originally this plot owned by me as author and blessed by God. Eventhough it isn’t really good. I hope all of you can appreciate it. The cast belong to themselves.

Summary: Jiyeon adalah seorang Idol yang memiliki banyak haters. Pada saat itu Jiyeon ditolong oleh lelaki misterius. Siapakah itu? Ayo cekidot makanya bacaaa hehehhe *plakk

Warning: Typo(s), Out Of Topic and Out Of Character.

 

 

Aiiish…. jinjja…!,” Jiyeon menyibak rambutnya kemudian menghembuskan nafas . Ia menoleh ke arah samping.

“Ngomong-ngomong terima kasih atas bantuannya.” Ucapnya lagi pada seorang lelaki yang berada tepat di sampingnya. Lalu ia berjongkok sambil bersandar pada dinding batu bata dibelakangnya.

Tidak ada suara terdengar dari lelaki itu. Jiyeon masih mengatur napasnya yang lelah habis berlari dikejar oleh segorombolan gadis-gadis remaja yang masih memakai seragam walaupun hari sudah gelap. Untung saja lelaki bertopi yang masih diam disamping Jiyeon ini menolongnya pada saat suasana pengejaran itu sedang panas-panasnya. Bagaimana tidak? Segorombolan gadis remaja itu memegang sekantong plastik air keruh di dalamnya yang akan digunakan untuk melempar Jiyeon. Na’as memang. Entah ada angin darimana yang menyebabkan Jiyeon untuk keluar jalan-jalan di malam hari seperti ini. Padahal agensi sudah menceramahinya untuk tidak keluar sendirian sering-sering agar tidak terjadi sesuatu yang buruk lagi padanya. Tapi Jiyeon memang bandel sudah berkali-kali diserang tapi dia masih saja suka sendiri jika keluar. Entahlah, mungkin Jiyeon merasakan sesak jika terus berada dalam rumahnya yang mewah ataupun agensinya.

Suasana masih senyap tidak ada satupun yang membuka suara diantara mereka. Bahkan salah satu dari mereka tidak ada yang berniat untuk beranjak dari tempat dimana posisi mereka berada sekarang. Lelaki misterius bertopi itu masih terdiam sedari tadi tanpa mengeluarkan sepatah kata. Jiyeon merasa penasaran dan akhirnya mendelik melihat lelaki disampingnya. Merasa seperti dipandangi oleh sepasang mata, lelaki ini sontak menoleh.

N-Neon gwenchana?” lelaki itu agak sedikit gagap berbicara langsung sambil menatap mata Jiyeon secara langsung apalagi hanya ada mereka berdua di tempat yang sepi . Meskipun Jiyeon sendiri tidak begitu jelas melihat wajahnya karena tertutupi oleh topi. Jiyeon dengan anehnya malah tertawa kecil lalu menunduk, kemudian ia menyibak rambutnya yang menutupi wajahnya.

Gwenchana? Tentu saja aku baik-baik saja, hah aigo…,” Jiyeon tiba-tiba bersuara selang beberapa detik sebelumnya sunyi nada suaranya terdengar sinis, matanya tampak mengerling tajam menatap lelaki itu, menampakkan sisi jahatnya walau sebentar. Jiyeon dapat melihat dengan jelas bahasa tubuh lelaki disampingnya berubah sedikit canggung. Ia kembali menghela nafas. Kemudian mengalihkan pandangannya lurus ke depan, “Aku ketus ya? Keurrae, ini lah aku yang sebenarnya. Ketus, sombong, dan dibenci,”

Ia menghela nafas kembali untuk kesekian kalinya. Lelaki disampingnya agak terkaget dengan respon yang telah didapatkannya. Tidak akan menyangka akan mendapatkan reaksi semacam ini dengan tiba-tiba, ia hanya merasa Jiyeon pasti sangat stres dengan keadaan sekarang.

“Jika aku sedang sendiri, entah darimana gadis-gadis remaja itu datang dan mereka selalu menemukanku untuk mereka permalukan. Kau pikir aku bisa baik-baik saja?” Jiyeon setengah berteriak lalu menarik nafas kembali mengontrol emosi agar tidak meledakkan emosinya sekarang, biar bagaimanapun juga lelaki disampingnya itu tidak salah. Beralih ke lelaki yang berada di sebelahnya, ia masih menatap lawan bicaranya intens. Ada cahaya iba muncul dari kedua matanya.

Jeosonghamnida…”

“Tidak perlu minta maaf. Kau benar, memang aku yang salah.” Mata lelaki itu membulat kaget karena tiba-tiba nada suara gadis di sampingnya berubah agak parau.

“Ji-Jiyeon-ssi neon jeongmal gwenchana?” lelaki itu bertanya dengan kekagetan yang masih memenuhi dirinya, ia ingin menepuk punggung Jiyeon untuk menenangkannya tapi merasa tidak berhak dan akhirnya tangannya hanya meraba-raba udara.

Jiyeon mendongakkan kepalanya sambil melihat lelaki itu kembali. “Meskipun aku tak mengenal mu tapi terima kasih sudah menolong ku. Ku rasa sekarang sudah agak tenang dibanding tadi. Nan kalkke.”

Jiyeon berdiri dan berniat untuk keluar dari lorong kecil antara pertokoan. Lelaki tadi pun berdiri dengan cepat lalu mengatakan sesuatu yang membuat Jiyeon terhenti secara mendadak.

“Jiyeon-ssi aku menyukai mu. Ah maksud ku, aku menyukai mu hanya sebatas antara fan dan idol. Aku suka melihat mu saat berakting jahat di tv. Aku juga suka suara husky mu. Terkadang kau juga berakting sok imut tapi aku menyukainya. Nan joha. Aku tidak pernah membenci mu uri Jiyeon. Meskipun kau memiliki banyak skandal. Aku akan terus mendukung mu. Haters sasaeng, mereka adalah yang terburuk karena tidak bisa melihat dengan jelas, mata mereka buta sebelah. Ya, mereka hanya memandang idol-idol dengan sebelah mata mereka saja! Makanya Ji, Fighting! Haters gonna hate. Aku tau kau bisa Jiyeon!”

Lelaki itu tampak ngos-ngosan setelah mendeklarasikan perkataannya dengan semangat. Entah kenapa juga. Jiyeon yang membelakanginya merasa terharu. Air matanya mulai menitik sedikit.

Gomawo… hiks… Gomapseumnida.”

Lelaki itu merasa dadanya terasa sakit melihat idol favoritnya kini tampak terisak langsung didepannya. Selama ini Jiyeon di televisi begitu terlihat arogan dan kuat. Ia hanya tak menyangka dibalik itu semua Jiyeon begitu rapuh dengan kecaman-kecaman dari para haters. Ia berjalan mendekati Jiyeon dan berhadapan langsung dengannya. Ia tersenyum mantap seakan-akan seperti menyalurkan kehangatan.

“Ji, Fighting!”

Eoh..hiks,” Jiyeon mengangguk pelan dengan tangannya yang masih memegang mulutnya. Kediaman menyelimuti keduanya. Jiyeon masih dengan isakan kecilnya dan lelaki di depannya masih berdiri di depannya menatapnya. Walaupun wajah lelaki ini tidak begitu jelas karena tertutup topi dan hanya menampakkan setengah wajahnya saja juga cahaya temaram lampu jalan makin mendukung agar wajahnya tak terlihat ia masih dengan jelas bisa melihat Jiyeon dari matanya yang tertutup topi sedikit.

“Aku sudah biasa dibenci dan diperlakukan tidak baik oleh beberapa orang yang membenci ku, aku memang pernah berbuat salah dan aku sudah minta maaf.” Isakan tangis Jiyeon sudah berhenti sekarang. Jiyeon sudah agak tenang dibanding tadi.

“Memang, kesalahan yang ku buat memang fatal dan sikap ku memang buruk. Tapi itu dulu, sekarang setelah aku diisolasikan selama setahun penuh oleh agensi, aku bertekad untuk berubah menjadi lebih baik walaupun karir ku dimulai kembali dari 0. Tsk, tatapan mereka masih saja tersirat kebencian.”

Lelaki di depannya tampak terkejut dengan perkataan Jiyeon barusan, perasaan iba dan khawatir begitu membuncah di dadanya. Ia merasa ingin memeluknya tapi tertahan karena ia bukan lah siapa-siapa bagi Jiyeon, ia sangat sadar.

Jiyeon menatap lelaki di depannya lalu tersenyum getir. Kemudian ia menggenggam tangan lelaki itu sambil tersenyum hangat. Lelaki tadi tampak sangat amat terkejut. Jantungnya terasa berdesir hebat.

Gomapseumnida. Aku merasa begitu banyak berbagi hal dengan mu. Ngomong-ngomong kau mengingatkan ku pada seseorang…” Jiyeon tampak seperti berpikir sejenak, lalu ia melanjutkan percakapannya lagi, “ Maukah kau menjadi teman ku?”

Ungkapan Jiyeon benar-benar membelalakkan mata lelaki di hadapannya, ya ya ya wajahnya hanya terlihat setengah dan terkesan misterius tapi Jiyeon merasa lelaki ini begitu baik.

Eo, Eoh. Gwenchanni?”

Gwenchana, kau memang kelihatan sangat misterius, tapi aku sangat yakin kau adalah orang yang baik. Dan kau adalah orang kedua yang tulus terhadap ku,”

Kekagetan terpeta jelas memenuhi diri lelaki ini. Ia hanya bisa terkaget-kaget tapi masih dengan gayanya yang santai, ia masih diam menunggu apa yang akan diucapkan Jiyeon selanjutnya.

“Ah, kau pasti bertanya-tanya apa maksud ku kan? Aku dulu pernah memiliki teman. Teman yang sangat spesial, dia orang pertama yang tulus pada ku. Dia. Aku sudah tidak tau dia dimana dan bagaimana kehidupannya, terakhir kali kami bersama waktu aku masih mengalami masa trainee saat SMA dulu.”

Lelaki itu tampak sedikit kaget tapi mengangguk mengerti. Dalam diam ia menatap kedua tangannya yang masih ditangkup oleh Jiyeon.

“Aku lupa. Kita belum berkenalan. Untuk menjadi seorang chingu kan harus saling mengenal. Cha, ireumi mwoeyo?” Jiyeon tersenyum senang setelah tadi terisak sedih mengingat keadaannya dan juga terharu akan pengakuan fan yang tak disangka-sangkanya ini.

Lelaki tadi tampak terkejut, lalu ia menunduk sebentar. Dengan samar Jiyeon bisa melihat lelaki ini menunjukkan smirknya. Tiba-tiba ia melepaskan tangkupan tangan mereka. Jiyeon agak sedikit syok.

“Ji, ku pikir aku tidak perlu mengenalkan diri ku lagi.” Jiyeon mengernyitkan dahinya. Lelaki itu membuka topinya lalu melonggarkan sedikit syal yang dipakainya. Dengan ini jelas sudah wajahnya. Matanya yang tajam,hidungnya yang mancung, serta bibirnya yang sama seperti dulu dan kulit putihnya terpancar dengan jelas oleh temaram lampu jalan. Mata Jiyeon seketika membelalak kaget.

“K-Kim Myungsoo, matji?”

Lelaki misterius yang dipanggil Kim Myungsoo itu tersenyum lembut.

Oraemanida Ji!”

Jiyeon menutup mulutnya seakan tak percaya. Perasaan Jiyeon begitu terasa bercampur aduk tapi satu hal yang pasti untuk saat ini, senyuman penuh haru tiba-tiba terpancar jelas di wajahnya. Jiyeon tak mampu berkata-kata lagi. Tercekat. Hanya itu.

 

—-

FINISH

.

 

 

Notes: Lama tidak mengepost ff >/////< mianheyo aku ga aktif haha. hidup aku lg gaje chingu ;-; makanya mau nulis aja kayak ilang feel gini. btw maaf posternya ga diediit cukup wajah cantik Jiyeon aja yg jadi poster hehehe. (pdhal sbnrnye lg malas edit haha) *ditendang*

Maaf ya kalo ceritanya gaje gini, alur kcepetan mungkin? dan kaku hahaha. Selebihnya terima kasih banyak sudah membaca. Aku harap pada abis read, do comment ya😀 Like kalau mau alhamdulillah bgt *plakk

Oh iyaaaa apakah ini bisa disebut ficlet? karna cuma 1000an words, feel free to correct me yay~

Oke cukup sekian ^^

15 thoughts on “[Ficlet] Fighting, Ji!

  1. Kereen..
    Emng jiyeon bikin masalah apa???
    aku suka jiyeon eonni..
    Cantikk n actingnya kereeenn..
    di dream high 2 atau di MV T-Ara
    Daeebbaaakk…
    Suaranya juga lembut … baguuss dan yg pasti enak di dengeerrrr nya 🙂

  2. hiiii ya ampun manisnya~ ngebayangin gimana heroiknya myungsoo yang menyelamatkan jiyeon dati kejaran haters itu
    aku suka endingnya, myungsoo jadi lebih gentle gitu hehe
    nice ff. keren! aku suka

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s