Be My Scandal (Part 1)

be my scandal!

Title : Be My Scandal!

Author : Hyorenji

Casts : Miss A’s Bae Suzy, GOT7’s Jr. (Park Jinyoung)

Support Cast : 2PM’s Junho as Manager

Length : Series (Maybe?)

Genre : Romance, AU

Rating : PG-15

Disclaimer : Made by me.

teaser

***

“Hanya karena kau bukan peran utama, bukan berarti mereka bisa memperlakukanmu seenaknya kan?” Junho meremas kaleng soda yang sudah ia habiskan hingga remuk lalu melemparnya ke tong sampah yang berjarak beberapa meter dari kursi tempatnya dan Jinyoung duduk.

 Ia mengatur nafasnya, mencoba mengurangi setiap serpihan kemarahan tiap ia menarik dan membuang nafas. “Mereka meminta kita untuk menunggu dari jam delapan pagi, tapi kau baru mendapat giliran shooting jam enam sore. Keterlaluan!”

“Sudahlah, hyung.” Jinyoung membukakan sekaleng soda lagi untuk Junho. “Namanya juga rookie. Memangnya ada orang yang langsung menghargai seorang aktor yang baru saja debut sepertiku? Semuanya butuh proses kan, hyung?”

Junho melayangkan tatapan tajam pada Jinyoung sambil menerima kaleng soda darinya. “Teruslah kau berpikir seperti itu, dan kau tidak akan pernah terkenal.” Ia kemudian meneguk habis soda itu, one-shot. “Ahh.. Di situasi seperti ini soda tidak akan membantu. Ayo, kita minum bir.”

“Hyung?” Jinyoung menatap Junho sambil menghela nafas. “Kau tahu kita tidak bisa. Masih ada..”

“..iya. Aku manajermu, aku yang lebih hafal semua schedule­-mu. Kau tidak usah takut aku melupakannya.” Junho kemudian berdiri dari duduknya dan menarik Jinyoung. “Kaja!”

Junho dan Jinyoung berjalan menuju sebuah mobil sedan yang terparkir di depan lokasi shooting. Mobil itu sudah terparkir disana sejak pagi, tidak heran kapnya terselimuti dedaunan yang gugur dari pohon di sekitar mobil itu.

“Lihatlah ini! Kau butuh van, seperti artis-artis lainnya. Sampai kapan kau mau menaiki mobil ini terus?” Junho meracau kesal sambil membuka pintu pengemudi dan masuk ke dalamnya. “Dan sampai kapan kau mau hanya didampingi olehku saja? Kau butuh coordi, kan?”

Jinyoung hanya bungkam. Ia masuk ke dalam mobil tanpa satu suarapun. Dalam hatinya ia membenarkan semua yang dikatakan Junho. Ia sudah terlalu sering diabaikan di lokasi shooting. Sementara pemain lain mendapatkan banyak perhatian, ia hanya berinteraksi dengan para kru saat ia akan take adegan.

Ia juga ingin punya van yang mewah—warna hitam mengkilap seperti milik para seniornya, yang bahkan sudah dimiliki idol group yang baru debut. Agensinya hanya memberikannya fasilitas seadanya, berupa kamar di flat kecil yang akan ditinggalinya bersama Junho sang manajer (yang merupakan salah satu fasilitas juga), sebuah mobil sedan yang biasa saja, dan gaji bulanan (lebih tepat disebut uang saku) yang tiap bulan ditransfer ke rekeningnya.

Selain karena ia masih baru, agensi tempatnya bernaung tidak terlalu terkenal sehingga ia tahu alasan sebenarnya dari keterbatasan fasilitas untuknya, yaitu keterbatasan budget, tentu saja. Bagaimanapun ia harus memaklumi itu.

Ring.. Ring.. Ring..

Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Ia tersadar dari pemikirannya sendiri sambil cepat-cepat menerima panggilan yang masuk ke ponselnya itu ketika melihat nama ‘Eomma’ tertulis di layarnya.

“Eoh, Eomma? Ada apa?”

“Jinyoung-ah, eomma sudah sengaja mengumpulkan teman-teman eomma untuk menonton sitkommu. Malam ini episode satunya, kan?”

Jinyoung menggigit bibir bawahnya. Entah mengapa, suara antusias ibunya membuatnya sedih. Ibunya mengharapkan banyak darinya yang akhirnya debut setelah menjadi trainee selama tujuh tahun. Begitupun dengan dirinya sendiri, yang tidak pernah menyangka kenyataan sungguh jauh dari apa yang ia bayangkan.

“Hm, begitukah?” Jinyoung berusaha terdengar antusias, namun ia tahu ia tak pernah bisa berbohong pada ibunya.

“Wae? Kau tidak senang eomma meneleponmu? Kau sedang sibuk sekarang?”

“Ah, tidak. Tidak sama sekali.” Tak terasa air mata Jinyoung mengalir. Ia buru-buru menghapus air mata itu sebelum Junho menyadarinya. “Tapi, eomma. Mungkin kemunculanku tidak terlalu banyak. Hanya satu atau dua menit.. Atau..”

“Hahahaha..” Jinyoung tersentak dengan suara tawa ibunya.

“Wae, eomma?”

“Hahaha.. Tidak apa-apa. Kan masih episode satu. Eomma akan selalu menantikan setiap episode untuk melihatmu. Tidak mungkin di setiap episode kau hanya muncul satu dua menit, kan?”

Sepertinya begitu, Eomma. Jawab Jinyoung dalam hati. Ia hanya mendapat sedikit dialog dalam sitkom itu, dan ia sendiri mengakui perannya tidak menarik dan mencolok. Ia bisa dibilang hanya setengah tingkat—mungkin seperempat tingkat lebih tinggi diatas cameo.

“Eomma, sudah dulu ya. Yoo Jaesuk sunbaenim memanggilku.” kata-kata Jinyoung membuat Junho menoleh sambil memasang tampang ‘Are-you-f**king-kidding-me-sejak-kapan-ada-Yoo-Jaesuk-di-mobil-butut-ini’

“Aigoo, lihatlah. Jinyoungku, bahkan kau dekat dengan MC nasional! Sampaikan salam eomma padanya, ya. Eomma akan membanggakan ini pada teman-teman eomma! Saranghae, Jinyoung-ah!”

“Eung. Saranghae, eomma. Kkeunheo.” Jinyoung akhirnya memutuskan sambungan telepon. Ia menyandarkan punggungnya ke jok mobil kemudian memejamkan matanya. Sampai kapan ia harus menjadi rookie?

***

Jinyoung dan Junho tiba di lokasi shooting CF yang berada di Lotte World, salah satu taman hiburan terbesar di Seoul. Hari itu Lotte World dipenuhi pengunjung seperti biasanya, namun Junho tak perlu repot melindungi Jinyoung karena sepertinya tak ada satupun pengunjung yang tahu Jinyoung adalah seorang aktor.

Jinyoung tak tahu iklan apa yang akan ia bintangi dan siapa artis lain yang akan menjadi lawan mainnya, namun melihat kerumunan orang beberapa meter di depannya—yang terlihat seperti set shooting—Jinyoung tahu artis lain itu jauh lebih terkenal darinya.

“Wuah, percayalah padaku. Kau akan terkenal setelah membintangi CF ini.” Kata Junho percaya diri. Ia mencari-cari keberadaan sang sutradara, sementara Jinyoung duduk di sebuah kursi yang ada di samping Junho.

Jinyoung  melihat sekelilingnya dan menyadari betapa antusiasnya orang-orang, bahkan sebagian besar sudah menyiapkan kamera. Ia menghela nafas, bertanya dalam hatinya seberapa bahagianya jika semua antusiasme itu ditujukan padanya. Sungguh menyenangkan, tentu saja.

Tiba-tiba seorang gadis melangkah ke tengah-tengah set dengan beberapa orang bodyguard melindungi di sekelilingnya. Tak butuh waktu lama bagi Jinyoung dan Junho untuk mengenali siapa gadis yang langsung menimbulkan kehebohan massal itu.

“Whoa.” Jinyoung dan Junho hanya bisa memandangi gadis itu dengan mulut terbuka lebar. Gadis berambut panjang yang memakai dress ketat selutut dan blazer kulit itu tak lain adalah Bae Suzy, yang belakangan ini mendapat julukan Nation’s Fairy dari masyarakat.

Jinyoung dan Junho  tetap memasang tampang terpukaunya bahkan saat Suzy lewat tepat di hadapannya. Tidak heran orang memanggilnya peri. Ia benar-benar sempurna! Mereka baru pertama kali melihatnya secara langsung, tentu saja mereka terkejut dengan kecantikan Suzy.

“Ckck.. Dia bersinar sekali.” Ujar Junho sambil berdecak kagum. “Jinyoung-ah, kalau kau ingin terkenal kau harus berhasil membuat skandal dengannya!”

“Mwo?” Jinyoung mendengus. “Skandal?”

“Iya, dengan begitu kau bisa sama terkenalnya dengan dia. Dimana ada terdengar Bae Suzy, disitu nama Park Jinyoung juga akan tersebut! Benar, kan?”

Jinyoung mengedikkan bahu sambil memasang tampang tak ingin tahu. Skandal, terdengar tidak terlalu bagus di telinganya.

“Ah, itu sutradaranya. Sebentar,ya.” Junho kemudian berlari menghampiri sang sutradara, sementara Jinyoung hanya memperhatikan Suzy.

Suzy duduk di sebuah kursi yang berjarak tidak terlalu jauh dari tempat Jinyoung duduk. Blitz kamera berkilau disana-sini, dan orang-orang yang meneriakkan nama Suzy jelas sangat ramai. Bodyguard Suzy membuat pagar di depan kerumunan orang itu, memastikan tidak ada yang bisa berbuat macam-macam pada Suzy yang kini sedang dipoles wajahnya oleh seorang make up artist.

Jinyoung berteriak senang dalam hati. Mimpi apa dia bisa mendapat peran dalam CF yang sama dengan Suzy? Namanya jelas akan langsung melejit! Ya walaupun tidak seheboh skandal seperti yang dikatakan Junho, tapi ini cukup menurutnya.

“Jinyoung-ah!” Junho berjalan ke arah Jinyoung dengan wajah kesal, menimbulkan kecurigaan dalam hati pria yang sedetik lalu tampak bahagia itu. “Ayo kita pergi dari sini.”

 “Wae, hyung?” Gurat keterkejutan jelas tampak di wajah Jinyoung.

“Apa mereka mempermainkan kita? Kau tahu, kau harus memakai kostum badut dan didandani seperti badut. Mereka sudah gila sepertinya, memperlakukan aktor seperti itu.” Junho menarik tangan Jinyoung.

“Hah, aku tahu akan jadi seperti ini. Tidak ada yang berjalan mulus untuk aktor baru sepertiku.” Jinyoung melepaskan tangannya dari genggaman Junho. “Ya sudah, hyung. Tidak apa-apa. Kita sudah sampai disini, kan? Aku tidak mau agensi membayar biaya pembatalan.”

Junho mendengus sambil memasang tampang tak percaya. “Kau benar-benar ingin melakukannya? Wajahmu takkan bisa dikenali dalam dandanan badut! Oh, aku bisa gila membayangkan apa yang akan mereka lakukan dengan wajahmu.” Junho menepuk pundak Jinyoung. “Pikirkan baik-baik.”

Jinyoung menggigit bibir bawahnya, mencoba berpikir. Ia juga tidak ingin tampil di TV sebagai badut. Tapi ia akan dibayar, kan? Pasti akan ada orang yang mengenalinya, lalu berkata “Ah, ini aktor yang di sitkom itu, kan! Wah, dia imut!” iya kan?

“Iya, pasti ada.” Jinyoung menggumam pada dirinya sendiri.

“Apanya?”

Jinyoung hanya menjawab dengan sebuah senyum samar.

***

“Cut! Kerja bagus, semuanya!”

Seruan sang sutradara membuat semua kru bertepuk tangan. Setelah beberapa jam yang melelahkan, akhirnya shooting CF yang ternyata merupakan iklan sebuah vitamin itu berakhir.

Coordi Suzy langsung berlari ke arah sang aktris dan langsung menyodorkan sebuah minuman dingin padanya sambil menuntunnya ke kursinya. Wajah Suzy—yang sebenarnya hanya sedikit sekali berkeringat—tak luput dari perhatian sang Coordi yang langsung mengelap wajahnya dengan tisu. Para kru—terutama kru pria—mengerumuninya dan memuji aktingnya, namun ia hanya duduk di kursinya sambil sibuk dengan smartphone keluaran terbaru miliknya.

Sementara di sisi lain, Jinyoung melepas wig warna-warni—yang ternyata lebih berat dari bayangannya dan melemparnya kasar ke lantai. Ia mendengus melihat apa yang terjadi pada Suzy di hadapannya. Harusnya ia yang mendapat perhatian itu! Menggelikan, bukan? Tidak ada yang peduli seberapa berat wignya, seberapa tidak nyaman make up-nya, bahkan tidak ada yang peduli dengan seberapa pengap kostumnya. Semua perhatian tertuju pada Suzy, Suzy, dan Suzy.

“Dia hanya memegang botol vitamin sambil membaca kalimat. Apa dia lebih lelah daripada aku?” Jinyoung berkata pada dirinya sendiri. “Lihatlah itu. Bukannya bersyukur, ia malah bersikap dingin seperti itu. Dasar! Kalau aku jadi terkenal, aku tidak akan seperti dia.”

“Aigoo, Jinyoung-ah.” Junho datang dengan membawa sebuah handuk yang sudah dibasahi. “Berapa lama aku harus membersihkan wajahmu hingga make up ini bisa hilang?”

Jinyoung hanya diam dan terus memperhatikan gerak-gerik Suzy sementara Junho membersihkan wajahnya. Ia tiba-tiba berpikir dengan kata-kata Junho tentang skandal tadi.

“Hyung,”

“Apa?” kata Junho acuh tak acuh, ia masih berusaha membersihkan wajah Jinyoung yang sangat berantakan sekarang ini.

“Tentang skandal yang hyung bicarakan tadi. Err..” Jinyoung terdengar sedikit ragu untuk melanjutkan kalimatnya. “..bagaimana caranya?”

***

Jinyoung—yang sudah berganti pakaian dan juga sudah bersih dari make up badut—berjalan mendekati Suzy yang masih sibuk dengan smartphone-nya. Ia kemudian mengingat lagi tiap patah kata yang dikatakan Junho padanya.

Tahap pertama. Kau harus berhubungan dengannya lewat SNS, dengan begitu orang akan penasaran denganmu. Jadi kau mendekatinya. Lalu kau berbicara basa-basi, kenalkan dirimu. Lalu minta dia untuk memfollow twittermu atau semacamnya. Nanti orang juga akan mencari tahu tentang dirimu.

Terdengar gampang, namun Jinyoung tak terlalu yakin itu akan berhasil. Ia menarik nafas panjang sebelum akhirnya tiba di dekat Suzy.

“Em, hai..” Jinyoung memasang senyum terbaiknya saat Suzy mengangkat kepala untuk melihatnya.

“Hai?” Mata Suzy membelalak hanya dengan satu kata yang diucapkan Jinyoung. Suzy menatap Jinyoung dari kepala sampai kaki kemudian tersenyum mengejek. “Kau siapa?”

“Ah, kenalkan. Aku Park Jinyoung, aku baru debut sebulan yang lalu. Aku membintang sitkom..”

“..Tunggu, tunggu. Sebulan yang lalu? Lalu kau tadi bilang apa padaku? Hai?” Tiba-tiba Suzy berdiri dan menatap mata Jinyoung tajam. “Memangnya kau pikir kau siapa? Dasar rookie!

Jinyoung tersentak. Ia tak menyangka Suzy akan meresponnya seperti itu. Situasi terburuk yang ia bayangkan adalah Suzy mendiamkannya, bukan malah membentaknya. “Apa?! Kau..”

Mendadak seluruh perhatian tertuju pada mereka. Namun Suzy tak peduli dengan image-nya lagi. Ia benar-benar tidak suka dengan sikap seorang rookie seperti Jinyoung yang sok akrab dengan artis papan atas sepertinya. Benar-benar menjijikkan menurutnya.

“Sekali lagi kau berani berbicara seperti itu padaku, kau benar-benar akan berurusan dengan pengacaraku!”

Jinyoung menganga lebar. Pengacara? Memangnya mengatakan “hai” adalah tindakan kriminal? Ada apa dengan Nation’s Fairy di depannya ini?

TBC

 

 

 

 

 

 v

13 thoughts on “Be My Scandal (Part 1)

  1. nation’s fairy lah kok marah marah didepan umum gini sih, gara gara disapa hai doang loh ohmaygat~
    haha seru seru aku suka! next part soon

  2. Omoooo seru gilak, ak suka tulisan author nyaman bgt bacany cerita jg daebak..sumpah ini bagus bgt klo dbikin drakor bneran..ak byangin sifat suzy disini kyk jangmari di big sombong,cute dan beauty..ngakak byangin junho jd mnager jr…please thor update tiap hari dong..hihi

  3. oke aku ngebayanginnya suzy kaya yang di drama big ~ hahaa
    suzy sombong amat ngebayangin muka jr ngakak sendiri hihi

  4. ksihan Jr msa krn dia seorang rookie diperlakukan sprt itu..
    suzy jg mentang2 artis terknl jdi sombong.
    next partx ditunggu,buat scandal scptx

  5. ksihan Jr msh hax krn dia rookie diperlakukan semena2..
    ayo sgra buat scandal dgn suzy spy Jr bisa terkenal.
    next part soon

  6. kasian sih ama Jr. perasaan idupnya ama GOT7 cemerlah dah ! berbanding terbalik amet ama nih ff. Suzy,juga..aslinya baik tapi kontras amet di sini..

    but over all kereeeennn aluuur nyaa !! akuu suka yang karakternya beda gini thor ! lanjuttt yaaa !!!! maaf awal coment udah bikin author gondok yaa😉

  7. wooooaaa… Memangnya mengatakan “hai” adalah tindakan kriminal? Ada apa dengan Nation’s Fairy di depannya ini?
    ya ampun eh gila ini Suzy…. kelakuan jun ji hyun bangeeet di Man From the stars. Suka bengeet sama ff nya…
    Setelah gagal dengan perkenalan yang sumpah malah jadi ancurr begini /sabar ya bang jinyoung/ apa yang bakal di perbuat lagi?

    Hahah si Junho jadi manager sekaligus penasehat skandalnya… Kamu tanya ke ahli yang tepat bang Jinyoung

  8. aku suka ceritanyaaaaaa asli bagus, penulisan, penggambaran, dialog,.. semuanya keren dan enak dibaca. Asli bagus bgttt…

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s