[Teaser] Love Story Between Us

cover

annyeong, udah lama banget nih ga posting FF, selain akunya sibuk, laptopku rusak jadi terpaksa harus di reset, dan aku lupa nge backup dokumennya (curhat gapenting) oke next, kali ini aku bikin ff baru, dengan cast yang baru yaitu Got7. Hope you like it, readers! Kalo reaksinya bagus, nanti aku posting sequelnya

Cast :

All member Got7

4Minute Kwon Sohyun

Apink Yoon Bomi

Apink Oh Hayoung

15& Yerin

15& Jimin

Girls Day Hyeri

Genre : Romance, Friendship

Disclaimer : cerita hanya milik author, sementara cast hanya milik keluarganya, agensinya, dan fansnya (maaf banyak omong)

“Jaebum-ah, ada apa? Kenapa tiba-tiba kau ingin mengajakku untuk bertemu?” tanya Sohyun sambil berusaha mengatur napasnya yang terengah-engah. Jb pun memasukan ponselnya kedalam saku celana jeans-nya, kemudian mulai melirik Sohyun dengan tatapan yang sulit untuk Sohyun definisikan.

“Sohyun-ah, maafkan aku…” ujar Jb.

“Maaf? Untuk apa?” tanya Sohyun tak mengerti. Jb pun memeluk kekasihnya itu dengan erat, kemudian melepaskannya sambil menatapnya dengan tatapan tanpa ekspresi.

“Itu merupakan pelukan terakhir dariku…” ujar Jb lagi.

“Maksudmu? Kau kenapa, Jaebum?”

“Kita… sampai disini saja ya,” jawab Jb.

“Maksudmu… kita…”

“Iya…” ujar Jb cepat, memotong ucapan Sohyun. “Kita putus.”

“Tapi… kenapa?”

“Kau terlalu baik untukku Sohyun. Aku takut kalau aku justru akan menyakitimu.”

“Tidak apa-apa Jaebum, aku tidak merasa disakiti olehmu. Itu karena aku sayang padamu. Apa tidak ada alasan lain, yang lebih logis?” tanya Sohyun berusaha menahan sakit di dadanya. Jb hanya menggeleng lemah.

“Lupakan aku, Sohyun. Kau bisa mencari pria yang lebih baik dariku. Pria yang benar-benar tulus mencintaimu,” ujar Jb, kemudian melangkah menjauhi Sohyun. Pergi meninggalkan Sohyun dengan segudang pertanyaan.

Youngjae sedang menikmati sore ketika pandangannya bertemu dengan tatapan seorang gadis manis yang sedang bermain ayunan. Gadis itu merasa salah tingkah ketika melihat Youngjae, kemudian segaris senyuman terukir di wajahnya yang manis. Youngjae pun membalas senyum gadis itu, kemudian memutuskan untuk menghampiri gadis tersebut dan duduk di ayunan disamping gadis itu yang kebetulan kosong.
“Hei, sedang menikmati pemandangan sore hari di musim semi?” tanya Youngjae basa-basi.
“Hmm… iya. Kau juga?” gadis itu balik bertanya.
“Iya, kau sendirian saja?” tanya Youngjae lagi.
“Menurutmu?” gadis itu justru balik bertanya, membuat Youngjae semakin gemas.
“Kau berdua,” ujar Youngjae. Gadis itu mengangkat alisnya, tanda tak mengerti. “Berdua bersama bayanganmu,” sambungnya sebelum gadis itu berpikir kalau Youngjae sudah tidak waras.
“Hahaha bisa saja kau,” gadis itu tertawa. Tawa yang terdengar sangat merdu di telinga Youngjae. Youngjae hanya tersenyum.
“Ngomong-ngomong, siapa namamu?” tanya Youngjae.
“Sohyun, Kwon Sohyun lengkapnya. Kalau kau?”
“Choi Yongjae, panggil Jae saja cukup.”
“Salam kenal Jae-ssi,”
Tak lama setelah itu, Youngjae dan Sohyun terus mengobrol. Dibawah pohon akasia, disinari oleh mentari sore.

“Mianhae Hayoung-ah, aku tidak bisa,” ujar Junior pelan.

“Tapi Oppa, aku benar-benar menyukai Oppa sejak pandangan pertama. Sejak kau membantu tugas sekolahku dan Youngjae. Tidak bisakah kau memberiku kesempatan?”

“Aku tahu Hayoung-ah, tapi kau terlalu muda untukku. Kau masih kelas 3 SMA, ujian ada didepan mata. Jalanmu masih panjang,” jelas Junior. Sjujurnya, dia tidak berani menatap gadis berusia 17 tahun didepannya  itu. Gadis yang lebih muda 2 tahun darinya.

“Jadi karena itu…” sahut Hayoung sambil menyeka airmatanya. “Jadi karena itu kau menolakku? kalau aku lulus ujian nasional dengan nilai baik dan bisa masuk ke universitas tempatmu sekolah, apa kau akan berubah pikiran?”

Junior tersentak mendengar pernyataan Hayoung. Hayoung begitu mencintainya, dan selalu menjadiakn dirinya sebagai motivasi. Diam-diam dia salut akan tekad Hayoung, meskipun dia takut kalau ternyata Junior hanya akan merusak konsentrasi belajarnya.

“Baik, kalau kau bisa masuk Universitas yang sama denganku dan mendapat jurusan yang sama denganku juga, aku mungkin akan berubah pikiran. Atau mungkin, aku yang akan bicara duluan,” ujar Junior.

“Baik, kupegang janjimu, Oppa!”

“Jackson-ah, bisakah kau berhenti untuk mendapatkan cinta dari Bomi Eonni?” tanya Hyeri. Jackson yang bingung dengan pertanyaan Hyeri segera melempar bola basketnya dan menghampiri Hyeri yang sedang duduk di pinggir lapangan.

“Maksudmu?” tanya Jackson.

“Maksudku, kau kan sudah 3 kali ditolak oleh Bomi Eonni, tidak bisakah kau lebih peka terhadap perasaan seseorang yang menyukaimu?”

“Menyukaiku?” tanya Jackson sambil menaikkan alisnya. “Memangnya ada gadis yang menyukaiku? Bomi Nuna saja menolakku karena aku ini bad boy.”

“Ada,” jawab Hyeri dengan pasti.

“Siapa orangnya?”

“Ada didepan matamu. Bisakah kau berhenti mengejar seseorang yang tidak pernah menoleh padamu, sementara didepan matamu ada seseorang yang selalu menunggumu?” ujar Hyeri.

“Kau…”

Hyeri pun menatap Jackson dengan tatapan iya-orang-itu-adalah-aku. Sementara Jackson semakin bingung dengan tatapan sahabatnya itu.

“Girls, girls, girls they love me..” Bambam masuk ke kelas sambil bernyanyi. Lagu yang Bambam nyanyikan memang pas untuk dirinya, karena dia selalu menjadi pusat perhatian para gadis di sekitarnya.

Benar saja, baru saja masuk kelas, tau-tau teman sekelasnya sudah heboh sendiri.

“Bambam-ssi! Pr matematika sudah belum?” tanya Yerin saat Bambam melewati mejanya. Selalu begitu. Alasan para gadis untuk semakin dekat dengannya adalah dengan berpura-pura menyalin pr darinya, walau Bambam sendiri tidak yakin dengan jawabannya itu.

“Maaf, buku prku terbawa oleh Yugyeom, kaubisa meminjam darinya, kan?” ujar Bambam sambil tetap melangkah menuju mejanya.

“Kau pembohong!” bisik Yugyeom yang duduk di meja didepan meja Bambam ketika Bambam meletakkan tas di mejanya.

“Apa?” tanya Bambam tak mengerti.

“Aku tidak membawa buku prmu, kenapa itu selalu kau jadikan alasan ketika ada seseorang yang meminjam prmu?”

“Aku tahu, kau menyukai Yerin, kan? Aku berusaha menjadi mak comblangmu, tahu! Aku ingin kalau kau dan Yerin segera jadian, agar gadis itu tidak menerorku lagi,” celetuk Bambam. Yugyeom hanya tersenyum kecil.Ya, sejak kelas 1 SMA, Yugyeom memang sudah jatuh cinta pada Yerin.Tapi gadis itu rupanya justru mendekati Bambam. Untunglah sahabatnya itu mengerti, sehingga Bambam selalu menjaga jarak dari Yerin. Demi dirinya.

“Bomi, kumohon maafkan aku,” ujar Mark sambil terus mengejar Bomi.

“Kalau kau bisa merubah sikapmu, aku akan memaafkanmu!” sengit Bomi sambil terus berjalan.

“Jelaskan padaku, sikapku yang seperti apa yang membuatmu marah?” tanya Mark bingung. Bomi pun membalikan badan, sehingga matanya dan mata Mark bertemu.

“Kau… kenapa selalu ada gadis SMA yang keluar masuk apartemenmu? Kau… Ah, aku tidak bisa membayangkannya!”

Mendengar pernyataan Bomi, Mark justru tertawa hebat. “What? Anak SMA? Mereka itu adalah Yerin dan Jimin, teman sekelas Bambam dan Yugyeom. Kau tau sendiri kan kalau di apartemenku ada dua orang siswa SMA kelas 2 dan satu orang siswa SMA kelas 3 yaitu Youngjae? Aku bahkan tidak pernah bicara dengan Yerin dan Jimin.”

“Jadi…”

“Ya, kau salah paham lagi, Nona Yoon.” ujar Mark sambil menahan tawa.

5 thoughts on “[Teaser] Love Story Between Us

  1. woah ceritanya salung berkesinambungan ya. bagua bagus aku suka. apalagi yang jackson sama hyeri ya ampun manis deh~
    sequelnya boleh dong hehe

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s