Be My Scandal (Part 2)

be my scandal!

Title : Be My Scandal!

Author : Hyorenji

Casts : Miss A’s Bae Suzy, GOT7’s Jr. (Park Jinyoung)

Support Cast : 2PM’s Junho as Manager,

Length : Series (Maybe?)

Genre : Romance, AU

Rating : PG-15

Disclaimer : Made by me.

Part 1

***

“Jeogiyo!” Jinyoung berusaha mengembalikan fokusnya. Ia menarik nafas panjang sebelum melanjutkan kalimatnya. “Aku tahu aku adalah rookie. Lalu apa itu membuatmu bisa memperlakukanku seperti ini?”

Suzy mau tak mau tersentak dengan respon Jinyoung. Biasanya rookie yang ingin sok akrab dengannya akan selalu meminta maaf jika Suzy menunjukkan ketidaksukaannya, namun lain dengan Jinyoung yang kini malah menatap Suzy dengan sorot mata menantang.

“Kau..” Suzy kehabisan kata-kata. Ia mengipasi dirinya sendiri dengan tangannya, merasakan hawa panas mendadak menyelimutinya. Ia sudah cukup bad mood sebelum Jinyoung datang dan menambah deretan hal yang membuatnya marah seharian ini.

“Hei.. Hei..” Junho mendadak berdiri di tengah-tengah Suzy dan Jinyoung, berusaha menetralisir suasana yang tampaknya tak mendingin sama sekali. “Ya, apa-apaan kau ini?” Junho berbisik pada Jinyoung sambil mencubit pinggangnya kuat-kuat.

“Ah.. Apha, hyung!” Jinyoung mengelus-elus pinggangnya sambil kemudian menunjuk-nunjuk wajah Suzy. “Dia, hyung! Dia..”

Junho membekap mulut Jinyoung sementara Suzy menatap jari telunjuk Jinyoung yang tertuju ke wajahnya dengan tatapan tak percaya. Berani-beraninya dia!

“Bodyguard!” Suzy akhirnya tak tahan untuk tak memanggil salah satu bodyguard yang bertugas melindunginya. Mereka mungkin membiarkan Jinyoung mendekati Suzy karena Jinyoung juga merupakan “aktor” CF itu, namun siapa sangka situasi menjadi heboh seperti ini?

“Ah, kami akan pergi. Maafkan kelakukannya, Suzy-sshi..” Junho membungkuk hormat ke arah Suzy sambil memaksa Jinyoung untuk ikut membungkuk dengannya.

“Hyung!” Jinyoung mengerahkan segala kekuatannya untuk tetap berdiri tegak. Memangnya Suzy itu siapa bisa membuatnya membungkuk hormat? “Kau!” Jinyoung mendekatkan dirinya pada Suzy yang melangkah mundur karena merasa terancam dengan kelakuan Jinyoung.

“Kau.. Sedang apa?! Bodyguard!” Punggung Suzy sudah mencium dinding, sementara Jinyoung hanya beberapa senti di hadapannya. Ia benar-benar terkepung.

“Nona Suzy..” Seorang bodyguard yang datang untuk menolong Suzy berusaha menarik Jinyoung, namun malah tersungkur ke lantai karena Jinyoung memberontak. Bodyguard itu memanggil pertolongan, namun Jinyoung  berhasil melawan mereka dengan jurus Taekwondo-nya, hingga mereka semua bernasib sama dengan si bodyguard pertama.

Suzy terlihat semakin ketakutan. Jinyoung mengeluarkan evil smirk terbaiknya, cukup yakin sejak detik ini Suzy tidak akan berani meremehkannya lagi. Ia kemudian mengelus wajah Suzy sambil berbisik di telinganya, “Mulai sekarang kau harus berhati-hati denganku, Nation’s Fairy..”

>>>>>>>>> 

“Ada apa lagi?!”

Jinyoung mendadak tersadar dengan suara Suzy. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya, kemudian mengamati keadaan dengan bola matanya. Sejurus kemudian ia sadar ia tak benar-benar mengancam Suzy, serta semua adegan action melawan bodyguard Suzy tak lain hanyalah imajinasinya saja.

Ia terbangun, mendapati dirinya sedang berhadapan dengan Suzy yang terlihat kesal. Jinyoung bahkan tak tahu sejak kapan ia berimajinasi, namun ia tahu dalam situasi ini ia adalah pihak yang tidak berdaya.

“Ah, tidak. Choesonghamnida.” Jinyoung kemudian membungkuk pada Suzy dan membalikkan badannya. Ia berjalan menjauhi Suzy, menuju Junho yang sejak tadi duduk memperhatikannya dan Suzy.

“Hyung, ayo kita pergi.” Jinyoung sudah kehilangan semua energinya. Ia berharap ia bisa melawan Suzy seperti dalam khayalannya, namun ia tahu itu mustahil. Ia tak begitu mahir Taekwondo dan ia tahu akan ada banyak kesialan menimpanya jika ia melawan sang Nation’s Fairy.

***

“Dasar rookie,” Suzy menggeleng-gelengkan kepalanya sambil memperhatikan punggung Jinyoung yang bergerak menjauh darinya. Ia kembali duduk di kursinya dan melanjutkan aktivitasnya semula, yaitu membaca fanfiction dari smartphone-nya.

Tak ada yang tahu seberapa suka ia membaca fanfiction tentang dirinya yang ditulis oleh fans. Ia suka dengan peran-peran yang diberikan untuknya di dalam fanfiction itu, yang kebanyakan adalah peran anak SMA biasa yang jauh dari dunia hiburan. Anak SMA manis dan lugu yang sedang menanti cinta pertamanya. Sesekali Suzy berhenti membaca, memejamkan matanya lalu membayangkan hal itu benar-benar terjadi padanya. Menyenangkan sekali.

Suzy menjajah dunia hiburan sejak ia berumur tujuh tahun, sehingga membuat segala waktunya tersita. Ia tak sempat mempunyai teman, bahkan ia tak pernah menyukai seorangpun hingga saat ini. Walaupun di SMA-nya dulu banyak siswa-siswa yang tampan, namun ia selalu menganggap mereka takkan sebanding dengan dirinya yang sudah terkenal.

Pemikiran itu perlahan tumbuh dalam otaknya ketika karirnya menanjak. Bukan ia yang menginginkan perubahan sikap itu, namun secara otomatis itu tak dapat ia hindari. Mungkin ini yang disebut orang sebagai Star Syndrome, yang akan dipandang miring oleh orang lain tanpa tahu bagaimana sifat itu akan muncul dalam diri siapa saja yang menjadi orang terkenal seperti Suzy.

Dan jika Suzy membaca fanfiction, ia bisa benar-benar menganggap dirinya adalah siswi SMA biasa, atau hanya seorang mahasiswi biasa yang melakukan part time job untuk menambah penghasilannya sehari-hari. Seorang gadis biasa yang takkan mengukur kemampuan materiil seorang pria yang ingin mendekatinya, selain kemampuan pria itu untuk mencuri hati dan perhatiannya.Yah.. Seorang gadis yang normal.

 Suzy tahu saat ini dirinya takkan bisa menjadi normal, dan ia juga tak ingin kehilangan popularitas yang sudah ia dapat dengan susah payah. Ia bukannya tak suka dengan orang yang memujinya, fasilitas yang didapatnya, dan segala perhatian yang ditujukan untuknya. Namun ia hanya lelah. Ia berharap dengan membaca fanfiction, ia bisa menjadi ‘Suzy yang lain’ dan melarikan diri dari dunianya, walaupun hanya untuk sekejap saja.

***

 “Hyung, aku rasa ini tidak akan berhasil.” Jinyoung menghela nafas panjang setibanya ia dan Junho di dalam mobil. Ia benar-benar tidak menyangka seorang Nation’s Fairy bersikap seperti itu.

“Kata siapa? Dengar. Sudah banyak uang yang aku habiskan untukmu. Aku tidak mau kau menjadi pendatang baru yang tidak dipedulikan oleh masyarakat. Kau harus mempunyai image yang kuat agar kau  gampang untuk diingat!” Junho tampaknya begitu yakin Jinyoung harus melanjutkan rencana ‘skandal’ mereka, walaupun jelas sekali Jinyoung telah kehilangan semangatnya.

“Tapi dia tidak terlihat gampang! Hyung lihat sendiri kan bagaimana dia membentakku tadi?” Jinyoung bergidik, membayangkan bagaimana tadi Suzy membentaknya—dan juga bagaimana ia yang hanya merespon Suzy dengan permintaan maaf (plus imajinasi kekanak-kanakan yang hanya membuatnya merasa tambah menyedihkan).

“Hmm.. Benar juga. Aku akan memikirkan cara selanjutnya.” Junho kemudian tenggelam dalam pemikirannya sendiri sambil tetap berusaha fokus mengendarai mobil. Ia harus memikirkan strategi yang tepat agar Jinyoung bisa membuat skandal dengan Suzy.

“Kau tahu, hyung.” Jinyoung terkekeh. “Tadi aku membayangkan kalau aku menghajar semua bodyguardnya, lalu menyudutkannya dan mengancamnya.” Jinyoung tiba-tiba mengelus wajah Junho sambil mengeluarkan evil smirknya, memvisualisasikan khayalannya tadi. Ia kemudian mendekati telinga Junho dan berbisik di dekatnya, “Mulai sekarang kau harus berhati-hati denganku, Nation’s Fairy..”

“Ya! Kau sedang apa!?” Junho menginjak rem mobil dengan sangat mendadak, kaget dengan apa yang dilakukan Jinyoung padanya—yang untungnya tak menimbulkan kecelakaan apapun karena jalanan sudah lumayan sepi. “Kau tidak normal, ya!”

“Hahahahaa..” Jinyoung tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Junho yang jijik. Apalagi saat Junho mengelap wajahnya kasar, karena tadi Jinyoung sempat mengelusnya. “Kalau itu benar-benar terjadi akan sangat keren kan, hyung! Hahahha..”

Junho masih merasa geli, ia akan mempertimbangkan untuk menjaga jarak dari Jinyoung sambil mempertanyakan normalitas(?)nya. Namun tiba-tiba sebuah ide muncul di benaknya.

“Ah, benar juga! Aku tahu cara yang tepat!” Ekspresi di wajah Junho cukup pantas untuk dibandingkan dengan ekspresi seorang peneliti yang menemukan obat untuk HIV Aids.

“Tidak. Tidak ada cara-cara atau semacamnya lagi. Aku tidak mau.” Jinyoung menolak sebisanya, namun ia tahu Junho takkan menyerah begitu saja.

“Dengarkan aku! Kali ini akan berhasil!” Junho memarkirkan mobil ke bahu jalan, kemudian mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya. “Diam dan perhatikan.”

“Tidak ada rencanamu yang masuk akal, hyung.” Jinyoung yang terlihat tak tertarik hanya membuang muka keluar jendela. Ia tak peduli dengan apa yang akan dilakukan oleh Junho, karena ia takkan menurut lagi.

“Ah, hyungnim! Ini aku, Junho.” Junho sengaja menguatkan suaranya agar Jinyoung dapat mendengarnya. “Aku butuh bantuan Hyungnim kali ini.”

Jinyoung terkekeh dengan panggilan ‘hyungnim’. Memangnya Junho sedang menelepon gangster atau apa?

“Iya. Anak buah hyungnim hanya perlu menakut-nakuti saja.” Junho kemudian melirik Jinyoung yang sepertinya sudah menaruh sedikit perhatian pada pembicaraan teleponnya. “Ne. Akan segera aku transfer setelah semuanya selesai. Baik. Alamatnya akan aku kirimkan. Kamsahamnida, hyungnim!”

“Hyung?”

“Bersiaplah menjadi pahlawan, Park Jinyoung!” Junho berlagak seperti pahlawan bertopeng, membuat Jinyoung tertawa remeh.

“Aku bukan Hero Jaejoong atau apa.” Jinyoung menggeleng-geleng mendengar kata pahlawan. Pahlawan apanya?

“Dengar baik-baik. Kau hanya harus berpura-pura menghajar orang yang akan mengganggu Suzy. Kau harus benar-benar terlihat keren dan buat Suzy tergila-gila padamu.” Junho bertepuk tangan, bangga dengan rencananya.

Mata Jinyoung membelalak. Ide Junho benar-benar ekstrim. “Hyung, aku tidak terlalu mahir berkelahi. Kau kan tahu itu!”

“Tenang saja. Aku kenal baik dengan mereka, dan mereka tidak akan memukulmu sungguhan! Ah, benar!” Junho kembali mengeluarkan ponselnya, menghubungi nomor lain. “Aku harus menelepon wartawan.”

Junho tersenyum senang membayangkan nama Jinyoung akan tertera di headline seluruh surat kabar dan website berita terkenal Korea, sebagai penyelamat sang Nation’s Fairy. Mungkin saja ia akan mendapat julukan, Nation’s Hero misalnya?

***

“Dia akan keluar untuk jogging tiap jam sebelas malam.” Junho mengecek jam yang melingkar di tangannya, yang menunjukkan pukul sebelas kurang lima belas menit. “Kau tunggu disini lima belas menit lagi, lalu jalankan rencana kita. Arasseo?”

“Pfft.” Jinyoung mendengus takjub. “Kau ini sasaeng ya? Kenapa kau bisa tahu sampai sedetail itu?”

“Menurutmu itu hal yang penting sekarang? Sudah. Aku menunggu di mobil. Fighting!” Junho mengepalkan tangannya sambil tersenyum, berharap itu dapat menambah semangat Jinyoung yang sama sekali tidak memiliki satu milligram semangatpun.

“Hyung!” Jinyoung mencoba menahan Junho, namun pria yang lebih tua empat tahun darinya itu sudah melarikan diri. Akhirnya Jinyoung hanya bisa menghela nafas, sadar ia mau tak mau harus melakukan ini.

Jinyoung menatap gedung apartemen yang menjulang di hadapannya. Apartemen yang ditinggali Suzy termasuk yang termewah di Seoul, tentu berbeda jauh dengan flat sederhana yang ditinggali Jinyoung dengan Junho. Daripada lelah berdiri, Jinyoung kemudian memilih sebuah ayunan di taman depan apartemen untuk ia duduki, yang kebetulan memiliki view paling jelas ke pintu apartemen.

Sebenarnya Jinyoung sudah kapok untuk berurusan dengan sang Nation’s Fairy. Ia sudah cukup mempermalukan dirinya sendiri dan ia tak mau hal itu menimpa dirinya lagi tapi Junho bersikeras rencana mereka kali ini akan berhasil—walaupun ia tak seratus persen yakin.

Jinyoung mengecek jamnya dengan tidak sabaran, yang ternyata membuatnya sadar ia harus menunggu sekitar lima menit lagi. Ia merapatkan jaketnya, berdoa dalam hati ia takkan sakit hanya karena menunggu Suzy keluar dari apartemennya—kata Junho besok ia akan casting untuk peran yang lumayan menjanjikan dalam sebuah drama, jadi ia harus benar-benar fit besok.

Beberapa menit berselang, Jinyoung akhirnya menangkap sosok Suzy keluar dari pintu apartemen. Jinyoung mau tak mau harus mengakui bahwa Suzy benar-benar menakjubkan dengan pakaian training berwarna magenta yang membuatnya terlihat seperti sedang shooting CF sportswear.

Seperti yang diinstruksikan Junho, Jinyoung harus mendatangi Suzy untuk ‘berpura-pura’ meminta maaf agar tidak menimbulkan kecurigaan. Dan selanjutnya ia hanya harus mengulur waktu hingga ‘penjahat sewaan’ Junho tiba.

“Suzy-sshi?”

Suzy menghentikan langkahnya setelah mendengar seseorang memanggil namanya. Ia kemudian menghela nafas kesal sambil berbalik, menyangka Jinyoung adalah seorang sasaeng fan yang ingin meminta tanda tangan atau semacamnya.

“Kenapa kalian selalu mengganggu kehidupanku? Aku..” Suzy kemudian memicingkan matanya, meneliti wajah Jinyoung yang kini tengah tersenyum canggung ke arahnya. “Tunggu.. Sepertinya aku mengenalmu.” Ia melangkahkan kakinya mendekati Jinyoung, kemudian ia mendesis tak percaya setelah benar-benar yakin siapa yang ada di depannya kini. “Kau! Rookie!”

“Aku lebih suka jika kau memanggilku Park Jinyoung,” Jinyoung berusaha menahan emosinya. Ia tak mau rencana ini gagal—dan ia harus menjalani rencana aneh Junho lainnya—hanya karena ketidaksukaannya mendengar Suzy memanggilnya rookie. Bagaimanapun juga ia memang seorang rookie, kan?

“Sedang apa kau disini? Kau menguntitku?” Suzy mulai merasa tak nyaman. Ia tak bisa menebak apa yang akan Jinyoung lakukan padanya. Apa Jinyoung ingin membalas dendam padanya yang tadi sudah cukup kasar?

“Ah, bukan begitu.” Jinyoung berjalan mendekati Suzy yang kini malah melangkah mundur karena was-was. “Aku hanya ingin meminta maaf atas kejadian tadi.”

Suzy kemudian tersenyum angkuh. Ia tahu takkan ada orang yang berani melawannya. Siapapun akan langsung meminta maaf jika berurusan dengannya.

“Sudah kuduga.” Gumam Suzy.

“Ne?”

“Tidak. Tidak ada.” Suzy melenyapkan senyum dari wajahnya, hingga yang tersisa hanya ‘angkuh’-nya saja. “Lebih baik sekarang kau pergi sebelum aku menelepon polisi.” Suzy mengeluarkan ponsel dari sakunya, mencoba mengancam Jinyoung yang langsung tersentak.

“Kalau kau menelepon polisi, rencana ini berantakan!” batin Jinyoung.

Jinyoung yang panik kemudian mencoba terlihat biasa. “Ah, jangan. Jangan telepon polisi. Aku bukan orang jahat. Aku.. akan pergi.”

“Bagus kalau kau akan pergi.” Suzy menyimpan kembali ponselnya dan kemudian berbalik memunggungi Jinyoung. Ia mulai berlari-lari kecil, mengumpat dalam hati karena jadwal joggingnya sedikit terganggu karena Jinyoung.

Namun Jinyoung tak benar-benar pergi. Ia mengikuti Suzy tanpa sepengetahuannya, mencoba agar ia terus ada di sekitar Suzy saat para penjahat sewaan datang.

“SIAPA KALIAN?!”

Jinyoung kemudian mempercepat langkahnya saat melihat sekumpulan pria menghadang Suzy di jogging track-nya. Oke, sekarang saatnya!

“Ah, kau cantik sekali!” Seorang pria mencoba mengelus pipi Suzy namun gadis itu menepis tangan sang pria dengan kuat, membuat emosi pria itu memuncak. “Beraninya kau!”

“Lepaskan dia!” Jinyoung tiba di tengah-tengah mereka saat seorang pria lain menarik kuat tangan Suzy.

“Kau siapa, anak kecil? Beraninya melawan kami!” Pria yang tadi mengelus pipi Suzy memukul wajah Jinyoung sekuat mungkin hingga Jinyoung tersungkur di atas tanah.

Jinyoung mengerang saat merasakan rasa sakit luar biasa menjalari pipinya. Apa? Tidak akan memukul sungguhan? Iapun sadar Junho berbohong padanya. Pukulan tidak sungguhan takkan terasa sesakit itu, dan tentu saja tidak akan mengeluarkan darah!

Jinyoung kemudian mencoba berdiri, namun kakinya ditendang hingga ia kembali tersungkur ke tanah. Ia dapat mendengar teriakan Suzy saat salah satu dari mereka menginjak punggung Jinyoung. Saat sebagian dari mereka sibuk menghajar Jinyoung, salah satu pria mencoba mencium Suzy.

“Su..zy..sshi..” Jinyoung merintih memanggil nama Suzy, namun ia tak dapat melakukan apapun. Rasa sakit yang ia rasakan membuatnya tak berdaya, dan perlahan pandangannyapun berubah gelap.

 TBC

11 thoughts on “Be My Scandal (Part 2)

  1. Akhirnya di post jg part 2ny..ak udah nunggu lama thor huaaa…jd itu bneran brandal wkwkwk poor jr…oh suzy jgn sampe diapa2in..please lanjutanny jgn lama2 thor..seruu abiss

  2. ternyata suzy juga suka baca fanfiction hahahah….
    jangan2 orang yg mukulin jinyoung it bkan preman byran tpi preman bneran duh gmn tuch nasib jinyoung selanjutnya
    ditunggu lnjutannya thor🙂

  3. ya ampun khayalannya jinyoung aku kira itu beneran, ternyata~ langsung rontok deh nggak jadi keren jinyoungnya hehe
    eh itu pasti preman beneran bukan yg sudah direncanakan, jadinya jinyoung juga beneran kepukul deh
    next part soon

  4. Suz sama kayak aku suka baca fanfic..keke
    sk sifat suzy yg angkuh disini.
    jinyoung kok pingsan ,bsa gagal donk rencananya..lanjut thor~~~!!!

  5. Okeh aku tahu aku kejam. Sadis… di saat Jinyoung di hajar aku malah ketawa ngakak to the max. Apalagi pas nama Junho muncul ya ampuuuuuun… bang nuneo please dah jangan bikin orang lain menderita. Kupikir idenya waaah keren bangeet yeah meski pasaran juga.

    Jangan bilang nanti yang nolongin Junho. Terus Junho yang terlibat scandal sama Suzy, terus mereka duet bareng kaya di konser one mic terus mereka jadian, dan akhirnya junior bakal jadi artis rookie bulukan yang engga terkenal-kenal yang di tinggalkan Junho. O em ji!! Aku buat alur sendiri😀

    Yang ketianya snagat ditunggu. Ini fic sangat diantisipasi sama aku loooh lovee yaa❤

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s