[Oneshoot] How To Get Your Love?

how to get your love

HOW TO GET YOUR LOVE?

By. vidyoung

Cast : Oh Sehun, Shin Min Ra(OC) | Support Cast : Kim Jongin (Kai), Kang Hyun In(OC) | Genre : fluff(?), little humor | Rating : T | Length : oneshoot? | Disclaimer : I only own the OC and plot | A/N : Sorry for typo(s)

Copyright. This story and poster is mine.

“Aku menyukaimu. Jadilah kekasihku”

“Apa? A-aku..”

“Dasar bodoh, kau tidak bisa mengubah ekspresimu itu, pantas saja dia pergi”

“Kau harus belajar berekspresi, Oh Sehun”

 

HAPPY READING~

Laki-laki berambut coklat itu fokus memandang objek didepannya dengan serius. Mata tajamnya seolah-olah bisa membuat nya menyentuh sang objek. Sebenarnya apa yang dilihatnya? Seorang gadis yang tengah bercanda dengan teman-temannya di kantin kampus. Oh lihat betapa ia ingin sekali memilikinya. Oh Sehun –laki laki itu- memang sudah lama mengamati gadis itu diam-diam, bisa dibilang Sehun adalah stalker nya. Pengecut memang, namun mau bagaimana lagi, ia tidak berani bicara dengan gadis itu. Merasa teman si gadis menunjuk-nunjuk dirinya sambil berbicara, ia langsung berlalu begitu saja, berpura-pura bahwa ia tidak melakukan apa-apa.

-o-

“Hey, Minra-ya! Kau lihat disana. Sehun memandangimu lagi!” Hyun In menepuk pundak Min Ra. Min Ra mengikuti arah yang ditunjuk Hyun In, dan ia melihat Sehun yang berjalan angkuh seperti biasa di koridor.

“Berhenti membual, Kang Hyun In. Kau membuatku berharap lagi. ” Min Ra mendengus pelan kembali memakan macaron yang dipegangnya.

“Terserahmu saja” Hyun In tidak habis pikir. Mereka berdua –Sehun & Min Ra- saling menyukai, tapi sama-sama tidak ada yang berniat untuk bertindak duluan. Tidak seperti kekasih hitamnya yang-

“Hai baby~” Min Ra memutar kedua matanya malas. Agak bosan juga melihat si Tuan Kim ini berada disekitarnya. “Apa? Kenapa memandangku seperti itu? Oh jangan-jangan kau mulai melupakan si albino dan mulai menyukaiku? Oh tidakkk~” Jongin menjerit dramatis. Terkadang Hyun In berpikir bagaimana bisa makhluk dihadapannya ini menjadi kekasihnya. Ckck. TUK! Jongin meringis sakit akibat sentilan keras yang mendarat di dahinya.

“Berhenti bertingkah berlebihan, Kim Jongin” Ujar Hyun In datar. Memang sih, Jongin merupakan anggota klub teater selain ia juga anggota klub dance. Tapi tidak seperti itu juga kan?

“Baiklah-baiklah. Ngomong-ngomong, sentilanmu tetap sakit, baby”

-o-

“Aku menyukaimu. Jadilah kekasihku” Hening. Murid-murid disekitarnya pun ikut diam. Ya, Sehun saat ini tengah mengungkapkan perasaannya pada Min Ra yang terkejut dengan pernyataannya. Beberapa saat dilalui dalam keheningan.

“A-aku..” Semua murid menahan nafas. “ma-maaf, aku terburu-buru” Sehun mematung. ‘Ia ditolak kah?’. Miris. Min Ra sudah pergi. Semua orang yang disana ikut terkejut, namun perlahan mereka membubarkan diri, membiarkan sang pangeran kampus waktu itu untuk sendiri.

-o-

Mwo?! Kau ditolak?! Kau serius, Oh Sehun?!” lengkingan suara Jongin menggema diseluruh ruangan apartemen Oh Sehun.

“Berisik kau, Kim Jongin” ujar Sehun datar. Jongin sendiri masih menatap tak percaya Sehun. Dia dan Hyun In memang mengetahui jika Sehun dan Min Ri saling menyukai, namun keduanya sepakat tidak memberitahukan mereka, biarlah mereka yang berusaha sendiri.

“Pasti ada kesalahan disini. Coba kau beri tahu padaku bagaimana kau menyatakan cinta padanya” ujar Jongin.

“Itu tidak penting saat ini.”

Ya! Itu agar aku bisa mengetahui alasan kenapa kau ditolak, bodoh! Memangnya kau langsung menyerah? Payah. Sehun menatap tajam teman hitamnya itu. Sampai akhirnya ia bercerita sedikit kejadian tadi pagi di kampus.

“Huahahahahaha!! Yang benar sajaa.. Hahahaha! Kau menyatakan cinta dengan wajah tembokmu itu?! Kau benar-benar payah, Oh Sehun! Pantas saja Min Ra lari. Dia pasti mengira kau main-main, ckck. Lagipula, bukankah Min Ra sama sekali tidak menjawab pernyataanmu? Dia hanya bilang terburu-buru. Itu berarti kau belum ditolak. Jadi masih ada harapan!” Sehun terlihat berpikir. Ia sedikit membenarkan perkataan Jongin.

“Lalu apa yang harus kulakukan?” Sehun menunduk lesu.

“Lihat lihat. Dimana Oh Sehun yang angkuh dan tidak mau kalah? Kenapa kau jadi rapuh seperti ini? Seperti gadis saja” Tidak tanggung-tanggung Jongin mengatai temannya itu.

“Kau sama sekali tidak membantu”

“Baiklah, aku ada ide. Kita minta tolong Hyun In bagaimana?” tawar Jongin.

“Memang apa yang bisa kau mintai tolong pada kekasihmu itu?”

“Tentu saja mengajari berekspresi dan memberitahumu apa saja yang membuat Min Ra tersentuh, lagipula dia kan teman dekatnya Min Ra. Bagaimana? Lagupula aku juga akan membantu”

“Em, terserah kau saja”

-o-

“Apa?! Kau pergi?! Bagaimana kau bisa lakukan itu? Bukankah itu yang kau tunggu-tunggu selama ini??” Hyun In nyaris berteriak.

“A-aku tidak tahu.. Aku terlalu terkejut dia tiba-tiba.. y-yang jelas bukan berarti aku menolaknya.. ugh, bodoh sekali aku”

“Ya ya aku tahu perasaanmu.. Lalu sekarang apa yang akan kau lakukan?” Min Ra menggelengkan kepalanya bingung.

-o-

“Ya! Kim Jongin! Berhenti menarikku! Ish, kenapa kau membawaku ke apartement Sehun?!” Hyun In melayangkan protesnya. Bagaimana tidak, ketika ia tengah bersantai di apartementmu, lalu Jongin datang dan langsung membawanya pergi saat itu juga, sampai ia lupa membawa mantel hangatnya. Dan tentu saja dengan senang hati Jongin meminjamkan mantelnya.

“Diamlah, baby~ ini demi kebaikan Sehun”

“He?” Belum sempat Hyun In bertanya lebih jauh, mereka ternyata telah sampai didepan apartement Sehun. Jongin menekan bel tidak sabaran.

“Aku dengar, Kim Jongin. Tidak perlu menekan bel membabi buta seperti itu” Sehun muncul dari balik pintu. Segera saja Jongin menarik Hyun In masuk kedalam.

“Nah sekarang kau bisa mengajari Sehun”

“Ha? Mengajari apa? Tidak adakah yang ingin menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya? Jangan membuatku seperti orang bodoh”

“Baiklah! Ayo kita mulai pelajaran pertama!” ujar Hyun in semangat. Setelah Jongin menjelaskan tujuan ia dibawa disini. “Pertama, kau harus membiasakan dirimu tersenyum, Oh Sehun”

“Itu sulit” balas Sehun.

“Maka dari itu kau harus belajaaarr. Astaga kau ini, masa tersenyum saja tidak bisa” Hyun In menarik kedua pipi Sehun kearah berlawanan.

“Ya ya ya! hhakit(sakit) hhodoh(bodoh)!” Sehun menjauhkan tangan Hyun In dari pipinya. Tapi biarpun tengah mengumpat, Sehun tetap mencoba tersenyum. Sudut bibirnya ditarik sedikit.

“Kau bahkan terlihat seperti ahjussi mesum, Hun” ujar Jongin facepalm. Hyun In menepuk dahinya pelan.

1 jam kemudian..

“Yap bagus, Oh Sehun! Seperti itu. Tidak bisakah kau tersenyum sedikit lebar. Senyummu itu irit sekali” Sehun memutar kedua bola matanya bosan. Lelah juga diceramahi yeoja didepannya.

“Iyaiya. Aku kan sudah sudah berusaha semampuku. Kau cerewet sekali nyonya Kim”

“Siapa yang kau bilang cerewet hah? Dan apa tadi? Nyonya Kim?! Seenaknya saja mengganti margaku!”

“Tentu saja kau. Siapa lagi memang. Kau kan ‘istri’ si hitam itu”

“Yak!!” persimpangan mulai muncul didahi gadis berambut ikal itu. Dan setelahnya, Hyun In memukul Sehun brutal dengan bantal sofa.

“Auh! Sakit! Yak! Berhenti! Kim Jongin! Tolong aku!” Jongin yang baru saja dari toilet, buru-buru kembali. Dan yang ia lihat, Hyun In tengah mengamuk.

“Hey, baby.. sudahlah.. Lihat Sehun, ia sudah menggenaskan” Hyun In menarik nafas nya kuat dan menghembuskan nafasnya perlahan.

“Baiklah, kali ini lolos dariku, Oh Sehun. Sekarang aku akan memberitahumu tentang Min Ra” Sehun hanya menggangguk patuh. Dia tidak ingin ambil resiko lagi.

“Min Ra sebenarnya sosok yang tertutup, suka menyembunyikan perasaannya, namun sekali ia menyukai sesorang, ia akan terus mengingatnya. Tipenya itu laki-laki yang serius dan bisa menjaganya baik fisik maupun perasaannya. Maaf cuma itu yang bisa kuberi tahu padamu, sisanya kau harus berusaha sendiri. Oh ya, segera kau dapatkan Min Ra sebelum ia diambil orang lain. Jongin, antarkan aku pulang” Min Ra beranjak dari duduknya. Jongin ikut beranjak mengikuti Hyun In.

“Bro, kami pulang dulu. Kami menunggu kabar gembira darimu” ujar Jongin. Sebelum Hyun In benar-benar pergi, Sehun memanggilnya.

“Gomawo, Hyun In-ah

-o-

Min Ra berjalan santai di koridor kampus sendirian. Hyun In tadi bilang ia ada janji dengan Jongin. Mentang-mentang sudah mempunyai kekasih. Begitu pikirnya.

“Shin Min Ra, boleh minta waktumu sebentar” suara husky familiar terdengar di telinga Min Ra dan seketika matanya membulat terkejut. Sehun?!

“E-em ya. A-ada apa?” Min Ra merutukki dirinya yang malah gugup. Semoga jantungnya baik-baik saja. Pikirnya.

“Tidak disini. Ayo ikut” Sehun dengan reflek menggandeng tangan Min Ra dan membawanya ke taman belakang kampus. Sesampainya disana, Sehun masih belum melepaskan tautan tangannya dengan Min Ra.

“Se-Sehun-ssi, tanganmu..” namun Sehun justru mengeratkan genggamannya. Ia menghirup nafas pelas dan melepasnya.

“Mengenai pernyataanku waktu itu, aku jujur. Aku mencintaimu. Maukah kau menjadi kekasihku? Aku bukan tipe pria romantis. Itu terserah padamu, aku akan terima apapun jawabanmu” Ujar Sehun akhirnya tersenyum tulus. Sangat tulus sampai membuat Min Ra terdiam. Hening. Sehun menyadari itu hanya tersenyum miris. Perlahan ia melepas genggaman tangannya pada Min Ri. Ia baru akan melangkah pergi ketika tiba-tiba Min Ra menabraknya dengan sebuah pelukan erat.

“Min Ra-ya..”

Nado.. Nado saranghae, Oh Sehun”

-o-

EPILOG

“Jadi selama ini kau menjadi stalker ku, Sehuna?” Tanya Min Ra sambil menoleh kearah Sehun yang duduk disampingnya. Saat ini mereka tengah berada di café tak jauh dari kampus mereka.

“Bukan stalker sih, hanya sekedar mengamatimu saja” jawab Sehun.

“Bukankah itu sama saja?”

“Menurutku tidak. Ugh berhenti menatapku seperti itu”

“Menatap seperti apa? Ish kau membingungkan”

“Berhenti menunjukkan mata mu yang berbinar polo situ, karena itu akan membuatmu semakin manis” dalam sekejap rona kemerahan mewarnai kedua pipi Min Ra.

“Lihat lihat! Sejak kapan seorang Oh Sehun pandai bergombal ria seperti itu” sebuah suara mengitrupsi mereka. Itu Jongin dan Hyun In yang langsung mengambil tempat duduk didepan Sehun dan Min Ra. Hyun In tersenyum jahil melihat kedua pipi Min Ra yang semakin merona.

“Jadi hari ini kalian yang traktir kan?” Tanya Jongin. Sehun memutar bola matanya malas. Ia baru saja akan menyanggah namun sudah didahului oleh Min Ra.

“Baiklah. Kalian pesan saja, biar aku yang bayar”

“Ralat. Bukan aku tapi kami.” Tambah Sehun.

“Ugh kalian romantis sekali. Baiklah, ayo Jongin-a! Kita pesan sekarang. Aku sudah lapar, hehe” Dan diakhiri dengan pelayan yang mencatat pesanan mereka.

END!

Haihai! vidyoung comeback setelah beberapa bulan hiatus.

Masih ada yang ingat saya? /nggakkk/ yoweslah, aku rapopo..

Gimana? Gimana? Terlalu mainstream yah ceritanya?

Maklumi, udah lama gak bikin ff straight, kekeke

Awalnya sih pasangannya Hyun In itu Luhan, tapi kalo Sehun dan Luhan dalam satu cerita, bakal jadi ff yaoi deh, secara kan saya Hunhan shipper.

Saya pake Jongin soalnya kan mereka seumuran, jadi cocok deh buat jadi sohib.

Mind to coment?

Big thanks for all /bow/

See ya~

[6 November 2014]

5 thoughts on “[Oneshoot] How To Get Your Love?

  1. omonaaaaaaaaaaaaaa besok aku ospeeekkk
    dan dikasi bekal delusi begini
    huahahaaaa snakyu thooorrr alabyuuu😀
    eeaa Hyun In sudah berpindah hati ke pangkuan hitam manise oppa?

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s