Love Story Between Us [Part 2]

love-story-between-us_1

Judul : Love Story Between Us || Poster by : Yewookyu || Cast : All Got7′s member || Support Cast : You can find it! || Ratting : PG-12 || Genre : Friendship, Romance || Disclaimer : cerita 100% milik author. Mohon maaf jika alur gaje dan cerita nggak nyambung. || Summary : “Aku cemburu. Aku cemburu pada Youngjae Hyung yang jalan berdua dengan Hayoung Nuna!” Yugyeom dan Jungkook pun hanya saling pandang, kemudian mereka menatap Bambam yang masih melihat kearah gerbang sekolah. Sementara Yerin dan Jimin yang masih berdiri dibelakang Bambam hanya bisa shock. Apakah Bambam menyukai Hayoung?

Happy Reading, be a good Readers

Part 1

—<>—

“Hey, apa aku membuat kalian menunggu?” tanya Junior begitu ia menghampiri meja Youngjae. Tak sulit untuk menemukan Youngjae, sebab Youngjae duduk di dekat jendela, dan Junior sudah melihatnya sebelum masuk ke kafe.

“Tidak kok Hyung, kau sedang sibuk?” ujar Youngjae sambil tersenyum.

“Tidak begitu. Ini temanmu?”

“Oh iya aku lupa mengenalkan.” Youngjae pun tertawa sambil menepuk jidatnya. “Hyung, ini temanku, Oh Hayoung. Hayoung-ah, ini Hyung yang tinggal satu apartemen denganku, Junior Park. Semoga kalian bisa akrab diluar tugas ini.”

“Oh Hayoung imnida,” ujar Hayoung sambil tersenyum. Gadis itupun menjulurkan tangan kanannya pada Junior.

“Junior imnida, panggil Oppa saja tidak apa-apa.” Junior balas tersenyum sambil menjabat tangan Hayoung.

“Ne, Oppa-ssi.”

“Kau ingin pesan apa, Hyung?” tawar Youngjae begitu Junior duduk disampingnya.

“Ikut kau saja. Aku tidak akan protes,” sahut Junior. Youngjae pun hanya mengangguk dan segera pergi ke kasir.

“Hayoung-ssi, kau teman sekelas Youngjae?” tanya Junior membuka percakapan.

“Ne Oppa. Aku teman sekelasnya Youngjae. Sebelumnya kami tidak terlalu akrab karena Youngjae sangat pendiam. Tetapi semenjak tugas ini kami jadi sering mengobrol,” jawab Hayoung seadanya.

“Youngjae, bagaimana dia kalau dikelas? Dia tidak pernah menceritakan masalahnya padaku atau pada para penghuni apartemen yang lain.”

“Dia sangat ramah. Sangat hobi membaca buku dan merupakan salah satu murid yang rajin dikelas. Tapi dia agak pendiam dan selalu menghindari omongan yang kurang penting dikelas. Meskipun begitu, dia suka menolong teman yang kesulitan,” jelas Hayoung.

“Ekhem…” Youngjae pun berdehem dan duduk disamping Hayoung. “Kalian membicarakanku?”

“Junior Oppa yang minta,” jawab Hayoung sekenanya.

“Aku hanya ingin tahu kegiatanmu dikelas. Itu saja. Kupikir kau anak yang malas dan suka tertidur di kelas,” canda Junior.

“Aku kan anak rajin Hyung. Mana mungkin aku seperti itu? Aku tidak akan mendapat peringkat 1 waktu kelas 2 kalau kerjaanku seperti itu,” cibir Youngjae. Junior pun hanya tertawa melihat kelakuan adiknya itu.

“Aku hanya bercanda Youngjae-ya,” sahut Junior setelah tawanya reda. “Aku khawatir kau memiliki masalah dikelas. Kau kan jarang bercerita pada kami kalau sedang makan malam. Hanya Bambam dan Yugyeom yang semangat bercerita.”

“Tunggu… kalian tinggal bersama Bambam?” sela Hayoung.

“Ne, kenapa?”

“Tidak apa-apa. Waktu ulang tahunku bulan Juli kemarin Bambam memberiku hadiah sepatu dan tedy bear. Tolong sampaikan ucapan terimakasihku padanya ya. Aku tidak pernah sempat karena Bambam selalu dikelilingi oleh banyak yeoja,” jelas Hayoung.

“Oh begitu. Rupanya si Bambam itu cukup romantis juga,” celetuk Junior.

“Maksudmu?” tanya Hayoung dan Youngjae bersamaan.

“Dia memberimu tedy bear kan? Memangnya kau tidak tahu artinya?” tanya Junior heran. Kedua anak SMA didepannya pun hanya menggeleng.

“Boneka tedy bear kan, lambang cinta. Apa mungkin Bambam menyukaimu?”

“Entahlah. Bambam memang sering bersikap baik padaku. Meskipun kadang dia harus menjaga jarak agar fansnya tidak cemburu.”

“Hyung, lalu tugas kami bagaimana?” ujar Youngjae sambil mengeluarkan laptop dan buku paket bahasanya. “Bahas Bambam nanti saja, intinya tugas kami dulu.”

“Hahaha, mianhae Youngjae-ya. Yausdah ayo kita kerjakan.”

 

—<>—

 

“Ada apa menemuiku?” tanya Jb setelah menyadari keberadaan Sohyun di pintu masuk diruang musik. Jb sedang latihan dance saat itu.

“Anni, aku hanya rindu melihatmu dance seperti itu. Meskipun sekarang kau tidak akan pernah dance untukku lagi,” jawab Sohyun seadanya.

“Oh begitu,” sahut Jb dingin sambil kembali memakai topinya. Diapun pergi meninggalkan ruang musik, melewati Sohyun begitu saja tanpa menyapa atau tersenyum sedikitpun.

“Jaebum-ah! Jadi seperti itu kau memperlakukan mantan?!” tegur Sohyun setelah Jb berjalan beberapa meter melewatinya.

Jb pun menghentikan langkahnya. Dia pun berbalik, mendekati Sohyun dan membuat Sohyun dalam posisi terkunci.

“Apa maumu, Kwon Sohyun?”

Mendapat pertanyaan dan tatapan seperti itu dari Jb membuat Sohyun salah tingkah. Sebisa mungkin dia menyembunyikan perasaannya. “Jaebum-ah…”

Chu!

Tanpa Sohyun sadari dan Sohyun minta, rupanya bibir Jb telah menempel di bibirnya. Jb menciumnya! Sohyun pun kaget, tapi dia sangat merindukan ciuman itu. Sudah lama sekali Jb tidak menciumnya.

“Jaebum-ah…” ujar Sohyun pelan saat Jb melepaskan bibirnya dari bibir Sohyun.

“Maafkan aku, Sohyun-ah. Sejujurnya, aku masih mencintaimu.”

“Lalu, mengapa kau memutuskanku?”

Jb berdehem, kemudian melihat arolji yang melilit di pergelangan tangan kanannya. “Aku ada janji dengan dosenku. Sampai nanti, ya.”

Jb pun pergi meninggalkan Sohyun. Pergi meninggalkan segudang tanda tanya di kepala Sohyun.

“Jaebum-ah, kau kenapa, sih?”

 

—<>—

 

“Sudah kubilang, aku tidak mau, Hyeri-ya…” protes Jackson. Namun tetap saja, hal itu takkan mengubah nama pada formulir yang telah Hyeri isi.

“Sudah kubilang, kau bisa. Lagipula, Bomi Eonni juga ikut berpartisipasi di acara ini,” sahut Hyeri tak mau kalah.

“Hyeri-ya…”

“Jangan menyembunyikan bakatmu lagi. Aku tahu kau sangat mahir untuk soal dance.”

“Darimana kau tahu itu?”

“Tidak sulit. Aku pernah menontonmu battle dance disebuah mall. Bersama Junior dan Mark Sunbae.”

Jackson hanya menghela napas. Dia menatap gadis manis berambut pendek yang sedang tersenyum itu. Lee Hyeri, itulah namanya.

“Kau ini sebenarnya siapa, sih?” tanya Jackson bingung. Sementara Hyeri masih tetap tersenyum, dengan senyum misteriusnya.

“Aku Lee Hyeri, kenapa? Sudah jangan buang-buang waktu lagi. Persiapkan segalanya untuk kompetisi nanti,” nasihat Hyeri.

Jackson hanya menghela napas. Ia masih bingung dengan siapa sebenarnya Hyeri ini. Dia dan Hyeri sebenarnya sudah lama berteman. Sejak awal mereka masuk universitas. Hyeri merupakan gadis yang unik, dia selalu mengetahui apa yang Jackson lakukan sebelumnya, mengetahui apa hobi Jackson padahal ia belum menceritakannya. Dan yang selalu membantu Jackson saat ia merasa kesepian.

“Kenapa menatapku seperti itu?” tanya Hyeri bingung.

“A… gwaenchana,” ujar Jackson sambil mengalihkan pandangannya.

“Kau masih bingung tentang siapa aku?” tanya Hyeri, tepat seperti apa yang dipikirkan Jackson saat ini.

“Kenapa kau bisa tahu? A.. apa kau… seorang cenayang?”

Hyeri pun tertawa kecil mendengar pernyataan Jackson. Cenayang? Apa masih jaman cenayang di era modern seperti ini?

“Aku masih manusia biasa, Jackson-ah,” ujar Hyeri setelah tawanya reda. “Tidak sulit untuk mengetahuinya, itu semua terbaca dari matamu.”

“Mataku? Memangnya, ada apa dimataku?”

“Aku sulit menjelaskannya. Aku adalah Lee Hyeri. Seorang gadis biasa yang sudah tiga tahun menjadi sahabatmu dan…” Hyeri pun menggantung kalimatnya.

“Dan apa?”

“Anni. Sudah lupakan saja ya,” ujar Hyeri sambil tersenyum. Senyum yang penuh misteri. Senyum yang membuat Jackson semakin bingung.

 

—<>—

 

“Hyung, apa kau mengerti soal ini?” tanya Yugyeom sambil menyerahkan buku tulis matematikanya pada Youngjae. Malam itu Youngjae, Yugyeom dan Bambam sedang belajar bersama di ruang tamu.

“Hmm… ini mudah. Kau hanya perlu mencari peluangnya saja.”

“Peluang? Oh, arasseo, gomawo Hyung.”

“Cheonma. Oiya, kenapa hari ini Bambam diam saja? Tidak seperti biasanya,” tanya Youngjae sambil memperhatikan Bambam yang hanya diam saja di ujung.

“Molla. Semenjak melihat kau dan Hayoung Nuna pergi keluar sekolah, dia jadi seperti itu,” sahut Yugyeom.

Youngjae pun tersenyum kecil, kemudian ia menggeser posisi duduknya hingga mepet dengan Bambam. Bambam yang terjepit diantara Youngjae dan lengan sofa pun segera memberontak.

“Hyung… lepaskan aku!”

“Kau kenapa? Daritadi kau diam saja,” sahut Youngjae sambil memeluk Bambam. Bambam pun memberontak untuk melepaskan Youngjae dari pelukannya.

“Jangan sentuh aku, Hyung!”

“Kenapa?” bukannya melepaskan, Youngjae justru semakin mempererat pelukannya.

“Pokoknya jangan sentuh! Hyung jahat!”

“Jahat? Memangnya aku pernah mengancam mau membunuhmu? Atau aku pernah mau memakannmu hidup-hidup?”

“Anni, pokoknya Hyung jahat!!!” rengek Bambam sambil terus melepaskan tangan Youngjae dari tubuhnya.

“Bambam cemburu kalau kau jalan berdua dengan Hayoung Nuna,” sahut Yugyeom sambil mengerjakan soal.

“Yugyeom-ah!” pekik Bambam.

“Jadi begitu…” ujar Youngjae sambil tertawa. “Aku tidak kencan dengan Hayoung, Bambam-ah. Jangan salah paham. Aku dan Hayoung hanya mengerjakan tugas, dibantu oleh Junior Hyung. Tadi bahkan Hayoung membicarakan dirimu,” jelas Youngjae setelah tawanya reda.

“Benarkah begitu?” tanya Bambam. Kali ini sinar matanya sedikit lebih cerah.

“Ne, dia mau berterimakasih karena saat dia ulang tahun, kau pernah memberinya hadiah. Tapi dia tidak bisa mengucapkannya secara langsung karena kau selalu sibuk. Sibuk dengan para fansmu.”

“Dia… dia menyukai hadiah yang kuberikan?” tanya Bambam lagi. Youngjae hanya mengangguk sambil tersenyum.

“Makanya, kau jangan salah paham dulu denganku. Aku dan Hayoung hanya sekedar sahabat. Aku mungkin bisa menjadi mak comblang untukmu dan Hayoung,” tawar Youngjae.

“Benarkah? Aku mau, Hyung!” pekik Bambam senang.

“Bagaimana denganku?” sahut Yugyeom. “Bambam, kau kan sangat dekat dengan Yerin, kenapa kau tidak menjadi mak comblang untukku dan Yerin?”

“Ambil saja, aku tak suka pada Yerin. Dia terlalu agresif.”

“Tapi dia selalu mengabaikanku dan justru lebih memperhatikanmu,” gerutu Yugyeom. Sementara Youngjae hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan adik-adiknya itu.

Adik-adiknya saja sudah jatuh cinta, kapan giliran Youngjae untuk jatuh cinta?

 

—<>—

 

Mark membuka pintu apartmennya ketika waktu telah menunjukan pukul 23.45 malam. Tubuhnya sangat lelah setelah seharian sibuk dengan tugas kampusnya. Ia melihat Bambam dan Yugyeom sedang tertidur di sofa, sementara Youngjae tertidur sambil menelungkupkan wajahnya diatas meja. Mark tidak tega untuk membangunkan mereka, jadi ia memutskan untuk masuk ke kamar mengambil selimut, lalu kembali keruang tamu dan menyelimuti mereka. Iapun pergi ke dapur dan mengambil sekaleng jus dari dalam kulkas. Segar rasanya ketika tengguk demi tengguk jus tersebut mengalir ke tenggorokannya. Mark terus meminumnya hingga jus tersebut habis.

Setelah selesai mandi dan membersihkan diri, Mark pun segera mengaktifkan ponselnya yang seharian ini dia matikan agar dia focus pada tugasnya. Terdapat beberapa pesan singkat yang masuk. Dari Bomi, temannya.

Bomi

Mark, kau dimana? Aku mau bicara sesuatu padamu.

Bomi

Mark, apa kau sibuk?

Bomi

Teleponmu tidak aktif. Sepertinya kau benar-benar sibuk ya.

Bomi

Mark, apa kau sudah pulang? Tadi aku datang ke apartementmu sekitar jam 7 malam, tapi hanya ada 3 adikmu yang bilang kau belum pulang.

Bomi

Mark, kuharap kau tidak pulang terlalu malam. Istirahat yang cukup. Aku akan mengabarimu besok.

Mark pun segera rebahan disamping Jackson yang sedang tertidur pulas di kasurnya. Matanya menatap langit-langit kamar sambil terus berusaha memejamkan matanya. Meski lelah, dia sama sekali belum mengantuk. Sebuah pertanyaan terbesit di benaknya.

Apa yang ingin Bomi katakana padaku, sampai mengirim sms sebanyak itu dan datang kesini?

 

—<>—

 

“Hyung, sepertinya Jb Hyung tidak pulang,” beritahu Youngjae sambil duduk disamping Bambam. Sementara Junior memberikan segelas susu dan sepiring roti bakar untuk Youngjae.

“Darimana kau tahu?” tanya Jackson yang duduk dihadapan Youngjae.

“Aku semalam tidak tidur dikamar. Sekitar jam 5 aku bangun dan segera masuk kamar. Tak ada tanda-tanda Jb Hyung tidur. Bahkan kasur kami pun masih rapi, seperti tidak ada yang tidur disana,” jelas Youngjae.

“Akupun tidak melihat tanda-tanda Jb Hyung pulang,” beritahu Yugyeom. “Sebab semalam aku, Bambam dan Youngjae Hyung ketiduran di ruang tamu.”

“Mungkin saja Jb Hyung pulang terlalu malam, dan pergi terlalu pagi. Dan sempat merapikan kamar,” sahut Junior.

“Aku pulang sekitar jam 12 kurang. Kupikir kalian semua sudah tidur, sejak setelah aku masuk, tidak ada tanda-tanda ada orang keluar-masuk apartemen. Karena aku terjaga semalaman,” ujar Mark.

Keenam cowok itupun saling pandang. Berusaha menerka-nerka kemana perginya sang leader di apartemen tersebut.

“Jb sama sekali tidak menghubungi kalian? Sebab kemarin aku sama sekali tidak mengaktifkan ponselku.” Mark pun membuka suaranya.

“Tidak Hyung. Meskipn kemarin aku pergi ke bioskop dengan Hyeri, sama sekali tidak ada panggilan dari Jb,” sahut Jackson.

“Tidak seperti biasanya Jb Hyung seperti ini. Biasanya kalau dia mau pulang ke rumah orangtuanya selalu mengabari kami, kan?” ujar Bambam. Keempat kakaknya pun hanya mengangguk.

“Mungkin nanti dia pulang. Yugyeom, Bambam, Youngjae, cepat habiskan sarapan kalian,” sahut Mark.

 

—<>—

 

“Mwo? Dia menciummu?!” pekik Junior kaget. Untung saja kantin saat itu sedang ramai, jadi tidak terlalu menarik banyak perhatian.

“Sstt… jangan keras-keras!” kata Sohyun sambil menempelkan telunjuknya di bibir Junior.

“Tapi… kalian sudah putus kan? Kenapa dia masih nekat menciummu?”

“Entahlah, aku juga bingung,” jawab Sohyun lemas. “Kemarin secara diam-diam aku memperhatikan Jaebum yang sedang latihan dance di aula. Tapi aku kepergok. Awalnya dia tidak mengacuhkanku, tapi setelah aku bersikeras untuk meminta penjelasannya, dia justru menciumku.”

“Dasar laki-laki labil!” maki Junior.

“Satu hal lagi, kemarin aku lihat wajah Jaebum sangat pucat. Tubuhnya pun juga dingin. Karena aku khawatir, aku berusaha meneleponnya melalui telepon di apartementku—dia tidak tahu nomor telepon apartementku—tapi nomornya tidak aktif. Aku bingung.”

Junior pun menatap sahabat kecilnya itu dengan iba. Kenapa ada lelaki yang tega mempermainkan perasaan yeoja imut ini? Batinnya.

“Oiya, kemarin ada apa menemuiku? Maaf kalau tiba-tiba kemarin aku terkesan meninggalkanmu,” ujar Junior setelah kesunyian hinggap diantara mereka untuk beberapa saat.

“Tidak apa-apa. Aku hanya ingin bilang, apa kau punya waktu luang?”

“Sekitar akhir bulan sih iya. Memangnya kenapa?”

“Mau ke Busan? Ke tempat masa kecil kita. Aku rindu dengan pantai. Aku rindu dengan tempat bermain kita waktu kecil.”

“Boleh saja. Kau juga pasti ingin me-refresh pikiranmu kan?” tanya Junior. Sohyun pun mengangguk sambil tersenyum.

 

—<>—

 

“Youngjae-ya, aku sudah temukan siapa yang nanti akan kita wawancara,” ujar Hayoung sambil duduk di kursi depan meja Youngjae yang kebetulan kosong.

“Siapa? Memangnya kau sudah temukan temanya?” tanya Youngjae.

“Sudah. Kita pakai tema yang kemarin saja. Dan narasumber yang pas adalah…” Hayoung sengaja menunda kalimatnya, agar Youngjae semakin penasaran.

“Siapa?”

“Jang Sonsaengnim? Eotte?”

“Jang Wooyoung Sonsaengnim maksudmu? Kenapa harus dia?”

Hayoung hanya mengangguk. Kemudian dia menyerahkan buku tulisnya pada Youngjae. “Tema kita kali ini kan, tentang pr. Seperti yang Junior Oppa bilang, kalau kita mau mewawancara seseorang, tema dan narasumbernya harus pas. Dan Jang Wooyoung Sonsaengnim lah orang yang tepat.”

“Tapi kenapa harus dia? Sekolah ini kan luas, guru juga banyak.”

“Kenapa kau kurang setuju kalau aku mengajukannya?” tanya Hayoung tak mengerti.

“Kau seperti tidak tahu Jang Sonsaengnim saja. Dia kan guru killer, sudah mengajar matematika, selalu memberi pr banyak, aku jadi tak mengerti kenapa kau mau mewawancara dia.”

“Kau akan tahu alasannya nanti. Intinya kau setuju saja ya.”

Mendengar ucapan Hayoung, Youngjae hanya bisa pasrah.

Kling kling!

Sebuah pesan masuk ke ponsel Youngjae. Youngjae pun membaca pesan tersebut dengan saksama.

“Hayoung-ah,” ujar Youngjae samba kembali menyimpan ponselnya kedalam saku rompinya.

“Ne?”

“Keatap sekarang. Seseorang telah menunggumu.”

 

—<>—

 

“Kau mencariku?” tanya Hayoung ketika ia tiba diatap sekolah. Disana hanya ada Bambam yang sedang duduk menatap awan.

“Eh, ne Nuna. Aku mau bicara sesuatu padamu,” jawab Bambam sekenanya. Hayoung pun menghampiri Bambam dan berdiri disampingnya.

“Ada apa?”

Sekilas Bambam menoleh kearah Hayoung. Gadis itu sedang tersenyum sambil menatapnya, yang membuat Bambam jadi salah tingkah.

“Eum… apa sabtu malam kau sibuk?”

“Tidak begitu kok, kenapa?”

“Ma… maaf ya kalau terkesan lancang. Apa kau mau pergi denganku?”

Mendengar tawaran Bambam, Hayoung kembali tersenyum. Senyum yang sangat manis di mata Bambam.

“Iya, aku mau. Kenapa kau harus minta maaf?”

 

tbc…

 

haihai maaf ya kalau aku postingnya agak lama, kuota modem abis + lagi sibuk buat persiapan uts hehe😀 seperti biasa komen ditunggu untuk nasib part selanjutnya/?

5 thoughts on “Love Story Between Us [Part 2]

  1. ya ampun kayanya mereja udah mulai dekat dengan seseorang yang disukai ya hihi aduh mania banget deh~
    wih itu kenapa tiba tiba jb cium cium sohyun?
    next part soon

  2. jb lagi sakit yaa??? mungkin sakit parah yg berakibat kematian. Makanya dia putusin sohyun? (reader sok tau)
    ciee.. hayoung bambam ngedate xD

  3. Ini diceritanya jr gag tau yah kalo jaebum sama jb itu orang yang sama???
    Mantannya sohyun..
    Itu sih yang aku tangkep
    Itu jb kenapa yah???
    Jadi penasaran sama kelanjutannya
    Ditunggu part selanjutnya

  4. aku tau deh kayanya kenapa jb mutusin sohyun. Jb sakit keras mungkin ya #plak #soktau hihihi.
    tapi suka deh ma jb yang sikapnya dingin gitu ke mantannya…
    kira-kira youngjae nanti suka ama siapa ya??
    lanjut thor #kece

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s