[FF Freelance] Scarecrow (Ficlet)

Scarecrow

 Scarecrow

Deriza Lau Storyline

Jonghyun CNBLUE & Yoona SNSD

Ficlet, songfic, angst, absurd, surrealism, OOC, AU, teen

Recommended playlist : Scarecrow by Lee Hi

Plot is mine but the characters are belong to God

Just Ignore the poster, ok😉

***

“Like a scarecrow, who stands alone even after everyone leaves.”

.

.

Sedikit demi sedikit aku tidak bisa melihat apa yang di depanku karena kegelapan. Itu membuatku lebih dan lebih takut sendirian.

Kau pergi, sejak matahari terbit sampai gurat jingga mulai nampak kehitaman.  Besok, lusa, dan entah kapan kau selalu berdusta dengan kalimat ‘aku akan kembali’, membuatku makin benci kebohonganmu, benci kebodohanku, dan aku benci dunia yang selalu ambil andil lewat realita.

Sekarang lihatlah aku, duduk menepi di bawah mistletoe, tempat kita berciuman dulu. Disana terbaring buku usang dengan tulisan tangan ‘kita menikah dimasa depan’, sekarang kertasnya sudah menguning nempak seperti manuskrip yang pantas dimusiumkan. Aku benci mengingat janjimu, tapi duniaku berputar memang sebatas dirimu, ini memilukan.

Angin terus berhembus, menampar kulit wajahku tanpa ampun, mereka mungkin marah karena kau tidak kembali. Hari ini pukul lima sore, suasana yang nyaris sama saat kau membawa gitar ke gubuk kecilku, saat itu cincin sudah melingkar di jari manismu. Kau bernyanyi lagu cinta, melamarku sedangkan pernikahan lain menanti di depan sana. Kupikir ini lelucon, tapi kau benar gila lantaran meninggalkan keluarga konglomerat, lalu memilih rumah kecil dengan kertas-kertas tagihan menumpuk di depan pintunya.

Kau ingat dengan baik padang ilalang menjadi saksi bisu pertunangan kita. Sampai sekarang pun aku masih menyimpan cincin dari sulur yang pernah kau buat, sudah kering dan tak bisa kupakai lagi.

Kemudian dalam sunyi aku mulai menutup mata, melafalkan namamu berkali-kali sampai panggilan ‘Im Yoona’ terdengar khas lewat gendang telingaku. Angin membawa suaramu kembali, ini fiksi namun menjadi candu tiap sore bagiku.

“Kau sudah melihatku hancur begini, masih berniat menikahiku?”

Aku bergumam, pelupukku berkelit lantaran angin terus bertiup, mataku perih rasanya ingin menangis. Lalu bayangmu terenyum, membuat ulu hatiku berdesir untuk kesekian kalianya. Sejenak aku lupa bahwa kau adalah penyebab sakitku.

“Jangan bertampang tanpa dosa Lee Jonghyun,”

Aku mendekat rapuh, tanganku meraba kulit wajahmu dengan sensasinya yang tak lagi sama. Hingga tanpa kusadari air matakusudah jatuh. Aku benci tapi kau masih tersenyum padaku, tak peduli bahkan jika isak tangis ini makin mengeras membelah sunyi.

Sampai akhirnya kau menerawang, melihat matahari mulai bergerak ke ufuk barat dan bersiap untuk gelap. “Jangan takut, aku ada untukmu,” air mataku terus berlinang, suaramu muncul lagi selepas sepi. Bisa kurasakan tangan kita saling bertaut, kau mengajakku pergi dan aku paling suka momen ini. Berdua itu lebih baik, dulu kau terus mengucapnya hingga aku bosan. Tapi kini aku tidak lagi ingin mendebat, kau benar, berdua memag lebih baik. Jadi apa kita akan pergi bersama?

Seratus empat puluh tiga langkah menuju ke rumah, aku mengingat dengan baik. Namun sepertinya kau salah penghitungan, sekarang hanya seratus tiga puluh satu langkah karena kakiku makin memanjang.

Perjalanan kita berakhir lantas berhenti di depan pintu, sebuah rumah kecil dimana bau kue bolu buatan ibu sering tercium sampai ke ladang. Paruh baya itu sama sepertimu, pergi dan berkhianat dengan janjinya untuk kembali. Aku tidak senang mengingatnya, tidak pula denganmu, hanya karena kau selalu datang tiap sore dan mengantarku pulang ke rumah, aku sedikit membiarkanmu, setidaknya sampai rambutku memutih kemudian mata ini pikun akan sosokmu.

“Aku harus kembali,” aku ragu melepasmu, tapi setelah kau mengecup keningku jemari kita tak lagi bertaut. Kau pergi menjauh, hanya punggungmu yang terlihat.

Aku percaya kau akan kembali besok sore, sore selanjutnya, dan sore seterusnya. Aku tak perlu takut, karena saat memejam panggilanmu akan berlabuh menenangkan. Kemudian saat jarak kita makin kentara, kulihat kau berbalik dengan air muka seram. “Jangan menunggu, aku tidak akan kembali Im Yoona,”

Seketika senyum ini memudar, bayangmu berubah hitam putih kemudian lenyap bergenti pilu. Ingatan itu membuat kepalaku pening. Gurat-gurat jingga senja saat mobilmu berguling ke luar jalan, cairan merah anyir kemudian ledakan besar di dasar jurang. Kau tak tampak lagi, ragamu dan semua janji manis akan pernikahan.

‘Jangan menunggu’ karena kau tak akan lagi bertamu, sejak hari itu dan sampai seterusnya.

When I opened my tightly shut eyes at some point

Beautiful stars were shining

Like the images of you,who left far away

Saat tersadar tubuhku kaku, langit mega hilang dan gelap di mana-mana. Bulan bulat sudah bergelantung bersama bintang tercecer di langit-langit. Sudah sampai di halaman terakhir, kisah kita sampai di lembar kosong yang tak lagi digarap semenjak lima tahun silam.

Mungkin ini saatnya melupakan, mungkin juga belum. Cintaku tidak berubah walau waktu berlalu, sedang bayangmu enggan kulepas meski berulang kali mengingatkan gurat pilu. Ini sulit. Namun aku mengetahui hatiku dengan sangat baik. Jadi akan kubiarkan, biarlah seperti ini.

Seperti orang-orangan sawah yang berdiri sendiri bahkan setelah semua orang pergi.

Like a scarecrow, standing all by myself…

~Fin~

Jreeeenggg!

Monggo yang mau NGAKAK dulu, saya persilahkan tanpa durasi. Yang masih bingung dengan kisah absurd ini silahkan hubungi 911.

Curhat dikit,

Sebenarnya saya sedang move on tapi enggan melupakan *hloh*, jadi FF ini semacam curcol kepada sodara-sodara sekalian. Maaf karena ini sangat–amat–terlampau absurd. Maklumlah, nulisnya ngebut sambil mendayu-dayu gitu (bisa anda bayangkan sendiri).

Terakhir, saya tetap mengharap review. Kolom komentar disediakan untuk readers yang ingin mengumpat, berteriak, mengkritik pedas, dan memberi saran membangun.

2 thoughts on “[FF Freelance] Scarecrow (Ficlet)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s