[FICLET] Hiver

hiver

99

Musim dingin menjatuhkan salju. Juga dirimu.

99

Pangsit Koreya | VIXX’s N | Romance | 440 words | PG-13 |

99

Engsel pintu kaca perpustaan kota yang gemulai telah berhenti menari. Terhitung sejak penanda ‘tutup’ dipamerkan kehadapan publik, lima menit lalu. Dan ketika derit sengaunya kembali mengudara, netraku yang semula fokus pada sorot layar tablet, beranjak ke arah siluet gadis bermantel kelabu di depan daun pintu.

“Maaf nona, tapi kami sudah tutup.”

Kucoba menyampaikannya dengan selugas mungkin, dari balik meja pustakawan.

“Tidak bisakah kau memberiku pengecualian, please?”

Suara itu lagi.

“Kau tau aku tidak bisa selalu memberimu pengecualian, Kath.”

Pandanganku menengadah, menatap beanie shock pink, dimana beberapa serpihan bunga langit bertahan hinggap di puncaknya. Kuteringat hari ini salju mulai turun, sebelum irisku lengser beberapa derajat dimana sepasang manik memohon berpendar. Oh ini kesalahan.

“Aku tidak akan jadi malaikat penyelamatmu hari ini, jadi–”

“Hakyeon, please? Aku sudah berjalan sejauh ini.”

“Kath aku–”

“Bagaimana dengan 2 tiket bioskop?”

“Aku tidak suka nonton.”

“Ticket Bis Tour Seoul?”

“Kurasa kau lebih membutuhkannya.”

Siapa lagi yang lebih butuh tour keliling Seoul dibanding mahasiswi asing yang baru menginjak tanah Korea untuk 80 hari?

Argh, baiklah. Kupon secret menu Starbuc*s?”

“Darimana kau dapatkan itu?”

“Kuis online,” jawabnya acuh. “Mau ambil tidak?”

“15 menit. Tidak lebih.”

“45 menit.”

“30 menit, dan jika kau melawan, kau terkunci disini sampai liburan Natal usai.”

“44 menit. Atau kupon Starbuc*s-mu akan kembali ke surga, Cha Hakyeon.”

Dan yang terjadi pada detik berikutnya, sosok bersurai almond itu sudah menghilang dibalik rak mahoni berlabelkan ‘Sastra Korea’.

Oh demi menu spesial Starbuc*s.

99

Musim dingin menawarkan kehangatan lewat perapian. Juga rayuanmu.

99

“Cha Hakyeon!”

Seruan melengking yang membelah keramaian koridor kafetaria berhasil menyita hampir seluruh pasang manik yang semula sibuk dengan lawan bicara masing-masing. Sementara itu pelakunya melenggang riang mendekat. Tanpa beban.

“Terima kasih untuk 44 menit berharganya, aku lolos dari Mr. Kim!”

Dan aku juga memilih mengabaikan beberapa tatapan penuh selidik yang masih bertahan,”Oh, senang mendengarnya! Dan terima kasih juga untuk kuponnya.”

“Sebenarnya aku belum sepenuhnya ikhlas. Tapi, ya sudahlah. Daripada harus merelakan liburanku.”

Astaga gadis ini. Kalau saja ia lebih mungil, mungkin jitakanku sudah memenuhi jidat lebarnya.

“Kau akan ke Paris?”

“Kali ini ke Cornwall. Kampung halaman granny.”

“Cornwall, UK?” dan anggukan singkatnya menjadi pertanda menanti respon lanjutanku, “Kudengar pantainya bagus. Dan hangat.”

Sejujurnya aku sudah menelanjangi internet dengan keyword Cornwall setelah dengar dari Ness, teman satu apartemennya, kalau akhir tahun Kath akan berkunjung kesana.

Well, kau benar. Terlalu hangat bahkan musim dingin seolah mitos.”

“Bukankah itu menyenangkan?”

“Tidak juga. Aku suka musim dingin. Aku suka perang bola salju. Aku suka festival patung es. Dan–”

Perlu jeda tiga detik, serta kedua pipi yang merona, sebelum gadis berdarah campuran itu melanjutkan kalimatnya, “Dan juga kau.”

99

Jika musim dingin mampu membekukkan perairan,

maka Katherin Jung mampu membekukan akal sehatku.

~끝~

17 thoughts on “[FICLET] Hiver

  1. Wow….. Keren banget FF-nya. Aku ngebayangin N yang biasanya pecicilan dan cerewet tiba-tiba berubah di FF ini. Kesannya beda gitu. So sweet…. ><

  2. Bysa baca N yg pecicilan + maju terus pntang mundur, skg dsini dy yg diagresifin(?!)…
    Jd seneng. Biar gk kliatan N mulu yg kejar2…
    Mian, bys bc BL.

    👍

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s