Resemble (Chapter 5)

resemble

Title : Resemble (Chapter 5)

Author : DkJung

Main Casts :

  • [A Pink] Jung Eunji
  • [Girl’s Day] Bang Minah
  • [Infinite] Lee Howon
  • [Beast] Lee Gikwang

Support Casts :

  • [F(x)] Jung Soojung
  • [Girl’s Day] Lee Hyeri

Genre : Friendship, Romance

Length : Chaptered

Rated : PG 14

Disclaimer : terinspirasi dari film favorit aku. Cat : anggap di ff ini muka eunji-minah mirip identik.

Summary :

Apa yang akan kau lakukan jika bertemu dengan orang yang wajahnya serupa denganmu? Hal itulah yang dialami gadis cantik bernama Jung Eunji. Ia cucu dari pengusaha terkaya di Korea. Namun, tanpa disangka ia bertemu dengan Bang Minah, seorang gadis sederhana yang memiliki paras serupa dengannya.

 

 Chapter 1 . Chapter 2 . Chapter 3 . Chapter 4

 

Chapter 5

Aish, kenapa kau memberitahu Soojung?!”

Naeun terkejut ketika Eunji mendadak membentaknya. “Kenapa kau memarahiku?!”

Eunji jadi bingung bagaimana ia harus menjelaskan semuanya pada Naeun, soal Minah yang menyamar menjadi dirinya yang kini masih berada di Korea. Apa jadinya bila Soojung tahu bahwa Eunji yang sebenarnya sedang berada di Inggris. Bisa-bisa, ia dilaporkan pada Kakek dan akan mendapat hukuman.

“Sebenarnya ada apa? Apa kau ada masalah dengan Soojung?” tanya Naeun yang melihat Eunji terus terdiam. Eunji menggeleng.

“Memang sedang ada masalah, tetapi tidak ada kaitannya dengan Soojung. Ini maslaah perjodohan baru yang diadakan Harabeoji. Ini semua semakin menyiksaku! Lebih baik, kita ke apartemenmu sekarang, akan kuceritakan semuanya di sana, sebelumnya, aku harus menghubungi Soojung dan bilang bahwa aku tidak jadi menemuimu!”

OOO

“Sejak kapan kau suka es krim coklat?” tanya Gikwang. Ia dan Minah kini tengah duduk di tepi pantai sambil menikmati es krim masing-masing.

“Kenapa tiba-tiba kau bertanya begitu?”

Ani, keunyang, Harabeoji bilang padaku bahwa kau itu tidak suka es krim rasa coklat, tapi saat ini bahkan kau sedang memakannya.”

DEG.

Minah mendadak diam. Tentu saja ia suka coklat, karena ia bukanlah Eunji yang Gikwang maksud. Bagaimana ia harus menjawabnya? Ia tidak tahu bahwa sebelumnya Presdir Jung telah bercerita soal Eunji terhadap Gikwang, sehingga Gikwang bisa hafal bagaimana karakter Eunji, dan apa yang disukai dan tidak disukai gadis itu.

“Aku…, tiba-tiba saja hari ini aku ingin mencobanya, ternyata enak! Dan mulai sekarang kau harus ingat, makanan kesukaanku adalah es krim dengan rasa coklat!” ucap Minah dengan awkward.

Mendengar hal itu, Gikwang hanya tersenyum. Ia mengacak pelan poni Minah, membersihkan sedikit noda es krim di bibir gadis itu, lalu menatap wajahnya dengan seksama.

“Jung Eunji, apa kau tahu? Aku lebih menyukai kau yang saat ini berkencan denganku dibanding kau yang diceritakan oleh kakekmu. Molla, aku seolah mengencani Eunji yang berbeda, jauh berbeda dengan yang diceritakan Presdir Jung, sungguh hal yang aneh, tetapi itu lucu,” ucap Gikwang sambil tersenyum.

“Kenapa kau selalu tersenyum?” tanya Minah.

“Karena aku suka.”

“Hanya karena suka?”

“Hm, karena aku suka tersenyum, dan aku akan tersenyum jika melihat apapun yang aku suka.”

Jawaban Gikwang itu seolah menghentikan detak jantung Minah. Ia seolah tiba-tiba saja tersengat listrik yang arusnya berasal dari senyuman manis Gikwang. Tetapi, sesaat kemudian, Minah sadar bahwa Gikwang hanya menganggapnya sebagai Eunji, bukanlah dirinya sendiri. Ya, walaupun Gikwang sendiri sudah tidak peduli gadis yang ada di hadapannya adalah Eunji atau bukan. Karena Gikwang sudah sadar, bahwa ia menyukai gadis yang satu ini.

“Ada yang salah?” tanya Gikwang melihat ekspresi Minah yang terlihat kecewa.

Aniyo. Setelah ini kita pulang, ya.”

OOO

Eunji terkejut ketika mendengar ponselnya berdering. Dengan gerak cepat, ia membuka tasnya lalu mengambil ponselnya. Nama yang tertera pada layar semakin menambah keterkejutannya. Dari ‘Jung Soojung’, gadis itu pasti ingin tahu keberadaannya.

Yeoboseyo?”

“Eunji Eonni, eodiya?”

“Apa maksudmu? Aku kan sedang pergi berkencan dengan Gikwang.”

Keuraeyo? Bukannya Eonni sedang bersama dengan Naeun? Tadi aku baru saja mendapat telepon darinya kalau kau sedang bersamanya, apa dia sedang berbohong?”

“Dia tidak berbohong, mungkin dia salah bicara.”

“Salah bicara? Eonni, kau bercanda? Maldo andwae! Kau pikir dia menelponku sambil mabuk hingga salah bicara? Apa kau sedang main-main denganku, Jung Eunji?”

“Jadi kau pikir akulah yang berbohong? Aku benar-benar sedang berkencan dengan Gikwang.”

“Aku yakin pasti ada yang tidak beres, kalau sampai aku mengetahuinya, aku tidak akan tinggal diam.”

Begitu sambungan telepon terputus, Eunji perlahan menurunkah ponsel dari telinganya lalu memasukannya kembali ke dalam tas.

“Apa yang dikatakan Soojung?” tanya Naeun yang tengah menyetir di samping Eunji. mendengar pertanyaan Naeun, Eunji hanya menghela napas.

“Mungkin memang sebaiknya aku tidak lari. Eottokhe Naeun-ah? Pasti tidak lama lagi semuanya terbongkar.”

“Apa yang terbongkar? Aku tidak mengerti.”

“Sebenarnya, ada seorang gadis yang menyamar menjadi aku saat ini, dan dia tinggal di rumah Harabeoji sebagai aku, dialah yang menggantikanku untuk dijodohkan dengan Gikwang.”

Mwo?!”

OOO

“Aku pulang,” seru Minah begitu sampai di ruang tamu rumah keluarga Jung. Ia sedikit terkejut melihat Soojung yang tengah duduk sendirian di salah satu sofa sambil menatap tajam ke arahnya.

“Apa maksudmu?” tanya Soojung tiba-tiba.

Ne?”

“Apa maksudmu bicara seperti itu di telepon tadi? Kau mau mempermainkanku?!”

“Kenapa kau membentakku? Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan! Kapan aku meneleponmu?”

Mworagu?”

Soojung kini berjalan menghampiri Minah. Menatap gadis itu penuh selidik. Ia lalu secara kasar ia merebut tas yang tengah dipegang Minah. Dengan cepat Soojung menggeledah isi tas milik Minah. Begitu Soojung berhasil menemukan dompetnya, Minah langsung menyambar dompet itu.

“Apa yang kau lakukan?!” seru Minah yang nyaris membentak Soojung. Ia tak sadar bahwa ia kini tengah menjadi Jung Eunji, gadis lembut yang tidak pernah membentak sepupunya.

Wae? Apa salah bila aku ingin melihat isi dompetmu? Kenapa tidak boleh? Apa jangan-jangan kau menyimpan sesuatu di dalamnya? Huh?”

“Kenapa kau tiba-tiba ingin melihat isi dompetku?”

“Memangnya tidak boleh? Berikan padaku!” seru Soojung sambil merebut paksa dompet dari tangan Minah. Dengan cepat Soojung mencari kartu tanda pengenal milik Minah, dan akhirnya, ketemu.

“Aha! Bang Minah! Kau kena sekarang! Sudah kuduga dari awal bahwa kau bukanlah Jung Eunji! apa yang kau lakukan di rumah ini, huh? Atau jangan-jangan, kau bersekongkol dengan Eunji Eonni untuk melakukan penipuan, begitu?”

Minah hanya bisa terdiam ketika penyamarannya terbongkar oleh salah seorang terpenting yang paling tidak boleh tahu. Dan kini, hancur sudah semuanya, dan Minah yakin, walaupun ia mencoba untuk menjelaskannya pada Soojung, gadis itu pasti tidak akan percaya padanya.

“Aku akan melaporkan ini semua ke polisi.”

Andwae!” seru Minah seraya menahan lengan Soojung. “Eunji sama sekali tidak terlibat dalam ini semua! Jangan salahkan dia!”

“Minah-ssi, apa yang sedang terja–“ ucapan Howon mendadak terpotong ketika melihat ternyata Minah tengah berdebat dengan Soojung.

Mworagu? Kau baru saja memanggil gadis jalang ini Minah? Jadi kau juga bersekongkol dengannya, Lee Howon-ssi?” tanya Soojung penuh selidik.

Namun, tak satupun dari Minah maupun Howon yang menjawab. Mereka semua sudah terlanjur tertangkap basah. Rencana mereka sudah terbongkar hebat. Tidak ada lagi yang bisa mereka sembunyikan lagi saat ini. Sementara Soojung pasti tidak akan tinggal diam mengetahui hal ini, Presdir Jung juga pasti akan tahu.

OOO

MWOYA IGE?! JADI KALIAN SELAMA INI TELAH MEMPERMAINKANKU?!” bentak Presdir Jung di hadapan Minah dan Howon yang kini tengah berlutut.

Jeongmal joisonghamnida Sajangnim, kami melakukan ini semua karena saat itu Nona Eunji tengah diculik oleh Soojung, dialah biang dari semua masalah ini! Aku yang saat itu panik karena hilangnya Nona Eunji, akhirnya memutuskan untuk menyuruh Minah menggantikan Eunji sementara,” jelas Howon.

“Apa-apaan kau? Kenapa kau melibatkanku?!” seru Soojung tidak terima.

“Diam kau! Lebih baik kau keluar dari rumah ini! Jangan membuatku bertambah pusing!” ucap Presdir Jung pada Soojung. Gadis itu pun tersentak lalu langsung berlari sambil menangis, keluar dari rumah Presdir Jung.

“Apapun alasannya, kalian berdua benar-benar keterlaluan! Lee Howon, karena kau adalah otak dari semua ini, kau kupecat! Dan kau, gadis kurang ajar! Jangan pernah kau menampakkan diri lagi di hadapanku! Aku bahkan mual melihat wajahmu! Kalian berdua, sekarang juga angkat kaki dari rumahku!”

“Presdir Jung–“

“PERGI!”

Akhirnya, dengan berat hati, Minah dan Howon pergi dari rumah Presdir Jung.

OOO

Mianhae,” ucap Minah yang tengah duduk berdua dengan Howon di sebuah kurdi di taman.

Mwoga?”

“Karena aku, kau jadi kehilangan pekerjaanmu, Howon-ssi, jeongmal mianhae,” ucap Minah yang masih merasa bersalah.

“Ini semua sama sekali bukan salahmu. Lagipula, akulah yang merupakan otak dari ini semua, kau tidak salah sama sekali. Jadi, aku akan baik-baik saja bila harus dipecat, karena ini memang kesalahanku. Seharusnya aku yang minta maaf karena sudah menyeretmu ke dalam masalah.”

Aniyo, gwenchana. Aku senang bisa membantumu dan Eunji, ya, walaupun harus berakhir seperti ini. Bagaimana bila Eunji mengetahui ini semua?”

Molla.”

OOO

Eunji yang saat ini tengah makan siang di sebuah restoran di London bersama Naeun belum juga memakan makanannya. Sedari tadi, ia hanya memainkan garpu dan pisaunya di atas piring, tanpa menyuapkan makanan sekalipun. Perasaannya mendadak tidak enak.

“Naeun-ah, pasti sesuatu sedang terjadi. Aku merasa, ada yang tidak beres,” ujar Eunji gelisah.

“Sudahlah, tenang saja dulu, itu kan hanya perasaanmu, semua pasti baik-baik saja, kau tenang saja.”

Tak lama setelah perkataan Naeun, ponek Eunji bordering keras. Eunji terkejut ketika membaca nama kontak yang memanggilnya itu. Di sana tertera ‘Harabeoji’. Jantungnya berdegup sangat kencang membaca nama itu. Sepertinya memang ada yang tidak beres.

Yeob-yeoboseyo, Harabeoji?”

“PULANG SEKARANG JUGA KAU JUNG EUNJI!”

DEG.

Kakeknya itu sudah tahu. Pasti penyamaran Minah sudah terbongkar, dan cepat atau lambat itu pasti akan terjadi, Eunji tahu itu. Hanya saja, ia tidak menyangka akan terbongkar secepat ini. Ia sama sekali belum siap menanggung resikonya. Mendadak, ia teringat Howon. Apa yang terjadi pada lelaki malang itu? Pasti ia yang menanggung resiko paling berat.

Di tengah lamunannya, Eunji baru tersadar kalau teleponnya dengan kakeknya itu sudah terputus.

“Naeun-ah, sekarang juga kita harus ke bandara! Aku akan kembali ke Korea sekarang juga!” seru Eunji panik.

“Kenapa tiba-tiba? Kau tidak jadi liburan di sini?”

“Tidak udah banyak tanya, sekarang juga antarkan aku! Habis sudah riwayatku, huh.”

OOO

“Aku masih tidak mengerti, sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Gikwang pada Presdir Jung. Keduanya kini tengah duduk di ruang tamu rumah keluarga Jung.

“Sebenarnya, keluarga kami baru saja tertipu oleh seorang gadis. Dialah yang selama ini berpura-pura menyamar sebagai Eunji, cucuku.”

Gikwang hanya terdiam. Ia bingung entah harus marah, sedih, kecewa, senang, atau kesal. Mendengar bahwa yang selama ini menjadi Eunji bukanlah Eunji, tidak terlalu membuatnya terkejut. Ia justru teringat ucapan gadis yang menjadi Eunji beberapa hari yang lalu.

Ya! Apa-apaan kau ini? Aku, kan sudah bilang padamu bahwa aku kini menyamar menjadi Jung Eunji!”

Apa memang, yang selama ini ia kencani bukanlah Jung Eunji yang asli? Kalau begitu, dimana Jung Eunji yang asli?

Harabeoji, aku pulang,” ucap Eunji yang kini sudah berada di depan pintu masuk.

“KAU! SEKARANG JUGA MINTA MAAFLAH PADA LEE GIKWANG! KAU SUDAH MEMALUKAN KELUARGA JUNG!”

“Dimana Howon?” bukannya melakukan perintah kakeknya, Eunji justru menanyakan keberadaan Howon.

“Apa kau perlu menanyakan keberadaan pengawal itu saat ini?!”

Harabeoji tidak memecatnya, kan? Ini semua bukan salahnya! Jangan pecat dia! Hukum saja aku!”

“Sudah terlambat. Sekarang yang harus kau lakukan adalah meminta maaf pada Gikwang, lalu tetap meneruskan perjodohan ini, jangan membuat Harabeoji malu, Eunji-ya.”

Eunji tidak mepedulikan ucapan Presdir Jung. Gadis itu justru berjalan menghampiri kakeknya, lalu bertekuk lutut di hadapannya. Sebisa mungkin, ia akan berusaha agar kakeknya itu tidak memecat Howon.

Jebal, jangan pecat Howon. Kasian dia, Harabeoji, dia adalah tulang punggung keluarganya, jangan pecat dia, hukum saja aku,” ucap Eunji yang tengah berlutut.

“Apa-apaan kau ini? Untuk apa kau melakukan ini semua hanya demi pengawal kurang ajar itu? Dia sudah menipu Harabeoji! Dan dia pantas untuk dipecat!”

“Jangan pecat dia, jebal Harabeoji!”

KEUMANHAE!”

Melihat pertengkaran tersebut, Gikwang tidak tinggal diam. Ia segera membantu Eunji untuk berdiri. “Izinkan aku untuk membawa Eunji berjalan-jalan.”

OOO

Minah merasa kasihan melihat Howon. Lelaki itu sudah menghabiskan dua botol soju. Keadaannya benar-benar mabuk. Kehilangan pekerjaan memang bukanlah perkara mudah, apalagi ia adalah tulang punggung keluarga. Bagaimana reaksi ibu dan adiknya bila mengetahui bahwa Howon telah dipecat?

“Howon-ssi, keumanhae,” ujar Minah seraya merebut gelas berisi penuh dengan soju dari tangan Howon.

“Aku tidak bermaksud melakukan penipuan, aku tidak pernah berniat jahat. Aku hanya tidak ingin Presdir Jung kaget karena Eunji menghilang di saat perjodohan akan dilaksanakan,” Howon berucap sambil mabuk.

Arrasseo, kau tidak perlu menjelaskan hal itu lagi padaku, sekarang, lebih baik kau pulang lalu istirahat, ya?”

“Presdir Jung tidak tahu, betapa aku mencintai Eunji! Aku sangat mencintainya! Aku tidak rela ia dijodohkan dengan lelaki manapun! Tapi aku sadar, aku hanya pengawal biasa, mana mungkin aku bisa mendapatkan Jung Eunji? Cucu dari seorang Presdir Jung! Pasti hanya akan terjadi didalam mimpiku saja.”

Minah terkejut mendengar perkataan Howon. Ternyata, lelaki di hadapannya ini memendam rasa terhadap Eunji. Pantas saja, ia rela melakukan apapun demi Eunji, termasuk dipecat. Padahal, ini semua idak semepuhnya salah Howon. Eunjilah yang telah meminta Howon untuk meneruskan penyamaran Minah, sedangkan ia sendiri kabur ke Inggris. Dan sekarang, Howon yang harus menanggung akibatnya.

“Apa yang akan terjadi pada Eunji? Apa Presdir Jung akan menghukum Eunji? apa perjodohannya akan tetap berlangsung? Semoga saja tidak. Eunji sudah banyak menderita karena perjodohan yang terus dilakukan oleh Presdir Jung.”

Mendadak, Minah teringat akan Gikwang. Kalau memang perjodohan itu tetap berlangsung, berarti Eunji yang asli lah, yang akan menjadi pendamping Gikwang nantinya, bukanlah dirinya yang hanya seorang gadis biasa. Entah mengapa, Minah merasa tidak rela hal itu terjadi.

OOO

Eunji menangis sejadi-jadinya. Gikwang yang melihat hal itu hanya bisa berdiam diri, membiarkan gadis itu menangis, meluapkan segala kesedihannya di tengah taman bermain yang cukup luas itu. Tidak peduli dengan beberapa pengunjung yang sempat menatap mereka heran.

“Tidak perlu ditahan, menangislah sepuas hatimu,” ujar Gikwang sembari menepuk-nepuk bahu Eunji.

Sementara Eunji tidak menjawab apapun dan terus menangis. Hingga beberapa menit kemudian, tangisan gadis itu mereda.

“Terimakasih sudah membawaku ke sini,” ujar Eunji. Gikwang hanya tersenyum lalu mengangguk.

“Ini pertemuan kita yang pertama, bukan?” tanya Gikwang, Eunji mengangguk.

Mianhae, aku sudah menghindarimu selama ini. Sebenarnya, aku menolah perjodohan ini,” ucap Eunji.

“Awalnya, aku begitu semangat saat tahu akan dijodohkan denganmu, tapi kini, rasanya aku juga ingin membatalkan perjodohan kita. Lagipula, bagaimana kita akan menikah bila tidak saling mencintai, iya kan?”

“Jadi, apa kau mau membantuku membatalkan perjodohan ini?”

Keurom, kenapa tidak?”

“Kau tidak marah sama sekali?”

Aniyo, justru aku yang berterima kasih padamu, atas ini semua.”

To Be Continued

 

Akhirnya, chapter 5 ini selesai juga! Setelah sekian lama macet (?)

Makasih dan maaf ya buat readers yang udah nunggu. Maaf juga kali chapter ini bertypo dan kependekan.

Tolong hargai aku yang udah update ff ini ya, dengan meninggalkan jejak berupa like atau komentar. Lebih bagus sih kalo komentar, hehe. Kalo komentarnya banyak, otomatis kan aku semangat buat lanjutin chapter berikutnya, hehe.

 

7 thoughts on “Resemble (Chapter 5)

  1. akhirnya dilanjut juga, author. aku jelas nunggu cukup lama untuk baca lanjutannya ini. tapi paham kok, kalo lama. mood nulis author naik-turun kah?
    well, akhirnya kebongkar juga. duh, naeun kenapa salah bicara sih><
    jadinya soojung bilang deh ke direktur jung. kasihan howon yang harus dipecat dan hanya bisa menyukai eunji. aku berharap ada momen mereka di kelanjutannya.
    untuk gikwang-minah, ada sedikit loh momennya. makasih author udah dikasih. nah gimana kelanjutannya hubungan mereka? aku harap mereka bisa bertemu banget.
    ditunggu kelanjutannya, keep writing~

  2. akhirnya2 d lanjut jugaaaaa… lega ternyata gg berhenti tengah jalan cerita ini…
    krna naeun salah ngomong jadi aj kbongkar smuanya… howon n minah hrs menanggung’a.. sdngkan soojung yg jahat msh aj baik2 saja..
    sangat d tunggu lanjutannya, semoga tetap semangat ya authornim^^
    gomawo udh d lanjut

  3. POKOKNYA FF INI HARUS DILANJUTI LAGIII GAMAU JADINYA GIMANA OKE THOR. APA KURANG GEDE INI BIAR DILANJUTIN LAGI? SEMANGAT YA THORRR

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s