[Oneshoot] The Winter’s Tale

the winter's tail

THE WINTER’s TALE

By. vidyoung

Cast : Lu Han, Lee Hyun In (OC) | Other Cast : Kim Jongin, Kang Rae Ri (OC) | Genre : romance| Rating : T | Length : oneshoot | Disclaimer : I only own the OC and plot | A/N : Sorry for typo(s)

Copyright. This story and poster is mine.

Song: The Winter’s Tale (EXO)

~

After time passed and seasons pass

I hope we won’t change, I hope it won’t end

I make this wish

~

HAPPY READING!

Like the lights on the street

Turning on one by one

The cold and white winter has come

Seasons of good times pass

Seasons of exhaustion pass

As I go to meet you, who I longed for

 

                Seorang pemuda berambut hitam tampak berjalan menyusuri jalanan yang dengan salju menumpuk sepanjang mata memandang. Lampu-lampu sepanjang jalan menerangi langkahnya. Tiba-tiba ponsel di saku nya bergetar menandakan ada pesan masuk. Sesegera mungkin ia membukanya, siapa tahu itu pesan dari seseorang yang memang tengah ditunggunya. Dan benar saja, pesan itu dari Hyun In –kekasihnya-.

From: Hyun In baobei

Baiklah aku mau menemuimu. Sekarang aku sudah di cafe seperti yang kau mau. 5 menit tidak datang, aku pulang.

Pemuda bernama Luhan itu segera mempercepat langkahnya karena tidak ingin menunggu kekasihnya menunggunya lama.

Luhan sampai di cafe dengan nafas terengah. Ia mengedarkan pandangannya. Dan ia menangkap sosok yang familiar baginya dengan rambut dark brown yang dicepol ke atas.

“Hai baobei~” ujar Luhan segera menempatkan posisinya duduk didepan sosok itu. Yang disapa hanya mendengus kesal.

“Cepat katakan apa maumu memaksaku bertemu” ujar Hyun In –gadis itu-

“Ck. Tidak sabaran sekali kekasihku ini. Apa kau tidak merindukanku?”

“Merindukanmu? Setelah kau menghilang tanpa kabar selama seminggu? Jangan harap”

“eyy.. kau marah?” tidak ada jawaban. Hyun In memilih memalingkan mukanya menatap keluar café. Luhan menggenggam jemari Hyun In lembut membuat gadis itu kembali memandang sang kekasih. “Jangan marah ya?” Mendapat tatapan lembut seperti itu, gadis itu menjadi salah tingkah.

“Y-ya! Baiklah baiklah aku tidak marah.. Berhenti menatapku seperti itu!” Luhan tersenyum tampan mendengarnya.

“Lee Hyun In” Panggil Luhan serius.

“Ya! Luhan! Apa yang kau lakukan? Cepat berdiri! Kita bisa menjadi pusat perhatian.”

“Biar saja. Dengar baik-baik, sebenarnya seminggu ini aku mempersiapkan ini. Lee Hyun In, maukah kau menikah denganku? Membangun keluarga kecil bersamaku? Menjadi ibu dari anak-anakku?” Hyun In terkejut bukan main. Ia tak menyangka jika ‘itu’ akan tiba hari ini.

“A-aku.. y-ya aku mau” pada akhirnya Hyun memjawab walau nyaris tak terdengar.

“Apa? Benarkah itu? Bisa kau ulangi sekali lagi?” Goda Luhan. ‘Luhan bodoh! Seperti ini saja sudah membuatku hampir jantungan, dia bilang apa? Ulangi? Asdfgh!’

“Ya, a-aku mau Tuan Lu”

“Apa? Aku tidak mendengarnya”

“Ya! Aku mau menikah denganmu Luhan!!” Gadis itu tampak terengah setelah mengatakannya. Wajahnya sudah memerah. Apalagi godaan pengunjung lain yang melihat adegan tersebut sejak tadi. Segera saja Luhan memeluk Hyun In erat sesekali mengecup puncak kepalanya.

“Xiexie, baobei~” bisiknya.

I carefully take out

The box that I hid deep inside

And take out our memories that we made last winter

At the twingkling stars all night

We softly smiled

Under the tree, without anyone knowing

I hid my heart as you held my hand

 

Tampak gadis berambut pendek sebahu itu tengah menatap bintang. Udara semakin dingin, mungkin karena sebentar lagi akan memasuki musim dingin. Namun hal itu tidak membuat Kang Rae Ri –gadis itu- untuk tetap duduk di bawah pohon maple sembari menatap langit. Sebenarnya ia memiliki alasan kenapa ia berdiam diri ditempat itu. Ini sudah tahun ke tiga ia menunggu disini setiap musim dingin akan tiba. Ia menghela nafas dan menenggelamkan kepalanya dikedua lututnya yang ditekuk. Tiba-tiba badannya terasa hangat. Seperti ada yang menyelimutinya.

“Kau bisa mati kedinginan jika terus berdiam diri disini, chagiya” Rae Ri mendongak mendapati seorang pemuda yang tengah berjongkok didepannya sembari tersenyum hangat.

“Jo-Jongin.. Jongin!” Gadis itu segera menubrukkan tubuhnya kearah sang pemuda, memeluknya erat seolah takut jika terlepas.

“Ya, ini aku. Aku telah kembali, sayang” Tanpa melepas pelukannya, Jongin mencium bibir Rae Ri sembari menghapus air mata gadis itu.

“Ke-kenapa kau lama sekali.. hiks.. kukira kau akan melupakan janjimu..”

“Sssstt uljima. Tapi buktinya aku kembali untukmu kan? Ayo kita pulang. Kau sudah kedinginan” Rae Ri hanya mengangguk menuruti kekasihnya itu.

“Em ngomong-ngomong jongin, bagaimana sekolahmu di luar negeri?” Rae Ri memecah keheningan didalam mobil.

“Aku lulus dengan nilai terbaik dan mendapat gelar. Dan disini aku akan meneruskan perusahaan appa” jawab Jongin.

“Kau benar-benar berhasil Jongin” ujar Rae Ri.

“Tentu saja, namun masih ada yang belum aku capai”

“Eh? Apa itu?” Jongin menoleh sebentar dan mendapati tatapan bingung kekasihnya itu.

“Kau akan tau nanti” Jongin mengeluarkan smirk tampannya. Rae Ri mengerucutkan bibirnya. Sesekali terdengar gumaman protesnya. Jongin terkeheh namun tetap fokus menyetir.

After going around the earth a few times, I met you again

Only you held me so warmly

A white snow that resembles you falls it builds up cozily

And disappears like snow melting in the cold winter

Ah baby

 

Musim dingin tahun ini membuat kota Seoul benar-benar tertutup salju. Setahun sudah pernikahan Luhan dan Hyun In. Kini pasangan itu tengah berbaring sambil berpelukan. Yah Luhan memilih menetap di Korea setelah menikahi Hyun In.

“Kau memelukku terlalu erat, Mr. Lu”

“Benarkah? Oh maaf, kupikir kau menikmatinya” Luhan menyeringai melihat wajah istrinya yang bersemu merah.

“Dasar posesif. Kau membuatku dan ‘dia’ sesak jika begini terus” Hyun In mendoron pelan bahu Luhan untuk menciptakan sedikit jarak.

“Ugh, baiklah baiklah. Maafkan daddy sayang, daddy hanya tidak ingin jauh dari mommy mu. Kau tidak marah kan?” Luhan mengelus perut Hyun In yang mulai membuncit. “Apa kau kedinginan?”

“Tidak kok. Ada kau yang menghangatkan disini”

“Uh lihat siapa yang sekarang bisa gombal”

“Ch, kalau tidak suka ya sudah. Menjauh dariku!” Hyun In mendorong kuat Luhan.

“Ey sensitive sekali istriku. Aku hanya bercanda. Bagaimana kau bisa menyuruhku menjauh ketika hatiku sudah terikat dengan hatimu” Hyun In memutar kedua bola matanya malas. ‘Kau menang tuan Lu’ pikirnya akhirnya.

Outside the frost covered window, I see you

The light spreads and your smile as well

Another memory builds up again

This winter, it’s even more special,

Christmas tree

 

Jongin memandang kearah jendela lantai dua rumah itu dengan ponsel menempel di telinganya.

“Apaa?! Kau sudah berada didepan rumahku?!” terdengar pekikan dari seberang ponselnya. Gorden jendela lantai dua itu terbuka sedikit menapilkan kepala gadisnya yang juga tengah memegang ponsel. Setelah itu gorden menutup seketika dan dibaraengi dengan suara berisik diseberang ponsel Jongin. Laki-laki itu hanya terkekeh pelan menyadari jika kekasihnya sekarang sedang terburu-buru.

Cklek! Pintu utama rumah itu terbuka dan menampilkan sosok yang ditunggu Jongin.

“Ya! Bukankah janjiannya masih satu jam lagi, kenapa kau malah datang sebelum waktunya. Ish! Untung saja aku bisa cepat bersiap” Gadis itu mengomel panjang bahkan sampai mereka sudah berada didalam mobil.

“Ada perubahan rencana, sayang. Jadi maaf kalau membuatmu tidak nyaman”

“Setidaknya kau memberiku pesan dulu. Huh untung aku tidak salah memakai sepatuku”

“Oke oke aku salah. Sebagai gantinya, ada sesuatu yang aku beritahu padamu. Kau ingat kemarin aku mengatakan jika masih ada satu impianku yang belum tercapai? Hari ini aku akan memberitahukannya padamu”

“Benarkah? Aku dari kemarin sangat penasaran. Kau selalu menolak memberitahuku”

“Hehe maaf. Lagipula, kenapa kau sangat penasaran?”

“Tentu saja. Kau tahu semua tentangku, dan aku pun juga harus tahu semua tentangmu. Bukankah itu adil?”

“Yeah. Itu masuk akal. Nah sudah sampai. Ayo” Jongin membuka pintu mobil.

“Aku tidak pernah tahu jika ada tempat seindah ini di Seoul. Bagaimana kau bisa menemukannya?”

“Kau meremehkan seorang Kim Jongin yang tamvan dan sexy ini, eoh?”

“Kau terlalu percaya diri”

Kim Jongin menuntun Rae Ri dipinggir danau. Ia menoleh kesamping dan menatap gadis itu intens. Merasa dipandangi, Rae Ri menoleh dan terkejut mendapati Jongin menatapnya seperti itu.

“A-apa? Kenapa menatapku seperti itu?”

“Kang Rae Ri, terimakasih kau sudah menemaniku selama ini. Kau sudah banyak menderita ketika kita berhubungan jarak jauh saat aku di Amerika. Dan sekarang, aku mau memintamu, maukah kau menjadi istriku?”

“A-aku bersedia”

“Terimakasih. Terimakasih sudah membuat impianku yang terakhir tercapai”

“Mak-maksudmu..”

“Ya. Impianku yang belum tercapai itu adalah menjadikanmu istriku. Namun sekarang semua impianku tercapai. Terimakasih sudah menyempurnakannya” Jongin memeluk Rae Ri dibawah butiran salju di malam natal itu.

“Em Jongin?”

“Ya?”

“Aku ingin merayakan natal ditaman kota. Kudengar disana ada pohon natal yang besar sekali. Ayo kesana!”

“Baiklah Nyonya Kim. Kajja!”

Ya! Aku belum menjadi istrimu tau!”

“Oya Jongin, besok kita berkunjung kerumah Hyun In dan Luhan oppa ya? Aku sangat merindukan mereka. Sekalian memberi mereka kado natal dan juga atas kehamilan Hyun In”

“Belum menjadi suami saja, aku sudah menjadi supir, ckck”

“Kau bilang apa? Jadi kau tidak ikhlas?”

“E-eh aku tidak bilang begitu. Yak! Kenapa kau malah meninggalkanku! Kim Rae Ri~ Nyonya Kim~ Belahan jiwaku~ Cintaku~ Sayangku~”

Oke abaikan Jongin yang mulai ngelantur itu.-_-

IMG_20141218_134532

A long winter passes and the lights turn off

And darkness comes like night

But I don’t care, you smile is still so clear

You shine lik e you come downfrom the sky

Like a shadow from the faraway darkness

You’re like a star fallen on top of my head

 

THE END

Hai vidyoung disini.

Ah ya, meski terinspirasi sama The Winter’s Tale nya EXO, jangan kecewa kalo isinya gak nyambung sama sekali sama itu lagu, hehe *bow*

Ceritanya pun juga pasaran, miannn~

Silahkan yang mau kritik dan saran yang membangun.

By the way, Happy new year!!

See ya all ^^

4 thoughts on “[Oneshoot] The Winter’s Tale

  1. wuhahahaa dobel fic in one ini??
    ah nini baru jadi sopir aja males depak aja dari list calon suami (trus direbut fans lain. trus sendirinya jomblo.aih)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s