Karena Sisa Kopi Harus di Telan

tumblr_static_tumblr_static_83r12w8gptwk8gck04oc4ggsc_1280

This is a drabble

with Lee Miju from Lovelyz

Are you still student? read this..

Seseorang pernah berkata padaku jika dua atau tiga hari dapat mengubahmu menjadi seseorang yang berbeda. Seseorang yang lebih pintar, dewasa dan matang. Matang, suatu kata yang mewakilkan jika kau telah tumbuh dewasa. Tapi apa arti kata dewasa jika kau masih menyesap susu coklat sedangkan orang lain mampu menelan pahitnya americano.

Lalu seseorang yang membuatku dewasa lebih cepat mendorong gelas plastiknya ke arahku. Meracik serangkaian kode agar aku menelan cairan pahit itu. Yah, aku mengetukkan jariku sebagai morse jika aku masih menimang tawarannya. “Dua minggu ini apa yang kau lakukan?” katanya padaku. Suasana orang berjalan tiba-tiba terasa menarik didepan mataku. Aku lebih memilih memandang sosok-sosok yang tak kukenal di luar jendela ketimbang menatapnya yang membuat mataku berkunang-kunang. Lalu aku menggeleng. Akupun merasa tak pasti dengan apa yang kulakukan.

“Aku mencoba fokus pada kegiatanku menulis.”

Tanganku terulur untuk memungut gelas itu. Rasa hangat merambat melalui ari telapak tanganku dan aku urung meminumnya. “Kau yakin?” selidiknya. Ia memicingkan mata seolah aku akan pingsan sekarang juga jika ia melakukannya. Tetapi aku kembali menatap tubuh-tubuh diluar jendela. Mengalihkan suasana. ‘Sebenarnya tidak. Aku tak pernah bisa fokus pada apapun.”

Dia tertawa. Sesuatu yang tak cukup aneh namun cukup langka bagiku. Ia menenggak minumannya lalu bersandar pada kursi. Menungguku bicara rupanya.

“Lalu liburanmu berakhir?” kemudian ia bertanya saat menyadari jika kebungkaman diantara kami terlalu hambar.

“Kebebasan memang menyenangkan. Secara harfiah, seorang yang tidur pasti akan bangun, kecuali jika dia tak bernafas. Hidup akan berjalan lagi ke jalurnya. Bukankah sisa kopi harus ditelan? seberapapun pahitnya?” Baru kali itu aku meminum kopi dari gelasku ssendiri. Dan aku merasa dewasa dan…. kembali normal.

Just end like this…

Halo? Gimana yang liburannya udah lenyap? Atau terampas karena emang pas liburan gak ngapa-ngapain?

Nggak tau kenapa pengen nulis ff yang maincastnya Lovelyz. Tapi otak lagi bewokan banget males nulis jadi cuman dapet se-drabble doang. Dan kenapa Lee Miju? Karena dia cantik dan natural. Tapi jarang nongol di Lovelyz. Padahal dia punya wajah khas dan suara lumayan. Sebenernya cocok jadi face. Cuman sayang aja aku bukan manajernya. Pengennya drabble ini di-bintangi sama Yein, secara umur dia cocok banget. Tapi aku kurang suka karena dia kerasa kepaksa gitu debutnya. Matanya masih merem (emang dari sononya). Ya karena aku sukanya Miju aja. Udah

Cerita ini cuma sekedar paragraf geje dimana aku bingung mau curahin gelora kekurangan liburan ke siapa. Ke ortu gak mungkin, ke temen sama koplaknya, ke guru malah keliatan bego. Dan yah akhirnya larinya kesini.

Liburan aku ibaratkan secangkir kopi. Dimana awalan sebuah kopi panas tetapi sangat dinanti rasanya bahkan sampe ditiup (?). Liburan meskipun gak jelas pada akhirnya tetap dinanti sampe dibela-belain bolos pas classmeeting. Pas udah ditengah aroma kopi telah membuat terlena hingga lingkungan sekitar terasa nggak ada artinya. Liburanpun begitu pas udah sampe tengah udah lupa sama apa resolusi sebelum liburan. Jatuhnya cuman libur mandi libur aktifitas. hibernasi. Dan di akhir dimana cuma ampas kopi yang tersisa. Harus tetap ditelan karena itulah sisa kopi yang tersisa. Sepanjang-panjangnya liburan pasti ada abisnya juga. Dimana besoknya udah masuk sekolah, hari ini kelabakan dan mau gak mau nerima kenyataan bahwa besok kita akan menjadi normal lagi. Jadi sarjana kutu diatas lembaran-lembaran kimia.

Dan masa sekolah emang gitu kan?

Itu aja sih coretan geje aku. Makasih udah baca dan

komen yang penting. Karena komentarmu menjelaskan apa isi hatimu hahaha

Yang pengertian makasih

*Menunggu 6 bulan lagi untuk liburan semester

6 thoughts on “Karena Sisa Kopi Harus di Telan

  1. wuah sepemikiran banget deh, kayanya seluruh pelajar dimanapun pasti juga punya pemikiran yg sama ya walaupun nggak sepenuhnya
    waktu liburan ya ampun kadang bosen sampe bingung mau ngapain, eh giliran udah masuk malesnya ampun ampunan deh
    aduh ini menghibur banget, ah jadi serasa punya teman senasib hehe
    nice ff!

  2. Huaaa. Kalimat yang berbintang itu menyayat hati :”(. Tapi berdasar pengalaman liburan akhir tahun emang ga pernah enak. Selain karena harus nyiapin semester 2, juga karena cuaca akhir taun yang ujan melulu, mendukung alesan ortu untuk ga keluar rumah. Mamah bilang “jalanan kesananya licin”/”kak rumah nenek kebocoran, ikut bantu-bantu sana”/“kegunung? Apa ga dingin kak?” Dan blah..blah..blah.. itu cuman contoh alesan gegara ujan aja, yang bukan gegara ujan juga ada. Papah bilang “belum ada duitnya”/”kerjaan papah belum selese”/”kak ngurusin kost abang kamu dulu yah” -…- (paeh weh paeh)

    Dan pada akhirnya selama liburan ini aku cuman bulak-balik Laptop—Drama(Pinocchio :D)—gitar—Sims. Handphone? Sayangnya aku Sosial Pasifer/? Mau sosmed atau pun bermasyarakat bukan aku ahlinya 😀

    #Iniceritaku ㅋㅋㅋㅋ

    • Dn itu bener banget. Liburan akhir tahun emang identik dengan hujan dan paling bikin bete karena ga bisa kemana-mana. Cuman enaknya ada natal sama tahun baru, jadi banyak hiburan sama diskon hahaha

  3. Oh my… mendadak inget jaman sekula lagi.. beserta tetek-bengek-suka-duka jatah liburan plus isinya yang ya gitu-gitu aja hakhak
    anyway, emang kalo lagi ngga liburan ini ota rasanya ide buat ff bisa bejibun, meanwhile pas D-Day setelah rapotan langsung mangkat semua idenya lah jadi blank lah mau nulis apaan feel aja gada huhu (duh curhat)
    Tbh, aku perlu baca sampe 3x baru bisa ‘Ah, jadi ini maksudnya!’
    yeah, akhirnya aku dapat apa maknanya, dan yaa kece sih, nantang juga buat sebuah topik sederhana yang bisa bikin pembacanya ‘loh, udahan, loh ini ngomongin apaan maksudnya’ 😀
    dan yeaaahhh cuma pelajar sering gabut yang frustasi liburan berakhir yang bisa ngerti, yagak 😄

    anyway, itu..Author notesnya kenapa jadi lebih panjang dari ceritanya hahaha

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s