First Date

first date

First Date

 

by ree

 

Casts: CNBLUE’s Kang Minhyuk & f(x)’s Jung Soojung || Genre: romance || Rating: PG-15 || Length: vignette || Disclaimer: just my imagination

Apa yang harus kita lakukan?”

 

 

 

***

Soojung menggigit bibirnya gelisah. Sesekali ia menolehkan kepalanya ke arah jendela, sekedar untuk mengurangi rasa gugup yang menderanya. Namun hasilnya nihil. Gemerlap cahaya kota Seoul di malam hari tidak mampu meredam detak jantungnya kembali ke tempo normal. Berbagai pikiran berkelebat di otaknya. Dan ia tidak suka.

Tubuh Soojung sedikit tersentak begitu mendengar bunyi decit kayu mahoni yang bergesekan dengan lantai marmer. Seseorang duduk dihadapannya. Seseorang yang ditunggunya sedari tadi. Dan sialnya, orang itu justru datang di saat ia sedang tidak siap.

Butuh beberapa detik bagi Soojung untuk memindai penampilan orang itu malam ini. Kemeja putih berlapiskan coat kelabu yang dikenakannya dirasanya tidak salah. Pria bertubuh tinggi itu sempurna seperti biasa. Bahkan dengan kacamata bulat ala nenek-nenek yang bertengger di hidungnya.

“Kau datang.” Ujar Soojung datar. Bibirnya mulai mengerucut tatkala ia menyadari pria itu menahan senyum di bibirnya. Pasti mereka melakukan hal yang sama beberapa detik lalu─memindai penampilan satu sama lain.

“Bukan mauku juga berpenampilan seperti ini.” Soojung mulai merajuk, tak ingin pria itu berpikir tatanan rambut sanggul, kacamata frame tebal, dan dress ketat selutut adalah seleranya.

Melihat ekspresi Soojung, pria itu malah tertawa, “Kau cantik.”

“Cih! Jangan menggodaku, Kang Minhyuk.”

“Tak perlu kugoda bukankah kau sudah tergoda?” Gurau Minhyuk, buru-buru menambahkan kalimatnya sebelum gadisnya itu berubah menjadi garang, “Bukankah kita jadi terlihat cocok? Lagipula kau bisa lega karena tidak ada yang mengenalimu, bukan?”

“Kita jadi terlihat seperti orang tua yang sedang merayakan ulang tahun pernikahan.” Soojung menoleh ke sekeliling. Ruangan paling atas salah satu restoran bintang lima di Seoul itu memang dipesan khusus untuk mereka berdua malam ini. Di satu sisi ia memang merasa lega karena privasi terjamin, di sisi lain ia mulai lelah jika harus bermain kucing-kucingan dengan para jurnalis lapar berita di luar sana.

“Itu bagus. Kuharap itu bisa terjadi.”

Soojung mendengus kecil. Percuma saja mengeluh pada Minhyuk.

“Bagaimana perjalananmu?” Tanyanya kemudian, merujuk pada proses perjalanan yang ditempuh Minhyuk untuk sampai ke tempat mereka berada sekarang.

“Lumayan. Mulai besok hingga beberapa hari ke depan aku berencana untuk menginap di rumah keluargaku. Awalnya aku sempat khawatir karena tanpa sengaja ayahku berkata pada beberapa pengunjung bahwa aku akan datang, tapi kemudian aku beralasan mau mengambil barang yang tertinggal di apartemen.” Minhyuk merentangkan kedua tangannya, “Dan jadilah aku berada disini.”

“Kau tidak bertemu dengan para penggemarmu itu?”

“Aku menemui mereka sebentar dan menunggu hingga keadaan dirasa aman. Maka dari itulah aku sedikit terlambat. Maaf…”

“Aku mengerti.” Soojung tersenyum masam, “Tidak perlu minta maaf.”

“Bagaimana denganmu?”

Gadis itu menghela napas pelan, “Tidak ada yang istimewa. Kebetulan aku bebas hari ini, jadi bisa keluar dan mampir sebentar untuk membeli produk perawatan wajahmu yang tidak sedikit itu.” ia meraih tas jinjing besar yang sengaja dibawanya dan menyerahkannya pada Minhyuk.

“Aku kan tidak minta.”

“Memang. Aku hanya ingin memberikan sesuatu untukmu. Tidak boleh?”

Minhyuk mengulurkan tangannya dan mengelus puncak kepala Soojung sambil tersenyum riang, “Gomawo.”

“Oh, kebetulan aku juga punya sesuatu untukmu.” Lanjutnya, kemudian menyerahkan tas jinjing yang tidak kalah besar dari milik Soojung tadi, “Ayahku sengaja menyiapkannya untukmu. Daging sapi Korea asli.”

Mata Soojung membulat begitu mendengar kata ‘daging’. Entah sadar atau tidak, ia membuang jauh-jauh segala gengsinya dan meraih bungkusan itu secepat kilat, “Ayahmu memang yang terbaik!”

“Kau harus mengunjungi ayahku sesekali dan berterima kasih padanya.”

Soojung mengangguk cepat, “Nanti. Kalau waktunya tepat.”

Minhyuk memperhatikan gerak-gerik gadis itu. Semua yang dilakukannya selama ini selalu tampak menarik di matanya. Memiliki gadis itu di sisinya membuatnya merasa menjadi pria paling beruntung di dunia. Dan kesempatan langka untuk berada berdua saja dengannya seperti saat ini seolah ia mendapatkan oksigennya kembali setelah berhari-hari terperangkap di ruang hampa.

Untuk beberapa saat mereka terdiam. Suasana canggung yang mulai menyeruak di tengah mereka membuat Soojung merasa tidak nyaman. Ini aneh, pikirnya. Selama ini ia dan Minhyuk tidak pernah kehilangan bahan obrolan jika berkomunikasi via ponsel. Tak disangka bertemu langsung dengan orangnya setelah sekian lama membuatnya kehilangan kata-kata. Entah ia tidak percaya diri atau terlalu gugup. Yang jelas ia tidak suka keduanya.

“Ngomong-ngomong, ini kencan pertama kita, ya?” Minhyuk akhirnya buka suara.

Soojung terdiam sejenak sebelum akhirnya mengangguk. Jika dipikir-pikir memang benar, hari ini adalah kencan pertama mereka. Tentu saja tanpa menghitung jumlah kencan yang dilakukan sebelum mereka resmi menjalin hubungan. Namun ia tidak ingin membahas hal itu lebih jauh, jadi respon singkatlah yang akhirnya dipilih.

“Hmm… apa yang kira-kira harus kita lakukan?” Lanjut Minhyuk. Berbeda dengan Soojung, ia tampak lebih jujur dengan perasaannya. Karena memang itulah yang sebenarnya terjadi; mereka sama-sama tidak tahu.

Soojung melepas kacamata yang dipakainya. Dan tampaknya hal itu menjadi satu kesalahan fatal. Ia sukses membuat Minhyuk menatapnya tanpa berkedip ketika ia mengibas pelan poni yang menjuntai di sisi kanan wajahnya. Bagaimana bisa seorang gadis tampak sesempurna itu?

“Entahlah. Apa kita pulang saja?”

Pertanyaan Soojung seketika membuyarkan lamunan Minhyuk, “Kau bercanda.”

“Apa kita harus selalu melakukan sesuatu ketika bertemu? Tidak bisakah aku hanya duduk diam disini dan memandangi wajahmu karena kita jarang bertemu?”

Minhyuk melipat kedua tangannya di atas meja. Bibirnya membentuk seringai tipis yang membuat Soojung menyesal telah berbicara terlalu jujur. Pria itu tampak antusias.

“Aku tidak tahu kau sebegitu rindunya padaku.”

Tanpa disadari, pipi Soojung merona merah. Sudah cukup ia mempermalukan diri sendiri dengan pernyataannya tadi, tidak perlu ditambah dengan pengakuan kalau ia memang benar-benar rindu.

“Jadi, bagaimana kabarmu? Tampaknya kau sibuk sekali akhir-akhir ini.” Gadis itu mencoba mengalihkan pembicaraan, “Solo fanmeeting, reality show baru, pemotretan majalah, interview─”

“Bukankah kau juga begitu?”

“Tidak juga.”

“Setidaknya aku perlu kesibukan lain sambil menimbang-nimbang tawaran bermain drama sebagai pemeran utama pria dengan minimal lima kali adegan ciuman.”

Soojung tersentak, sadar bahwa setengah dari kata-kata Minhyuk adalah sindiran untuknya. “Astaga… ternyata kau masih mengingatnya.”

Pria itu mengedikkan bahu, “Drama romantis itu baru selesai beberapa bulan yang lalu.”

Soojung mengangguk-angguk, “Terserah kalau kau mau membalasku. Sana cari drama yang bagus dan jadilah pemeran utama. Yang banyak adegan ciumannya.”

“Yakin tidak akan menyesal?”

“Tidak. Kau puas?”

Minhyuk terbahak. Silakan sebut ia gila karena tertawa tiap kali melihat gadisnya itu merajuk. Toh memang itulah kenyataannya.

Diam-diam Soojung ikut tersenyum. Baginya saat ini tidak ada yang lebih menyenangkan dibanding melihat pria itu tertawa. Namun senyumnya perlahan-lahan memudar ketika tiba-tiba ia teringat akan sesuatu.

“Kau… sudah membaca artikel itu? Tentang interview Shinhye eonni.”

Minhyuk mengangguk santai, “Tidak kusangka akan menyebar luas.”

Soojung memperhatikan gerak-gerik pria itu. Tidak menyangka respon yang diberikan Minhyuk sedikit meleset dari perkiraannya. “Itu berarti kita harus lebih berhati-hati.”

“Berhati-hati bagaimana maksudmu?”

“Jangan menjemputku lagi, jangan terang-terangan terlihat bersama di depan umum lagi, jangan menyebut namaku di setiap interview─

“Wah… itu membunuhku namanya.”

“Kenapa?”

“Kutanya padamu, sampai kapan kira-kira kau akan bertahan melakukan itu semua kalau aku juga mengajukan permintaan yang sama? Bermain kucing-kucingan dengan para jurnalis tidak akan ada habisnya, Soojung-ah. Dan itu akan membuat hidupmu semakin tidak tenang.”

“Kurasa hidupku akan semakin tidak tenang kalau penggemarmu dan penggemarku mengamuk ketika para pemburu berita itu mendapatkan apa yang mereka incar. Mungkin kau tidak mengerti karena reputasimu selama ini selalu baik. Tapi sebagai orang yang pernah dijatuhkan, kuberitahu padamu rasanya seperti mau mati.”

“Kita hanya perlu diam, Soojung-ah. Dan semua itu akan berlalu.” Minhyuk berusaha terdengar setenang mungkin, “Aku tidak perlu harus berhenti menemuimu, kan? Yang penting kita tidak berbohong dan jika nantinya terjadi hal di luar rencana, anggap saja itu adalah jalan terbaik yang harus ditempuh.”

Pria itu mengulurkan tangannya, mengusap pelan puncak kepala Soojung dengan penuh kasih sayang, “Tidak usah dipikirkan. Ini kencan pertama kita, kau ingat?”

Soojung mengangguk seperti anak kecil yang baru saja dinasihati orang tua. Ia ingat Minhyuk pernah bilang kencan pertama mereka haruslah diisi dengan hal-hal yang menyenangkan. Dan ia tidak seharusnya merusak suasana itu.

“Aigo… kau tidak cocok bersikap seperti anak kecil begitu dengan dandanan ibu-ibu seperti ini.”

Ya!”

Minhyuk hendak berniat memanggil pelayan ketika Soojung buru-buru menahannya. “Sudah kupesankan. The most recommended menu in this place. Kita harus mencobanya.”

Pria itu mengangguk-angguk, “Baiklah.”

Soojung mengetuk-ngetukkan jemarinya di atas meja, bingung harus memulai pembicaraan dari mana agar tidak merusak suasana lagi. Hingga akhirnya pesanan mereka datang dan dihidangkan di atas meja, ia memutuskan untuk menyerahkan hal itu pada Minhyuk.

“Jadi, apa lagi yang akan kita bicarakan?”

Minhyuk menyeringai tepat ketika suapan pertamanya selesai dikunyah. Ia tahu Soojung akan kembali menanyakan hal tersebut. Dan kali ini ia sudah tahu jawabannya.

“Bagaimana kalau rencana kencan kedua?”

 

***

 

 

 

 

 

_______________________________

Halo! Akhirnya kita ketemu lagi🙂

Entah kenapa aku kepikiran cerita ga penting ini di sela-sela KKN kemarin. Mungkin karna lagi gabut menunggu masa KKN berakhir. Seperti yang kubilang, cerita ini ga penting dan cuma selingan aja (karna aku suka mereka berdua dan kadang-kadang rada delusional gitu -_-). Jadi yah… aku ga berharap banyak untuk reviewnya. Kalo kalian suka aku jadi ikut seneng, kalo nggak yasudah.

Mungkin banyak dari kalian yang bertanya-tanya, “Mana nih FF-FF aku yang kemarin tbc kok ga ada lanjutannya terus?” Maaf banget… aku belom bisa. Aku kan manusia juga, jadi tidak sempurna *halah*

Aku mau promosi nih. Buat yang mau liat FF-FF karya aku (dan ada karya temen aku juga) bisa kunjungi blog pribadi aku ourprivateroom.wordpress.com. Memang hampir semuanya udah pernah di-post disini sih, tapi biar mudah aja mencarinya🙂

Makasih buat yang udah menyempatkan waktu membaca. Sampai ketemu di FF selanjutnya🙂

13 thoughts on “First Date

    • Hai! Terima kasih sudah membaca🙂
      Berhubung ini ga tbc……. jadi ada tidaknya sequel belum bisa dipastikan ya hahaha..
      FF lainnya doakan saja ya🙂

  1. Woaaah kayanya udah lama banget aku ngga baca ff mereka berdua sambil senyum” sendiri gini hahaha. Aku suka banget siih idol life gini, berasa nyata gitu. Oohh interview nya Shinye itu bener kan yah? Bukan cuma buatan fans kan? Hahaha aku seneng banget pas baca ituuu. Berasa kalo mereka bedua emang bener” udah jadian. Ohiyaa ff kamu bagus banget loh, rapih, kata”nya juga aku suka😀

  2. interview Shinhye? tentang apakah?
    someone, enlighten me please~~~
    dan dan dan selalu suka sama gaya bercerita kamu yang asik🙂
    dan,, ditunggu pandoranya :p

  3. simple tp suka… minhyuk sama soojung emg bikin gregetan deh..
    wah sama dong thor.. aku jg baru kelar KKN, author smester brp? kuliah dimana? kok bisa saam gutu kita ya.. haha
    ditunggu ff yg tbc lain lanjutannya ya thor.. ^^

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s