My Last (Chapter 4)

my-last-request-dkjung1My Last (Chapter 4)

Written by DkJung

Poster by Junnie!ART

Main Casts : [Infinite] Kim Myungsoo | [A Pink] Son Naeun | [Infinite] Lee Sungjong

Support Casts : [Beast] Lee Gikwang | [Girl’s Day] Bang Minah

Genre : Romance | Length : Chaptered | Rated : Teen

>< 

Kim Myungsoo, lelaki tampan yang terlibat cinta segitiga, dimana ia harus memilih antara menjadi lelaki normal atau gay, dengan memilih Son Naeun atau Lee Sungjong.

Teaser > Chapter 1 > Chapter 2 > Chapter 3

>Chapter 4<

Pukul dua belas tengah malam. Naeun masih saja berdiam diri sambil memeluk lututnya di atas kasur. Pandangannya masih mentap lurus layar ponselnya yang menampilkan foto yang ia ambil saat Myungsoo menemui Sungjong. Kedua lelaki itu tengah berpelukan. Sebenarnya, Naeun tidak hanya mengambil satu foto, melainkan banyak. Ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu.

Namun, yang masih mengganjal pikirannya saat ini adalah Myungsoo. Ya, lelaki yang disukainya itu ternyata adalah seorang gay. Sungguh, ia tidak habis pikir. Sama sekali tidak pernah terbayangkan sedikitpun di pikirannya, bahwa seorang Kim Myungsoo adalah gay. Rasanya ia ingin menghampiri lelaki itu lalu memukuli wajahnya. Jujur, ia marah. Ia marah pada dirinya sendiri dan juga pada Myungsoo. Ia marah pada dirinya yang jatuh cinta pada lelaki gay. Oh, ini mimpi buruk.

Setelah beberapa jam lamanya memandangi foto Myungsoo dan Sungjong. Naeun mulai teringat kembali akan niat jahatnya untuk menyebarkan foto ini di website sekolahnya. Bahkan mungkin, ia bisa menjadikan foto-foto di ponselnya ini sebagai ancaman.

Myungsoo tidak akan bisa menolakku jika ia sudah melihat foto-foto ini.

Setelah menyusun rencana, rasanya Naeun bisa tidur dengan tenang. Ia pun menaruh ponselnya di meja samping tempat tidurnya, lalu memejamkan mata. Akhirnya, ia bisa tidur dengan nyenyak malam itu. Ia yakin, Myungsoo akan menjadi miliknya.

>><<

Naeun mengintip melalui jendela kamarnya untuk melihat apakah Myungsoo sudah keluar dari rumahnya atau belum. Begitu Myungsoo keluar dari rumahnya, Naeun langsung berlari keluar kamar menuju pintu keluar rumahnya. Setelah memakai sepatu, Naeun langsung berlari kencang menyusul Myungsoo yang belum terlalu jauh karena lelaki itu berjalan pelan. Lagipula, ini masih terlalu pagi untuk berangkat ke sekolah.

“Myungsoo Oppa!” panggil Naeun yang hampir bisa menyamakan langkahnya dengan Myungsoo. Sementara Myungsoo tidak menyahut sama sekali.

Oppa, coba tebak apa yang kutemukan kemarin!” ujar Naeun. Namun, Myungsoo tetap saja diam. Ia terus bejalan tanpa menoleh sedikitpun, seolah-olah tidak ada siapapun di sampingnya.

Karena kesal melihat respon Myungsoo, akhirnya Naeun pun memilih untuk langsung mengeluarkan ponselnya. Ia langsung mengklik foto yang ia ambil di galeri ponselnya, lalu segera menunjukkannya tepat di depan wajah Myungsoo.

“Tada!”

Sontak, kedua mata sipit Myungsoo membulat. Ia terkejut, bagaimana bisa Neun mengambil gambar dirinya dan Sungjong?

Ya, hapus itu,” ucap Myungsoo dingin.

Shireo, tidak semudah itu. Rencananya, aku ingin menyebarkan foto ini di website sekolah. Eottae? Kalau Oppa tidak mau foto ini tersebar, jadilah pacarku!”

Mendengar ancaman Naeun yang sudah ia duga, Myungsoo hanya memutar bola matanya.

“Masa bodoh, sebarkan saja itu.”

Myungsoo pun berjalan mendahului Naeun yang masih terdiam memegang ponselnya. Tidak. Bukan reaksi seperti itu yang ia harapkan dari Myungsoo. Bagaimana bisa ia tidak peduli fotonya dan Sungjong akan tersebar? Akhirnya, dengan nekat, Naeun membuka website sekolah saat itu juga.

Sementara itu, Myungsoo mendadak menghentikan langkahnya. Perasaannya tiba-tiba saja tidak enak. Ia merasa, Naeun akan melakukan hal yang nekat. Ia merasa sepertinya Naeun akan tetap menyebarkan foto itu. Akhirnya, Myungsoo berbalik lalu berlari menghampiri Naeun. Ia langsung merebut ponsel Naeun.

Ya!” seru Naeun tidak terima.

Saat itu juga, Myungsoo langsung menghapus semua foto yang Naeun ambil saat malam dimana ia menemui Sungjong.

“Hapus saja semua, aku sudah punya salinannya di komputerku,” ucap Naeun lalu menjulurkan lidahnya.

“Sebenarnya apa maumu?” tanya Myungsoo dingin.

“Bukankah sudah kubilang? Aku ingin Oppa menjadi pacarku, ne? Mau, kan?”

“Apa kau pikir semudah itu kau menyuruh orang untuk menjadi pacarmu? Kau ini sangat kekanak-kanakan! Kau sangat menyebalkan! Keberadaanmu benar-benar memuakkan dan menggangguku, bagaimana mungkin aku mau menjadi pacarmu? Lagipula, aku sama sekali tidak mempunyai rasa suka terhadapmu sedikitpun.”

Keurom, Oppa tidak akan menyukaiku, karena aku adalah perempuan, iya, kan? Sedangkan yang Oppa sukai adalah laki-laki, kan?”

Myungsoo hanya bisa menghela napas mendengar pertanyaan Naeun.

“Siapapun yang kusukai dan jenis kelamin apapun yang kusukai, bukanlah urusanmu. Keuraeseo, jangan ganggu hidupku lagi!”

“Bagaimana mungkin aku tidak mengganggu hidupmu setelah mengetahui kelainan yang Oppa miliki?”

Myungsoo mengerutkan dahi. Jauh di dalam lubuk hatinya, ia tidak merasa bahwa dirinya mengalami kelainan. Dan ia tidak terima bahwa mencintai Sungjong disebut kelainan.

Mworagu?”

Keurae, bukankah tidak seharusnya Oppa menyukai seorang lelaki? Mungkin, Oppa tidak akan peduli jika seisi sekolah mengetahui bahwa Oppa adalah seorang gay. Keunde, bagaimana jika kedua orang tua Oppa tahu? Apa yang akan terjadi, ya? Bagaimana reaksi mereka ketika mengetahui anak mereka satu-satunya yang begitu tampan ternyata memiliki kelainan?”

Mendengar ancaman Naeun yang semakin menjadi, membuat Myungsoo tak bisa berbuat banyak. Akhirnya, dengan berat hati, ia memutuskan untuk bersedia menjadi kekasih Naeun.

Arrasseo, aku akan menjadi pacarmu mulai sekarang. Asalkan, jangan sampai kedua orang tuaku tahu tentang hubunganku dengan Sungjong,” ucap Myungsoo lalu berjalan pergi mendahului Naeun.

Sementara Naeun yang masih tidak mempercayai ucapan Myungsoo masih terdiam di tempat dengan senyuman lebar di wajahnya. Sudah ia duga, ancamannya pasti akan berhasil.

Oppa, tunggu aku!”

>><<

Mwo? Kau dan Myungsoo Sunbae? Maldo andwae! Dia kan tidak menyukaimu sama sekali! Bagaimana bisa?” tanya Youngji yang tidak percaya setelah mendengar cerita Naeun di kelas mereka.

“Ceritanya panjang. Yang jelas, sekarang aku dan Myungsoo Oppa adalah sepasang kekasih!” ucap Naeun dengan senyum lebar.

Mwo? Naeun-ah, kau dan Myungsoo, apa?”

Naeun dan Youngji reflek menolehkan kepala mereka ke arah pintu kelas. Gikwang tengah berdiri di sana sambil memandang Naeun dengan penuh tanya. Perlahan, ia berjalan mendekati Naeun yang juga tengah menatapnya.

“Naeun-ah, ulangi ucapanmu tadi.”

Mianhae, Oppa,” ucap Naeun, tanpa mengulangi pernyataannya. Ucapan maaf itu seolah membenarkan pernyataannya tanpa harus ia ulangi.

“Bagaimana bisa kau, tega sekali kau. Bukankah kau tahu perasaanku?” tanya Gikwang.

Arra, mianhae, Oppa. Aku rasa, aku bukanlah gadis yang baik untukmu. Masih ada gadis yang lebih mencintaimu daripada aku. Jeongmal mianhaeyo, Oppa.”

Minah yang mendengar perkataan Naeun hanya tersenyum tipis. Ia merasa ia adalah gadis yang tengah dibicarakan oleh Naeun itu. Dan ia merasa lega, karena pada akhirnya, Naeun sudah mempunyai kekasih. Dengan begitu, pasti Gikwang tidak akan mengejar-ngejar Naeun lagi. Ia pun bisa dengan mudah mendekati Gikwang.

“Naeun-ah, aku–“

“Youngji-ya, ayo kita ke kantin!” seru Naeun sambil menarik tangan Youngji tepat sebelum Gikwang menyelesaikan perkataannya.

>><<

Sungyeol menatap deretan nomor ponsel pada secarik kertas yang tengah ia pegang. Nomor itu bukanlah nomornya. Ia baru saja mendapatkannya dari seorang gadis yang memintanya untuk menyampaikannya pada Sungjong. Gadis itu ingin sekali bertemu dengan Sungjong, tapi ia yakin, Sungjong tidak akan mau bertemu dengannya. Dan Sungyeol sangat mengenal baik gadis itu. Gadis yang menghancurkan hidup Sungjong.

“Sungjong-ah,” panggilnya pada Sungjong yang tengah termenung menatap ke luar jendela kelas. Lelaki itu pun menoleh seiring suara Sungyeol memanggil namanya.

Wae?”

“Ambilah ini, dan jangan lupa hubungi nomor ini.”

Sungjong menerima secarik kertas pemberian Sungyeol dengan alis bersatu dan dahi berkerut.

“Untuk apa?”

“Sepertinya aku tidak bisa memeritahumu sekarang. Kalau kau penasaran, hubungi saja nomor itu. Dia pasti akan sangat senang.”

Sungjong semakin tidak mengerti. Akhirnya, ia pun memilih untuk langsung mengeluarkan ponselnya dari saku celana lalu memasukkan nomor itu ke dalam kontaknya. Akan tetapi, ia terdiam sejenak karena tidak tahu harus menamai kontak itu apa.

“Ini nomor siapa?” tanya Sungjong.

“Simpan saja, terserah mau kau namai apa, yang penting nomor itu sudah ada di kontakmu.”

Ya, kenapa kau tidak langsung memberi tahu saja? Kenapa kau membuatku penasaran? Ini bukan nomor teroris, kan?”

“Memang bukan. Tapi sepertinya, bagimu dia lebih berbahaya dibanding seorang teroris.”

Mendengar perkataan Sungjong yang semakin misterius membuat Sungjong semakin penasaran saja.

“Apa maksudmu, pemilik nomor ini adalah orang yang kubenci?”

Molla, hubungi saja dia kalau kau penasaran.”

Tepat setelah percakapan Sungjong dan Sungyeol selesai, bel pulang sekolah berbunyi. Sungjong langsung mengambil tasnya lalu berlari keluar kelas menuju halaman belakang sekolah. Ia lalu membuka ponselnya dan segera menghubungi nomor yang baru saja diberikan oleh Sungyeol.

Yeoboseyo?”

Tidak. Sungjong tidak menyukai suara dari seseorang yang menjawab teleponnya itu. Suara yang sudah sangat ia hafal dan sangat ia benci seumur hidupnya. Gadis itu, tidak akan pernah ia biarkan kembali masuk ke dalam kehidupannya.

“Gadis jalang, menjauhlah dari kehidupanku!” seru Sungjong seraya membanting keras ponselnya.

Yeoboseyo? Sungjong Oppa! Sungjong Oppa!”

Samar-samar, Sungjong masih dapat mendengar suara Yein memanggil namanya dari ponselnya yang tergelatak di atas rumput halaman belakang sekolah itu. Sungguh, ia tidak ingin lagi berhubungan dengan gadis itu. Gadis yang sudah mempermainkannya. Gadis yang membuatnya tidak percaya lagi akan cinta.

Flashback.

2 years ago.

Malam itu, Sungjong baru saja keluar dari sebuah toko sepatu setelah membeli hadiah untuk kekasihnya, Jung Yein. Hari itu, hari valentine. Sungjong ingin memberikan hadiah yang special untuk kekasihnya. Cinta pertamanya, dan ia harap akan menjadi cinta terakhirnya. Sungjong segera menghentikan sebuah taksi untuk bergegas menemui Yein di tempat yang sudah mereka janjikan untuk bertemu.

Sesampainya di tempat pertemuan mereka, Yein tidak ada di sana. Sungjong pun mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Yein.

Yeoboseyo?”

“Yein-ah, eodiya? Aku sudah berada di tempat janjian kita. Kenapa kau belum datang?”

Oppa, mianhae, sepertinya aku tidak bisa datang. Bagaimana kalau kita bertemu besok saja, huh? Boleh, kan?”

A-arrasseo, gwenchana, keurom, kita bertemu besok.”

Setelah itu, Sungjong memutuskan sambungan teleponnya dengan Yein. Sejujurnya, ia kecewa, sangat kecewa karena gadis yang sangat ia cintai tidak bisa datang menemuinya di malam valentine itu. Memangnya, alasan apa yang sampai menghalanginya untuk datang?

Akhirnya, Sungjong memutuskan untuk pulang dengan berjalan kaki dan memberikan hadiah valentine itu pada Yein keesokan harinya. Namun, ketika ia berjalan belum jauh dari tempat ia seharusnya bertemu dengan Yein, ia melihat pemandangan yang kurang menyenangkan.

Jung Yein. Gadis itu tengah menghabiskan malam valentine dengan lelaki lain. Dan lelaki itu tengah mencium bibir Yein. Sungjong melihat itu semua dengan matanya sendiri. Sakit. Sungguh sakit ia rasakan. Bagaimana bisa Yein mengkhianatinya seperti ini. Akhirnya, dengan penuh amarah, Sungjong menghampiri kedua orang itu.

Ya, Jung Yein!” panggil Sungjong yang cukup membuat Yein terkejut. Termasuk lelaki yang tengah bersama Yein.

“Bagaimana bisa kau tega melakukan ini semua padaku?” tanya Sungjong.

Yein menghela napas. Ia lalu memutar bola matanya mendengar pertanyaan Sungjong.

Oppa, aku lelah berpacaran denganmu. Gayamu sangat kuno, aku tidak suka. Jadi, aku mencari lelaki lain untuk menggantikanmu, mianhae.”

Mworagu? Jadi selama ini kau anggap hubungan kita apa?”

Molla, Oppa, selama ini, aku tidak terlalu menganggap kita ini serius. Jadi lebih baik, Oppa lupakan saja aku,” ucap Yein dengan entengnya.

“Yein-ah, aku tidak menyangka ternyata kau gadis seperti ini. Kau menganggap hubungan yang kita bina bersama ini main-main? Dan kau dengan mudahnya membiarkan lelaki lain menciummu? Aku bahkan belum pernah menciummu, Yein-ah! Aku seolah tidak mengenalmu. Kau seperti gadis murahan.”

Mworae. Aku tidak peduli. Aku sudah bosan denganmu, Oppa.”

“Yein-ah, kita sudah berpacaran selama tiga tahun, dan itu bukan waktu yang sebentar Yein-ah,” ucap Sungjong lalu berlalu pergi meninggalkan Yein.

Sementara itu, Yein langsung jatuh terduduk saat itu juga. Perlahan, air mata mulai keluar dari kedua pelupuknya.

Mianhaeyo, Oppa,” ucapnya sambil terisak.

Flashback end.

>><<

“Jung Yein?”

Yein tersenyum ketika mendapati Sungyeol sudah keluar dari gerbang sekolah. Gadis itu tegah berdiri menunggu di depan gerbang.

“Apa yang kau lakukan di sini?”

“Bisakah kita bicara sebentar. Oppa?”

Akhirnya, keduanya pun pergi ke sebuah kafe terdekat untuk mengobrol berdua.

“Sungjong Oppa tidak suka mendengar suaraku di telepon. Entah harus bagaimana lagi caranya aku meminta maaf,” ucap Yein mengawali pembicaraan.

“Dia sudah menhubungimu?”

Yein mengangguk.

“Aku sungguh menyesal. Kalau saja dokter sialan itu tidak memvonisku terkena kanker, pasti semuanya tidak akan seperti ini!”

“Tidak ada gunanya menyalahkan dokter. Lagipula, ini tidak sepenuhnya salah dokter. Kau tidak seharusnya melakukan cara itu untuk membuat Sungjong menjauhimu. Kalaupun kau benar mengidap kanker, kau seharusnya membicarakannya dengan Sungjong secara baik-baik. Pasti tidak akan seperti ini jadinya,” ucap Sungyeol.

“Apa dia masih mencintaiku?”

Sungyeol mendadak menundukkan kepala mendengar pertanyaan Yein. Ia tidak tahu harus bagaimana menjelaskan pada Yein bahwa saat ini Sungjong tengah menjalin hubungan sesama jenis. Pasti gadis itu akan semakin terpukul.

“Dia masih mencintaimu, sangat mencintaimu. Aku yakin itu.”

>><<

“Apa menurutmu, Myungsoo Oppa bisa jatuh cinta padaku?” tanya Naeun sambil terus mengaduk-aduk makan siangnya di kantin sekolah yang belum juga ia makan.

Molla. Ya, kau sudah mengucapkan pertanyaan itu lebih dari sepuluh kali. Aku bosan mendengarnya,” ujar Youngji.

“Itu karena aku sangat khawatir. Apa bisa, seorang lelaki gay menyukai perempuan?”

“Apa maksudmu?”

“Sebenarnya,” Naeun menggantungkan ucapannya sejenak untuk melihat ke sekeliling, memastikan agar tak ada seorang pun yang mendengar percakapan mereka. “Myungsoo Oppa adalah seorang gay.”

Mwo?”

“Ssst! Jangan beritahu siapa pun soal ini! Ini rahasia.”

“Apa kau yakin?”

Naeun mengangguk. “Aku sudah melihat buktinya dan sudah mendapat konfirmasi darinya langsung.”

Youngji hanya bisa menggelengkan kepalanya. bagaimana bisa sahabatnya ini jatuh cinta pada seorang lelaki gay. Namun, tak lama kemudian, ia menemukan ide.

“Naeun-ah, menurutku, ini kesempatan bagus,” ucap Youngji.

“Bagus bagaimana?”

“Ini kesempatanmu untuk menyembuhkannya! Kau harus bisa membuatnya jatuh cinta padamu, aku yakin kau pasti bisa!”

Jinjja? Keurom, kau harus membantuku!”

>><<

Naeun berlari sambil menaiki anak tangga menuju ruang kelas Myungsoo yang berada di lantai tiga. Sesampainya di kelas 3-1, ia tidak menemukan Myungsoo.

Sunbae, apa kau melihat Myungsoo Oppa?” tanyanya pada salah seorang siswa kelas 3.

“Dia ada di atap.”

Setelah mendapat jawaban, Naeun langsung berlari lagi untuk menaiki anak tangga menutup atap sekolah. Dan, disanalah Myungsoo, duduk seorang diri sambil memainkan sebuah gitar yang entah ia dapatkan dari mana.

Oppa!”

Suara Naeun yang mengejutkan Myungsoo membuatnya berhenti bermain gitar. Entah mengapa, moodnya selalu menjadi buruk ketika gadis itu datang.

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Myungsoo.

Wae? Apa aku tidak boleh menemui pacarku?”

Mworae,” gumam Myungsoo tak peduli. Ia pun lebih memilih membisu sambil menatap pemandangan yang bisa dilihatnya dari atap sekolah.

Oppa.”

Myungsoo hanya diam, tidak berniat menjawab panggilan gadis itu.

Oppa, ayo kita berkencan.”

Mwo?”

>To Be Continued<

Terimakasih sudah membaca. Mohon tinggalkan komentar jika ingin ff ini segera dilanjutkan.

18 thoughts on “My Last (Chapter 4)

  1. Hahahah… Makin gokil ceritanya,, naeun centil skli (?) Kwkwkwk.. Aduh brharap itu pas mnyungsoo udh mulai sdar trus suka sma naeun eh tpi naeun udh lelah trus dia rada nyerah buat sma myungsoo(?) And btw hbd uri visual son naeun,, wish u all the best,, uyeeuyee fighting thorr ☆L(´▽`L )♪ smngat buat nerusin ceritanya (ʃƪ♥ ﻬ♥)

  2. akhirnya dipost juga~ ayo Naeunnie semangat buat Myungsoo menjadi menyukaimu 😫 ditunggu next partnya good luck author 😃

  3. akhirnya di post juga :))) wuah ternyata gara-gara itu toh sungjong jadi kapok pacaran dan jadi nyeleweng hehe . naeun tambah centil plus pede bingit . semoga myungsoo sama sungjong segera kembali ke jalan yang benar hehe . cepet dilanjutin ya uda nggak sabar baca xixi ^^

  4. Wakakak, ngakak masa baca bagian ini. Gatau kenapa.____.mungkin akibat sikap Naeun yang super lebay:v huahaha. Kritik&Saran: Lebih dikembangkan lagi ya, feels-nya kurang dapet soalnya wekekekek. Semangaaat!❤

  5. naeun agresif bgt.. hahaha.. thor, kok kayanya cerita ini kurang feel ya? kayanya kata2nya ada yg kurang gitu.. terkesan terburu bur.. tp oke kok ceritanya… semangat nulisnya thor!!

  6. Ceritanya seru banget,gak sabar nunggu part selanjutnyaXD
    Semoga myungsoo emang bener bener suka sama naeun^^
    Keep writing thor,ditunggu ff kelanjutannya :))

  7. Huahaha naeun centil parah ih sama myungsoo xD Nah bagus tuh! Smoga Naeun sm Yein sama2 bisa sembuhin Myungsoo Sungjong dr “kelainan”

  8. aku suka sifat naneun yg kek gini😀 anjirrr dah lu.. pasti lupa caranya kencan sm cewek😀 wkwkwkkk… keep writing eon!

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s